148 Km bersama Honda PCX 150 Lokal, melibas Jalan Pegunungan ..anglerrr Tenan

Saat di icon baru pantai Krakal Gunungkidul

Hari ini Minggu ( 20/05) kemarin menjadi kencan kedua mimin bersama Honda PCX Lokal , kali ini ‘pure’ melibas jalanan pegunungan Gunungkidul yang sarat dengan tanjakan tikungan dan berkelok.

Tapi tidak hanya itu, bahkan disempatkan bejeg/ geber melewati sebuah tanjakan yang fenomenal di Bantul yakni tanjakan Cinomati atau Jl. Pleret-Pathuk, yang terbilang ekstrem menanjak (60°), disamping kontur jalannya juga tidak rata alias bumpy(bergelombang). Dan terbukti kuat bahkan enteng melewati nya.

Saat di tanjakan Cinomati

Saat di tanjakan Cinomati

Begitu lepas dari tajakan Cinomati yang kemudian masuk ke Jl. Pathuk-Dlingo, jalanan sudah sedikit rata hanya kelokan saja. Hingga sampai di jembatan Getas (Jl. Playen-Dlingo)

Saat berada di atad jembatan Getas

Jalanan yang lebar dan  halus tapi sedikit bumpy serta relatif sepi , cocok lah buat geber si PCX ini, meski siap menikung-nikung, maupun meluncur diturunan panjang. [Motor ini untuk kecepatan rata-rata enak di kisaran 70-80 km/jam.] Dengan jok yang empuk, membuat lebih nyaman serta didukung ban yang gede & lebar(depan:100/70, belakang 120/70) menambah cita rasa buat cornering ….nyaman banget atau bahasa jawanya angler, meski torsi dipatok pada angka rpm pada angka 6500, tapi berasa tidak terbatasi, tetap terasa tenaga yang cukup di putaran atas, pada suatu waktu sebelumnya saya sempat meraih top speed pada angka 104 kpj.

PCX 150 lokal saat melibas jalan pegunungan Gunungkidul

Masuk Jl. Playen-Paliyan hufff jalanan banyak lurusnya, begitu juga dengan Jl. Pantai Selatan Jawa, yang lebih halus, lebih lebar, dan banyak tikungan serta turunan panjang yang menikung. Geber lagii hingga sampai TPR{retribusi) masuk obyek wisata pantai, bayar 10 ribu sudah unuk masuk di puluhan obyek wisata pantai Gunungkidul, mulai dari Pantai Baron hingga Indrayanti, kecuali parkir bayar terpisah di setiap pantai.

Saat di retribusi pantai Gunungkidul

Berikut beberapa foto Honda PCX 150 yang eksotik di pinggir pantai,

Tampak samping kiri Honda PCX 150 lokal warna hitam

Sisi belakang Honda PCX 150 lokal

Samping kana Honda PCX 150 lokal warna hitam

Sisi depan Honda PCX 150 lokal 2018

All New Honda PCX 150

Honda PCX 150 lokal berada di icon pantai Krakal Gunungkidul.

Setelah sedikit puas menikmati keindahan alam ciptaan Illahi, saat nya pulang, meski mentari lagi berada diatas kepala, tetap geber libas jalan menuju rumah melewati Jl pantai Selatan Jawa – Panggang hingga sampai Parangtritis yang sarat dengan turunan tajam, sekalian menguji kinerja rem yang sudah support ABS. Sempat sekali dua kali ngerem mendadak hingga si boncenger berasa nubruk. dan cukup efektif yang rem ABS yang dipasang pada rem depan. Pakem dan gak selip.

Well jika boleh saya sedikit disimpulkan mengenai motor Honda PCX 150 buatan anak negeri ini bahwa untuk posisi berkendara sangatlah nyaman, yang mana posisi kemudi yang segaris dengan ulu hati, jadi tangan jelas teras nyaman mengemudi. Untuk sudut kaki yang membentuk sudut 90° seperti orang duduk di kursi yaaa terasa amat nyaman, bahkan ada pilihan untuk kaki diselonjorkan.

