Nonton Yuuk Festival Lampion di Parangtritis

 

Langit pantai Parangtritis malam ini akan lebih tampil eksotik, pasalnya setidaknya 1000 Lampion yang akan Diterbangkan di Bantul dalam gelaran event Lenterne Festival De Paris .

 

Lampion tersebut akan diterbangkan pada hari Sabtu, 15 September 2018 di Pantai Parangtritis Bantul mulai pukul 18.00 WIB.

Event ini  digawangi oleh Inspiratif Production dalam rangka mendukung promosi dan mengangkat potensi Kabupaten Bantul disamping untuk memberikan hiburan kepada wisatawan yang berkunjung di Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul.

Bentuk kegiatan Lenterne Festival De Paris adalah penerbangan lampion yang diselenggarakan di kawasan pesisir Pantai Paranggtritis.

Sedangkan spesifikasi lampion adalah : Lebar bagian atas 50 cm, lebar bagian bawah 40 cm, tinggi lampion 70 cm, menggunakan bahan bakar paraffin dengan jarak terbang sekitar 80- 100 meter.

Well, bagi warga Bantul atau anda yang sedang berada di Bantul atau kota Jogja sayang kalau anda melewatkan event ini.

Berikut rangkaian acara nya : 

Rundown acara lanterne festival dengan Paris

Dan berikut tutorial menerbangkan lampion :

Langkah pertama menyalakan lampion
Prosedur kedua menerbangkan lampion
Prosedur ketiga menerbangkan lampion
Layout acara lanterne dengan Paris


Sumber : dinpar Bantul

Advertisements

88 Km [trip kedua] bersama Aerox 155 VVA buat nanjak-nanjak ‘more Power Full’

Trip kedua bersama Yamaha Aerox 155 VVA, masih melibas jalanan pegunungan, disamping kemarin pagi sempat di jalanan datar / rata, untuk pergi kerja. Yang sempat menorehkan top speed pada angka 110 km/jam…wow mantab bukan.

Sesuai yang saya janjikan untuk kembali me-review skutik gambot nan Montog, dan Like usually saya lewatkan jalur alternatif yang melewati tanjakan Cinomati, tanjakan yang cukup fenomenal di Bantul.
Dan kembali di Aerox terbukti kekuatan tenaga besarnya, seperti Badak .

Si badak saat si tanjakan Cinomati
Selain di tanjakan Cinomati 😁
Selfong di icon Cinomati…eee ada pak Gojek…👍

Berangkat dari Ring road selatan Bantul, kemudian belok ke kanan (masuk ke Selatan dari perempatan Giwangan) ke jl. Imogiri Timur, lalu ada perempatan kecil ambil kiri sekitar Babadan Banguntapan kemudian mengarah ke Selatan timur menuju Wonolelo meniti jl. Pleret-Dlingo, Ploso Wonolelo. Dan melibas tanjakan Cinomati tadi, yang mana disini bau hangus karet terbakar atau mungkin dari kopling kendaraan terasa menyengat syekali.

Nah, disini si Badak teruji sudah, gak ada kendala sama sekali. Gak ada, kekurangan tenaga, gak ada bunyi ‘seker’ ngoyo gitu, berasa enteng banget.  Dan saya juga biasa berhenti di titik kemiringan, yang mana jika ada kendaraan yang  tidak kuat di titik inilah kendaraan tersebut akan macet, kemudian menanjak yang tentunya dari kecepatan nol , tetap tidak masalah. Terus menanjak naik hingga perempatan ringin yang kemudian saya terus lurus menuju wilayah desa Terong kecamatan Dlingo, jalan halus berkelok menurun.

Nah disini loh pusatnya tanjakan Cinomati

Oke lanjut ke Dlingo hingga sampai pertigaan Temuwuh,  kemudian ambil kiri atau ke arah timur ini jl. Playen – Dlingo, jalan lebar tapi sedikit bumpi, banyak turunannya, melaju sedikit kencang, tapi kedua pergelangan tangan tetap siaga pada rem. Dan berkat rem yang sudah di adopsikan ABS(Antilock Brake System) ya mumpuni untuk mengatasi jika saya melebar saat ditikungan.

