Nah ini Pengingat Yang Sering Lupa ‘Reting’

Siti Farahdina dan Hans Bastian Wangsa dan hasil karya mereka (krjogja.com)

‘Reting’ atau memberi isyarat(sign, sein) saat akan berbelok (kanan-ataupun kiri)/dengan menekan tombol signal dikendaraan , terkadang ada yang terlupa, lupa untuk mengembalikan ke posisi netral. Dengan kealpaan yang sepele ini, akan memberi dampak yang  sangat mengganggu pengendara lainnya, pengendara lain yang didepan maupun dibelakangnya, yang mana  akan bingung untuk mengambil langkah/ tindakan.

Dan banyak yang bilang dan saya juga sempat mengamati bahwa yang sering lupa mengembalikan signal ke posisi off/netral adalah emal-emak ( maaf loh mak, karena realitanya begitu…😸😸). Entah apa alasannya, entah karena pikiran terlalu fokus kedepan, lupa karena banyaknya pikiran, entahlah….ini masih menjadi  ‘misteri’.

 

Nah saat ini ada dua sosok pelajar dari SMA N 6 Yogyakarta, yang telah berinovasi membuat solusi bagi yang pelupa tadi. Adalah Siti Farahdina dan Hans Bastian Wangsa, kedua pelajar ini mampu berinovasi menambah sebuah rangkaian hingga menimbulkan getar pada stang sisi kiri saat lampu sign/sein diaktifkan.

Tujuannya agar si pengendara tetap tersadar jika lampu signal masih menyala.

Berbekal sebuah perangkat  dari handphone yakni motor dinamo getar/vibrator yang disatukan ke lampu isyarat, [namun saya belum tahu betul rincian kinerja dan modelnya bagaimana, masih dalam penelusuran saya.]

Alat ini dinamakan oleh keduanya “Safety Motorcicle Handle Bar” atau “Stang Motor Keselamatan”.

Alat ini dipasang pada stang sepedamotor sebelah kiri, dengan dua alasan, yakni satu-area/tempat dengan saklar sign dan tidak begitu mengganggu konsentrasi. Lain halnya jika diletakkan di stang kanan yang bisa mengganggu tangan dalam berakselerasi/ngegas.

Alasan kuat keduanya merancang alat ini juga dikarenakan bahwa motor jaman sekarang tidak lagi menggunakan tanda-bunyi sein selayaknya motor-motor jaman dulu, yang dinilai mengganggu atau merupakan “polusi suara” bagi pengendara lain. Maka dibutuhkan alat pengingat yang hanya dirasakan oleh pengendara itu sendiri.

Getarannya cukup terasa dan irama getarnya disesuaikan dengan lampu sein, sehingga tetap akan bisa dirasakan meski di jalan yang bergelombang.

Hans dan Siti juga menunjukkan beberapa penemuan atau penelitian teman-teman mereka yang didukung sepenuhnya oleh SMA N 6 Yogyakarta. Memposisikan diri sebagai The Research School of Jogja, sekolah ini sangat mendukung kegiatan para siswa dalam penelitian dan menjadikannya pelajaran wajib.

Sebagai sekolah yang berbasis riset, sebagian di antara hasil karya siswa SMAN 6 Yogyakarta tersebut diikut sertakan dalam berbagai lomba di tingkat nasional maupun internasional. Termasuk karya Hans dan Siti ini, yang sudah masuk menjadi salah satu finalis National Young Inventors Award (NYIA).

Selamat buat Siti dan Hans atas inovasi yang hebat dan menginspiratif juga solusif,  semoga menang dalam lomba, dan memberi inspirasi bagi produsen-produsen sepedamotor untuk menerapkan inovasi ini pada produk sepedamotor mereka.

 

Sumber : krjogja.com

Lowongan Kerja PT SINAR KENCANA MAKMURJAYA Bantul

Sarung tangan golf (www.fitinline.com)

Sebuah perusahaan produksi sarung tangan golf sedang membutuhkan karyawan untuk operator jahit dan mekanik, nah bagi teman-teman di Bantul baik cowok maupun cewek yang sedang mencari kerja  bisa mendaftarkan diri, berikut informasi selengkapnya;

PT. SINAR KENCANA MAKMURJAYA (Industri Sarung tangan Golf) membutuhkan segera :

  1. OPERATOR JAHIT (20 ORANG)
  2. MEKANIK (1 ORANG)

 

Dengan KUALIFIKASI sbb:

