Harga Kawasaki W175 dibeberapa kota (sementara) Bengkulu tertinggi

Handle kopling Kawasaki W175

Saat melihat motor ini baik secara langsung maupun sekedar melihatnya di foto, hati ini serasa bergetar seakan merasa CLBK….😁.
Yupz….walau tak memiliki tapi sempat menikmati meski cuma beberapa hari (itulah nasib blogger).

Motor ini cukup boleh dibilang sangat menawan, banyak orang yang tertarik untuk melihatnya. Model motor jadul/ jaman dulu, atau istilah keren bekennya klasik ataupun retro, sangat jarang ditemui untuk motor baru. Boleh dikata W175 ini menjadi pembuka motor genre baru ditanah air.

Tampak samping kanan Kawasaki W175 warna putih silver

Meskipun sang kakak kakaknya W250/estrella maupun W800) telah lebih dulu hadir namun belum bisa masuk dimasyarakat kita karena secara kubikasi mesin 250 dan 800 cc (berimbas pada harga yang diatas rata-rata) jadi bisa dibilang jarang melenggang di jalanan.
Tidak seperti si empunya slogan ‘Absolutely Respect’ ini, begitu mbrojol langsung masuk ke pasaran tanah air, langsung bisa diterima denga baik oleh masyarakat. Dengan kubikasi mesin 177cc jadi secara harga bisa lebih terjangkau.

Diperkenakan pada akhir tahun 2017 lalu, dan dipasarkan mulai awal tahun 2018 dengan harga wilayah Jakarta dan sekitar nya (Depok Tangerang Bekasi Serang) 29,8 juta untuk tipe standar, sedangkan untuk tipe SE 30,8 juta.

Harga untuk setiap regional semisal jawa barat, jawa tengah, jawa timur relatif sama. Entah apayang menjasi patokan dalam penentuan harga di setiap kota, apakah menurut pendapatan masyarakat nya atau UMP (Upah Minimum Kota)nya? Ataukah harga bbm nya? Entahlah, hanya saja ada yang memposting membandingkan harga via sebuah grup di media sosial dimana harga di kota Bengkulu tergolong menjadi kota denga hargapaling tinggi atau termahal.

Speedometer Kawasaki W175

Mau tau harga motor yang tanpa indikator bahan bakar ini di kota lain?

Ini nih ;

Banda Aceh : 34,5 (SE), Palembang (Sumateta Selatan) : 34,2 , Bengkulu (Sumatera Selatan) : 37,9 . Jawa Bara ;/ Bandung : 30,8 Bintaro: 30,8. Jawa Tengah;  Kebumen : 33,7 Purwokerto : 33,7 Jogja: 33,7 . Jawa Timur; Jombang : 34,02 Tuban : 34,0 Ponorogo : 34,8 Pasuruhan : 34,062 Surabaya : 34,020.

Banjarmasin (Kalimantan Selatan) : 32,4.

 

Well demikianlah beberapa harga untuk Kawasaki W175 di beberapa kota si tana air semoga menjadi referensi anda…!!!

Kran bbm Kawasaki W175

Advertisements

“Dream in a week” ‘Numpak’ Ninja 250 terbaru

Sisi depan All New Kawasaki Ninja 250

Sisi belakang All New Kawasaki Ninja 250 terbaru

Jok Kawasaki Ninja 250

 

265 km bersama All New Ninja 250

Bersyukur banget karena dalam seminggu kemarin, saya untuk pertama kalinya berkesempatan mencoba mengendarai sebuah motor sport fairing bekubikasi 250cc. Ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya tentunya, karena pastinya sebuah hal yang langka pula bagi saya. Terlebih tidak cuma sekedar ‘test ride’ sekejap (mencoba beberapa putaran di area test ride), tapi ini untuk dikendarai beberapa hari, bahkan genap seminggu . Plus tetunya di bawa pulang, yang membuat heboh keluarga, tetangga, pun juga kolega.

