Inilah 15 Cagar Budaya di Bantul

Melihat sosok obyek /tempat/ bangunan kuno selalu menarik bagi kita,  seakan kita bisa melihat masa lampau, dan dengan melihat nya terkadang kita juga akan merasa takjub, akan kehebatan kearifan maupun kepandaian mereka yang tidak kalah dengan kita yang berada di masa kini. 

Beruntung lah ada kebijakan pemerintah yang mempertahankan dan menjaga keberadaan bangunan-bangunan kuno tersebut. 

Seperti halnya pemerintah kabupaten Bantul melalui dibash terkait (Dinas Kebudayaan) yang baru-baru ini baru saja melakukan papanisasi atau pembuatan papan untuk beberapa tempat atau bangunan yang di sah kan sebagai bangunan Cagar Budaya. Sebanyak 15 tempat atau obyek yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Bantul, dan ternyata 3 diantaranya berada sangat dekat dengan tempat tinggal mimin,  tidak kurang dari 1 kilometer. Yakni cagak atau tiang listrik kuno,  dinamakan Cagak Ainem,  berada di Perempatan Palbapang, Stasiun Palbapang, serta Stoomwals yang berada di kantor dinas pekerjaan umum,  sebelah barat Stasiun Palbapang. Oiya stasiun Palbapang saat ini digunakan sebagai Terminal bus. 

Lalu yang 13 lainnya apa saja ya? Ada rumah joglo tua, masjid pathok negara yang merupakan bagian dari keraton yogyakarta, bendungan,  dan lainnya, selengkapnya simak daftar berikut ini… 

 

Papanisasi Cagar Budaya oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dilakukan di 15 Objek yaitu:
1. Struktur Cagar Budaya “Dam Kamijoro”
2. Bangunan Cagar Budaya “Cagak Aniem Palbapang”
3. Bangunan Cagar Budaya “Stasiun Palbapang”
4. Bangunan Cagar Budaya “Joglo Lurah Dongkol Girirejo”
5. Benda Cagar Budaya “Stoomwals”
6. Bangunan Cagar Budaya “Rumah Tradisional Milik Sri Parto Sukardjo”
7. Bangunan Cagar Budaya “Rumah Tradisional Milik Sri Hartinah”
8. Bangunan Cagar Budaya “Rumah Tradisional Milik Mardi Utomo”
9. Struktur Cagar Budaya “Dam Makam Bulan
10. Situs Cagar budaya “Pesanggrahan Sonopakis”
11. Situs Cagar Budaya “Pesanggrahan Ambarbinangun”
12. Bangunan Cagar Budaya “Masjid Pathok Negara Dongkelan”
13. Bangunan Cagar Budaya “Stasiun Winongo”
14. Bangunan Cagar Budaya “Stasiun Bantul”
15. Struktur Cagar Budaya “Sendang Banyuurip”
.
Pemasangan papan penanda Cagar Budaya merupakan sebagai bentuk kegiatan upaya pelindungan dengan tujuan agar masyarakat mengetahui dan turut menjaga keberadaan Cagar Budaya tersebut.

Stoomwals yang berada di kompleks kantor DPU Bantul

Stasiun Palbapang

Masjid Pathok Negara di Dongkelan

Sumber: Dinas Kebudayaan Bantul

inilah Tiang Listrik Warisan Budaya yang berada di sisi Barat Daya perempatan Palbapang

KLX 230, cocok untuk pemula

KLX 230

 

Inilah yang baru dari keluarga Kawasaki (PT. Kawasaki Motor Indonesia (KMI), diperkenalkan pada event Jakarta Fair, tepat pada tanggal 22 Mei 2019, di Jiexpo Kemayoran. 

Sebuah motor berkonsep off-road, atau dirt bike dengan desain dual purpose, bertenaga, ringan, dan sangat mudah bermanuver.

Dengan diameter roda yang lebih besar, long-travel suspension, dan ground clearance yang pas, KLX230 memberikan kemampuan off-road yang memadai.

Di topang mesin baru : 233 cm3 fuel-injected air-cooled single tuned for low-mid range. 

Mesin All-new KLX230 diklaim mampu menghasilkan tenaga yang besar. Sedangkan konfigurasi long-stroke-nya memberikan torsi dengan rentang low-mid yang kuat, tarikan yang kuat, dan kontrol low-speed yang ringan. Sistem bahan bakar Fuel injection-nya juga menghasilkan respon yang presisi dan mudah dikontrol. Torsi yang halus menciptakan karakter yang mudah dikuasai dan memberikan percepatan yang linear.

