Jadwal SIM Keliling Wilayah Bantul Oktober 2016

sim keliling

sim keliling

Hai-hai hai….tema-teman, bapak-ibu khusus nya warga Bantul, September ceria tahun ini akan berakhir nih, berganti Oktober. Na bagi yang terlahir di bulan Oktober, silahkan dicek SIM nya siapa tau masa berlakunya habis. Jika iya selain di kantor Polres, anda bisa memperpanjang SIM anda dilayanan bus SIM Keliling yang juga sekaligus SIM Online yang melayani pemohon dari luar kota asalkan kotanya telah tergabung dalam pelayanan SIM Online.

 

Dan Jadwal waktu dan tempat bus pelayanan SIM keliling Polres Bantul bulan OKTOBER 2016 adalah sebagai berikut :

No Hari Tanggal Jam Tempat
I. Sabtu 01 Oktober 2016 17.00 – 21.00 Wib Lapangan Paseban
2. Senin 03 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kelurahan Banguntapan
3. Selasa 04 oktoberr2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Srandakan
4. Rabu 05 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Pundong
5. Kamis 06 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kecamatan Kretek
6. Jumat 07 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kecamatan Sedayu
7. Sabtu 08 Oktober 2016 17.00 – 21.00 Wib Lapangan Paseban
8. Senin 10 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kelurahan Srigading
9. Selasa 11 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Pajangan
10 Rabu 12 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kelurahan Trimulyo
11. Kamis 13 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kecamatan Pandak
12. Jumat 14 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Imogiri
13. Sabtu 15 Oktober 2016 17.00 – 21.00 Wib Lapangan Paseban
14. Senin 17 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kid’s Funs
15. Selasa 18 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Dlingo
16. Rabu 19 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Pyramid Cafe
17. Kamis 20 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kelurahan Mulyodadi
18. Jumat 21 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Pleret
19. Sabtu 22 Oktober 2016 17.00 – 21.00 Wib Lapangan Paseban
20. Senin 24 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kelurahan Tamantirto
21. Selasa 25 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Srandakan
22. Rabu 26 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Pundong
23. Kamis 27 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kecamatan Kretek
24. Jumat 28 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Kecamatan Banguntapan
25. Sabtu 29 Oktober 2016 17.00 – 21.00 Wib Lapangan Paseban
26. Senin 31 Oktober 2016 09.00 – 12.00 Wib Polsek Bantul

Jam operasional : Senin – Jumat Pukul 09:00 – 12:00 WIB dan Sabtu pukul 17.00 – 21.00 WIB

SIM Keliling hanya untuk memperpanjang SIM A dan SIM C. Pembuatan SIM Baru dan jika masa berlakunya habis lebih dari 3 bulan tidak bisa dilayanan SIM Keliling.

Syarat perpanjangan SIM A atau C sebagai berikut :
Foto Kopi KTP yang masih berlaku
Foto Kopi SIM lama serta SIM asli
Bukti Cek Kesehatan

Sumber : tribratanewsbantul.com

Inilah 6 Juara Lomba ‘Homestay’ Di Bantul, Bisa Jadi Veneu Anda Saat Liburan

011

Ilustrasi homestay – http://www.sabahhomestay.my

Homestay merupakan rumah tinggal sementara yang di sewakan bagi para wisatawan. Keberadaan homestay menjamur  di kantung-kantung wisata, maupun desa wisata. Begitu juga di wilayah Bantul, seiring banyak nya desa wisata yang ada , begitu juga dengan homestaynya.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan homestay yang ada di desa wisata, pemerintah Kabupaten Bantul dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kab. Bantul menyelenggarakan lomba homestay antar desa wisata. Acara telah dilaksanakan pada Senin-Selasa, 26-27 September 2016.

