Pemudik & Wisatawan Baiknya Hindari Jalan Cinomati Pleret Bantul

Jalan Cinomati Pleret-Bantul

Saat mudik maupun libur lebaran jalanan dimanapun pasti sarat penuh dengan kendaraan bahkan hingga mengalami kemacetan. Dengan begitu maka akan dibutuhkan jalan alternatif guna menghindarinya. Namun begitu tidak serta merta kita asal-asalan memilih jalur alternatif tersebut. Seperti halnya di wilayah bantul bagian timur-tenggara, bila ingin menuju wilayah kota Wonosari-Gunungkidul, ada satu jalur alternatif yang sebaiknya di hindari oleh pemudik maupun wisatawan, terlebih yang menggunakan kendaraan roda empat keatas.

Ialah jalan Cinomati, yang merupakan jalur alternatif yang menghubungkan dua Kecamatan yaitu Kecamatan Pleret dengan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Dengan kondisi jalan yang sempit dan berliku, tanjakan dan turunan yang curam tentunya sangat kurang nyaman dan berbahaya untuk dilewati. Selain itu minim rambu lalu lintas serta minim penerangan jalan saat malam hari.

Jalur yang terletak di Desa Wonolelo, Pleret dan Desa Terong-Dlingo tersebut terdapat dua tanjakan curam yang bisa membahayakan pengguna jalan, khususnya yang dari luar daerah, karena tidak hafal medan jalan.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi, SIK, MM yang menghimbau kepada para pemudik maupun wisatawan agar saat lebaran nanti tidak melintasi jalur Cinomati karena banyak tanjakan yang berbahaya.

 

(Dilansir dari tribratanewsbantul.com,17 Juni 2017)

Foto-foto Nikah Bareng Ramadhan UAD 2017

Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta

Berikut foto-foto saat acara Nikah Bareng Ramadhan Berkah yag diselenggarakan pada Hari Ahad, 4 Juni 2017 di masjid Islamic Center UAD(Universitas Ahmad Dahlan) Yogyakarta…

Panitia Nikah Bareng Ramadhan Berkah

Daftar nama peserta Nikah Bareng Ramadhan Berkah 2017 Bantul Yogyakarta

Kirab

Kirab

Peserta Nikah Bareng Ramadhan Berkah

Tamu kehormatan

Sambutan Panitia/Rektor UAD : Dr. Kasiyarno M. Hum

Koordinator Kopertis V : Dr. Bambang Supriyadi CES, DEA

Koordinator Kopertis V : Dr. Bambang Supriyadi CES. DEA

Sambutan Gubernur DIY dibacakan oleh: Dra. Hj. Puji Astuti, MSI (Kepala Biro Kesra & Kemasyarakatan Setda DIY

Khutbah Nikah oleh : Prof. Dr Yunahar Ilyas, Lc. M.Ag

Prosesi Akad-Nikah Ijab-Qabul Nikah Bareng Ramadhan Berkah

Do’a Nikah oleh : H. Basori S.Ag. MA (kanwil Kemenag DIY)

Foto bersama

Saat menyanyikan Indonesia Raya

Nasyid Macintaq

Penghulu KUA Banguntapan , Ka : Drs. Ari Iswanto

Tamu undangan

Selain balon ratusan burng pipit turun dilepas seusai prosesi Nikah

..

Nikah Bareng Ramadhan di Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta

Nikah Bareng Ramadhan

Hari minggu(4/6/17) halaman depan masjid Islamic Center komplek Universitas Ahmad Dahlan(UAD) Yogyakarta menjadi saksi-bisu janji suci Ijab-Qabul dari ke-13 pasangan pengantin peserta ” Nikah Bareng Ramadhan Berkah”.

Dalam rangka bulan Ramadhan 1438 H dan pekan Pancasila, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) , Takmir Masjid Islamic Center UAD dan FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul, dan didukung oleh beberapa pihak, hari ini Ahad(4/6/17) / 9 Ramadhan 1438 H, menyelenggarakan Nikah Bareng Ramadhan Berkah. Bertempat di halaman depan masjid Islamic Center UAD (Jl. Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul).

Sebanyak 13 pasangan pengantin untuk akad nikah dan 16 pengantin tunanetra + pengantin alumnus FORTAIS untuk tasyakuran nikah.

Mereka dikirab dari pesantren Mahasiswa UAD (PERSADA) dengan kirab kebangsaan membawa bendera merah-putih, Muhammadiyah & UAD, dengan iringan lagu kebangsaan Tanah Air Pusaka, Padamu Negeri, Satu Nusa Satu Bangsa oleh Nasyid Macintaq.

Iringan kirab terdiri dari Resimen Mahasiswa (Menwa) UAD, pasukan TNI-POLRI, dan 30 pasangan pengantin tadi.

Calon Pasangan Pengantin tersebut berasal dari wilayah DIY dsn lusr DIY seperti Jawa Tengah dan lainnya. Berlatar belakang pendidikan dan profesi yang berbeda & beragam, serta usia 22-59 tahun, serta ada yang selisih umur hingga 28 tahun.

Pada acara tadi, yang memberikan sambutan diantaranya;

  • Rektor UAD/ Panitia : Dr. Kasiyarno, M.Hum,
  • Koordinator Kopertis V : Dr. Bambang Supriyadi, CES. DEA,
  • Ketua PP Muhammadiyah dan Gubernur DIY yang diwakili oleh kepala biro kesra& kemasyarakatan setda DIY : Dra. Hj. Puji Astuti, MSI,
  • Dan Khutbah Nikah oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, L.c. MAg.
  • Ijab-Qabul serempak oleh Ka. KUA Banguntapan : Drs. Ari Iswanto
  • Serta ditutup do’a Nikah oleh H. Basori, SAg., MA dari Kanwil Kemenag DIY.

