Ibu Melahirkan di Bantul (Tidak Punya Jaminaan Kesehatan Apa-Apa) Bisa Gunakan Jampersal

 

Ilustrasi Jampersal (bengkuluekspress.com)

Jangan berkecil hati bagi warga Bantul yang kurang dan tidak mampu, bilamana si ibu akan melahirkan namun tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, maka ada Jampersal.

Menurut keterangan dari Dr.  Rr Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Bantul, beliau menjelaskan sesuai dengan peraturan Bupati Nomor 60 tahun 2017, bahwa semua Ibu hamil, bersalin, ibu nifas dan bayi lahir berhak mendapatkan layanan transportasi rujukan ke fasilitas kesehatan yang kompeten dan khusus Ibu hami, ibu melahirkan dan ibu bersalin yang berasal dari keluarga miskin dan tidak memiliki jaminan, maka dapat mengakses layanan pertolongan persalinan beresiko tinggi.

“Jampersal adalah jaminan pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan resiko tinggi, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan yang kompeten dan sebelumnya telah ditentukan oleh Dinkes,” terang Dr. Wiendyasari.

Lalu syarat apa saja yang mesti dipersiapkan?

Dokumen Pelayanan transportasi rujukan dan/atau pelayanan RTK(Rumah Tunggu Kelahiran) : pasien harus membawa Buku KIA disertai bukti rujukan dan fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1). Dokumen untuk pelayanan persalinan pasien harus membawa :  Buku KIA disertai bukti rujukan, fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1), membawa Surat Keterangan Miskin (SKM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan membawa surat pernyataan tidak mempunyai jaminan kesehatan bermaterai.

 

Well, demikianlah sekilas mengenai Jampersal di Bantul, semoga bermanfaat….!!!

 

Sumber : dinkes.bantulkab.go.id (21/08/2017)

Fairing Aero : Metode Baru dalam MotoGP Setelah Winglet

Jorge Lorenzo diatas Ducati berfairing aero baru

Di dunia balap sepedamotor paling bergensi (MotoGP) ini, beragam cara dilakukan guna memperoleh ‘formula’ motor guna menjadikan kecepatan serta kestabilan motor yang semakin membuat motor cepat dan semakin cepat dalam melintasi sirkuit. Dari segi mesin, sasis, ban,  hingga bentuk baju atau yang kita sebut fairing.

Setelah sebelumnya muncul sayap/ winglet ditempel di fairing yang terbukti mampu menekan daya dorong motor terangkat saat ada gaya downforce. Namun seiring pemakaian yang disinyalir alasan keamanan yang mana dikhawatirkan bagian winglet dapat mengganggu pembalap lain, maka penggunannya dilarang hingga dimusim 2016 berakhir. Para insinyur dari beragam team mencoba sebuah cara baru guna untuk mengakali motor terangkat akibat dari gaya downforce tadi  yakni dengan model fairing aero.

Fairing aero ini secara kasat mata terlihat seperti winglet ysng berada disisi dalam fairing.

Untuk lebih sedikit mengenal akan faring aero , yuuk kita simak hasil pembicaraan dari Direktur Teknis MotoGP, (translate dari motogp.com)

Direktur Teknis MotoGP bicara tentang fairing aero dan upgrade di Ducati, Yamaha dan Honda.

Dengan banyaknya berita-utama mengenai fairings yang mencekam akhir-akhir ini, motogp.com mencoba duduk-bersama dengan Direktur Teknis MotoGP ™ Danny Aldridge untuk berbicara tentang aero. Tapi sebelumnya, pertama kita kembali ke dasarnya :

Pembalap bisa/ boleh memiliki/ menggunakan dua fairings yang telah disetujui/homologated pada satu waktu, dan itu dihitung murni oleh pembalap dan bukan oleh tim. Salah satunya adalah fairing ‘normal’ dari musim lalu, yang lain adalah sebuah fairing ‘aero’.

