Cara ‘bikin’ Paspor Biasa di Jogja, Ternyata Mudah

Paspor biasa

“Paspor merupakan bukti identitas diri di luar tanah air.”

Kali ini mimin mencoba berbagi pengalaman mengenai cara pembuatan atau penerbitan (bikin) paspor di Jogja, ugh kalo belum tau seperti nya terasa awang-awangen atau untouchable tal terjangkau / terasa sulit sekali , mendengar katanya saja sedikit keder, apalagi jika kita ingin memiliki atau membuatnya??? Tapi ternyata setelah saya menjalani sendiri, amatlah sangat mudah.

Paspor sendiri ada 3 macam,  yakni paspor Diplomatik,  paspor Dinas & Paspor Biasa.

Bagi masyarakat biasa (bukan aparatur pemerintah),  jika ingin keluar negeri,  baik itu ingin bekerja atau belajar atau berwisata, dan untuk pergi ke tanah suci untuk beribadah (haji & atau umroh) ya diwajibkan untuk membuat paspor, paspor biasa.

Sekarang jamannya serba online,  begitu juga dengan proses penerbitan paspor,  sebelum kita melangkah ke Kantor Imigrasi kelas 1, yang mana di Wilayah Jogja ada 3 tempat yakni,  Kota Jogja Jl. Solo km 10 sekitar barat Bandara Adisutjipto,  atau di Wates Kulonprogo,  selatan kampus UMY, Pengasih Wates Kulonprogo,  atau juga Di Bantul,  Jl Nasional III /ringroad barat,  tepat di utara Jalan-masuk kampus UMY.

Yupz sebelumnya kita meski daftar online dulu di aplikasi Layanan Paspor Online atau bisa lewat browser.  Inilah penting nya akun atau e-mail guna masuk ke sebuah aplikasi.  Namun begitu,  menurut yang saya dengar dari petugas Imigrasi sebuah akun bisa untuk mendaftarkan 5 pemohon,  bisa untuk mendaftarkan orang tuanya,  ataupun keluarga pun juga orang lain yang sekiranya tidak punya akun.

Well, di dalam aplikasi tersebut akan muncul jadwal hari dimana kita ada kuota untuk bisa mendaftarkan diri,  yang mana kita bisa menentukan hari dimana kita akan memohon,  pun juga kita bisa memilih kantor Imigrasi,  yang sekiranya lebih dekat dengan rumah. Setelah kita berhasil mendaftar,  dengan adanya barcode, segeralah kita print atau cetak  kemudian nantinya kita bawa ke kantor Imigrasi sesuai hari dan tanggal yang sudah kita peroleh.

Oiya dokumen wajib yang harus dibawa saat ke kantor Imigrasi adalah ; KTP asli dan fotocopy nya,  Akta Kelahiran asli dan fotocopy,  Kartu Keluarga dan fotocopy,  serta surat rekomendasi ( semisal surat rekomendasi dari agen/ biro umroh) 

*Untuk warga yang usianya lebih dari 70 tahun,  tidak perlu mendaftar secara online, ada pengecualian dan bisa langsung ke Kantor Imigrasi. (Jika daftar online, sistem tidak bisa membaca data) 

Well,  setelah kita di kantor Imigrasi,  bila persyaratan telah terpenuhi makan kita akan mendapatkan stopmap kuning berisi formulir dan surat pernyataan tanggal menerangkan bahwa pemohon belum pernah memiliki paspor (pemohon baru),  disini kita butuh materai 6 ribu,  silahkan dipersiapkan dari rumah,  atau kita bisa beli si kantong belakang kantor (kebetulan admin di kantor Imigrasi Di Bantul).

Setelah kita mengisi surat pernyataan dan formulir dengan benar makan kita serahkan ke bagian pendaftaran,  yang mana kita akan di cek ulang data,  kemudian setelah dirasa sesuai makan akan dipanggil ulang untuk proses foto.  Nah setelah selesai foto makan kita akan mendapatkan resi pengantar pembayaran,  untuk besaran biaya penerbitan paspor biasa 48 halaman adalah 350 ribu,  kita bisa membayar dimana saja si bank atau kantor pos,  kebetulan kantor Imigrasi di Bantul tidak dekat dengan kantor pos,  (seandainya kantor pos membuka mini kantor atau outlet di sana,  pasti sangat membantu pemohon, seperti halnya dikantor Kesehatan Pelabuhan Yogyakarta yang di Maguwoharjo)

Well,  setelah kita melakukan pembayaran, maka Paspor akan jadi dalam waktu 3 hari, dan pengambilan paspor dilayani pada pukul 09.00 – 15.00 WIB,  pemohon wajib hadir. 

