KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

Foto-Foto Ekspedisi Lomba Jemparingan Gaya Mataram 2017

Baliho lomba jemparingan gaya Mataraman

Baliho lomba jemparingan gaya Mataraman

Berikut beberapa moment yang sempat saya abadikan dalam Ekspedisi* lomba Jemparingan Gaya Mataram 2017 di lapangan Trirenggo Bantul, Minggu 26 Februari 2017… *sebelum di mulainya lomba…

Pendaftaran peserta lomba jemparingan

Pendaftaran peserta lomba jemparingan

 

Salah satu dari 6 trofi sebagai hadiah pemenang lomba jemparingan

Salah satu dari 6 trofi sebagai hadiah pemenang lomba jemparingan

Juri lomba jemparingan, memakai 'bendhe' tmsebagai tanda dimukai-diakhiri, serta anak panah yang mengenai sasaran

Juri lomba jemparingan, memakai ‘bendhe’ sebagai tanda dimulai-diakhiri, serta anak panah yang mengenai sasaran

Persiapan memanah

Persiapan memanah

mg_6669.jpg

img_6580.jpg

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

img_6593.jpg

Peserta wanita

Peserta wanita

mg_6672.jpg

Sasaran/ target

Sasaran/ target berjarak 35 meter dari pemanah

img_6533.jpg

img_6535.jpg

Mengenai sasaran dapat poin 1

Mengenai sasaran dapat poin 1

KRT H. Jatiningrat, SH anak panah nya mengenai sasaran

Kena 'bol' di soraki dan di kurang i poin 1

Kena ‘bol’ di soraki dan di kurang i poin 1

Pemanah mengambil sendiri-sendiri anak panah nya

Pemanah mengambil sendiri-sendiri anak panah nya

img_6579.jpg

Kena sasaran dapat poin dan bendera putih

Kena sasaran dapat poin dan bendera putih

Anak panah mensncap kuat di sasaran

Anak panah mensncap kuat di sasaran

 

Loker : PENERIMAAN TENAGA KONTRAK PROMOSI KESEHATAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL TAHUN 2017

Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

PENERIMAAN TENAGA KONTRAK PROMOSI KESEHATAN DAN KESEHATAN
LINGKUNGAN PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANTUL TAHUN 2017

Pemerintah Kabupaten Bantul membuka kesempatan kepada warga Bantul dan
sekitarnya yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen tinggi untuk menjadi tenaga
kontrak yang akan mengisi lowongan formasi pada Dinas Kesehatan serta puskesmas di
wilayah Kabupaten Bantul dengan ketentuan sebagai berikut:
KETENTUAN UMUM
1. Proses penerimaan tenaga kontrak tahun 2017 ini terbuka untuk umum;
2. Pengadaan tenaga kontrak Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan
dilaksanakan secara obyektif, transparan, akuntabel, serta tidak ada praktek KKN,
berdasarkan syarat-syarat yang telah ditentukan;
3. Pelamar yang lolos seleksi akan dipekerjakan sesuai dengan kontrak dan tidak
menuntut untuk diangkat menjadi CASN (Calon Aparatur Sipil Negara);
4. Dikarenakan keterbatasan anggaran, dari semua pelamar yang memenuhi persyaratan
administrasi, jumlah peserta maksimal yang berhak mengikuti ujian tulis dibatasi
berdasarkan perhitungan proporsional per formasi yang akan ditetapkan kemudian
setelah melihat jumlah pelamar. Penentuan peserta yang berhak mengikuti ujian tulis
didasarkan pada urutan peringkat yang ditentukan oleh panitia seleksi .
5. Pelamar tidak dipungut biaya apapun dalam seluruh tahapan proses seleksi.
PERSYARATAN PELAMAR
Persyaratan pelamar meliputi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
A. Persyaratan Umum
1. Warga Negara Indonesia dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) , bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945, dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, diutamakan KTP Bantul;

2. Berusia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 35

(tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 April 2017. Usia pelamar ditentukan

berdasarkan tanggal kelahiran yang tercantum pada ijazah yang digunakan sebagai

dasar untuk pelamaran;

3. Memiliki kualifikasi pendidikan, kecakapan, keahlian dan ketrampilan yang

dipersyaratkan;

4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri yang dibuktikan

dengan surat pernyataan;

5. Tidak berkedudukan sebagai pengurus dan/atau anggota partai politik, yang

dibuktikan dengan surat pernyataan;

