6 Tips Aman Bersepeda Di Jalan Raya

Sepeda gazelle asli

Hingga tahun 80’an (1980) sepeda menjadi moda transportasi roda dua (non mesin) komuter paling populer, meskipun hanya untuk sendiri/ individu tunggal, ataupun setidaknya untuk dua orang dengan berboncengan. Dan juga hanya untuk jarak dekat atau maksimal 20-30 km sekali jalan. Bahkan untuk mengangkut barang hingga 200-300 kilogram, dahulu orang terbiasa menggunakan sepeda, untuk mengangkut beras, pisang dan lainnya untuk dibawa ke pasar.

Tahun 80′ an hingga akhir-akhir ini kepopuleran sepeda semakin redup seiring maraknya beragam produk sepedamotor. Jadi sekarang sangat sedikit sekali orang menggunakan sepeda untuk bepergian maupun untuk komuter aktifitas pergi-pulang bekerja.

Namun begitu, seiring perkembangan zaman, kini sepeda kembali digunakan sesekai untuk bekerja, anak-anak sekolah tingkat dasar hingga menengah pertama pun masih menggunakan sepeda untuk aktifitas mereka, pergi dan pulang sekolah, pun juga kini orag marak berolah-raga menggunakan sepeda, terlebih masyarakat urban (perkotaan).

Apalagi kini marak ditambah dengan kampanye “Bike to Work” dan “Bike to School” yaitu gerakan untuk memakai sepeda saat berangkat dan pulang kerja dan sekolah.

Untuk bersepeda dikawasan pedesaan boleh jadi tidak begitu rawan dengan hal yang membahyakan atau kecelakaan.
Karena pada kenyataannya para pesepeda lebih rawan menjadi korban kecelakaan di jalan dibanding pengguna jalan yang lain. Terlebih lagi bagi para pesepeda urban yang harus mengayuh diantara kepadatan mobil dan motor di jalan raya.

Jika ingin bersepeda dengan aman di kawasan perkotaan, kita bisa menyimak beberapa tips berikut yang saya kutip saei Dinas Perhubungan kota Jogja atau Dishub DIY,

Pertama,

Sebelum Bersepeda di Jalan Raya, pastikan seluruh komponen sepeda terutama komponen inti seperti rem, ban, rantai dan gir bekerja dengan sempurna agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Kedua,

Usahakan untuk memilih rute dengan kepadatan lalu-lintas yang paling sedikit. Oh, iya.. di beberapa ruas jalan di DIY sudaha da petunjuk untuk jalur sepeda. Bisa di ikuti. Dan jangan lupa juga untuk berada di jalur khusus sepeda yang sudah disediakan.

Ketiga,

selalu patuhi peraturan lalu lintas saat bersepeda di jalan raya. Janganlah mencoba untuk melawan arus atau menerobos lampu merah, karena bisa menyebabkan kita tertabrak oleh kendaraan lain, terutama pada malam hari.

Keempat,

saat mau melakukan manuver seperti berbelok, menyalip atau berhenti, gunakan sinyal dengan tangan. Ini berfungsi agar pengguna jalan yang lain dapat melihatnya dengan jelas.
Hal ini sangat penting, agar pengguna jalan yang lain dapat mengantisipasi manuver yang akan kamu lakukan.

Kelima,

Sebaiknya jangan bersepeda terlalu pinggir atau terlalu dekat dengan trotoar ya. Kenapa? Karena hal ini dapat membuatmu tidak terlihat oleh para pengendara mobil dan motor.
Terlalu dekat dengan trotoar juga dapat menyebabkan pedal sepeda terbentur pinggiran trotoar dan menyebabkan kita  terjatuh. Jarak ideal yang aman adalah sekitar 50 cm dari trotoar.

Keenam,

Demi keamanan Bersepeda di Jalan Raya, sebaiknya hindari mendengarkan musik melalui earphone pada saat bersepeda, agar kamu dapat lebih berkonsentrasi pada kondisi jalan raya.

