Update : Persyaratan Pendaftaran BPJS Kesehatan Mandiri Di Bantul 2017

logo BPJS Kesehatan

logo BPJS Kesehatan

Sudah hampir 3 tahun yang lalu saya menuliskan cara pendaftaran BPJS Kesehatan/ JKN secara Mandiri di Bantul, sepertinya telah usang, dan telah banyak perubahan prosedural.

Hari ini (17/01/2017) saya mendapat data terbaru prosedural  untuk mendaftar BPJS Kesehatan di Bantul, memang boleh dibilang rumit dan komplit.

Karena sesuai dengan Peraturan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 71/213 Pasal 17 , yang mana menyebutkan “Setiap orang wajib mendaftarkan diri beserta keluarganya”, maka harus semua yang ada di Kartu Keluarga di daftar kan.

Berikut persyaratan pendaftaran BPJS Kesehatan/JKN Mandiri (Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah )  di Bantul :

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017 : foto copy KK/C1& KTP, Akta kelahiran , surat nikah (menunjukkan yang asli, pas foto 3×4 seluruh peserta, foto copy rekening bank(BTI/BNI/MANDIRI/BTN), membayar premi pertama, mengisi inform dan form.

Berikut form surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan :

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran peserta BPJS Kesehatan mandiri :

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Lain- lain

Syarat update BBL PNS/TNI/POLRI :

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

 

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Vonis 5 Tahun Penjara Untuk Pelaku Utama Pengeroyok Adnan Wirawan(Siswa Muh 1 Jogja)

Suasana sidang tertutup kasus pengeroyokan yang menewasksn Adnan Wirawan, pelajar SMA Muh1 Jogja

Suasana sidang tertutup kasus pengeroyokan yang menewasksn Adnan Wirawan, pelajar SMA Muh1 Jogja

Masih ingat kasus pengeroyokan segerombolan pemuda di wilayah Imogiri Bantul? Yang menewaskan Adnan Wirawan.

Nah Jum’at siang(13/01/2017) kemarin telah sidang terakhir atau sidang putusan.

Putusan sidang yang dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Subagyo SH. M.Hum, 10 orang terdakwa akhirnya dijatuhi vonis hukuman penjara ditempatkan di LPKA (lembaga Pemasyarakatan Khusus anak) dan mewajibkan mengikuti pelatihan kerja selama 3 tahun. Semua vonis hakim yang dijatuhkan kepada para terdakwa lebih ringan 1 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bantul, Affif Panjiwilogo.

 

Terdakwa pelaku utama yaitu KV (17 tahun) dan EF (16 tahun) masing masing divonis 5 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Terdakwa PR (16 tahun) dijatuhi 4 tahun penjara dikurangi masa tahanan. Sedangkan Terdakwa RS (16 tahun), SL (15 tahun), DP (17 tahun), MG (16 tahun), NA (16 tahun), CB (16 tahun) dan terdakwa DD (16 tahun), masing-masing divonis selama 3 tahun penjara dikurangi masa penahanan.

 

Ketua Majelis Hakim Subagyo dalam pembacaan vonisnya mengatakan kesepuluh terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana. Dalam persidangan para terdakwa terbukti memiliki peran masing-masing dalam melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Dan terbukti juga bahwa para terdakwa sengaja melakukan penghadangan para anak SMA 1 Muhammadiyah hingga terjadi penganiayaan pada korban. Pengacara terdakwa, Pranowo, mengaku masih akan mempertimbangkan hasil dari vonis majelis hakim.

 

Sumber : tribratanewsbantul.com

Hoax, Penilangan Sistem CCTV Di Jl. Bantul

Ilustrasi - (www.zonacctv.com)

Ilustrasi – (www.zonacctv.com)

Sobat di Bantul masih anget khan  kabar-berita yang viral di facebook sedari semalam hingga pagi tadi yang seperti ini loh…”

Ijin share, copas dr tmn, di informasikan jika teman2 bepergian melewati jalan samas-palbapang-bantul-jokteng kulon jangan sekali- sekali menerobos lampu merah karena di sepanjang jalan samas sampai Jokteng kulon sudah terpasang 127 CCTV.  Jika anda menerobos jangan kaget jika anda mendapat surat panggilan ( atau pajaknya menbengkak karena denda pelanggaran ) berlaku mulai tgl. 17 Januari 2017.

tolong sebarkan ke semua pengguna jalan.

Terimakasih, smg brmnfaat😊

Nah berita tersebut diatas ternyata bohong belaka alias Hoax. Saya kutip dari tribunjogja.com  yang telah mengkonfirmasi ke Kasubdit Bingakum Polda DIY AKBP Heru Setiawan yang membantah akan diberlakukannya sistem tilang melalui CCTV. Hinga hari ini, penilangan masih dilakukan secara manual yakni dengan pemeriksaan dan pengawasan di lapangan.