Saat akan masuk jembatan Getas

Dan kembali melewati jembatan Getas, kalau kemarin dari timur, sekarang dari barat. Nah selepas jembatan Getas, jalan lebar dan halus, tapi juga banyak turunanannya, yauuud deh, wuss kayak terbang gitu. Jalan lebar lurus halus sepanjang sekitar 7 km hingga sampai ketemu pertigaan Jl. Playen-Gading, , kemudian ambil kanan melewati keramaian desa Sumberejo, lalu menuju ke jl. Playen-Paliyan, nah disini nih surga nya biker, jalan lebar nan halus banyak lurus. Dikanan kiri pohon jati hingga sampai pertigaan Paliyan, terus lurus hingga ke kawasan suaka margasatwa Paliyan. Break bentar selfong lagi

Yamaha Aerox 155 VVA sedang di depan icon suaka margasatwa Paliyan

Nah selepas ini ( suaka margasatwa) saya menggila meniru gaya balap, eh tapi sempat melebar saat ditikungan..duh ngeri juga, untung gak pas ada kendaraan lawan arah, hanya sedikit agak jauh didepan dan sempat memberi kode maaf dan mereka tersenyum. sempat deg-degan tapi kemudian…ayemmm…slamet-slamet… Alhamdulillah

Yamaha Aerox 155 VVA

….kemudian mengarah ke Jl. Raya Panggang – Wonosari wilayah Saptosari…disini juga jalannnya yihuuuu….lebar halus bangettttthhh…cocok untuk nikung-nikung gitu. Tikungan tergolong tikungan panjang-panjang, asyik bianget. Hingga sampai pertigaan Panggang, saya ambil kanan ke arah jln Panggang – Dilukiskan disini jalan banyak tikungan pendek, jalan juga agak sempit, banyak menurun, tetap fokus, takut membelok melebar lagi…. akhirnya sampai wilayah Siluk, dan habis deh pesta nya.

Well, untuk performa dan akselerasi , Aerox menurut saya sangat handal. Hanya sedikit binal saja menurut saya.

Ditunjang dengan Smart Key System yakni tanpa anak kunci. Dan tanpa colokan kunci mekanik. Di motor yang lazimnya ada lubang kunci pada Aerox  diganti dengan knop.  jadi makin praktis, saat mau menghidupkan motor, membuka jok atau membuka tutup Tanki BBM, tinggal putar knop sesuai yang diinginkan. pun juga ada peringatan jikalau kita lupa belum memposisikan knop pada posisi off.

juga adanya Start & Stop System (SSS) atau di handle bar ada gambar kode huruf A balok dilingkari, untuk hemat bahan bakar dimana mesin akan mati sendiri saat motor berhenti, dan tinggal tarik tuas gas motor akan kembali hidup.

Serta Smart Motor Generator (SMG) terbukti suara nyaris tak terdengar saat mesin dihidupkan/ di starter.

Untuk desain atau bentuk saya sangat suka sekali , karena skutik ini berkesan berotot gagah, atau Montog bohay kali ya….😍

Remote kunci Yamaha Aerox 155 VVA

Oiya untuk konsumsi bahan bakar, saya sempat mengujinya sebanyak 3 kkali dengan metode full to full, jadi tanki bahan bakar diisi penuh kemudian motor dipakai untuk beberapa jarak, kemudian diisi penuh lagi lalu di kalkulasi.

Btw, sebenarnya pada panel meter(speedometer) sudah ada sih penunjuk rata-rata konsumsi bahan bakar nya yakni tertera pada angka 43. Tapi rasanya belum puas deh jika tidak mengujinya secara langsung…😁

Untuk pengukuran pertama sempat menorehkan angka 45,50 km/liter, seingat saya ini pemakaian wajar.  Dimana di angka odometer  awal tertera 12467 odometer akhir 12553, atau sejauh 86 km, denganbahan bakar Pertamax menghabiskan sebanyak 1.89 liter, jika dikalkulasikan 86:1,89= 45.50. 

Uji pertama konsumsi bahan bakar pada Yamaha Aerox 155 VVA ; 45.50 km/ liter

Pengujian kedua

Oiya sebenarnya di panel metersudah ada penunjuk perkiraan Ki induksi bahan bakar sih yang menunjukkan pada angka 43 km/liter.

Uji kedua konsumsi bahan bakar pada Yamaha Aerox 155 VVA; 

Pengujian konsumsi bahan bakar yang kedua dan ketiga dari si Badak Aerox ini saya gunakan untuk medan jalanan pegunungan yang tentunya butuh banyak tenaga dan kebetulan saya juga sering menggeber atau membetot gas, jadi tergolong rada boros hingga mencapai angka 32,03km/ liter pada pengujian kedua dan 34,57 km/liter pada pengujian ketiga.