Kemudian, konstruksi sederhana yang dihasilkan dari sistem pendinginan dengan udara atau air-cooling membuat KLX230 ideal untuk trail riding.

Konstruksi mesin yang simple, andal, dan awet

KLX230 menggunakan desain mesin SOHC 2 katup yang memiliki banyak manfaat. Mesin berpendingin udara membutuhkan part lebih sedikit daripada berpendingin cair, seingga membuat sasis menjadi lebih ringan dan kompak. Konfigurasi SOHC satu silinder yang sederhana menawarkan mesin yang mudah digunakan dan cocok untuk berkendara, serta andal dan memiliki daya tahan.

Balutan yang kompak

Mesin dan rangka didesain selaras, sehingga dapat meminimalisir tinggi mesin, serta membentuk garis frame yang optimal sehingga tidak kaku dan juga membuat jok menjadi rendah. Wheelbase yang pendek membuat motor ini mudah dihandle saat bermanuver, sehingga cocok untuk pengendara pemula

Lebar diameter roda 21”/18”

Dilengkapi dengan lebar diameter 21” untuk roda depan, dan 18” untuk roda belakang, mampu menanggulangi obstacle atau rintangan yang dihadapi di jalan. Hal ini juga semakin meningkatkan performa trail-riding.

Shock depan panjang dan jarak mesin ketanah cukup tinggi

Long-travel suspension depan dan belakang pada KLX230 dapat meredam benturan saat menghantam trail. Dan dengan ground clearance setinggi 265 mm, memudahkan pengendara untuk menghalau rintangan yang mereka temui.

Gaya Motorcross

Styling KLX230 mengacu pada mesin Kawasaki KX motocross yang gesit. Tampilan agresifnya cocok dengan kecakapan trail-riding-nya.

Transmisi 6-percepatan

KLX230 memiliki transmisi 6-percepatan dengan shifting yang halus, membuatnya cocok diberbagai situasi jalan dan memberikan kenyamanan saat berkendara di jalan raya. Motor ini juga cocok dikendarai di jalanan yang panjang yang lurus.

KX-Style Flat seat design

Desain jok yang rata memberikan kebebasan bergerak saat berkendara di trek. Jok yang lebar dan tebal membuat nyaman saat dipakai touring.

Electric Start

Dilengkapi dengan elektrik start yang memudahkan pengendara.

Ergonomi

Kombinasi yang baik dari bentuk dan fungsi pada desain rangka membuatnya mudah untuk dicengkram oleh kedua kaki, memberikan kontrol sasis yang sangat superior.

Instrumen Panel

Panel instrument digital dengan layar LCD yang lebar membuat informasi gampang dibaca dalam satu lirikan. Pada panel ini terdapat speedometer, odometer, dual trip meter, pengukur bensin, jam, dan indikator lampu.

Harga

KLX230 versi standar dibandrol dengan harga Rp42.500.000,-. Namun untuk promo launching diberikan Launching price sebesar Rp39.900.000,-. Sementara harga KLX230 Special Edition dibandrol dengan harga Rp44.900.000,-. Untuk promo launching price dijual dengan harga Rp42.300.000,-. Motor ini sudah dipamerkan di booth Kawasaki, pada event Jakarta Fair 2019. Pembelian KLX230 dengan harga launching price berlaku untuk booking order hingga akhir Juni 2019.

(Source: tmcblog)

Berikut Spesifikasi dari KLX 230
FRAME
Suspensi Depan : Telescopic fork
Suspensi Belakang : New Uni Trak Swingarm
Rem Depan : Single ø240 mm petal disc
Rem Belakang : Single ø220 mm petal disc
Ban Depan : 2.75-21 45P
Ban Belakang : 4.10-18 59P
Panjang x Lebar x Tinggi : 2,105 x 940 x 1,190 mm
Jarak Poros Roda : 1,380 mm
Jarak ke Tanah : 265 mm
Berat : 133 kg
Kapasitas Bensin : 7.5 liter


