TIPS AGAR BERKENDARA MOTOR LEBIH AMAN DAN TIDAK CEPAT LELAH

Berkendara dengan sepeda motor tentu saja mengasyikan dan efisien. Dengan moda transportasi roda dua kita bisa berkendara dengan lebih cepat dan lebih hemat. Namun berkendara dengan motor tentu ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, khususnya posisi tubuh atau ergonomi tubuh saat berkendara, agar lebih aman dan tidak cepat lelah. Danang Hermanto salah satu instruktur Yamaha Riding Academy Yogyakarta mengungkapkan “posisi tubuh saat berkendara sangat mempengaruhi keselamatan dan juga daya tahan tubuh kita saat berkendara, tidak jarang banyak pengendara ternyata salah menempatkan posisi tubuh saat berkendara motor, sehingga memperburuk pengendalian motor dan juga menyebabkan mudah lelah saat berkendara”. Berikut tips yang diberikan oleh Danang:





1. Sesuaikan posisi duduk sesuai postur pengendara agar rileks & duduk di tengah jok motor, tidak terlalu maju atau mundur, maupun miring ke samping, hal ini sangat penting, karena bila posisi duduk tidak pas di tengah, akan mengganggu keseimbangan dan efek buruknya tubuh akan lebih cepat lelah.

2. Posisikan kaki di tempat foot peg/injakan kaki yang sudah di sediakan, posisi kaki mendekap tangki untuk motor sport atau berada didalam cover depan untuk motor matic untuk menjaga keseimbangan, sehingga pengendalian motor akan lebih mantap dan tubuh tidak mudah lelah

3. Lemaskan otot bahu dan siku saat memegang stang motor. Saat berkendara tentu pengendalian motor juga bertumpu pada tangan, posisikan bahu dan siku kita seolah-olah memeluk bola besar atau membentuk huruf O, posisikan genggaman tangan di stang dengan rileks dan dengan kekuatan yang cukup, dengan ini lengan kita bisa lebih nyaman dan pengendalian motor bisa lebih leluasa.

4. Pandangan luas ke depan, dengan ini kita bisa mengantisipasi kondisi jalanan lebih baik.





Dengan tips tersebut diharapkan bisa membuat ergonomi tubuh kita saat berkendara lebih baik, dengan ergonomi yang lebih baik maka kita bisa berkendara dengan lebih aman dan nyaman.

Tips Aman Bikers Gunakan Aplikasi Navigasi

Perkembangan teknologi membuat aplikasi navigasi pendukung perjalanan menjadi semakin mudah untuk diakses. Dengan ponsel pintar yang biasa digunakan sehari-hari, pengguna bisa memperoleh dukungan panduan perjalanan yang akurat. Beberapa aplikasi populer seperti Google Maps dan Waze terbukti sangat membantu para bikers untuk menemukan tujuan perjalannya, khususnya saat menjelajah lokasi-lokasi baru bersama sepeda motor kesayangannya.

Penggunaan aplikasi navigasi sebagai pemandu perjalanan bukanlah tanpa resiko. Jika digunakan dengan cara yang tidak tepat, hal ini justru menjadi pemicu hilangnya konsentrasi saat berkendara. Merespon hal tersebut, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal berbagi tips #Cari_Aman menggunakan aplikasi navigasi.

  1. Gunakan Aplikasi Navigasi di Tempat yang Aman

Salah satu cara paling aman untuk menggunakan aplikasi navigasi adalah dengan memilih tempat berhenti yang aman saat melakukan pengecekan. Pastikan pengendar menepi dan tidak menggunakan aplikasi navigasi dengan menggunakan satu tangan dalam kondisi sepeda motor masih berjalan.

  1. Tambahkan Smartphone Holder di Sepeda Motor

Keberadaan Smartphone Holder saat membantu jika ingin menggunakan aplikasi navigasi secara simultan (terus menerus). Penempatan Smartphone Holder juga tidak boleh sembarangan. Saat disarankan perangkat ini dipasang pada setang dan berada lurus dengan speedometer. Sehingga pengendara sepeda motor akan lebih mudah melihat informasi yang dibutuhkan dan tidak mudah hilang konsentrasi.

