Seribu Pesona di Bukit Lintang Sewu

Tidak disangka, meskipun obyek wisata ini sudah terkenal cukup lama,  namun, ternyata menyimpan banyak pesona/keindahan yang tidak kalah bahkan lebih dibandingkan dengan wisata lainnya. Dan saya baru bisa berkunjung saat ini (Sabtu kemarin),  padahal seangkatan dengan obyek wisata Puncak Becici/ obyek wisata kawasan hutan pinus lainnya.

Bukit Lintang Sewu merupakan salah satu dari bagian obyek wisata Hutan Pinus,yang berada di dusun Karangasem, desa Muntuk, kecamatan Dlingo, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Karena merupakan kawasan Cagar alam hutan Pinus tentunya didalam nya terdapat banyak pohon pinus

Namun begitu terlihat pengelolaan begitu serius, hingga terasa nyaman hingga terpesona,

Dengan dibuat kan banyak tempat duduk, seperti foto diatas, gazebo, dan yang saya amati kebersihan lingkungan bagus banget. Disamping penempatan spot-spot untuk berfoto.

Yupz, di obyek wisata ini terkenal atau bisa dikata the best adalah ber-swa foto dengan latar belakang gelap dengan kerlap kerlip lampu. Jadi saat yang terbaik ya di saat petang dan malam hari, namun jika pun kita datang ke sini pagi hingga sore, kita tetap dimanjakan dengan spot latar belakang lembah dan banyak spot bunga,

Untuk masuk area wisata ini kita cukup membayar 3ribu rupiah per orang, parkir 2ribu untuk motor.

Icon bukit Lintang Sewu

Icon bukit Lintang Sewu

Di bukit Lintang Sewu terlihat beberapa tenda, munkin bisa kita sewa untuk camping/ kemah

Toilet pun dibangun apik

Terlihat tenda dengan view lembah

Kamar mandi/ toilet pun tersedia untuk kaum difabel

Toilet, kamar ganti, kamar mandi yang bisa untuk difabel

Toilet umum

Ada juga seperti home stay gambar diatas,

Dan jalan untuk kaum difabel gambar dibawah

Ada bangunan semacam aula juga

Ada mushola nya

Bangunan untuk kedai makan

Tempat parkiran motor yang ada atapnya

Untuk informasi selengkapnya, maupun reservasi silakan hubungi nomor yang ada di gambar atas

Update Harga tiket masuk Bonbin Gembira loka 2020

Dah mo tahun baru 2020 nih gaes, bagi yang ingin berlibur di kebun binatang Gembira Loka Yogyakarta, ini nih informasi terbaru harga tiket masuk nya,

Kalender Harga Tiket Masuk Gembira Loka Zoo 2020:
Hari Biasa (Senin-Jumat) Rp.30.000,-/Orang
Hari Libur (Sabtu, Minggu, Tanggal Merah) Rp.35.000,-/Orang
*warna menunjukkan harga

Anak dengan Tinggi Badan dibawah 80cm Gratis

Khusus untuk rombongan dapatkan diskon dari 10% – 50% sesuai dengan kriteria dibawah ini:

Diskon Rombongan:
SLB/ Panti Asuhan = 50%
KB/ PAUD/ TK/ TPA/ SM = 25%
SD/ SLTP/ SLTA/ Sederajat = 15%
Umum/ mahasiswa = 10%

Syarat Rombongan:
Minimal 25 orang (Tidak berlaku kelipatan)
Membawa surat pengantar dari instansi terkait saat kunjungan

Ada 3 Jenis pembelian tiket saat masuk GLZoo

1. Tiket Masuk saja, hari biasa 30rb dan untuk hari sabtu, minggu, atau hari libur 35rb
2. Tiket Terusan Perahu Katamaran untuk rombongan (Harga Tiket + 5rb)
3. Tiket Paket Hemat Kataring (Perahu Katamaran dan Kereta Keliling) (Harga Tiket + 25rb)

Keuntungan dari Tiket No.2 dan No.3 harga lebih murah dan tidak perlu antri tiket lagi.

Info lebih lanjut hub marketing kami di:
Telp : +62-274-373861
SMS/WA : +62-812-2266-2290

Sumber: Facebook Gembira Loka Zoo

Wajah Baru Pantai Samas

“”

Dulu sekitar pertengahan tahun 80’an pantai🌊☀ ini sangat populer, sama halnya dengan pantai Parangtritis, karena juga menjadi obyek wisata seangkatan di kisaran tahun tersebut di kabupaten Bantul, dan satu lagi pantai yang berada diujung paling barat wilayah Bantul yakni Pantai Pandansimo, iya waktu itu ketiga nya sangat terkenal, dan hanya ketiga nya yang dituju wisawatan, baik lokal maupun nasional.

