Opname 10 Hari-10 Malam di RSUD P SENOPATI Bantul

RSUD Panembahan Senopati Bantul

Tepat 10 hari-10 malam mondok atau opname di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Panembahan Senopati Bantul, dengan dua diagnosa awal penyakit dalam dan syaraf . ya namanya sudah usia 71 tahun, penyakit ngumpul deh jadi satu, kompilasi komplikasi.

Setelah periksa di Poli Dalam sore hari(Sabtu,18/03) , dan hasil diagnosa dokter Agus Fitriyanto A, SP. D dari beragam pemeriksaan yang meliputi ;  tes urine, darah & radiologi ..hadewwwww ternyata bapak mertua mengidap banyak komplikasi penyakit dalam, infeksi saluran kemih, gula, dan kadar darah putih juga yang lainnya, maka saat itu terasa lemas, dan dokter Agus merekomendasikan untuk opname…yoo uwis manut saja. Setelah dibuatkan pengantar untuk rawat inap oleh dokter Agus, meskipun ruang inap yang tersedia tinggal kelas dibawah atau fi atasnya) yang mana kami memutuskan untuk mengambil ruang kelas dibawah nya yakni kelas 3, sebenarnya boleh untuk naik kelas ke VIP, asal mau tombok, mmm setelah sedikit berfikir, ke kelas 3 saja), lalu kami menuju ke ruangan PPRI(Poli Persiaan Rawat Inap), sedikit periksa sana sini, sembari saya menyekesaikan urusan di radiologi dan administrasi di ruang Admisi. Setelah beberapa saat di PPRI pasang infus, ek jantung dan lsin sebagainya, bapak mertua kemudian dibawa ke Ruang Alamanda 2 (Lantai 2). Diantar oleh dua perawat, keluarga pasien tinggal ngikuti saja.

Sampai di ruang 3 Bansal Bakung bapak dipindah ke tempat tidur  yang disana, sembari perawat jaga memperkenalkan diri mereka dengan baik kepada kami.

Sedikit lega bapak sudah tinggal dan dirawat di bangsal, meskipun ruang kelas 3 yang tidak sesuai dengan jaminan ASKES yang dimiliki, untuk sementara tidak apalah, pihak Rumah Sakit melalui perawat tadi di Poli memberi jaminan jika kelas 1 sudah ada yang kosong, maka akan segera akan dipindah.

***

Dan benar adanya , siangnya yakni sekitar 12 jam tinggal di bangsal_ bapak dipindahkan ke Nusa Indah 1 sebuah kompleks Rawat Inap kelas 1, yang berada di sisi barat RS. Alhamdulillah, lebih nyaman buat bapak.

***

Selanjutnya perawatan dan pemeriksaan secara intensif dilakukan juga banyak beragam scan atau radiologi , guna memastikan dalam tindak lanjut pengobatan bapak mertua…kami manut saja…pokoknya give the best untuk bapak.

Hari demi hari berlalu di Rumah Sakit, sembaro dokter ber -observasi, yang mana bapak juga ada riwayat menderitz saraf di punggung, ini memang pemyakit awal bapak sebelum terkena penyakit dalam.

Penyakit syaraf yang didera bapak bermula saat terpeleset dan punggung terbentuk sesuatu, namun dengan pengobatan yang tidak tuntas yang mana butuh rutinitas untuk melakukan tindakan terapi. Maka penyakit sarat inilah hingga menjadi menahun, nyeri dipinggang hingga betis, dan mengakibatkan susah jalan.

Dengan riwayat penyakit saraf inilah menambah perawatan dan pemeriksaan lebih rumit, sempat ingin dirujuk juga oleh Dr. Rita Fitriani, Sp. S ke RS Dr. Sarjito, karena RSUD tidak memiliki alat guna pemeriksaan.

Disamping Dr Agus   bapak juga ditangani oleh Dr. Zidni Setyaningrum Sp. D guna pemeriksaan oenyskit dalam nya.

Setelah beberapa hari keadaan dan kondisi bapak mulai membaik, lega pula tidak harus dipindah ke RS Dr. Sardjito yang mana kanmi pasti akan sangat repot.

Akhirnya di hari ke sepuluh yakni 28 Maret 2017 bapak diijinkan pulang , setelah malam sebelumnya diijinkan pulang oleh Dr. Agus Fitriyanto Sp. D.

