4 Fakta Tentang Cairan Pendingin di Sepeda Motor Kesayangan

Yogyakarta – Sepeda motor yang dibekali dengan mesin berkompresi dan berforma tinggi pada umumnya dibekali dengan sistem pendingin cairan (liquid cooled). Mesin tipe ini mengandalkan komponen radiator untuk menjaga suhu kerja mesin tetep optimal. Untuk memastikan system ini berjalan sebagaimana mestinya, terdapat satu komponen yang sangat vital yaitu cairan pendingin yang juga dikenal sebagai radiator coolant.

“Peran radiator coolant dalam sistem pendingin mesin sepeda motor saat ini sangat krusial. Penting bagi pengguna sepeda motor untuk memastikan cairan pendingin dalam keadaan yang cukup serta memastikan cairan pendingin yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pabrikan”. ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro.

Danang juga berbagi informasi mengenai beberapa fakta menarik tentang cairan pendingin di sepeda motor Honda yang telah dilengkapi dengan radiator.

  1. Menyerap dan Melepas Panas Mesin

Cairan pendingin menyerap panas mesin serta bersirkulasi melalui water jacket yang terdapat pada silinder dan kepala silinder. Cairan yang telah menyerap panas mesin tersebut kemudian didorong menuju ke bagian radiator. Di radiator, cairan akan melewati pipa-pipa kecil dalam radiator agas suhunya turun (melepas panas). Cairan yang sudah didinginkan kemudian dialirkan kembali ke area mesin.

  1. Warna Terang Cairan Pendingin (Radiator Coolant)

Cairan pendingin yang umum dipasarkan biasanya memiliki warna hijau atau merah terang. Perbedaan warna tersebut tidak berkorelasi langsung dengan kualitas, namun akan membantu pemilik sepeda motor untuk mengetahui jika terdapat kebocoran pada sistem pendingin mesin. Saat terjadi kebocoran, warna hijau atau merah terang akan membantu pemilik sepeda motor untuk membedakan apakah cairan tersebut merupakan oli, cairan pendingin, atau percikan air saja.

  1. Titik Didih Tinggi dan Mencegah Karat

Cairan pendingin dari Honda / Honda Radiator Coolant berbeda dengan air mineral atau air sumur biasa. Dalam cairan pendingin terdapat kandungan zat kimia yang berfungsi untuk menaikkan titik didih cairan (agar tidak mudah panas) serta mencegah karat dalam komponen radiator ataupun water jacket yang ada di silinder dan dinding silinder.

  1. Periode Penggantian Cairan Pendingin

Cairan pendingin pada sepeda motor Honda perlu diganti setiap jarak tempuh 36.000 Km. Meski masa penggantian cukup lama, pemilik sepeda motor perlu melakukan pengecekan dan penambahan cairan pendingin setiap jarak tempuh 12.000 Km dan kelipatannya.

“Demi keamanan, pemeriksaan dan penggantian Honda Radiator Coolant ini harus dilakukan saat kondisi mesin dingin. Selain itu jangan ragu untuk mengkonsultasikan atau menyerahkan perawatan sepeda motor Honda kepada mekanik berpengalaman di AHASS terdekat.” tutup Danang Priyo Kumoro.

***

Yuk Simak Ciri-Ciri Kampas Kopling Motor yang Aus


Yogyakarta – Kampas kopling merupakan salah satu komponen vital dalam konstruksi mesin sepeda motor. Komponen ini berfungsi untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan mesin khususnya sebagai pemutus dan penyalur tenaga mesin dari poros engkol ke transmisi. Sehingga jika kampas kopling mulai aus proses penyaluran tenaga akan terganggu dan gejalanya bisa langsung dirasakan oleh pengendara sepeda motor.



Pada buku pedoman pemilik yang disertakan dalam setiap pembelian sepeda motor Honda, direkomendasikan untuk melakukan pengecekan kondisi kampas kopling setiap 12.000 km atau 12 bulan. Selain masa pemakaian, gaya berkendara bisa juga mempengaruhi kondisi dan usia kampas kopling.



“Pengecekan rutin terhadap komponen kampas kopling sangat penting dilakukan. Selain untuk mempertahankan performa mesin, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan kondisi kampas kopling apakah masih baik atau sudah aus.” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro.



Danang juga berbagi informasi mengenai beberapa gejala yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengendara khususnya saat kampas kopling sudah mulai menipis atau aus.



1. Mesin cepat panas
Hilangnya daya cengkram kampas pada plat gesek membuat kedua komponen ini lebih sering bergesekan sehingga menimbulkan panas berlebih. Selain itu, panas juga bisa ditimbulkan oleh mesin yang selalu bekerja di putaran tinggi. Misalnya, dalam kondisi normal mesin bekerja 5000 rpm untuk mendapatkan kecepatan 60 km/jam. Tapi saat kampas kopling aus, mesin harus bekerja di 7000 rpm untuk mencapai kecepatan yang sama.