Dan juga bagi saya pribadi ibarat sebuah “Dream came true in a week”, Mimpi jadi nyata dalam seminggu.

Jika difiikir-fikir sepertinya dari sudut manapun maupun segi apapun, sepertinya saya gak ‘pantas’ naik motor ini.

Apalagi saya secara postur yang tergolong minim pas-pasan, TB 160 cm BB max 60kg.

Seperti yang kita tau bersama, dimensi dan bobot motor sport 250 cc adalah tinggi, besar, & lebar plus berat (167kg). Pastilah akan sedikit banyak terkendala untuk mengendalikan ini motor, tentunya bagiyag punya postur tubuh yang pas-pasan(tinggi dan berat badan yag minimalis) seperti saya…. terutama pada saat mesin tidak nyala, untuk memajukan maupun memundurkannnya, duhhh …berat bangethh…… Pun juga saat naik/mengendarainya , dengan ujung atau telapak kaki tidak bisa menapak dengan  sempurna, tentunya kurang begitu kuat menahan beban motor saat miring sedikit saja.

Tapi bak tak mau melepas sebuah kesempatan besar, ibarat sebuah kesempatan emas, yang ada berlian dan intan-nya…😊,  saya pun menerima tawaran dari pihak Kawasaki Jogja (dealer Sumber Buana Motor Yogyakarta) untuk melanjutkan mereview motor ‘idola semua idola ini’, setelah sebelumnya diberi kesempatan untuk ‘njajal’ motor baru klasik mereka, Kawasaki W175.

Patut bersyukur dan berterimakasih pada pihak dealer terkait yang sudah mempercayakan satu unit motor yang tidak murah ini (bisa 5 kali lipat harga motor bebek baru), untuk di pegang/  dibawa pulang. [{Karena untuk sekedar pinjam unit motor ini, baik dari orang lain, ataupun saudara sekalipun, belum tentu boleh, meski hanya njajal, apalagi dibawa pulang.]}

Dari awal pinjam yang pertama(w175) memang sempat ditawari untuk sekalian nyoba yang yang All New ( Ninja 250 terbaru mksdnya ). Dan benar setelah konfirmasi ulang mereka sudah menyiapkan unit tersebut, jadi begitu mengembalikan unit yang pertama, langsung deh membawa pulang All New.

Dengan penuh rasa nervous, begitu keluar dari kandang/ dealer, tetap sadar diri dengan tetap fokus, tetap pada bukaan gas tipis-tipis sembari mencoba berdaptasi dengan motor, yang pastinya bertenaga sangat besar ini(kabarnya terbesar dikelasnya). Sebuah motor yang generasi sebelumnya menjadi andalan sinetron Anak Jalanan ini. Dan juga motor yang baru-baru ini  menyabet predikat anugrah dari majalah mingguan ‘Otomotif’ menjadi “Best of The Best Motor Sport 250”. Saya kira Ninja 240 terbaru ini memang pantas mendapatkan predikat tersebut, sejak generasi pertama, kedua hingga terakhir ini menurut saya, bentuk  atau model desain motor Ninja 250 merupakan bentuk model motor sport fairing yang bagus, dan terbaik malahan.

Disamping juga Ninja 250 merupakan pioner motor sport fairing, jadi image motor sport fairing yang ada di motor ini sangat kental.

 

***

Kesan Pertama yang saya lihat dan rasakan, adalah motor ini benar-benar sebuah motor sport fairing yang besar, tinggi dan lebar. Dan saat pertama mengendarainya yag saya rasakan adalah cengkeraman hadle kopling nya begitu terasa empuk dan lembut banget pada saat pertama jalan maupun  akselerasi/ perpindahan gigi.  Assist & Slipper Clutch bekerja sempurna.

