Tips Persiapan Khitankan Anak

Saat di khitan

Saat di khitan

Meskipun baru dua kali meliput acara khitan /sunatan bareng(massal) namun ternyata telah sedikit banyak menarik beberapa kesimpulan yang ada, bahwa, ternyata anak yang dikhitan kebanyakan belum siap metal dan kebanyakan dari mereka menangis. Bahkan ada yang gagal/tidak mau dikhitan karena saking takutnya.

Perlu diketahui bahwa usia mereka saat ikut khitan dewasa/sekarang ini berada antara rentang usia antara 9-12 tahun atau kelas 4-6 SD.(tidak seperti waktu dulu yang notabene sudah kelas 1 smp)

Nah dengan begitu maka perlunya sebagai orang tua, terutama ayah harus mempersiapkan mental dan fisik si anak lelakinya sebelum di khitan.

Apa saja yang musti dipersiapkan? Baik fisik maupun psikis?

Psikis/Mental

Secara psikis anak usia antara 9-12 memanglah belum begitu berani menghadapi rasa sakit. Namun begitu dengan diberi motivasi dan pengertian-pengertian bahwasanya rasa sakit saat di khitan itu cuma sedikit dan sebentar, maka si anak akan siap mental, tidak down dan berani menghadapi rasa sakit. Di beri pengertian juga bahwa dalam proses penghitanan menggunakan obat/suntik bius atau obat anti rasa yang nantinya ada jaminan tidak terasa sakit saat di khitan, maka hal ini akan lebih memotivasi si anak dalam mengusir rasa takutnya.

 

Fisik

Secara fisik bilamana anak yang akan di khitan kisaran rerata umur 10 tahun, maka baiknya kita atau tepatnya sang ayah jauh-jauh sebelumnya, yaa mulai usia 8/9 tahun sedikit-demi sedikit membantu si anak menjelaskan nya bahwa untuk mengurangi rasa sakit ‘yang sedikit tersebut’ maka perlunya membuka keseluruhan dari  kulit penutup kepala alat kelamin(penis). Karena awalnya/dari sononya/dari lahir, ujung alat kelamin yakni kulit penutup ini (yang mirip belalai gajah itu) melekat dengan kepala alat kelamin. Maka perlunya dipisahkan dengan kepala alat kelamin, karena pasti pada  saat proses khitan jika belum terbuka/terpisah, maka akan dipaksa terpisah, nah ini yang membuat si anak terasa lebih sakit. Maka dari itu, perlunya kita mengurangi rasa sakit si anak dengan menolongnya, istilahnya mengelupas kulit dari ‘kepala’…(di plecekke=bahasa jawa)

Ini memang perlu tindakan yang persuatif, pendekatan dan ekstra hati-hati, sabar dan telaten. Namun jika hal ini dilatih sejak dini, dilakukan dengan benar, dengan seringnya menekan kulit ke arah bawah, sedikit dipaksa, maka kulit penutup alat kelamin lama-kelamaan  akan terbuka, hingga seluruh kepala terlihat atau seluruhnya terbuka. Hingga tiba waktunya saat di khitan dan hal ini pasti akan mengurangi rasa sakit nantinya.

Oiya disamping itu, sebisa mungkin hari-hari sebelum, setidaknya satu hari sebelum dan malam sebelum di khitan, si anak jangan sampai kecapekan ataupun kurang tidur , agar nantinya pada saat proses khitan tidak banyak darah yang keluar/pendarahan.

Demikianlah sedikit tips , semoga bermanfaat…!!!

4 Tips Bertanya Di Jalan Raya

Ilustrasi bertanya dijalan

Ilustrasi bertanya dijalan

Dapat sebuah gambar yang begitu menginspirasi saya untuk menyebarkan ke anda semua, khususnya yang sering berkendara baik kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.

Sepertinya ini sebuah langkah -langkah sederhana dalam etika bertanya dalam perjalanan anda baik dijalan raya maupun jalan kampung.

