Luar Biasa, Mochammad Khamim Setiawan Jalan Kaki Pekalongan – Mekah(13.474 Km) Untuk Ber-Haji

Dok. Mochammad Khamim Setiawan

Percaya ga percaya, dengan berita ini , namun dengan berfikir khusnudzon saya mencoba mencari kebenaran dari berita ini, bahwa sosok pemuda asal pekalongan yang bernama Mochammad Khamim Setiawan telah berjalan kaki dari rumahnya sejak bulan Agustus 2016 menuju kota suci Mekah, guna menunaikan ibadah Hajji.

berikut berita selengkapnya dari salah satu berita  yang di bagikan di facebook oleh Vetty Ba’bud .

LUAR BIASA*

*Jalan Kaki Indonesia-Mekkah*

Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga dunia

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah

Selasa, 23 Mei 2017 18:54

GRID.ID – Mochammad Khamim Setiawan (28) bukan siapa-siapa.

Bukan orang kaya atau orang penting di negeri ini.

Dia hanyalah pemuda biasa asal Pekalongan.

Tapi keberanian dan semangatnya, sampai membuat orang luar negeri terbengong-bengong.

Ya, nama Mochammad Khamim Setiawan tiba-tiba nongol di media yang berbasis di Dubai, Khaleejtimes.

Luar biasa dan mengharukan.

Dia bertekad naik haji dengan jalan kaki, dari Pekalongan ke Arab Saudi!

Khamim memulai perjalanannya dari Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.

Ia melewati berbegai negara dengan berjalan kaki.

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tenga

Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal.

Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.

Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil.

Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab.

Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya.

Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji.

Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini.

Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki.

Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.

Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir.

Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari.

Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam.

Bila ia lelah, ia ‘hanya’ bisa menempuh 15 kilometer.

Tuhan seakan melindungi Khamim.

Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.

Khamim tak membawa banyak uang.

Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan.

Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama.

“Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain,” jelasnya.

“Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon,” kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia.

Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan.

Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda.

Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.

Doping Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu.

Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil.

Ia pun membuat tulisan : “I’m on my way to Mecca by foot” atau “Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki,”

Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya.

Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times, Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim.

Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.

Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya.

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tenga

Tentu saja, terkecuali menyeberangi lautan atau selat, yang tak mungkin dilakukannya tanpa naik ferry atau kapal.

Istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang bermurah hati, sampai bermalam di hutan sudah biasa ia lakukan.

Tak disangka, usahanya yang terkesan mustahil itu, tak lama lagi membuahkan hasil.

Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat arab.

Kepada Khaleej Times, Khamim menceritakan perjalanannya.

Khamim meyakini bahwa berjalan kaki adalah keutamaan dalam menunaikan ibadah haji.

Ini yang menjadikan alasan baginya untuk melakukan perjalanan dahsyat ini.

Menguji kekuatan fisik dan spiritual merupakan alasan utamanya untuk berjalan kaki.

Yang luar biasa lagi, selama perjalanan, Khamim menjalankan ibadah puasa setiap hari.

Kebiasaan berpuasa setiap hari, kecuali di hari besar agama Islam, telah ia lakukan selama lima tahun terakhir.

Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari.

Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer dalam semalam.

Bila ia lelah, ia ‘hanya’ bisa menempuh 15 kilometer.

Tuhan seakan melindungi Khamim.

Selama perjalanan ini, ia hanya dua kali mengalami sakit yaitu ketika ia di Malaysia dan India.

Khamim tak membawa banyak uang.

Tapi nyatanya, ia kerap mendapat bantuan tak terduga di jalanan.

Yang mengharukan, ia juga kerap mendapat bantuan dari orang yang berbeda agama.

“Saya tak pernah meminta-minta, namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain,” jelasnya.

“Saya disambut di kuil Budha di Thailand, diberi makanan oleh warga desa di Myanmar, bertemu dan belajar dengan ilmuwan muslim berbagai negara di sebuah masjid di India, dan berteman dengan pasangan Kristen asal Irlandia yang bersepeda di Yangon,” kisahnya, sebagaimana dikutip dari Good News From Indonesia.

Khamim meyakini, berhaji bukan melulu beribadah dengan Tuhan.

