Upaya Penangkapan Buaya Di Sungai Opak Kretek Bantul

Penampakan buaya di sungai Opak

Penampakan buaya di sungai Opak

Pagi ini Polair dan SAR Bantul dikabarkan menyusuri bantaran sungai Opak, guna menindaklanjuti laporan warga atas kemunculan buaya di sungai tersebut.

Perlu diketahui bahwa buaya pertama kali dilihat oleh Jubar, warga Karang Desa Tirtohargo Kretek Bantul pada  Minggu (9/1/2017) sekitar pukul 17.30. Waktu itu Jubar  bermaksud mencari ikan dengan jala. Namun kesaksian lelaki kelahiran Bantul 6 Maret 1968 itu sempat dicibir warga lainnya. Karena warga tidak yakin dengan apa yang disampaikan suami dari Ny  Sri Setyorini itu.

 

Bahkan ada yang berfikir jika dihembuskannya kabar munculnya buaya sebatas siasat agar tidak ada lagi orang lain mencari ikan disungai. Namun guru olahraga di SD  Purwosari waktu itu teguh pada pendiriannya jika buaya itu ada.  Dijelaskan, waktu itu  saksi bermaksud mencari ikan, tetapi tidak langsung turun ke Sungai Opak melainkan duduk di pematang sungai. Setelah air mulai surut Jubar  bergegas mendekati perahu ditepi sungai. Belum sempat menyentuh air, tertegun setelah pandangannya melihat benda seperti bongkok(dahan kelapa) berada di tepi sungai. Setelah diperhatikan dengan cermat, ternyata benda tersebut kepala buaya.

 

Melihat hewan membahayakan itu, lelaki berputra dua ini langsung berusaha menghubungi orang kampung dengan telp seluler. Namun dari empat orang yang coba dihubungi hanya satu orang merespons panggilannya.

 

Setelah itu lelaki yang sejak kecil sering menjala ikan itu kembali melihat buaya di depannya itu. “Saya masih sempat melihat kepala buaya itu berlahan menenggelamkan diri ke air, sementara gerakan ekornya menimbulkan gelombang,” ujar Jubar.  Setelah peristiwa itu niatnya untuk mencari ikan akhirnya dibatakan.

 

Tidak hanya itu, sejak tahu di Sungai Opak ada buaya sampai sekarang tidak berani mencari ikan dengan alasan takut. “Terus terang mas, saya takut, saya masih sayang dengan nyawa saya,” jelasnya.

 

Namun keraguan orang kini terjawab sudah, buaya yang semula hanya khayalan itu benar benar ada.  Tidak hanya itu warga kini mulai berfikir dua kali ketika harus beraktivitas di sungai.

Sementara Komandan SAR Bantul Arif Nugraha mengungkapkan, jam 00.30 tadi buaya juga muncul di dekat Mako Dit Pol Air Polda DIY.

Jumat (27/1) kemarin puluhan orang melihat dengan mata telanjang buaya itu muncul di Sungai Opak. Bahkan SAR hari ini Sabtu (28/1) berusaha memasang umpan untuk melakukan deteksi keberadaan hewan buas itu.

Pemasangan umpan guna memancing buaya

Pemasangan umpan guna memancing buaya

“Kami berusaha memasang umpan dengan pengapung berupa jerigen. Tujuannya jika digigit akan diketahui lokasi buaya itu berada dengan melihat pergerakan kambangan,” ujar Sekretaris SAR Bantul, Taufik F Oesman.(krjogja)

Dan kembali pagi Ini, kembali diupayakan penangkapan oleh Polair dan tim SAR Bantul, dikabarkan siang tadi buaya sempat terjerat dijaring namun bisa lolos, konon kabarnya, buaya ini cukup besar, panjang nya mencapai 4 meter.

Memancing buaya

Memancing buaya

Petugas Polair dsn Tim SAR bersatu menangkap buaya

Petugas Polair dan Tim SAR bersatu menangkap buaya

Sambil selfie ga papa khan....

Sambil selfie ga papa khan….

 

Sumber gambar : mas Arief Nugroho

Ini Nih Klarifikasi Pihak Pengelola Odong-Odong Alkid Yogyakarta

Mobil kayuh di alun-alun kidul Yogyakarta

Mobil kayuh/odong-odong di alun-alun kidul Yogyakarta

Beberapa hari ini netizen warga masyarakat Jogja di hebohkan perang opini dengan tarif naik Odong-odong di Alun-Alun Kidul(Alkid) yang selangit. Di sebuah grup icj media sosial facebook.

