7 Ciri Plat Nomor yang bisa ‘Ketilang’

Ilustrasi plat nomor cantik – http://www.silontong.com

Saat ini sedang diadakan Operasi Patuh tahun 2018 yang dimulai sejak tanggal 26 April lalu hingga 9 Mei mendatang. Sasaran prioritas Operasi Patuh Tahun 2018 antara lain pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba/mabuk, serta pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Disamping sasaran prioritas diatas tentunya jika ada hal yang mencolok lainnya semisal, penggunaan plat beserta nomor yang berkesan aneh hingga nyleneh maka juga akan ‘kena tilang’. Seperti Halnya para pemilik kendaraan terkadang ‘kebablasan’ memodifikasi pelat nomor kendaraan. (Padahal, aturan penggunaan pelat nomor ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Aturan Jalan Pasal 68. ) Jadi jangan coba-coba untuk memodifikasinya. Semisal, merubah posisi angka dengan dimajukan atau dimundurkan agar terkesan bisa membentuk sebuah kata, atau menempel stiker/logo/lambang sebuah instansi, ini juga bisa ditilang.

Berikut 7 model pelat nomor kendaraan yang menjadi incaran polisi, seperti diinformasikan oleh Humas Polri, ;

1. Angka TNKB yang hurufnya diatur/angka diarahkan ke belakang sehingga bisa terbaca

2. TNKB ditempel logo/stiker/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan pada kendaraan pribadi

3. Huruf TNKB diubah seperti huruf digital

4. Huruf dan angka TNKB dicetak miring dan huruf timbul

5. Ukuran TNKB tidak sesuai standar (terlalu besar/terlalu kecil)
6. Menyamarkan warna huruf dan angka TNKB sehingga sulit dibaca

7. TNKB diubah warna dan ditutup mika sehingga warna berubah.

 

Jika pengendara melanggar aturan ini, maka akan dikenai sanksi Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009, yakni denda paling banyak RP 500 ribu atau kurungan 2 bulan.

 

 

Advertisements

Awas Pemblokiran Kartu Prabayar, mulai hari ini ! Berikut Tahapannya

Ilustraai ponsel/ hp

Tidak terasa akhirnya sampai juga ‘deadline’ atau batas waktu pendaftaran ulang nomor prabayar seluler yang berakhir hari Rabu kemarin atau tanggal 28 Februari 2018. Mengutip dari berita harian online krjogja.com edisi hari ini(01/03/2018) bahwa, jika Pelanggan yang tidak melakukan registrasi ulang sampai 28 Februari 2018, akan dilakukan pemblokiran layanan, namun jangan khawatir sobat, karena pemblokiran yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kemkominfo tidak serta merta diblokir total atau secara menyeluruh, akan tetapi pemblokiran dilakukan secara bertahap , jadi selama masa tahapan pemblokiran kita masih bisa registrasi ulang, berikut skema tahapannya :

1. Mulai 1 Maret 2018, dilakukan pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS). Dalam keadaan ini, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet.

2. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan menerima layanan pesan singkat (incoming SMS). Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet.

3. Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai 30 April 2018, maka pada tanggal 1 Mei 2018 dilakukan pemblokiran total. Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan dan SMS keluar, tidak bisa menerima telepon dan SMS, serta tidak dapat menggunakan layanan data internet.

Selama belum dilakukan pemblokiran total, pelanggan masih tetap dapat melakukan registrasi ulang. Namun jika sudah sampai batas akhir pendaftaran, maka kartu SIM otomatis akan dinonaktifkan, sehingga konsumen harus membeli yang baru.

 

Yuk yuuk, segera registrasi ulang sebelum 30 April….!!!!!

Mau Foto Ekstrem Di Atas Motor Pajangan?

Monumen Gatholoco Sleman

Kaget plus decak kagum saat pertama melihat sebuah motor tua (keluaran 1975) sebut saja Yamaha 75, dipajang diatas permukaan tanah (sekitar 4 meter dari permukaan tanah).

Ada apa?

Ternyata eh ternyata…. Motor asli tersebut menjadi sebuah icon ‘Kampung Bebek’ yang beralamatkan di
Jalan Kabupaten, RT.05 / RW.31, Dusun Biru, Trihanggo, Gamping, Trihanggo, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291.

Kenapa dinamakan  ‘Kampung Bebek’ ? Menurut penggalian info, didapat bahwa penamaan tersebut bukan karena wilayah tersebut ada sangkut pautnya dengan bebek atau itik, akan tetapi merupakan sebuah penamaan bahwa di wilayah kampung atau dusun tersebut ada sebuah komunitas/ klub sepedamotor underbone atau yang lazim kita sebut dengan motor bebek.

Unik dan menariknya icon tersebut yang berupa motor tua merk Yamaha ( kalo gak salah seri V75 ) dipajang dengan dipancangkan tiang besi dibawahnya, yang kuat yang bisa kita naiki, jadi kita bisa selfi _ narsis diatas sana.

