Para Juara lomba Balap Sepeda “2018 Road National Championship”

Balap sepeda 2018 Road Nasional Championship

Minggu (15/07/ 2018) kemarin, Bertempat di TES (Tempat Evakuasi Sementara) jalan lintas selatan Kuwaru desa Poncosari kecamatan Srandakan kabupaten Bantul telah diadakan lomba balap sepeda 2018 Road National Championship.

Lomba tersebut terbagi dalam 6 klas :
1. IRR MEN ELITE diikuti oleh 61 peserta.
2. IRR MEN JUNIOR diikuti oleh 21 peserta.
3. IRR MEN YOUTH diikuti oleh 4 peserta.
4. IRR WOMEN ELITE diikuti oleh 6 peserta
5. IRR WOMEN JUNIOR diikuti oleh 8 peserta.
6. IRR WOMEN YOUTH diikuti oleh 2 peserta.

Setiap klas melewati route yang sama tetapi beda jumlah lintasannya. Route lomba balap sepeda yaitu start dari TES, Pengklik, Kretek abang ,Sanden, Koripan , Babakan, Pandansimo dan finis di tempat semula. Dengan jarak lintasan 16,4 km sekali putaran.

Hasil lomba :
1. Klas IRR Men Elite:
Juara 1 Prayogo Dealton dari Jakarta
Juara 2 Setiawan Odie Purnomo dari PGN
Juara 3 Abdullah Fatahillah dari ISSI Bantul.

2. Klas IRR Men Junior:
Juara 1 Nandamulya Shafrifat dari tim INA
Juara 2 Sulthan M. Alvan dari Bandung
Juara 3 Prasetio Aziz dari INA

3. Klas IRR Men Youth:
Juara 1 Faisal Dias
Juara 2 Mukandi Tri
Juara 3 Wibawa Lee Riyan Arya.

4. Klas IRR Women Elite:
Juara 1 Fuchianti
Juara 2 Farchana Azizah
Juara 3 Marenda Maghfirotika

5. Klas IRR Women Junior:
Juara 1 Wati Okky Lavida
Juara 2 Yunika Gita Widya
Juara 3 Shelomitha

6. Klas IRR Women Youth:
Juara 1 Wahyuni Atika Angri
Juara 2 Khalipah Supi Siti.

Sumber : tribratanewsbantul.com

Advertisements

Asyik Bentar lagi Bantul Ekspo 2018

Bantul Ekspo 2018 source : pemkab Bantul

Di bulan akhir Juli dan awal Agustus, selaras dengan hari jadinya, Bantul mengadakan pameran pembangunan atau istilah bekennya Bantul Expo. Event ini merupakan event tahunan yang pastinya sangat dinantikan kehadirannya oleh warga Bantul dan sekitarnya.

Kegiatan Bantul Expo meliputi; pameran, lomba stand, bursa penjualan, pentas seni dan hiburan, wahana permainan anak. Sedangkan peserta-peserta Bantul Expo meliputi seluruh OPD se-Kabupaten Bantul, instansi vertikal di Kabupaten Bantul, perbankan di Kabupaten Bantul, Kecamatan se Kabupaten Bantul dan organisasi binaan pemerintah (Dekranasda dan lain-lain).

Bantul Expo 2018 kali ini akan dibuka pada hari Jumat 27 juli 2018 jam 15.00 WIB sedangkan penutupan pada senin 6 Agustus 2018 jam 19:30 WIB. Seperti tahun-tahun sebelumnya Bantul Expo 2018 masih diselenggarakan atau digelar bertempat di Pasar Seni Gabusan (PSG) Jl. Parangtritis Km 7 Sewon Yogyakarta. Bantul Expo dibuka setiap hari yaitu mulai tanggal 27 juli hingga 6 Agustus 2018, jam 08.00 pagi Hingga jam 22.00 WIB.

Selamat menantikan yach……!!!!!

Lomba Pranatacara(MC) Bahasa Jawa Tingkat pelajar(SMP & SMA) se-Bantul

 

Lomba MC Pranatacara tingkat Pelajar SMP SMA di Bantul Juli 2018

Pembawa acara atau pranatacara adalah orang yang bertugas sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin acara dalam panggung pertunjukan, hiburan, pernikahan, dan acara-acara sejenis. … Pembawa acara televisi juga dilibatkan dalam penulisan naskah jika diperlukan.(Wikipedia)

Bagi adik-adik pelajar tingkat SMP dan SMA di Bantul yang mahir berbahasa Jawa (Kromo, kromo Inggil) bisa ikut lomba MC (Master of Ceremony) ini.

Dinas Kebudayaan Bantul, lewat anggaran Danais, akan mengadakan Lomba Pranatacara/ Pembawa Acara/ MC dalam Bahasa Jawa. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa-siswi SMP-SMA sederajat se Kabupaten Bantul.

Setiap sekolah boleh mengirimkan maksimal 3 orang muridnya. Peserta lomba ini dibatasi maksimal 100 orang. Tema yang diambil adalah pernikahan, kematian, dan pengajian.

Durasi waktu untuk masing-masing peserta adalah 5-7 menit dimana saat tampil peserta juga diajibkan menggunakan busana Jawa gagrak Ngayogyakarta.