Untuk pelayanan di Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi kelas 1 Yogyakarta yang berada di Bantul tersebut,  sangat lah memuaskan,  ramah,  dan tepat waktu serta kesesuaian persyaratan dokumen. 

Jam pelayanan kantor Imigrasi kelas 1 Yogyakarta Jl. Ringroad barat ( utara pintu masuk kampus UMY)
Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi kelas 1 Yogyakarta (Bantul)
halaman pertama paspor 2019
wujud halaman paspor 2019
Catatan pembayaran & pengambilan paspor di Bantul
Iklan

Dekat : Tempat Alternatif Urus Pensiun(Taspen) di Bantul

Suasana kantor Taspen Yogyakarta

Bagi bapak-bapak, ibu-ibu, warga Bantul khususnya bagian Tengah, Selatan,  Barat-daya, maupun Tenggara, yang ingin mengurus pensiunan atau istilah mudahnya Taspen, kini Anda tak perlu lagi jauh-jauh lagi menembus ribet nya jalan perkotaan Jogja guna mengurus pensiunan anda.

Kini (dah beberapa waktu lalu sih) anda bisa mengurusnya di Bantul, yakni di Parasamya atau kompleks kantor Bupati Bantul, lokasi tepat dibelakang pendapa. Namun, tidak setiap hari melayani,  hanya pada hari Kamis saja, satu hari disetiap minggunya.

Kantor Taspen yang berada di Timoho Yogyakarta sepertinya memahami akan kendala para bapak-bapak dan ibu-ibu yang notabene pastinya sudah sepuh / purnatugas usia 55 tahun keatas pasti awang-awang_en untuk menuju ke kota Jogja. Padatnya lalu lintas tentu membuat mereka takut, dan sebaiknya sih diantar oleh anak-anak mereka.

Menurut yang dijelaskan oleh petugas di kantor Taspen, di gerai pembantu ini (yang berada di Parasamya) sama halnya di kantor pusat , melayani apa saja mencakup semua tentang Taspen. Sepertinya peralihan Askes ke KIS, pengajuan Uang Duka Wafat (UDW), Surat Permintaan Pembayaran Pensiunan Janda/ Duda Yatim Piatu (SP4B), dan lainnya.

Jadi, Monggo bagi yang berkepentingan masalah pensiun atau Taspen bisa tindak ke Parasamya Bantul.

Oiya jika yang ingin mengajukan Uang Duka Wafat(UDW) yakni bagi ahli waris dari pensiunan, baik istri atau  suami atau anak-anak yang  ditinggal wafat oleh seorang pensiunan. berikut syarat-syaratnya.

Dan berikut lampiran-lampiran atau persyaratan yang harus dipersiapkan untuk mengajukan UDW :

  1. Fotocopy Surat Kematian dari kelurahan dan dilegalisir oleh Lurah kepala Desa atau Surat kematian dari Rumah Sakit dilegalisir oleh Rumah Sakit
  2. Fotocopy surat nikah dilegalisir oleh kantor KUA
  3. Fotocopy SK pensiun
  4. Fotocopy KARIP
  5. Fotocopy KTP/SIM pemohon yang masih berlaku
  6. Pas foto terbaru pemohon kondisi maksimal 1 bulan terakhir ukuran 3×4 3 lembar
  7. Fotocopy bintang jasa yang dimiliki bagi pensiunan ABRI (bintang jasa : Sewindu, Bhayangkara, Eka Paksi, …. , Gerilya)
  8. Fotocopy rekening bank atas nama pemohon.

 

Formulir UDW (Uang Duka Wafat) untuk ahli waris pensiunan

Dan berikut persyaratannya atau lampiran untuk pengajuan SP4B :

Bisa di baca dalam foto dibawah ini :

Formulir SP4B Pensiunan

 

Demikian, semoga bermanfaat…!!!