2. Akselerasi mesin melemah
Saat kampas kopling aus, tenaga tidak akan tersalur secara maksimal. Karena daya cengkram kampas saat proses penyaluran tenaga dari poros engkol ke poros input transmisi tidak maksimal. Akibatnya mesin motor terasa tak responsif di tiap posisi gear. Dalam kondisi ini, mesin dipaksa berputar lebih tinggi untuk menggerakkan motor. Dampak lainnya, motor akan sulit mencapai kecepatan maksimum serta konsumsi bahan bakar menjadi boros.



3. Selip kopling
Gejala lain saat kampas kopling aus juga bisa dirasakan saat perpindahan gear yang sering mengalami selip atau mesin seperti kehilangan tenaga. Selain itu, sulit memindahkan gigi ke posisi netral juga bisa jadi salah satu indikasi kampas kopling mulai aus akibat kehilangan atau berkurangnya daya cengkram kampas pada plat gesek.



“Jika gejala-gejala tersebut mulai dirasakan, segera lakukan pemeriksaan dan perbaikan ke jaringan bengkel resmi Honda terdekat. Jangan lupa lakukan perawatan dan pemeriksaan berkala di AHASS agar sepeda motor selalu dalam kondisi prima.” pungkas Danang Priyo Kumoro.

***

Tips Aman Menghindari Blind Spot Area ala Honda Istimewa

Yogyakarta – Setiap pengendara memiliki ketrampilan serta kemampuan analisa dan prediksi bahaya yang berbeda-beda saat di jalan raya. Rendahnya ketrampilan serta kemampuan analisa dan prediksi bahaya berpotensi meningkatkan resiko terjadinya kecelakaan di jalan raya. Salah satu contohnya adalah perilaku abai terhadap adanya blind spot area.

Blind spot area merupakan area dimana pengendara / pengemudi tidak dapat mendeteksi keberadaan serta pergerakan objek atau kendaraan lain. Hal ini meningkatkan resiko terjadinya benturan atau kecelakaan lalu lintas.  Pengendara sepeda motor sebagai salah satu kendaraan dengan dimensi terkecil di jalan raya perlu memperhatikan kondisi sekitar sehingga tidak masuk ke dalam blind spot area kendaraan dengan dimensi yang lebih besar.

Tim Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berbagi tips menghindari blind spot area.

  1. Jarak kendaraan

Jarak kendaraan di jalan raya tentunya berbeda-beda dan bergantung pada kecepatan kendaraan tersebut. Blind spot area terjadi saat kendaraan berhenti dan juga saat kendaraan tersebut melaju. Agar terhindar dari Blind spot pengendara direkomendasikan menjaga jarak kurang lebih 2 meter dengan kendaraan besar seperti truk atau bus. Semakin jauh jarak akan lebih aman karena pengendara dapat mengantisipasi bahaya yang tidak terduga.

  1. Posisi kendaraan

Posisi kendaraan yang berjalan akan memiliki resiko blind spot lebih tinggi daripada posisi kendaraan saat berhenti baik di belakang mobil atau kendaraan yang lebih besar. Posisi kendaraan yang paling aman di sisi kiri belakang kendaraan besar. Hal ini agar kita bisa terlihat di spion oleh pengemudi kendaraan besar tersebut.

  1. Analisa situasi

Saat berkendara kita harus fokus dan bisa menganalisa situasi yang ada di jalan raya khususnya yang di depan kita. Semakin cepat laju kendaraan maka semakin singkat kita dalam menganalisa bahaya di sekitar kita. Sedangkan alat komunikasi saat berkendara hanyalah lampu dan klakson. Sangat direkomendasikan untuk selalu menjaga jarak dan tetap fokus saat berkendara agar terhindar dari bahaya kecelakaan.

“Semakin besar kendaraannya maka semakin besar pula Blindspor Area  di sekitar kendaraan tersebut. Tetaplah #Cari_Aman saat berkendara agar selamat sampai tujuan dan tetap bisa berkumpul bersama keluarga”. pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

***

Tips Aman Berkendara Jarak Jauh ala Honda Istimewa

Yogyakarta – Menjelang penghujung tahun 2022 sekaligus menyambur hadirnya tahun 2023, banyak masyarakat yang berencana untuk berlibur ke berbagai tempat wisata. Termasuk di dalamnya mereka menjadikan sepeda motor sebagai salah satu moda transportasi yang dapat diandalkan untuk menjelajahi tempat-tempat baru yang jauh dari rutinitas sehari-hari.

Untuk memastikan agar perjalanan menyambut momen pergantian tahun berjalan dengan lancar, tim Instruktur Safety Riding Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berbagi tips #Cari_Aman saat berkendara jarak jauh.