ENGINE
Tipe : Pendingin udara, 4-Tak, Single
Maksimum Power : 14.0 kW {19 PS} / 7,600 rpm
Torsi Maksimum : 19.8 N·m {2.0 kgƒ·m} / 6,100 rpm
Diameter x Langkah : 67.0 x 66.0 mm
Volume Silinder : 233 cc
Valve System : SOHC 2 katup
Sistem Bahan Bakar : Fuel injection (ø32 x 1)
Sistem Pengapian : B&C (TCBI, EL. ADV. D.)
Perbandingan Kompresi : 9.4:1


DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi : 6-speed, return
Primary Reduction Ratio : 2.871 (89/31)
Final Reduction Ratio : 3.214 (45/14)

Tampilan mesin KLX 230 (tmcblog)

Sumber: Kawasaki Indonesia

Siapkan surat-surat lur, Akan ada Razia 29 April – 12 Mei 2019

Ilustrasi razia kendaraan solo.tribunnews.com

Mulai hari ini akan dilakukan razia atau operasi penertiban berkendara. Jadi jangan lupa bawa surat-surat kendaraan STNK & SIM, juga taat aturan berkendara. Berikut 7 target 🎯sasaran razia atau operasi yang bertajuk

“Operasi Keselamatan Progo 2019”

Tujuh sasaran pelanggaran lalu lintas menjadi fokus petugas selama Operasi Keselamatan Lalu Lintas Progo 2019. Operasi tersebut akan digelar selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 29 April – 12 Mei 2019. Ratusan petugas gabungan disiapkan dalam operasi tersebut.

Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH saat memimpin gelar pasukan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Progo 2019 di halaman Mapolres Bantul, Senin (29/5/2019) mengatakan, tujuh sasaran tersebut yakni, menggunakan telepon saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara, tidak menggunakan helm berstandar nasional (SNI).

Selain itu, pelanggaran melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol, narkoba, mengemudikan kendaraan di bawah umur dan yang terakhir mengemudikan kendaraan pada kecepatan maksimal.. Sasaran tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan Polri.

“Tujuh sasaran itu menjadi prioritas karena banyak ditemukan praktek pelanggaran. Operasi Keselamatan dilakukan untuk menekan pelanggaran tersebut,” ujarnya.

Ditambahkan, Operasi Keselamatan Lalu Lintas Progo 2019 melibatkan 172 orang anggota Polres Bantul. Jumlah personel masih ditambah dari instansi lain yakni, Kodim 0279/Bantul, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul. Mereka diterjunkan dalam setiap kali operasi digelar di jalan.

Keterlibatan petugas gabungan dari instansi lain sebagai bagian dari transparansi kerja. Masyarakat juga bisa mengetahui secara langsung petugas yang terlibat dalam operasi lalu lintas di jalan.

Dalam Operasi Keselamatan Lalu lintas Progo 2019 Polres Bantul menyasar semua wilayah. Tidak hanya satu atau dua tempat saja melainkan dilakukan secara merata. Artinya baik di tengah kota dan wilayah pinggiran menjadi sasaran.

“Tujuan dari operasi ini adalah, pertama meningkatnya disiplin masyrakat dalam berlalu lintas dijalan raya, kedua, meminimaliasai pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Ketiga menurunnya tingkat korban kecelakaan lalu lintas. keempat menambah kepercayaan Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas,” ujar Kapolres Bantul.

Kasatlantas Polres Bantul AKP Cerryn Nova Madang Putri SH MM menambahkan, operasi dilakukan dengan jam dan tempat sasaran pelaksanaan secara acak. Sebab bentuk pelanggaran bervariasi dibeberapa wilayah.

Dijelaskan, tujuh sasaran operasi menjadi hal pokok. Sebab praktek pelanggaran tersebut sering ditemukan di masyarakat. Salah satunya seperti tidak menggunakan helm. Pelanggaran tersebut sangat berat mengingat helm menjadi sarana pokok bagi pengendara sepeda motor.

“Pelanggaran lainnya menggunakan handphone saat berkendara bermotor. Sebab bisa menghilangkan kosentrasi dan menyebabkan kerawanan kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

 

Sumber: tribratanewsbantul.com

Yuuk Mengenal ’16 Kampung Abdi dalem’ Keraton Yogyakarta

Ilustrasi denah beteng keraton Yogyakarta

Selalu menarik untuk lebih jauh mengenal sisi-sisi dari sebuah keraton atau kerajaan seperti halnya di  Yogyakarta yakni keraton “Ngayogyakarta Hadiningrat”, sebagai warga biasa saya merasa bangga di kota tercinta masih terdapat sebuah kerajaan atau Keraton yang masih aktif. 