Pun juga posisi berkendara yang terbilang nyaman, meskipun juga di gunakan untuk ajang balap di sirkuit, yang notabene posisi berkendara nya dibuat nunduk, tapi tidak dengan Ninja 250 terbaru ini, posisi stang yang tidak terlalu nunduk, sangat nyaman untuk berkendara harian dijalan raya. Begitu juga sudut kaki saat berkendara yang satmya rasakan sangat pas dengan gaya balap(kaki menekuk kebelakang)

***

Karena capek dan kepanasan (sepagian hingga siang sudah motoran), hmmm panase Jogja benar-benat ‘ngentang-enthang’, iya akhir-akhir cuaca seputaran Jogja cukup panas banget, jadi bikin cepet capek, rencana awal mau saya bawa ke Magelang, tapi saya urungkan. Si ninin langsung dibawa pulang saja.

***

Meskipun saya lewatkan jalan ‘ring road’ (utara-barat-selatan) yang notabene jalan relatif lurus, mulus, halus, & minim traffic-light, yang tentunya bisa untuk dipacu,  tapi saya tetap teguh pada iman untuk tetap pada gas tipis-tipis saja hingga sampai rumah. Mesti terkadang refleks buka gas agak sedikit dalem…efek helm full_face…atau suara raungan bukaan gas yang begitu menggoda. Wedyiannn raungan gas berasa H2R. (Koq tau, emang pernah naik H2R? Hehe…iiya pernah di game traffic rider…😊😛)

Kawasaki Ninja 250

Alhamdulillah sampai rumah, dan masih tetap speakless, senang banget, sedikit nervous/ grogi,  seakan tidak percaya dengan motor yang saya bawa, maklumlah  blogger newbie, dan blogger acak-adul, yang jarang atau belum pernah review harian motor berkubikasi 250cc.

 

Berada di garasi, eh dilorong rumah, tak henti mengamati motor ini, dan hmmmm…..emang dimensinya sanhat  besar, tinggi, dan lebar… mooge motor gede.

Ninja 250 terbaru

Ninja 250 terbaru

 

Mau diapain yaa ini motor ???? Bingung sendiri……😕😰😵

Secara power atau tenaga ,  motor ini jelas ‘turah-turah’,  tenaga jelas melimpah ruah, untuk dipakai dijalanan_tentunya punya tenaga lebih dari cukup.

Hmmm…cling…..aha….terbesit untuk menguji bbm ini motor lah, kira-kira 1 liter mampu untuk melaju berapa jauh yaa???yach…..meskipun kita ketahui para pemilik motor jenis ini , kubikasi 250 cc keatas pastinya mereka tidak memperhitungkannya (pemakaian bahan bakar), mereka tentunya merupakan orang-orang dengan berpendapatan/ berpenghasilan diatas rata-rata, mengingat motor ini terbilang relatif cukup mahal (60 – 70 jutaaan) , so hanya sekedar untuk  mengobati rasa penasaran saya saja.

***

Well, hari kedua motor ini langsung aku isi bensin full tank, seperti rencana awal tadi, untuk menjuji konsumsi bbm, dengan metode full to full. Bensin diisi penuh, lalu dipakai, untuk beberapa jauh (sekira bisa untuk mengkalkukasi), lalu diisi penuh lagi, dan dihitung naka ketemulah konsumsi bahan bakarnya.

 

Mencoba sedikit flashback saat launching motor ini, dan sepertinya sebuah unit yang sama warnanya, Saya masih ingat saat memelintir grid handle gasnya, yang menghasilkan raungan gas nya yang begitu memekik, dan sudah bisa terbaca terbaca, betapa besarnya tenaga motor ini, boleh dibilang “ini memang motor sirkuit….bos”. Disamping kesan pertama yang utama adalah kemudi atau stang yang tidak menunduk, nyaman banget.

Kembali ke pengujian konsumsi bahan bakar, dalam pemakaian santai, terkadang betot gas juga sih, di angka awal speedometer pada 1208, dan isi ulang bahan bakar pada angka akhir pada 1286, maka ketemu jarak 78km,  saat isi bensin pertamax butuh sebanyak 3,5 liter, jika di bagi maka antara jarak dan bensin maka ketemu angka 22, jadi ketemulah untuk 1 liter pertamax motor ini mampu menempuh untuk jarak 22 km.