Uji ketiga konsumsi bahan bakar pada Yamaha Aerox 155 VVA; 

Well, demikian sedikit review mengendarai motor skutik Yamaha Aerox 155 VVA, dan uji konsumsi bahan bakar nya, semoga bermanfaat…!!!

Ikut yuuk…!!! Jalan Sehat & Senam Masal desa Palbapang, ada Hadiah 10 ekor kambing

 

Bagi bapak-bapak ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak, adik-adik warga desa Palbapang, anda bisa ikut acara jalan sehat dan senam masal, dan berkesempatan mendapatkan hadiah kambing atau alat elektronik. 

Mau ??? Silahkan disimak informasi jadwal, waktu tempat dan  rute berikut ini

Dalam rangka HAORNAS, Desa Palbapang akan mengadakan kegiatan jalan sehat dan senam masal pada hari Minggu tanggal 16 September 2018.Acara akan dimulai pukul 06.00 WIB, masyarakat diharapkan sudah stanby di Lapangan Guyengan dan pukul 06.30 WIB akan dilepas oleh Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih. Rute yang akan ditempuh adalah Lapangan Guyengan ke timur melewati pedukuhan Bolon ke utara lewat Jedingan lanjut Cepor Kidul kemudian arah Jl. Sultan Agung ,tembus perempatan Palbapang ke selatan dan kembali ke Lapangan Guyengan. Ditengah tengah perjalan akan dibagikan kupon, satu orang satu kupon undian, anak anak kecil pun berhak mendapatkan kupon undian. Target peserta adalah seluruh warga desa Palbapang kurang lebih 10.000 orang.

Akan hadir Bapak Camat Bantul, Sunarso,M.Si yang akan memberikan sambutan. Setelah itu dilanjutkan dengan senam massal dengan3 instruktur. Mobil keliling pukesmas akan standby untuk P3K , masyarakat dapat mengecek tensi darah gratis.

Setelah itu,masyarakat akan disuguhi hiburan Koes Plusan dari HEART PLUS. Ditengah tengah hiburan akan diadakan pengundian kupon hadiah. Yang mana hadiah adalah 10 ekor kambing dan hadiah hiburan barang barang elektronik.Disediakan pula stand kuliner dari Desa Palbapang yang diwakili oleh sepuluh pedukuhan yang dikoordinasi oleh PKK Desa Palbapang. Masyarakat dapat membeli makanan yang diinginkan berupa produk lokal Desa Palbapang.

Mari warga Desa Palbapang, ikuti dan ramaikan jalan sehat dan senam masal besok Minggu tanggal 16 September 2018. Tepat waktu ya…jangan lupa pukul 06.00 WIB agar acara dapat berjalan lancar sesuai jadwal.Pendaftaran gratis dan dapatkan berbagai hadiah menarik.

inilah Tiang Listrik Warisan Budaya yang berada di sisi Barat Daya perempatan Palbapang

Sumber : 

150 Km pertama bersama Yamaha Aerox 155 VVA, Skutik montog tenaga Badak

Akhirnya kesampaian juga njajal motor ini, yang dari kemarin-kemarin cuma liat ketika berpapasan di jalan, dan rasanya geregetan pengeeeeeeeeeeeeen banget merasakan menaikinya, merasakan sensasi diatasnya, meliuk dijalanan. Yupz seminggu ini aktivitas admin akan bersama Yamaha Aerox 155 VVA, si skutik dengan body yang montok. 

Hingga saat menulis artikel ini tercatat sudah 150 km torehan di angka odometer

Speedometer Yamaha Aerox 155 VVA 2017

Meskipun unit pinjaman dari Yamaha DDS Yogyakarta ini bukan produk ‘Fresh from oven’, karena lansiran tahun 2017 lalu, tapi tidaklah mengapa, malah akan lebih teruji.

Unit sudah admin pakai untuk kegiatan harian, boncengan bersama keluarga, komuter (pulang pergi kerja), dan short trip melibas jalanan pegunungan Gunungkidul.

So, bagaimana mana performa nya?

Dengan dibekali mesin 155 CC tentunya skutik cukup terbilang mumpuni untuk jalanan, admin rasakan tenaganya cukup responsif. Bahkan merasa bertenaga besar, itu mengapa saya katakan bertenaga Badak. 

Saat saya melintas di Jl Piyungan – Patuk, tepat di Icon Gunungkidul Handayani.
Saat di jalan Imogiri- Mangunan

Saat melakukan dijalanan datar, tenaga badaknya berasa sekali, untuk zig-zag juga terbilang enteng, mudah dikendalikan saat menyalip diantara kendaraan lain. Sepertinya VVA juga berkerja sempurna, dan bahkan pagi tadi saya sempat mencapai top speed 110 kpj, seperti masih bisa lebih.