Ada 20 homestay dari 13 desa wisata yang ikut dalam acara ini. Adapun dewan juri yang bertugas adalah Ir. Joko Kuntoro ( ASITA ), Nurzaen         ( DPC HPI Kab. Bantul ), Sariyati ( Pewarta-Bernas), Ni Nyoman Yudiriani, Issri Putranti, dan Adikarang-ketiganya dari Disbudpar Bantul. Setelah menilai dari beberapa kriteria akhirnya ditetapkan hasil sbb :

 

Juara I                  : Desa Wisata Kampung Santan ( Homestay Zukhroni )                      nilai 3730

 

Juara II                 : Desa Wisata Kebonagung ( Homestay Pangadi )                              nilai 3695

 

Juara III                : Desa Wisata Karangtengah ( Homestay Jazimah )                            nilai 3610

 

Juara IV                : Desa Wisata Kaki Langit Mangunan ( Homestay Sarjiyanti )             nilai 3565

 

Juara V                 : Desa Wisata Giriloyo Wukirsari ( Homestay Isnaini M )                     nilai 3540

 

Juara VI                : Desa Wisata Kasongan ( Homestay Griya Bening )                           nilai 3510  merupakan tempat tinggal sementara untuk para wisatawan. Ada 20 homestay dari 13 desa wisata yang ikut dalam acara ini. Adapun dewan juri yang bertugas adalah Ir. Joko Kuntoro ( ASITA ), Nurzaen ( DPC HPI Kab. Bantul ), Sariyati ( Pewarta-Bernas), Ni Nyoman Yudiriani, Issri Putranti, dan Adikarang-ketiganya dari Disbudpar Bantul. Setelah menilai dari beberapa kriteria akhirnya ditetapkan hasil sbb :

Juara I : Desa Wisata Kampung Santan ( Homestay Zukhroni ) nilai 3730

Juara II : Desa Wisata Kebonagung ( Homestay Pangadi ) nilai 3695

Juara III : Desa Wisata Karangtengah ( Homestay Jazimah ) nilai 3610

Juara IV : Desa Wisata Kaki Langit Mangunan ( Homestay Sarjiyanti ) nilai 3565

Juara V : Desa Wisata Giriloyo Wukirsari ( Homestay Isnaini M ) nilai 3540

Juara VI : Desa Wisata Kasongan ( Homestay Griya Bening ) nilai 3510

Demikianlah ke enam juara homestay yang boleh jadi menjadi venue/tujuan anda tinggal sementara saat liburan di Bantul, semoga bermanfaat.

 

Sumber : Disbudpar-Bantul

Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini Hingga Seminggu Kedepan(27 Sept-03 Okt) Wilayah Yogyakarta

 

PLN

PLN

PT PLN (Persero) Yogyakarta akan melakukan pemadaman listrik untuk pemeliharaan jaringan. Pemadaman ­aliran listrik sementara, pada waktu dan ­pekerjaan sebagai berikut :

 

Selasa, 27 September 2016­
Pukul : 10.00 – 15.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Kontruksi ­& Penjumperan
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Jl Kapas, Jl Cendana, Jl ­Kenari, UAD, KONI, PUSDAOP, Miliran, Jl S­awit, Timoho Regency, Mandala Krida dan S­ekitarnya

Selasa, 27 September 2016­
Pukul : 09.00 – 15.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Arrester &­ Kontruksi
Unit/Wilayah Kerja : SLEMAN­
Lokasi padam : Dn. Medari, Dn. Medari Ci­lik, Dn. Nglampar, Dn.Jetis, Dn. Ganjuran­, Dn. Medari Gedhe. Dn. Temulawak, Dn. Mu­rangan 7, Dn. Krapyak, Dn. Durenan Tejo, ­Pr. Griya Saphir