Tapi berinteraksi dengan manusia dari berbagai keyakinan berbeda.

Menumbuhkan rasa toleransi, menurutnya juga merupakan bentuk kepatuhan kepada Tuhan.

Doping Khamim sederhana saja, campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dua potong kaos dan celana, dua pasang sepatu, sejumlah kaos kaki, sejumlah pakaian dalam, sebuah kantung tidur dan tenda, sebuah lampu, telepon pintar dan GPS, adalah seluruh barang yang ia bawa. Hanya itu.

Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera Indonesia berukuran kecil.

Ia pun membuat tulisan : “I’m on my way to Mecca by foot” atau “Aku dalam perjalanan ke Mekkah berjalan kaki,”

Bila sesuai rencana, perjalanan panjang Khamim ini akan berakhir di Mekkah pada 30 Agustus 2017, atau sehari sebelum Idul Adha, tepat setahun perjalanannya.

Menurut media yang berbasis di Uni Emirat Arab, Khaleej Times, Konjen Indonesia yang berada di Dubai, Murdi Primbani telah menyambut kedatangan Khamim.

Murdi mengatakan, Khamim adalah teladan bagi orang muslim Indonesia, yang mengajarkan kesederhanaan, spritualitas, dan bertekad kuat.

Kisah Khamim memang membuat banyak orang tak percaya.

Jalan Kaki Indonesia-Mekkah, Kisah Pemuda Pekalongan ini Bikin Haru Warga Timur Tengah

Selasa, 23 Mei 2017 18:54 WIB

Berita soal Khamim di media UEA, Khaleej Times. | Khaleej Times.

Berikut skedule perjalanannya…

Skedul perjalansn Mochammad Khamim Setiawan

Untuk catatan harian perjalanannya silahkan lihat akun facebook Mochammad Khamim Setiawan .

…subhanallah…

Foto bersama penterjemah raja salman untuk presiden jokowi

..

 

Terjadi Percobaan Penculikan Anak Di Dukuh-Mantrijeron Jalan Bantul

Ilustrasi – tempo.o

Akhir-akhir ini santer berita tentang percobaan penculikan di wilayah Bantul, sebelumnya di kabarkan oleh tribratranewsbantul .com telah terjadi percobaan penculikan di wilayah Ganjuran Bambanglipuro Bantul.

Dan baru saja kemarin (Senin, 20 Maret) kasus serupa terulang.

Berikut kronologinya yang di lengkapi oleh Adi Repoeblic(grup facebook ICJ JOGJA)..

Kabar dari rekan, Melaporkan pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 wib di Jalan Selokan Tanjung Kiri ( sebelah timur Perumahan Puri Dukuh Asri ) Gedongkiwo Mantrijeon Yogyakarta telah terjadi Kejahatan Percobaan Penculikan Anak .

Pelapor :
Ibu Komarudin/Parwini, asal Wonogiri, alamat Dongkelan Rt 07 Rw – Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

Korban : MDP, Pelajar kelas 3 SD Gedongkiwo Mantrijeron Yogyakarta, alamat : Dongkelan Rt 07 Rw – Panggungharjo Sewon Bantul.

Uraian Kejadian :
Pada hari Senin tanggal 20 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 wib sewaktu pulang dari sekolah dari Utara ke Selatan , tiba-tiba ada mobil warna hitam berhenti disebelah kanan saya kemudian ada seorang laki- laki memakai pakaian warna dan kaca mata hitam, kemudian memegang tangan saya kanan saya dan menariknya untuk diajak masuk ke dalam mobil,dengan kejadian itu tangan orang tersebut saya gigit dan pegangan tersebut terlepas , pada saat itu ada pengendara sepeda motor datang dari Utara kemudian pelaku masuk ke dalam mobil dan jalan ke arah selatan.

Catatan :
– Korban awalnya berjalan bertiga sama temannya tetapi ditinggal lari dan korban hanya jalan kaki pelan pelan sendirian.

 

– Saat ini dari pihak kepolisian Polsek Mantrijeron sedang cek di TKP dan mengecek cctv yang ada dilokasi untuk penyelidikan.

 ***

Patut Bersyukur kejadian berhasil digagalkan oleh korban.