Setelah tenggat waktu asli untuk homologasi/persetujuan penggunaan dari fairing aero pertama sebelum Qatar, setiap pembalap diperbolehkan melakukan upgrade. Upgrade fairing baru  dapat disetujui setiap saat – satu-satunya yang penting adalah bahwa mereka dipasang sebelum meninggalkan pitlane.

Jadi jika seorang pembalap ingin homologasi fairing baru sebagai update mereka, tapi sudah memiliki dua fairing homologated, maka mereka harus memilih mana yang harus dipakai. Satu pembalap, dua fairing – dan fairing aero baru yang biasanya berarti satu aero lama ada di luar.

Jadi apakah fairing aero baru  milik Ducati aero diluncurkan di Brno ‘satu update’ untuk musim ini? Iya nih:

Danny Aldridge (DA): “Ducati menggunakan sebuah fairing baru, seperti yang Anda lihat. Jika Anda melihatnya di lintasan/trek, itu homologasi – jadi homologasi Petrucci, Dovi dan Lorenzo, yang secara teknis merupakan pembalap pabrik karena mereka berada di motor 2017. ”

Fairing yang digunakan oleh Tim Ducati Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso tampak berbeda dengan versi yang dipakai oleh Danilo Petrucci (Octo Pramac Racing). Apakah itu fairing yang sama?

 

Andrea Dovizioso dengan fairing aero

DA: ” (Fairing) Petrucci, yang ‘asli’, adalah yang lebih lama. Itu adalah fairing resmi, akankah kita menyebutnya – yang telah homologasi. Tapi peraturan mengizinkan Anda menghapus materi. Jadi, apa yang telah mereka lakukan adalah memotong fairing ini dan membuat versi yang lebih kecil ini. Aturannya memungkinkan Anda untuk menghapus materi dari paket aero. Jadi, mereka sudah sangat, sangat pintar dan berkata, ‘Baiklah, kita akan membuatnya kokoh‘ jadi Anda punya bagian luar dan strut, akankah kita menyebutnya. Ini padat, jadi tidak seperti melesat atau semacamnya. Ini adalah sepotong cetakan dan satu potong. Yang mereka lakukan hanyalah memotong bagian bawahnya. Jadi, bila Anda melihat dua versi yang berbeda, begitu bukan. Itu sebenarnya hanya versi yang lebih kecil; Modi fikasi dari versi asli yang dipotong, karena Anda diperbolehkan untuk menghapus materi. ”

Gagasan modifikasi melalui pemindahan material adalah sesuatu yang tidak unik di pabrik Borgo Panigale, dengan beberapa fairing ‘berbeda’ yang dipamerkan sejauh musim ini sebenarnya dihitung sebagai fairing yang sama, hanya dengan bahan yang dibuang. Baik Yamaha maupun Honda telah melakukan hal yang sama:

DA: “Yamaha telah melakukannya seperti yang sudah Ducati lakukan. Itu fairing yang sama, mereka hanya mengebor lubang di dalamnya. Ini murni karena peraturan mengizinkan Anda untuk menghapus materi. Jadi, ini adalah versi 2017 pertama mereka, dan pada dasarnya mereka mengebor lubang masuk. Jadi, mereka memindahkan materialnya. Itu tidak digolongkan sebagai upgrade atau semacamnya. Itu diizinkan. ”

Pada tes Brno, itu adalah satu upgrade Yamaha:

Maverick Vinales diatas Yamaha M1 berfairing baru

Di lima teratas Kejuaraan ini, tetap masih ada satu produsen, bagaimanapun juga, yang belum menunjukkan tangan dan / atau upgrade mereka: Honda.