 

Well demikianlah 6 tips aman bersepeda di jalan raya atau kawaan perkotaan, semoga bermanfaat….!!!!

 

Let’s Bike to Work & Bike to School…..!!!!!🚵🚴

Advertisements

Beberapa Hal yang perlu Di perhatikan Saat Wisata di Kota Jogja

Tugu Jogja

Liburan atau berwisata akan berkesan dongkol bila kita mengalami hal yang tidak mengenakkan, ibaratnya kita  ‘kena jebakan betmen’, di permainkan oleh oknum pelaku wisata ditempat wisata tersebut, seperti halnya Kota Yogyakarta.

Bukannya memberi citra buruk dengan kota tercinta ini, tapi realitanya begitu, iya memang merugikan bagi pelaku wisata yang lain yang jujur & bijaksana, sebijaksana kota yang selalu tampil sahaja namun penuh wibawa.

Mengutip dari blog roda2blog.com yang adminnya pernah tinggal dan lebih mengenal seluk beluk dunia wisata jogja. Sang admin mencoba memberi gambaran serta wanti-wanti yang lugas agar kita terhindar dari perilaku jahat oknum pelaku wisata Di Jogja.

Roda2blog.com menuliskan Setidaknya ada 5 hal yang mesti di waspadai oleh wisatawan atau pelancong yang akan menikmati indahnya kota Jogja, kota yang sarat akan budaya ini, lalu apa saja 5 hal tersebut? :

1 .Waspada Sama Tukang Becak

Disetiap gang sepanjang Malioboro pasti kita akan ditawari oleh abang-abang tukang becak, nawari nganter ke wisata taman sari, Keraton, atau pusat oleh-oleh, dan sebagainya, Jangan mau ya! Iya meski mereka menawarkan dengan ongkos cuma 10ribu? jangan mau bro, kelihatanya sih murah, tapi selama dalam perjalanan anda akan dibujuk rayu untuk mampir ke pusat jajanan dan pusat souvenir di daerah prawirotaman.

Kalau sekedar bujuk rayu ndak masalah, malah kadang berubah jadi pemaksaan. Jika di satu toko anda enggak belanja, akan dimampirkan ke toko lain, pokoknya sampai anda belanja.

Itu karena apa? Para Tukang becak tersebut akan dapat komisi 10-20% dari nilai anda belanja. Harga barangnya? sudah tentu lebih mahal 2-3kali lipat dibandingkan di tempat lain.

Jika anda gak mau belanja, siap-siap diturunin! mending kalau nuruninya di Plaza Ngasem, udah deket sama Taman Sari, biasanya diturunkan di daerah Kauman, yang malah arah keluar ke Malioboro.

Saran admin, Jogja sudah ada gojek, mending pakek gojek aja deh. Atau kalau rombongan pakek Grab Car.

 

2. Jangan beli oleh-oleh di pusat jajanan

Ingin beli  bakpia patok atau makanan khas jogja lain untuk oleh-oleh? pokoknya jangan beli di pusat oleh-oleh. Di sana harganya sudah dikatrol hingga 100%. Sekotak bakpia dijual di kisaran harga 30-40rb. Tergantung kendaraan yang anda tumpangi ke toko oleh-oleh, karena nanti besar kecil komisi juga ngaruh sob.

Jika datangnya rombongan naik bus, harga bisa kisaran 40-50rb per kotak bakpia. Lho kok mahal, lha iya dong, kan buat komisi sopir dan kernet bus. Agak sedikit murah kalau anda datang memakai motor rentalan plat AB, biasanya akan dikira warga lokal Jogja maka yaa sekotak bisa dapet harga 30rb.

Saran admin, Jika pengen murah, beli oleh-oleh di tempat ini:

  • Pasar Beringharjo 500 meter dari Malioboro ke arah Kraton
  • Pasar Ngasem 10 meter aja dari Istana Taman Sari
  • Stasiun Lempuyangan jejeran toko di depan Stasiun atau di dalam stasiun, setiap kereta api berhenti di sini biasanya 10 menitan. Cukup untuk beli oleh-oleh khas Jogja dan Gudeg nya pun juga ada.

