Viral: Status Surat Pernyataan di Facebook

facebook

Saat ini lagi viral sebuah status di facebook yang isinya sebuah surat pernyataan , yang mana berisi pernyataan dimana pemilik akun yang bersangkutan terlepas dan berlepas diri dari penyalah gunaan segala konten dari akun facebooknya bila ada skun facebook yang mengambil.kontej foto dsri akun yang bersangkutan. Saya sempat tertarik dan ingin mengikuti rekan-rekan facebook yang telah mengikuti instruksi dari status tersebut.

Tapi ada sedikit keraguan gitu, koq isinya juga malah rancu, distorsi, jadi malah bingung. Ya sudah saya abstain membiarkannya.

Eee ternyata tribunjogja.com membahasnya hal tersebut adalah ‘hoax ‘ atau bohong belaka, meskipun mencatut sebuah nama advotkat,

Ini loh status pernyataannya :

“Buat Teman2 Sosial media,

 

Direkomendasi oleh Pengacara Bpk M. Mahendra Maskur Sinaga, SH.,MH.,MHD (Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut). Saya juga setuju utk antisipasi.

Pelanggaran Privasi dapat dituntut secara hukum.

Facebook saat ini adalah entitas publik. Semua pengguna FB harus membuat pernyataan seperti ini.Jika anda belum mengeluarkan pernyataan setidaknya satu kali, maka akan secara teknis bahwa anda mengizinkan penggunaan foto dan informasi di akun facebook:

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakan foto dan informasi di akun facebook saya dan digroup facebook ini ke media apapun.

Jika ada akun atas nama saya dan atau memakai foto di group facebook ini dan menggunakannya untuk menipu orang lain, maka saya tidak bertanggung jawab baik secara moril maupun materiil.

Saya juga tidak bertanggung jawab jika ada permintaan mentransfer dana atas nama akun facebook saya dan atas nama group facebook ini.

Kiranya hal ini bukan hanya berlaku untuk akun saya, tapi juga akun teman2 yang lain.

Terima kasih.

NB: Jangan di share tapi copy paste di wall Facebook masing2.”

 

Ya mungkin saya maksud dari status surat pernyataan tersebut untuk menangkal penyalah gunaan dari konten(foto) guna membuat akun facebook abal-abal atau akun kloningan milik kita dan menyalah-gunakannya ke tindak pidana maupun perdata. Itu sih sah-sah saja.

Tapi perlu diketahui bahwa facebook telah menyodorkan beberapa peraturan atau persyaratan (term of service)  saat pertama kali kita membuat akun facebook.

Dan ternyata status hoax berisi kebijakan privasi ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu.

Menurut Snopes.com, postingan serupa sudah ada sejak tahun 2009.

Pada tahun 2012 seperti dikutip dari CNN, Facebook memberikan tanggapan melalui sebuah status, bahwa kebijakan privasi yang ditulis sendiri oleh pengguna hanyalah rumor.

Pengguna diminta untuk membaca lagi term of service yang terkadang seseorang membabi buta menyepakatinya.

Terlebih, pengguna juga dapat mengatur sendiri mengenai siapa saja yang dapat mengakses foto, status, akun dan penandaan (tag).

Oleh karena itu, status kebijakan privasi itu tak akan ada gunanya karena sudah ada kesepakatan dengan Facebook.

Di Indonesia, status kebijakan privasi ini mencatut seorang pengacara yang disebut-sebut bernama M Mahendra Maskur Sinaga.

Ketika ditelusuri di Facebook, rupanya ada satu akun yang menggunakan nama tersebut.

Akun itu masih sangat baru, dengan status pertama ditulis Senin (27/3/2017).

Secara gamblang akun itu justru mengatakan bahwa status kebijakan privasi tak akan berpengaruh terhadap apapun.

Begini status akun yang mengatasnamakan Mahendra Maskur Sinaga.

“Direkomendasikan oleh Saya sendiri, selaku M Mahendra Maskur Sinaga, SH, MH, MHD, Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut. Bahwasanya:

(1) Gak ngaruh posting beginian, yang mengikat adalah Terms Of Service Facebook

(2) Rupanya saya bukan tokoh fiktif :/

(update)”.

Sejumlah netizen telah menanggapi status yang dibuat akun tersebut.

Bahkan, seseorang juga memberikan link website lembaga yang menaungi Mahendra Maskur Sinaga.

Saat dibuka, ternyata di dalamya terdapat struktur organisasi berikut nama lengkap, jabatan sekaligus foto masing-masing pengurus.

Nama Mahendra Maskur Sinaga sebagai Wakabid Advokasi juga muncul di dalamnya.

Hanya saja, foto di Facebook dan di website lembaga tersebut berbeda.