DA: “Orang-orang bertanya tentang Honda. Honda belum upgrade. Apa yang Anda lihat sekarang – sisi polong atau saluran di Honda – milik Marquez, Pedrosa, Crutchlow. Itu masih fairing 2017 asli. Jadi, apa yang mereka lakukan di Qatar adalah mereka melakukan homologinya dengan sisi-sisi dan hanya melepaskannya; Tidak ingin menggunakannya. Jadi, itu tidak ditingkatkan/di upgrade. Itulah yang mereka homologasikan sesuai peraturan, dan menurut aturan cukup jelas bahwa Anda diperbolehkan membuat paket aero Anda sebanyak mungkin yang Anda inginkan. Anda tidak bisa mencampur dan mencocokkan. Jika dalam sepuluh bagian Anda hanya bisa menggunakan sepuluh bagian untuk versi itu. Anda tidak bisa mengambil versi lain dengan sepuluh bagian … Tapi ini memungkinkan Anda untuk menghapus bagian, jadi itulah yang mereka lakukan. Mereka melakukan homolog seperti ini, melepaskannya mulai dari Qatar dan tidak menggunakannya untuk balapan. ”

Marc Marquez di atas Honda RC21V yang belum berfairing aero

 

 

 

Lowongan Kerja Staff (HRD) Wanita PT.BRA Bantul

Ilustrasi

Bagi teman-teman remaja putri yang ingin bekerja kantoran atau sebagai staff di sebuah pabrik ada lowongan nih, DIBUTUHKAN : – 2 Orang Staff HRD (General Affair)

 

PERSYARATAN UMUM:

  1. Surat lamaran
  2. Daftar riwayat hidup
  3. FC Ijasah terakhir
  4. FC SKCK dari kepolisian (bisa menyusul)
  5. FC KTP, Kartu keluarga, Akte lahir
  6. Pas Foto 4 X 6 = 2 lbr, 2 X 3 = 1 lbr
  7. FC Surat pengalaman kerja (bila ada)

 

PERSYARATAN KHUSUS:

  1. Perempuan, usia maks 25 tahun
  2. Pendidikan SMK Akuntansi/ D3/S1
  3. Komunikasi Bagus, Bisa bahasa inggris &
  4. Berpenampilan menarik
    Lancar mengoperasikan komputer
  5. Domisili diutamakan Yogyakarta dan sekitarnya
  6. Bisa bekerja sama dalam team, komunikatif dan mampu bekerja keras

 

Bagi yang berminat :

email : personalia3@bra-indo.com atau taufiqyulianzah@gmail.com

PT. BUSANAREMAJA AGRACIPTA KLODRAN

Jl. Pemuda, Klodran-Kadirojo, Jonggrangan, Babadan, Bantul

(sebelah barat masjid agung Bantul)

 

Sumber : disnakertrans Bantul

Mika Kallio, Pembalap Motor GP Yang Moncher Namanya

Mika Kallio (alchetron.com)

Mika Kallio adalah  seorang pembalap motor Grand Prix, saat ini berusia 35 tahun. Sayapun lebih dulu mengenal namanya ketimbang mengenal nama pembalap motogp seangkatan Marc Marquez maupun Dani Pedrosa.

Dalam game/ permainan balap motor handphone Mika Kallio termasuk sebuah nama yang cukup terkenal (moncher). Yangmana ada satu rumah produksi game handphone ‘Tracebit’ rumah software Finlandia yang membuat game balap bernama ‘Mika Kallio GP’ .

Lalu siapa sih sosok pembalap berbobot 58 kg serta tinggi 166cm, yang kini menjadi pembalap tes team KTM ini?

Mengutip dari wikipedia berbahasa Inggris,berikut seputar Mika Kallio,

Mika Kallio dilahirkan di Valkeakoski, Finandia pada 8 November 1982. Dia memulai debut balapnya pada Kejuaraan Dunia kelas 125cc bersama team rookie Finlandia Ajo Motosport di tahun 2001 dan dianugerahi “Rookie of The Year” pada tahun 2002. Setelah itu pindah ke team Red Bull KTM ditahun 2003, dan menjadi runner-up di kelas tersebut(125cc) pada tahun 2005-2006.