Setelah perawat melakukan rekap perawatan, persiapan obat jalan dan pemberian rincian biaya, dan sudah diantar ke bagian administrasi rawat inap di utara baguan pendaftaran RS. Says diminta mem-foto copy bundel dari rekapan perawatan bapak selama 10 hari tersebut. ,(oiya meskipun hari libur, untuk pengurusan administrasi tetap buka koq, jadi pasien tetap bisa pulang diluar hari kerja). I bendel berkas lumayan banyak/ tebal juga, sampai habis 3 ribu untuk memfoto copinya.

Karena bertepatan  hari libur ,maka foto copy nya mesti diluar area RS, mesti wslk out lumayan nih, but its oke dengan bapsk sudah boleh pulang, membawa semsngat tersendiri.

Selesai sudah foto copi berkas rawat inap tadi di tenggara RS(timur kantor BPJS Kesehatan), kembali ke bag admin ranap, selang beberapa saat /tidak lama petugas menyodorkan rincian biaya untuk ditanda tangani, saya lihat habis, 6 jutaan lebih sedikit. Setelah saya tanda tangani , saya diminta untuk kembali ke kantor perawat jaga yang sebelumnya petugas tadi menyampaikan bahwa karena bapak mendapat perawatan sesuai jaminan maka TIDAK BAYAR sesuai yang ditulus di kertas rinciam biays tadi. Bundel berkas ranap plus rincian biaya yang berstample ‘TIDAK BAYAR’ saya kembalikan ke ruang perawat jaga, diterim dengan baik dan dengan ramah penuh dengan prinsip 3 S-nya, say dijelaskan untuk dosis pemberian obat untuk bapak  di rumah, juga penyertaan beberapa foto hadil radiologi, usg, juga 2 kertas pengantar guna pemeriksaan lanjutan(kontrol).

***

Kami meninggalkan kompleks Nusa Indah 1 sembari mengucap terima kasih pada perawat, beroamiran dengan tetangga sebelah ruangan, sembari mengucap selamat tinggal ruang 1 Nusa Indah I  ….

 

Dengan ramah kami diantar ke depan oleh perawat dengan mendorong kursi roda yang di tumoangi bapak , dimana sudah menunggu dengan mobil untuk dibawa pulang.

….

Bye..bye RSUD P Senopati….

…Alhamdulillah…

***

Yuuk sedikit melirik ke biaya…. Di dalam kertas rincian biaya yang memang di serahkan untuk pihak pasien…disana tertera:

  • Akomodasi Ranap kelas 3 (Bangsal Bakung) /hari sebesar Rp 25.000
  • Akomodasi ranap kekas 1 Nusa Indah I perhari = Rp 60.000
  • Akomidasi gizi perhari Rp 30.000
  • EKG Rp 35.000
  • BNO- IVF Rp 437.000
  • USG UPPER ABDOMEN DG ALAT 4 DIMENSI Rp 214.000
  • USG LOWER ABDOMEN DG ALAT 4 DIMENSI RP 214.000
  • CR. THORAX PA DEWASA RP 90.000
  • CR. ABDOMEN AP DEWASA RP 90.000
  • CR. VERT. LUMBOSACRAL AF DEWASA RP 123.000
  • CR. VERT LUMBOSACRAL  LATERAL DEWASA RP 123.000

dan yang lainnya silahkan lihat sendiri ya…

Rincian biaya rawat inap di RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

Advertisements

Non-Aktifkan SPT Tahunan PPh Bagi Pensiunan

Ilustrasi SPT Tahunan (4.bp.blogspot.com)

Sedikit berbagi pengalaman tatkala melaporkan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi sebagai purnatugas atau pensiunan di kantor KPP PRATAMA BANTUL para wajib bajak sudah berjibun, karena sesuai peraturan bulan ketiga (Maret) menjadi limited dari pelaporan.

Duhh bingung juga mesti bagaimana, tapi ternyata pak Satpam dan petugas didepan pintu gerbang siap membantu.