6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak

dengan hormat sebagai CPNS/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri atau diberhentikan

tidak dengan hormat sebagai Pegawai BUMN/BUMD atau pegawai swasta, yang

dibuktikan dengan surat pernyataan;

7. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan

yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana

kejahatan, yang dibuktikan dengan surat pernyataan;

8. Tidak pernah terlibat dalam suatu kegiatan/gerakan yang menentang Pancasila,

UUD 1945, Pemerintah dan NegaraKesatuan Republik Indonesia, yang dibuktikan

dengan surat pernyataan;

9. Berkelakuan baik, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian

(SKCK) dari minimal Polsek setempat;

10. Sehat Jasmani yang dibuktikan dengan Surat Keterangan dari dokter pemerintah

img_20170227_142959_902.jpg

img_20170227_143028_503.jpg

IV. KETENTUAN PENDAFTARAN

1. Setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) berkas lamaran;

2. Pelamar datang sendiri ke tempat pendaftaran dengan membawa berkas yang

ditentukan;

3. Waktu dan Tempat Penyerahan Berkas

Tanggal : 1 s/d 6 Maret 2017

Tempat : Dinas Kesehatan Kab. Bantul

Jam : 08.00-14.00 WIB

Berkas lamaran dikumpulkan dalam map snelhecter folio kertas buffalo warna KUNING

untuk formasi Promosi Kesehatan dan warna MERAH untuk formasi Kesehatan

Lingkungan. Pada halaman depan map snelhecter dituliskan dengan jelas : Formasi

yang dilamar, Nama, Alamat, Kualifikasi Pendidikan, Usia, No Telepon/HP yang bisa

dihubungi. Pada saat mengumpulkan berkas, pelamar diharuskan untuk berpakaian sopan, bebas, rapi dan bersepatu.

4. Berkas yang dikumpulkan disusun rapi dengan urutan sebagai berikut:

1) Foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 3 (tiga) lembar dimasukkan dalam

plastik transparan;

2) Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik / surat telah melakukan

perekaman data e-KTP ;

3) Surat lamaran ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul ditulis

tangan dengan tinta hitam pada kertas folio bergaris;

4) Daftar Riwayat Hidup;

5) Fotokopi Ijazah yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

6) Fotokopi Transkrip Nilai Akademik yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang;

7) Fotokopi Surat Catatan Kepolisian (SKCK) yang telah dilegalisir;

8) Asli Surat Keterangan Sehat dari Dokter pemerintah;

9) Fotokopi STR atau STR dalam proses (khusus tenaga kesehatan lingkungan);

10) Fotokopi SIM ;

 

V. SELEKSI ADMINISTRASI

Berkas pendaftaran yang masuk selanjutnya akan diverifikasi oleh panitia. Berkas yang

memenuhi persyaratan dinyatakan lulus seleksi administrasi dan mendapatkan Kartu

Tanda Peserta Ujian (KTPU) untuk mengikuti ujian tulis, praktek dan wawancara.

Pengumuman hasil seleksi administrasi disampaikan pada hari Selasa,7 Maret 2017

melalui papan pengumuman yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan

Laman http://dinkes.bantulkab.go.id.

 

VI. PENGAMBILAN KARTU TANDA PESERTA UJIAN (KTPU)

Bagi pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi diwajibkan mengambil sendiri

lembar Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) di Dinas Kesehatan Kab. Bantul pada hari

Rabu, 8 Maret 2017 pukul 10.00 – 13.00 WIB.

 

VII.KETENTUAN UJIAN

1. Ujian Tulis

a. Dilakukan secara tertulis dengan lembar jawaban

b. Materi meliputi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB)

c. Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan Ujian Praktek dengan

membawa Asli Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU), tanda pengenal

(KTP/SIM/Identitas lain) dan alat tulis.

d. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Ujian Tulis, Praktek, dan Wawancara :

Hari : Kamis

Tanggal : 9 Maret 2017

Pukul : 09.00 WIB – Selesai

Tempat : Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

Pakaian : Sopan, bebas rapi dan bersepatu

IV/c

NIP : 195911051988032002

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS KESEHATAN

Komplek II Kantor Pemda Bantul

Jl. Lingkar Timur,Manding,Trirenggo, Bantul 55714 Telp/Fax (0274) 367531/368828

Website : http://dinkes.bantulkab.go.id Email : dinkeskabbantul@bantulkab.go.id

 