Kemudian di tahun 2007 Mika Kallio naik kelas ke 250cc masih bersama team yang sama (KTM), Kallio meraih dua kemenangan dan finish diurutan ketujuh. Pada tahun 2008, ia memimpin kejuaraan sepanjang paruh pertama musim tersebut. tapi akhirnya harus puas menempati posisi ketiga. Untuk musim 2009, dia pindah ke kelas MotoGP(8oocc), berpacu diatas Ducati Desmocedici GP9 untuk team satelit ‘Pramac Racing’. namun ia hanya mampu finish di posisi 15 di musim pertama di kelas teratas ini, akan tetapi dia mendapatkan hadiah gelar “Rookie of the year”. Namun di tahun 2010 dai kurang berhasil dikelas utama ini(MotoGP), berjuang dengan cidera dan kurang percaya diri, dan hanya mampu diposisi rendah 17.

Kallio mencoba mencari jati-dirinya, dengan berkompetisi di kelas Moto2 bersama team Racing Marc VDS, selama empat musim berikutnya (2011-2014), mengendarai Suter di tahun 2011 dan mengakhiri musim di urutan ke-16. Beralih e motor Kalex ditahun 2012 membuahkan hasil yang lebih baik. Dia menyelesaiakn musim 2012 di urutan ke-6, dan meningkat lagi di musim 2013 menjadi di urutan ke-4, dan dimusim 2014 berjuang kuat di jajaran atas sepanjang musim 2014, dan akhirnya harus puas di urutan kedau atau runner-up.

2015 menjadi musim peralihan Kallio ke team Italtrans, namun, hasil yang mengecewakan menyebabkan di pertengahan musim dai beralih ke team Racing QMMF untuk lima putaran tersisa.

Tahun 2016 pembalap Finlandia ini mengambil waktu dari balap penuh-waktu, dimana ia kembali bersama team KTM untuk menjadi pembalap tes utaama mereka untuk proyek baru MotoGP, di mulai pada musim 2017.

Dengan 16 Grand Prix menang disemua kelas, Kallio adalah pembalap Finlandia yang paling sukses dalam sejarah Grand Prix.

 

Spesifikasi karir Mika Kallio

Kallio memulai balap pada tahun 1997 dan memenangkan kejuaraan Finlandia di balap jalanan dengan sukses di tahu 1999 dan 2000. Selama tahun 2000, ia juga menjadi juara Nordik setelah menempati posisi kedua di tahu sebelumnya.

Sementara Kallio mengejar tujuan balapnya, dia juga telah mencatatkan banyak kesuksesannya dalam balap es di Finlandia, lalu meraih kejuaraan balap motor Finandia di tahun 2000, 200 dan 2005 di kelas 125cc. Pada level 500cc, Kallio juga meraih gelar di tahun 2004 dan 2006.

125cc (2001-2006)

Mika Kallio bersama KTM

Kallio memulai debutnya di kejuaraan dunia 125cc sebagai pembalap ‘wildcard’ pada Grand Prix Jerman 2001. Lalu bersama team Ajo Motosport dan Honda RS125R untuk musim penuh 2002, ia mengakhiri musim sebagai Rookie of the Year. Di pertengahan musim 2003, ia beralih keteam Red Bull KTM, team pabrik KTM, dan meraih possi keempat, raihan terbaik karirnya di Republik Ceko. Puncak tahun 2003 adalah naik podium pertamanya di kelas satu, dan possisi kedua di belakang Dani Pedrosa di Sepang.

Setelah musim penuh 2004 dengan beragam masalah kendala motor, Kallio mampu merebut posisi pole di kejuaraan pertamanya dan meraih kemenangan di putaran kedua musim 2005 di Estoril. Kemudian dia meraih tujuh kali pole dan tiga kemenangan lebih tapi kehilangan gear juara dunia hanya lima poin dari Thomas Luthi. Dia kehilangan lima poin nya pada Grand Prix keempat terakhir di Qatar saat rekan setimnya KTM, Gabor Talmacsi menyalip dalam beberapa meter terakhir garis finish dengan hanya selisih 0,017 detik. Saat itu Kallio start dari posisi pole dan memimpin disetiap putaran balapan dan tidak lagi terlalu ngotot di trek lurus, dimana Talmacsi telah diminta untuk tetap dibelakang oleh team, karena dia bukan calon juara. Karena hal itu Talmacsi lalu dipecat setelah akhir musim di Valencia.

