Ducati mirip burung elang

7 Motor Sport Ini Mirip Seseorang, Kartun Juga Hewan

Pernahkah anda mencermati bahwa ada beberapa motor memiliki kemiripan yang kuat dengan orang, kartun, ataupun hewan?

Nah disini di rangkum oleh SSB superstreetbike.com telah menemukan 7 sportbikes yang terlihat mirip sesuatu yang lain. Mari ceck it out…!!!!

Tapi perlu diingat bahwa ini semua hanya untuk hiburan semata….

BMW S1000R - Forest Whitaker

BMW S1000R – Forest Whitaker

 

Kawasaki H2R

Kawasaki H2R

 

Motor modif

Motor modif

 

Yamaha R1 2015 mirip alien

Yamaha R1 2015 mirip alien

 

Suzuki GSX-R 1000 mirip super mario

Suzuki GSX-R 1000 mirip super mario

 

Ducati mirip burung elang

Ducati mirip burung elang

 

Kawasaki Z1000 mirip belalang

Kawasaki Z1000 mirip belalang

 

Sumber : ssb.com

Untuk Foto ini AHM Rela ‘Merugi’ 7 Unit CBR 250RR

Untuk menghasilkan foto di bawah ini dengan latar belakang 2000 orang karyawan, AHM mengistirahatkan karyawan produksinya selama kurang lebih 120 menit atau 2jam.

Foto Marc Marquez & Dani Pedrosa  berlatar belakang karyawan AHM

Foto Marc Marquez & Dani Pedrosa berlatar belakang karyawan AHM (1)

Perlu kita ketahui bahwa All New Honda CBR250RR yang dibuat di Plant 5 PT Astra Honda Motor (AHM) di Karawang, Jawa Barat, yang ‘lahir’ sebanyak 84 unit dalam kurun waktu satu hari kerja atau 3 shift kerja (24 jam), jika di kalkulasi, sesi foto tersebut membutuhlan waktu selama 2 jam, maka selama sesi foto tersebut, kalau tidak salah hitung, AHM menghentikan produksi CBR250RR sebanyak 7 unit pada hari itu.

Itu baru dihitung produksi Honda CBR250RR, belum produksi tipe yang lainnya.

Oke, demikianlah sedikit info ringan, semoga bermanfaat…!!!!

Persiapan sesi foto

Persiapan sesi foto (2)

Persiapan sesi foto (3)

Persiapan sesi foto (3)

 

 

Sumber berita : otojurnalisme.com

Sumber foto : 1 seia1heri.com ; 2 carmudi ; 3 Gatra

Minimoto dari "Lancar Rejeki Jaya" Bantul

Inilah Penyedia Motor Mini(Minimoto) Di Bantul

Minimoto dari "Lancar Rejeki Jaya" Bantul

Minimoto dari “Lancar Rejeki Jaya” Bantul

Unik dan asyik yach tatkala melihat motor kecil(minimoto) dan serasa ingin membelinya untuk buah hati kita.

Nah buat teman-teman di Bantul yang ingin membelikan anaknya sepeda motor mini, sekarang tak perlu bingung-bingung untuk lagi mencarinya, anda bisa mengunjungi dealer ini, beragam minimoto atau motor mini disediakan(dijual) disini. Mulai sari Mini Trail – Trail, Mini ATV – ATV, Gokart – Buggy.

Minimoto model pullstart 60cc - 2 tak

Minimoto model pullstart 60cc – 2 tak

Ialah “Lancar Rejeki Jaya” sebuah dealer minimoto yang beralamatkan di Jl. Parangritis km.9 (Sebelah utara Pasar Seni Gabusan)/ Timur jalan. atau bisa disebut dealer resmi GAZGAZ , sebuah produsen sepedamotor,  dan dealer ini melayani pembelian grosir & eceran. 

Ada dua model yang terpampang di sana, model trail dan sport fairing, naked juga ada…oiya ATV juga ada.

Model sport fairing dengan spesifikasi 60cc, 2 tak, merk Pullstart. Model trail ada yang 50cc 2 tak, 60cc 2 tak. Unrul harga bervariasi untuk trail kecil 3,8 juta dan yang agak besar dan kuat hingga 100kg seharga 5,3 juta, untuk ATV kisaran 14 jutaan. Untuk sport 5 jutaan.