  1. Kondisi motor

Sepeda motor motor merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan. Sebelum melakukan perjalanan jarak jauh sangat direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kondisi sepeda motor secara keseluruhan. Jika sepeda motor dalam kondisi yang tidak prima, dapat dilakukan perawatan terlebih dahulu di AHASS agar tidak terjadi kendala saat perjalanan.

  1. Kondisi badan

Sama halnya seperti sepeda motor. Badan kita juga butuh istirahat yang cukup sebelum berkendara jarak jauh. Pastikan kita mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Jangan memaksakan diri berkendara saat badan kita kurang sehat.

  1. Barang bawaan

Dalam hal ini untuk barang bawaan dianjurkan untuk tidak membawa berlebihan. Apabila membawa barang sebaiknya tidak melebihi badan motor dan beban tidak terlalu berat dikarenakan akan mempengaruhi kestabilan sepeda motor. Tidak disarankan menggunakan tali atau kayu untuk penyangga barang bawaan tapi gunakan boks tambahan yang disesuaikan dengan dimensi motor.

  1. Beristirahat dalam perjalanan

Kondisi tubuh dan kebugaran akan menurun setelah berkendara kurang lebih 2-3 jam. Apabila dalam kondisi ini tetap dipaksakan untuk berkendara, berpotensi menyebabkan penurunan konsentrasi dalam berkendara atau bahkan microsleepMicrosleep merupakan kondisi dimana pengendara tertidur sejenak tanpa sadar akibat terlalu lelah.

  1. Berdoa

Semua hal yang terjadi tidak lepas dari takdir Tuhan Yang Maha Esa. Alangkah baiknya apabila kita berdoa sebelum melakukan kegiatan dalam hal ini berkendara jarak jauh agar terhindar dari marabahaya.

“Hari esok adalah hadiah terindah dari berkendara aman hari ini. Jadi tetap #Cari_Aman saat berkendara, jangan lupa untuk memakai helm dan jaketmu”. tutup Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal.

***

Ini Dia Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Lampu Rem Motor Semakin Awet

Yogyakarta – Stop Lamp yang populer dikenal sebagai lampu rem adalah salah satu komponen vital pendukung keselamatan berkendara di jalan raya sekaligus berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengendara dengan pengendara lain di belakangnya.

Saat pengendara sepeda motor mengurangi kecepatan sepeda motornya dengan cara mengoperasikan piranti rem, secara otomatis lampu rem akan menyala sehingga pengendara di belakang bisa mengetahui jika pengendara di depannya sedang mengurangi kecepatan serta bisa mengantisipasi kondisi tersebut sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Oleh karena itulah sebelum berkendara di jalan raya, pengendara wajib memeriksa dan memastikan bahwa lampu rem di sepeda motornya dapat beroperasi dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu dan pemakaian, tidak menutup kemungkinan lampu rem tersebut akan mati.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro memaparkan beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan agar lampu rem motor kesayangan bisa berumur panjang.

1.       Hindari penggantian komponen tidak sesuai standar – Salah satu penggantian komponen pada bagian lampu adalah penggantian lampu dengan kapasitas daya yang lebih besar. Pada pemakaian jangka panjang, lampu dengan daya lebih besar beresiko memicu kerusakan pada komponen kelistrikan lainnya.

2.       Hindari menempelkan jari tangan di tuas rem – Saat berkendara upayakan jari tangan tidak menempel pada tuas rem secara terus menerus. Karena tanpa disadari, tuas rem bisa sedikit tertarik yang membuat aliran listrik terhubung ke lampu rem sehingga lampu rem terus menyala.  Selain bisa membuat lampu rem bekerja terus menerus, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan salah komunikasi dengan pengendara di belakang.

3.       Kurangi kecepatan saat melintas djalan rusak – Saat melintasi jalan rusak dengan kecepatan cukup tinggi, getaran yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Getaran tersebut berpotensi berpotensi membuat susunan komponen kelistrikan berubah atau sambungan antar komponen menjadi kendur.

4.       Gunakan Lampu Asli Honda – Pastikan selalu menggunakan lampu asli dari Honda Genuine Part dengan kualitas yang sudah terjamin sehingga usia pakainya bisa lebih panjang. Selain itu lampu asli dari Honda Genuine Part juga dipastikan telah sesuai dengan spesifikasi komponen listrik di masing-masing sepeda motor Honda.

5.       Lakukan Service Berkala Secara Rutin – Perawatan berkala secara rutin di bengkel AHASS tak cuma bisa membuat usia pakai lampu rem jadi lebih panjang, tapi juga bisa membuat serta memastikan mesin dan komponen sepeda motor lainnya selalu dalam kondisi prima.

“Jika tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan servis di tengah kesibukan sehari-hari, konsumen dapat manfaatkan layanan booking servis atau layanan kunjung dari AHASS yang bisa diakses melalui aplikasi Motorku X”. pungkas Danang Priyo Kumoro.

***