Di media sosial, postingan yang menegaskan bahwa kebijakan privasi itu adalah hoax menjadi perdebatan para netizen.

Debat sengit terjadi, terutama antara mereka yang percaya dengan yanh tidak terhadap status ini.

Salah satunya seperti yang terjadi di akun Indonesian Hoaxes.

Ribuan netizen telah menanggapi sebuah status yang menegaskan bahwa kebijakan privasi yang beredar viral itu hanya hoax belaka.

Meskipun banyak yang sepakat bila ini adalah hoax, nyatanya masih ada saja netizen yang percaya, bila status berisi kebijakan privasi tersebut akan tetap bermanfaat.

 

(tribunjogja.com)

 

Bagaimana dengan kalian???

7 Motor Sport Ini Mirip Seseorang, Kartun Juga Hewan

Pernahkah anda mencermati bahwa ada beberapa motor memiliki kemiripan yang kuat dengan orang, kartun, ataupun hewan?

Nah disini di rangkum oleh SSB superstreetbike.com telah menemukan 7 sportbikes yang terlihat mirip sesuatu yang lain. Mari ceck it out…!!!!

Tapi perlu diingat bahwa ini semua hanya untuk hiburan semata….

BMW S1000R - Forest Whitaker

BMW S1000R – Forest Whitaker

 

Kawasaki H2R

Kawasaki H2R

 

Motor modif

Motor modif

 

Yamaha R1 2015 mirip alien

Yamaha R1 2015 mirip alien

 

Suzuki GSX-R 1000 mirip super mario

Suzuki GSX-R 1000 mirip super mario

 

Ducati mirip burung elang

Ducati mirip burung elang

 

Kawasaki Z1000 mirip belalang

Kawasaki Z1000 mirip belalang

 

Sumber : ssb.com

Untuk Foto ini AHM Rela ‘Merugi’ 7 Unit CBR 250RR

Untuk menghasilkan foto di bawah ini dengan latar belakang 2000 orang karyawan, AHM mengistirahatkan karyawan produksinya selama kurang lebih 120 menit atau 2jam.

Foto Marc Marquez & Dani Pedrosa  berlatar belakang karyawan AHM

Foto Marc Marquez & Dani Pedrosa berlatar belakang karyawan AHM (1)

Perlu kita ketahui bahwa All New Honda CBR250RR yang dibuat di Plant 5 PT Astra Honda Motor (AHM) di Karawang, Jawa Barat, yang ‘lahir’ sebanyak 84 unit dalam kurun waktu satu hari kerja atau 3 shift kerja (24 jam), jika di kalkulasi, sesi foto tersebut membutuhlan waktu selama 2 jam, maka selama sesi foto tersebut, kalau tidak salah hitung, AHM menghentikan produksi CBR250RR sebanyak 7 unit pada hari itu.

Itu baru dihitung produksi Honda CBR250RR, belum produksi tipe yang lainnya.

Oke, demikianlah sedikit info ringan, semoga bermanfaat…!!!!

Persiapan sesi foto

Persiapan sesi foto (2)

Persiapan sesi foto (3)

Persiapan sesi foto (3)

 

 

Sumber berita : otojurnalisme.com

Sumber foto : 1 seia1heri.com ; 2 carmudi ; 3 Gatra

Inilah Penyedia Motor Mini(Minimoto) Di Bantul

Minimoto dari "Lancar Rejeki Jaya" Bantul

Minimoto dari “Lancar Rejeki Jaya” Bantul

Unik dan asyik yach tatkala melihat motor kecil(minimoto) dan serasa ingin membelinya untuk buah hati kita.

Nah buat teman-teman di Bantul yang ingin membelikan anaknya sepeda motor mini, sekarang tak perlu bingung-bingung untuk lagi mencarinya, anda bisa mengunjungi dealer ini, beragam minimoto atau motor mini disediakan(dijual) disini. Mulai sari Mini Trail – Trail, Mini ATV – ATV, Gokart – Buggy.

Minimoto model pullstart 60cc - 2 tak

Minimoto model pullstart 60cc – 2 tak

Ialah “Lancar Rejeki Jaya” sebuah dealer minimoto yang beralamatkan di Jl. Parangritis km.9 (Sebelah utara Pasar Seni Gabusan)/ Timur jalan. atau bisa disebut dealer resmi GAZGAZ , sebuah produsen sepedamotor,  dan dealer ini melayani pembelian grosir & eceran. 

Ada dua model yang terpampang di sana, model trail dan sport fairing, naked juga ada…oiya ATV juga ada.

Model sport fairing dengan spesifikasi 60cc, 2 tak, merk Pullstart. Model trail ada yang 50cc 2 tak, 60cc 2 tak. Unrul harga bervariasi untuk trail kecil 3,8 juta dan yang agak besar dan kuat hingga 100kg seharga 5,3 juta, untuk ATV kisaran 14 jutaan. Untuk sport 5 jutaan.