Sepertinya pula ini merupakan etika lama/ kuno, akan tetapi jika anda terapkan kepada diri anda sebagai biker(pengendara sepedamotor) maupun driver(pengendara mobil) maka tindakan ini akan mengangkat derajat diri anda  sebagai sosok yang mulia  yang sekaligus juga sangat menghargai yang ditanya…hebat deh.

Nah apa saja langkah-langkahnya? Berikut urutannya:

  1. Matikan mesin kendaraan anda
  2. Turunlah dari kendaraan anda
  3. Awali dengan senyum sebelum bertanya
  4. Ucapkan terimakasih sebelum melanjutkan perjalanan.
Tips Bertanya Di jalan

Tips Bertanya Di jalan

Itulah empat langkah jitu dan hebat urutan etika bertanya dijalan raya, mari kita biasakan begitu yach….!!!!

9 Tips Aman Di Jalan Bagi Wanita Yang Sering Pulang Malam

Tips aman bagi wanita yang sering pulang malam

Tips aman bagi wanita yang sering pulang malam

Kejahatan semakin marak saja akhir-akhir ini, dan bisa menimpa siapa saja, apalagi dimalam hari, dan terlebih lagi bagi kaum Wanita. Yang memang lebih lemah dan menjadi sasaran yang ’empuk’ bagi penjahat untuk bertindak aksi penjambretan, pencopetan atau perampokan dan pelecehan seksual.

Tapi jangan khawatir wahai kaum Hawa, berikut ada beberapa tips yang sekiranya bisa mencegah, menangkal dan setidaknya meminimalisir tindak kejahatan, dan penjahat pastinya akan takut dan berfikir ulang untuk mendekati anda.

Iya, sebagaimana diketahui, banyak dari kaum wanita yang pulang malam, entah karena bekerja atau kegiatan lain. Karena itu, para wanita harus dapat mengantisipasi tindakan kriminal yang bisa saja menimpanya.

 

Berikut adalah beberapa bentuk antisipasi yang dapat dilakukan kaum wanita agar aman saat pulang malam :

 

1.Jangan memakai headphone

Memang, di tengah macetnya kota, memakai headphone untuk mendengarkan lagu amat menyenangkan. Tetapi, cobalah untuk membiasakan diri tidak menggunakan headphone, apalagi saat melewati jalanan sepi. Hal ini untuk membuat diri wanita lebih awas terhadap sekelilingnya.

 

2. Bawa peluit

Apa guna membawa peluit untuk keselamatan wanita? Peluit dapat mengantisipasi jika ada seseorang yang mencurigakan, apalagi terbukti akan melakukan tindakan kriminal terhadap Anda. Caranya, bunyikan peluit tersebut sekencang-kencangnya agar mendapat perhatian dan pertolongan dari orang lain.

 

3. Pelajari bela diri

 Para wanita juga perlu untuk mempelajari bela diri, apapun itu. Kalau perlu, belajarlah bela diri yang khusus untuk mengantisipasi tindakan kriminal. Misalnya, bagaimana melumpuhkan orang dari belakang, atau melumpuhkan orang bersenjata tajam dan lain sebagainya.

 

4. Carilah teman yang rute pulangnya searah dengan anda sehingga bagi anda yang menggunakan kendaraan umum bisa pulang secara bersama.

 

5. Selektif dalam memilih angkutan umum

Bagi yang tidak memiliki teman searah sebaiknya benar-benar mencermati angkutan umum yang akan anda gunakan. Mulai dari penumpangnya sudah ada atau belum, keadaan kendaraannya yang sebisa mungkin jangan yang berkaca gelap, dan jika setiap hari di rute yang sama tentunya anda pasti akan mengenali kendaraan (hafal nomor polisi dan rute trayeknya) maupun pengemudinya. Jika anda merasa asing atau tidak anda kenali, sebaiknya urungkan dan menunggu lagi yang angkutannya sudah terisi penumpang dan agak penuh.