***

Hari ketiga,

Seperti yang biasa saya lakukan untuk pengujian motor, untuk merasakan handling maupun performa, maka biasa mengarahkan ke daerah pegunungan(wilayah Gunungkidul), yang kaya akan tanjakan, turunan, kelokan. Bahkan sering juga saya lewatkan pada tanjakan yang cukup terbilang ekstrem yakni tanjakan Cinomati (Pleret, Bantul).

Rute kali ini yang saya pilihadalah Alan propinsi, jalan Imogiri Barat, Ring Road, jalan Piyungan, Pathuk, Paliyan, Saptosari, Purwosari, Panggang, Parangtritis, Parangkusumo dan pulang.

Ninja 250 saat di depan icon Gunungkidul

Ninja 250 saat di gerbang masuk Kabupaten Gunungkidul

Ninja 250 saat di Suaka Margasatwa Paliyan

Saat di kecamatan Panggang

Saat didepan icon pantai Parangkusum

All New Kawasaki Ninja 250 di pantai Parangkusumo

….

To be continued…

 

Fitur Yang (mungkin) Tak Terekspose Di Kawasaki Ninja 250 terbaru (2018)

Kawasaki Ninja 250

Di brosur (brosur versi lengkap belum baca ding), & di website resminya yakni kawasaki Indonesia (kawasaki.co.id), sepertinya beberapa fitur yang ada di Ninja terbaru tidak di tampilkan(di-ekspose) atsu tidak ditulis, saya pun sempat dibuat kaget dan rasa bingung, gaptek kali yach…jadi kalo tidak mengendarainya tentu tidak akan tau.

Nah di balik megahnya motor sport terbaik dari yang terbaik versi majalah Otomotif Ninja generasi ketiga ini, ternyata ada beberapa fitur pendukung, baik untuk sisi keamanan maupun kegunaan.

Untuk fitur sisi keamanan, di All New Kawasaki Ninja ini ada fitur yakni mesin akan mati sendiri jika standar samping masih berfungsi (berada dibawah). Mesin bisa hidup/ nyala sih, tapi jika dimasukkan ke gigi 1 maka mesin akan (otomatis) langsung mati.

Standar samping All New Kawasaki Ninja 250, dilengkapi pengaman ,mesin mati jika standar masih fungsi

Dan sepertinya standar cukup kuat menopang bobot motor 167 plus bobot pengendara, jikalo sang rider manja …😛 (menaikinya saat motor berhenti).

Lalu fitur untuk sisi kegunaan, adanya Power outlet, yakni sebuah colokan untuk mengisi ulang daya batere gadget, dengan colokan model bulat.

Dengan adanya power outlet, gak bingung deh cari colokan atau gak perlu lagi power bank saat riding maupun touring.

Kemarin sempat juga dicoba oleh teman untuk menghidupkan ‘vacuum cleaner’ dan berfungsi alias bisa nyala.

Power outlet, charger gadget di All New Kawasaki Ninja 250 2018

 

Sisi depan All New Kawasaki Ninja 250

Itulah dua fitur kasat mata yang sempat terdeteksi dan terpantau oleh blogger acak-adul ini….😊🙏

Iki sopo ????

Disamping juga ada fitur layaknya motor sport, seperti saklar lampu untuk mendahului a.k.a ‘Pass beam’

Pass beam Kawasaki Ninja 250

 

Tampilan speedometer Ninja dalam gelap di malam hari,

Dan lampu LED di lampu utamanya atau headlight sangap mumpuni menerangi jalanan.

…well geduwell….that it’s it….C U next new bike Kawasaki

.

 

Foto-foto Detail : Motor ini Pancen Mantab

 

Masih ‘rada’ bingung menulis ulasan  tentang si motor ‘idola semua idola’ (menurut saya) ini,  jika anda menjadi teman saya di facebook, twitter maupun instagram pastinya sedikit sudah bisa menebak motor  apa yang saya maksud.