Dan menjadi trending topik, dan menjadi perhatian khusus netizen. Setiap postingan yang menyangkut odong-odong, selalu mendapat tangapan dari netizen. Kebanyakan mereka menyayangkan dengan mahalnya tarik naik odong-odong, bahkan memgatakan termahal di dunia. Ada yang mengatakan mending  sewa mobil sekalian, ga bakalan naik odong-odong, dan sebagai nya.

Nah kali ini ada sebuah postingan atas nama Deddy Novie yang mengatas namakan pengelola Odong-odong Alkid, namun begitu tetap saja mendapat tanggapan ‘miring‘ dari netizen yang sepertinya pengelola masih tetap kekeh akan tarif 150ribu sekali putar. Monggo silahkan disimak klarifikasinya…….

 

Bismillahirrohmannirohim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Selamat siang seluruh masyarakat yogyakarta dan pengunjung Kawasan Wisata Alkid Yogyakarta khususnya serta seluruh anggota dan sedulur semua yang ada group media sosial “Info Cegatan Jogja” (ICJ)..Mohon maaf mengganggu waktu istirahatnya dan liburannya serta mohon ijin kami akan menanggapi hal terkait harga sewa odong” / sepeda hias untuk satu kali putar, yg menjadi trending topic di media sosial ini (pernah ditanyakan oleh salah satu member) kemudian dijawab oleh seseorang dengan akun FB yg berinisal “J” dengan cara memposting pernyataannya di akun FB-nya sehingga menjadi heboh karena ada kalimat yang tidak baik dan tidak pantas untuk diposting serta dibagikan di media sosial.
Pertama-tama, kami mewakili seluruh angggota paguyuban pelaku wisata alkid yogyakarta memohon ma’af yg sebesar-besarnya kepada pengunjung wisata malam Kawasan Wisata Alkid Yogyakarta dan yang terhormat pecinta facebook serta anggota ICJ atas kekhilafan postingan anggota kami yg mungkin tidak pantas utk diposting.
Terkait harga sewa odong” tersebut, kami mencoba mengklarifikasi bahwa STANDARISASI HARGA sewa odong”/sepeda hias/sepeda wisata memang belum bisa kami implementasikan karena kami kesulitan utk menentukan parameter sebagai pedoman penentuan harga sewa odong” tersebut. Harga sewa 150rb satu kali putar disaat liburan memang terjadi demikian. Namun, harga tersebut bukan harga mati artinya pengunjung boleh menawar sampai kesepakatan harga terjadi/bargaining position. Jikalau tdk terjadi kesepakatan, maka pengunjung bisa mencari alternatif lainnya. Ada lebih kurang 70 odong” yg beroperasi dan juga bervariasi harganya sesuai dengan bentuk dan kondisi armadanya. Kami yakin dibawah harga itu pastinya ada, tergantung jenis dan bentuk odong” nya atau jumlah penumpangnya.
Harga sewa 150rb sekali putar, bisa dimungkinkan armadanya baru, kemasannya menarik dan bisa muat lebih dari 7 org. Mereka pun menawarkan harganya sesuai dengan besaran modal usaha awal yg mereka keluarkan (bisa mencapai puluhan juta) dan berapa lama BEP yg akan diperoleh. Jadi, penawaran harga disinilah akan terjadi. Disamping itu, pembeli jasa sewa dalam hal ini pengunjung wisata diberi kebebasan utk menawar. Jika proses tawar menawar harga terjadi dan kesepakatan harga sudah disetujui itu berarti antara pemilik jasa sewa odong” dan pengunjung wisata sudah sepakat untuk menggunakan odong” tersebut berputar mengelilingi lapangan alkid sambil menikmati syahdunya cuaca malam di alkid, diiringi alunan musik serta melihat pengunjung lainnya sedang bersantap malam di pinggir lapangan.
Demikian sekiranya kami bisa mengklarifikasi terkait trending topic harga sewa odong” di alkid. Sekali lagi kami mohon maaf apabila ada salah kata dalam hal penyampaian staetment yg mungkin terlampau hiperbolik.
Dengan kerendahan hati, kami siap menerima kritik dan sarannya demi kemajuan paguyuban yg telah lama kami rintis dan perkembangan wisata malam di alkid yogyakarta. Kami berusaha dan berusaha utk memperbaiki diri.
CP. Pengurus Paguyuban Pelaku Wisata Alkid Yogyakarta (PAPARASI ALKID) : 0816678340/085229088838
SELURUH JAJARAN PENGURUS PAGUYUBAN PELAKU WISATA ALKID YOGYAKARTA MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2017 SEMOGA DENGAN BERGANTINYA TAHUN AKAN MENJADIKAN MOTIVASI KITA UNTUK MELANGKAH YANG LEBIH BAIK DAN SUKSES
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
— di Alun Alun Kidul (Alkid) Jogjakarta.