Mari kita tingkatkan kewaspadaan pada anak-anak kita, peka dengan lingkungan sekitar, lingkunan jalan dan lingkungan Sekolah.

 

 

STOP !!! Hentikan “Skip Challenge” Sekarang Juga, Ini Fakta & Bahayanya

Ilustrasi Skip Challenge – foto : okezone

Akhir-akhir ini sedang ramai diberitakan dan menyebar di funa maya media sosial yakni sebuah aksi yang bisa dibilang ‘iseng yang kebablasan’, “Skip Challenge” namanya. Jika melihat video yang beredar ini banyak  dilakukan oleh anak-anak pelajar setingkat SLTP & SLTA.

Lalu apa kah “Skip Challenge”?

Skip Challenge adalah sebuah sebutan tindakan yang menekan/ memberi tekanan dengan kedua tangan pada  dada seseorang dengan keras selama beberapa saat(menit) hingga seseorang tersebut berkurang pernapasannya atau menghentikan otot dada bergerak, sehingga asupan oksigen minim di otak.

Melihat fenomena yang beredar, yang sangat membahayakan dan meresahkan ini , dr Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, angkat bicara…

Skip challenge nyatanya sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan hipoksia, kejang, pingsan, kerusakan otak, bahkan kematian. Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Itu menghentikan otot dada bergerak, sehingga oksigen minim di otak.

 

Meski kesadaran bisa kembali, namun ada risiko lain dari skip challenge, yakni terjatuh atau cedera setelah siuman dari pingsan. Di samping itu, jika otak kekurangan oksigen lebih dari tiga menit maka bisa mengakibatkan kerusakan, bila lebih dari 5 menit akibatnya jauh lebih fatal.

“Padahal jika otak kita dalam waktu 8 detik saja  tidak mendapatkan oksigen, bisa terjadi kerusakan pada sel-sel otaknya,” jelas dr Eni.

 

Dan ini tanda-tanda jika seseorang/ anak telah sempat kena perlakuan skip challenge ;

 

Memar atau ada bekas tekanan

Periksalah di area leher atau dada anak, bila terdapt luka memar atau bekas seperti ditekan,  Anda perlu bertanya. Selain itu, memar pada bagian kaki, kepala, atau bagian lainnya bisa timbul akibat mereka jatuh pingsan sebagai efek sementara permainan Skip Challenge.

 

Pusing kepala

Biasanya anak mengeluhkan sakit kepala sepanjang hari setelah ia melakukan permainan Skip Challenge. Sakit kepala terjadi pada area depan dan bisa menjalar pada indera penglihatan mereka.

 

Mata merah

Selain timbul tanda-tanda di atas, mata merah juga timbul seusai anak menguji diri mereka dengan permainan Skip Challenge. Mata anak cenderung terlihat satu dan lemah, disertai dengan rasa pusing.

 

Disorientasi

Karena permainan ini memiliki dampak pada otak akibat pasokan oksigen menurun, anak -anak mengalami kebingungan sesaat saat diajak bicara. Akumulasi dampak ini dapat berakibat masalah orientasi spasial.

 

Sumber : krjogja.com

Upaya Penangkapan Buaya Di Sungai Opak Kretek Bantul

Penampakan buaya di sungai Opak

Penampakan buaya di sungai Opak

Pagi ini Polair dan SAR Bantul dikabarkan menyusuri bantaran sungai Opak, guna menindaklanjuti laporan warga atas kemunculan buaya di sungai tersebut.

Perlu diketahui bahwa buaya pertama kali dilihat oleh Jubar, warga Karang Desa Tirtohargo Kretek Bantul pada  Minggu (9/1/2017) sekitar pukul 17.30. Waktu itu Jubar  bermaksud mencari ikan dengan jala. Namun kesaksian lelaki kelahiran Bantul 6 Maret 1968 itu sempat dicibir warga lainnya. Karena warga tidak yakin dengan apa yang disampaikan suami dari Ny  Sri Setyorini itu.