Motor tunggangan Mika Kallio KTM 125cc

Di tahun 2006, Kallio kembali menjadi penantang untuk gelas 125cc. Meskipun ia berhasil disetia usim hingga saat ini, sang pembalap muda asal Finlandia ini kalah oleh pembalap Asal Spanyol Alvaro Bautista dan bertahan melawan nya, ia terpaksa menempati runner-up sekali lagi, meskipun ia berhasil mengumpukan sebanyak 65 poin, di posisi ketiga. Kallio mencetak tiga kemenangan, empat posisi pole dan 11 podium selama musim kampanye 2006. Di akhir tahun, pemirsa serial televisi motosport Finlandia Ruutulippu memilih Kallio dari Malaysian Motosportsman of the Year selama tahun kedua berlangsung. Ia mengumpulkan  33,1% dari seluruh suara dan menang dari juara dunia enduro-Samulli Aro, runner-up WRC Marcus Gronholm and bintang F1 Kimi Raikonen.

250cc (2007-2008)

Untuk muaim 2007, Kallio naik ke skuad KTM kategori 250cc bersama Hiroshi Aoyama dari Jepang. Setelah melewati awal yang sulit untuk musim dengan masalah mechanik d Qatar dan spanyol, Kallio secara konsisten akan bertarung dijajaran posisi enam teratas. Titik balik musim tersebut berada di Jerman, dimana dia meraih posisi pole debutnya dan naik podium dengan finish posisi kedua dibelakang rekan setimnya Aoyama, menutupnya 1-2 untuk KTM. Tempat ketiga diraih di Republik Ceko, meski tampil buruk di San Marino, dan bermasalah mekanik di Portugal yang menghambat prestasinya.

Namun pembalap asal Finlandia ini mampu merebut kemenangan di kelas 250cc pertamanya di balap Jepng yang dirundung hujan, dan menambah poin lagi dibabak final di Valencia, menahan Alex De Angelis di putaran final. Kallio mengakhiri musim dengan dua posisi pole, dua kemenangan, empat podium, dan dua kemenangan dan dua lap tercepat untuk menempatkannya posisi ketujuh di klasemen akhir musim dengan 157 poin.

Kallio tetap di KTM untuk musim 2008, awal yang kuat untuk musim tersebut dengan meraih temat ketiga di pembuka musim di balap malam Qatar. Kemenangan keberuntungan di Jeresz, Spanyol setelah kedua saingannya Alvaro Bautista dan (mendiang)Marco Simoncelli tersingkir di lap akhir. Posisi ketiga yang solid juga diraihnya di Portugal, berikutnya meraih kemenangan hebat di China dalam kondisi yang sulit. Kallio telah membangun keunggulan yang kuat dalam kejuaraan, namun keberuntungannya berubah. Setelah balapan sulit di Perancis dan Italia, yang terakhir terhambat oleh masalah kopling pada awal balapan, nasib buruknya berlanjut di Catalunya, saat motornya mogok, dan hampir terjatuh saat kembali ke pit. Sungguh sayang raihan posisi tertinggi klasemen baru saja lenyap.

Kesengsaraan sepertinya terus berlanjut di Donington Park setelah sesi kualifikasi hanya berada di urutan 14. Namun ia mampu melewati satu demi satu pembalap didepannya dan berada diposisi depan dan finish pertama, sungguh kemenangan yang mengejutkan. Itu menjadi kemenangan terakhir dikelas 250. Para pembalap KTM tidak bisa mengikuti laju para pembalap Piagio(Italia) dan kesempatan utama sudah berakhir di Australia, yang telah disalip oleh juara bertahan Simoncelli dan Bautista beberapa balapan sebelumnya. Meskipun begitu dia mampu finih ke tiga mengalahkan rekan setimnya Juliam Simon.