VIII. LAIN-LAIN

1. Pelamar yang dinyatakan diterima wajib melengkapi berkas untuk pengangkatan sebagai pegawai kontrak Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Apabila pelamar tidak melengkapi berkas lamaran yang sudah ditentukan, dinyatakan gugur dan diganti oleh pelamar peringkat selanjutnya;

2. Keputusan Panitia Pengadaan Pegawai Kontrak Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan Di Dinas Kesehatan Kab. Bantul Tahun 2017 bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

3. Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tidak bertanggung jawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Dinas Kesehatan Kab.Bantul, atau Tim Pengadaan Pegawai Kontrak Dinas Kesehatan Kab. Bantul Tahun 2017;

4. Informasi resmi yang terkait dengan Penerimaan Tenaga Kontrak Promosi Kesehatan dan Kesehatan Lingkungan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dapat dilihat di papan pengumuman Dinas Kesehatan Kab. Bantul dan laman

http://dinkes.bantulkab.go.id. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

drg. Maya Sintowati Pandji, MM

Pembina Utama Muda, IV/c

NIP : 195911051988032002

PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL

DINAS KESEHATAN

Komplek II Kantor Pemda Bantul

Jl. Lingkar Timur,Manding,Trirenggo, Bantul 55714 Telp/Fax (0274) 367531/368828

Website : http://dinkes.bantulkab.go.id     Email : dinkeskabbantul@bantulkab.go.id

 

 

Atau klik :http://dinkes.bantulkab.go.id/filestorage/dokumen/2017/02/Dokumen_Rekrutmen_Tenaga_Promkes_Versi_Publikasi_(2)%5B1%5D.pdf

 

Contoh surat pernyataan

Contoh surat pernyataan

Conroh surat lamaran Kerja

Contoh surat lamaran Kerja

Contoh penulisan kop map

Contoh penulisan kop map

Daftar Riwayat Hidup

Daftar Riwayat Hidup

Baliho lomba jemparingan gaya Mataraman

Workshop Jemparingan Mataraman

Ibu Erlina,KRT H. Jatiningrat, SH, ka kodim Bantul

Ibu Erlina,KRT H. Jatiningrat, SH, ka kodim Bantul

Bertempat di pandapa rumah dinas Bupati Bantul, Minggu (26/02/2017) pagi diadakan ‘workshop’ Jemparingan Mataraman, sebagai rangkaian awal pada acara lomba Jemparingan yag diadakan di Lapangan Trirenggo Bantul.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa kata ‘Jemparingan’ adalah sebuah kosa-kata bahasa Jawa yang berasal kata jemparing yang berarti panah, jadi jemparingan jika di alih bahasa kan ke bahasa Indonesia maka berati panahan.

Panah seperti yang kita ketahui, merupakan sebuah senjata, yang mana dahulunya merupakan salah satu senjata untuk berperang maupun berburu binatang. Tapi kini panah digunakan ata diimplementasikan  sebagai salah satu cabang olah raga di negara kita.

Lalu apa menariknya dari jemparingan ini yang dinamakan Jemparingan Gagrak(gaya) Mataraman?

Workshop jemparingan Mataraman

Workshop jemparingan Mataraman

Dalam ‘workshop’ Jemparingan Gaya Mataraman tersebut yang dibuka oleh Ibu Erlina Hidayati, SIP.MM selaku Kepala Bidang Sejarah,Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY. Dan workshop di jelaskan oleh narasumber yakni KRT H. Jatiningrat, SH selaku kerabat Keraton Yogyakarta dan juga selaku pengajeng Paguyuban Jemparingan Mataraman Gandhewa Mataram Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Menjelaskan panjang lebar mengenai Jemparingan gagrak Mataraman ini secara gamblang, mula dari sejarah berdirnya Keraton(Kamis Pon, 29 Jumadil Awal 1686/ 13 Maret 1755), perjuangan Pangeran Mangkubumi( Sri Sulta HB I) dalam melawan penjajah Belanda hingga penjelasan akan jemparingan yang penuh dengan filosofi yang mana acara lomba Jemparingan ini bertepatan dengan berdirinya keraton yang ke 270.

Dijelaskan oleh KRT H. Jatiningrat, SH, bahwa Jemparingan Gagrak Mataraman pelaksanaan membidik nya tidak dengan mata, namun dengan hati. Jadi pelaksanaannya busur di letakkan di depan dada(bukan di depan kepala) dan posisi vertikal atau mendatar.

“Mata hanya unruk ‘menerke'(mengarahkan, sedangkan membidiknya dengan rasa- atau hati.”

