Update (Oktober 2018) harga motor Suzuki di Jogja

Suzuki GSX-R 150 warna biru saat berada di daerah Panggang-
Dah lama juga enggak ngupdate harga motor Suzuki area Jogja, update terakhir pada bulan Januari. Nah mumpung masih hangat-hangat nya momentum kehadiran Suzuki Bandit, yang akan rilis pada seputaran minggu depan untuk regional Jogja. Enggak ada salahnya yuuk kita simak daftar harga terbaru nya .
Tampak samping kiri Suzuki Address Playfull warna Hyper Pink
All New Satria F150 2017 warna merah
Tampak samping kiri Suzuki Nex II
Dimulai dari Matik ; 1. Suzuki Nex II series :
  • Standard & Elegant : 14.100.000
  • Eleghant Premium : 14.550.000
  • SR & FD : 14.800.000
2. Suzuki Smash Series :
  • Smash R : 13.350.000
  • Smash SR : 14.150.000
3. Address Series Helm in :
  • Address R : 15.650.000
  • Address Elegant : 15.850.000
  • Address Predator & PF : 16.000.000
4. Satria Fu injeksi 150 Series :
  • FU 150 R : 22.950.000
  • FU 150 GP/ BF : 23.250.000
  • FU 150 Predator : 23.400.000
5. Suzuki GSX 150 Series :
  • GSX-S 150 : 25.000.000
  • GSX-S (Touring) : 26.100.000
  • GSX-S 150 (Keyless) : 26.700.000
  • GSX-R 150 (Shutter key) : 29.400.000
  • GSX-R 150 (Keyless) : 30.400.000
6. New Product Suzuki GSX 150 Bandit :
  • GS-F Bandit : 26.200.000
Well, demikian lah price list sepedamotor Suzuki untuk wilayah Yogyakarta yang meliputi Bantul, Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul.
Advertisements

Pilih mana? Suzuki Bandit atau GSX-S ?

Tampilan depan Suzuki bandit dan GSX-S

Kebetulan sekali display motor baru yang ada di dealer Suzuki Indojaya Dongkelan berwarna sama, jadi sekelebat ya nampak sama. Berwarna kalem silver tua atau mmm warna apa ya ini coz ada semburat kuning nya gitu, tapi apalah warnanya itu, yang jelas warna yang cukup kalem untuk keduanya. Si Bandit dan GSX-S.

Masih mencoba mencermati keduanya….
Yuuk kita cermati dari depan, Posturnya sama, tinggin stang sama, , saat menaiki posisi berkendara juga sama, tinggi sein/ sign juga sama tuh. Hanya saja bentuk batok kepala/ headlamp-nya beda, beda banget, Bandit headlamp-nya tampil lebih kalem, sedang GSXS tampil lebih berani, dudukan plat beda.
Tampilan Suzuki Bandit dan GSX-S
Tinggi tanki BBM keduanya sama. Coba yuuk tengok dari samping kiri, keduanya punya shrout/ kuping , terlihat lebih panjang punya GSXS, keduanya punya Undercowl/ tutup mesin bawah. Model persneling juga sama.
Tampak samping kiri Suzuki bandit dan Suzuki GSX-S
Untuk bentuk tanki keduanya sedikit berbeda, yang jelas berbeda ada pada joknya, jika GSXS jok antara driver dan boncenger depann dan belakang) terpisah seperti pada jok GSX-R dan sedikit nungging, kalau di Bandit, jok menyatu dan lebih datar.
Tampak samping kanan Suzuki bandit dan GSX-S
Tampak mesin keduanya sama, knalpot sama, model footstep sama,
Sisi belakang Suzuki Bandit dan GSX-S
Mencermati sisi belakang tampak berbeda sekali antara keduanya,  pada GSXS buritan dan rear lamp sama persis dengan GSX-R, kalau pada Suzuki bandit ini sepertinya desain baru ….yaa mungkin mirip pada satria Well, demikian sekilas tentang pengamatan saya pada motor baru dari Suzuki, yang saya coba perbandingan dengan motor terdahulu nya. Untuk harga sama persis, ya bisa dibilang ‘head to head’. Di Jogja, dibanderol dengan harga 26 juta pas, untuk Bandit dan GSX-S Shutter key. Jadi mau pilih yang mana???