Beragam model mini moto dari brosur dealer "Lancar Rejeki Jaya" Bantul

Beragam model mini moto dari brosur dealer “Lancar Rejeki Jaya” Bantul

Menemukan Barang Di Jalan? Ini Menurut Pandangan Hukum Pidana

Ilustrasi - dompet jatuh di jalan

Ilustrasi – dompet jatuh di jalan

Dompet, jam tangan, cincin, gelang kalung dan perhiasan emas lainnya, atau baramg berharga lainnya yang jatuh dijalan. Baiknya diapakan? Diambil atau di biarkan saja? Jadi bingung ya?

Bagaimana sih hukumnya menemukan barang di jalan? Bagaimana hukumnya menurut pandangan hukum pidana?

Ini nih saya ada jawaban nya yang saya kutip dari situs tribratanewsbantul.com, yuuk mari kita simak bersama….

Dalam hal ini, kami berasumsi bahwa menemukan barang di jalan raya yang Anda maksud adalah menemukan dan kemudian mengambilnya untuk dimiliki. Selain itu, kami asumsikan bahwa barang yang Anda maksud adalah benda bergerak. Yang dimaksud benda bergerak adalah kebendaan yang dapat berpindah atau dipindahkan (Pasal 509 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”)).

 

Dari sisi hukum perdata, menurut Prof. Subekti, S.H., dalam bukunya yang berjudul Pokok-Pokok Hukum Perdata (hal. 63-64), sebagaimana kami sarikan, pengambilan suatu benda bergerak dari suatu tempat untuk memiliki benda tersebut mengakibatkan diperolehnya bezit atas benda tersebut. Bezit adalah suatu keadaan lahir, di mana seorang menguasai benda itu seolah-olah kepunyaannya sendiri, yang oleh hukum dilindungi, dengan tidak mempersoalkan hak milik atas benda itu sebenarnya ada pada siapa. Bezitter (orang yang menguasai benda) ada yang merupakan bezitter dengan iktikad baik dan bezitter dengan iktikad buruk. Akan tetapi, setiap orang dianggap memiliki iktikad baik sehingga iktikad buruk harus dibuktikan (Pasal 533 KUHPer). Bezit atas suatu benda bergerak diperoleh secara dengan pengambilan barang tersebut dari tempatnya sehingga secara terang atau tegas dapat terlihat maksud untuk memiliki barang itu.

 

Berdasarkan Pasal 1977 ayat (1) KUHPer, mengenai benda-benda yang bergerak, orang yang menguasai benda tersebut dianggap sebagai pemilik benda tersebut. Tetapi, seseorang yang merasa kehilangan barang tersebut (dalam jangka waktu tiga tahun) dapat menuntut kembali barangnya yang hilang dari orang yang menguasai barang tersebut. Orang yang menuntut kembali barang tersebut wajib memberikan penggantian kepada orang yang menguasai barang tersebut, jika orang yang menguasai ini membelinya dari tempat yang biasa digunakan untuk memperjualbelikan barang-barang tersebut (Pasal 582 KUHPer).

 

Di sisi lain, dari sisi hukum pidana, tindakan mengambil barang yang ditemukan di tengah jalan untuk dimiliki, bisa dijerat degan Pasal 372 KUHP (tindak pidana penggelapan) atau Pasal 362 KUHP (tindak pidana pencurian). Mengomentari Pasal 372 KUHP, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 258) mengatakan bahwa:

 

“Kadang-kadang sukar sekali untuk membedakan antara pencurian dan penggelapan, misalnya A menemukan uang di jalanan lalu diambilnya. Jika pada waktu mengambil itu sudah ada maksud (niat) untuk memiliki uang tersebut, maka peristiwa ini adalah pencurian. Apabila pada waktu mengambil itu pikiran A adalah: “uang itu akan saya serahkan ke kantor polisi” dan betul diserahkannya, maka A tidak berbuat suatu peristiwa pidana, akan tetapi jika sebelum sampai di kantor polisi kemudian timbul maksud untuk memiliki uang itu dan dibelanjakan, maka A salah menggelapkan.”