“Belum ada sampai sistem itu, belum secanggih itu. Kita masih manual di lapangan, tapi kalau mau diterapkan, itu bagus karena cepat menimbulkan efek jera,” ucap Heru.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Windarto juga menyebut, sistem CCTV di Yogyakarta peruntukkannya belum sampai ke penilangan.

Sejauh ini, CCTV yang dipasang pada 28 persimpangan di Kota Yogyakarta masih bertujuan untuk pengaturan lalu lintas.

“Belum sampai kesitu, CCTV masih digunakan untuk pengaturan lalu lintas,” ungkap Windarto.

Sementara Kepala Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY AKBP Latif Usman membantah hal tersebut dan informasi yang beradar dinyatakan hoax atau bohong.

Ia menerangkan, kepolisian indonesia belum menerapkan sistem yang sudah terlebih dahulu diterapkan di negara-negara lain.

“Hoax itu, tidak benar akan menerapkan hal itu. Namun menerobos lampu lalu lintas tetap tidak boleh karena membahayakan keselamatan,” ujar Latif pada Senin (9/1/2017).

Namun, Latif menyebutkan, penerapan sistem tilang berdasarkan kamera CCTV rupanya telah masuk dalam wacana kepolisian.

Nah tuh, tapi meskipun begitu jangan suka ‘ngeblong’ atau menerobos lsmpu merah loh yach… BAHAYA…!!

 

Penerbitan SIM C-1 &C-2 Belum Bisa Dilayani Di Polres Bantul

Mengendarai Honda CBR 600RR, harus punya SIM C-2 nih

Mengendarai Honda CBR 600RR, harus punya SIM C-2 nih

Menindaklanjuti berlakunya PP nomor 60 tahun 2016, ada dua kabar menarik yang terjadi di Bantul. Pertama, melonjaknya pembayar pajak kendaraan di kantor Samsat Bantul di hari Kamis (05/01) yang mencapai 3.590 wajib pajak, sehingga harus dilayani hingga pukul 19.00 WIB. Meskipun hari berikutnya(Jum’at, 6/01) wajib pajak kembali normal.

Selain itu, ada kabar lain dari kantor Polres Bantul yang mana belum bisa melayani permohonan SIM kendaraan roda dua berjenjang, yakni SIM C-1 dan SIM C-2. Yach salah satu poin yang ada dalam Peraturan Pemerintah nomor 60 Tahun 2016 tersebut menyebutkan besaran biaya penerbitan SIM C-1 dan C-2, dimana bisa diartikan sudah berlakunya kedua SIM berjenjang tersebut mulai diberlakukan, yang mana mengendarai motor berselinder 250 CC ke atas pengendara wajib mempunyai SIM C-1 dan yang berselinder 500 CC ke atas wajib memiliki SIM C-2.

Karena di Satlantas Polres Bantul, hingga saat ini belum mempunyai sarana dan prasarana untuk ujian bagi pemohon SIM C-1 dan SIM C-2, di antaranya sepeda motor gede (Moge). Untuk itu bagi pemohon SIM C-1 dan SIM C-2 dari Bantul diarahkan ujian di Polresta Yogyakarta atau Polres Sleman yang sudah mempunyai sarana untuk ujian bagi pemohon SIM C-1 dan SIM C-2. (krjogja.com)

Mmm atau adakah ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sepedamotor yang mo menghibahkan motor 250 cc nya…. Ke Polres Bantul ????😸

Mbak Pramugari

Foto-Foto “Supitan Bareng Ning Pesawat”

Ini nih foto-foto dari acara “Supitan Bareng Ning Pesawat”, monggo silahkan disimak….

Daftar ulang

Daftar ulang

 

Kirab Manten Supit

Kirab Manten Supit

mg_4721.jpg

mg_4739.jpg

Peserta Supitan Bareng

Peserta Supitan Bareng

mg_4751.jpg

mg_4755.jpg

 

mg_4752.jpg

mg_4753.jpg Continue reading

fb_img_1481933488390.jpg

Unik….”Supitan Bareng Di Atas Pesawat” Pertama Di Dunia Nih

Saat khitan di atas pesawat

Saat khitan di atas pesawat

Unik..Menakjubkan….yach pagi ini diadakan supitan atau Khitanan bareng yang lain dari biasanya , yakni di atas pesawat terbang .

Yach meskipun pesawatnya tidak terbang, karena merupakan pesawat simulasi milik Sekolah STTKD Yogyakarta. Tapi benar2 pesawat Boeng 737-200. Dan cukup membuat anak-anak sangat antusias untuk turut serta dalam Supitan bareng ini.