 

Didalam keraton atau di dalam benteng terluar (Njeron Beteng) yakni didalam area yang dikelilingi beteng atau tembok besar tebal dan tinggi, dengan radius atau luas sekitar 1km atau 1000 meter persegi tersebut ada beberapa atau tepatnya ada 16 kampung. Yang mana didalamnya disinggahi warga atau masyarakat yang berbakti/ngabdi atau istilah sekarang ‘bekerja’ di keraton  atau istilahnya mereka disebut dengan ‘Abdi Dalem’. Dan sesuai pekerjaan yang dilakoninya abdi dalem punya nama-nama tersendiri, begitu pula daerah atau kampung yang ditinggalinya dinamai sesuai dengan nama pekerjaannya,  Kampung tersebut dahulu dihuni Abdi Dalem yang memiliki tugas dan keahlian sesuai dengan nama kampung tersebut. Berikut ke-16  kampung njeron beteng:

  1.  Kemitbumen: tempat tinggal Abdi Dalem Kemitbumi yang menjaga dan merawat halaman keraton
  2. Sekulanggen: tempat tinggal Abdi Dalem yang bertugas di dapur istana menyiapkan sekul Ianggi/ nasi Ianggi. Hingga kini masih berfungsi dan dikenal sebagai Pawon Wetan/Dapur Timur.
  3. Mantrigawen: tempat tinggal Abdi Dalem kepala pegawai keraton
  4. Gamelan: tempat tinggal Abdi Dalem Gamel yang mengurus kuda milik Sultan
  5. Siliran: tempat tinggal Abdi Dalem Silir, menangani penerangan keraton
  6. Ngrambutan: tempat tinggal Abdi Dalem penata rambut di keraton
  7. Polowijan: tempat tinggal Abdi Dalem Palawija, memiliki hambatan fusik
  8. Rotowijayan: tempat tinggal Abdi Dalem sais maupun pembuat kereta keraton.
  9. Musikanan: tempat tinggal Abdi Dalem Musikan, memainkan musik-musik Eropa di keraton
  10. Kenekan: tempat tinggal Abdi Dalem kenek, yang biasanya berada di bagian belakang kereta keraton
  11. Pandean: tempat tinggal Abdi Dalem pandai besi/ pembuat peralatan berbahan besi
  12. Bludiran: tempat tinggal Abdi yang bertugas di bagian pembuatan, perawatan /perbaikan busana. (Berasal dari bahasa Belanda borduuren)
  13. Gebulen: tempat tinggal Abdi Dalem yang bertugas di dapur istana menyiapkan sekul gebuIi/nasi kebuli. Hingga kini masih berfungsi dan dikenal sebagai Pawon Kilen/Dapur Barat
  14. Pasindenan: tempat tinggal Abdi Dalem Sinden/ penyanyi wanita
  15. Namburan: tempat tinggal Abdi Dalem penabuh tambur
  16. Patehan: tempat tinggal Abdi Dalem yang bertugas mempersiapkan minuman.

 

Demikianlah 16 nama kampung-kampung , semoga bermanfaat menambah wawasan anda tentang keraton Yogyakarta.

 

Source : akun Instagram kratonjogja.id

Kampung sekullanggen
Kampung Mantrigawen

Modifikasi Motor Beat Karbu jadi Elegan


Motor skuter otomatis (boleh dibaca matik)=skutik menjadi pilihan bagi banyak orang sekarang ini, pada sisi kepraktisan lah yang membuat motor ini dipilih mengganti motor bebek yang bergigi/persneling dan ber-rantai. Ya Meskipun masih banyak juga pabrikan
membuat dan memasarkan sepeda motor jenis bebek.


Yupz, dengan motor jenis ini (skutik) pengendara tinggal tarik dan lepas gas bila ingin melaju, tanpa memindah dan menambah juga mengurangi persneling/gigi/gear. Otomatis
banyak keuntungan yang didapat, efisiensi tenaga, disamping juga bentuknya lazimnya skuter, kaki pengendara bisa berpijak leluasa di bagian tengah motor, hal ini membuat nyaman saat berkendara.


Sekitar satu dekade lalu motor (skutik) ini dibuat dan dipasarkan atau sekitar tahun 2008 dan tentunya dalam kurun waktu itu sudah banyak pengembangan, baik dari sisi desain/ bentuk maupun teknologi. 