 

6. Tidak perlu menunjukkan barang yang berharga dan bernilai saat naik kendaraan umum agar tidak menarik perhatian penjahat.

 

7. Minta Dijemput

Jika terlalu larut sebaiknya anda urungkan niat anda untuk naik kendaraan umum. Lebih baik minta dijemput dan diantarkan oleh suami, saudara, atau teman yang sudah anda kenal dengan baik dan anda percaya tentunya. Jangan memaksakan diri jika tidak memungkinkan karena resikonya akan sangat besar sekali untuk anda.

 

8. Simpan dan ingat nomor Telepon Polisi atau teman/keluarga yang bisa sewaktu waktu anda hubungi.

 

9. Menolak Lemburan Malam

 Ketegasan menolak lemburan malam kadang diperlukan jika anda menilai dan mencermati hal itu membahayakan anda nantinya. Ingat yang namanya pekerjaan sampai kita tutup usia pun tidak akan pernah habis dan selesai. Jika anda merasa mungkin dan aman silakan anda lembur, namun jika merasa tidak mungkin dan tidak aman sebaiknya anda tolak dengan tegas dan bijak.

 

Tips di atas adalah untuk mengingatkan karena mungkin sudah banyak dari anda yang mengetahuinya dan bagi yang belum mengetahui mudah-mudahan petunjuk-petunjuk sederhana di atas dapat menjadi acuan yang memberikan manfaat bagi anda wanita yang sering pulang malam. Mencegah selalu lebih bijaksana. Resiko yang anda hadapi sebagai wanita sangat besar di malam hari. Waspadalah….!!!!

Semoga memberikan manfaat.

 

Sumber : tribratanewsbantul.com

 

Tips Hindari Aksi Curanmor

Ilustrasi

Ilustrasi

Agar kita terhindar dari aksi curanmor (pencurian kendaraan bermotor) sebaiknya kita melakukan tindakan preventif guna menghindari sekaligus mengurangi kerugian yang lebih besar lagi dari aksi curanmor ini.

Berikut adalah beberapa himbauan dalam upaya mencegah dan menghindari kejahatan curanmor. Himbauan ini selain dapat digunakan sebagai upaya preventif agar terhindar sebagai korban kejahatan curanmor, juga akan membantu pihak penyidik POLRI dalam menangani dan mengungkap setiap kasus kejahatan curanmor yang terjadi.

Himbauan tersebut antara lain :

1. Hindari menyimpan barang-barang berharga atau surat dokumen kendaraan bermotor Anda dalam kompartemen atau bagasi kendaraan, misal ; Handphone, Dompet, Perhiasan, Uang Tunai, atau STNK, BPKB, dan SIM.

2. Biasakan memiliki copy atau salinan dari surat-surat kendaraan Anda tersebut. Hal ini akan membantu mempermudah proses identifikasi penyidikan awal atas laporan kehilangan kendaraan atau pada saat Anda kehilangan surat-surat kendaraan bermotor.

3. Hentikan kebiasaan memberikan fasilitas kendaraan bermotor kepada putra putri Anda yang masih dibawah umur. Selain kebiasaan tersebut membahayakan keselamatan putra putri Anda dan pengguna jalan lainnya, hal tersebut juga memperbesar resiko pencurian dan perampasan kendaraan bermotor. Database kami menyebutkan bahwa 35% korban kejahatan curanmor adalah mereka yang usianya masih dibawah umur.

4. Selalu parkir kendaraan bermotor Anda pada area parkir resmi yang ada. Jika tidak memungkinkan, maka carilah area parkir yang ramai, mudah diawasi oleh siapapun dan lokasi parkir tersebut memiliki pencahayaan yang cukup terang saat malam hari.

