D’Tracker 2018 tampil lebih Ngejreng, Berikut Harganya Area Jogja Kedu & Banyumas

 

D tracker 2018 warna kuning

D’Tracker merupakan sebuah penamaan motor merk Kawasaki bergenre antara motor jalanan dan offroad. Tampilan motor trail off-road namun bannya model on road. D’Tracker sendiri menurut saya yang terdiri dari dua suku kata D & tracker, D  merujuk pada kata awalan bahasa Inggris the, dan tracker mempunyai arti pemburu binatang. Ya menurut saya dikonotasikan ke pada sosok pemburu binatang.

Di tanah air D’Tracker melenggang sendirian, 3 pabrikan Jepang lain yang menginvasi tanah air belum ada yang membuat dan memasarkannya. Kawasaki memang jagonya Pioneer dalam meracik sebuah genre motor.

Untuk memanjakan konsumen , di tengah tahun 2018 ini , D tracker mendapat sentuhan gubahan pada sisi luar yakni striping baru, yang berbasis warna kuning dan hijau.

Berikut beberapa foto-foto asli nya:

D tracker 2018 warna kuning

D tracker 2018 warna kuning

D tracker 2018 warna hijau hitam

D tracker 2018 warna hitam hijau

D tracker 2018 warna hitam hijau

Untuk harga, motor semi trabas-trabas ini di area Jogja Kedu dan Banyumas dipasarkan dengan harga OTR Rp 35.400.000.

Hmmmmm genre motor ini merupakan salah satu motor impian saya nih, motor off-road yang nyaman digunakan dijalan raya.

 

Source : bro Iwan

Advertisements

Update Harga Kawasaki KLX 150 BF di Jogja

Kawasaki KLX 150 BF SE EXTREME warna orange

Motor trail ya KLX, image motor trail atau motor trabas2 aka motor garuk tanah, atawa motor off-road melekat erat pada produsen sepedamotor yang sering disebut dengan si geng ijo(warna identik) Kawasaki.

Ada beragam seri untuk KLX, salah satu nya adalah KLX 150, kali ini saya akan mengupdate tentang Kawasaki KLX 150BF baru, yang merupakan generasi penerus dari KLX 150L, motor ini menawarkan pengendara performa off-road sejati disegala medan. Velg lebih besar berukuran 21″ depan dan 18″ belakang dan suspensi depan upside-down menawarkan level yang lebih tinggi untuk performa off-road.

Saat ini Kawasaki KLX 150 BF di Indonesia hadir dalam 3 varian. Menyesuaikan selera dan kebutuhan rekan-rekan biker pencinta jalur tanah di Indonesia.

KLX 150 BF

Kawasaki KLX 150 BF

Kawasaki KLX 150 BF

Kawasaki KLX 150 BF SE EXTREME

Yang pertama adalah KLX150BF (standard) yang dilepas pada banderol Rp. 34,1 juta OTR Jogja kedu banyumas. Yang kedua adalah KLX150BF Special Editon Rp. 36.6 jt, perbedaannya adalah sudah diperlengkapi dengan Hand Guard, Engine Guard, serta warna hitam pada bagian body dan velg. Yang ketiga adalah KLX150BF SE Extreme Rp. 37.1jt. Varian tertinggi ini memiliki desain warna yang berbeda dan extreme dibandingkan versi standard/SE.

 

Sumber : Kawasaki Jogja

Harga Kawasaki W175 dibeberapa kota (sementara) Bengkulu tertinggi

Handle kopling Kawasaki W175

Saat melihat motor ini baik secara langsung maupun sekedar melihatnya di foto, hati ini serasa bergetar seakan merasa CLBK….😁.
Yupz….walau tak memiliki tapi sempat menikmati meski cuma beberapa hari (itulah nasib blogger).

Motor ini cukup boleh dibilang sangat menawan, banyak orang yang tertarik untuk melihatnya. Model motor jadul/ jaman dulu, atau istilah keren bekennya klasik ataupun retro, sangat jarang ditemui untuk motor baru. Boleh dikata W175 ini menjadi pembuka motor genre baru ditanah air.

Tampak samping kanan Kawasaki W175 warna putih silver

Meskipun sang kakak kakaknya W250/estrella maupun W800) telah lebih dulu hadir namun belum bisa masuk dimasyarakat kita karena secara kubikasi mesin 250 dan 800 cc (berimbas pada harga yang diatas rata-rata) jadi bisa dibilang jarang melenggang di jalanan.
Tidak seperti si empunya slogan ‘Absolutely Respect’ ini, begitu mbrojol langsung masuk ke pasaran tanah air, langsung bisa diterima denga baik oleh masyarakat. Dengan kubikasi mesin 177cc jadi secara harga bisa lebih terjangkau.