Kemudian diambilkan antrian, beruntung saya datang lebih pagi hingga mendapat nomor antri kedua, setelah jam 8 pagi petugas mulai memanggil dan tiba lah giliran saya. Menjelaskan ini-itu (bapak tidak bisa datang karena sakit), dengan berbekal kartu NPWP dan KARIP(kartu pensiun), mulai di proses oleh petugas dan beruntung pula sudah punya surel atau email aktif, karena mulai saat ini proses pelaporan bisa dengan lebih mudah , cepat dan aman , yakni dengan berbasis teknologi internet yang di namai e-filling….tidak perlu ngisi formulir manual lageee…asyeek.

Proses e-filling pun dimulai, meskipun agak tersendat karena jaringan sinyal di hp saya sedikit payah bila didalam gedung, hmmm perlu kesabaran, dan berumtung petugas begitu cekatan dan sabar juga dalam memberi pelayanan, karena sudah agak sedikit lama, ga enak dengan urutan berikutnya.

Akhirnya setelah beberapa saat sekitar 20 menit, berhasil melakukan  e-filling dan sudah terima bukti penerimaan via email…lega…

Lanjut untuk me-non aktifkan pelaporan SPT Tahunan karena bapak sudah pensiun atau istilahnya non efektif, nantinya tidak perlu lagi datang ke Kantor Pelayanan Pajak untuk pelaporan SPT Tahunan, berbekal formulir rangkap tiga salah satunya formulir telah melaporkan SPT Tahunan tadi, dan mesti diisi manual dan tanda-tangan bapak, terpaksa deh pulang dulu.

Dan setelah memperoleh tanda-tangan bapak dan mengisi formulir saatnya kembali Ke kantor KPP PRATAMA Bantul, dan tidak antri banyak , hanya kurang dari 10 antrian saja, setelah dipanggil dan Di proses yang cukup singkat, akhirnya selesai sudah me-non-aktifkan pelaporan SPT Tahunan, kasihan juga khan orang yang sudah tua mesti diajak kesana-kemari, lama-lama antri

Oiya salut dengan pelayanan di kantor KPP PRATAMA Bantul, boleh dibilang memuaskan.

***

 

14 Februari 2014, Jogja Hujan Abu Efek Letusan Gunung Kelud Jawa Timur

Seperti iniah gambaran suasana jalanan di Jogja saat hujan abu dari letusan gunung Kelud Blitar- Jawa Timur ( @berandajogja -wongjogja.com)

Seperti inilah gambaran suasana jalanan di Jogja dalam beberapa hari saat hujan abu dari letusan gunung Kelud Blitar- Jawa Timur ( @berandajogja – wongjogja.com)

Mencoba flash back 3 tahun silam, tepatnya 14 Februari 2014…..

Sayup terdengar kabar lewat internet malam hari, waktu itu saat kerja shift malam  Gunung kelud meletus (13 Februari 2014 malam).

****

Pagi itu Saat mau ambil air wudhu di luar gedung pabrik, butiran kecil putih jatuh dari langit gelap, saat mencoba menggapainya, ini bukan air, ini abu…beberapa teman sepakat dengan hal itu, karena telah mendengar kabar jika gunung Kelud yang berada di  Jawa Timur meletus. Waktu berlalu seiring selesai sholat hingga menjelang jam enam pagi (waktunya saya pulang-waktunya ganti shift) beberapa teman lain shift mulai berdatangan, mereka menggunakan mantel hujan, mereka tidak basah kuyub akan air hujan, akan tetapi mereka belepotan seperti tanah halus kering, putih seperti tepung , yang ternyata abu ,abu yang turun dari langit. Campur aduk pertanyaan & perasaan antara penasaran dan benar-tidaknya yang terjadi. Karena didalam pabrik tidak bisa melihat dan merasakan yang terjadi diluar sana.

Akhirnya jam 06.00 tiba, saatnya pulang kerja, begitu keluar bangunan dan jalan menuju parkiran, benar apa yang sedang terjadi, hujan abu, baru kali pertama selama ini merasakan hujan abu sederas ini. Seperti hujan salju di negara eropa yang saya lihat berita maupun film-film di layar kaca televisi.

Saat itu suasana gelap, seperti malam hari padahal jam 6 pagi yang lazimnya jika cuaca cerah sudah terang benderang, lampu-lampu seakan tidak mampu menerangi, begitu juga matahari tidak nampak, yang mungkun saking tebalnya hujan abu. Abu secara  intens turun dari langit mengguyur badan, begitu mau kepala ingin melongok keatas abu langsung menerpa, membuat mata kelilipan, jadi kami semua tertunduk,  berjalan 7 menit dari tempat kerja hingga tempat parkiran kendaraan,  kami berjalan dengan menunduk, dan  sudah berlepot abu diatas kepala , dipakaian.