Adapun pelaksanaan lomba ini bertempat di Pendapa Balai Desa Pleret, Pleret mulai jam 08.00 WIB, dengan jadwal sebagai berikut :

  • Senin, 30 Juli 2018 untuk SMP sederajat
  • Selasa, 31 Juli 2018 untuk SMA sederajat

Pendaftaran lomba  sampai tanggal 20 Juli 2018 di Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul atau menghubungi :

Jaka : 0877 3803 9234
Vera : 0818 0263 3820
Heri : 0813 2823 2313

 

 

Sumber : dibud.bantulkqb.go.id

Waspada, Ubur-ubur mengintai wisatawan Parangtritis

 

Ubur-ubur laut berwarna biru source: bpdb.bantulkab.go.id

Libur lebaran Idul Fitri 1439H tinggal beberapa hari lagi, setidaknya masih menyisakan 4 hari kedepan, Kamis-Minggu Karena efektif nya masuk sekolah kuliah maupun kerja Senin depan(25 Juni).

Bagi anda yang ingin menghabiskan sisa libur lebaran di kota Yogyakarta, terutama ingin berwisata di kawasan pantai. Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti maupun mengurangi rasa bersenang-senang. Sebaiknya anda perlu sedikit berhati-hati dan waspada akan kemunculan ubur-ubur laut.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bantul, yang mengabarkan bahwa belasan pengunjung pantai Bantul tersengat ubur-ubur, dan Satuan Tugas (Satgas) Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memberikan pertolongan pertama.

Kemarin atau Selasa (19/6/18) Pos Induk SAR Pantai Parangtritis mencatat, setidaknya ada 19 (sembilan belas) orang yang tersengat ubur-ubur, kebanyakan adalah anak-anak.

Sedangkan kemunculan ubur-ubur sendiri, sudah terdeteksi sejak minggu pertama bulan Juni, untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah menyiagakan lebih dari seratus personil untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung Pantai Bantul.

Dijelaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Drs. Dwi Daryanto, MSi, bahwa kebanyakan kasus sengatan ubur-ubur karena ketidakpahaman, biasanya anak-anak dengan sengaja memegang ubur-ubur, karena dianggap mainan.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Selatan, Bantul, diharapkan lebih berhati-hati, tidak menyentuh apalagi bermain dengan hewan yang menyerupai gelembung berwarna biru transparan, jelasnya.

“Tidak perlu takut, namun mewaspadai keberadaannya. Jika tersengat, segera menghubungi petugas dari Puskesmas yang berjaga atau menuju pos SAR terdekat,” tambahnya.

 

Sumber : bpdb.bantulkab.go.id

Antisipasi kecelakaan di Tanjakan Cinomati, Bus & Truk dilarang melintas hingga disediakan Sopir khusus

Jalur tanjakan Cinomati

Libur lebaran momentum yang tepat untuk bepergian ke tempat-tempat wisata, dan pantai-pantai Gunungkidul yang eksotis menjadi daya pikat masyarakat untuk menuju ke sana, biasanya rute kesana, meskipun banyak jalur, namun karena saking banyaknya wisatawan, terjadi lonjakan hingga terjadi antrian panjang kendaraan menuju ke sana. Dan jalan alternatif menjadi pilihan, meskipun itu terbilang jalur ekstrem, seperti halnya jalur jalan Pleret-Dlingo, yang melewati sebuah tanjakan Cinomati yang begitu terjal.
Di lebaran 1439 H /tahun 2018.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, jalur tersebut merupakan titik rawan kecelakaan.

Dan pemerintah Bantul beserta jajaran kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resor Bantul mendirikan pos pemeriksaan atau check points bagi kendaraan yang akan melewati jalur tanjakan Cinomati, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret. Pos tersebut untuk memeriksa kelayakan kendaraan yang bakal naik ke jalur yang memiliki kemiringan 45 derajat tersebut.

Oleh karenanya, apabila nanti ditemukan kendaraan yang tidak layak, polisi tidak akan memberikan toleransi untuk naik ke jalur maut tersebut. Kendaraan akan diisolasi di Pos pemeriksaan.

“Sangat membahayakan karena kontur jalan (Cinomati) dari evaluasi tahun lalu, banyak kendaraan yang melorot,” ujarnya, Senin (11/06/2018).

Untuk mengantisipasi adanya kendaraan pribadi yang tetap nekat melintasi jalur Cinomati, polisi membuat tim bersama dengan berbagai komunitas relawan di Bantul yang tergabung dalam Tim Ganjal. Mereka secara sukarela standby untuk membantu kendaraan yang sewaktu-waktu tidak kuat menanjak.

“Kendaraan yang akan naik kita periksa dulu, layak atau tidak naik. Kalau tidak layak kendaraan akan diisolasi di Pos pemeriksaan” tandasnya.

Selain itu, polisi juga telah menyiapkan beberapa pengemudi handal yang akan membantu pengendera mobil melintasi jalur tersebut. Pengemudi yang dipersiapkan merupakan yang telah mengetahui seluk-beluk kontur tanjakan Cinomati.

Sementara itu untuk kendaraan jenis bus, truk, kendaraan terbuka maupun kereta kelinci, dihimbau agar tidak melewati jalur Cinomati. Kabag ops Polres Bantul menyarankan yang menuju Mangunan, Dlingo mengambil jalur Patuk, Gunungkidul.

“Kita imbau untuk tidak melewati jalur Cinomati. Kita akan melakukan pendekatan persuasif jika masih ada yang tidak mengindahkan imbauan kita,” tandasnya. (Humas Polsek Pleret)