 

Bahkan ada yang berfikir jika dihembuskannya kabar munculnya buaya sebatas siasat agar tidak ada lagi orang lain mencari ikan disungai. Namun guru olahraga di SD  Purwosari waktu itu teguh pada pendiriannya jika buaya itu ada.  Dijelaskan, waktu itu  saksi bermaksud mencari ikan, tetapi tidak langsung turun ke Sungai Opak melainkan duduk di pematang sungai. Setelah air mulai surut Jubar  bergegas mendekati perahu ditepi sungai. Belum sempat menyentuh air, tertegun setelah pandangannya melihat benda seperti bongkok(dahan kelapa) berada di tepi sungai. Setelah diperhatikan dengan cermat, ternyata benda tersebut kepala buaya.

 

Melihat hewan membahayakan itu, lelaki berputra dua ini langsung berusaha menghubungi orang kampung dengan telp seluler. Namun dari empat orang yang coba dihubungi hanya satu orang merespons panggilannya.

 

Setelah itu lelaki yang sejak kecil sering menjala ikan itu kembali melihat buaya di depannya itu. “Saya masih sempat melihat kepala buaya itu berlahan menenggelamkan diri ke air, sementara gerakan ekornya menimbulkan gelombang,” ujar Jubar.  Setelah peristiwa itu niatnya untuk mencari ikan akhirnya dibatakan.

 

Tidak hanya itu, sejak tahu di Sungai Opak ada buaya sampai sekarang tidak berani mencari ikan dengan alasan takut. “Terus terang mas, saya takut, saya masih sayang dengan nyawa saya,” jelasnya.

 

Namun keraguan orang kini terjawab sudah, buaya yang semula hanya khayalan itu benar benar ada.  Tidak hanya itu warga kini mulai berfikir dua kali ketika harus beraktivitas di sungai.

Sementara Komandan SAR Bantul Arif Nugraha mengungkapkan, jam 00.30 tadi buaya juga muncul di dekat Mako Dit Pol Air Polda DIY.

Jumat (27/1) kemarin puluhan orang melihat dengan mata telanjang buaya itu muncul di Sungai Opak. Bahkan SAR hari ini Sabtu (28/1) berusaha memasang umpan untuk melakukan deteksi keberadaan hewan buas itu.

Pemasangan umpan guna memancing buaya

Pemasangan umpan guna memancing buaya

“Kami berusaha memasang umpan dengan pengapung berupa jerigen. Tujuannya jika digigit akan diketahui lokasi buaya itu berada dengan melihat pergerakan kambangan,” ujar Sekretaris SAR Bantul, Taufik F Oesman.(krjogja)

Dan kembali pagi Ini, kembali diupayakan penangkapan oleh Polair dan tim SAR Bantul, dikabarkan siang tadi buaya sempat terjerat dijaring namun bisa lolos, konon kabarnya, buaya ini cukup besar, panjang nya mencapai 4 meter.

Memancing buaya

Memancing buaya

Petugas Polair dsn Tim SAR bersatu menangkap buaya

Petugas Polair dan Tim SAR bersatu menangkap buaya

Sambil selfie ga papa khan....

Sambil selfie ga papa khan….

 

Sumber gambar : mas Arief Nugroho

Ini Nih Klarifikasi Pihak Pengelola Odong-Odong Alkid Yogyakarta

Mobil kayuh di alun-alun kidul Yogyakarta

Mobil kayuh/odong-odong di alun-alun kidul Yogyakarta

Beberapa hari ini netizen warga masyarakat Jogja di hebohkan perang opini dengan tarif naik Odong-odong di Alun-Alun Kidul(Alkid) yang selangit. Di sebuah grup icj media sosial facebook.

Dan menjadi trending topik, dan menjadi perhatian khusus netizen. Setiap postingan yang menyangkut odong-odong, selalu mendapat tangapan dari netizen. Kebanyakan mereka menyayangkan dengan mahalnya tarik naik odong-odong, bahkan memgatakan termahal di dunia. Ada yang mengatakan mending  sewa mobil sekalian, ga bakalan naik odong-odong, dan sebagai nya.

Nah kali ini ada sebuah postingan atas nama Deddy Novie yang mengatas namakan pengelola Odong-odong Alkid, namun begitu tetap saja mendapat tanggapan ‘miring‘ dari netizen yang sepertinya pengelola masih tetap kekeh akan tarif 150ribu sekali putar. Monggo silahkan disimak klarifikasinya…….