 

Yach semoga ada solusi untuk hal ni, btw ada yang berkomentar  yang menyarangkan sowan ke Sultan untuk minta petunjuk.

Trending Topic Medsos Jogja : Tarif Odong-Odong(Mobil Kayuh) Alkid Yang ‘Ngenthel’

Mobil kayuh di alun-alun kidul Yogyakarta

Mobil kayuh di alun-alun kidul Yogyakarta


Yogyakarta terkenal dengan keunikannya, salah satunya dengdan adanya wahana sewa odong-odong atau mobil kayuh yang penuh lampu yang berada di kawasan Alun-Alun Kidul(Alkid) keraton Yogyakarta.

Mobil kayuh memang memberi warna tersendiri dikala senja hingga malam hari, bahkan dini hari di Alkid. Penuh gemerlap lampu menghiasi mobil kayuh yang bisa dinaiki sekeluarga. Musik pun disediakan oleh di pemilik.

Namun saat ini, disaat libur panjang di penghujung 2016 ini, sedang ada ‘gejolak’ masalah tarif yang. Tarif bagi penyewa yang di rasa keluar dari kewajaran yang tarif biasa banyak yang mengatakan sekali putar Rp 25.000,- tapi kini sekali putar Rp 150.000,- …lha dalah 6 x lipat.

Sebuah postingan akan gejolak tarif odong-odong (mobil kayuh) Alun-alun Kidul Jogja

Sebuah postingan akan gejolak tarif odong-odong (mobil kayuh) Alun-alun Kidul Jogja

Hingga ‘gejolak’ ini menjadi booming dan trending topic di media sosial. Yang mana kebanyakan orang 90% lebih kontra dengan tarif 150 ribu, hingga mendapat banyak sorotan. Dalam sebuah penyangkalan dari pihak penyewa mendapat perhatian(like) 3.513, dan ditanggapi sebanyak 5.226 komentar. 

Hal ini yakni ketidak wajaran dari sebuah tarif memang begitu msnyakitkan bagi pengguns jssa tersebut. Dan sebagai warga jugs bsnysk yang menentang dan sekaligus membela, agar pengelola atau pemilik sewa tidak begitu memasang tarif yang teramat tinggi(mahal). Hingga terkesan ‘nuthuk’ bahkan ‘ngenthel’, yang seakan wisatawan yang yang notabene mengenal Jogja dengan keramahan, kearifan, lalu tanpa tanya tarif terlebih dahulu, dan akhir nya kaget bukan kepayang saat akan membayar sewa yang mahal.

Menurut yang bisa disebut pembelaan dari pihak penyewa, karena kawasan Alkid disaat liburan terjadi kemacetan, yang mana durasi untuk putaran menjadi 3 kali lipat lamanya, maka mereka menaikkan atau memasang tarif hingga 150 ribu/sekali putar. Namun sekali lagi hal itu dibantah oleh banyak warga/netizen Jogja, bahwa tidak harus segitu mahalnya tarifnya, yang bisa bikin kapok wisatawan.

Well perlu diketahui bahwa lintasan mobil kayuh itu melintasi alun-alun yang sebesar lapangan sepak bola, atau sekitar 500meter.

 

 

Buaya Muara ‘Surfing’ Di Pantai Congot Resahkan Warga

Salah seorang petugas sedang memancing buaya dengan menaruh unggas.

Salah seorang petugas BKSDA sedang memancing buaya dengan menaruh unggas.

Siapa sih yang ga takut dengan buaya? Predator terganas di bumi ini emang menakutkan kita sebagai rantai makanan tertinggi. Karena report di belahan dunia manapun buaya sering menerkam manusia…serem bukan???