Balap yang dilupakan di Malaysia dilanjutkan dengan sebuah kecelakaan di babak final di Valencia. Sebagai satu-satunya pembalap yang bisa mengimbangi juara dunia baru Simoncelli, Kallio berusaha keras untuk bertahan dan melancarkan serangan di putaran final. Namun ia terjatuh ditikungan terakhir dan hanya mampu finish di posisi ke-11. Dia membungkus tahun tersebut untuk finish ketiga secara keseluruhan dengan total 196 poin. Ini termasuk tiga kemenangan, tiga podium dan dua lap tercepat, meskpun ia tidak  mencetak satu posisi pole.

 

MotoGP (2009-2010)

Mika Kallio dalam balap British GP Silverstone 2010

Pada tanggal 19 Oktober 2008, Kallio diumumkan sebagai bagian dari jajaran pembalap baru di tim Pramac Racing untuk tahun 2009 di kelas MotoGP bersama Niccolo Canepa-Italia. Kallio diberi motor dengan spesifikasi terbaru yakni Ducati Desmocedisi GP9 yang memastikan kesetaraan dengan tim satelit dan skuad pabrik.

Karirnya di MotoGP dimulai dengan cerah dengan dua seri di Qatar dan Motegi. Namun sebagian musimnya gagal karena beberapa kecelakaan. Di TT Assen-Belanda, Kallio terjatuh saat di posisi keenam, hingga jarinya terluka, lepas dari posisi teratas. Melewatkan balapan di Laguna Seca, namun kembali berlaga di Sachsenring Jerman, membalap dengan sarung tangan khusus guna mengakomodir perban jarinya.

Pada 10 Agustus 2009 saat Casey Stoner mengumumkan dbahwa dia akan absen di tiga seri berikutnya karena masalah kesehatan, Kallio di panggil untuk menggantikannya di tim Ducati Marlboro. Begitu tugas menggantikan Stoner selesai, Kallio kembali ke Pramac untuk empat balap tersisa musim 2009. Dia terus memperlihatkan bakatnya dengan tiga tambahan sepuluh teratas, meskipun ia absen di Estoril yang berpotensi finish keenam, setelah mengalami kecelakaan di baris depan. Secara keseluruhan, ini adalah debut musim yang posiitif dikelas utama dan atas perolehan poin-poinnya Kallio meraih penghargaan ‘Rookie of the Year”.

Pada tanggal 30 September 2009 Kallio mengumumkan bahwa ia telah menandatangani kontrak baru selama satu tahun dengan Pramac Ducati yang akan melihat dia naik untuk tim di musim 2010.

Namun musim 2010 menjadi musim yang sulit bagi Kallio, rekan setimnya Aleix Espargaro memberi waktu lebih keras dan biasanya akan mengimbanginya atau melampauinya. Kallio hanya dua berapad di sepuluh teratas sepanjang musim, finish mengesankan posisi ketujuh di Jerez dibelakang grid dan finish kesembilan di Laguna Seca. Tapi secara keseluruhan halitu merupakan kekecewaan besar.

17 Oktober 2010, Kallio mengumumkan bahwa ia tidak akan berkompetisi dalam dua putaran terakhir musim 2010 karena cidera bahu yang dijalaninya, sejak Le Man pada bulan Mei. Kurang percaya diri bersama Ducati juga kurangnya hasil kontribusi. Akibatnya Kallio dan Pramac berpisah dengan perusahaannya karena belum ditawari kontrak 2011 oleh tim.

 

Moto2 (2011-2015)

7 November 2010, diumumkan bahwa Kallio akan menurunkan kategori ke Moto2, bekerja sama dengan Suter dan team Marc VDS Racing Team bersama pembalap inggris Scot Redding untuk tahun 2011, ia fiinish keempat di musim 2013 dan kedua dimusim 2014.

 

Kembali ke MotoGP (2016-

KTM membenarkan bahwa Kallio sebagai pembalap uji–coba mereka pada tanggal 27 Oktober 2015, untuk proyek MotoGP yang akan datang, dalam persiapan musim 2017.