Masing-masing pasangan Pengantin mendapatkan gratis : biaya nikah, mahar, seserahan, sembako, dan bulan madu di hotel berbintang dari UAD.

Nantikan foto-fotonya yach…..!!!!!

3 Jari Gusnindar Terputus Kena Ledakan Mercon

Gusnindar terbaring di Rumah Sakit

Dilaporkan oleh saudara Ryan Dewangga melalui ‎info cegatan jogja, Pada hari Senin tanggal 29 Mei 2017 Sekira Pukul 10.30 WIB, bertempat dirumah Bpk.Gunawan ( orang tua korban ) d/a Dsn. Bakalan /DK. Sawahan Rt.09, Pendowoharjo, Sewon, Bantul telah terjadi seorang laki-laki laka akibat terkena petasan(mercon) yang mengakibatkan korban 3 jarinya putus ( jari kelingking, jari manis dan jari tengah ). Korban yaitu Gusnindar M. Isnadi (13 tahun) Pelajar SMP,  Adapun Saksi2 yaitu :

a. Sakti Nugroho,

b. Siwo Sumarto,

Kronologis kejadian :

Sekitar pukul 10.30 wib saksi 1 ( satu ) mendengar suara ledakan dan dinding bergetar kemudian saksi 1 keluar rumah mencari suara ledakan dan tiba-tiba saudara Gusnindar M. Isnadi ( korban ) sudah berada didepan rumah saksi dan minta pertolongan, dan saksi 1 melihat tangan kiri tepatnya pada jari kelingking dan jari manis putus, selanjutnya saksi 1 membawa korban ke klinik Rahma mendika JI. Bantul kemudian korban dirujuk Rumah sakit PKU Muhammadiyah Bantul.

.

Serpihan mercon

.

semoga para orang tua mengawasi putra/putri nya.(Ryan Dewangga melalui ‎info cegatan jogja-ICJ)

Duh patut disayangkan kejadian yang sungguh sangat merugikan ini semoga menjadi perhatian semua.

Yuk mari kita simak pelarangan/undang-undang mengenai mercon/ petasan dari tribratanewsbantul.com

Kasubag Humas Polres Bantul AKP Leonisya Sagita, SIK menghimbau kepada warga masyarakat untuk mengawasi / melarang putra putrinya menyalakan Petasan. Karena selain mengganggu kekhusukan Umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, juga berbahaya terhadap keselamatan orang lain maupun diri sendiri.

 

“Mari kita bersama menjaga putra-putri kita agar belajar juga menahan diri, sesuai dengan ajaran dan hikmah dari datangnya bulan puasa ini”, ajak Kasubbag Humas.

 

Selanjutnya Kasubag Humas menjelaskan tentang Bahaya Petasan yaitu :

 

• Membahayakan keselamatan jiwa, kesehatan diri sendiri dan orang lain

• Dapat menimbulkan bahaya kebakaran

• Menjadi pemicu terjadinya tawuran warga / perkelahian / keributan

• Menganggu ketertiban umum

• Mengganggu kekhusukan beribadah

 

Dilarang menyimpan / menjual / membunyikan petasan dan bagi yang melanggar akan dikenakan ancaman pidana bagi para pelaku yaitu :

 

1. UU darurat no 12 th 1951 tentang senjata api & bahan peledak

a. Pasal 1 ayat 1 bagi yang membuat, menerima, memperoleh / menyerahkan , menguasai, mengangkut , menggunakan senjata api, amunisi atau bahan peledak tanpa hak dihukum mati atau hukuman penjara seumur hidup / penjara 20 tahun

b. Pasal 2 ayat 1 bagi yang membuat , menerima, menguasai , membawa, memiliki, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, menggunakan senjata api , senjata penikam atau senjata penusuk tanpa hak dihukum penjara 10 th

 

2. Pasal 188 KUHP barang siapa menyebabkan karena kesalahannya kebakaran, letusan dihukum hukuman penjara 5 th

 

3. Lembaran Negara No 41 th 1940 tentang pelaksanaan undang-undang bunga api 1939 pasal 2 :

a. Bagi yang membuat serta menjual, menyimpan , mengangkut bunga api / petasan yang tidak sesuai standard pembuatan dipidana kurungan 3 bln

b. Bagi yang membuat, menjual , memasang/ membunyikan bunga api / petasan dipidana kurungan 2 bulan. (Tribratanewsbantul.com)

Galeri Foto Launching ‘Car Free Day’ Bantul

Launching Car Free Day Bantul

Luar biasa antusias warga bantul dalam menyambut peresmian(Launching) ‘ Car Free Day’ pada minggu pagi (21/05/207),. Pukul 6 pagi warga mulai berduyun-duyun datang ke depan pasar Bantul, dimana panggung utama berdiri guna acara Launching CFD.

Lebih heboh lagi seluruh warga mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, pria wanita yang memadati halaman depan pasar yang juga merupakan jalan protokol (Jl. Jenderal Sudirman Bantul) tersebut dengan penuh semangat senam bersama-sama sebagai pembuka acara.

Di pandu oleh istruktur senam, di panggung utama dan juga di dua tempat lainnya…mereka menirukan gerakan senam yang menyenangkan, aerobik dan sebagainya.
Dan berikut beberapa moment yang sempat saya abadikan…

Panggung utama Car Free Day Bantul:

Aneka jajanan pasar yang di gratiskan ;

Serba serbi ;

Door price :

Dimas Diajeng Bantul ada di Launching Car Free Day Bantul;

UMKM Bantul di Launching CFD Bantul

.