Kelebihan lain di motor ini adalah nyaman banget untuk bermanuver/ berbelok atau zig-zag. Meski berkesan motor skutik yang besar tapi enteng kendalinya. Kelebihan lainnya menurut saya ada pada kunci kontaknya, yang tanpa kunci kontak, Honda menjulukinya Smart Key system, jadi tanpa adanya anak kunci, di area yang biasanya unruk rumah kunci diganti dengan knop yang terintegrasi dengan sebuah remote. Dimana knop tadi fungsi utamanya untuk menghidup dan mematikan motor, serta mengunci stang, disamping juga untuk membuka jok serta membuka tanki bbm yang berada di depan antara pijakan kaki. Jadi begitu remote dinyalakan, knop baru bisa diputar untuk tujuan menyalakan motor, membuka jok, maupun mengunci stang. Uniknya remote hatus berada diradius 2 meter dari motor, jika lepas dari radius tersebut maka smart key otomatis off, motor tidak mau dinyakakan, knop tidak mau diputar. Bahkan jika motor sudah menyala pun akan langsung mati jika remote mulai menjauh lebih dari 2 meter. Smart key didukung pula dengan alarm anti maling ( Honda Alarm System) juga alarm Answerback sytem, sebuah metode motor akan memberi tau keberadaannya dengan menyalanya lampu alarm serta bunyi beep, begitu tombol remote ANswerback di pencet(memudahkan pencarian motor semisal saat diparkiran).

Sistem non kunci mekanik ini, menurut sepertinya lebih efektif, remote kita simpan disaku, kita tinggal memutar knop untuk menghidupkan ata mematikan mesin, membuka jok, membuka tanki bbm, atau mengunci stang, dan lebih praktis lebih simple , lebih terasa aman dari tindak pencurian.

Remote Honda PCX 150 lokal

 

Untuk konsumsi bahan bakar yang sempat saya petakan dua kali, yang pertama yakni sejauh 101 km dimana km awal pada angka 1786 sedangkan km akhir pada 1887, dan menghabiskan bensin Pertamax sebanyak 2.5. Jadi jika dibagi antara jarak dan jumlah bbm maka ketemu angka 40.4 km/liter. (1887-1786=101, 101:2.5=40.4),lihat gambar

Konsumsi baha bakar Honda PCX 150 lokal

Pengujian kedua , lha malah torehkan angka 45.5 km/l, meter awal pada angka 1887, meter akhir pada angka 2124, sedangkan bahan vakar butuh sekitar 5,2 liter. Jika dikalkulasi, 2124-1887=237, 237:5.2=45.5.

Konsumsi bahan bskar Honda PCX 150 lokal

Oiya metode pengukuran yang saya gunakan adalah metode full to full, Jadi saat meter awal bensin penuh, lalu dipakai untuk beberapa jauh,  kemudian diisi kembali bensin(pertamax) hingga penuh, lalu dihitung deh.

 

Ok, sekian dulu mo buka puasa sik….

 

Advertisements

61 Km Pertama bersama PCX 150 lokal

Masih teringat saat pertama kali ‘njajal’ motor skutik premium indonesia buatan Honda pada 9 Maret lalu. Ternyata eh ternyata ‘BiG its not alway Heavy’, besar tidak selalu berat, kesan pertama yang teringat akan motor berslogan ‘Exceed Excellence’ menembus batas kesempurnaan ini.
Bayangan saya motor skutik gambot ini bakalan berat untuk bermanuver, ee ternyata salah , ternyata sangat gesit, enteng buat zig-zag di trek slaloom Safety Riding Training kala itu. Terbayang bakalan asyik nih motor untuk riding dimanapun

Dan kesempatan untuk njajal lebih lama kesampean juga hari ini((jum’at, 18/5) yang meskipun mengejar waktu untuk bisa jumatan dirumah, nembus juga diangka 61 km. Tepat pukul 10 pagi, si PCX keluar dari kandang, lalu aku arah kan balik dr jl. Magelang tersebut ke arah jl. lingkar utara atau sekarang bernana jl. Padjadjaran. Zig-zag di jalur lambat diantara sesama motor mauoun sesekali mobil yang ingin masuk maupun keluar jalur cepat. Sangat enteng buat masuk-keluar diantara celah untuk menyalip mereka.