Meski kalah dalam balapan penuh waktu untuk musim 2017, Kallio setifdaknya akan mendapat ganjaran atas usaha pengujiannya. Sebuah entri balapan ‘wilcard’ diberikan pada final 2016 di Valencia, menandai kembalinya di ajang balap kelas utama semenjak 2010.

 

Seputar Sekolah balap ‘Astra Honda Racing School’

Astra honda Racing School

Bagi yang penasaran dengan sekolah balap yang di selenggarakan oleh Astra Honda, yakni ‘Astra Honda Racing School’ berikut sedikit keterengan yang bisa kita baca-baca,

Sejarah

Awalnya, para pebalap dibekali Honda Blade di sirkuit karting untuk berlatih. Tahun 2013, projek makin berkembang dan menggunakan motor yang lebih advance, mulai Honda CB150R kemudian meningkat menjadi CBR250RR hingga saat ini, lokasi latihan pun dipindahkan ke sirkuit Internasional Sentul, sirkuit yang dijadikan tolok ukur bagi pebalap Indonesia. Setahun kemudian, tepatnya tahun 2014, pebalap paling berprestasi di sekolah ini mulai diterjunkan di kejuaraan balap yang lebih bergengsi, seperti Asia Dream Cup, Asia Talent Cup dan Suzuka 4 Jam.

Astra Honda Racing School sudah menjadi batu lompatan bagi pebalap yang pengin tampil di ajang internasional. Dari generasi pertama yang muncul pada 2010, Andi Gilang, yang balap di FIM CEV, juga Gerry Salim, pemimpin kelas Asia Production 250cc di ARRC, mulai menuai hasil dari usaha mereka. Dalam dua tahun terakhir, kembali dimunculkan pebalap muda yang tampil menjanjikan di seri seperti ATC atau ARRC, seperti Irfan Ardiansyah (2015) dan M. Erfin Firmansyah, Lucky Hendriansya dan Awhin Sanjaya (2016).

Dengan struktur pembinaan yang benar didukung pengalaman dan usaha serta pengorbanan yang besar dari semua pihak yang terlibat, langkah Astra Honda Racing School berikutnya adalah meningkatkan jumlah pebalap Indonesia di kejuaraan internasional, yang bertujuan membantu mewujudkan impian mereka di ajang balap motor dan mencapai Kejuaraan Dunia MotoGP di masa mendatang.

Astra Honda Racing School: Merajut Impian

Astra Honda Racing Team mempunyai mimpi menjadi yang pertama membawa pebalap Indonesia memasuki Kejuaraan Dunia MotoGP dan berkompetisi di level balap motor tertinggi ini. Sebuah mimpi yang perlahan-lahan dibangun sejak 2010, saat Astra Honda Racing School yang dipimpin oleh Anggono Iriawan dimulai.

Proyek ini diluncurkan sebagai sarana bagi pebalap muda dari seluruh Indonesia. Setiap tahun, Astra Honda Racing Team memilih 15 sampai 20 calon pebalap, dari tim Honda di beberapa region atau pebalap tim binaan PT. Astra Honda Motor yang mempunyai prestasi mengilap di kejuaraan nasional. Para rider ini berusia di bawah 15 tahun, dan sudah menunjukkan bakat dan keterampilan mereka di atas motor.

Anak didik Astra Honda Racing School

Selama dua tahun pertama, instruktur dari para pebalap muda bertalenta ini dipegang oleh Noboru Ueda, mantan pebalap dunia (runner-up di 125cc pada tahun 1994 dan 1997). Setelah itu hingga sekarang, posisi instruktur dipegang oleh M. Fadli Imammuddin, mantan pebalap Astra Honda Racing Team di kategori SuperSports 600cc di Asia Road Racing Championship.

Astra Honda Racing School

#astrahondaracingschool
#astrahondaracingteam

sumber : akun facebook Astra Honda Racing Team