Beragam model mini moto dari brosur dealer "Lancar Rejeki Jaya" Bantul

Beragam model mini moto dari brosur dealer “Lancar Rejeki Jaya” Bantul

Menemukan Barang Di Jalan? Ini Menurut Pandangan Hukum Pidana

Ilustrasi - dompet jatuh di jalan

Ilustrasi – dompet jatuh di jalan

Dompet, jam tangan, cincin, gelang kalung dan perhiasan emas lainnya, atau baramg berharga lainnya yang jatuh dijalan. Baiknya diapakan? Diambil atau di biarkan saja? Jadi bingung ya?

Bagaimana sih hukumnya menemukan barang di jalan? Bagaimana hukumnya menurut pandangan hukum pidana?

Ini nih saya ada jawaban nya yang saya kutip dari situs tribratanewsbantul.com, yuuk mari kita simak bersama….

Dalam hal ini, kami berasumsi bahwa menemukan barang di jalan raya yang Anda maksud adalah menemukan dan kemudian mengambilnya untuk dimiliki. Selain itu, kami asumsikan bahwa barang yang Anda maksud adalah benda bergerak. Yang dimaksud benda bergerak adalah kebendaan yang dapat berpindah atau dipindahkan (Pasal 509 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”)).

 

Dari sisi hukum perdata, menurut Prof. Subekti, S.H., dalam bukunya yang berjudul Pokok-Pokok Hukum Perdata (hal. 63-64), sebagaimana kami sarikan, pengambilan suatu benda bergerak dari suatu tempat untuk memiliki benda tersebut mengakibatkan diperolehnya bezit atas benda tersebut. Bezit adalah suatu keadaan lahir, di mana seorang menguasai benda itu seolah-olah kepunyaannya sendiri, yang oleh hukum dilindungi, dengan tidak mempersoalkan hak milik atas benda itu sebenarnya ada pada siapa. Bezitter (orang yang menguasai benda) ada yang merupakan bezitter dengan iktikad baik dan bezitter dengan iktikad buruk. Akan tetapi, setiap orang dianggap memiliki iktikad baik sehingga iktikad buruk harus dibuktikan (Pasal 533 KUHPer). Bezit atas suatu benda bergerak diperoleh secara dengan pengambilan barang tersebut dari tempatnya sehingga secara terang atau tegas dapat terlihat maksud untuk memiliki barang itu.

 

Berdasarkan Pasal 1977 ayat (1) KUHPer, mengenai benda-benda yang bergerak, orang yang menguasai benda tersebut dianggap sebagai pemilik benda tersebut. Tetapi, seseorang yang merasa kehilangan barang tersebut (dalam jangka waktu tiga tahun) dapat menuntut kembali barangnya yang hilang dari orang yang menguasai barang tersebut. Orang yang menuntut kembali barang tersebut wajib memberikan penggantian kepada orang yang menguasai barang tersebut, jika orang yang menguasai ini membelinya dari tempat yang biasa digunakan untuk memperjualbelikan barang-barang tersebut (Pasal 582 KUHPer).

 

Di sisi lain, dari sisi hukum pidana, tindakan mengambil barang yang ditemukan di tengah jalan untuk dimiliki, bisa dijerat degan Pasal 372 KUHP (tindak pidana penggelapan) atau Pasal 362 KUHP (tindak pidana pencurian). Mengomentari Pasal 372 KUHP, R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 258) mengatakan bahwa:

 

“Kadang-kadang sukar sekali untuk membedakan antara pencurian dan penggelapan, misalnya A menemukan uang di jalanan lalu diambilnya. Jika pada waktu mengambil itu sudah ada maksud (niat) untuk memiliki uang tersebut, maka peristiwa ini adalah pencurian. Apabila pada waktu mengambil itu pikiran A adalah: “uang itu akan saya serahkan ke kantor polisi” dan betul diserahkannya, maka A tidak berbuat suatu peristiwa pidana, akan tetapi jika sebelum sampai di kantor polisi kemudian timbul maksud untuk memiliki uang itu dan dibelanjakan, maka A salah menggelapkan.”