  1. Atur Kecepatan Berkendara

Kecepatan berkendara dalam kota sebaiknya dijaga untuk konstan di bawah 60 km/jam. Hal ini karena padatnya mobilitas di dalam kota. Namun saat kita menggunakan aplikasi navigasi sebagai panduan perjalanan sebaiknya kecepatan berkendara di bawah 40 km/jam. Selain kita harus melihat aplikasi navigasi sebagai panduan, kita juga tidak mengetahui medan jalan yang akan di lewati.

  1. Jangan Sungkan dengan Warga Sekitar

Meski aplikasi navigasi saat ini sudah cukup canggih dan akurat, namun masih saja memiliki kelemahan. Salah satunya aplikasi sejenis ini cenderung mengarahkan pengguna menempuh jalur tercepat tanpa menginformasikan medan jalan maupun kondisi jalan. Hal ini akan berbahaya karena bisa mebuat pengguna tersesat. Jika tidak yakin dengan jalan yang ditunjukkan oleh aplikasi navigasi, lebih baik tanyakan kepada warga sekitar yang lebih mengenal daerah tersebut.

“Aplikasi navigasi memang sangat membatu kita saat touring atau bepergian jauh menjelajahi lokasi-lokasi baru. Namun demikian setiap penggunanya harus tetap fokus saat berkendara. Karena tujuan utama kita berkendara adalah untuk selamat sampai tujuan.” pungkas Muhammad Ali Iqbal.

***

Tips Meninggalkan Sepeda Motor Honda Saat Mudik

Untuk memastikan tidak ada arus listrik yang mengalir saat sepeda motor tidak digunakan, pemilik dapat melepas kabel yang terhubung pada terminal negatif aki sepeda motor.

Yogyakarta – Kurang dari seminggu lagi, Hari Raya Idul Fitri 1443H akan segera datang. Masyarakat yang hidup di perantauan sudah mulai mempersiapkan diri untuk melakukan migrasi tahunan yang dikenal  luas sebagai “mudik”. Terlebih sudah dua tahun lamanya tradisi ini tidak dilakukan oleh Sebagian besar masyarakat Indonesia karena pandemic.

Saat melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan moda transportasi umum ataupun mobil pribadi, tak jarang sepeda motor Honda kesayangan akan ditinggal dalam waktu yang cukup lama. Untuk memastikan sepeda motor Honda tetap dalam kondisi prima saat akan digunakan setelah pulang dari kampung halaman, Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro berbagi tips saat meninggalkan sepeda motor.

  1. Simpan sepeda motor di tempat yang teduh

Simpan sepeda motor di tempat yang aman dari hujan dan panas sinar matahari langsung (dijemur). Kami rekomendasikan untuk menyimpan sepeda motor di dalam garasi atau ruang tertutup. Jika perlu tutup dengan cover sepeda motor agar debu tidak menempel pada sepeda motor.

  1. Dirikan sepeda motor dengan standar ganda (main stand)

Untuk sepeda motor yang dilengkap dengan standar ganda (main stand), berdirikan sepeda motor dengan standar tersebut. Untuk beberapa tipe motor sport yang tidak dilengkapi dengan standar ganda, lebih baik dirikan sepeda motor dengan paddock stand. Selain itu, kami merekomendasikan untuk memberi alas kayu, keset, atau karton pada permukaan ban yang menempel ke lantai. Karena ban yang bersentuhan langsung ke lantai akan lebih cepat kehilangan tekanan udara.

  1. Simpan sepeda motor dalam kondisi bersih dan kering

Sebelum meninggalkan sepeda motor untuk mudik, jangan lupa cuci dan keringkan hingga benar-benar bersih dan kering. Air yang tertinggal bisa memicu munculnya korosi atau karat serta noda bekas air di bagian badan sepeda motor.