Kilometer awal

Jl Padjadjaran telah habis dan bertemu jalan Solo yang notabene lebar dan halus, disini mobil dan bus pun saling memacu lajunya, jadi enggak terasa pasti terbawa juga untuk memacu kendaraan kita, sempat tertoreh angka 104 kpj. Sampailah di Prambanan, lalu saya ambil kanan melewari jalan ke arah Piyungan. Disini jalanan bmtag sedianyaaa mejadi jalan outer memag banyak tambalan yag bikin sedikit banyak bumpy, bikin mules perut karena juga lagi puasa.

Sekitar 10 kilometer jalan Piyungan-Wonosari terlewati sudah, sedikit lega pengocok perut usai sudah dan bertemu dengan jalan Piyungan Pathuk. Disini jalan favorit saya, meskipun tidak se menatang dulu yag mana tanjakan nya tidak begitu terasa untuk saat ini. Halnya saja view disni sangat indah memandang kota Jogja dari ketinggian, bukit bintang. Dan ‘break’ sebentar sekedar shoot foto di icon Gunungkidul.

PCX 150 di icon Gunungkidul

Sembari melihat jam tangan yang berputa cepat. Naik sebentar lalu saya ambil arah belok kanan menuju arah wilayah kecamatan Dlingo, disini oemandangan sisi kanan juga begitu menawan melihat kota Jogja mauoun kota Bantul dari ketinggian,  melewati desa terong yang sebelumnya melewati obyek wisata Hutan Pinus Pengger.

PCX 150 di Pinus Pengger

Jam seakan tak mau berputar pelan, 11 kurang seperempat. Melaju di jalanan menanjka yang tidaklah halus, bahkan banyak yang berlobang, berkelok diatara pepohonan pinus. Sampailah didepan gerbag obyek wisata hutan pinus Puncak Becici

PCX 150 di Puncak Becici.

PCX 150 di Hutan Pinus

Untuk megejar waktu agar bisaumatan dirumah saya pun terus melaju menuruni bukit Manguna yang aspal cukup halus, jadi bisa merasakan sensasi berkendara, kendali maupun pengendalian motor, hingga sampai ke Imogiri. dan mengarah kerumah, dengan jalan yang datar. Tepat jam 11:30 sampai rumah dengan selamat, Alhamdulillah.

Kesan pertama yang ada di motor ini adalah nyaman (sesuai namanya kali ya.. PCX= Personal Comfort Xaloon) posisi berkendaranya, enak buat nikung, tenaga masih terbilang melimpah untuk menanjak. Untuk fitur yang saya rasakan Idling stopn-nya bekerja saat berhenti di lamer(lamou merah), dan ACG nya juga yang bikin menyalakan mesin begitu halus. Iya lampu depan yag sudah LED emang sangat terang nyalanya.

Nyala lampu depan All New Honda PCX 150

 

Lalu kira-kira berapa konsumsi bahan bakar nya apakah sesuai yag tertera pada press release? Yakni 57 km/l? Ditunggu review selanjutnya yach…InsyaALLAH

To continued… 

 

Seratus-dua Pantai di Gunung Kidul, Menanti Untuk di Eksplore

Pantai Parangndog

Dahulu mengenal pantai Gunungkidul hanya sebatas Baron, Krakal, Kukup. Namun kini sebanyak 101 lokasi terdata menjadi destinasi wisata pantai nan eksotik. Yupz pantai Gunungkidul terkenal dengan hamparan pasir putih, gugusan karang. Disamping jalanan menuju kesana sangat menantang dengan banyaknya tanjakan, turunan dan kelokan.

Nah bagi pemburu spot deburan ombak, maupun pencari alternatif destinasi wisata pantai, prepare buat liburan lebaran sebulan mendatang, silahkan simak 101 daftar pantai semenanjung selatan kota Kabupaten Wonosari ini.