Begitu tiba di tempat parkiran, kami mengenakan mantel hujan, karena memang sedang dalam musim penghujan, mantel selalu ada di motor. Dan penuh keyakinan ingin segera pulang, seperti hari biasa, Seperti tidak sedang terjadi apa-apa.  Satu persatu motor , sepeda meninggalkan tempat parkiran.

Tidak diduga , dan diluar perkiraan, jalanan keadaan gelap berwarna putih keabu-abuan, hingga jarak pandang, minim sangat minim sekali. Kaca helm harus tetap terpasang , jika tidak terpaan abu bakal langsung menerpa wajah, masuk ke mata. Jarak pandang sangat minim hanya sekitar 5 meter saja, meskipun lampu motor menyala tapi tidak mampu menembus hujan abu dan  menyoroti jalan, aspal  tidak terlihat, aspal yang semestinya berwarna hitam , namun  semuanya putih, putih dalam gelap, saya melaju dengan pelan-pelan saja, konsentrasi penuh antara menembus jalan dan melihat kendaraan lain yang searah maupun berlawanan arah, dibawah guyuran abu, begitupun saat tiba dipersimpangan, was-was, dan takut tertabrak maupun menabrak. Jarak 10 km antara rumah dan perusahaan terasa begitu lama sekali, tidak seperti biasanya, sempat mengalami bingung juga, ditengah perjalanan,  ini sampai mana??? Saking gelapnya, semuaya putih dalam gelap, jadi bingung sampai mana. Baru kali ini mengalami hujan abu sehebat itu.

Dan setelah beberapa saat sepertinya saat itu perjalanan terlama & terberat dalam sejarah antara tempat kerja hingga rumah.

Akhirnya tiba dirumah dengan selamat, Alhamdulillah. Motor dan badan penuh dengan abu. Genteng, halaman, pepohonan juga sarat dengan debu-abu. Dan masih berlangsung hujan abu dan semakin tebal. Anak-anak sekolah pun kami putuskan untuk tidak sekolah, dan benar, pihak sekolahpun memutuskan untuk meliburkan dengan keadaan itu.

Seharian kami diguyur dengan hujan abu, yang sepertinya tidak kami duga sebelum nya, diluar perkiraan. Karena jarak antara Jogja dan gunug Kelud cukup jauh, bagsimana tidak, jarak yang terpaud sekitar 300 km, sedangkan gunung Merapi yang relatif dekat hanya sekitar  65 km saja saat meletus(erupsi) hanya hujan abu tipis saja. Namun ternyata Allah SWT menghendaki lain, hujan abu gunung Kelud sampai ke Jogja juga.

Dan dalam seharian,  kami merasakan hujan abu, kami tidak bisa kemana-mana, meskipun hanya untuk keluar rumah saja, tidak berani, apalagi melewati-melalui jalan raya, abu terlalu pekat, sekuruh kota tertutup abu, bahkan di pusat kota abu mencapai ketebalan beberapa centimeter. Aktifitas hari itu hampir lumpuh. Seingat saya saat itu (atau beberapa waktu setelahnya selang satu hari) bapak Gubernur pun sempat mengeluarkan maklumat darurat bencana, ada beberapa instansi yang diliburkan mengingat riskannya bepergian. Masker wajib dipakai saat itu, kalau tidak, kita  tidak bakalan  kuat menghirup udara yang bercampur debu-abu.

Dan dalam beberapa hari kami bergelut dengan debu, tidak bisa menjemur pakaian di hari itu, jika keluar rumah mesti berpayung, memakai masker, jika melewati jalan raya, ibarat seperti masuk ke gurun yang sedang bercuaca angin, itu karena saat kendaraan semisal mobil lewat, debu-abu berhamburan beterbangan, menutupi kami, dan menghilangkan pandangan. Kami harus berkaca mata dan ber masker, memakai has hujan meskipun tidak hujan agar pakaian tidak kotor akan abu, kami juga  harus ekstra hati-hati saat dijalan raya, saat hujan tiba, abu yangmekekat diaspal jadi licin, banyak yang jatuh tergelincir. Itu kami alami setidaknya dalam beberapa hari.