Ini merupakan ajaran dari Sri Sultan HB I, yang terkait dengan meyarukan jiwa, jiwa yang nyawiji yang merupakan tandakomitmen dari sosok Ksatria. Nyawiji=konsentrasi.

Sedangkan filosofi dari Jemparingan ini adalah ” pamenthanging gandewa, pamanthenging cipto”. Yaitu ketika menthang gandewa yang dipakai untuk membidik itu hati, bukan mata. Bisa dikatakan untuk mencapai sasaran, dengan sistem kira-kira. Hal ini dimaksudkan untuk melatih konsentrasi. Gandewa= busur, jemparing= anak panah.

“Ngarso Dalem, Sri Sultan Hamengku Buwono I, kala itu berharap agar para abdi dalem, sederek, keluarga, dan rakyat Ngayogyakarta Hadiningrat dapat menjadi Satriya, yang memiliki sifat sawiji (konsentrasi), greget (semangat), sengguh (jatidiri) dan ora mingkuh (bertanggung jawab).”

KRT H. Jatiningrat, SH

KRT H. Jatiningrat, SH

KRT H. Jatiningrat, SH, pernah berguru atau menjadi murid dari Sri Paduka Paku Alam VIII(8), namun dikala itu, Sri Paduka mengajarkan dengan gagrak lain, yakni memanah dengan berdiri dan sasarannya berbentuk lingkaran seperti dalam  panahan pada umumnya saat ini.

Beda panahan atau jemparingan gagrak Mataraman dengan panahan lain pada umumnya adakah disamping posisi pemanah mesti duduk bersila, juga  bentuk dari target atau sasarannya. Sasaran berjarak kurang lebih 35 meter dari pemanah tersebut  berwujud ‘wong-wongan’ atau orang-orangan, terbuat dari kain yang digulung, namun ukurannya cukup kecil sebesar pipa pralon 1/2 ” dan terdiri dari 3 bagian, yaitu mala/ Makutha(yang paling atas warna merah), jangga (leher warna kuning), baten (badan-warna putih), yang palin bawah bereujud bola yang disebut ‘bol’.

Ketika mengenai bagian paling atas maka mendapat poin 3, kalau mengenai bagian leher mendapat poin 2 dan kalau hanya mengenai bagian badan, poinnya hanya 1. Tapi poin akan hilang satu jika anak panah mengenai bola atau bagian paling bawah dari target yang dinamakan bol tadi.

Pelaksanaan jemparingan berlangsung selama 20 ronde(tahapan), dan setiap ronde(tahapan) peserta melepaskan sebanyak 4 anak panah.

Pemanah dalam posisi duduk bersila, dengan busana Jawa Mataraman, posisi busur horisontal sejajar dengan dada.

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

mg_6511.jpg

Saksikan Uniknya Lomba Jemparingan Gaya Mataraman Di Lapangan Trirenggo Bantul

Jumpa pers lomba jemparingan  -tribunjogja.com

Jumpa pers lomba jemparingan -tribunjogja.com

Untuk pertama kalinya lomba ini digelar di Yogyakarta, yakni sebuah lomba panahan dengan gaya Mataraman (Cikal bakal Keraton Yogyakarta).

Lomba ini dinamakan lomba Jemparingan gaya Mataram. Jemparingan merupakan kosa kata bahasa jawa yang berarti Panahan.

Lomba ini akan dihelat pada hari Minggu, 26 Februari 2017, mulai pukul 09.00 WIB, di lapangan Trirenggo Bantul.

Lomba yang akan memperebutkan trophy dari Dinas Kebudayaan DIY dan Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat ini dikatakan unik karena cara memanah bukan seperti memanah saat ini yang mana pada umumnya anak panah dalam olahraga panahan ditarik sejajar dengan pelipis mata, namun di jemparingan ini anak panah diposisikan di depan dada pemanah.

Perlombaan ini nanti akan dilaksanakan dalam 20 ronde, setiap rondenya pemanah hanya dibolehkan melepaskan 4 anak panah.

Sedang untuk penilaiannya, pemanah akan mendapatkan poin 3 bila mengenai sasaran kepala berwarna merah, 2 poin kena sasaran leher berwarna kuning, 1 poin kena sasaran badan berwarna putih, serta bila mengenai sasaran pocong/bokong poin akan dikurangi 1.

Disamping itu peserta lomba juga diwajibkan untuk mengenakan busana jawa lengkap, khususnya busana Mataraman (abdi dalem : busana pranakan, umum : takwa atau surjan).