Seiring perkembangan zaman, pantai Samas mulai redup begitu juga pantai Pandansimo, hanya Parangtritis lah yang kian moncer dan menjadi destinasi wisata wajib bila berkunjung ke Yogyakarta,  karena juga Parangtritis lebih kental history dengan Keraton Jogja(pantai Parangkusumo)

Dan kini bermunculan pula wisata pantai sekitar nya, yakni disisi barat hingga Pantai Pandansimo, ada pantai Pandansari, Gua Cemara, Kuwaru, dan Pantai Baru, begitu juga disisi timur hingga Pantai Parangtritis, bertebaran, dibuka oleh warga sekitar,  ada pantai Depok,  Cemara Sewu, dan Parangkusumo.

Namun, pantai Samas tidak berdiam diri, kini mulai bersolek, dengan dibangunnya landscape dan icon baru, dibangunnya landscape atau landmark berupa menara, yang bisa kita naiki,  setinggi sekitar 20meter. Juga icon Baru berupa tulisan ‘ Pantai Samas’ yang dibuat bisa menyala/diberi lampu.

Pantai Samas sempat mengalami abrasi pada sekitar tahun 2013, beberapa deretan warung terujung(paling selatan), terkikis oleh air, dan terbentuk sungai, seakan terbelah jadi pada waktu itu pengunjung tidak bisa menuju ke bibir pantai.

Dan sempat ada pula tersiar kabar sebuah wacana untuk mengganti nama, menjadi ‘Gading Mas’ guna menghilangkan kesana negatif, tapi sepertinya diurungkan.

Dan inilah wajah baru,  atau keadaan terkini pantai Samas…

Landscape Pantai Samas, berupa Menara

Gapura/retribusi pantai Samas

Asyiknya berwisata di Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu Kulonprogo

Gapura hutan mangrove Pantai Kadilangu

Akhirnya kesampean juga untuk berkunjung ke obyek wisata Hutan mangrove Pantai Kadilangu Kulonprogo, diagendakan sudah cukup lama baru bisa terealisasikan Minggu kemarin.

Sebenarnya wisata ini sudah ‘moncher’ cukup lama sekitar 3 tahun lalu arau sekitar tahun 2016. Namun karena jarak dari rumah lumayan jauh (40km) jika ngajak keluarga & si kecil plus kakaknya, jadi kebanyakan pikir-pikir deh🙂

Nah berhubung punya armada roda dua yang cukup mendukung, akhirnya berangkat deh. 

Oiya, mangrove itu apa sih? Menurut yang mimin baca sih, mangrove atau juga disebut bakau merupakan tumbuhan yang hidup di daerah muara atau perbatasan antara daratan dan lautan, dengan kondisi air payau (campuran air sungai yang berasa tawar dan air laut yang asin). Hutan mangrove sepertinya sengaja di budaya kan dengan fungsi utama sebagai peredam abrasi, pun juga mengurangi daya air ketika terjadi bencana tsunami.

 

Well kembali ke obyek wisata ini, dimana secara geografis letaknya berada di perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan sungai Bogowonto sebagai tanda batasnya. Meskipun kawasan hutan agak menjorok ke barat tapi masih masuk wilayah Kecamatan Temon Kulonprogo. Jadi boleh di kata lokasi berada di paling ujung barat Yogyakarta.
Dan kenapa mimin sebut kawasan? Itu karena bukan hanya Pasir Kadilangu saja, masih ada dua wisata hutan mangrove lainnya, yakni Jembatan Api-api dan Wana Tirta. Dan benar kawasan ini merupakan muara sungai Bogowonto, sebuah sungai yang berada di kota Purworejo meliuk-liuk bak ular yang kalo tidak salah berhulu di gunung Sumbing.
Hutan mangrove Pantai Kadilangu berada di paling timur berbatasan dengan obyek wisata pantai Congot, dan saat ini merupakan ujung barat dari Bandara baru Yogyakarta, New Yogyakarta Internasional Airports (NYIA). Jadi saat kita berwisata disini, sesekali akan terdengar gemuruh dan melihat pesawat diatas langit yang akan mendarat.

Tanaman atau pohon mangrove
Sesekali akan melihat pesawat diatas kita yang akan mendarat di bandara baru Yogyakarta

Ternyata cukup mengasikkan berada di obyek wisata ini, kita bisa menyusuri pepohonan mangrove/ bakau, dibuat seperti jembatan yang dibuat dari kayu dan bambu, dibuat bertingkat pula,

Menyusuri hutan mangrove di pantai Pasir Kadilangu
Jalan atau jembatan yang berada di kawasan hutan mangrove pantai Pasir Kadilangu
Hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu

Di buat banyak spot untuk kita bisa ber foto,

Pilihan spot foto hutan mangrove Pantai Pasir Kadilangu
Icon hutan mangrove pantai pasir Kadilangu

Untuk masuk lokasi wisata kita dikenakan biaya sebesar Rp 6.000 rupiah,

Harga tiket masuk lokasi wisata hutan mangrove pantai Pasir Kadilangu

Disamping menyusuri mangrove, kita juga bisa menyusuri muara dengan perahu motor dengan membayar 10 ribu rupiah

Naik perahu motor

Ataupun kita bisa duduk -duduk berteduh sembari melihat maupun memberi makan ikan

Jangan takut lapar maupun haus karena banyak tersedia warung makan dan juga warung yang menjajakan makanan khas oleh-oleh.