Meski tanpa caption, maupun tag sekalipun. Terlebih bagi rekan-rekan blogger otomotif, dengam model dan cat yang identik, pasti sudah bisa meyakinkan nama motor ini.

Yapz, motor yang kental dengan image motor sport fairing ini sudah tinggal bersama saya (tanpa ikatan pernikahan…& hanya untuk beberapa saat…wkwk) dirumah sejak Selasa(3/4) kemarin, dan rasa nervous masih saja menggelantung sejak pertama kali direncanakan untuk diulas setelah selesai mengulas motor retro.

Jadi, untuk saat ini saya suguhkan foto-foto detailnya saja dulu yach….(ulasan menyusul, insyaALLAH secepatnya)

Alhamdulillah gambar cukup jelas dan jernih, dengan begitu saya yakin anda bisa lebih memahami motor ini, monggo silahkan di nikmati…

 

Jreng…jreng….

Kawasaki Ninja 250

 

Speedometer Kawasaki Ninja 250 2018

 

Kunci kontak Kawasaki Ninja 250

 

Tutup tanki bbm Kawasaki Ninja 250

 

Stang kiri Kawasaki Ninja 250 2018

 

Stang kanan Kawasaki Ninja 250 2018

 

Tampak depan All New Kawasaki Ninja 250

 

Tampilan stang All New Kawasaki Ninja 250

Velg depan All New Kawasaki Ninja 250

Jok Kawasaki Ninja 250

Tampilan cover mesin All New Kawasaki Ninja 250

 

Lampu belakang All New Kawasaki Ninja 250

Tampilan persneling All New Kawasaki Ninja 250

Piringan rem cakram depan All New Kawasaki Ninja 250

Tampak samping lampu depan All New Kawasaki Ninja 250

Tampilan cover mesin All New Kawasaki Ninja 250

Rem belakang All New Kawasaki Ninja 250 anyar

Lampu belakang All New Kawasaki Ninja 250 terbaru

Sisi belakang All New Kawasaki Ninja 250 terbaru

 

Power outlet atau  charger gadget di All New Kawasaki Ninja 250

 

Standar samping All New Kawasaki Ninja 250, dilengkapi pengaman ,mesin mati jika standar masih fungsi

 

Anak Kunci kontak All New Kawasaki Ninja 250

.

Konsumsi BBM Kawasaki W175, Irit kah?

Kawasaki W175

Hari ketigan sesi test ride si Jangkrik eh si Kawasaki W175 cukup trip pendek saja, kalo dua hari sebelumnya hingga 100km per trip, ini hanya 40-50 km saja,  sekedar JJSS (jalan -jalan santai sore) di JJLS(jalan jalur lintas selatan) di semenanjuk bibir pantai Selatan Bantul, yakni pantai Pandansimo hingga kaeasan konservasi Baros Kretek.( dan si klasik ini masih  mencuri dan menjadi perhatian bagi yang melihatnya).

Meskipun trip pendek, namun cukup begitu bermakna yang daleem. Untuk mongobati rasa penasaran, boros enggak konsumsi bahan bakar motor ini? Karena saya rencanakan untuk menguji tingkat penggunaan bahan bakar. Seberapa jauh W175 mampu menempuh jarak untuk 1 liter bahan bakar(pertamax).
Merujuk pada petunjuk yang ada di atas tanki bbm nya disana tertera pengguunaan bbm setidaknya tingkat nilai Oktan (Research Octane Number/RON)minimal RON 91 atau yang cocok ya minimal pertamax.

Empty to empty (Kosong Ke kosong)

Awalnya sedikit kesulitan untuk menggunakan metode ini, karena saya jarang menggunakan metode seperti ini dalam menguji di motor-motor sebelumnya. Metode emty to empty istilah saya saja, metode ini sepertinya lebih mendekati akurat, meskipun metode full to full juga bisa dipakai dan lebih mudah, tapi ya itu harus butuh uang lebih banyak untuk mengisi bbm hingga penuh….😁

Metode empty to empty yakni tanki bbm dikosongkan dari bahan bakar hingga habis, lalu diisi bbm 1 liter kemudian dipakai hingga motor mogok(tanda bbm habis),  maka ketemulah, seberapa jauh si motor mampu dipakai dalam 1 liternya.