Selasa, 27 September 2016­
Pukul : 09.00 – 13.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Arrester­
Unit/Wilayah Kerja : BANTUL­
Lokasi padam : Dn. Druwo, Dn. Pandes, Dn­. Prancak, Dn. Ngijo, Dn. Demangan, Dn. N­gireng, PR. Sewon, Dn. Kadangan Dn. Gene­ng, Dn. Cabean Kec. Panggungharjo; PR. Al­am Citra, Dn. Tembi, Dn. Kowen, Dn. Bangi­, Dn. Dadapan, Seputaran Pasar Seni Gabus­an, Dn. Gatak, Dn. Balong, Dn. Rendeng, ­Dn. Paten, Dn. Dadapan Kec. Timbulharjo; ­Bandung, Dn. Miri Kec. Pendowoharjo; AKBI­D, DLLAJR, Seputaran Kampus I S I dan wil­ayah sekitarnya.
—————————————–­——————-

Rabu, 28 September 2016­
Pukul : 09.00 – 16.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pembangunan Feeder Ba­ru KTN 15
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Sukoharjo, Klaseman, JL G­ejayan, Jayan dan Sekitarnya

Rabu, 28 September 2016­
Pukul : 09.00 – 11.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Arrester ­
Unit/Wilayah Kerja : BANTUL­
Lokasi padam : Dn. Sawit, Pr. Sawit Asri­ Residence, Seputaran Pasar Niten Baru, P­r. Sewon Regency, Pr. Sewon Asri, Jaranan­, Gesikan dan Wilayah Sekitarnya.
—————————————–­——————-

Kamis, 29 September 2016­
Pukul : 09.00 – 16.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pembangunan Feeder Ba­ru KTN 15
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Jl Anggajaya, Sanggrahan,­ Depok, Jl Ringroad Utara, Polda DIY, San­ggrahan, Kaliwaru, Hartono Mall dan Sekit­arnya

Kamis, 29 September 2016­
Pukul : 10.00 – 15.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Kontruksi ­& Penjumperan guna layanan Penyambungan B­aru
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Jl Kebun Raya, Jl Nogobon­do dan Sekitarnya

Kamis, 29 September 2016­
Pukul : 10.00 – 15.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Trafo Guna­ layanan Penyambungan Baru
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Kp Seturan dan Sekitarnya

Kamis, 29 September 2016­
Pukul : 09.00 – 15.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pembangunan Feeder Ba­ru BNL 17 & 18
Unit/Wilayah Kerja : BANTUL­
Lokasi padam : Dn. Dadapan, Dn. Miri, Dn­. Kojo, Dn. Ngimbang, Kec. Pendowoharjo ;­ Dn. Gaten, Dn. Gempol Dn. Klembon, Dn. M­anding, Komplek Pemda, Seputaran Ringroad­ Bantul, Trirenggo dan wilayah sekitarnya­.

—————————————–­——————-

Jumat, 30 SeptemSeptember 2016­
Pukul : 09.00 – 12.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Kontruksi ­& Penjumperan guna layanan Penyambungan B­aru
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Puren, Pringwulung dan Se­kitarnya
—————————————–­——————-

Senin, 03 Oktober 2016­
Pukul : 10.00 – 12.00 WIB­
Tujuan/Keperluan : Pemasangan Kontruksi ­& Penjumperan guna layanan Penyambungan B­aru
Unit/Wilayah Kerja : JOGJA KOTA­
Lokasi padam : Sambirejo dan Sekitarnya ­

 

Untuk itu kami mohon maaf kepada para pel­anggan atas ketidak nyamanan ini, dan apa­bila pekerjaan selesai lebih awal, aliran­ listrik akan dinormalkan kembali tanpa p­emberitahuan.

TTD­
Asisten Manajer Jaringan ­
BAMBANG EKO H­

Demikian yang dapat kami sampaikan atas p­erhatian dan kerjasamanya diucapkan terim­a kasih.