5. Jika memungkinkan, pasang kunci pengaman tambahan atau alarm pada kendaraan bermotor Anda.

6. Memasang perangkat GPS tracking juga dapat membantu Anda serta penyidik POLRI memonitor posisi kendaraan bermotor Anda saat Anda menjadi korban kejahatan curanmor.

7. Tidak mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal saat dijalan. Beberapa kasus pencurian kendaraan bermotor terjadi akibat hipnotis oleh pelaku kejahatan.

8. Jangan pernah menunda untuk melapor kepada petugas POLRI saat Anda menjadi korban pencurian, penipuan, atau penggelapan kendaraan bermotor. Semakin cepat Anda melapor, semakin cepat pula penyidik POLRI berkoordinasi dan mengembangkan laporan Anda.

Sumber : tribratanewsbantul.com

Cerita Jual Emas (Part I) : Tips Jitu Jual Emas Di Tempat Beli

Ilustrasi

Ilustrasi

Ini sebuah cerita yang bisa kita jadikan suatu tips atau trik agar kita tidak di bohongi PAKAI akal-akalan dari penjaga toko Emas, yang saya kutip dari akun facebook bu Fita Mei , monggo silahkan disimak, siapkan dulu kopi atau teh plus pisang goreng yaa..karena lumayan paaaanjaaang…..

“Kecurangan di Toko Emas .:.”

 

Disclaimer : saya memang orang yg sangat awam di dunia per-emas-an. Jadi kalau ada hal² yg kurang tepat di tulisan ini, harap maklum. Boleh memberi masukan, tapi tidak boleh mem-bully, yes?

 

Oh iya, sing ra kuat maca status dawa², minggir!! Minggatlah dari halaman fesbuk-ku!! 😁😂

 

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

Saya hobi beli² cincin emas, tp cuma sekedar hobi beli. Nggak suka pakai, dan belum pernah menjualnya. Beberapa hari yg lalu, saya butuh duit. Jadi saya pengen menjual beberapa cincin yg saya anggap modelnya ude enggak banget 😁.

 

Cincin² ini saya beli di 3 toko. Sebut saja toko A, B, dan C.

 

Sekitar jam 8-an, saya start bawa cincin² itu beserta surat²nya. Destinasi pertama, ke toko A yg letaknya paling deket dengan rumah.

 

.: Di Toko A :.

Kesalahan saya, langsung ke counter bertuliskan ‘khusus jual’. Seharusnya saya tanya² dulu, pura² jd orang mau beli cincin, jd tahu harga pasaran sekarang berapa. Nah, namanya belum pernah, jd ya begitu dateng, langsung keluarin cincin ma suratnya.

 

“Mas, mau jual cincin. Laku berapa ya sekarang?” <— salah banget.

 

Kemudian Mas² itu melihat² surat emasnya, ngecek² cincinnya, lalu bilang, “Sekarang harga emas lagi turun, Bu..” <— ini senjata pembeli buat orang yg mau jual emas. Kalau qt di posisi orang yg mau beli, ya sebaliknya. 😏

 

“Jadi, kena berapa se-gram-nya?”

“Masih ajeg Bu,, tapi dipotong 15rb pergramnya.”

“Oh gt ya? Ga bisa lebih kah?” tanyaku.

 

Lalu Mas² yg agak melambai itu menjelaskan panjang lebar yg intinya harga emas lagi turun, di mana² kalau jual emas ya kena potongan. Ituuu.

 

Ok lah, aq manut. Namanya pertama kali, ya terima² aja. Harga beli di nota 370rb, kena potongan 15rb, jd kenanya 355rb/gram. Aq lupa pastinya, pokoke aq dapet 3jt sekian untuk 2 cincin 70% & 1 cincin 75%.

 

.: Lanjut ke Toko B :.

 

Berbekal pengalaman di toko A, aq lebih pede lagi pas ke toko B. Tapi teteup,, masih melakukan kesalahan yg sama. 😁 Dateng² bilang, “Mba mau jual cincin..”