Dimulai dari sisi barat yang berbatasan dengan pantai Parangtritis Kabupaten Bantul, hingga sisi timur berbatasan dengan kota Wonogiri Jawa Tengah :

1. Pantai Parangndog di desa Girijati, kecamatan Purwosari.

 

2. Pantai Watugupit di desa Giricahyo, kecamatan Purwosari

 

3. Pantai Klampok di desa Girijati, kecamatan Purwosari

 

4. Pantai Bekah di desa Giripurwo, kecamatan Purwosari

 

5. Pantai Ngunggah di dusun Pejaten, desa Giriwungu, kecamatan Panggang.

 

6. Pantai Grigak di kecamatan Panggang

 

7. Pantai Celeng Tibo di desa Girikarto, kecamatan Panggang.

 

8. Pantai Kesirat (Tanjung Kesirat/Gesirat) di desa Girikarto, kecamatan Panggang.

 

9. Pantai Ngreslangu di kecamatan Panggang

 

10. Pantai Clungup di kecamatan Panggang

 

11. Pantai Wohkudu di Kampung Nglaos, Dukuh Wiroso, Desa Girikarto, kecamatan Panggang.

 

12. Pantai Nungguran di desa Girikarto, kecamatan Panggang

 

13. Pantai Kepek di desa Girikarto, kecamatan Panggang

 

14. Pantai Karangtelu di desa Girikarto, kecamatan Panggang

 

15. Pantai Gesing di dusun Panjolomulyo, desa Girikarto, kecamatan Panggang.

 

16. Pantai Butuh

 

17. Pantai Njanganan di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.

 

18. Pantai Nglimun di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.

 

19. Pantai Jugala di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.

 

20. Pantai Ngeden (Ngedan) di dusun Bedalo, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari.

 

21. Pantai Pringjono di kecamatan Saptosari

 

22. Pantai Nguyahan di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

23. Pantai Ngobaran di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari

 

24. Pantai Dadap Ayam di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

25. Pantai Dluwok di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

26. Semenanjung Biting di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari

 

27. Pantai Ngrenehan di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

28. Pantai Torohudan (Toroudan) di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

29. Pantai Ngrawah

 

30. Pantai Widodaren di desa Kanigoro, kecamatan Saptosari.

 

Pantai Peyuyon

 

31. Pantai Kayu Arum

 

32. Pantai Parang Rancuk

 

33. Pantai Baron di kecamatan Tanjungsari

 

34. Pantai Kukup di kecamatan Tanjungsari

 

35. Pantai Porok di kecamatan Tanjungsari

 

36. Pantai Lolang di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari.

 

37. Pantai Sepanjang di desa Kemadang, kecamatan Tanjungsari.

 

38. Pantai Sanglen di kecamatan Tanjungsari

 

39. Pantai Watu Kodok di dusun Kelor Kidul, desa Kemadang, kecamatan Tajungsari.

 

38. Pantai Kapen

 

39. Pantai Belang

 

40. Pantai Drini di kecamatan Tanjungsari

 

41. Pantai Watu Bolong

 

42. Pantai Ngrumput

 

43. Pantai Sarangan

 

44. Pantai Krakal di kecamatan Tanjungsari

 

45. Pantai Slili di kecamatan Tanjungsari

 

46. Pantai Sadranan di kecamatan Tepus.

 

47. Pantai Ngandong di kecamatan Tepus.

 

48. Pantai Sundak di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

49. Pantai Somandeng di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

50. Pantai Pulang Syawal (Indrayanti) di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

51. Pantai Trenggole di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

52. Pantai Goa Watulawang di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

53. Pantai Pok Tunggal di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

54. Pantai Ndawud di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

55. Pantai Kajar di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

56. Pantai Watu Nene di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

57. Pantai Seruni di desa Tepus, kecamatan Tepus.

 

58. Pantai Serah

 

59. Pantai Krisik

 

60. Pantai Sembung

 

61. Pantai Butun Doyong

 

62. Pantai Mbeling

 

63. Pantai Ngetun di dusun Sureng, desa Purwodadi, kecamatan Tepus.

 

64. Pantai Timang di kecamatan Tepus

 

65. Pantai Jogan di kecamatan Tepus

 

66. Pantai Nglambor (Lambor) di kecamatan Tepus.

 

67. Pantai Siung di kecamatan Tepus

 

68. Pantai Banyunibo

 

69. Pantai Midodaren

 

70. Pantai Mahguntur

 