Sistem Idling nya juga bekerja sempurna, dimana saat motor berhenti, mesin motor langsung mari, begitu ingin lanjut melaju tinggal lhep eh tinggal tarik tuas handle gas langsung ngacirrrrr.

Oiya kemarin siang saya melaju dari jalan ring road selatan Bantul, kemudian ke arah Patuk Gunungkidul melalui jalan Piyungan, meliuk-liuk di jalan Patuk, kemudian break (sholat Asr  di masjid Yasmin III “Nur Al – Fattah” Gading, Playen) di pertigaan pasar Playen, lalu ambil kanan, dan sampai di jembatan Getas, berhenti sebentar ambil foto, lalu lanjut  ke Barat hingga pertigaan Temuwuh Dlingo, dilanjut ambil kanan ke arah hutan Pinus, melewati kawasan wisata Pinus Becici, llintang Sewu, Pinus Asri, Rumah Hobbit, Watu Goyang, Bukit  Bego, terus ke bawah sampai ke Imogiri dan pulang deh.

Saat di jembatan Getas
Dapat bonus view yang cakep di atas jembatan Getas

Saat melaju di jalanan pegunungan tadi , tenaga cukup besar, enteng saat ngegas ditanjakan, hanya saja  berasa ‘binal’ saja skutik Montog ini, saat di ajak cornering meliuk-liuk.

Lalu bagaimana konsumsi bahan bakar nya? Tunggu saja deh artikel selanjutnya, insyaallah hari ini gas lagi.

Taman Glugut, Destinasi yang Sedang nge-hits di Bantul

Spot foto terfavorit di Taman Glugut Wonokromo Pleret Bantul
Hari Selasa (11/9)  merupakan tanggal merah yang bertepatan dengan hari pertama tahun Hijriyah, dan saatnya untuk liburan…… Well, menuruti apa daripada keinginan ibu negara, maka destinasi wisata kali ini tidak ke pantai maupun ke gunung. Ialah sebuah objek wisata yang sedang diminati oleh masyarakat Bantul, sesuai judul diatas tentunya, yakni Taman Glugut. Berada di sisi Timur Utara atau tenggara dari kota Bantul dan kebetulan dekat dengan rumah, hanya sekitar 11 km saja. Jadi hanya berkendara motor sekitar 20 menit saja sudah sampai di destinasi wisata ini. Ini merupakan wisata air dimana yang sebenarnya merupakan sebuah bantaran sungai (sungai Opak) dan merupakan bendungan. Karena kearifan dan kreativitas warga setempat, mengubahnya menjadi sebuah objek wisata, dan semakin moncher/terkenal dengan banyaknya yang posting di media sosial, maka semakin tambah diburu oleh warga untuk dikunjungi. Bantaran yang cukup luas dan banyak nya pohon bambu, membuat area ini cukup rindang, jadi kita bisa betah berlama-lama disini bahkan bisa seharian penuh. Juga dibuatkan beberapa gazebo, serta beragam mainan anak, ada ayunan, egrang, teklek/ bakiak panjang, mandi bola, mancing, jaring  ikan, semakint anak-anak betah main disini. Pun juga beragam warung makan yang menyediakan aneka makanan minuman baik kemasan cepat saji , maupun tradisional, ada soto ayam kupat tau , bubur kacang ijo, mie ayam, gorengan dan lainnya. Dan tidak perlu takut kemahalan disini, dijamin murah semua.  Untuk masuk lokasi wisata yang terbilang sederhana ini tanpa dipungut biaya alias gratis, kita hanya dibebankan ongkos parkir yang murah. Oiya hal yang paling favorit di di obyek wisata ini adalah kita bisa naik perahu untuk sedikit mengitari sungai ke hulu. Ya meskipun rute cukup pendek tapi sangat mengasyikkan, hanya dengan membayar tiket sebesar 5 ribu rupiah dan kita merasa aman karena kita bisa mengenakan rompi pelampung.
Pintu masuk obyek wisata Taman Glugut
Disediakan egrang dan teklek/ bakiak oleh pengelola yang bisa di pinjam secara gratis
Selain itu kita juga bisa menyeberang ke sisi timur, yang disana ada area outbound , dan spot foto menarik. , demikian sedikit gambaran mengenai obyek wisata Taman Glugut, semoga bermanfaat…!!