Warung di hutan mangrove pantai Pasir Kadilangu

area parkir cukup luas, ada mushola juga

Dan obyek wisata ini sepertinya terintegrasi dengan angkutan umum, terlihat ada colt diesel menurun kan penumpang, mungkin ada trayek dari terminal Wates ke obyek wisata ini

Angkot colt Diesel

Dan sepertinya ini icon dari wisata ini,

Kadilangu Tower Bridge

Baiklah, demikian sedikit ulasan suasana di obyek wisata ini, semoga bermanfaat dan menjadi referensi anda berlibur….!!!!

Menikmati Eksotisme Ngarai ‘Sriharjo’ Imogiri

Rock balancing di sungai Oyo Selopamioro Imogiri

Liburan tidaklah  harus ditempat-tempat wisata terkenal, yang dari sisi financial pastinya kita meski merogoh kocek dalam dan tebal, jika kita jeli kita bisa berlibur dengan biaya yang murah nan meriah. Seperti halnya yang kemarin admin lakukan bersama keluarga kecil, menikmati alam lembah/ ngarai dan sungai,  sungai Oyo.

Siapapun kita, pasti akan suka-banget bermain air, basah-basahan hingga mandi tentunya.
Nah kita bisa lakukan hal ini disini.

Desa Sriharjo yang didalamnya ada dusun Wunut,  Sompok,  Kedung mirip dan lainnya…(nohon dikoreksi jika salah) Meskipun jika dari sisi geografis terbilang berada di ‘kiri’ atau bisa di bilang tersisihkan,  tapi jangan salah,  panorama alam nya sungguh menawan. Semenjak masuk ke jalan desa, jalan beraspal yang tidaklah lebar,  kita sudah disuguhi alam pegunungan,  baik dikanan maupun kiri. Jalan ini mengikuti alur sungai Oyo,  menuju hulu, satu sungai yang cukup berkelok-kelok diantara pegunungan Gunungkidul.

Well,  sekitar 2-3 km kita menelusuri jalan aspal menuju ke timur dari jalan Siluk-Imogiri (masuk dari seberang SMP 2 Imogiri), disisi kiri ada tinggi menjulang tebing dan dari pegunungan Imogiri,  sisi kanan bantaran sungai Oyo meliuk-liuk bak ular,  manis sekali dan berlatarbelakang pegunungan Panggang Gunungkidul. 

Spot utama berada di jembatan Gantung,  namun setelah terjadi banjir besar pada November 2017 jembatan kuning ikonik tersebut hanyut terbawa arus tanpa sisa.…😢

***

Nah disinilah kita akan berwisata,  di google maps dinamai Wisata Air Selopamioro.

Banyak sekali yang bisa kita lakukan disini,  sekedar menikmati kopi atau teh atau wedang Uwuh,  bisa,  warga sekitar sudah menyediakan beberapa tempat untuk kita duduk santai,  disebelah baratnya,  inilah spot yang admin tuju pada Sabtu kemarin (27/7),  Disamping kita duduk diatas bantaran sungai,  menikmati tebing dan pegunungan Panggang di sisi Selatan, atau kita bisa turun ke sungai, yang telah dibuat kan ‘gethek’ jembatan bambu guna kita menuju ke bawah dan tengah sungai. 

Oiya,  sungai Oyo saat kemarau seperti ini debit air relatif kecil, seperti saat ini hanya ada aliran kecil di sisi Utara. Dan ditengah nya berupa bebatuan. Tepat di bawah bekas jembatan gantung,  air agak dalam,  kita bisa naik perahu karet yang bisa kita sewa plus pelampung nya,  yang disediakan warga seberang.  Di spot wisata air, kita bisa berswafoto, kita bisa naik Sepeda air plus disediakan pelampung,  kita bisa menaiki sepeda diatas air,  asik sekali,  dan cukup membayar 5ribu rupiah. 

Disamping itu kita juga bisa bermain air di aliran,  atau mandi,  atau juga iseng menumpuk bebatuan,  rock balancing,  wuihhh melatih kesabaran….

 

Bagaimana sobat???  Lets go….!!!!! 

Wisata Air Sriharjo Imogiri
Tebing perbukitan Sriharjo Imogiri sisi selatan
Fenomena di sungai Oyo, terdapat nya bebatuan ditengah
Naik perahu karet atau pun naik sepeda air???
Menikmati es kopi
Nih ada tugu pal Jogja juga 😁
Gethuk jembatan bambu
Anak-anak bisa mandi
Bekas jembatan gantung
Bekas jembatan gantung