71. Pantai Manukan

 

72. Pantai Watu Bolong di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

73. Pantai Watu Lumbung di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

74. Pantai Pesewan di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

75. Pantai Nglegundi di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

76. Pantai Nampu di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

77. Pantai Wediombo di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

78. Pantai Gander

 

79. Pantai Watulawang

 

80. Pantai Sawahan

 

81. Pantai Wedanan

 

82. Pantai Grendan

 

83. Pantai Botorubuh

 

84. Pantai Watu Bonang

 

85. Pantai Ngregisan

 

86. Pantai Watu Kebo

 

87. Pantai Jungwok di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

88. Pantai Ngusalan di kecamatan Girisubo

 

89. Pantai Greweng (Pulutan) di desa Jepitu, kecamatan Girisubo.

 

90. Pantai Sinden dan Pulau Kalong

 

91. Pantai Sedahan di kecamatan Girisubo

 

92. Pantai Dadapan di kecamatan Girisubo

 

93. Pantai Ngungap

 

94. Pantai Wono

 

95. Pantai Srakung

 

96. Pantai Tanjung Menyer

 

97. Pantai Sadeng

 

98. Pantai Baronan

 

99. Pantai Mbrumbun

 

100. Pantai Bungusan (tebing

 

101. Pantai Krokoh di kecamatan Girisubo.

102. Pantai Mengetan (Dadapan) di tapal batas Gunungkidul (DIY) dan Wonogiri (Jawa Tengah).

 

 

Sumber : jogja.co

Unik 11 Pasang Pengantin Ijab-Qabul diatas Panser-Baracuda

Ijab-qabul diatas Panser-Baracuda

Lagi dan lagi, keunikan menyeruak diantara keriuhan Malioboro,
11 pasang mengucap janji suci pernikaha atau Ijab-Qabul di atas mobil perang(Panser) ‘Baracuda” dalam event Nikah Bareng Indonesiana yang diprakarsai oleh FORTAIS.

Seperti terlihat dalam foto diatas, salah satu pasang Pengantin sedang mengikrar ikatan perkawinanatau Ijab-qabul dihadapan penghulu (kepala KUA Danurejan, Drs. H. M. Lukman Hakim M.A). Dipersaksikan oleh pejabat oemerintah, keluarga, dan tentunya wisatawan yag sedang berada di kawasan Malioboro.

Acara diawali dengan kirab atau pawai dari kesebelas pasang peserta yang naik diatas Baracuda milik Brimob dan mobil pemadam kebakaran tersebut dari Balai Kota Yogyakarta menuju depan Kantor DPRD DIY Jl. Malioboro. Kemudian beragam acara hingga sambutan-sambutan dan finalnya prosesi Akad Nikah di atasatas Panser-Baracuda.

Kirab Nikah Bareng Indonesiana

Kirab Nikah Bareng Indonesiana

Sambutan perwakilan Walikota Yogyakarta

RM. Ryan Budi Nuryanto , SE ketua FORTAIS

Keseruan pun terjadi saat peserta naik diatas mobil perang tersebut, hinhga awak mediapun kerepotan mengabadikan moment yang begitu sakral tersebut.

Panser Baracuda

Panser Baracuda

Peserta Nikah Bareng Indonesiana

Pengantin peserta Nikah Bareng Indonesiana

Berikut nama-nama 11 pasang peserta Nikah Bareng Indonesiana :

Nama 11 pasang pengantin peserta Nikah Bareng Indonesiana

 

Diluncurkan Secara Bersama “Masyarakat Banyumas Sambut Hangat Kehadiran Model Terbaru Honda Vario”

Region Head Astra Motor Yogyakarta Darmawan Tjondrodiharjo (kiri) dan Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta Budi Hartanto (kanan) secara resmi memperkenalkan All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 di Rita Supermall Purwokerto (12/5).

Purwokerto – Setelah resmi memperkenalkan All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 kepada media, blogger, dan vlogger di Yogyakarta pada tanggal 7 Mei yang lalu, Astra Motor Yogyakarta secara resmi memperkenalkan kedua model terbaru skutik Honda kepada masyarakat umum melalui kegiatan Regional Public Launching. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rita Supermall Purwokerto (12/5).