 

“Ok Mba, tek timbang dulu ya..”

 

 

 

“Ditimbang buat apa ya?”

“Kalau jual emas, di mana² ya emang gitu. Soale kalau emas abis dipakai kan emang susut mba beratnya..” <— senjata bakul emas, sukanya ngomong ‘di mana²’. Padahal ga semuanya begitu. 😒

 

“Ah masa sih, barusan sy jual cincin tiga biji, nggak gt kok. Berati cuma di sini aja ya yg begini?”

 

“Ya enggak Mbak, di mana² ya begitu. Mungkin Mbak baru beli dijual lagi kali, bla bla bla” aq ga inget dia ngomong apa aja. Tapi yg jelas dia ngeyel.

 

“Emas dipakai harusnya tambah berat Mba. Kan kena daki, ada sisa sabun yang nempel.. Kok ini malah nyusut? Berati cuma di sini kan? Buktinya di toko tadi enggak ada acara timbang²an lagi tuh?”

 

Pun mbaknya tetep ngeyel dg kata ‘di mana-mana’. 😒

 

“Susut 0,1 gram Mba. Jadi 4,7.” kata Mbaknya.

 

“Busyeet! Pembohongan publik memang ya! Semua ketentuan ditulis. Dipotong sekian ribu, aq terima, gpp. Karena emang ditulis di suratnya! Ini kenapa ada potong²an kok ga ditulis? Kan namanya mengelabuhi pembeli!” aku muntab.

 

Denger ada orang mamah², kokoh-nya keluar. “Kenapa Bu?”

 

Aq menjelaskan. Jebul cara jawab kokohe lebih njeleih dari Mbak-e.. 😂 Aq makin esmosi.

 

“Ya nggak bisa kaya gitu lah. Aku loh, barusan, ga ada seperempat jam yang lalu, baruuu aja jualan cincin. Ga ada acara potong²an gt tuh.”

 

Kokohe tetep ga percaya kl aq baru jual². Sampai tanya ditoko mana? Tek jawab tokonya, dia jawab “Ga mungkin!” Aq jawab apa lagi dia ngeyel dengan jawaban kekeuh yg tak berdasar. Sampai² akhirnya dia bilang, “Yaudah. Maunya Ibu apa?” <— nah guweh suka yg ini kwkwkw.. 😂

 

“Maunya ya kaya yg di surat perjanjian lah! Di situ ga ada potong²an kok. Kalau mau potong ya ditulis di keterangan. Jadi nggak mengelabuhi konsumen namanya!”

 

“Ga bisa! Pokoke kaya gitu. Yawis gini aja. Ini kukasih harga kaya yg di nota wis. Pokoke Ibu’e dapet harga yg sama kaya pas beli. Gimana?”

 

Aku mikir. Hmmm.. Perdebatan dan perngeyelan yg panjang ini sudah harus diakhiri. Ok lah. Daripada kaya harga awal, kudu dipotong 20rb. Kan aq lebih rugi. Lumayan lah.. Ok deal. Aq dikasih duit satu koma berapa ya, lupa. Pokoke pergramnya kena 350rb, sama kaya pas aq beli. Nah, coba kl aq ga ngeyel. Udah jadi 4,7 dikali 330 lagi! Kan lumayan banget ya, 20rb ping.. 😁

 

Ok uang sudah kuterima. Bodohnya aq, ndadak takon meng Mbak²e, “Mbak, emang kalau jual emas ikutnya harga nota apa harga pasaran sih?”

“Harga pasaran.”

“Emang harga pasaran kaya cincinku berapa?”

“370 munggah Mba..”

 

Oh afu.. Pantes Kokoh²nya ngelosaken dg harga 350/gr, dengan alesan ‘susut, tapi kan ga kena potongan 20rb/gram’. Ya iya lah. Wong pasarane 370 ke atas, masih bati lah. Awas kweh Koh, ra maning² tuku mas nang tokomu! 😠 *eh tp ini ada yg beli di situ dan belum tek jual 😁😭

 

.: Lanjut ke toko C :.