Awalnya saya merasa kesulitan untuk mengosongkan bbm, menyadot dengan selang , dan… ‘huek’ gak kuat bau pertamax di mulut, mau lewat saluran buang di karbu, eee susah buka mur nya. Dan beruntunglah saluran  tanki bbm menuju karburator ada dipinggir(sisi kiri), seperti pada motor motor lawas lainnya,  jadi selangnya mudah untuk dilepas dan bbm pun dengan mudah di tap, bukan dibuang loh, tapi disalurkan ke jerigen nantinya di pakai lagi…

Dan dari kemarin memang sudah saya rencakan begitu, jadi saat ngisi bbm gak banyak, eee tetap saja ada sekitar 2 liter. Tanki bbm saya bikin bener2 kosong, berulang motor saya miringkan agar bbm bisa berpindah ke disi lain menuju kran ke bawah. Sampai yakin bbm sudah habis, dengan menggoyangkan motor, dan tak terlihat lagi bbm mengalir ke bawah. Lalu selang ke karburator dipasang kembali, motor saya hidupkan hingga ditempat hingga motor mati, sebagai bukti bahwa bbm memang sudah tidak ada.

Setelah itu, Lalu tanki saya isi bbm/pertamax  menggunakan gelas/ cawan ukur sebanyak dua kali, karena gelas atau cawan ukur hanya ukuran 500cc/500ml atau detengah liter.

Ini beneran loh ya bukan ilustrasi…

Lalu ‘prepare riding’ dengan tak lupa membawa bbm cadangan, memfoto speedometer sebagai titik awal pengukuran, kemudian melaju ke jalan raya, pertama ke jalan Bantul/ jl samas, dan keselatan menuju JJLS via Kretek Abang ke barat hingga pandansimo,  saya mengambil rute seperti di diawal tulisan, yangmana minus berhenti karena tanpa ada traffic light, yaa biar optimal jaraknya.

Kecepatan saya jaga konstan di angka 60 km/jam, yang sepertinya pada gigi persneling 4. Sembari mengingat angka pada speedometer awal tadi, terlihat 10 km lewat, lalu 20 km juga telah terewati.  Eeeee saya  sempatkan  berhenti (tanpa matikan mesin) untuk ambil foto

Kawasaki W175 saat di jalan menuju pantai Pandansimo

Gak sampai 1 km berhenti lagi, foto lagi

Kawasaki W175 saat fi depan icon Pantai Baru

Sebenarnya dititik ini di JJLS jalan lurus sepi dan lebar, cocok untuk uji akselerasi maupun topspeed, tapi saya jarang sih lakukan kedua uji tersebut.

Foto lagi…

Kawasaki W175 saat didepan Tempat 

Melewati persimpangan jl Samas, kawasan Konservasi Mangrove dan jembatan Baros

Hingga akhirnya melewati perkampungan dan baru saja akan sampai persimpangan jalan raya (jalan Parangtritis, motor batuk, dan batuk, batuk lagi, hingga njot-enjotan, dan akhurnya mogok masuk di jl Parangtritis. Saya coba tekan tombol starter berulangkali, gak mau nyala. Mau coba henjol engkol/ kick starter, eee lha dalah gak ada. …😂.

Sudah dipastikan tenaga dari bshan bakar di motor telah habis, lalu di ckrek foto, isi ulang pertamax cadangan dan go home.

Angka akhir speedometer

Angka awal speedometer

Jadi disana tertera angka speedometer akhir :  437, jika dikurangi angka speedometer awal 404 maka ketemu 33, yang berarti untuk 1 liter bbm/ pertamax mampu menempuh jarak sejauh 33 km.

Yupz itulah hasil akhir pengujian versi saya, mungkin bisa berbeda jika dilakukan oleh orang lain.