Mudahnya Mencari SKCK di Polres Bantul

Contoh Surat Keterangan Catatan Kepolisian SKCK 2017

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menjadi syarat wajib pagi warga untuk berbagai keperluan, semisal mencari atau melamar pekerjaan. Iya karena basicly SKCK diperlukan untuk berbagai macam urusan administrasi maupun sebagai prasyarat untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai syarat untuk mengikuti Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS), melamar pekerjaan, dan lain sebagainya.

Definisinya, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK ) adalah surat keterangan resmi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang warga masyarakat untuk memenuhi permohonan dari yang bersangkutan atau suatu keperluan karena adanya ketentuan yang mempersyaratkan, berdasarkan hasil penelitian biodata anteseden orang tersebut.

Dan untuk memperoleh SKCK di Polres Bantul ternyata sangat mudah dan cepat, kurang dai 30 menit SKCK bisa kita dapatkan.

Bagaimana langkah dan prosedurnya?

Pertama persiapkan dulu persyaratannya :

  • Foto copy KTP, KK, dan akta kelahiran
  • Pas foto ukuran 4×6 sebanyak 6 lembar background warna merah
  • Uang 30.000

Setelah semua persyaratam diatas sudah siap silahkan datang ke kantor Polres Bantul, menuju loket SKCK yang berada di sebelah Selatan dari pintu masuk Utama. Silahkan ambil formulir dari petugas di loket tersebut, lalu mengisinya, oiya sebelumnya perlu dicatat dulu dari rumah riwayat pendidikan kita, nama TK hingga pendidkan terakhir beserta tahun kelulusannnya. Karena itu ada dikolom formulir.

Setelah selesai mengisi formulir, kita diminta umtuk rekam sidik jari yang berada disamping kanan atau sebelah selatan dari loket SKCK tadi. Dengan syarat foto copy KTP dan pas foto ukuran 4×6 background warna merah sebanyak 2 lembar. Disitu kita akan di rekam atau cap diselembar kertas untuk seluruh jemari kita tangan dan kiri.

Setelah selesai rekam sidik jari, kita kembali lagi ke loket SKCK dengan menyerahkan hasil rekam sidik jari yang tertera di foto copy KTP kita (sewaktu menyerahkan kebagian rekam sidik jari tadi) beserta formulir SKCK, juga foto copy KK & akta kelahiran, juga pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar backgeound warna merah dan uang sebesar 30ribu.

Setelah itu kita diberi nomor antrian dan menunggu beberapa saat, tidak sampai 10 menit * (tergantung banyaknya pemohon juga sih), jadi lah SKCK  kita.

Sekarang tampilan SKCK juga berbeda dari yang dulu,  sekarang seperti halnya akta kelahiran maupun akta kematian, dengan kertas agak tebal warna coklat dan bi-lingual atau dua bahasa, yakni bahasa Indonesia & Inggris.

Dengan masa berlaku SKCK selama 6 bulan.

Demikianlah semoga bermanfaat…!!!!

 

 

Ibu Melahirkan di Bantul (Tidak Punya Jaminaan Kesehatan Apa-Apa) Bisa Gunakan Jampersal

 

Ilustrasi Jampersal (bengkuluekspress.com)

Jangan berkecil hati bagi warga Bantul yang kurang dan tidak mampu, bilamana si ibu akan melahirkan namun tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, maka ada Jampersal.

Menurut keterangan dari Dr.  Rr Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Bantul, beliau menjelaskan sesuai dengan peraturan Bupati Nomor 60 tahun 2017, bahwa semua Ibu hamil, bersalin, ibu nifas dan bayi lahir berhak mendapatkan layanan transportasi rujukan ke fasilitas kesehatan yang kompeten dan khusus Ibu hami, ibu melahirkan dan ibu bersalin yang berasal dari keluarga miskin dan tidak memiliki jaminan, maka dapat mengakses layanan pertolongan persalinan beresiko tinggi.

“Jampersal adalah jaminan pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan resiko tinggi, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan yang kompeten dan sebelumnya telah ditentukan oleh Dinkes,” terang Dr. Wiendyasari.

Lalu syarat apa saja yang mesti dipersiapkan?