 

Pengalaman di toko A dan toko B makin membuatku waspada. Jadi pas masuk, aq pura² mau beli.

“Yg kaya gini segramnya berapa Mba?”

“445” hohoho ini memang toko baru, eksklusif bgt model²nya, karatnya juga tinggi.

“Ok, aq mau jual cincin!”

Dyarrrr… Mbak-e salting

 

Pas diitung², mbak-e langsung ngasih duit ke aq.

“Kena segini ya Mba..” *aq lupa nominalnya.

“Wait wait wait.. Jadi segramnya kena berapa nih?

“Ya 420, dikurangi 15rb, dikali 3,53 gram.”

“Loh, katanya segram 445, kok ini pakai harga nota?”

“Ya emang gitu Mba..”

“Emang gitu gimana? Barusan aku jual di dua toko loh ya. Yg namanya jual emas ya pakainya harga pasaran sekarang. Apa cuma di toko ini yg pakai harga nota?”

 

“Ya enggak Mba.. Di mana² ya begitu.” <— senjatane metu.

Aku melu ngetokna senjata, “Berati toko ini mengelabuhi pembeli ya? Kenapa nggak ditulis, penjualan menggunakan harga nota! Biar pembeli nggak kecewa!”

 

“Ya nggak mengelabuhi. Memang begitu ketentuannya. Mungkin Mba beli di toko tadi sudah lama kali. Di sini kan Mba beli belum lama. Jadi masih pakai harga nota.”

 

“Mbak, aku dateng ke Cilacap itu baru 1,5 tahun. Jadi beli antara toko sana sama sini itu ga nyampe 10 thn. Ngerti? Paling sebulan dua bulan!”

 

Lalu Mbak-e beralasan lain lagi, bilangnya pernah kerja di toko A, jd dia tahu betul seluk beluk toko A. Dan disangkanya aq bohong.

 

“Ok. Let’say aq beli cincin itu ya (nunjuk ke deretan cincin), segramnya 450. Aq jual satu tahun kemudian, segram turun jadi 400rb. Berati aq tetep dapet harga 450 kan ya?!” <— senjata berikutnya: analogi. 😁

 

“Ya enggak. Tetep 400rb!” jawab Mbak²nya spontan. 😁

 

“Nah..!! Itu artinya apa? Artinya, yg dipakai adalah harga pasaran! Saat jual! Bukan saat beli!” Heheheu kena deh..

 

“Ya enggak Mba. Pada waktu beli kan biasanya ditawari nanti jualnya pakai harga apa?” <— beralibi makin ga jelas.

 

“Lah kok malah tambah aneh. Jadi pembeli harus tanya dulu gt? Trus nanti ditulis di kertasnya gt, ‘penjualan menggunakan harga pasar’ gt? Lah kok nggak ditulis sisan? Apa itu namanya nggak mengelabuhi? Baru denger saya istilah takon²an disit. Apa karena ini toko mas baru? Jadi gawe aturan sejen?”

 

Lagi muntab² gini, boz-e teka. Saya suka saya suka.. 😁😍

 

“Ada apa?” tanyanya. Dilihat mukanya memang ngademin. 😁

 

“Gini loh Ko. Harga sekarang 445. Aq beli 420. Lah kok aq jual pake harga nota dipotong 20rb. Ya aq ruginya dobel² lah ya Ko.. Yg bener aja. Ya minimale kan sama kaya harga beli lah. Nggak bati juga gpp wong aq beli emas karena emang bukan mau cari untung. Tapi jangan rugi kebangetan dong..”