Dalam kegiatan ini Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan seluruh jaringan Dealer Honda wilayah Banyumas dan Purbalingga menghadirkan All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 di tengah masyarakat. Dalam kegiatan ini, pengunjung yang hadir dapat mengenal lebih jauh berbagai fitur canggih yang disematkan serta berbagai pembaruan terhadap skutik Honda yang selama ini telah menemani masyarakat dalam beragam aktivitas. Selain itu pengunjung yang hadir dapat merasakan secara langsung impresi berkendara dengan model terbaru skutik Honda ini di area yang telah disediakan.

“Terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Banyumas dan sekitarnya kepada kedua model terbaru Honda Vario ini. Dalam pengenalan perdananya di Banyumas ini tercatat 211 pengunjung merasakan secara langsung impresi berkendara di area riding test. Selain itu kedua model tersebut mencatatkan 86 unit penjualan dalam satu hari. Jumlah tersebut masih terus bertambah mengingat masih banyak calon konsumen yang perlu menyelesaikan proses administrasinya.” ungkap Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta Budi Hartanto.

Menyemarakkan kehadiran kedua model skutik terbaru Honda di kota mendoan, Astra Motor Yogyakarta menyajikan beragam konten menarik bagi pengunjung. Mulai dari kompetisi fotografi, kompetisi tari modern (modern dance), dan kompetisi latte art. Semakin menyemarakkan acara musisi lokal Purwokerto secara bergantian menghibur pengunjung dari panggung utama dengan solois Kunto Aji sebagai bintang tamu utamanya.

Kunto Aji tampil sebagai bintang tamu dalam peluncuran perdana All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 di Rita Supermall Purwokerto (12/5).

All New Honda Vario 150 hadir dengan empat pilihan warna eksklusif yaitu Exclusive Matte Black, Exclusive Matte Red, Exclusive Matte Silver dan Exclusive White. Skutik premium Honda berkapasiatas mesin 150cc yang disertai beragam fitur dan teknologi unggulan dipasarkan dengan harga Rp 22.290.000,- (DIY) dan Rp 23.190.000,- (Kedu dan Banyumas).

Melengkapi kehadiran All New Honda Vario 150, All New Honda Vario 125 ditawarkan dengan harga yang kompetitif dengan 5 pilihan warna yaitu Advance Black dan Advance White Blue untuk tipe varian CBS dengan harga Rp 19.170.000,- (DIY) serta Rp 19.630.000,- (Kedu dan Banyumas), sedangkan untuk tipe CBS ISS hadir dengan 3 pilihan warna lainnya yaitu Advance Black, Advance White Red dan Advance Red dengan harga Rp 19.870.000,- (DIY) serta Rp 20.386.000,- (Kedu dan Banyumas).

Salah satu pengunjung merasakan secara langsung impresi berkendara menggunakan All New Honda Vario 150.

Bersamaan dengan perkenalan perdana kedua skutik terbaru Honda ini hadir beberapa komunitas sepeda motor Honda. Melalui community gathering bertajuk Vario Smart Fest anggota komunitas yang hadir dapat menggali lebih dalam fitur-fitur terbaru melalui sharing session bersama Technical Training Instructor Astra Motor Yogyakarta serta merasakan impresi berkendara melalui sesi riding test.

#Cari_aman Vario Smart Fest

Salah satu anggota komunitas memasangkan helm dalam kampanye keselamatan berkendara yang dihelat secara terintegrasi dengan agenda Vario Smart Fest.

Dalam kesempatan yang sama peserta Vario Smart Fest juga melakukan kampanye keselamatan berkendara dengan membagikan helm di sekitar Alun-Alun Purwokerto. Helm tersebut dibagikan kepada pengendara yang berboncengan namun tidak mengenakan helm, baik anak-anak ataupun pengendara dewasa.

“Melalui aktivitas ini Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan helm sebagai pengaman saat berkendara. Terlebih saat sore hari di wilayah Purwokerto Kita masih dengan mudah menemui anak-anak ataupun orang dewasa yang membonceng tanpa mengenakan helm.” pungkas Safety Riding & Community Development Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

***