Terjadi Percobaan Penculikan Anak Di Dukuh-Mantrijeron Jalan Bantul

Ilustrasi – tempo.o

Akhir-akhir ini santer berita tentang percobaan penculikan di wilayah Bantul, sebelumnya di kabarkan oleh tribratranewsbantul .com telah terjadi percobaan penculikan di wilayah Ganjuran Bambanglipuro Bantul.

Dan baru saja kemarin (Senin, 20 Maret) kasus serupa terulang.

Berikut kronologinya yang di lengkapi oleh Adi Repoeblic(grup facebook ICJ JOGJA)..

Kabar dari rekan, Melaporkan pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 wib di Jalan Selokan Tanjung Kiri ( sebelah timur Perumahan Puri Dukuh Asri ) Gedongkiwo Mantrijeon Yogyakarta telah terjadi Kejahatan Percobaan Penculikan Anak .

Pelapor :
Ibu Komarudin/Parwini, asal Wonogiri, alamat Dongkelan Rt 07 Rw – Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Korban : MDP, Pelajar kelas 3 SD Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta, alamat : Dongkelan Rt 07 Rw – Panggungharjo Sewon Bantul.

Uraian Kejadian :
Pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 wib sewaktu pulang dari sekolah dari Utara ke Selatan , tiba-tiba ada mobil warna hitam berhenti disebelah kanan saya kemudian ada seorang laki- laki memakai pakaian warna dan kaca mata hitam, kemudian memegang tangan saya kanan saya dan menariknya untuk diajak masuk ke dalam mobil,dengan kejadian itu tangan orang tersebut saya gigit dan pegangan tersebut terlepas , pada saat itu ada pengendara sepeda motor datang dari Utara kemudian pelaku masuk ke dalam mobil dan jalan ke arah selatan.

Catatan :
– Korban awalnya berjalan bertiga sama temannya tetapi ditinggal lari dan korban hanya jalan kaki pelan pelan sendirian.

 

– Saat ini dari pihak kepolisian Polsek Mantrijeron sedang cek di TKP dan mengecek cctv yang ada dilokasi untuk penyelidikan.

 ***

Patut Bersyukur kejadian berhasil digagalkan oleh korban.

Mari kita tingkatkan kewaspadaan pada anak-anak kita, peka dengan lingkungan sekitar, lingkunan jalan dan lingkungan Sekolah.

 

 

Wisatawan Kawasan Pedestrian Malioboro Dimanjakan Dengan 10 Titik Wifi Gratiss

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel

Kawasan pejalan kaki yang ramah dengan lingkungan dan siapa saja yakni Kawasan PedestrianMalioboro ini akan dipasang jaringan internet wi-fi gratis di 10 titik.

Kesepuluh titk hotspot wifi tersebut tersebar disepanjang Malioboro mulai dari sisi Utara yakni Inna Garuda hingga ujung Selatan ata titik 0 kilometer dengan nama JOGJA_ISTIMEWA bisa diakses secara gratis oleh siapa saja yang berada di kawasan tersebut, tanpa password/ kata kunci dan sepanjang waktu(24 jam) dengan kapasitas hingga 10 Mbps.

Diharapkan dengan adanya ada 10 titik di sepanjang Malioboro jadi meskipun kita jalan-jalan tetap akan tersambung dan tidak putus-putus.

Pemda DIY hanya berpesan agar masyarakat menggunakan fasilitas wifi gratis untuk mengakses konten positif dan mengembangkan sisi ekonomi pariwisata. “Bisa diakses tidak perlu pasword dan kami berharap masyarakat mencoba apabila nanti sudah lambat maka kita naikkan lagi kapasitasnya,” ujar Sugeng Wahyudi, Kepala Bidang Pengembangan Layanan Teknologi dan Manajemen Informatika Pemda DIY.

Pemda juga berencana menambah 13 titik wifi gratis lainnya di kawasan Jalan Mangkubumi sebanyak 3 titik, Taman Parkir Abu Bakar Ali 1 titik, Alun-Alun Utara 4 titik, Alun-Alun Selatan 2 titik dan Tahura Alas Bunder Gunungkidul 3 titik. Proyek ini sendiri menggunakan dana istimewa sebanyak Rp 830 juta.

Wifi ‘Jogja Istimewa’ di Malioboro, tiap titiknya memiliki daya jangkau 200 meter dan bisa 250 orang per titik. Selama ini di Malioboro masih mencukupi 20 Mega Byte.

Pada saat pengadaan untuk 10 titik wifi Jogja Istimewa di Malioboro dulu, Sugeng mengatakan bahwa itu memakan biaya besar yakni sekitar Rp 1,2 miliar, yang masih bersumber dari danais. Selanjutnya, setiap tahun dilakukan perawatan dengan biaya Rp 170 juta.

