4 Pebalap, 4 Race, 2 Kelas, 1 Tujuan SATU HATI UNTUK INDONESIA JUARA

ARRC Round 4

Yuuk dukung para pembalap Indonesia diajang ARRC Seri-4. Yang dekat segera merapat, hari ini dan besuk pagi… GRATIS…!!!

Satu hati untuk Indonesia juara

Dukungan kalian adalah energi bagi Astra Honda Racing Team untuk bertarung mengumandangkan Indonesia raya & mengibarkan bendera merah putih di podium tertinggi Asia Road Racing Championship seri 4 Sentul 12-13 Agustus 2017.

 

Sirkuit Sentul

Suara Berisik(Ngecrek) Si Sufit , Minta Ganti Roll Rantai Kamprat

Roll rantai kamprat( guide cam chain)

 

Beberapa waktu lalu timbul bunyi berisik di area depan si sufit(Honda supra fit), di area mesin sekitar busi. Ngecrek…risih juga dan dari pada dari pada penyakit menjalar kemana-mana, setelah 3 hari, baru deh di bawa ke dokter eh bengkel (non resmi) langganan…

Dan setelah di cermati oleh mekanik dan diprediksi masalah di kamprat…dan eee ternyata benar bunyi ngecrek (gemericik) disebabkan karena roll rantai kamprat atau bahasa inggrisnya (guide cam chain) sudah aus…

Dan entah sudah pernah ganti atau belum lupa juga…kayaknya belum sempar ganti sih. Wah berarti awet juga yaa…12 tahun pas…waw banget awetnya.

Sebuah part dari bahan material karet tersebut sebagai dudukan rantai kamprat sisi belakang, berbentuk bulat roda sebesar lingkar jari tengah & ibu jari atau diameter sekitar 5cm.

Oiya perkiraan awal bunyi ngecrek tersebut disinyalir setelan klep yang kendor , namun ternyata masalah ada di rantai kamprat yang berada di sisi kiri, bukan di sisi kanan(bagian busi)…berarti suaranya stereo ya….hehe.

Untuk biaya penggantian roll rantai kamprat plus biaya pasang di bengkel non resmi sebesar Rp 40.000, – relatif terjangkau bukan???

Roll rantai kamprat

Roll rantai kamprat yang telah aus

Alternatif Menikmati Liburan Di Pantai

Icon pantai Parangtritis

Icon pantai Parangtritis

Saat hari libur yakni tanggal merah atau hari Minggu lebih baik digunakan untuk berlibur, dimana saja, baik obyek wisata alami maupun buatan.

Obyek wisata alami salah satunya adalah pantai, pantai memang menjadi tempat wisata favorit bagi siapa saja, akan tetapi menikmati obyek wisata pantai di pulau Jawa terlebih pantai selatan, sebenarnya sangat terbatas, yach kita hanya diperbolehkan memandanginya saja, sesekali boleh lah untuk bermain air, tapi tidak untuk mandi, karena  itu ilegal, dilarang mandi di laut. Karena akan berbahaya bila mandi di pantai / laut, bisa tenggelam.

Pernah saya melihat ada beberapa anak berselancar di pantai Parangtritis, wah asyik juga melihat nya, bagi mereka yang berselancar pastinya merasa seru. Tapi sepertinya itu juga tidak diperbolehkan.

Hmmm lalu harus bermain apa yang asyik yach, agar bisa lebih asyik, bisa berlama-lama di pantai. Tidak hanya duduk-duduk bengong saja atau makan-makan doang????

Saya ada ide nih, cobalah kita bermain dengan pasir pantai, sebenarnya hal ini sudah sering saya lakukan dikala berlibur ke pantai. Namun belum familier saja dan tidak banyak wisatawan yang melakukannya.

img1486251204853.jpg

img1486251272119.jpg

Berkreasi membuat mobil f1 dari pasir pantai

Berkreasi membuat mobil f1 dari pasir pantai

Iya kita berkreasi dengan pasir pantai, kita bisa berimajinasu membuat beragam bentuk, misal istana, atau mobil F1 seperti gambar. Pasir pantai yang lembut akan sangat mendukung untuk kita berkreasi, jika pasir nya kering bisa diguyur dengan air dulu.

Ini akan menjadi liburan dipantai yang mengasyikkan…terlebih jika semua dilibatkan ayah, bunda dan anak….hmmmm cobalah….

Apalagi kalau ada perlombaan seperti ini yach….pasti lebih seru ….

Selamat berlibur…….!!!!!!!

 

 

Hanya 4% Saja ‘Part’ Suzuki GSX-R 150 Yang Di Import

Suzuki GSX-R 150 warna biru livery MotoGP 2017

Suzuki GSX-R 150 warna biru livery MotoGP 2017

Sebuah terobosan yang hebat dari Suzuki yakni PT. Suzuki Indomobil Motor (PT. SIM) dalam membuat motor sport fairing 150cc yakni Suzuki GSX-R 150 dimana bagian-bagian atau part nya 96% buatan sendiri/ lokal. Mulai dari tanki bbm, lengan ayun, knalpot, dan velg semua dibuat sendiri didalam negeri. Dan benar-benar dibuat sendiri, tidak dibuat oleh vendor, guna memudahkan memantau kualitas produksi standar Suzuki.