****

 

Jurnal Jogja-Malang-Jogja Naik Bus

The journey Jogja-Malang-Jogja by bus ( January 20-22, 2017)

Ilustrasi bus Eka (aktusl.web.id)

Ilustrasi bus Eka (www.aktual.web.id)

What a special???
Ya sekedar bercerita saja dari sebuah perjalanan bepergian ke kota lain yang berjarak 300-an km, dengan angkutan umum yang terjangkau dan mudah diakses ya naik bus/bis.

Ternyata banyak banyak pelajaran yang dipetik dari perjalanan naik bis ini Jogja-Malang-Jogja.

Ada beberapa point yang saya dapat;

  1. Tiket, sebelum berangkat hari H yang telah ditentukan, tiga hari sebelumnya saya memesan tiket di Terminal Giwangan, ini juga sebagai pemberitahuan bahwa memesan tiket di terminal itu sangatlah mudah dan terpercaya jadi kita tidak perlu takut khawatir ataupun was was bahwa nantinya kita akan dimahalkan tiketnya, maupun keselamatan kita, Maksudnya di Terminal Giwangan tersebut aman dari orang-orang jahat semisal, yaa katakanlah preman lah, atau pemalak, disana di Terminal Giwangan aman-aman saja, saya telah membuktikannya.Well, untuk harga tiket Jogja Malang PZo Rosalia Indah Rp120.000 itu sudah termasuk layanan makan siang Oh iya untuk trayek Jogja Malang memang susah kalau kita ingin bepergian di siang atau pagi hari karena jumlah armadanya terbatas yang trayek di pagi/siang hari, kebanyakan memang untuk trayek di malam hari.Namun begitu ada satu armada(PO Rosalia Indah) yang melayani pemberangkatan di pagi hari , berangkat pukul 08.00-08.30 WIB. Jogja-Malang ( hanya sampai pool saja, tidak sampai Terminal Arjosari). Tiket Malang – Surabaya(81km) Rp 25.000, harga tiket bus Eka Surabaya – Jogja Rp 102.000 : plus air minum 600ml, makan siang di RM Duta-Ngawi(seharga Rp 12.000, 3 pilihan; nasi rawon, nasi ayam bakar, soto).
  2. Titip motor, banyak jasa penitipan sepedamotor diseputar terminal Giwangan, an yang ada dilokasi Terminal, ang dikelola oleh CV. Mekar Jaya, tidak hanya motir, mobil dan sepeda juga dilayani. Baik sebentar maupun lama, untuk motor sehari 3.000,-
  3. Fenomena Telolet, sepanjang perjalanan Jogja-Malang masih saja , ada anak-anak yang meminta klakson, “Om Telolet Om “, amun sepertinya dan kebetulan bus yang saya tumpangi keduanya, baik pergi-pulang non Telolet, hanya klakson biasa, jadi pak supir hanya melambaikan tangan saja guna membalas permintaan Telolet dari anak-anak di pinggir jalan.
  4. Bus semi, dalam perjalanan Jogja Malang, PO Ros-In memakai bus ukuran semi/kecil, sempat mencuri dengar dari pembicaraan sang supir dengan penunmpag lain, PO tersebut mempunyai beberapa armada bus besar dan 5 bus semi/kecil, untuk melayani trayek Jogja Malang 4 armada, 1 untuk cadangan atau trayek bus pariwisata.
  5. Bus besar, saat pulang, yakni dari baik dari Malang Surabaya, maupun Surabaya – Jogja, keduanya termasuk bus besar,  kategori bus Patas (cepat dan terbatas).
  6. Perbedaan bus semi dan bus besar, dengan menumpang bus yang berbeza ukuran saya jadi bisa sedikit merasakan perbedaannnya, bus besar relatif terasa nyaman dan untuk kecepatan bisa maksimal pada angka 100km/jam. Untuk bus semi/kecil kecepatan maksimal hanya 80km/jam saja, hanya saja untuk manuver lebih lincah bus kecil.
  7. Perbedaan Jogja – Malang, Malang – Jogja – (via Surabaya), saat pergi menggunakan bus langsung  trayek Jogja Malang, yang mana berjarak, sekitar 355km, sedang saat pulang, Malang – Jogja melalui Surabaya, 335km. Karena trayek bus Patas adanya Jogja Surabaya dan sebaliknya. Namun ternyata, untuk waktu selisih 1jam lebih cepat via Surabaya. google map memprediksi ditempuh dengan mobil selama 9 jam, 43 menit. Tapi realita menggunakan angkutan umum(bus dibutuhkan waktu selama 11 jam, 30 menit, istirahat 30 menit. 335 km, 7 jm,45 menit.
  8. Lama waktu yang ditempuh, Jogja – Malang dengan bus kecil Rosalia Indah memakan waktu selama 11 jam, istirahat 30 menit. Sedang untuk  Malang – Jogja via Surabaya membutuhkan waktu tempuh selama 10 jam 30 menit, istirahat 30 menit.jadi selisih 30 menit lebih cepat via Surabaya.
  9. Kota-kota yang dilewati, berangkat/pergi melewati kota Klaten, Sragen, Gendingan, Ngawi, Nganjuk, Kediri, Blitar, Wingi   Kepanjen , dan Malang. Saat pulang, Malang, Surabaya, Mojokerto, Nganjuk , Ngawi, Gendingan, Sragen, Klaten. Jogjakarta.
  10. Ada pembangunan jalan tol, di wilayah Nganjuk dan Sragen
  11. Ada penjaja ikan gabus di Nganjuk, dipinggir jalan wilayah Nganjuk ada beberapa warga yang menjual ikan gabus, nila, nila merah, sepertinya hasil tangkapan mereka di rawa kanan kiri jalan.
  12. Berpapasan dengan bus yang sama dalam 10 menit, seringnya berpapasan dengan bus yang sama, baik Rosalia Indah maupun Eka, hanya saja lebih sering yang bus Eka
  13. Saling memberi kode, menyapa jika bus berpapasan terlebih bus yang sama, supir akan membunyikan klakson dan melambaikan tangan tanda menyapa jika pas berpapasan, terlebih jika bus yang sama, saking memberi kode jika ada sesuatu. Bahkan terkadang berhenti sejenak(beberapa detik) jika dilampu merah, meskipun ibaratnya sekedar say hello.
  14. Pentingnya saling menghargai satu kendaraan dengan kendaraan lain, sebagsi penumpang yang di belakang supir jsu sedikit tau bahwa penting nya saling menghargai kendaraan satu dengan yang lain. Bus merupakan sosok kendaraan yang besar dan panjang, butuh waktu dan ruang lebih banyak di jalan, terlebih pada saat akan mendahului kendaraan lain.
  15. Komunikasi, supir sepertinya sering ditelpon oleh supir yang lain ataupun juga mungkin pihak operator trayek guna mengetahui keadaan jalan.

