Kolaborasi Astra Motor & Komunitas Bikers Honda Yogyakarta – Buka Rangkaian Agenda Komunitas Tahun 2023 Lewat Aksi Sosial

 

 

Astra Motor Yogyakarta bersama dengan Komunitas Bikers Honda Yogyakarta menyerahkan donasi buku bacaan, perlengkapan perpustakaan, dan perlengkapan olahraga untuk siswa-siswi SD Negeri Salam – Bantul (21/1).

Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas kembali berkolaborasi dengan komunitas bikers Honda wilayah Yogyakarta dalam aksi sosial donasi buku bacaan, perlengkapan perpustakaan, dan perlengkapan olahraga untuk siswa-siswi SD Negeri Salam – Bantul (21/1). Kegiatan ini merupakan agenda komunitas pertama yang digelar oleh Astra Motor Yogyakarta pada tahun 2023.

Agenda ini dibuka dengan briefing singkat di Astra Motor Center Yogyakarta diteruskan dengan city rolling menuju SD Negeri Salam – Bantul untuk menyerahkan donasi buku, perlengkapan perpustakaan, dan perlengkapan olahraga. Setelah penyerahan selesai dilakukan, peserta langsung bertolak ke Stako Kopi Paseban sebagai lokasi gathering dan sharing.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak komunitas bikers Honda untuk membuka tahun 2023 dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi sesama. Semoga sepanjang tahun 2023 ini komunitas bikers Honda dapat terus berkontribusi positif dan membawa manfaat dalam berbagai bidang untuk masyarakat sekitar.” ungkap Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta Thomas Pradu.

Gathering awal tahun komunitas motor Honda ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari komunitas motor Honda di Yogyakarta dan sekitarnya yang selama ini telah berkolaborasi bersama Astra Motor Yogyakarta. Dalam kesempatan ini PIC Community Development Astra Motor Yogyakarta berbagi informasi mengenai rencana dan besaran agenda komunitas motor Honda yang akan digelar sepanjang tahun 2023 ini.

PIC Community Development Astra Motor Yogyakarta Mabel Butar-Butar berbagi informasi mengenai rencana dan besaran agenda komunitas motor Honda yang akan digelar sepanjang tahun 2023 dalam community gathering di Stako Kopi Paseban (21/1)

Tak hanya berkaitan dengan agenda komunitas motor Honda, Mabel Butar-Butar juga kembali memaparkan sistem dan manfaat keanggotaan Honda Community ID (HCID). HCID sendiri merupakan keanggotaan bagi komunitas motor Honda yang berlaku nasional dan seluruh proses pendaftarannya dapat diakses secara langsung melalui tautan astra-honda.com/community . Keanggotaan ini bersifat gratis dan terbuka untuk seluruh pecinta sepeda motor Honda.

Penambahan poin loyalitas Honda Community ID (HCID) untuk setiap peserta yang bergabung dalam kegiatan Honda. Akumulasi poin HCID dapat ditukarkan dengan berbagai item menarik.

Melengkapi agenda gathering komunitas ini Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Triyanto dan Corporate Communication Analyst Astra Motor Yogyakarta Christa Adhi Dharma berbagi ilmu dan membuka ruang diskusi bersama seluruh peserta kegiatan. Sesuai dengan expertise masing-masing, tema yang dibawakan kali ini mengenai etika berkendara dalam rombongan serta dasar-dasar optimalisasi media sosial untuk komunitas motor Honda.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Triyanto berbagi ilmu mengenai etika berkendara dalam rombongan touring dalam community gathering di Stako Kopi Paseban (21/1).
Corporate Communication Analyst Astra Motor Yogyakarta Christa Adhi Dharma berbagi wawasan dan membuka ruang diskusi bersama seluruh peserta kegiatan mengenai dasar-dasar optimalisasi media sosial untuk komunitas motor Honda (21/1).

“Terima kasih untuk partisipasi aktif rekan-rekan komunitas motor Honda dalam kegiatan ini. Sampai jumpa dalam berbagai rangkaian kegiatan menarik lainnya di tahun 2023. Proud to be Honda Community.” pungkas Thomas Pradu.

***

Kolaborasi Astra Motor dan Yon Armed 3/105 Tarik/NP “Sebarkan Semangat Berlalu Lintas yang Aman”

Magelang – Semangat Batalyon Artileri Medan 3/105 Tarik/Naga Pakca dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya untuk para prajurit TNI sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Ujian SIM oleh Yon Armed 3/105 Tarik/ Naga Pakca yang berkolaborasi dengan Subdenpom, Satlantas Polresta Magelang dan Dinas Perhubungan Kota Magelang.