Awalnya hanya sebanyak 50 anak, namun dalam hari H tadi pagi(Sabtu, 27/12/2016) tercatat peserta 80 anak, sepertinya psnitia menambah kuota…menakjubkan. Dan anak-anak peserta beragam asal daerahnya, ada yang sekitar, tapi ada juga yang berasal dari Boyolali,  Garut, Tembang, dan wilayah lain. Rata-rata berusia 10 tahun, namun ada juga peserta termuda yang berusia 5 tahun(Arsyad/Sleman DIY) , serta tertua berusia 11 tahun(Irfanaira/Tangerang Jawa Barat). Peserta juga beragam, dari masyarakat umum, yatim-piatu, dan ada yang kembar-identik.

Untuk acara , boleh di bilang cukup menarik, meriah dan menggemparkan. Menarik karena penuh dengan prosesi tradisi adat jawa, ada pasang tarub, siraman dan sungkeman serta gress atau supitan itu sendiri.

Meriahnya, disamping anak-anak peserta yang bergembira, Keluarga mereka juga ikut bergembira, mereka di jamu dengan hidangan warung angkringan, nakan minum sepuasnya, juga di beri nasi kotak, di hibur beragam.kesenia; mulai dari hadroh Al Mahalli, Zgejog Lesung, tarian dari puteri-puteri dan tarian papua putera-putera anak didik STTKD.

Menggemparkannya adalah adanya Marching band yang juga dari STTKD YOGYAKARTA, yang mengiringi awal acara.

Acara dibuka oleh sambutan dari Bapak Bupati Bantul/yang mewakili, lalu sambutan dari bapak Gubernur DIY atau yang mewakili, serta terakhir sambutan dari direktur STTKD. Kemudian di lanjut kan dengan doa yang dipimpin oleh KH Ahmad Dakhori(pengasuh MM Al Furwon Jogja), kemudian di lanjut kan dengan khitanan. 50 anak di khitan di atas pesawat, dan 30 anak di khitan di gedung STTKD.  Proses khitan melibatkan kurang lebih 25 dokter, yang di koordinir oleh Dr. Arief Soekarno (MER-C), dan 35 paramedis /apoteker.

Acara khitanan atau Supitan Bareng Ning Pesawat ini diselenggarakan oleh FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon dan STTKD YOGYAKARTA, yang didukung oleh MER-C, RS. PURWO HUSADA, RS. PERMATA HUSADA, Rias DE TE EL Bantul, KAMADA, Farmasi UAD, dan beberapa sponsor.

img_20161217_101628-1.jpg

img_20161217_102345-1.jpg

Nanti kan foto-foto selengkapnya yach…!!!!

 

 

 

Barang bukti sajam yang di sita dari tersagka KM yang di tunjukkan oleh AKP Anggaito

8 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Aksi Penyerangan Siswa Muh1 Yogya

Barang bukti sajam yang di sita dari tersagka KM yang di tunjukkan oleh AKP Anggaito

Barang bukti sajam yang di sita dari tersagka KM yang di tunjukkan oleh AKP Anggaito

Setelah melakukan penyelidikan lebih lajut, akhirnya Polisi (Penyidik Sat Reskrim Polres Bantul) menetapkan 8 orang sebagai tersangka peristiwa penyerangan siswa SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta.

Seperti yang kita telah ketahui bersama bahwa pada Senin (11/12) sore telah terjadi peristiwa memilukan di Jalan Imogiri-Panggang tepatnya di Dusun Lanteng Desa Selopamioro Imogiri Bantul yang menyebabkan Adnan siswa Muhi tewas dengan luka tusuk dibagian punggung.

Dan berikut daftar ke delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Km (17) warga Perumahan Candi Gebang Blok Q1, Condong Catur Depok Sleman, Nas (16) warga Jalan dr Sutomo 17 Bausasran Yogyakarta, Rs (16) warga Jalan Pajeksan Sosromunduran Gedongtengen Yogyakarta, Mgr (16) dan Dp keduanya warga  Sukuharjo Cupuwatu 1 Purwomartani Kalasan Sleman, Sl (15) warga Jogokaryan MJ Yogyakarta, Ef (16) warga Jalan Kerto Asrama Agraria Muja Muju Umbulharjo Yogyakarta serta Dd (16) warga Notoyudan Gedongtengen Yogyakarta.

Dan semua tersangka ditahan dan dititipkan di LP Wirogunan Yogyakarta.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK SIH,  kesemua orang yang ditangkap dilakukan di rumah mereka masing-masing tanpa perlawanan. Terkait motivasinya memang tidak alasan khusus, kecuali hanya ingin mencari sasaran. Dan mereka  tidak saling kenal satu sama lain.

 

Sumber : krjogja.com