 

Didalam bus

Didalam bus

Well, demikianlah seputar pengalaman naik bus antar kota , Semoga bermanfaat…!!!

 

Update : Persyaratan Pendaftaran BPJS Kesehatan Mandiri Di Bantul 2017

logo BPJS Kesehatan

logo BPJS Kesehatan

Sudah hampir 3 tahun yang lalu saya menuliskan cara pendaftaran BPJS Kesehatan/ JKN secara Mandiri di Bantul, sepertinya telah usang, dan telah banyak perubahan prosedural.

Hari ini (17/01/2017) saya mendapat data terbaru prosedural  untuk mendaftar BPJS Kesehatan di Bantul, memang boleh dibilang rumit dan komplit.

Karena sesuai dengan Peraturan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 71/213 Pasal 17 , yang mana menyebutkan “Setiap orang wajib mendaftarkan diri beserta keluarganya”, maka harus semua yang ada di Kartu Keluarga di daftar kan.

Berikut persyaratan pendaftaran BPJS Kesehatan/JKN Mandiri (Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah )  di Bantul :

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017 : foto copy KK/C1& KTP, Akta kelahiran , surat nikah (menunjukkan yang asli, pas foto 3×4 seluruh peserta, foto copy rekening bank(BTI/BNI/MANDIRI/BTN), membayar premi pertama, mengisi inform dan form.

Berikut form surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan :

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran peserta BPJS Kesehatan mandiri :

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Lain- lain

Syarat update BBL PNS/TNI/POLRI :

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

 

Demikianlah, semoga bermanfaat.