 

“Ya udah. Kasih harga sama kaya beli aja! Ga usah kena potongan!” perintah si boz pd karwannya. Si Mbak tdk berkutik. 😁

 

Nahloh.. Bener kan prediksiku, Kokoh² ini ‘biza’ nih.😁😍

 

Ok lah, untuk ke-dua kalinya hampir saja dikelabuhi bakul emas! Akhirnya pulang dg hati ga tenang.. Kwkwkw. Iya ga tenang. Karena bimbang, arep mbaleni meng toko A apa ora ya?! 😁

 

Bukan Mei Fita nek membiarkan hati penasaran berkelanjutan. Ok lah. Bismillah ke toko A. Apapun hasilnya, niatku cuma butuh klarifikasi. Tadi jan²e pakai harga nota, apa harga pasar?! 😁

 

.: Kembali ke Toko A :.

 

Langsung berpura² jadi calon pembeli.

“Mbak yg 70% segram berapa sekarang?”

“Beda² Mba, paling murah 398. Liyane ya 400 munggah.”

 

Batinku, kamfrettttt.. 😂

“Ini kalau aq beli ini brati dijualnya pake harga apa mba?”

“Ya ngikut harga pas njual mba..”

“Jadi harga pasar pas aq jual ya mba?”

“Iya..”

 

Aq langsung esmosi. Tek parani Mas² melambai sing mau, ke bagian penjualan.

“Tadi aq jual cincin dihargai 355. Sedangkan pasaran minimale 398. Maksudmu apa? Arep mengelabuhi pembeli apa?”

 

“Siapa yang bilang 398?”

“Ya kaeh Mbak’e. Nembe bae takon. Mentang² nyong ra takon, koe ngregani sembarangan ya?!” aku wis esmosi.

“Ya enggak Bu. Cincine Ibune memang regane segitu.”

“Segitu kepriwe? Jelas² minimale 390. Kok aq diregani harga nota, 370. Udah gt kena potongan lagi 15ewu. Apa kuwe jenengane ora menipu, hah?”

 

Bocah kuwe keweden. Akhire ngundang batire. Cah wedon. Nah, orang ini nih yg paling afu di antara karyawan² emas yg kutemui pagi itu. Dia mengulang² penjelasan, bahwa harga jual beda dengan harga emas beli saat ini. Tp pas kukasi analogi kaya pas di toko B, dia ho oh-in, tp tetep mengaku bahwa emasku special case. Nggak bisa pokoke. Dialog berjalan alot, sampai aq tanya, “Mana bozmu!”

“Nggak disini.” Nyolot ngomongnya.

“Ga mungkin. Itu ruangan boz. Bisakah sy ngomong sebentar?”

“Aku yg paling tinggi di sini!”

“Ok kasi no telp saja.”

“Nggak bisa!” Matanya diserem²in kaya Neneknya Tapasya.

“Ok deal ya. Sini kupoto mukamu. Jangan heran kalau nanti beredar di FJB. Tokomu dadi ra payu. Atau parah²nya masuk surat pembaca Suara Merdeka!”

“Ya sebentar ya Bu tek tanyain bos dulu..”

“Lah kuweh,, ana bosmu. Miki nglomboni ngomong langka!” Aq yang nggendong Ocang bobo tanpa jarit, nganti kemeng diskusi karo bocah tukang nglomboni kuwe.

 

Lamaaaa banget ora metu². Aq bolak balik tanya ke pegawai lain, dijawab, “Tunggu ya Bu..” Tunggu kepriwe, anakku ngising belum dicewoki sampai keturon gara² diskusi alot cuma mau memperjuangkan hak pembeli yg terdzolimi. Huh!

 

Setelah sekitar 20mnt menunggu, akhire njedul juga bocah kuwe. Tapi dia minta aq menepi ke pojok yg sepi.

 

“Nih Bu, Boz setuju Ibune diwei rega awal tanpa potongan.”

 

Aq wis apal trik-e. Janjane ya pihak toko masih untung, orang harga sekarang udah naik.