Di beberapa hari ini di dunia maya khususnya wilayah kulon progo melalyi sebuah grup di media sosial facebook yang cukup terkenal dan nomor satu “Berita Kulon Progo” dihebohkan dengan foto maupun video akan dua ekor buaya yang sedang surfing atau berenang di pantai Congkot, sebuah pantai paling ujung DI Yogyakarta.

Sempat saya sedikit ragu akan kabar ini, banyak pertanyaan yang ada. Takutnya ‘hoax’.

Lha terus kenapa bisa ada buaya di pantai? Sedangkan buaya bukan merupakan sebuah binatang laut?

Hingga akhirnya pagi ini sebuah portal media terkenal di Jogja mengabarkan akan kebenaran berita ini.

Disinyalir buaya ini jenis buaya muara yang kemungkinan terlepas dari penangkaran dari wilayah lain yakni wilayah Purworejo Jawa Tengah, atau memang buaya muara liar.

Dengan kemunculan buaya ini membuat resah warga dan juga sepertinya mengganggu aktifitas pariwisata pantai ini.

Tidak pakai lama,dinas terkait yakni Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta turun tangan dalam upaya mengevakuasi buaya yang menghebohkan dengan memancingnya keluar.

Berikut kronologinya…

Penampakan buaya semula di pantai perbatasan antara Jawa Tengah yakni selatan Purworejo dan Kulonprogo- DI Yogyakarta. Buaya terlihat menghilang di pintu muara Bogowonto Congot Desa Jangkaran Kecamatan Temon.

 

“Jumat Pukul 20.30, buaya terlihat di pantai Congot, tapi karena banyak orang yang akan menangkap kembali lagi ke tengah. Sekitar 01.30 terlihat lagi di sekitar pintu muara Bogowonto dan akhirnya gelombang pasang, buaya menghilang, sehingga pencarian dihentikan pukul 05.00,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Yogyakarta Untung Suripto, Sabtu (24/12/2016).

 

Pencarian dilanjutkan Sabtu pagi dengan menerjunkan lima personil dengan peralatan evakuasi buaya. Buaya muara menurut teori akan berjemur pukul 09.00 – 13.00 WIB, maka BKSDA memasang umpan unggas itik di muara Bogowonto sebagai upaya memancing buaya naik ke daratan.

 

“Bila berhasil di tangkap, maka akan dititipkan di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY). Kebetulan di Kulonprogo juga ada Wildlife Rescue Center (WRC) atau Pusat Penyelamatan Satwa Jogja (PPSJ) Kulonprogo Yogyakarta,” jelasnya.

 

BKSDA Yogyakarta masih menunggu konfirmasi dari BKSDA Jawa Tengah terkait buaya itu. “Sebab buaya muncul dari barat, apakah lepas dari penangkaran atau tidak, dan fokus kita saat ini melakukan pengangkapan,” urainya.

Sumber : krjogja.com

Om Telolet om

Om Telolet Om : Ini Nih Yang Pertama Kali Membawa ‘Telolet’ Ke Indonesia

Om Telolet om

Om Telolet om

Yang lagi heboh, viral dan bahkan jadi trending topik di dunia maya adalah, ‘Om Telolet Om’ yang mana kata  ini merupakan sebuah permintaan anak-anak kepada supir bis untuk membunyikan klaksonnya. Untuk mempermudah permintaan dan pengucapannya maka dituliskanlah pada selembar kertas yang lalu ditunjukkan ke pada setiap bus yang lewat. Bilamana pak supir melihatnya, dan kemudian membunyikan klakson/bell nya yang berbunyi Telolet..maka semua senang, riang dan girang.

Seiring perkembangannnya bunyi nya pun bisa dibuat melodi, yang semakin menyenangkan anak-anak   maupun siapa saja yang ingin ingin mendengarkannya. Bahkan memburunya, hingga mengoleksinya.

Nah saat ini fenomena ini ‘Om Telolet Om’ lagi booming, lagi jadi trending topik, yang  bahkan pebalap motogp sekaliber Marc Marquez pun dalam media sosial twitter nya turut larut(menanggapi) dalam eforia Telolet, begitu juga pemain bola tersohor Cristian Ronaldo juga ikut menanggapi melalui media sodial milik nya.

Nah lalu siapah sih yang pertama kali memperkenalkannya?