 

Pendapat ini juga dikemukakan oleh S.R. Sianturi, S.H., dalam bukunya yang berjudul Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya. Sebagaimana kami sarikan, terkait Pasal 372 KUHP Sianturi (hal. 625-626), mengatakan bahwa dalam hal menemukan sesuatu benda di jalanan, di lapangan, di suatu tempat umum, dan sebagainya, mengenai hal ini perlu dinilai hubungan kejiwaan antara seseorang itu dengan barang tersebut ketika dia: menemukan barang tersebut, atau mengetahui barang yang tertinggal tersebut atau menyadari keterbawaan barang tersebut. jika pada saat seketika itu dia mengatakan: “Oh, ini rejeki nomplok, menjadilah barang itu milikku”, maka dalam hal ini dipandang telah terjadi pengambilan (pemindahan kekuasaan) yang menjadi unsur tindakan utama dari Pasal 362 (red-pasal pencurian). Tetapi, jika pada saat itu ia mengatakan: “Ah, kasihan pemilik barang itu, nanti cari-cari dia. Pada kesempatan pertama saya harus mengembalikannya”. Namun setelah beberapa hari berselang timbul keinginannya untuk memilikinya, maka yang terjadi adalah penggelapan.

 

Dalam Pandangan Hukum Islam

 

Barang temuan adalah harta yang hilang dari pemiliknya dan ditemukan oleh orang lain. Dalam syariat Islam disebut dengan istilah Luqathah. Bila seseorang menemukan harta yang hilang dari pemiliknya, tentu saja haram hukumnya diambil untuk dimiliki. Karena barang itu pastilah ada pemiliknya yang sedang kesusahan karena kehilangan benda berharga miliknya. Mengambil begitu saja untuk dimiliki berarti sama saja dengan mengambil harta yang haram.

 

Lalu tindakan apa yang harus dilakukan bila kita menemukan barang berharga di jalan?

 

Al-Hanafiyah mengatakan disunnahkan untuk menyimpan barang itu bilang barang itu diyakini akan aman bila ditangan Anda untuk nantinya diserahkan kepada pemiliknya. Tapi bila tidak akan aman, maka sebaiknya tidak diambil. Sedangkan bila mengambilnya dengan niat untuk dimiliki sendiri, maka hukumnya haram.

 

Al-Malikiyah mengatakan bila seseorang tahu bahwa dirinya suka berkhianat atas harta orang yang ada padanya, maka haram baginya untuk menyimpannya.

 

Asy-Syafi’iyyah berkata bahwa bila dirinya adalah orang yang amanah, maka disunnahkan untuk menyimpannya untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Karena dengan menyimpannya berarti ikut menjaganya dari kehilangan.

 

Imam Ahmad bin Hanbal ra. mengatakan bahwa yang utama adalah meninggalkan harta itu dan tidak menyimpannya.

 

Kewajiban Bagi Yang Menemukan

 

Islam mewajibkan bagi orang yang menemukan barang hilang untuk mengumumkannya kepada khalayak ramai. Dan masa penngumuman itu berlaku selama satu tahun. Hal itu berdasarkan perintah Rasulullah SAW :

 

‘Umumkanlah selama masa waktu setahun’.

 

Pengumuman itu di masa Rasulullah SAW dilakukan di pintu-pintu masjid dan tempat-tempat berkumpulnya orang-orang seperti pasar, tempat resepsi dan sebagainya. Dan dalam kasus Anda, maka Anda bisa meminta bantuan pihak hotel untuk mendapatkan alamat si penyewa kamar yang dianggap kehilangan bross tersebut.

 

Bagaimana Bila Tidak Ada yang Mengakuinya?