 

Pendapat ini juga dikemukakan oleh S.R. Sianturi, S.H., dalam bukunya yang berjudul Tindak Pidana di KUHP Berikut Uraiannya. Sebagaimana kami sarikan, terkait Pasal 372 KUHP Sianturi (hal. 625-626), mengatakan bahwa dalam hal menemukan sesuatu benda di jalanan, di lapangan, di suatu tempat umum, dan sebagainya, mengenai hal ini perlu dinilai hubungan kejiwaan antara seseorang itu dengan barang tersebut ketika dia: menemukan barang tersebut, atau mengetahui barang yang tertinggal tersebut atau menyadari keterbawaan barang tersebut. jika pada saat seketika itu dia mengatakan: “Oh, ini rejeki nomplok, menjadilah barang itu milikku”, maka dalam hal ini dipandang telah terjadi pengambilan (pemindahan kekuasaan) yang menjadi unsur tindakan utama dari Pasal 362 (red-pasal pencurian). Tetapi, jika pada saat itu ia mengatakan: “Ah, kasihan pemilik barang itu, nanti cari-cari dia. Pada kesempatan pertama saya harus mengembalikannya”. Namun setelah beberapa hari berselang timbul keinginannya untuk memilikinya, maka yang terjadi adalah penggelapan.

 

Dalam Pandangan Hukum Islam

 

Barang temuan adalah harta yang hilang dari pemiliknya dan ditemukan oleh orang lain. Dalam syariat Islam disebut dengan istilah Luqathah. Bila seseorang menemukan harta yang hilang dari pemiliknya, tentu saja haram hukumnya diambil untuk dimiliki. Karena barang itu pastilah ada pemiliknya yang sedang kesusahan karena kehilangan benda berharga miliknya. Mengambil begitu saja untuk dimiliki berarti sama saja dengan mengambil harta yang haram.

 

Lalu tindakan apa yang harus dilakukan bila kita menemukan barang berharga di jalan?

 

Al-Hanafiyah mengatakan disunnahkan untuk menyimpan barang itu bilang barang itu diyakini akan aman bila ditangan Anda untuk nantinya diserahkan kepada pemiliknya. Tapi bila tidak akan aman, maka sebaiknya tidak diambil. Sedangkan bila mengambilnya dengan niat untuk dimiliki sendiri, maka hukumnya haram.

 

Al-Malikiyah mengatakan bila seseorang tahu bahwa dirinya suka berkhianat atas harta orang yang ada padanya, maka haram baginya untuk menyimpannya.

 

Asy-Syafi’iyyah berkata bahwa bila dirinya adalah orang yang amanah, maka disunnahkan untuk menyimpannya untuk dikembalikan kepada pemiliknya. Karena dengan menyimpannya berarti ikut menjaganya dari kehilangan.

 

Imam Ahmad bin Hanbal ra. mengatakan bahwa yang utama adalah meninggalkan harta itu dan tidak menyimpannya.

 

Kewajiban Bagi Yang Menemukan

 

Islam mewajibkan bagi orang yang menemukan barang hilang untuk mengumumkannya kepada khalayak ramai. Dan masa penngumuman itu berlaku selama satu tahun. Hal itu berdasarkan perintah Rasulullah SAW :

 

‘Umumkanlah selama masa waktu setahun’.

 

Pengumuman itu di masa Rasulullah SAW dilakukan di pintu-pintu masjid dan tempat-tempat berkumpulnya orang-orang seperti pasar, tempat resepsi dan sebagainya. Dan dalam kasus Anda, maka Anda bisa meminta bantuan pihak hotel untuk mendapatkan alamat si penyewa kamar yang dianggap kehilangan bross tersebut.

 

Bagaimana Bila Tidak Ada yang Mengakuinya?

 

Bila telah lewat masa waktu setahun tapi tidak ada yang datang mengakuinya, maka para ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan bolehlah bagi penemu untuk memiliki harta itu bila memang telah berusaha mengumumkan barang temua itu selama setahun lamanya dan tidak ada seorangpun yang mengakuinya. Hal ini berlaku umum, baik penemu itu miskin ataupun kaya. Pendapat ini didukung oleh Imam Malik ra., Imam Asy-Syafi’i ra. dan Imam Ahmad bin Hanbal ra. Sedangkan Imam Abu Hanifah ra. mengatakan hanya boleh dilakukan bila penemunya orang miskin dan sangat membutuhkan saja. Tapi bila suatu saat pemiliknya datang dan telah cocok bukti-bukti kepemilikannya, maka barang itu harus dikembalikan kepada pemilik aslinya. Bila harta temuan itu telah habis, maka dia wajib menggantinya.

 

Namun para ulama juga mengatakan bila barang tersebut adalah barang yang tidak bernilai, maka tidak ada kewajiban untuk mengembalikannya, apalagi bila untuk mengembalikan atau mengumumkannya membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal.

 

Misalnya yang hilang adalah peniti, jarum atau sikat gigi. Barang-barang itu secara umum termasuk kategori haqir, yaitu sesuatu yang tidak ada nilainya, asal tidak terbuat dari emas murni 24 karat.

Demikianlah hukum seputar barang temuan, Semoga bermanfaat…!!

 

Sumber : tribratanewsbantul