Di tiga tempat di atas, sekotak bakpia dibandrol di kisaran 15-20rb.

Dan akan lebih murah lagi kalau anda tahu pabriknya Bakpia 25 yang dibeli langsung di pabriknya. Tapi ya jika ke sananya naik Ojek, Becak atau Taksi ya enggak bakalan dianter ke sana. Tetep dibelokkan ke toko oleh-oleh yang ada papan nama besar Bakpia 25.

 

3. Jangan Makan di Malioboro

Bila ingin merasakan makan lesehen dengan suasana Malioboro, geserlah aja dulu ke arah selatan. Ke area depan pasar Beringharjo sebelum benteng Vrederburgh. Selain harganya lebih murah, makanan di area Beringharjo juga lebih “khas Jogja” dibanding area di depan gedung DPRD.

Di depan Beringharjo anda bisa mendapati makanan seperti Gudeg, ada juga gudeg basah, pecel, baceman dll.

 

4. Hati-hati kalau mau ngangkring di Tugu

Angkringan di kawasan utara Stasiun Tugu Jogja terkenal dengan Kopi Joss dan Teh Legitnya. Eittt dulu di sana cuma ada 2 Angkringan saja, Lek Man dan Lek Dul. Tapi sekarang sudah full angkringan yang ikut-ikutan dengan harga yang merajalela. Kalau gak hati-hati bisa kena dua kali, udah kopinya rasa sasetan, ehh harganya pakek tarif tol lagi … modyarr.

Posisi Angkringan lek man dan lek dul yang asli Tugu ada di tengah-tengah. Ciri khasnya dengan dua pikulan di kanan dan kiri. Salah satu kelebihan dua angkringan asli ini, jika anda makan minum di sana, tidak ada pengamen yang berani masuk lokasi angkringan lek man dan lek dul. maklum lha wong yang ngopi kebanyakan warga sekitar, jika ada pengamen masuk langsung diusir.

 

5. Hotel Murah di Malioboro banyakk, tapi awasss !!!

Nginep di Jogja yang paling enak ya di kawasan Malioboro, selain murah (hanya 80-100rb/ malam) juga enak, karena di pusat kota jadi enggak plonga-plongo kalau malam.

 

Emang beneran murah? iya kalau anda langsung pesan kamar di hotelnya

Beda kasus kalau tanya dulu tukang becak apalagi ke hotel dianterin sama tukang becak, harga bisa naik 50-100rb bro.

 

Yang paling penting lagi, kalau menginap di kawasan Malioboro jangan terlalu mepet ke Stasiun Tugu ya, karena itu kawasan Sarkem yang banyak dihuni wanita tuna susila.

 

Lokasi Pertama adalah Kampung Sosrokusuman, lokasinya adalah dua gang setelah Malioboro Mall, di sepanjang lorong isinya adalah hotel-hotel murah, warung makanya juga murah dan religius. Diantara yang terkenal ada Hotel Pantes, Hotel Garden, Puri, Penginapan Harum dll.

Lokasinya masuk Gang pas di sebelah Mall Malioboro dan gang Sebelum Hotel Mutiara. Banyak pilihan hotel murah di sepanjang lorong gang.

Kampung Sosrowijayan, jalan masuknya pas di depan gedung DPRD, ada gapura besar. Di lorong-lorongnya banyak penginapan murah meriah.

Nah itulah 5 hal yang harus diwaspada sebelum anda melancong ke Jogja

Gimana masih menganggap liburan di Jogja mahal? enggak lah. Apalagi kalau makan minumnya di angkringan atau warung-warung kopi yang biasa dipakai mangkal tukang becak. Masih murah-meriah sob.

 

Soo jangan takut liburan ke Jogja!! Dan jangan lupa gunakan gadget (google map) untuk petunjuk lokasi tujuan wisata sebelum naik transportasi umum.