 

Sumber : krjogja.com & tribunjogja.com

Pro-Kontra Taksi Online Di Jogja

Saat aksi demonstrasi penolakan taksi online oleh komunitas supir taksi konvensional di Jogja pagi ini(Jum'at, 18/02/2017)

Saat aksi demonstrasi penolakan taksi online oleh komunitas supir taksi konvensional di Jogja pagi ini(Jum’at, 17/02/2017)

Pagi ini dikabarkan ada aksi demonstrasi menyangkut penolakan keberadan taksi online oleh komunitas supir taksi konvensional.

Belum lama ini juga sempat terjadi keributan akan indikasi kesalahpahaman antar supir taksi konvensional dan supir taksi online di stasiun Lempuyangan.

Lalu bagaimana pendapat masyarakat Jogja sendiri akan keberadaan angkutan khusus berbasis didunia maya ini? Yang pastinya ada yang pro dan kontra, ada yang stuju dan ada yang tidak setuju.

Saya lansir dari akun facebook sebuah radio Jogja yakni SwaragamaFM, yang telah secara tidak langsung mencoba jajak pendapat kepada akademia; masyarakat Jogja akan keberadaan taksi online, antara setuju dan idak setuju. Di lakukan selama 5 jam pada hari ini Jum’at (17/02/2017) , dan mencatat setidaknya 97 komentar, jika diakumulasi ada 90% komentar yang menyatakan setuju dengan adanya taksi online, 4% tidak setuju, dan 6 % menyatakan abstain(setuju tidak setuju).

Berikut salah satu komentar yang menyatakan setuju:

Antonius Aryo Widiatmoko

Setuju banget. Karena taksi online punya 2 kelebihan simple ini:

1. Harganya udah nongol duluan di apps

2. Rutenya udah jelas di apps.

 

Fakta2 ketidaknyamanan pake taksi berargo (konvensional):

 

1. masih ada yg sering ga mau pake argo khususnya dari stasiun atau jombor

 

2. Kalopun mau pake argo, kadang masih ada yang minta tambahan 5 ribu atau 10 ribu dari argo.

 

3. Di stasiun/bandara bahkan banyak sopir taksi yang kesan nya pake seragam, dan misal konsumen deal setelah didekati sampe ke mobil teryata mobilnya plat hitam dan sudah lawas (misal escudo tahun 1995an) lha ini taksi apaan?? Ini berpotensi bikin turis/wisatawan terjebak krn mengira ini taksi berargo jika diliat dari penampilan drivernya.

 

Maaf sy koment realistis ajah. Faktanya bgitu.

Ini komentar yang abstain :

Rofi Muhammad

Setuju tidak setuju…

tidaklah bijak jika mencari pihak yang salah. Kalaupun ada pihak yang harus disalahkan, maka semua akan menjadi pantas untuk disalahkan. Mengapa? Pihak taksi konvensional salah karena tidak tanggap dengan perubahan zaman. Pihak penyedia transportasi berbasis aplikasi salah juga karena tidak mengikuti peraturan yang berlaku, juga mereka tidak menyediakan harga yang berkeadilan dengan pesaing yang sudah lama ada. Pemerintah pun juga menjadi salah, karena tidak tanggap dalam melihat fenomena yang ada di masyarakat, dengan belum menyediakan peraturan yang dapat mengakomodir dan menertibkan konflik yang ada. Maka, sebenarnya solusinya tinggallah jawaban dari kesalahan semua pihak ini. Pihak taksi konvensional sudah harus lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi, buatlah layanan yang sama dengan membuat aplikasi yang menarik. Pihak penyedia transportasi berbasis aplikasi, sebaiknya menggunakan plat kuning, juga tidak memberikan harga yang terlampau jauh dengan yang sudah ada sehingga persaingan menjadi sehat. Pemerintah, sudah selayaknya membuat peraturan, dan memastikan bahwa persaingan yang ada terjadi secara sehat dan tidak ada ‘adu modal’ yang merupakan ciri kapitalisme dan bertentangan dengan ekonomi kerakyatan. Terakhir, masyarakat akan dengan mudah memilih dengan cerdas apa yang mereka hendak gunakan…

Ini komentar yang tidak setuju :

Hendrawan

Sebenarnya taksi konvensional sekarang juga bisa online tapi sebut saja taksi konvensional.

Saya tidak setuju dgn adanya taksi online, seperti grabcar, kenapa?Apa tidak kasihan para taksi konvensional?…Taksi konvensional harus mengikuti undang2 yg dikeluarkan pemerintah, seperti taksi harus menggunakan tanda dan nomer, taksi harus memiliki pool dan infrastruktur, taksi harus tiap beberapa bulan KIR, taksi harus plat kuning….