Mendukung hal tersebut, Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berkolaborasi dengan Yon Armed 3/105 Tarik/ Naga Pakca mengadakan edukasi safety riding bagi para prajurit baru dan prajurit yang belum memiliki SIM. Edukasi ini diselenggarakan di lapangan Buana Yon Armed 3/105 Tarik/ Naga Pakca (23/9).

“Tujuan pengendara sepeda motor di jalan raya hanya satu yaitu selamat sampai tujuan dan kita sebagai pengendara yang baik harus taat aturan lalu lintas.” ungkap Wakil Komandan Batalyon Yon Armed 3/105 Tarik/Naga Pakca Mayor Arm Hendriyana, S.Sos., M.M.

Tercatat 86 prajurit baru dan prajurit yang belum memiliki SIM mengikuti edukasi safety riding yang membahas beberapa segmen. Dimulai dengan pembukaan oleh Subdenpom yang membahas tentang aturan berkendara bagi prajurit kemudian dilanjutkan sosialisasi tentang aturan lalu lintas dari Satlantas Polresta Magelang.

Selain itu Dinas Perhubungan Kota Magelang juga menyampaikan materi tentang rambu-rambu dan juga marka jalan. Edukasi safety riding ini dipungkasi dengan materi dari instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta mengenai pentingnya berkendara yang aman dan benar di jalan raya. Hal tersebut dapat dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, saling menghargai sesama pengguna jalan dan juga selalu mematuhi aturan lalu lintas.

Edukasi safety riding kali ini sangat meriah karena para prajurit baru dan prajurit yang belum memiliki SIM diajak untuk melihat demo praktek bagaimana cara praktek Ujian SIM yang benar yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Magelang.

“TNI merupakan prajurit yang memiliki integritas yang tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat. Salah satunya dengan ikut turut andil dalam hal keselamatan dalam berkendara yang sangat berhubungan dengan nyawa manusia” pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

***

Instruktur Safety Riding Astra Motor Sebarkan Semangat #Cari_Aman di Jalan Raya

Yogyakarta – Kemerdekaan merupakan hal yang sangat berarti bagi setiap bangsa. Untuk menyemarakkan peringatan 77 tahun Indonesia merdeka, Astra Motor Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian pelatihan safety riding. Di bulan Agustus ini, pelatihan ditujukan ke berbagai lapisan masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas.

“Kami menyelenggarakan rangkaian pelatihan ini untuk memeratakan semangat #Cari_Aman di jalan raya bagi setiap lapisan masyarakat. Tercatat hingga tanggal 17 Agustus ini sudah ada 398 peserta yang mengikuti pelatihan safety riding bersama tim instruktur Astra Motor Yogyakarta”. ungkap Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

Adapun peserta yang telah selesai mengikuti pelatihan safety riding ini berasal dari komunitas driver Shopee Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Purwokerto, SMA Negeri 1 Ngemplak, SMK Negeri 1 Pengasih, SMK Negeri 2 Gedangsari, Dosen dan Staff Universitas Gadjah Mada, dan Shopee Yogyakarta.

Setiap peserta yang mengikuti pelatihan ini mendapatkan berbagai materi secara teori serta mengikuti simulasi dan praktek secara langsung beserta instruktur yang telah tersertifikasi. Beragam Teknik pengereman, slalom / menikung, hingga Teknik keseimbangan diajarkan secara langsung oleh para instruktur.

Pondasi dasar dalam berkendara adalah teknik keseimbangan. Apabila pengendara sudah memiliki skill keseimbangan yang bagus maka dalam berkendara pengendara dapat lebih mudah mengatur handling sepeda motor yang dikendarainya.

Dalam dua pekan tersisa di bulan Agustus ini, Astra Motor Yogyakarta akan menggelar pelatihan safety riding bersama dengan SMP Muhammadiyah 3 Purwokerto, SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMP Negeri 1 Seyegan dan komunitas Honda StreetFire Club Indonesia (HSFCI) Yogyakarta.

“Kami berharap seluruh peserta bisa menjadi contoh berkendara yang aman bagi pengendara yang lain. Setidaknya bagi teman dan keluarganya. Karena tanpa #Cari_Aman dalam berkendara kita tidak akan menemui hal-hal berharga dalam hidup kita” pungkas Muhammad Ali Iqbal.

***

Tingkatkan Ketrampilan Berkendara Polisi-Polisi Muda


Yogyakarta – Menekan jumlah terjadinya kecelakaan lalu lintas saat ini menjadi salah satu fokus petugas kepolisian. Tak hanya memberikan himbauan etika berlalu lintas, kepolisian juga terus meningkatkan kompetensi anggotanya agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.



Dalam visi yang sama, Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY menggelar pelatihan safety riding kepada polisi-polisi muda yang merupakan perwakilan dari Polres Sleman, Polres Bantul, Polres Gunungkiidul, Polres Kulon Progo, dan Polresta Yogyakarta. Pelatihan ini digelar di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta (27/7).