  1. Cabut aki sepeda motor jika mudik dalam waktu yang lama

Jika memutuskan untuk mudik dalam jangka waktu yang cukup lama, lebih baik cabut aki sepeda motor. Jika tidak dicabut, aliran listrik dari aki akan terus mengalir ke berbagai komponen yang ada sehingga aki soak / kehilangan daya.

  1. Isi BBM sampai penuh atau kuras sampai benar-benar kosong

Untuk menghindari terjadinya kondensasi karena penguapan BBM, lebih baik isi tanki sepeda motor Honda sampai penuh atau kuras hingga benar-benar kosong. Proses kondensasi yang terjadi bisa menjadi pemicu timbulnya karat pada tanki yang bisa berujung pada kebocoran.

Dalam kondisi tertentu, pilihan untuk mengosongkan tanki bahan bakar menjadi pilihan yang lebih menenangkan. Termasuk di dalamnya menjauhkan sepeda motor dari sumber listrik atau sumber api untuk meminimalisir resiko kebakaran.

  1. Pastikan sepeda motor terkunci dengan aman

Saat akan meninggaklkan sepeda motor untuk mudik, pastikan sepeda motor terkunci dengan aman. Beberapa produk sepeda motor Honda telah dilengkapi dengan Smart Key System yang terintegrasi dengan Immobilizer dan Anti Theft Alarm namun tidak ada salahnya untuk memberikan kunci pengaman tambahan seperti kunci roda ataupun kunci rem cakram.

“Enam poin tersebut merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menginggalkan sepeda motor untuk mudik. Harapannya pemilik sepeda motor Honda bisa tenang selama di kampung halaman dan sepeda motor tetap dalam kondisi prima saat akan digunakan kembali.” pungkas Danang Priyo Kumoro.

***

Simak 5 Tips Siasati BLIND SPOT Dalam Berkendara Roda Dua



Berkendara menggunakan sepeda motor memang mengasyikan, sepeda motor saat ini memiliki performa yang baik, mudah dikendarai dan juga tentunya sangat irit. Namun perlu kamu ketahui dalam berkendara perlu memperhatikan blind spot atau titik buta/titik tidak terlihat dalam setiap berkendara di jalan raya. Salah satu cara untuk mengurangi blind spot adalah dengan menggunakan spion di motor kita. “Dalam berkendara roda dua, penggunaan spion sepeda motor merupakan fitur yang sangat vital dalam safety riding, karena dengan adanya spion, blind spot bisa dikurangi” sebut Fery Risdiyanto instruktur Yamaha Safety Riding Yogyakarta. Fery juga menjelaskan beberapa tips safety riding dari Yamaha Riding Academy, untuk mensiasati blind spot berikut ini:

1. Sesuaikan arah spion motor anda sebelum memulai perjalanan, pastikan arah pandangan spion motor anda dapat meliputi arah belakang sepeda motor anda.

2. Hindari modifikasi spion yang tidak sesuai standar keselamatan. Ingat selalu, apabila kita menggunakan spion berukuran kecil, tentu saja akan memperlebar blind spot kita.

3. Nyalakan lampu utama dan pakai pakaian yang berwarna cerah, atau yang bisa memantulkan cahaya. Hal ini berguna agar pengguna jalan lainnya agar bisa lebih awas dengan posisi motor kita, karena lebih mudah terlihat sehingga lebih aman.

4. Posisikan motor kita di tempat yang mudah terlihat oleh pengendara lain saat di jalan raya. Hal ini bisa kita cek apabila kita bisa melihat wajah pengendara lain melalui spionnya, berarti posisi kita masih bisa dilihat olehnya melalui kaca spion.

5. Jaga jarak aman dan selalu waspada saat berkendara di jalan raya, dengan menjaga jarak aman kita bisa mengurangi resiko bersenggolan dengan pengendara lain di dalam perjalanan.

Dengan meminimalisir blind spot berarti kita juga sudah meminimalisir resiko berkendara dalam jalan raya, ingat selalu berdoa dan mengecek keadaan motor kita sebelum mulai berkedara, salam safety riding!.