Salam­

PT. PLN (Persero) Area Yogyakarta­
Facebook : PLN Jogja | Twitter : @pln_jog­ja
“BERSAMA MENERANGI NUSANTARA”­

Contact Center PLN­ 123 :­
Fixed Phone (Telepon kabel/wireless Telko­m) : 123­
Selular Phone :­ (kode area lokasi penelepon) + 123­
SMS :­ 0838 8888 123 Ketik “Info”­
Email :­ pln123@pln.co.id­
Facebook :­ PLN 123­
Twitter :­ @PLN_123­
Website :­ http://www.pln.co.id­

 

Sumbern: krjogja.com

Kerja Sampingan : Menjadi Pramusaji Di Sebuah Pesta Pernikahan

Dibalik gemerlapnya  pesta pernikahan, kegembiraan pasangan pengantin, bersuanya keluarga kedua-belah pihak mempelai/besan, berpadunya sanak-saudara, kerabat, sahabat & handai-taulan, hiburan musik, riang-canda-tawa semua berpesta, melimpahnya aneka sajian makanan, dan minuman,

ternyata ada orang-orang, ada sosok-sosok yang ada namun boleh dianggap tidak ada. Meskipun bersifat hanya membantu, akan tetapi kehadirannya yang melayani dengan sepenuh hati itu sangat berperan penting.

Merekalah para ‘Serve the Servant‘ atau para pelayan atau lebih tepatnya disebut dengan para pramusaji, pramuladi(Jawa). Saya menyebutnya ‘serve the servant’ yang entah apa arti sebenarnya, yang mana saya terinspirasi dari salah satu judul lagu Nirvana, tapi saya artikan pelayan/ pramusaji.

Sebenarnya Mereka membantu pekerjaan dari pada penyedia jasa pembuatan makan/ Catering. Mereka bekerja dikala dipanggil oleh pihak catering yag mana mendapat permintaan untuk jamuan pesta pernikahan. Yang mana kebanyakan pastilah mengambil dari hari-hari libur, yakni akhir pekan (Sabtu & Minggu), karena kebanyakan dari pesta pernikahan dihelat pada waktu-waktu itu. Mereka menjadikan pekerjaan ini sebagai side-job atau pekerjaan sampingan disamping dari pekerjaan utama-mereka.  Mereka terdiri dari pria maupun wanita, tapi kebanyakan atqu lebih banyak pria-nya, ada yang tua ada yang muda. Yang wanita meracik makanan dan nanti menjaga gubug.

Mereka rela meninggalkan keluarga di saat waktu libur mereka, yang semestinya digunakan untuk berlibur, atau setidaknya untuk bercengkerama dengan keluarga, tapi mereka gunakan untuk mencari tambahan penghasilan.

Di wilayah seputaran Bantul dan Yogyakarta, saat ini mereka diberi upah sebesar antara 50-70 ribu rupiah, dengan durasi waktu bekerja selama sekitar 7-8 jam. Pemberian upah tergantung mandor pencari jasa pramusaji. Sedang mandor bekerja tetap pada catering. Kalo sang mandor baik hati, maak beruntunglah para pramusaji.

Lalu apa saja yang mereka lakukan akan pekerjaannya sebagai pramusaji?

Mereka bekerja membantu mempersiapkan hidangan makanan dari awal hingga akhir sebuah pesta, yang-mana telah di sanggupi oleh sebuah catering, diawal waktu sekitar 3 jam sebelum  acara pesta dimulai, mereka telah memulai pekerjaannnya dengan menyeka/ mengelap semua perabot alat makan untuk tamu, diantaranya ada; piring, mangkuk, sendok, dan gelas, yang jumlahnya menyesuaikan dengan jumlah tamu, sekitar 500-2000 an buah dari masing-masingnya di satu even pesta pernikahan.

Mereka mengerjakan itu selama sekitar 2 jam, disamping juga mereka membantu menurunkan olahan makanan dari mobil box untuk ditaruh ke belakang gedung/rumah yakni suatu pojok tempat yang nantinya akan digunakan oleh pihak catering untuk penataan dan penempatan di area makan.