Sekarang grabcar seperti itu tidak?….kalau grabcar mengangkut penumpang umum harusnya sesuai undang2, harus mengikuti undang2 juga termasuk menggunakan tanda, memiliki pool dan standar harga sesuai yg berlaku.

Terlepas dari setuju tidak setuju, semoga ada jalan keluar terbaik dari permasalahan ini, ini menyangkut hajat hidup orang banyak di Jogja khusus nya, mereka semua mencari makan, agar tidak terjadi saling srobot , saling berbenturan.

Semoga ini menjadi perhatian bagi , boleh jadi beberapa komentar di atas bisa dicari sari patinya, menjadi masukan bagi kebaikan angkutan khusus ini.

Sumber / selengkapnya bisa klik di swaragamaFM

Kawasan “Pedestrian” Malioboro Akan Di Bangun Toilet Underground Bertaraf Bintang 5

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel

Malioboro merupakan salah satu magnet wisatawan di Yogyakarta, dan kini setelah dilakuan rombakan yang menjadi kawasan Pedestrian, maka Malioboro semakin bersahabat. Bersahabat bagi siapa saja. Tidak terkecuali bagi orangtua, anak-anak,bahkan kaum difabel (oramg dengan kursi roda maupun bagi tuna-netra)

Trotoar yang dilebarkan dibuat rata itulah pedestrian, trotoar yang panjang, sepanjang kawasan Malioboro mulai dari sisi utara/ Rel Kereta Api hingga sisi Selatan ( pasar Beringharjo). Sepanjang sekitar 1000 meter, yang nantinya perombakan tahap kedua akan diteruskan hingga ujung Selatan atau titik nol kilometer.

Nah untuk melengkapi kenyamanan bagi pengunjung kawasan pedestrian Malioboro ini, pemkda DIY dalam hal ini Dinas PUP ESDM DIY merencanakan pembangunan toilet umum underground/bawah tanah yang bertaraf bintang lima. Wah hebat bukan????

Jadi wisatawan akan merasa nyaman untuk berlama-lama si kawasan ini danntidak perlu lagi menahan hajat…well kita tunggu saja realisasinya, berikut master plan dari toilet umum bawah tanah/ underground kawasan pedestrian Malioboro.

Master plan toilet Underground kawasan pedestrian Malioboro

Master plan toilet Underground kawasan pedestrian Malioboro

 

Moga Curhatan Netizen Asal Bogor Ini Didengar Tim Saber Pungli Jogja


Tarif retribusi parkir oerda kota Yogyakarta no 04 tahun 2012

Tarif retribusi parkir perda kota Yogyakarta no 04 tahun 2012

Kalau boleh bicara jujur bisa di bilang saat ini, Jogja sedang mengalami Darurat Tarif Parkir. Tarif parkir dimana pun diseputaran kota Jogja dikala liburan membumbung tinggi, kalo motor dari resminya 1 ribu/ 2ribu menjadi 5 ribu, kalo mobil, bus dari 5ribu – 20ribu menjadi menjadi 70ribu.

Berikut sebuah curhatan dari yang mengatasnamakan panitia rombongan wisatawan dari Bogor Jawa Barat…

“saya orang bogor yang tiap Desember membawa rombongan 7 sampai 8 bis ke Jogja,

 

keluhan kami (selaku) panitia rombongan adalah tiket parkir bis di Malioboro yang tulisannya 20rb tapi minta nya 70rb.

 

bahkan Desember kemarin mintanya 90rb, kami coba komplain ke petugas nya, malah kami di arahkan ke preman setempat yg dalam kondisi mabuk. kami beri 70rb eh di ambil juga ternyata… ckckck… 

 

lokasinya setelah saya cek berada didepan Taman Pintar, kami selalu (datang) malam ketika disana,

 

cukup berat lur kalau parkir saja kena 490rb (70rb x 7 bis) dari yg harusnya 140rb(20rb x 7 bis) saja. jujur kami tidak ikhlas…. **update= kalau memang TARIF RESMI , 100rb pun kami bayar.

 

saya bukan supir mas mbak ….. panitia rombongan. 

 

kenapa agak berat? karena kami sudah dikasih dana operasional bis untuk tol dan parkir dengan jumlah pas, kalau kurang harus diganti dengan uang pribadi kami. 

 

begitu saja lur dari kami… jogja tetap kota penuh kenangan…. semoga makin baik ke depannya.”(sumber : disini)

Nah itulah salah satu curhatan dari wisatawan , yang sebenarnya masih banyak yang mengeluhkan akan mahalnya tarif parkir di Jogja, yang terkesan aji mumpung, nuthuk maupun ngenthel.

Semoga ini bisa didengar dan ditindak-lanjuti oleh pihak yang berkompeten akan hal ini yakni tim saber pungli kota Jogja.