 

Source Original : roda2blog.com

3 Efek Negatif Nge-Charge Smartphone Via Laptop

Nge-charge smartphone dengan laptop -gimana-bisa.blogspot. com

Saat ini smartphone menjadi andalan kita dalam kehidupan sehari-hari, entah itu hanya sekedar untuk hiburan semata, atau bahkan  menjadi prasarana mencari nafkah(seperti ojek & taksi online, para broker online dsb), smartphone lebih dari sekedar alat komunikasi.

Seiring penggunaan smartphone yang hampir selalu ‘on’, selalu aktif setiap saat,  disepanjang waktu, sepanjang hari, dengan begitu daya juga akan cepat berkurang dan habis, maka perlunya daya untuk diisi ulang(di charge). Pemakaian Smartphone yang wajar atau normal, mungkin daya/ batere bisa bertahan hingga 10-12 jam, pemakaian aktif, bisa 6-8 jam, tapi pemakaian hiper/ super aktif batere smartphone akan habis dalam 2-3 jam.

Lazimnya kita mengisi ulang daya/ batre(nge-charge) smartphone dengan menyolokkan ‘charger’ pada stopkontak listrik.

Tapi sepertinya ada alternatif selain daripada stopkontak listrik, yaitu dengan menyolokkannya pada perangkat komputer jinjing atau lazimnyakita menyebut laptop/ netbook/notebook. Sebenarnya hal ini (menyambungkan smartphone dengan laptop via kabel data) berfungsi  untuk memindahlan file, akan tetapi jika hal itu tidak dilakukan, maka secara otomatis akan beralih fungsi menjadi pengisian daya pada smartphone, adu Laptop beralih fungsi menjadi charger.

Namun ternyata ada penelitian yang menyebutkan bahwa nge-charge smartphone dengan Laptop ada efek negatifnya, ada dampak buruknya, setidaknya ada 3 efek negatif ;

 

1. Smartphone cepat rusak

Menggunakan charger biasa saja smartphone kita bisa bermasalah. Apalagi jika menggunakan cara lain seperti laptop.
Meski memang aliran listrik yang dihasilkan bisa mengisi ulang baterai smartphone, tapi arus listrik yang keluar dari port USB laptop tidaklah kuat.
Malah cenderung lemah dan dapat membuat smartphone panas serta kembali berkurang cepat.
2. Laptop juga rusak

Tidak hanya smartphone kita yang rusak, laptop kita juga jadi cepat rusak. Ini dikarenakan ketika kita sedang nge-charge, laptop juga sedang berfungsi dan mengeluarkan daya baterainya.
Baterai laptop akan cepat habis dan mudah rusak. Sehingga membuat kita terus-terusan nge-charge.
3. Rawan pencurian data

Ketika smartphone dicolok ke laptop maka akan ada proses pairing.
Di mana jika ada hacker yang telah masuk ke smartphone kita bisa melihat seluruh informasi yang ada di laptop. Begitu juga sebaliknya.
Sehingga jangan salahkah hacker jika ia bisa mempunyai kesempatan mencuri data di smartphone atau laptop kita.
Jadi, untuk mengantisipasi dari dampaknya, ayo mulai dari sekarang hentikan charger smartphone menggunakan laptop!

Sumber : tribunjogja.com dari intisari-online )

 

Tips Persiapan Khitankan Anak

Saat di khitan

Saat di khitan

Meskipun baru dua kali meliput acara khitan /sunatan bareng(massal) namun ternyata telah sedikit banyak menarik beberapa kesimpulan yang ada, bahwa, ternyata anak yang dikhitan kebanyakan belum siap metal dan kebanyakan dari mereka menangis. Bahkan ada yang gagal/tidak mau dikhitan karena saking takutnya.

Perlu diketahui bahwa usia mereka saat ikut khitan dewasa/sekarang ini berada antara rentang usia antara 9-12 tahun atau kelas 4-6 SD.(tidak seperti waktu dulu yang notabene sudah kelas 1 smp)

Nah dengan begitu maka perlunya sebagai orang tua, terutama ayah harus mempersiapkan mental dan fisik si anak lelakinya sebelum di khitan.