Seperti halnya salah satu skutik Beat yakni salah satu generasi skutik dari Honda. Di tahun tersebut, Beat dihadirkan, yang mana boleh dibilang merupakan
skutik entry level (kelas terbawah), dengan begitu dari segi harga tentunya menjadi yang paling terjangkau, yang akhirnya disukai oleh banyak orang. Terlebih kaum hawa dimana motor ini mempunyai bentuk yang mungil.


Beat pada awal kemunculannya masih menggunakan pencampuran bahan bakar sistem pengkabutan(pencampuran antara bahan bakar dengan udara) atau menggunakan karburator, beda dengan Beat yang sekarang yang sudah menggunakan sistem injeksi.
Meskipun begitu anda tak perlu berkecil hati jika anda masih memiliki motor Honda Beat generasi pertama/awal ini, karena anda bisa memodifikasinya. Dimana dalam dunia modifikasi tentunya tak terbatas, dimana kita bisa mengubah bentuk maupun sekedar
memberi aksesoris, bahkan dengan memberi decak/stiker pun sudah membuat motor tampil beda, tampil lebih terlihat keren dari motor standar/bawaan.


Modifikasi Motor Beat Karbu

Begitulah kreatifnya orang-orang kita. Motor standar bawaan rasanya masih butuh sentuhan untuk bisa terlihat lebih kece dan beda dari kebanyakan orang. Apalagi jika anda memang suka dengan hal-hal modifikasi. Mungkin anda pun tak sayang mengeluarkan kocek yang
mahal demi bisa ‘memperganteng’ motor miliknya. Sedikit tips untuk anda yang baru-baru aja mulai tertarik dengan dunia ini, modifikasi motor beat karbu adalah salah satu yang banyak dilirik. Sebab motor beat ini memiliki desain yang cukup keren dan ramping sehingga
lebih mudah dimodif.


Gambar Modifikasi Motor Beat Karbu

Sepertinya contoh modifikasi motor beat karbu pada gambar di bawah ini dimana beat tampil selayaknya kakaknya yang elegan, dengan konsep meniru desain pada Honda PCX.
Coba lihatlah lebih dekat, pada sektor kaki-kaki, depan diganti dengan model shock
upside-down, ban juga diganti dengan ukuran yang lebih besar dan lebar. Pada sisi lampu dan atasnya dipasang penahan angin/ windshield, sisi setang dibuat telanjang dan meninggi
seperti pada PCX.
(Gambar)

Ilustrasi modifikasi motor Beat Karbu jadi Elegan ( sumber cxrider)


Cara Modifikasi Motor Beat Karbu

Well, kalau untuk urusan modifikasi memang bisa terserah anda, asal tidak menyalahi aturan berlalu lintas, pastinya itu sah-sah saja. Misalnya ketika anda ingin mengubah warna cat, pastikan anda juga mengganti warna yang sesuai dengan warna STNK. Karena kenapa? Anda bisa-bisa terkena tilang oleh polisi. Sayang juga kan duitnya?

Selanjutnya jangan lupa untuk menyimpan komponen penting bawaan dari pabrik motor supaya ketika anda sudah bosan dengan motor anda ini, anda dapat menjualnya dengan harga yang tidak terlalu jatuh. Sebab kebanyakan orang yang kerap membeli motor akan lebih berminat pada motor standar bawaan dari pabrik. Jadi bila sewaktu-waktu anda akan menjualnya, anda dapat memasang kembali aksesoris dan komponen bawaannya.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah adalah anda perlu berhati-hati dengan jeroannya atau semisal dengan sistem pencampuran bahan bakarnya. Jangan mencoba untuk mengubah ataupun memodifikasinya. Seperti pada Honda Beat generasi pertama ini yang masih menggunakan karburator. Janganlah anda membongkar-pasang karburator
sesuka hati jika tidak punya pengetahuan. Karena akan berakibat fatal, seperti halnya ‘efek bongkar-pasang karburator ‘ . Sebab sering membongkar pasang karburator bisa membuat karburator jadi cepat jebol. Misalnya tuas gas sering ditarik ulur akan berakibat bensin rembes keluar dan motor susah dihidupkan. Jadi baiknya, jika ada masalah pada karburator, atau sekedar bongkar pasang
karburator atau sekedar membersihkan maka serahkan saja kepada ahlinya atau pihak yang berkompeten, semisal bengkel. 

Selamat bersenang-senang modifikasi motor beat karbu, semoga menginspirasi.