  • Pria/Wanita
  • Terampil dan cekatan
  • Berpengalaman di bidangnya

Bagi yang berminat dan memenuhi syarat, harap membawa surat lamaran lengkap CV dengan mencantumkan nomor HP yang dapat dihubungi, FC Surat Pengalaman Kerja, FC Ijazah dan Transkrip Nilai Terakhir, FC KTP yang masih berlaku, Surat Keterangan sehat dari dokter yang masih berlaku, SKCK yang masih berlaku dan Pas Photo 4 x 6 (2 lembar) ke :

PT SINAR KENCANA MAKMURJAYA

Jl. Bibis Gangin Jetis RT 002, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Telp. (0274) 4342198, (0274) 4342199, Fax. (0274) 4538711

 

Sumber : disnakertrans Bantul

Gejala & Cara Pencegahan Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)

Duh jadi ngeri nih mengetahui akan Leptospirosis( Penyakit Kencing Tikus), dimana bakteri penyakit ini bisa menjangkiti kita masuk melalui luka. Parahnya, Bakteri dari kencing tikus ini mampu berkembang di air dan bertahan lama di lumpur, ini yang menjadi takut yangmana kita sering ke sawah.

Untuk lebih mengetahui apa dan bagaimana, gejala serta pencegahannya, baiknya kita cari tahu lebih banyak, nah berikut saya kutipkan dari website Puskesmas-Pleret-Bantul.

Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira (bakteri berbentuk spiral yang mempunyai ratusan serotipe) yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis).  Penyakit Leptospirosis pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil sehingga disebut sebagai Weil’s Disease.Leptospirosisjuga dikenal dengan nama  Demam Icterohemorrhage, demam pesawah (Ricefield fever) atau demam banjir, demam lumpur, penyakit kuning non virus, penyakit Stuttgart, penyakit Swineherd dan beberapa nama lainnya.

International Leptospirosis Society menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan Leptospirosis yang tinggi. Sepanjang 2010 terdapat 8 provinsi yang melaporkan kasus suspek Leptospirosis, diantaranya, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bengkulu, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan.Angka kematian Leptospirosis di Indonesia termasuk tinggi, bisa mencapai 2,50 – 16,45 % (rata-rata 7,1 %). Pada usia lebih dari 50 tahun bisa mencapai 56%.Di beberapa publikasi angka kematian dilaporkan antara 3 persen – 54 persen tergantung sistem organ yang terinfeksi.

 

Apakah Ada Vaksin untuk Mencegah Penyakit Kencing Tikus / Leptospirosis ?

Bagi manusia belum ada vaksin untuk melawan Leptospirosis.Vaksin guna mencegah Leptospirosis baru pada hewan tetapi hewan yang sudah diberi vaksin pun masih rentan terhadap jenis lainnya yang tidak tercakup dalam vaksin yang diberikan.

 

Apakah Seseorang Bisa Tertular Leptospirosis Lebih Dari Sekali?

Karena terdapat banyak jenis kuman leptospira yang berlainan, mungkin saja seorang terkena jenis yang lain dan mendapat Leptospirosis lagi.

 

Bagaimana Cara Mencegah Tertular Penyakit Kencing Tikus / Leptospirosis?

• Membiasakan diri untuk berlaku hidup sehat, pastikan tubuh mendapat istirahat yang cukup paling tidak 8 jam sehari

• Memperbanyak makanan yang mengandung protein, seperti daging, susu dan keju

• Konsumsi buah-buahan dan sayuran yang cukup, dan  bila perlu konsumsi suplemen atau multivitamin  yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh

• Simpan makanan dan minuman  di tempat yang aman dan bersih agar terhindar dari hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit leptospirosis

• Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, selepas bekerja, sehabis memegang hewan, sehabis membersihkan rumah, sehabis membersihkan dapur dan tempat-tempat kotor, karena kuman Leptospira cepat mati oleh sabun, pembasmi kuman dan jika tangannya kering

• Sebelum minum atau membuka makanan kalengan, pastikan anda membasuh/membilas penutupnya terlebih dahulu, untuk menjaga kemungkinan dijangkiti bakteria leptospira. Makanan kalengan mungkin saja terkena urin hewan pembawa bakteri leptospira ketika masih tersimpan dalam gudang toko

• Menghindari atau mengurangi kontak dengan hewan yang berpotensi terkena paparan air atau lahan yang dicemari kuman

• Pakailah pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker, kaca mata, sepatu boot, ketika bekerja di tempat kotor, pada saat banjir atau pada saat menangani hewan

