Kuthuk(Anak Ayam) Makhluk Mandiri Sejak Lahir

Anak ayam - kuthuk

Anak ayam – kuthuk

Menakjubkan si kuthuk ini,  sosok kecil nan lucu imut ini, yaa memang benar anakan apapun pasti terlihat lucu, imut dan menggemaskan sih, seperti anakan unggas, burung, mamalia, dan semua anakan makhluk hidup.

Tapi anakan ayam (dalam bahasa Jawa nya disebut dengan kuthuk ) sepertinya sosok makhluk kecil yang lucu nan imut yang paling mandiri yang pernah saya lihat.

Se-mandirikah apa anak ayam ini?

Setelah terlahir / menetas , baik secara alami yakni dierami oleh induknya maupun buatan, di erami dengan sistem penghangatan lampu listrik. Setelah beberapa saat (dalam hitungan jam) seiring mengeringnya lendir yang menyelimuti tubuh mungilnya, dan berganti bulu-bulu halus sebagai bajunya. Matanya mulai terbuka, dan suara lantangnya mulai sering terdengar….piyok-piyok-piyok….Mulailah si kuthuk belajar berjalan, awalnya terhuyung, terseok, dan terjatuh, namun kelamaan anak ayam mulai berjalan sempurna. Dalam 2 kali 24 jam saja si kuthuk, mulai berjalan sempurna bahkan mulai berlari-lari kecil, dan mulai makan, Sebelumnya anak ayam memang belum mengkonsumsi makanan yang boleh jadi  masih ada sisa disaat dalam telur, seperti yang lainnya (konon bayi manusiapun belum membutuhkan konsumsi serapan makanan dalam 2 x 24 jam).

Kuthuk mulai mematuk-matuk sisi bawah nya, ‘the animal insting’ atau naluri hewan untuk makan, barang barang kecil mulai di patuk untuk bisa masuk ke mulut dan masuk ke tubuhnya, melewati kerongkongan dan transit/ tersimpan sementara pada  kantung makanan dibawah tenggorokan/ telih-nya.

Inilah yang saya maksud dengan kemandirian tingkat tinggi, anak ayam tidak seperti anak burung, atau anak mamalia, yang perlu disuapi/ diloloh, maupun di susui.

Anak ayam makan sendiri, mematuk makanan yang bisa berupa apa saja, semisal biji-bijian kecil, dilakukannya sendiri, tidak disuapi/ dilolohi oleh induknya, Dan atas karunia Tuhan sepertinya anak ayam diberi kan pencernaan yang hebat/ super, hingga menelan biji-bijian kecil yang pastinya keras, semisal butiran beras, akan tetapi tercerna juga.

Itulah apa yang saya sebut dengan kemandirian dari kuthuk/ anak ayam…istimewa…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s