Suzuki (GSX-150) Bandit telah ‘Landing’ di Bantul Yogyakarta, siap di ‘order’

     
Suzuki Bandit
Kaget saat melihat sosok motor baru sport nangkring diantara GSX-R & GSX-S didealer Suzuki Indojaya Dongkelan, lha dalah wes ono Si Bandit, melipir lah kesana. Begitulah saat melihat sosok motor baru, ibarat jejaka melihat seorang gadis, menggebu euy …. Dan benar ini sosok motor sport naked Suzuki terbaru, Bandit, tepatnya GSX-150 Bandit. Agak kaget juga meskipun (tidak begitu), karena pasalnya motor ini baru akan di launching di Yogyakarta pada tanggal 20an Oktober mendatang, tapi ya begitulah hebatnya dealer yang berada di jl. Bantul ini. Selalu terdepan men display motor keluaran terbaru. Beruntung juga kenal baik salah seorang salesman mereka, jadi pastinya enggak seperti konsumen yang mo beli.😁. Meskipun motor ini telah diperkenalkan secara nasional pada 5 Oktober lalu di taman impian jaya Ancol Jakarta, tapi kalo tidak melihat secara langsung ya gak bakalan bisa menilai. Sepintas masih berdecak kagum mencermati desainnya, bertanya-tanya mmmm kira-kira mengusung konsep apa motor ini? Desain secara keseluruhan tergolong baru, atau mungkin ke apaan saya akan produk Suzuki, sebab begini, menurut saya motor ini (si Bandit) merupakan Pioneer generasi ‘now’ dari Suzuki, generasi Sport naked. Yupz meskipun secara global konon generasi berjuluk Bandit cukup disegani. Tapi sekali lagi saya juga tidak begitu mengenal nya Suzuki Bandit global). Tampang depan mirip Satria Fu, tanki BBM hampir sama dengan GSX-S, belakang saya rasa desain baru, mirip CBR generasi pentama. Ini motor kelas 150 CC, dimensi cukup pas untuk kelas ini. Tidak terlalu besar. Ditopang dengan kaki-kaki atau ban cukup besar, depan 110, belakang 130, membuat tampilan semakin gagah. Sekejap mencoba posisi berkendara juga cukup membuat badan tegak, posisi (pergelangan) tangan sejajar dengan pinggang, gak bakalan pegel buat touring nih. Posisi kaki juga tidak begitu condong ke belakang. Lihat gambar dibawah Well geduwell, demikian saja sedikit review Suzuki bandit, untuk informasi selengkapnya kita tunggu saat launching besok deh,. Oiya untuk harga, khususnya di Bantul dan seluruh Yogyakarta, Suzuki Bandit dibanderol dengan harga Rp 26.000.000,- (26 juta pas, mas). Ini sejajar atau sama harga dengan Suzuki GSX-S 150 Shutter key, kalau GSX-S keyyless selisih (lebih mihil) 500 ribu. Nah bagi teman-teman, bapak-bapak ibu-ibu  yang ingin meminangnya, segera saja kunjungi dealer di Utara Perempatan Dongkelan ini. Loh sama harga dengan GSX-S? Iya, Oiya mau tau perbedaan maupun persamaan antara keduanya? Tunggu artikel selanjutnya yach, insyaallah.
Ergonomi atau posisi berkendara Suzuki GSX-S 150 Bandit
Suzuki GSX-S 150Bandit

Akhirnya Bro Gunadi berhasil kibarkan bendera merah putih di Puncak Himalaya bersama Viar Vortex 250