Hanya 4% saja part yang didatangkan/di import dari luar negeri yakni, lampu sign/sein, komponen rem, dan panel speedometer.

Maka dari itu biaya produsei lebih bisa ditekan hingga menghadirkan harga jual yang bisa mencapai segitu, jauh lebih murah dari kompetitor.

Meski begitu, untuk kualitas komponen/part buatan anak-anak negeri tetap terjaga dan terjamin kualitasnya, terbukti PT. SIM memproduksi produk import seperti Suzuki GSX-R/S 125 yang akan di export ke eropa. Serta Suzuki GSX-R 150 juga akan di eksport ke asia atsu negara tetangga. Tau sendiri khan, standarisari kelas asia maupun eropa??

 

Sumber : GILA Suzuki

Buntut Suzuki GSX-R 150

Buntut Suzuki GSX-R 150

Wuih Jogja Bakal Punya Jalan ‘Kelok 18’

Jalan Poncosari - Greges sekitaran Utara pantai Goa Cemara

Jalan Poncosari – Greges sekitaran Utara pantai Goa Cemara

Jalan Raya dibuat seminim mungkin berkelok/tikungan, menanjak maupun menurun secara ekstrem, namun begitu kondisi alam tidak bisa dikompromi. Faktor kondisi alam maka mau tidak mau jalan diselaraskan  dengan kondisi alam yang ada.

Seperti halnya di kota Payakumbuh Sumatra Barat, nah di Jogja juga bakalan dibuat jalan berkelok seperti itu, yang dinamai kelok 18.

Letak jalan kelok 18 Yogyakarta

Letak jalan kelok 18 Yogyakarta

Kelok 18 ini merupakan ruas Jalan JJLS(Jalur Jalan Lintas Selatan) sepanjang 4,7 kilometer. Kelok 18 tersebut dibangun di wilayah perbatasan Bantul dan Gunungkidul, yaitu dari Parangtritis-Bantul hingga Girijati-Panggang Gunungkidul. 

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY tengah berupaya mengakselerasi pembebasan lahan untuk pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Hal ini dilakukan untuk mengkoneksikan JJLS dengan Bandar Udara Internasional Yogyakarta Baru (New Yogyakarta International Airport/NYIA) yang mulai dibangun di Temon Kulonprogo. Pada 2018 diharapkan JJLS sudah tersambung dengan bandara baru, sehingga mempermudah aksesibilitas masyarakat.

”JJLS yang membentang dari Barat (Kulonprogo) ke Timur (Gunungkidul) di wilayah DIY harus tersambung dan selesai dikerjakan secepatnya, karena sebagian jalan provinsi sehingga tinggal dilebarkan. JJLS harus terhubung dengan bandara baru pada akhir 2018, seperti yang saya janjikan kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X,” papar Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Rani Sjamsinarsi.

Rani mengatakan, JJLS yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur tersebut untuk ruas Yogyakarta mempunyai panjang 121,828 kilometer dari Kulonprogo (23,29 km) mulai Congot-Bugel/Ngremeng Srandakan 3. Kemudian di Bantul (16,282 km) mulai Pandansimo-Samas-Parangtritis-Girijati. Selanjutnya masuk Gunungkidul (82,256 km) mulai dari Girijati-Tlogowarak-
Klampok-Legundi-Plajan-Baron-Tepus-Jeruk Wudel-Baran-Duwet. Penyediaan infrakstruktur ini dapat menghubungkan kawasan kawasan strategis seperti bandara, pelabuhan, industri pasir besi, hingga kawasan wisata Pantai Selatan(Pansela) DIY.

“JJLS bukan sekadar jalan semata, namun disebut pengembangan ruang menjadi sesuatu, menghadap Selatan dan menjadi paradigma baru. Jadi perekonomian DIY akan diarahkan ke Selatan untuk bisa tumbuh. Kami mempunyai target pada 2018
JJLS rampung,” ungkap Rani.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY, Bambang Sugaib mengatakan Pemda DIY juga akan membangun Kelok 18 di ruas JJLS sepanjang 4,7 kilometer. Kelok 18 tersebut dibangun di wilayah perbatasan Bantul dan Gunungkidul, yaitu dari Parangtritis Bantul hingga Girijati Panggang Gunungkidul. Pembangunan Kelok 18 dipilih setelah dilakukan studi kelayakan (feasibility study) (FS), padahal rencana awal akan dibuat terowongan atau jembatan layang. “Disana medannya sangat berat, jalan existing atau yang sudah ada sekarang kan juga berat. Setelah dilakukan FS, pembuatan kelok ini yang paling memungkinkan,” jelas Bambang.

Namun pembangunan Kelok 18 tidak akan sama persis dengan Kelok 9 di Sumatera Barat, karena menyesuaikan kondisi alamnya. Pada jalur Kelok 18 tersebut juga akan dibangun empat jembatan. Setelah ditentukan terase dan desainnya akan dilanjutkan pengajuan Izin Penetapan Lokasi (IPL) kepada Gubernur DIY.

Sumber : krjogja