Diperkenakan pada akhir tahun 2017 lalu, dan dipasarkan mulai awal tahun 2018 dengan harga wilayah Jakarta dan sekitar nya (Depok Tangerang Bekasi Serang) 29,8 juta untuk tipe standar, sedangkan untuk tipe SE 30,8 juta.

Harga untuk setiap regional semisal jawa barat, jawa tengah, jawa timur relatif sama. Entah apayang menjasi patokan dalam penentuan harga di setiap kota, apakah menurut pendapatan masyarakat nya atau UMP (Upah Minimum Kota)nya? Ataukah harga bbm nya? Entahlah, hanya saja ada yang memposting membandingkan harga via sebuah grup di media sosial dimana harga di kota Bengkulu tergolong menjadi kota denga hargapaling tinggi atau termahal.

Speedometer Kawasaki W175

Mau tau harga motor yang tanpa indikator bahan bakar ini di kota lain?

Ini nih ;

Banda Aceh : 34,5 (SE), Palembang (Sumateta Selatan) : 34,2 , Bengkulu (Sumatera Selatan) : 37,9 . Jawa Bara ;/ Bandung : 30,8 Bintaro: 30,8. Jawa Tengah;  Kebumen : 33,7 Purwokerto : 33,7 Jogja: 33,7 . Jawa Timur; Jombang : 34,02 Tuban : 34,0 Ponorogo : 34,8 Pasuruhan : 34,062 Surabaya : 34,020.

Banjarmasin (Kalimantan Selatan) : 32,4.

 

Well demikianlah beberapa harga untuk Kawasaki W175 di beberapa kota si tana air semoga menjadi referensi anda…!!!

Kran bbm Kawasaki W175

“Dream in a week” ‘Numpak’ Ninja 250 terbaru

Sisi depan All New Kawasaki Ninja 250

Sisi belakang All New Kawasaki Ninja 250 terbaru

Jok Kawasaki Ninja 250

 

265 km bersama All New Ninja 250

Bersyukur banget karena dalam seminggu kemarin, saya untuk pertama kalinya berkesempatan mencoba mengendarai sebuah motor sport fairing bekubikasi 250cc. Ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya tentunya, karena pastinya sebuah hal yang langka pula bagi saya. Terlebih tidak cuma sekedar ‘test ride’ sekejap (mencoba beberapa putaran di area test ride), tapi ini untuk dikendarai beberapa hari, bahkan genap seminggu . Plus tetunya di bawa pulang, yang membuat heboh keluarga, tetangga, pun juga kolega.

Dan juga bagi saya pribadi ibarat sebuah “Dream came true in a week”, Mimpi jadi nyata dalam seminggu.

Jika difiikir-fikir sepertinya dari sudut manapun maupun segi apapun, sepertinya saya gak ‘pantas’ naik motor ini.

Apalagi saya secara postur yang tergolong minim pas-pasan, TB 160 cm BB max 60kg.

Seperti yang kita tau bersama, dimensi dan bobot motor sport 250 cc adalah tinggi, besar, & lebar plus berat (167kg). Pastilah akan sedikit banyak terkendala untuk mengendalikan ini motor, tentunya bagiyag punya postur tubuh yang pas-pasan(tinggi dan berat badan yag minimalis) seperti saya…. terutama pada saat mesin tidak nyala, untuk memajukan maupun memundurkannnya, duhhh …berat bangethh…… Pun juga saat naik/mengendarainya , dengan ujung atau telapak kaki tidak bisa menapak dengan  sempurna, tentunya kurang begitu kuat menahan beban motor saat miring sedikit saja.

Tapi bak tak mau melepas sebuah kesempatan besar, ibarat sebuah kesempatan emas, yang ada berlian dan intan-nya…😊,  saya pun menerima tawaran dari pihak Kawasaki Jogja (dealer Sumber Buana Motor Yogyakarta) untuk melanjutkan mereview motor ‘idola semua idola ini’, setelah sebelumnya diberi kesempatan untuk ‘njajal’ motor baru klasik mereka, Kawasaki W175.

Patut bersyukur dan berterimakasih pada pihak dealer terkait yang sudah mempercayakan satu unit motor yang tidak murah ini (bisa 5 kali lipat harga motor bebek baru), untuk di pegang/  dibawa pulang. [{Karena untuk sekedar pinjam unit motor ini, baik dari orang lain, ataupun saudara sekalipun, belum tentu boleh, meski hanya njajal, apalagi dibawa pulang.]}

Dari awal pinjam yang pertama(w175) memang sempat ditawari untuk sekalian nyoba yang yang All New ( Ninja 250 terbaru mksdnya ). Dan benar setelah konfirmasi ulang mereka sudah menyiapkan unit tersebut, jadi begitu mengembalikan unit yang pertama, langsung deh membawa pulang All New.