 

“Nah gitu dong, aq nggak berharap untung enggak Mba. Tapi minimale jujur lah. Harga pasaran sekian, dipotong sekian.”

 

Eh dia masih nyolot, “Ya emang begitu Bu kalau jual emas. Tuh buktinya nggak ada yang reang2 kaya Ibune.”

 

“Eh please ya! Tadi pas aq ra ngerti juga lempeng, ra reang. Mbasa aku ngerti nek bar dilemboni kan ya baru reang! Wis gagean! Aq ditambahi berapa!?”

 

Mbak² kurang ajar itu ngitung² pake kalkulator. Akhirnya aq ditambaih 189rb kalau ga salah, dikasi sesuai harga asli. Nah loh! Coba kalau aq nggak balik lagi..!?! 😠😡

 

Kesimpulan:

1) 3x masuk toko emas, 3x pula reang² karo bakule. Tapi endingnya, alhamdulillah berhasil dikembalikan haknya.

 

2) pas mau beli, pastikan. Ketika mau jual lagi, nanti diitungnya sesuai harga apa? Harga nota apa harga pasar? Nah,,, untuk menentukan harga pasar itulah yg aq ga tahu. Bilangnya sih harga pasar jual beda ama harga beli saat itu. Entahlah, kurang paham aq.

 

3) Transaksi penjualan di ketiga toko emas itu ritme-nya sama, dibuat secepat mungkin, seolah dibikin tergesa², agar qt ga tny macem² dan langsung setuju pd harga yg berikan. Pdhl harusnya qt lbh teliti sebelum menjual. Bila perlu sdh dihitung dulu perkiraannya dari rumah.

 

4) Belilah emas pada toko emas yg amanah. Aq punya pengalaman beli di sebuah toko emas di Pasar Gede, dua kali beli, pertama ngepasi adzan ashar. Kedua, ngepasi adzan dzuhur. Dua²nya si boz itu izin sama aq (pas nglayani aq) karena dia mau ke mesjid dulu, sholat jamaah. Trus aq diserahkan ke karyawannya yg mbak². Kalau yg semacam ini juga mengelabuhi membeli emasku dibeli dg harga nota juga, ya berati kesimpulane : wis, rasah tuku emas²an! 😂 Tapi in syaa Allah yg ini udah paling amanah lah ketimbang yg kokoh² kae. Walau mqn model-e ga sebagus emas²e kokoh-e, tp ya daripada esmosi mening. Enggane dikelabuhi sama yg semacam ini juga, ya masih enak ole mengingatkan. Karena visi misi qt kan sama, jannah. Masa enggane dodolane untung dari hasil mengelabuhi customer..

5) kalau ga mau rugi ya jangan beli emas perhiasan. Beli emas batangan. Walau bilangnya jualnya ga ribed, ah kata siapa.. Heheheu.

 

Dilema ya?! Punya uang kalau bentuk cash, cepet abis. Ditabung di bank, lagi musim amblas digondol maling. Nek aq sih paling ya digondol OL shop.. 😂 Trus bwt beli emas, resikone kudu eyel²an pas jual. Ya wis lah mending disebar bae ke pos² yg memang butuh, sisane disebar nggo wong liya sing juga butuh, trus qt nyekel seperlune bae lah. Rasah khawatir pas butuh pas ra nduwe duit. In syaa Allah tulih direwangi nggolet nang Gusti Allah, ya kan? Heheheu.

 

Bismillah. Niat insun adol² emas, kuras² butab. Melu² pesan-e pak Ustadz. Salah, jika ada pepatah mengatakan, menabung pangkal kaya. Yg benar, shodaqoh pangkal kaya. Karena dg menabung cuma bikin qt segitu² aja. Heheheu..

 

*Sungguh pengalaman itu mahal harganya. Termasuk pengalaman eyel²an karo bakul emas.. 😂😒😝

Asli nya dari sini