Selain itu dalam membidik sasaran nanti pemanah diwajibkan duduk bersila, dengan memposisikan busur mendatar (horisontal) sejajar dengan dada pemanah.

Perlu diketahui bahwa Jemparingan tradisional Mataraman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki landasan filosofis “PAMENTHANGING GANDHEWA PAMANTHENGING CIPTA” yang artinya pembentukan watak (karakter) pribadi yang pandai, cerdas, berkonsentrasi sebagai langkah awal melakukan suatu tujuan.

Ok bagi warga Bantul dan sekitarnya selamat menyaksikan yach….!!!

 

Sumber : tribunjogja.com

Ilustrasi Tosan Aji Keris

Ada Pameran ‘Tosan Aji’ Di Bantul 24-26 Februari 2017

 

Ilustrasi Tosan Aji Keris

Ilustrasi Tosan Aji Keris

Tosan aji merupakan istilah dari bahasa Jawa untuk penyebutan segala macam jenis pusaka atau senjata. Ya meskipun menuju pada satu senjata tangan yakni ‘keris’. Iya keris merupakan senjata tangan asli suku/orang jawa.

Kini keberadaan senjata keris tinggal kenangan saja, hanya dipakai secara simbolis sebagai pelengkap pakaian adat Jawa.

 

Untuk memperkenslkan aoa itu Tosan Aji,  maka akan diadakan Kegiatan pameran ‘Tosan Aji’ di Bantul, yang diprakarsai oleh Serikat Nasional Pelestarian Tosan aji (Senapati) Nusantara. Diadakan pada 24-26 Februari 2017  di Cleopatra Pyramid Resto, Jalan parangtritis Km 5, Sewon.

Kegiatan pameran yang pertama kali ini bertujuan untuk mengenalkan dan mendidik masyarakat umum khususnya kaum muda mengenai tosan aji Nusantara.

Disamping pameran juga akan diadakan Musyawarah Agung Senapati Nusantara yang akan digelar di lokasi yang sama.

Sedangkan pendirian Senapati Nusantara pada 4 Oktober 2016 lalu yang bertujuan  memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu tosan aji, apa saja bentuknya.

 

Well bagi warga Bantul dan sekitar nya silahkan berkunjung ke pameran ini untuk memperkenalkan ‘Tosan Aji’ kepada anak-anak  generasi selanjutnya.

 

Sumber : bantulkab.go.id

 

 

 

 

Klithih

Disinyalir Akan Berbuat Onar, 20 Remaja (Klithih) Diamankan Di Polsek Banguntapan Bantul

20 remaja dan sajam yang berhasil ditangkap polsek Banguntapan Bantul

20 remaja dan sajam yang berhasil ditangkap polsek Banguntapan Bantul & Polresta Yogyakarta

Minggu (19/02) dini hari jajaran Polsek Banguntapan dibantu Polresta Yogyakarta berhasil menangkap dan mengamankan sekelompok remaja yang membawa senjata tajam di Simpang 4  Blok O Banguntapan Bantul.

Berikut kronologi nya, Saat petugas sedang patroli mendapati sekelompok remaja berboncengan mengendarai 10 unit sepeda motor dari arah barat menuju ketimur. Karena mencurigakan lalu petugas mengejar mereka dan diperhentikan dengan paksa kemudian diadakan pemeriksaan.

 

Dalam pemeriksaan itu petugas menemukan berbagai jenis senjata tajam yaitu 4 buah gear, sebilah Clurit, 2 bilah Golok, sebilah pedang, sepucuk drei panjang dan dua batang tongkat besi. Selanjutnya barang bukti sajam dan 10 sepeda motor berikut para remaja tersebut diamankan ke Polsek Banguntapan.

 

Adapun Identitas mereka ialah :