“Ketrampilan berkendara dan kesadaran atas etika lalu lintas merupakan salah satu faktor utama untuk menekan angka terjadinya kecelakaan. Sebagai pengayom masyarakat, anggota kepolisian wajib bisa dijadikan contoh oleh masyarakat khsusunya mengenai perilaku aman di jalan raya.” ungkap Kasubbagrenmin Ditlantas Polda DIY Kompol Sukaryati.



Tercatat 57 anggota kepolisian berpartisipasi aktif dalam program kolaborasi Astra Motor bersama dengan Ditlantas Polda DIY ini. Kegiatan ini diawali dengan teori mengenai aturan lalu lintas. Dalam kesempatan selanjutnya instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta berbagi ilmu mengenai pentingnya berkendara yang aman dan benar di jalan raya. Hal tersebut dapat dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, saling menghargai sesama pengguna jalan dan juga selalu mematuhi aturan lalu lintas.



Program pelatihan safety riding kali ini berjalan sangat meriah. Para polisi muda yang menjadi peserta dalam kegiatan ini diajak untuk mencoba menggunakan simulator berkendara atau dikenal luas sebagai Honda Riding Trainer. Selain itu peserta juga diajak untuk melakukan teknik statics balancing dengan menggunakan berbagai tipe sepeda motor, mulai dari skutik, sport hingga Big Bike.



“Polisi merupakan sahabat masyarakat. Dalam menjalankan tugas mengayomi masyarakat mereka harus mampu menjadi role model dalam upaya mewujudkan ketertiban berlalu lintas.” tutup Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

***

Ganti Ukuran Ban di Luar Standar, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

Yogyakarta – Kenyamanan dan keamanan berkendara menjadi hal yang selalu diinginkan oleh setiap pengendara sepeda motor. Kombinasi skill berkendara yang mumpuni serta kondisi sepeda motor yang prima menjadi kunci terwujudnya hal tersebut. Salah satu contohnya adalah penggunaan ban dalam kondisi yang baik.

Ban merupakan satu-satunya komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Tak hanya berperan untuk menopang bobot sepeda motor dan pengendara, ban juga memiliki pengaruh besar terhadap handling dan meneruskan daya mesin menjadi laju kendaraan. Sehingga kondisi komponen ini perlu mendapat perhatian dari pengendara sepeda motor.

Sebagian pengguna sepeda motor melakukan penggantian ban di luar ukuran standar yang ditetapkan oleh pabrikan. Tujuannya beragam, mulai dari meningkatkan tampilan sepeda motor secara umum hingga mengharapkan performa handling yang lebih baik.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro membeberkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pengguna mengganti ban di luar standar pabrikan adalah sebagai berikut,

  • Mengganti ban dengan ukuran yang lebih lebar

Pengguna sepeda motor mengganti ban sepeda motor mereka dengan ukuran yang lebih lebar dengan harapan tampilan sepeda motor menjadi lebih gagah dan handling semakin mantap. Dalam kondisi mesin standar, hal ini menimbulkan konsekuensi tarikan sepeda motor akan menjadi lebih berat.

Direkomendasikan, penggantian ukuran ban menjadi lebih lebar hanya dilakukan 1 tingkat dibandingkan ukuran standar. Misalnya ban ukuran 110/70 – 14 diganti menjadi ukuran 120/70 – 14.

  • Mengganti ban dengan ukuran yang lebih sempit

Pengguna sepeda motor mengganti ban sepeda motor mereka dengan ukuran yang lebih sempit dilakukan untuk menghadirkan konsep Thai Look atau Drag Style serta menjadikan tarikan sepeda motor semakin ringan. Hal tersebut menimbulkan konsekuensi handling sepeda motor menjadi lebih tidak stabil saat manuver dalam tikungan serta jarak pengereman menjadi lebih panjang karena terdapat penurunan traksi di aspal.

  • Mengganti ban dengan kompon yang lebih lunak (soft compound)

Penggunaan ban dengan kompon yang lebih lunak (soft compound) dilakukan untuk menambah daya cengkeram dan traksi ban di aspal. Konsekuensinya usia pemakaian ban tidak sepanjang saat menggunakan ban standar dan ban lebih cepat terkikis.

Danang Priyo Kumoro menambahkan, pemakaian ban yang terlalu besar / lebar membuat tarikan sepeda motor semakin berat jika tidak diimbangin dengan mesin besar. Tetapi jika mesin besar tentu perlu daya cengkram yang besar pula, sehingga membutuhkan ban dengan ukuran yang besar / lebar.

“Oleh karena itu gunakanlah selalu ukuran ban yg sesuai standar karena sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan.” pungkas Danang Priyo Kumoro.

***