Dengan penuh rasa nervous, begitu keluar dari kandang/ dealer, tetap sadar diri dengan tetap fokus, tetap pada bukaan gas tipis-tipis sembari mencoba berdaptasi dengan motor, yang pastinya bertenaga sangat besar ini(kabarnya terbesar dikelasnya). Sebuah motor yang generasi sebelumnya menjadi andalan sinetron Anak Jalanan ini. Dan juga motor yang baru-baru ini  menyabet predikat anugrah dari majalah mingguan ‘Otomotif’ menjadi “Best of The Best Motor Sport 250”. Saya kira Ninja 240 terbaru ini memang pantas mendapatkan predikat tersebut, sejak generasi pertama, kedua hingga terakhir ini menurut saya, bentuk  atau model desain motor Ninja 250 merupakan bentuk model motor sport fairing yang bagus, dan terbaik malahan.

Disamping juga Ninja 250 merupakan pioner motor sport fairing, jadi image motor sport fairing yang ada di motor ini sangat kental.

 

***

Kesan Pertama yang saya lihat dan rasakan, adalah motor ini benar-benar sebuah motor sport fairing yang besar, tinggi dan lebar. Dan saat pertama mengendarainya yag saya rasakan adalah cengkeraman hadle kopling nya begitu terasa empuk dan lembut banget pada saat pertama jalan maupun  akselerasi/ perpindahan gigi.  Assist & Slipper Clutch bekerja sempurna.

Pun juga posisi berkendara yang terbilang nyaman, meskipun juga di gunakan untuk ajang balap di sirkuit, yang notabene posisi berkendara nya dibuat nunduk, tapi tidak dengan Ninja 250 terbaru ini, posisi stang yang tidak terlalu nunduk, sangat nyaman untuk berkendara harian dijalan raya. Begitu juga sudut kaki saat berkendara yang satmya rasakan sangat pas dengan gaya balap(kaki menekuk kebelakang)

***

Karena capek dan kepanasan (sepagian hingga siang sudah motoran), hmmm panase Jogja benar-benat ‘ngentang-enthang’, iya akhir-akhir cuaca seputaran Jogja cukup panas banget, jadi bikin cepet capek, rencana awal mau saya bawa ke Magelang, tapi saya urungkan. Si ninin langsung dibawa pulang saja.

***

Meskipun saya lewatkan jalan ‘ring road’ (utara-barat-selatan) yang notabene jalan relatif lurus, mulus, halus, & minim traffic-light, yang tentunya bisa untuk dipacu,  tapi saya tetap teguh pada iman untuk tetap pada gas tipis-tipis saja hingga sampai rumah. Mesti terkadang refleks buka gas agak sedikit dalem…efek helm full_face…atau suara raungan bukaan gas yang begitu menggoda. Wedyiannn raungan gas berasa H2R. (Koq tau, emang pernah naik H2R? Hehe…iiya pernah di game traffic rider…😊😛)

Kawasaki Ninja 250

Alhamdulillah sampai rumah, dan masih tetap speakless, senang banget, sedikit nervous/ grogi,  seakan tidak percaya dengan motor yang saya bawa, maklumlah  blogger newbie, dan blogger acak-adul, yang jarang atau belum pernah review harian motor berkubikasi 250cc.

 

Berada di garasi, eh dilorong rumah, tak henti mengamati motor ini, dan hmmmm…..emang dimensinya sanhat  besar, tinggi, dan lebar… mooge motor gede.

Ninja 250 terbaru

Ninja 250 terbaru

 

Mau diapain yaa ini motor ???? Bingung sendiri……😕😰😵

Secara power atau tenaga ,  motor ini jelas ‘turah-turah’,  tenaga jelas melimpah ruah, untuk dipakai dijalanan_tentunya punya tenaga lebih dari cukup.

Hmmm…cling…..aha….terbesit untuk menguji bbm ini motor lah, kira-kira 1 liter mampu untuk melaju berapa jauh yaa???yach…..meskipun kita ketahui para pemilik motor jenis ini , kubikasi 250 cc keatas pastinya mereka tidak memperhitungkannya (pemakaian bahan bakar), mereka tentunya merupakan orang-orang dengan berpendapatan/ berpenghasilan diatas rata-rata, mengingat motor ini terbilang relatif cukup mahal (60 – 70 jutaaan) , so hanya sekedar untuk  mengobati rasa penasaran saya saja.

***

Well, hari kedua motor ini langsung aku isi bensin full tank, seperti rencana awal tadi, untuk menjuji konsumsi bbm, dengan metode full to full. Bensin diisi penuh, lalu dipakai, untuk beberapa jauh (sekira bisa untuk mengkalkukasi), lalu diisi penuh lagi, dan dihitung naka ketemulah konsumsi bahan bakarnya.