H Teuku Eri

H Teuku Eri Rubiansah

Adalah H. Teuku Eri Rubiansah, sang pemilik perusahaan bus PO Efesiensi. Dimana awalnya dulu di tahun 2001, pertama kali H. Teuku membeli klakson (telolet) di sebuah pameran otomotif di Jerman, tepatnya di Kota Hannover.

Saat itu H. Eri membeli satuan karena tidak mungkin membawa dalam jumlah banyak. Tujuannya dia ingin ada ciri khas di armada bisnya.

Tahun-tahun tersebut, H. Eri memang tengah membangun armada bus trayek Jogja – Cilacap dan Jogja – Purwokerto.

 

Beberapa tahun kemudian saat pergi haji, di Jeddah dia menemukan klakson yang sama. Darisitulah ia kemudian tidak lagi membeli satuan, namun dalam jumlah banyak. Mampir setiap dia umroh, tak lupa ia belanja ‘telolet’ dalam jumlah yang tidak sedikit.

 

“Dulu mereknya yang paling bagus Marco, buatan Italia, harganya saat itu sekitar 300 real, ” kata laki-laki kelahiran Kebumen 27 Juli 1967 yang memang hobi off-road.

 

Menurut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) ini, dengan bunyi klakson yang lain dari yang lain saat itu ia berharap masyarakat mudah mengenali.

Terbukti kemudian Efesiensi menjadi bus yang paling banyak diminati di jalur selatan Jawa Tengah-DIY.

Ciri khas armadanya yang menggunakan klakson telolet ternyata menarik rekan-rekannya. Ia akhirnya memberitahu tempat membeli ‘Telolet’. Bahkan saat ini bunyinya bermacam-macam, bisa dibuat melodi.(krjogja.com)

Operasi Tertib Lalu-Lintas Akan Digelar Mulai Hari ini Hingga 2 Minggu Kedepan

Ilustrasi - Pak Polisi terkesima dengan seorang pemotor yang overload

Ilustrasi – Pak Polisi terkesima dengan seorang pemotor yang overload

Operasi atau razia tertib lalu lintas dari pihak kepolisian akan serempak di laksanakan diseluruh wilayah Indonesia, yang akan dimulai hari ini hingga 2 minggu mendatang (16-29 November 2016) atau selama 14 hari.

Pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2016 kali ini  ada beberapa pelanggaran yang menjadi sasaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, antara lain :

 

1.    Pelanggaran rambu – rambu lalu lintas;

2.    Pelanggaran batas kecepatan;

3.    Melawan arus  lalu lintas khususnya kendaraan motor (R2).

 

Dengan dilakukan penegakkan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan operasi zebra ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu :

 

1.    Meningkatnya   disiplin   masyarakat   dalam berlalu lintas di jalan raya;

2.    Meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas;

3.    Menurunnya tingkat  fatalitas korban kecelakaan lalu lintas;

4.    Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas;

5.    Terwujudnya  situasi  kamseltibcar  lantas menjelang perayaan Natal tahun 2016 dan tahun baru 1 Januari 2017.

Jadi sebelum berkendara, siapkan dulu surat-suratnya(SIM & STNK), helm, kelengkapan kendaraan, spion, lampu-lampu, dan lainnya. Dan jangan salah jalur, jangan menerobos lampu lalu-lintas yach….!!!!

Safety first…lah!!!

Libur Akhir Tahun, Naik Kereta Api Saja Mumpung Ada Promo

Early Holiday Sale

Early Holiday Sale

PT KAI menghadirkan promo “Early Holiday Sale” untuk 31 KA keberangkatan dari dan ke wilayah Daop 1 Jakarta.

Tengah malam ini (Senin 14/11 pukul nol-nol), tiket murah KAI sudah mulai bisa dibeli melalui berbagai saluran resmi penjualan tiket KAI, kecuali di loket penjualan di stasiun.