Gatholoco Komunitas sepedamotor Yamaha V75-V80 Dusun Biru Trihanggo Sleman Yogyakarta

Kabarnya icon tersebut sering digunakan untuk befoto, ada yang dari Jawa Barat juga. Weleh, ada ada saja yach…..

Prasasti Gatholoco Diresmiksn oleh Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria S.Ik

Oiya, icon tersebut sepertinya juga legal / resmi jika dilhat pada prasasti yang ada dibawahnya, yang diresmikan oleh Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria S.IK pada Sabtu Legi 23 September 2017 lalu.

Foto di atas prasasti Gatholoco Biru Trihanggo Sleman Yogyakarta

Mau foto seperti gambar diatas ? silahkan berkunjung Kampung Bebek tersebut, dan minta ijin dulu yach, karena juga butuh tangga untuk menaikinya.

 

Foto-foto Relaksasi Dan Edukasi Ibu Hamil Di Pesawat STTKD Yogyakarta

Peserta Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Berikut beberapa foto dalam acara Relaksasi Dan Edukasi Ibu Hamil Di Pesawat STTKD Yogyakarta Minggu(21/01) kemarin :

Kampus STTKD Yogyakarta

Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Gerbang Acara relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Registrasi acara Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Cek kesehatan awal Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Konsultasi dan makanan sehat Ibu Hamil

Pemberian makanan & bingkisan acara Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil di pesawat STTKD Yogyakarta

Check in counter

Check in

Check in

Pemeriksaan badan pakai metal detector

Check in

Registrasi ulang

Menyanyikan Indonesia Raya

Pembacaan teks Pancasila

Sambutan Kepala Kopertis V Yogyakarta

Pembacaan doa 

Pembekalan  materi Edukasi Ibu Hamil oleh Dr. Dirut RS Sakinah Idaman Sleman

Foto bersama

Simbolis pemberian bingkisan oleh ketua STTKD Yogyakarta kepala salah satu peserta Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil

Naik ke pesawat

Peragaan keselamatan di pesawat

.

Peragaan peregangan otot pada ibu hamil saat di pesawat

Relaksasi didalam pesawat

Simulasi proses melahirkan sidalam pesawat

Simulasi proses melahirkan sidalam pesawat

 

 

 

 

 

 

 

Pertama Di Dunia, Ratusan Ibu Hamil Ikut Relaksasi Massal Di Pesawat

Foto bersama peserta Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil Di pesawat STTKD Yogyakarta

Masih tingginya kematian ibu dan bayi di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi FORTAIS , STTKD Yogyakarta dan RS Sakinah Idaman Sleman guna menyelenggarakan event Relaksasi dan Edukasi Ibu Hamil, yang unik dan pertama di Dunia adalah diadakan di dalam pesawat terbang, meskipun tidak terbang…😁

Diselenggarakan di kampus STTKD Yogyakarta, pagi ini Minggu 21 Januari 2018 mulai pukul 09.00 WIB – hingga selesai.

Sesi Relaksasi Ibu Hamil di dalam pesawat STTKD Yogyakarta

Peserta yakni para ibu-ibu hamil terdaftar di registrasi ada sekitar 160 an yang berasal dari Jogjakarta dan sekitar nya , bahkan ada dari Ciawi Jawa Barat, dengan usia kehamilan antara 6 hingga 8 bulan.

Menariknya, prosesi pun layaknya boarding pass bak penumpang mau naik pesawat di bandara, melewati check in barang dan badan. Setelah regitrasi, lalu cek kesehatan, kemudian pemberian snack dan bingkisan, yang selanjutnya selayaknya boarding pass

Ditambah pula sebelum check in ada  beragam pemeriksaan cek kesehatan awal(tensi dan penimbangan badan, serta beragam konsultasi mengenai kehamilan yang didepan secara gratis.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila, lalu sambutan dari Koordinator Kopertis V DIY Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES. DEA. Dan penyampaian makalah mengenai kehamilan dan jika naik pesawat yang dipaparkan oleh direktur RS Sakinah Idaman Sleman, Dr. Nur Muhammad Artha, MSc. M. Kes. Sp. A.

Acara yang diadakan dalam rangka peringatan hari Gizi dan Makanan serta rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-23 STTKD Yogyakarta ini mengambil tema : Ibu dan bayi Sehst, Negara Kuat”, dihadiri oleh jajaran pengajar & direksi STTKD YOGYAKARTA , Marsda TNI (purn) H. Udin Kurniadi, SE. MM, wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes, jajaran Dinkes Bantul, ketua TP. PKK Kab. Bantul, Muspika Kecamatan Sewon, kepala Puskesmas Pleret; Sewon Banguntapan, dam dinas terkait.

Sementara ketua STTKD Yogyakarta bapak H. Udin Kurniadi berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi wahana rekreasi dan edukasi buat ibu hamil sekaligus menanamkan rasa cinta Dirgantara kepada anaknya sejak dini dengan  relaksasi didalam pesawat.

 

Well, nantikan foto-fotonya yach….!!!