 

Mencoba sedikit flashback saat launching motor ini, dan sepertinya sebuah unit yang sama warnanya, Saya masih ingat saat memelintir grid handle gasnya, yang menghasilkan raungan gas nya yang begitu memekik, dan sudah bisa terbaca terbaca, betapa besarnya tenaga motor ini, boleh dibilang “ini memang motor sirkuit….bos”. Disamping kesan pertama yang utama adalah kemudi atau stang yang tidak menunduk, nyaman banget.

Kembali ke pengujian konsumsi bahan bakar, dalam pemakaian santai, terkadang betot gas juga sih, di angka awal speedometer pada 1208, dan isi ulang bahan bakar pada angka akhir pada 1286, maka ketemu jarak 78km,  saat isi bensin pertamax butuh sebanyak 3,5 liter, jika di bagi maka antara jarak dan bensin maka ketemu angka 22, jadi ketemulah untuk 1 liter pertamax motor ini mampu menempuh untuk jarak 22 km.

***

Hari ketiga,

Seperti yang biasa saya lakukan untuk pengujian motor, untuk merasakan handling maupun performa, maka biasa mengarahkan ke daerah pegunungan(wilayah Gunungkidul), yang kaya akan tanjakan, turunan, kelokan. Bahkan sering juga saya lewatkan pada tanjakan yang cukup terbilang ekstrem yakni tanjakan Cinomati (Pleret, Bantul).

Rute kali ini yang saya pilihadalah Alan propinsi, jalan Imogiri Barat, Ring Road, jalan Piyungan, Pathuk, Paliyan, Saptosari, Purwosari, Panggang, Parangtritis, Parangkusumo dan pulang.

Ninja 250 saat di depan icon Gunungkidul

Ninja 250 saat di gerbang masuk Kabupaten Gunungkidul

Ninja 250 saat di Suaka Margasatwa Paliyan

Saat di kecamatan Panggang

Saat didepan icon pantai Parangkusum

All New Kawasaki Ninja 250 di pantai Parangkusumo

….

To be continued…

 

Fitur Yang (mungkin) Tak Terekspose Di Kawasaki Ninja 250 terbaru (2018)

Kawasaki Ninja 250

Di brosur (brosur versi lengkap belum baca ding), & di website resminya yakni kawasaki Indonesia (kawasaki.co.id), sepertinya beberapa fitur yang ada di Ninja terbaru tidak di tampilkan(di-ekspose) atsu tidak ditulis, saya pun sempat dibuat kaget dan rasa bingung, gaptek kali yach…jadi kalo tidak mengendarainya tentu tidak akan tau.

Nah di balik megahnya motor sport terbaik dari yang terbaik versi majalah Otomotif Ninja generasi ketiga ini, ternyata ada beberapa fitur pendukung, baik untuk sisi keamanan maupun kegunaan.

Untuk fitur sisi keamanan, di All New Kawasaki Ninja ini ada fitur yakni mesin akan mati sendiri jika standar samping masih berfungsi (berada dibawah). Mesin bisa hidup/ nyala sih, tapi jika dimasukkan ke gigi 1 maka mesin akan (otomatis) langsung mati.

Standar samping All New Kawasaki Ninja 250, dilengkapi pengaman ,mesin mati jika standar masih fungsi

Dan sepertinya standar cukup kuat menopang bobot motor 167 plus bobot pengendara, jikalo sang rider manja …😛 (menaikinya saat motor berhenti).

Lalu fitur untuk sisi kegunaan, adanya Power outlet, yakni sebuah colokan untuk mengisi ulang daya batere gadget, dengan colokan model bulat.

Dengan adanya power outlet, gak bingung deh cari colokan atau gak perlu lagi power bank saat riding maupun touring.

Kemarin sempat juga dicoba oleh teman untuk menghidupkan ‘vacuum cleaner’ dan berfungsi alias bisa nyala.

Power outlet, charger gadget di All New Kawasaki Ninja 250 2018

 

Sisi depan All New Kawasaki Ninja 250

Itulah dua fitur kasat mata yang sempat terdeteksi dan terpantau oleh blogger acak-adul ini….😊🙏

Iki sopo ????

Disamping juga ada fitur layaknya motor sport, seperti saklar lampu untuk mendahului a.k.a ‘Pass beam’

Pass beam Kawasaki Ninja 250

 

Tampilan speedometer Ninja dalam gelap di malam hari,

Dan lampu LED di lampu utamanya atau headlight sangap mumpuni menerangi jalanan.

…well geduwell….that it’s it….C U next new bike Kawasaki

.