 

Bila telah lewat masa waktu setahun tapi tidak ada yang datang mengakuinya, maka para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan bolehlah bagi penemu untuk memiliki harta itu bila memang telah berusaha mengumumkan barang temua itu selama setahun lamanya dan tidak ada seorangpun yang mengakuinya. Hal ini berlaku umum, baik penemu itu miskin ataupun kaya. Pendapat ini didukung oleh Imam Malik ra., Imam Asy-Syafi’i ra. dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Sedangkan Imam Abu Hanifah ra. mengatakan hanya boleh dilakukan bila penemunya orang miskin dan sangat membutuhkan saja. Tapi bila suatu saat pemiliknya datang dan telah cocok bukti-bukti kepemilikannya, maka barang itu harus dikembalikan kepada pemilik aslinya. Bila harta temuan itu telah habis, maka dia wajib menggantinya.

 

Namun para ulama juga mengatakan bila barang tersebut adalah barang yang tidak bernilai, maka tidak ada kewajiban untuk mengembalikannya, apalagi bila untuk mengembalikan atau mengumumkannya membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal.

 

Misalnya yang hilang adalah peniti, jarum atau sikat gigi. Barang-barang itu secara umum termasuk kategori haqir, yaitu sesuatu yang tidak ada nilainya, asal tidak terbuat dari emas murni 24 karat.

Demikianlah hukum seputar barang temuan, Semoga bermanfaat…!!

 

Sumber : tribratanewsbantul

Nah Ini Ada Wacana Beli Motor On The Road atau Off The Road Di Dealer

Ilustrasi - Show room Dealer Bantul Motor Wahana Maju, Jl. Raya Bantul Km 10 No.8 (Utara Perempatan Klodran) Melikan Lor.

Ilustrasi – Show room Dealer Bantul Motor Wahana Maju, Jl. Raya Bantul Km 10 No.8 (Utara Perempatan Klodran) Melikan Lor.

KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) belum lama ini dalam sebuah sidang masalah kartel antara Honda dan Yamaha, KPPU membacakan 5 butir rekomendasi putusan buat majelis hakim. isinya adalah :

 

  1. Menyatakan bahwa Terlapor I dan Terlapor II terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran Pasal 5 Ayat (1) UU No 5 Tahun 1999.
  2. Menghukum Terlapor I dan Terlapor II berdasarkan Pasal 47 UU No 5 Tahun 1999.
  3. Merekomendasikan kepada majelis hakim komisi untuk melarang Terlapor I dan Terlapor II menetapkan harga jual (on the road) sebagai harga referensi untuk konsumen (end user), melainkan hanya sebatas harga off the road.
  4. Merekomendasikan kepada majelis komisi untuk memberikan saran kepada pemerintah, khususnya instansi terkait untuk melarang pelaku usaha otomotif untuk memberikan harga referensi kepada main dealer atau dealer dengan memasukkan komponen harga BBN (Bea Balik Nama) atau sejenisnya yang pada pokoknya komponen harga tersebut bukan merupakan struktur harga dari prinsipal (pabrikan).
  5. Menyatakan bahwa biaya BBN dan biaya tambahan lainnya yang dipungut oleh negara dibayarkan atas dasar pilihan konsumen, apakah akan dibayarkan sendiri atau melalui diler

(Sumber : tmcblog.com)

Dari point 3 kita dapat menarik kesimpulan bahwa, KPPU menyarankan kepada pemerintah (instansi terkait) untuk memberi pilihan bagi konsumen(user) untuk bisa membeli sepedamotor di tingkat dealer dengan dua pilihan, on the road atau off the road.

Menurut pakar roda dua & suhu nya blogger otomotir sepedamotor yakni bang taufik dalam kupasannnya di http://www.tmcblog.com , menjelaskan tentang rincian perhitungan jika motir dibeli dengan sistem off the road, berikut penjelasannya…

 

NJKB ( Nilai Jual Kendaraan bermotor ) merupakan harga pasaran umum ( HPU) atas suatu kendaraan bemotor. NJKB Off the road sendiri adalah adalah Harga Off the road ( kosong) dikurangi pajak pertambahan Nilai. Nah Biasannya Variabel ini pembentuk Harga On The road dari Sebuah Unit Motor yang dapat dihitung berdasarkan Harga NJKB adalah  :

 

  1. Pajak Kendaraan Bermotor ( PKB) = 1,5% Harga NJKB
  2. Bea Balik Nama Kend. Bermotor ( BBnKB ) = 10% Harga NJKB
  3. Pajak pertambahan Nilai ( PPn) = 10% harga NJKB
  4. PPh Pasal 22 = 1,5% pembelian ( kayaknya NJKB)
  5. Biaya Diler

***

Itulah 5 variable dalam menentukan harga on the road menurut nang Taufik.