• Membersihkan tempat air dan kolam renang secara rutin

• Jika mengalami luka atau lecet, tutupilah dengan pembalut luka kedap air terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur atau air yang mungkin dicemari air seni binatang

• Pakailah sepatu bila keluar terutama jika tanahnya basah atau berlumpur

• Hindari adanya tikus didalam rumah atau gedung

• Perhatikan secara ketat kebersihan dan sanitasi lingkungan

• Pastikan Hewan peliharaan mendapatkan vaksin, dan periksakan kesehatan hewan peliharaan ke dokter hewan secara rutin

 

Sebaiknya selalu waspada dengan penyakit ini, karena dampak dan akibatnya masih menjadi permasalahan penyakit di Indonesia saat ini.Jadi apabila ada keluarga atau orang di dekat kita mengalami tanda-tanda seperti diatas segera konsultasikan ke dokter.Semoga artikel ini dapat membantu.

 

Sumber:

https://www.brawijayahospital.com/show-article.php?slg=leptospirosis

 

Berikut gejala dari penyakit leptospirosis

“Gejala-gejala leptospirosis ini awalnya menyerupai gejala flu, yaitu demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri,” kata Dr Latre Buntaran SpMK, dokter spesialis mikrobiologi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ketika dihubungi detikHealth, Jumat (18/1/2013).

 

Pada tahap lebih lanjut, muncul gejala berupa muntah, sakit kuning, nyeri perut, diare dan ruam. Gejala umumnya terjadi selama sepekan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga kematian.

 

Berikut ini gejala awal penyakit kencing tikus / leptospirosis :

• Demam tinggi, menggigil

• Sakit kepala

• Sakit tenggorok

• Batuk

• Malaise (lesu/lemah)

• Muntah sampai diare

• Konjungtivitis (radang mata)

• Rasa nyeri otot terutama pada bagian betis dan punggung

• Takut cahaya

 

Bila tidak segera mendapatkan pengobatan, Leptospirosis dapat mengakibatkan:

• Muntah darah

• Gagal ginjal

• Meningitis (peradangan pada membran di sekitar otak dan saraf tulang belakang)

• Gagal hati

• Kesulitan bernapas (nyeri dada dan sesak nafas)

 

Apakah Pengidap Penyakit Kencing Tikus Leptospirosis Dapat Menulari Orang Lain?

Leptospirosis dapat ditularkan kepada orang lain, misalnya penularan lewat kelamin atau air susu ibu, meskipun jarang. Kuman Leptospira dapat ditularkan lewat air seni selama berbulan-bulan setelah terkena.

Kuman leptospira dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Bahkan leptospira juga bisa bertahan di tanah yang lembap, tanaman, maupun lumpur dalam waktu lama.

Kuman leptospira ini dapat ‘berenang’ di air sehingga bisa menginfeksi kaki manusia yang sedang terluka. Leptospira juga bisa menginfeksi seseorang melalui makanan atau minuman. Umumnya laporan orang yang terkena leptospirosis terjadi setelah banjir.

Leptospira juga bisa memapar mereka yang banyak bersentuhan dengan binatang seperti peternak, petani, dan dokter hewan. Petugas pembersih selokan juga memiliki risiko terpapar leptospitosis. (Sumber : Puskesmas Pleret Bantul)

…semoga kita dijauhkan dari penyakit ini…amiin.

Marquez Jawara Di Motogp COTA Amerika 2017, Berikut Hasil balap Selengkapnya

Marc Marquez

Marc Marquez merajai sirkuit di COTA Amerika, dengan 11 balapan berhasil memenangi 5 kali, dan terlebih Marquez juga menjadi pebalap tercepat(circuit lap record: 2’03.575 160.6 km/j) di sirkuit ini pada tahun 2014, dan lap terbaik di tahun 2015(2’02.135 162.4 km/j).

Marquez menyentuh garis finish pertama 43’58.77 , disusul 3, detik berikutnya oleh Valentino Rossi, lalu 5, detik Dani Pedrosa menyusul.

Rossi sempat terkena penalty pengurangan waktu 0.3 detik karena memangkas jalur saat duel dengan Yohan Zarco.

Sementara Maverick Vinales terjatuh, dan tidak mendapat poin, Jorge Lorenzo harus puas finish di urutan 9.

Berikut hasil balap selengkapnya :

Hasil balap MotoGP Amerika 2017

Dan berikut Klasemen / perolehan poin setelah balap Amerika 2017 :

Perolehan poin terbanyak 56 poin oleh Valentino Rossi,