Setelah bermotor selama kurang lebih  42 hari atau tepat pada  hari Minggu, 7 Oktober 2018 sekitar pukul 12.00 waktu India, akhirnya ‘misi’ Solo Riding Jakarta – Himalaya yang dilakukan Bro Gunadi, salah satu pendiri dan juga Ketua Umum Freeriders Indonesia (FRI) tercapai sudah. ditandai dengan dia mengibarkan Bendera Merah Putih di jalan tertinggi di dunia puncaknya pengunungan Himalaya, yakni Khardung La, India. Kita patut bangga, karena motor yang dikendarai oleh Gunadi merupakan motor buatan dalam negeri, yakni Viar Vortex 250 yang telah dibuktikannya. Mengutip dari situs alanbikers.com, yang menceritakan kisah perjalanan Gunadi dalam solo riding dari awal hingga akhir, berikut kutipan selengkapnya…. Dengan tagline ‘Aksi Keselamatan Jalan, Pelestarian Lingkungan Hidup, Keberhasilan Pembangunan Nasional dan Persahabatan Antar Bangsa’, Bro Gunadi mengawali perjalananya dari Kantor Pusat Kementrian Perhubungan, Jakarta pada tanggal 26 Agustus 2018 dengan mengendarai sepeda motor produksi Indonesia Viar Vortex 250. “Alhamdulilah, dengan mengendarai Viar Vortex 250, motor Indonesia serta didukung Adira Finance, GIVI Indonesia, Relawan Garuda dan support dari seluruh pihak terkait, akhirnya saya bisa selesaikan misi mengibarkan Bendera Merah Putih di Jalan tertinggi dunia, KhardungLa, Himalaya, India, itupun setelah menunggu 3 hari lamanya di Leh Ladakh sejak 4 Oktober lalu,” ujar Bro Gunadi. “Bangga dan haru bercampur jadi satu, saya bicara sendiri di depan plang logo Khardung-La Top itu sambil menahan air mata yang tak terasa menetes karena menahan haru, setelah melewati perjalanan yang panjang dan sangat berat saat memasuki wilayah India,” lanjutnya. Seperti yang diutarakannya, dia mulai merasakan medan jalan yang sangat berat dan penuh tantangan serta kendala saat mulai masuk negara Myanmar, apalagi saat di India yang juga ditambah dengan tipikal masyarakatnya sangat berbeda dengan di Indonesia, mereka kebanyakan bersikap semaunya dan tidak peduli sekitarnya. Setibanya di wilayah Himalaya pun dia harus merasakan cuaca yang sangat dingin atau snowfall mulai dari Srinagar, Dras, Kargil, Leh, Khardungla, Pang, Debring, Rohtang hingga Manali di bawah 0 derajat semua suhunya. “Tantangan yang paling berat adalah saat menemui jalan putus ketika memasuki Manali dan berputar balik cari jalan lain, akibatnya jarak rute yang ditempuh bertambah jadi 1.000 km. Kemudian udaranya sangat dingin, orang India di Himalaya saja tidak kuat, dan terakhir jalannya berubah jadi es semua, jalan jadi licin dan tidak bisa dilewati dengan riding, motor harus dituntun pelan-pelan,” ujarnya. Biasanya seperti beberapa bikers dunia yang pernah tiba di Himalaya dengan sebuah program atau paket terbang dan sewa motor di India mengatakan, mereka tiba di Himalaya saat musim panas/ summer, tidak seperti yang dialami oleh Bro Gunadi kali ini. Seluruh bikers yang datang ke Himalaya saat ini tidak diperbolehkan masuk ke beberapa wilayah oleh pihak Militer India karena musim dingin, mereka pun balik kanan. Hanya beberapa biker yang berani meneruskan perjalanannya, termasuk Bro Gunadi. “Udara di Himalaya terasa sangat dingin, tangan perih dan kepala sakit sekali karena kadar oksigen yang sangat tipis, ditambah dengan snowfall membuat jalan menjadi es jadi sulit untuk dilalui, air membeku akibat salju tebal, namun semua rintangan tersebut berhasil dilalui bersama Viar Vortex 250,” lanjut Bro Gunadi. “Keberhasilan Solo Ride Jakarta to Himalaya adalah keberhasilan Riders Seluruh Indonesia, kita adalah bangsa yang besar, kuat, berani dan disegani oleh negara luar. Saya mengibarkan Bendera Merah Putih melalui jelajah dunia ini demi mengharumkan nama Indonesia di mancanegara,” tegasnya. Saat ini Bro Gunadi telah tiba kembali di Manali, India persiapan untuk kembali ke KBRI di New Delhi. “Tak ada gading yang tak retak, tak ada keberhasilan tanpa dukungan semua pihak. Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung misi saya ini,” tutup Bro Gunadi.
Sumber berita & foto : alanbikers.com