Apa saja yang musti dipersiapkan? Baik fisik maupun psikis?

Psikis/Mental

Secara psikis anak usia antara 9-12 memanglah belum begitu berani menghadapi rasa sakit. Namun begitu dengan diberi motivasi dan pengertian-pengertian bahwasanya rasa sakit saat di khitan itu cuma sedikit dan sebentar, maka si anak akan siap mental, tidak down dan berani menghadapi rasa sakit. Di beri pengertian juga bahwa dalam proses penghitanan menggunakan obat/suntik bius atau obat anti rasa yang nantinya ada jaminan tidak terasa sakit saat di khitan, maka hal ini akan lebih memotivasi si anak dalam mengusir rasa takutnya.

 

Fisik

Secara fisik bilamana anak yang akan di khitan kisaran rerata umur 10 tahun, maka baiknya kita atau tepatnya sang ayah jauh-jauh sebelumnya, yaa mulai usia 8/9 tahun sedikit-demi sedikit membantu si anak menjelaskan nya bahwa untuk mengurangi rasa sakit ‘yang sedikit tersebut’ maka perlunya membuka keseluruhan dari  kulit penutup kepala alat kelamin(penis). Karena awalnya/dari sononya/dari lahir, ujung alat kelamin yakni kulit penutup ini (yang mirip belalai gajah itu) melekat dengan kepala alat kelamin. Maka perlunya dipisahkan dengan kepala alat kelamin, karena pasti pada  saat proses khitan jika belum terbuka/terpisah, maka akan dipaksa terpisah, nah ini yang membuat si anak terasa lebih sakit. Maka dari itu, perlunya kita mengurangi rasa sakit si anak dengan menolongnya, istilahnya mengelupas kulit dari ‘kepala’…(di plecekke=bahasa jawa)

Ini memang perlu tindakan yang persuatif, pendekatan dan ekstra hati-hati, sabar dan telaten. Namun jika hal ini dilatih sejak dini, dilakukan dengan benar, dengan seringnya menekan kulit ke arah bawah, sedikit dipaksa, maka kulit penutup alat kelamin lama-kelamaan  akan terbuka, hingga seluruh kepala terlihat atau seluruhnya terbuka. Hingga tiba waktunya saat di khitan dan hal ini pasti akan mengurangi rasa sakit nantinya.

Oiya disamping itu, sebisa mungkin hari-hari sebelum, setidaknya satu hari sebelum dan malam sebelum di khitan, si anak jangan sampai kecapekan ataupun kurang tidur , agar nantinya pada saat proses khitan tidak banyak darah yang keluar/pendarahan.

Demikianlah sedikit tips , semoga bermanfaat…!!!

4 Tips Bertanya Di Jalan Raya

Ilustrasi bertanya dijalan

Ilustrasi bertanya dijalan

Dapat sebuah gambar yang begitu menginspirasi saya untuk menyebarkan ke anda semua, khususnya yang sering berkendara baik kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.

Sepertinya ini sebuah langkah -langkah sederhana dalam etika bertanya dalam perjalanan anda baik dijalan raya maupun jalan kampung.

Sepertinya pula ini merupakan etika lama/ kuno, akan tetapi jika anda terapkan kepada diri anda sebagai biker(pengendara sepedamotor) maupun driver(pengendara mobil) maka tindakan ini akan mengangkat derajat diri anda  sebagai sosok yang mulia  yang sekaligus juga sangat menghargai yang ditanya…hebat deh.

Nah apa saja langkah-langkahnya? Berikut urutannya:

  1. Matikan mesin kendaraan anda
  2. Turunlah dari kendaraan anda
  3. Awali dengan senyum sebelum bertanya
  4. Ucapkan terimakasih sebelum melanjutkan perjalanan.
Tips Bertanya Di jalan

Tips Bertanya Di jalan

Itulah empat langkah jitu dan hebat urutan etika bertanya dijalan raya, mari kita biasakan begitu yach….!!!!