Lalu berapa harga off the road? Pastinya itu menjadi sebuah kebijakan dari ATPM yang pastinya ada variable tersendiri.

Menurut perkiraan ‘ngawur’ saya (eh berdasar variable dari tmcblog juga sih) harga off the road itu sekitar 75% dari on the road. Karena sepertinya hal ini merupakan hal yang ‘undercover’ sih bagi dealer, mungkin loh ya.

Lalu bagaimana pemrosesan dari off ke on ? Rumitkah, njlimetkah? Saya kira prosesnya hampir sama dengan dikala kita melakukam proses balik nama kendaraan. Kita ke kantor Polres dulu untuk menerbitkan BPKB, selanjutnya ke kantor Samsat untuk penerbitan STNK, dan itu butuh waktu beberapa hari dan biaya terbaru yang sesuai dengan PP 60/2016.

 

Sakola : Surganya Fashion Jogja

Sakola

Sakola- our fashion prople

Siapah sih yang ga suka dengan  Fashion – pakaian? Siapapun pasti suka baik pria, maupun (terlebih) wanita, tua maupun muda, dan juga anak-anak.

Yach pakaian itu merupakan kebutuhan pokok kedua kita sebagai manusia, setelah makan. Juga ada pepatah Jawa menyebutkan, “Ajining raga ana ing busana“, ” Harga dari  badan ada di pakaian.” maknanya menghargai badan kita dengan pakaian, atau kita bisa dinilai penampilan kita dari pakaian yang kita kenakan.

Banyak yang beranggapan pakaian bagi kaum wanita merupakan hal utama, hal yang diprioritaskan, menjadi hal yang paling menyenangkan, terlebih lagi disaat membelinya, disaat memburunya. Maka tak berlebihan bila saya sebut “Sakola” surganya fashion di Jogja.

Yach, sakola merupakan factory outlet atau toko fashion baju/pakaian yang begitu terkenal di Jogja. Beralamatkan di seputaran Wirobrajan, atau tepat nya di Jl. Kapten Piere Tendean No.47, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55252.

Dengan jam buka pukul  09.00–21.00 setiap hari, menurut data yang ada, biasanya orang-orang menghabiskan waktu 25 menit sampai 1,5 jam di sini, yang mana jam tersibuk mulai pukul 13-18.00 WIB.

Sakola terkenal akan harga yang yerjangkau bahkan boleh disebut murah, bersahabat di kantong, jadi cocok buat siapa saja, buat semua kalangan. Sakola menyediakan 90% pakaian untuk wanita, hingga sampai ke pernak-perniknya, aksesorisnya…hmmm benar-benar terasa syurga bagi wanita deh. Namun begitu, pakaian anak dan pakaian pria juga tersedia disini.

Boleh dibilang anak remaja puteri Jogja belum gaul lah bila belum pernah kesini.

Pakaian yang ‘up to date’, komplit, dan pastinya terjangkau, itulah yang sepertinya banyak disukai.

Saat ini Sakola semakin berkembang dan tambah luas areanya, benar-benar memberi banyak pilihan berpakaian bagi pembelinya, dan koleksinya yang terkini ‘up to date’, jadi “Sakola is fashionable lah”…. “our fashion people”

Didalamnya ada sebuah bakery cake, yang menyediakan beberapa soft drink, cake, roti basah, aneka es, dan es krim yang murah pula, itu yang sedikit menjadi pengalih perhatian bagi anak-anak maupun bapak-bapak pengantar, sementara sang ibu, sang istri-sang bunda memilih pakaian yang tentunya butuh waktu yang tidaklah sebentar.

Jadi kalau boleh memberi masukan buat Sakola, buatkan ‘rest area’ tempat istirahat/tempat makan-makan, pengiring bakery yang sudah ada tersebut, yang diperuntukkan  buat para anak-anak & bapak-bapak, agar semua nya jenak, yang belanja & yang menunggu, semuanya jenak & riang.