Dokumen Pelayanan transportasi rujukan dan/atau pelayanan RTK(Rumah Tunggu Kelahiran) : pasien harus membawa Buku KIA disertai bukti rujukan dan fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1). Dokumen untuk pelayanan persalinan pasien harus membawa :  Buku KIA disertai bukti rujukan, fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1), membawa Surat Keterangan Miskin (SKM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan membawa surat pernyataan tidak mempunyai jaminan kesehatan bermaterai.

 

Well, demikianlah sekilas mengenai Jampersal di Bantul, semoga bermanfaat….!!!

 

Sumber : dinkes.bantulkab.go.id (21/08/2017)

Sensasi Rafting di Sungai Serayu Banjarnegara Jawa Tengah

Serayu Adventure Indonesia, Singomerto, Sigaluh, Banjarnegara

Hari Minggu 6 Agustus lalu, admin  bersama rekan-rekan blogger & vlogger Jogja dan sekitarnya (diajak Astra Motor Yogyakarta) berkesempatan merasakan sensasi rafting atau arung jeram di sungai Serayu Banjarnegara Jawa Tengah. Sungai yang berhulu dari pegunungan Dieng-Wonosobo, dan bermuara ke pantai Cilacap ini mempunyai cukup debit air/ rapid yang deras. Dengan begitu sangat cocok untuk rafting trip atau jalur arung jeram.

“Ini saja untuk musim kering atau kemarau, jika musim penghujan debit air bisa lebih banyak dan meninggi sekitar 150cm lagi.” ujar salah seorang pemandu sebut saja mas Ndobleh (maaf ketua team SAI menyebut begitu loh..🙏).

Sertifikat rafting dari Serayu Adventure Indonesia – Banjarnegara

Sepertinya memang begitu, menurut Sertifikat yang telah saya terima (gambar diatas) menyebutkan bahwa klasifikasi sungai Serayu merupakan ; Class III + Rapids at water level : 50 cm. Yang mana class III seperti yang sudah saya baca di blog jaddah-adventure.blogspot.co.id , bahwa

Class III : Sungai dengan tingkat kesulitan menengah, memiliki jeram yang mulai tidak beraturan dan cukup sulit serta dapat menenggelamkan perahu. Manuver-manuver pada arus yang deras serta kontrol perahu pada lintasan sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan “strainers” mungkin ada namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar.Cidera saat terlempar keluar perahu dan terhanyut masih sangat jarang; self-rescue biasanya masih mudah dilakukan namun pertolongan bantuan sudah mulai diperlukan untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk kegiatan wisata keluarga atau sebagai rekreasi alternatif.

Ya memang begitu yang saya lihat di sungai Serayu, ada beberapa keluarga yang datang untuk rafting,  Kabarnya sekitar wilayah Banjarnegara ada 3 pengelola wisata rafting. Salah satunya adalah Serayu Adventure Indonesia (SAI), yang berada di sebelah barat jembatan Serayu, dan tepat berada di intake Sigaluh berada di desa Singomerto. Disini merupakan ‘finish point’ atau dermaga Arung jeram yang dilengkapi dengan pondokan, restaurant, dan arena yang luas untuk camping, out bond, paint ball bahkan mereka melayani Dieng Tour.

Motor motor yang dipakai fun Riding di jejer di depan intake Sigaluh

Finish Point atau Dermaga Arung Jeram Serayu Adventure Indonesia

Cottage di Serayu Adventure Indonesia Banjarnegara

Sedangkan start point beradi di lain desa sebelah timur nya.

Rafting trip di wilayah Sigaluh sepanjang 14 km, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Lalu apa saja yang dipersiapkan?

Siap untuk menaklukkan sungai Serayu

Setelah perkenalan dengan leader team pemandu SAI, kami diberikan sedikit penjelasan serta di bagi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5 orang, (maksimal 6 orang). Kami(peserta rafting), dan ada satu pemandu untuk satu perahu. Tapi sebelumnya kami diminta mengenakan pelampung helm dan membawa dayung yang sudah disedikan oleh pengelola (SAI).

Selanjutnya kami menuju start point atau kearah hulu sejauh 14 km dari basecamp SAI tadi, kami diangkut dengan angkot yang mana diatasnya ditaruh perahu karet yang akan kami naiki nanti.