Tapi tunggu sebentar, meskipun mereka bekerja dibawah catering tapi para pramusaji merupakan pekerja lepas dari catering.

Setelah mereka menyeka ratusan hingga ribuan perabotan tadi, mereka beristirahat sebentar untuk makan nasi bungkus, sembari menunggu tamu datang.

Selang beberapa saat kemudian tamu-tamu mula berdatangan, …. pesta pernikahan baik dirumah maupun digedung, yang berkonsep standing-party, atau tamu datang bertemu pengantin salam-salaman, lalu menikmati aneka-rupa hidangan makanan dan minuman, lalu pulang.

Begitu juga para ‘serve the servant’, mereka memulai pekerjaan di sesi keduanya, para pelayan ini telah stand-by di beberapa sudut berdiri dengan gagahnya, memakai seragam yang disediakan oleh pihak catering. [Konon jumlah para pramusaji ini mengikuti atau menyesuaikan jumlah tamu dengan prosentasi perbandingan, dengan perbandingan dimana 1 pramusaji melayani untuk 50 tamu.]

****

Para tamu pesta mulai menikmati aneka hidangan, terserah mereka mau ambil apa duluan, makan berat / makan nasi dan lauk-pauknya di buffet boleh, maupun ambil aneka panganan, bakso, sate ayam, soto, atau aneka minuman, teh , soft drink, dawet, rujak, es degan, es krim, juga boleh, terserah mereka.

Yang pasti para pramusaji siaga untuk mengambil piring, mangkuk gelas bekas makan, bekas minum para tetamu. Mereka sigap melihat dibawah kursi para tamu , jika saja ada piring & gelas yang sudah terpakai makan dan minum, atau yang disodorkan tamu, ada juga tamu yang menaruk sendiri di kotak tempat perabot bekas makan\ minum.

Perabot bekas dipakai untuk makan atau minum tadi diambil untuk dikumpulkan disebuah wadah/ kotak, yang di bedakan penempatannya antara, piring, gelas dan sendok. Ini untuk memudahkan petugas cuci dari pihak catering.

Nah setelah wadah/kotak bekas piring, gelas sendok tadi telah penuh terisi, lalu mereka (dua pramusaji) membawanya ke belakang untuk dicuci.

Begitu lah terus secara kontinyu para pramusaji bekerja hingga pesta pernikahan selesai, hingga para tamu habis sesuai waktu yang ditentukan oleh yang punya hajat.

Disamping juga ada beberapa pramusaji yang kebanyakan pramusaji wanita yang ditugaskan untuk menjaga buffe-buffe, stand-by di stand-stand semisal kedai/gubug sate, bakso, eskrim, dawet, dan semuanya.

Para penjaga stand bertanggung-jawab akan ketersediaan makanan/ minuman, serta perabot yang di hadapnya. Jika berkurang maka harus segera di tambah.

Begitulah mereka bekerja hingga waktu yang telah ditentukan. Meskipun masih ada segelintir tamu yang datang, mereka mulai membereskan, mengumpulkan dan menutup kedai ,sembari terkadang masih melayani segelintir tamu tadi.

Dan sembari beberes, mengumpulkan, dan membantu membongkar kedai-kedai, meja-meja makan dan memasukkan perabot ke dalam mobil box catering.

Dan setelah selesai memasukkan aneka perabot ke dalam mobil box, saatnya yang dinanti oleh para pramusaji, yakni saatnya gajian , saatnya menerima upah akan kerja keras mereka seharian  hingga berpeluh-ria.

Begitulah seputaran apa yang dilakukan oleh para ‘serve the servant’, para pelayan , para pramusaji dalam sebuah pesta pernikahan berkonsep standing party

 

Miris Pembuangan Orok Bayi Di Jodog Pandak

Lokasi pembuangan orok bayi di jl. Jodog-Sedayu.

Lokasi pembuangan orok bayi di jl. Jodog-Sedayu.