Simak Tips Berkendara Aman dan Nyaman Saat Puasa Dari AHM


Jakarta – Salah satu hikmah dan pesan terpenting dalam berpuasa di bulan Ramadhan ialah mengendalikan diri untuk tidak hanya melakukan hal yang dilarang tapi juga yang halal pun harus mampu dikendalikan. Pelajaran ini juga bisa diterapkan saat berkendara di jalan raya bersama pengguna jalan lain.



Pengendara sepeda motor harus bisa mengendalikan diri dan ekstra sabar dalam menghadapi diri sendiri maupun sesama pengguna jalan. Tujuannya agar puasa tidak kehilangan pahala dan aktivitas berkendara tetap aman dan nyaman. PT Astra Honda Motor (AHM) memberikan tips berkendara di bulan puasa.


1. Persiapan Perjalanan

Persiapan untuk memulai perjalanan dilakukan sejak sahur. Melalui asupan makanan yang bernutrisi tinggi serta memperbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi saat berkendara di teriknya matahari.

Jangan lupa untuk menggunakan perlengkapan berkendara, seperti jaket, helm, dan sarung tangan serta surat-surat berkendara. Masker dan juga hand sanitizer tetap diperlukan agar kita tetap menjaga protokol kesehatan selama berkendara.



2. Rute Perjalanan

Agar perjalanan lebih efisien sebaiknya menggunakan aplikasi penunjuk jalan. Dengan menggunakan aplikasi tersebut kita dapat melihat situasi jalan yang akan ditempuh dan memilih alternatif jalan yang tepat. Setelah melakukan pengaturan terhadap titik tujuan, bikers dapat memanfaatkan fitur panduan suara sehingga tidak perlu melihat jalur di aplikasi yang berpotensi mengganggu konsentrasi saat berkendara. Namun apabila kurang yakin dan ingin melakukan pengecekan rute, maka melihat aplikasi penunjuk jalan hanya boleh dilakukan saat berhenti atau menepi sejenak di bahu jalan.



3. Istirahat Cukup

Waktu tidur yang kurang kerap dialami saat bulan Ramadhan, sehingga bagi pengendara hal ini dapat memiliki potensi terjadinya micro sleep atau terlelap sejenak tanpa disadari. Untuk para pengendara yang melakukan perjalanan pendek dan merasakan konsentrasi menurun karena mengantuk, sempatkan beristirahat minimal selama 10 menit.



4. Berpikir Positif

Waktu berbuka puasa di rumah bersama dengan keluarga menjadi hal yang sangat ditunggu selama bulan Ramadhan. Terkadang hal ini memicu kondisi lalu lintas yang padat saat pulang kerja. Dalam kondisi seperti ini, emosi sangat mudah terpancing untuk itu kita perlu selalu berpikir positif terhadap pengendara lainnya. Selain itu kita juga perlu memiliki rasa toleransi dan sabar agar kepentingan sesama pengguna jalan dapat terpenuhi, serta tetap dapat mengendalikan emosi saat berpuasa.



5. Perhatikan Prediksi Bahaya

Saat berkendara dan telah mendekati waktu berbuka puasa, sebaiknya tetap memperhatikan jarak aman dengan kendaraan lain, sebab terkadang banyak pengguna jalan yang tiba-tiba berubah arah ke sisi tepi jalan untuk membatalkan puasa.



6. Kuasai Teknik Berkendara yang Tepat

Tips terakhir ini wajib dipraktekkan saat puasa maupun tidak puasa. Dengan menguasai teknik berkendara yang tepat sesuai jenis motor dan kondisi jalan, maka pengalaman berkendara menjadi aman dan nyaman, bukan hanya untuk kita saja, tapi juga untuk pengguna jalan lainnya. Termasuk diantaranya, patuhi rambu lalu lintas yang berlaku.



“Dengan memperhatikan kondisi tubuh kita, konsentrasi serta emosi dapat dikendalikan lebih baik. Didukung cara berkendara yang tepat, berkendara menjadi aman dan nyaman, ibadah puasa pun menjadi lancar,” ujar Johanes Lucky, Manager Safety Riding AHM.