  1. AS (18 tahun) warga Kambil Pang Rt. 05 Srihardono, Pundong, Bantul,
  2. DT (18 tahun) Pelajar warga Grogol tujuh Parangtritis, Kretek, Bantul,
  3. GTP (18 tahun) Pelajar warga Banjardowo, Patalan, Jetis, Bantul,
  4. RFK (17 tahun) Pelajar warga Pendowo Rt. 92 Pendowoharjo, Sewon, Bantul,
  5. DPA (16 tahun) Pelajar warga Kretek Rt. 001, Parangtritis, Bantul,
  6. PA (17 tahun) Pelajar warga Jl. Imogiri Barat Km 7.5 Dsn Gandok Rt. 01 Ds. Timbulharjo, Sewon,
  7. EAW (18 tahun) Pelajar warga Cabeyan Rt. 01 Panggungharjo, Sewon,
  8. EPP (18 tahun) Pelajar warga Gedongan Rt. 006 Gilangharjo, Pandak, Bantul,
  9. ANM (17 tahun) warga Dukuh Rt. 01 Seloharjo, Pundong, Bantul,
  10. JYP (17 tahun) Pelajar warga Palihan Rt. 003 Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul,
  11. RB (17 tahun) warga Bangeran, Rt. 006 Sabdodadi, Bantul,
  12. AP (18 tahun) Pelajar warga Rendeng Wetan Rt. 002 Timbulharjo, Sewon, Bantul,
  13. AYM (18 tahun) Pelajar warga Kembaran, Rt. 003 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul,
  14. AP (18 tahun) Pelajar warga Derman Rt. 06 Ds. Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul,
  15. MCM (16 tahun) Pelajar alamat Widoro Candran Rt. 09 Bangunharjo, Sewon, Bantul,
  16. WN (21 tahun) Pelajar warga Gonjen Rt. 007 Tamantirto, Kasihan, Bantul,
  17. MAS (17 tahun) Pelajar warga Semail Rt. 006 Bangunharjo, Sewon, Bantul,
  18. AY (16 tahun) Pelajar, warga Grojogan Rt. 005 Wirokerten, Banguntapan, Bantul,
  19. EPP (18 tahun) Pelajar warga Gendongan Rt. 006 Gilangharjo, Pandak, Bantul dan
  20. NS (18 tahun) pelajar warga Glugo, Rt. 007 Panggungharjo, Sewon, Bantul.

 

Sementara hingga saat ini mereka sedang diperiksa secara intensif. Di pastikan mereka yang terbukti membawa senjata tajam akan dijadikan tersangka.

Kabag Ops Polres Bantul Kompol Dhanang Bagus Anggoro, SH, SIK didampingi Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno, SH, disinyalir mereka akan berbuat onar.

(Sihumas Polsek Banguntapan)

 

Sumber: tribratanewsbantul.com

Mobil Taff Mlorot Di Jalan Cino Mati

Mobil taff yang melorot di jalan cino mati Pleret

Mobil taff yang melorot di jalan cino mati Pleret

Ada beberapa jalan alternatif dari Bantul jika ingin menuju kota Wonosari Gunung Kidul, setidaknya ada tiga, melewati Parangtritis-Panggang, Imogiri-Dlingo, dan Pleret- Dlingo. Kalau jalam utama adalah Piyungan-Pathuk, tapi bagi warga Bantul jalan tersebut dirasa terlalu jauh. Ya kalau dengan bus besar pasti mesti lewat Piyungan-Pathuk, namun jika bus kecil atau mobil bisa lewat ketiga jalan alternatif diatas. Namun begitu ketiga jalan tersebut memiliki tingkat kecuraman tanjakan dan turunan yang cukup curam. Disamping juga jalannya yang sempit.

Seperti halnya yang terjadi pada hari Minggu(12/02) pukul 08.00 WIB kemarin, sebuah mobil Taff ‘melorot’ setelah tidak kuat menanjak di jalan Cino Mati-Wonolelo, Pleret, Bantul, yang dikenal  akan tanjakan curam. Mobil yang dikemudikan oleh Agung Sulistyo (39th) warga Payungan Rt 06, Triharjo, Pandak, Bantul, tidak kuat menanjak dan terperosot mundur. Korban sudah mencoba melakukan pengereman namun rem mengalami masalah. Setelah itu mobil oleng lalu korban banting stir ke kiri sehingga menabrak tebing. Mobil baru dapat terhenti karena membentur tebing dan roda belakangnya masuk ke parit yang berada di sisi jalan. Mobil mengalami rusak berat,tapi beruntunglah tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Rencananya korban hendak ke Wonosari, Gunungkidul dengan melalui jalan alternatif Cino Mati, namun naas mobilnya tidak kuat menanjak.

Mobil akhirnya dapat dievakuasi dengan mobil derek dibantu FPRB Wonolelo.

 

Anggota Lantas Polsek Pleret Brigpol Untung Iswanto menghimbau kepada pengguna jalan yang belum mengenal medan jalur Cino Mati, agar tidak melalui jalur ini mengingat tanjakan-tanjakannya dikenal sangat curam dan ditambah akses jalan yang sempit. Namun bilamana terpaksa harus melewati jalur ini dihimbau agar selalu gunakan gigi satu agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

 

Sumber : tribratanewsbantul.com