Si Sexy Yamaha LEXi Raih penghargaan Motorcycle of The Year 2018

Yamaha LEXi
Ini Motorcycle of The Year 2018 ! Media nasional Gridoto.com menggelar GridOto Award 2018. Seremonial acara digelar di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Rabu 10 Oktober 2018 malam. Management PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) hadir langsung dalam acara tersebut yaitu President Director PT YIMM Minoru Morimoto, Executive Vice President PT YIMM Dyonisius Beti dan Deputy Director Marketing PT YIMM Hendri Wijaya. Ini adalah tahun pertama Gridoto memberikan award ini. Dan Minoru Morimoto adalah orang pertama yang mendapatkannya diseleksi dari semua industri otomotif roda dua dan roda empat di Indonesia. Dia memenangkan penghargaan ini setelah sebelumnya meraih “The Most Admired CEO” dari media Warta Ekonomi di bulan Desember 2017. Gridoto mengevaluasi bahwa Minoru Morimoto menciptakan kategori baru MAXI Yamaha yang memberikan dampak besar dan perkembangan industri otomotif roda dua di Indonesia. Di sisi lain, Lexi, yang telah diperkenalkan sebagai salah satu produk di kategori MAXI Yamaha, meraih penghargaan Motorcycle of The Year karena konsep performa dan kenyamanan yang seimbang. Lexi adalah motor pertama di kategori MAXI Yamaha yang dilengkapi ruang kaki datar yang lega sehingga konsumen lebih mudah mengendarainya. “Yamaha melalui Maxi Scooter mencoba untuk memenuhi aspirasi masyarakat agar mereka dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan tagline kami “Live in The Higher Stage”. Saat ini Yamaha berada di garis start untuk menghadirkan sesuatu yang baru dan akan terus melakukan itu untuk konsumen,” ungkap Minoru Morimoto, Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). ”Ini hari yang sangat luar biasa pada ulang tahun Gridoto yang pertama. Lexi terpilih sebagai best bike of the year. Ini di luar dugaan kami karena ini adalah motor terbaru Yamaha. Hampir semua motor di kategori MAXI Yamaha mendapatkan bike of the year. Nmax bike of the year dan lexi juga bike of the year. Kategori MAXI Yamaha adalah trendsetter di Indonesia,” papar Dyonisius Beti, Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Selain itu, produk YIMM yang lainnya juga mendapatkan penghargaan dari Gridoto yaitu XMAX sebagai Best Skutik 250 dan All New R15 sebagai Best Sport 150. GridOto Award 2018 yang Diraih Yamaha : 1.Man of The Year : Minoru Morimoto, Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing 2.Motorcycle of The Year : Lexi 3.Best Skutik 110-125 High Level : Lexi 4.Best Skutik 250 : Xmax 5.Best Sport 150 : All New R15 6.Best Digital Program of The Year motorcycle category .
Minoru Morimoto, Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing peraih penghargaan Man of The Year