Setelah sekitar 20 menit melewati jalan Banjarnegara-Wonosobo yang sedang diperbaiki,  kami tiba di titik start, dibawah sebuah jembatan gantung kecil.

Sebelum mulai rafting kami diberi penjelasan akan kode-kode atau istarat-isyarat saat rafting nanti. Buanyak sekali yang meski diperhatikan, karena saya termasuk newbie, yang jelas ada 3 hal yang saya tangkap, saat ada perintah maju dari pemandu kami disuruh mendayung maju, disaat perintah mundur kami disuruh mendayung mundur, ada juga istilah ‘boom’ yang mana perahu akan  melewati jeram,(Boom :Suatu instruksi yang diberikan pemandu saat melewati rintangan atau jeram berbahaya.) kita diminta untuk merapat ke sisi dalam perahu.

Well saatnya nyemplung, baru saja nyemplung…eeee sudah pada mainan air, saling siram, saking serang menyiram air dengan dayung,  baik satu rombongan maupun lain rombongan,  ga peduli dengan siapa saja, bahkan dari beda pengelola sekalipun. Pkoknya perahu lain jadi musuh deh……🚣… Kami benar-benar ‘have fun’,  …bersenang-senang….

Setelah dirasa semua siap perahu telah siap , ada satu team perahu yang dinamai team ‘rescue’ yang kesemuanya merupakan pemandu(skipper) melaju duluan, yang mana sepertinya sebagai penunjuk jalan, sebagai penentu arus mana yang harus dilalui. Dan sepertinya para skipper dari masing-masing perahu taat dan patuh  menunggu instruksi dari perahu team rescue tadi.

Saatnya arung jeram….. menyusuri sungai Serayu….

Saat itu rapids pada ketinggian 50cm, jadi arus tidak begitu deras dan banyak jalur yang dangkal, yang bisa membuat perahu nyangkut dan terhenti, jadi para skipper kudu pandai-oandai memilih jalur dan selalui menuruti perintah dari team rescue tadi.

Belum lama berlalu, saat melewati eram ada kapal yang terbalik, fuh ngeri juga tapi itulah sensasi dari rafting…. ada juga yang terjatuh dari perahu (swimmer), itu juga hal yang lumrah dalam rafting….

Untung perahu yang aku naiki tidak terbalik, bukannnya takut air, tapi karena tidak bisa berenang… Kalo dipikir memang nekad juga gue, ga bisa berenang kq ikut rafting, hadewwwww…. Ya hanya bermodal pada pelampung dan ngikuti instruksi dari skipper, dan pastinya berdoa dan meminta perlindungan ma Yang di Atas, jadi deh….

Perahu melaju mengikuto arus terkadang ada instruksi untuk maju, maka kami mwndayung dengan sekuat tenaga, dan kami masih saja saling usil dengan saling serang-menyerag dengan air, saling menyiram dengan dayung bilamana perahu berdekatan.

7 kilometer sudah kami mengarungi sungai, saatnya break sebentar, perahu merapat ke pinggir , disana sudah ada pihak pengelola yang menyediakan degan atau kelaa muda dan makanan, mendoan dan bakwan…hmmm nyumi dan segernya ….bisa untuk pengganjal perut dan menyuplai tenaga untuk mendayung.

Setengah jam break dan dirasa cukup, kami lanjut mendayung perahu karet, melewati jeram, membentur batu, tersangkut batu, dan diisengi oleh skipper kami, dijatuhkan ke air. Denfan cara yang asyik, kami disuruh bareng-bareng berdiri di atas bagian pinggir perahu dengan bergandengan tangan,  lalu perahu didayung memutar oleh skipper, dan terjatuh deh semuanya, mana dalam lagi, minum air pula,…ini pertama kali saya berada di air dalam dan tidak bisa berenang….🏊.

Dan akhirnya sampailah sudah dijembatan Serayu, dan berakhir pula trip rafting nya….begitu tiba di seberang jembatan dimana disi kanan merupakan finish point atau demaga arung jeram milik SAI…. Alhamdulillah selamat dan tidak mengalami hal buruk.

Rafting di sungai Serayu Banjarnegara

.sayangnya ga ada yang mengabadikan moment rafting kami, sebenarnya ada sih dari team pengelola yang mengambil foto,