Untuk pelayanan di Sakola cukup memuaskan, kita belanja terasa bebas dari pelayan. Meskipun pelayan banyak tapi terkesan tidak mendikte pembeli. Tarif parkir juga murah, seribu rupiah untuk sepedamotor dan dua ribu rupiah untuk mobil. Sepertinya segalanya murah deh di Sakola, Coba saja!

 

 

Mau Tau Tantangan Pribadi Mark Zuckerburg Di Tahun 2017?

Foto Mark Zuckerberg pendiri facebook

Foto Mark Zuckerberg pendiri facebook

Pendiri Facebook “Mark Zuckerberg” ini punya tantangan pribadi di setiap tahunnya, tidak terkecuali di tahun 2017 ini, mau tau?

Mark mengunggah tantangan pribadinya di tahun 2017, beberapa menit di akun facebooknya, sebelum saya mentranslatenya dan memubliskannya ke anda , silahkan disimak…

Setiap tahun saya selalu mengambil tantangan pribadi untuk belajar hal-hal baru dan tumbuh di luar pekerjaan saya. Dalam beberapa tahun terakhir, saya sudah berlari sejauh  365 mile(1 mile/ hari),  membangun sebuah AI sederhana untuk rumah saya, membaca 25 buku dan belajar Mandarin.

Tantangan pribadi saya untuk 2017 adalah untuk mengunjungi dan bertemu orang-orang di setiap negara bagian di Amerika Serikat hingga akhir tahun. Saya telah menghabiskan waktu yang signifikan di banyak negara, jadi saya harus melakukan perjalanan ke sekitar 30 negara bagian(AS) tahun ini untuk menyelesaikan tantangan ini.

Setelah tahun lalu yang penuh dengan gejolak, harapan saya untuk tantangan ini adalah untuk bisa keluar dan berbicara dengan banyak orang tentang bagaimana mereka hidup, bekerja dan berpikir tentang masa depan.

Priscilla dan saya sebenarnya telah merencanakan untuk menikmati  perjalanan bersama sejak kami mulai berkencan. Baru-baru ini, saya telah melakukan perjalanan di seluruh dunia dan mengunjungi banyak kota, dan sekarang aku bersemangat untuk lebih menjelajahi negara saya sendiri dan bertemu dengan banyak orang di sini.

Melakukan  tantangan ini, sepertinya saya berada pada titik balik dalam sejarah. Selama beberapa dekade, teknologi dan globalisasi membuat kita lebih produktif dan terhubung. Hal ini telah menciptakan banyak manfaat, tetapi juga hal ini untuk membuat hidup lebih menantang bagi banyak orang. Ini telah memberikan kontribusi untuk rasa yang lebih besar dari divisi dimana saya merasa dalam bagian hidup saya. Kita perlu menemukan cara untuk mengubah permainan sehingga bekerja untuk semua orang.

Pekerjaan saya adalah tentang menghubungkan dunia dan memberikan semua suara. Saya ingin secara pribadi mendengar lebih dari suara-suara tahun ini. Ini akan membantu saya memimpin bekerja di Facebook dan Chan Zuckerberg Initiative sehingga kami bisa membuat dampak yang paling positif dunia memasuki periode baru yang tak kalah penting.

Perjalanan saya tahun ini akan mengambil bentuk yang berbeda dari sebelumnya – perjalanan kali ini bersama dengan Priscilla, berhenti di kota-kota kecil dan universitas, berkunjung ke kantor kami di seluruh negeri, bertemu dengan guru dan ilmuwan, dan mengunjungi ke tempat-tempat yang menyenangkan akan merekomendasikan Anda sepanjang perjalanan ini.

Aku menikmati melakukan tantangan ini dengan komunitas kami dan akan saya ‘posting’ besok tentang bagaimana semua orang di seluruh dunia akan dapat bergabung dalamnya. Saya tak sabar untuk melakukan tantangan ini dan saya berharap  Anda di luar sana untuk dapat melihatnya!

Semoga menginspirasi anda semua….!!!!