Saat ini Bantul Selatan sedang gempar dengan kabar ada pembuangan orok bayi, dan yang membuat miris adalah disinyalir si pelaku masih berusia belia, menurut saksi, seumuran anak SMP. Kasus ini telah ditanggani (segera saat kejadian) oleh pihak kepolisian Bantul, dan bayi juga sudah dimakamkan dengan semestinya.

Lalu bagaimana kronologinya?

Berikut saya kutipkan postingan dari  Achmeda Stevan Vergara yang di postkan pada grup ICJ di facebook :

Kasus pembuangan orok bayi dengan cara ditimbun genteng disebuah bangunan kosong di bulak Jodog Gilangharjo Pandak Bantul benar-benar membuat orang bergidik. Bahkan dua pelaku yang tega berbuat keji itu ditengarai masih seusia anak SMP. Hingga kini polisi terus mengusut kasus pembuangan bayi berkelamin laki-laki tersebut.

Pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion AB….XT
Kronologi :
Berniat nongkrong habiskan waktu sore, tiga remaja tanggung asal Dusun Jodog, Desa Gilangharjo justru pergoki dua orang remaja misterius tengah memendam bayi di sebuah bangunan kosong yang ada di tepi sawah, tepatnya di kawasan Jl. Sedayu-Palbapang, Dusun Jodog, Gilangharjo.

Ketiga remaja tanggung itu masing-masing adalah Aura Faladela, 19, Yoga Novianto, 19, dan Bangun Surya, 18.
Saat ditemui di kediaman salah satu dari mereka, Jumat (23/9/2016) pagi, ketiga remaja itu menjelaskan, Kamis (22/9/2016), sekitar pukul 17.00 WIB, mereka sempat mencurigai adanya satu unit motor Yamaha Vixion merah terparkir di tepi jalan. Tak jauh dari motor itu, ada seorang remaja yang tengah berjaga.
Khawatir bangunan kosong itu disalahgunakan untuk aktivitas pesta minuman keras, Yoga Novianto pun mendatangi kedua remaja itu.

“Salah seorang dari mereka saya tanyai. Katanya cuma alasan mau makan dan buang air kecil saja,” kata Yoga.
Mendapatkan jawaban seperti itu, Yoga pun kembali ke dua kawannya. Tak lama, dua remaja mencurigakan itu pun bergegas meninggalkan lokasi bangunan yang sudah setahun lebih kosong setelah tak lagi digunakan sebagai rumah produksi nata de coco.
“Karena masih curiga, kami pun segera mendatangi bangunan itu,” timpal Aura Faladela.
Ternyata benar, ketika memeriksa seisi bangunan itu, perhatian mereka bertiga tertuju pada tumpukan bekas gergaji kayu di salah sudut bangunan itu. Di tumpukan gergaji itu ternyata ada sebuah bungkusan tas plastik hitam yang dipendam tak lebih sekitar 30 sentimeter saja.
“Saya curiga, akhirnya saya tarik keluar saja tas plastik itu. Awalnya saya curiga bungkusan itu berisi botol minuman keras. Ternyata begitu saya buka isinya adalah bayi yang masih berdarah segar. Dua kawan saya lalu mengejar dua remaja tadi, tapi sudah tak terkejar,” tandas Bangun.
Dijelaskan Bangun, ketika bungkusan itu dibukanya, bayi yang dalam kondisi tengkurap itu tampak tengah menindih 1 strip bungkus obat bermerk Gastrul Metrosol, satu sachet susu cokelat, serta beberapa lembar tissu berlumuran darah.
“Ini, Mas tissunya masih ada,” kata Bangun sambil menunjuk ke arah semak di sisi timur bangunan.
Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan pihaknya kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, pihaknya pun telah mengejar pelaku.
“Kami terus lakukan pengembangan kasus ini,” katanya.

Begitulah kronologi dari berita yang menggemparkan ini. Semoga bisa menjadi pembelajaran buat kita semua.

Sumber ; disini