Dalam program promo ini, pengguna jasa KA dapat menikmati tarif spesial yang lebih murah, berkisar antara Rp 40.000 – Rp 330.000.
Penempatan tempat duduk untuk tiket promo tersebut acak pada masing-masing kereta di tiap rangkaian KA.
Tiket promo ini dapat ditunda atau dibatalkan tetapi tidak dapat digabung dengan reduksi/promo lainnya.
Setiap KA, disediakan kuota 35 tempat duduk, tergantung kesediaan tempat duduknya.
Program ini berlaku untuk periode penjualan dan pemesanan tanggal 15 November – 7 Desember 2016 dan periode keberangkatan 15, 16, 22, 23, 29, 30 November dan 6, 7 Desember 2016 di 31 KA komersil (non PSO) berbagai kota tujuan di Jawa.
Berikut daftar harga promo untuk 31 KA komersil (non PSO):
1. Argo Anggrek (Gambir – Surabaya Ps.Turi PP), Tarif Eksekutif Rp 300.000
2. Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan PP), Tarif Eksekutif Rp 250.000
3. Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan PP), Tarif Eksekutif Rp 250.000
4. Argo Sindoro (Gambir – Semarang Tawang PP), Tarif Eksekutif Rp 200.000
5. Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang PP), Tarif Eksekutif Rp 200.000
6. Argo Jati (Gambir – Cirebon PP), Tarif Eksekutif Rp 100.000
7. Argo Parahyangan (Gambir – Bandung PP),
Tarif Eksekutif Rp 60.000, Tarif Ekonomi Rp 40.000
8. Gajayana (Gambir – Malang PP), Tarif Eksekutif Rp 330.000
9. Bima (Gambir – Malang PP), Tarif Eksekutif Rp 330.000
10. Sembrani (Gambir – Surabaya Ps.Turi PP), Tarif Eksekutif Rp 300.000
11. Bangunkarta (Gambir – Surabaya Gubeng PP), Tarif Eksekutif Rp 240.000
12. Taksaka (Gambir – Yogyakarta PP),Tarif Eksekutif Rp 230.000
13. Tegal Bahari (Gambir – Tegal PP), Tarif Eksekutif Rp 110.000, Tarif Ekonomi Rp 70.000
14. Cirebon Ekspres (Gambir – Cirebon PP), Tarif Eksekutif Rp 110.000, Tarif Ekonomi Rp 70.000 15. Purwojaya (Gambir – Cilacap PP), Tarif Eksekutif Rp 180.000
16. Gumarang (Pasar Senen – Surabaya Ps.Turi PP), Tarif Eksekutif Rp 240.000, Tarif Bisnis Rp 220.000, Tarif Ekonomi Rp 180.000
17. Menoreh (Pasar Senen – Semarang Tawang PP), Tarif Ekonomi Rp 90.000
18. Senja Utama Solo (Pasar Senen – Solo Balapan PP), Tarif Bisnis Rp 150.000
19. Fajar Utama Yogya (Pasar Senen – Yogyakarta PP), Tarif Bisnis Rp 140.000
20. Senja Utama Yogya (Pasar Senen – Yogyakarta PP), Tarif Bisnis Rp 140.000
21. Sawunggalih (Pasar Senen – Kutoarjo PP), Tarif Eksekutif Rp 180.000, Tarif Bisnis Rp 150.000
22. Majapahit (Pasar Senen – Malang PP), Tarif Ekonomi Rp 190.000
23. Bogowonto (Pasar Senen – Lempuyangan Yogyakarta PP), Tarif Ekonomi Rp 90.000
24. Gajahwong (Pasar Senen – Lempuyangan Yogyakarta PP), Tarif Ekonomi Rp 90.000
25. Krakatau (Merak – Kediri PP), Tarif Ekonomi Rp 165.000
26. Jayabaya (Pasar Senen – Malang PP), Tarif Ekonomi Rp 190.000
27. Jakatingkir (Pasar Senen – Purwosari Solo PP), Tarif Ekonomi Rp 110.000
28. Progo (Pasar Senen – Lempuyangan Yogyakarta PP), Tarif Ekonomi Rp 75.000
29. Kutojaya Utara (Pasar Senen – Kutoarjo PP), Tarif Ekonomi Rp 65.000
30. Tawangjaya (Pasar Senen – Semarang Poncol PP), Tarif Ekonomi Rp 70.000
31. Kertajaya (Pasar Senen – Surabaya Ps.Turi PP), Tarif Ekonomi Rp 100.000

Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket promo Early Holiday Sale dapat melakukan pemesanan tiket di Contact Center 121, channel eksternal penjualan tiket PT KAI, aplikasi KAI Access, dan internet reservation.

Pembelian tiket promo ini tidak dapat dilayani di loket penjulan di stasiun.

Sumber : tribunjogja.com