 

Bismillahirrohmannirohim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat siang seluruh masyarakat yogyakarta dan pengunjung Kawasan Wisata Alkid Yogyakarta khususnya serta seluruh anggota dan sedulur semua yang ada group media sosial “Info Cegatan Jogja” (ICJ)..Mohon maaf mengganggu waktu istirahatnya dan liburannya serta mohon ijin kami akan menanggapi hal terkait harga sewa odong” / sepeda hias untuk satu kali putar, yg menjadi trending topic di media sosial ini (pernah ditanyakan oleh salah satu member) kemudian dijawab oleh seseorang dengan akun FB yg berinisal “J” dengan cara memposting pernyataannya di akun FB-nya sehingga menjadi heboh karena ada kalimat yang tidak baik dan tidak pantas untuk diposting serta dibagikan di media sosial.
Pertama-tama, kami mewakili seluruh angggota paguyuban pelaku wisata alkid yogyakarta memohon ma’af yg sebesar-besarnya kepada pengunjung wisata malam Kawasan Wisata Alkid Yogyakarta dan yang terhormat pecinta facebook serta anggota ICJ atas kekhilafan postingan anggota kami yg mungkin tidak pantas utk diposting.
Terkait harga sewa odong” tersebut, kami mencoba mengklarifikasi bahwa STANDARISASI HARGA sewa odong”/sepeda hias/sepeda wisata memang belum bisa kami implementasikan karena kami kesulitan utk menentukan parameter sebagai pedoman penentuan harga sewa odong” tersebut. Harga sewa 150rb satu kali putar disaat liburan memang terjadi demikian. Namun, harga tersebut bukan harga mati artinya pengunjung boleh menawar sampai kesepakatan harga terjadi/bargaining position. Jikalau tdk terjadi kesepakatan, maka pengunjung bisa mencari alternatif lainnya. Ada lebih kurang 70 odong” yg beroperasi dan juga bervariasi harganya sesuai dengan bentuk dan kondisi armadanya. Kami yakin dibawah harga itu pastinya ada, tergantung jenis dan bentuk odong” nya atau jumlah penumpangnya.
Harga sewa 150rb sekali putar, bisa dimungkinkan armadanya baru, kemasannya menarik dan bisa muat lebih dari 7 org. Mereka pun menawarkan harganya sesuai dengan besaran modal usaha awal yg mereka keluarkan (bisa mencapai puluhan juta) dan berapa lama BEP yg akan diperoleh. Jadi, penawaran harga disinilah akan terjadi. Disamping itu, pembeli jasa sewa dalam hal ini pengunjung wisata diberi kebebasan utk menawar. Jika proses tawar menawar harga terjadi dan kesepakatan harga sudah disetujui itu berarti antara pemilik jasa sewa odong” dan pengunjung wisata sudah sepakat untuk menggunakan odong” tersebut berputar mengelilingi lapangan alkid sambil menikmati syahdunya cuaca malam di alkid, diiringi alunan musik serta melihat pengunjung lainnya sedang bersantap malam di pinggir lapangan.
Demikian sekiranya kami bisa mengklarifikasi terkait trending topic harga sewa odong” di alkid. Sekali lagi kami mohon maaf apabila ada salah kata dalam hal penyampaian staetment yg mungkin terlampau hiperbolik.
Dengan kerendahan hati, kami siap menerima kritik dan sarannya demi kemajuan paguyuban yg telah lama kami rintis dan perkembangan wisata malam di alkid yogyakarta. Kami berusaha dan berusaha utk memperbaiki diri.
CP. Pengurus Paguyuban Pelaku Wisata Alkid Yogyakarta (PAPARASI ALKID) : 0816678340/085229088838
SELURUH JAJARAN PENGURUS PAGUYUBAN PELAKU WISATA ALKID YOGYAKARTA MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2017 SEMOGA DENGAN BERGANTINYA TAHUN AKAN MENJADIKAN MOTIVASI KITA UNTUK MELANGKAH YANG LEBIH BAIK DAN SUKSES
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
— di Alun Alun Kidul (Alkid) Jogjakarta.

 

Yach semoga ada solusi untuk hal ni, btw ada yang berkomentar  yang menyarangkan sowan ke Sultan untuk minta petunjuk.