Mengenal Sistem Pembagian Order – Ojek Online (GO-JEK)

ilustrasi

Saat ini banyak rekan driver ojol di Jogja yang sambat (mengeluh) anyep (sepinya orderan).  Menurut pengamatan saya sih semenjak ada perekrutan massal sekitar sebulan yang lalu yang dikenal oleh kalangan rekan driver dengan angkatan 403.

Loh kenapa disebut begitu mbah?  Iya karena tempat perekrutan diadakan di sebuah instansi atau tempat bapak-bapak TNI bermarkas,  ini merupakan inisiatif yang dirasakan dan benar adanya sangat terjamin keamanan dan kenyamanan.  Dimana dulu sebelum nya diadakan di kantor Operasional,  ee malah terjadi kericuhan, lha-wong mencari kerja koq ya malah gak sabaran hingga merusak tempat duduk inventaris kantor operasional,  jian. 

Yups,  antusiasme animo orang  memang tergolong sangat tinggi untuk bergabung menjadi sorang driver atau pengemudi ojek online. Mereka rela antri berjam-jam bahkan mereka datang di tempat perekrutan dari dini hari untuk bisa mendapatkan antrian,  meskipun sistem perekrutan juga sudah sistem online sih. Entahlah, mungkin saking banyaknya orang, jadi bisa tak terkendali. Maka dari itu beruntung sekali pihak operasional GO-JEK Jogja mendapat kemuliaan hati dari pimpinan bapak TNI-AD di Batalion Infanteri (Yonif) 403 untuk bisa digunakan sebagai tempat penerimaan,  pastilah para pendaftar pada mikir dulu kalo akan berbuat neko-neko 😁

***

Well terlepas dari problematika perekrutan. Saya mencoba mengerucut kembali ke tema artikel ini,  dimana keluhan anyep melanda.

Beberapa waktu sebelumnya 2 atau tiga bulan yang lalu yakni sebelum perekrutan massal “angkatan 403” yang sebanyak dua angkatan atau lebih,  orderan tergolong ramai,  terlebih saat akhir pekan,  yakni Sabtu sore & Minggu sore hingga malam,  orderan sangat banyak, hingga terbilang meluap atau istilah nya ‘mawut‘.  Order menumpuk-numpuk,  hingga para driver kewalahan,  kebanyakan order sih order Go-Food atau pesan makanan. Menurut saya salah satu sebabnya adalah para driver yang menjalaninya sebagai pekerjaan utama,  mereka pada meliburkan diri, mereka Sabtu Minggu libur,  ada beberapa driver berujar begitu.

Nah mungkin dari permasalahan inilah pihak GO-JEK yakni PT GI,  berinisiatif menerima atau merekrut sebanyak-banyaknya mitra kerja nya guna memenuhi kebutuhan para pelanggan. 

Tapi ya itu,  efeknya terjadilah sepi nya orderan,  mungkin juga bukan sepi sih ya, karena banyaknya driver, maka otomatis order sudah terpenuhi.  Disamping juga sebab-musabab banyaknya order, juga tergantung dari adanya promo, yakni berupa discount atau potongan harga makanan, yang pastinya sangat dinanti oleh para pelanggan/customer. Sebab lain dari sepinya order mungkin juga adanya ojol lain yang juga semakin bersaing. Iya,  di Jogja ada dua penyedia aplikasi ojek online besar berskala nasional disamping GO-JEK, ada juga Grab. Terkadang ada juga beberapa penyedia ojek online berskala kecil yang ikut tampil ,meski sebentar muncul, sebentar kemudian tenggelam.

Terlepas dari problematika yang ada,  entah banyak nya driver_entah persaingan antar penyedia layanan ojol, untuk menanggapi keluhan para rekan driver saat ini,  ini nih ada sebuah pemikiran dari seorang-driver-juga, yang saya kutip dari grup Gojek Seputar Jogja. Menurut rekan Eko Yulirianto( yang boleh lah disebut driver senior karena dia merupakan driver angkatan pertama) order itu dibagi oleh sistem,  untuk lebih jelaskan ya kita simak saja penuturannya berikut ini…

Mengenal Sistem Pembagian Order

Sistem pembagian order gojek ini ditentukan oleh dua faktor yaitu Sistem Rangking dan Sistem Bergilir ( Dilakukan oleh server dalam jangka waktu yang telah ditentukan ).

Sistem Rangking : sistem ini ditentukan oleh beberapa faktor yaitu performa, rating dari konsumen, konsistensi tutup poin(tupo) dan jam kerja onbid ( minimal 8 jam kerja). Itu merupakan ‘aturan main’ sistem rangking, dimana teman–teman akan bersaing dengan driver lain untuk mendapatkan rating tertinggi layaknya seperti persaingan prestasi disekolah. sampai disini pahamkah ?

Sistem ini menjadi acuan dasar standar, maka dari itu tetap untuk selalu menjaga performa pada akun, jangan sekali sekali untuk membatalkan orderan, begitu juga dengan keaktifan akun gojek teman- teman harus rajin aktif minimal 8 jam kerja dengan performa 100%.

Kalo teman teman tidak bisa menjaga performa, sering membatalkan orderan, sering banyak libur, itu akan menjadikan akun teman-teman menjadi akun kategori GAGU AKUT,

karena jenis akun terbagi menjadi 3 kategori :

Kategori 1 : Akun Gacor

Syarat untuk bisa menjadi akun ini Performa rangking dan rating harus bagus. kalo anda sudah bisa memenuhi syarat yang ditentukan oleh algoritma server gojek, maka anda akan diberikan kesempatan rotasi oleh server untuk menjadi AKUN GACOR, kinerja akun gacor ini biasanya dari jam 06:00 pagi s/d 12:00 Siang.

Kategori 2 : Akun Normal

Pada Akun normal ini biasanya peralihan pada saat pemberhentian oleh server dari AKUN GACOR ke AKUN NORMAL. kinerja akun normal ini biasanya patokan sampe siang hanya bisa mendapatkan 8- 10 orderan. kenapa seperti itu ? ya.. karena server sedang memperioritaskan orderan kepada AKUN GACOR. Jadi saran saya bagi anda yang sudah memasuki kategori akun normal, kinerjanya dimaksimalkan untuk terus berkeliling, istilah yang sering orang katakan disebut NGEBOLANG dari pagi -pagi dari jam 05.00 s/d 08.00.

Untuk jam selanjutnya saya sarankan anda tidak perlu banyak ngebolang karena peluang mendapatkan orderannya sedikit. lebih baik berpindah dari titik satu ke titik lain atau berhenti di tempat-tempat yang rame. setelah lewat jam 13:00 silahkan dimaksimakan lagi untuk ngebolang karena pada jam tersebut akun akun yang sedang diprioritaskan sudah pada tutup poin, kemungkinan peluang untuk mendapatkan orderan lebih mudah.

Kategori 3 : Akun Gagu akut

Perlu anda ketahui pada akun gagu akut ini sangat sulit untuk mendapatkan orderan, bahkan sering melihat para driver dilapangan yang akun ber kategori gagu akut dalam satu hari bagus-bagusnya mendapatkan orderan paling banyak 4 dalam sehari.

Penyebab terjadinya akun gagu akut yaitu sering meng cencel orderan, akun jarang digunakan, sering menolak orderan. maka dari itu untuk menghindari agar akun anda tidak masuk fase ini ikuti aturan main, ikuti aturan dasar yang telah ditetapkan oleh gojek.

Mudah-mudahan dengan penjelasan singkat diatas teman-teman bisa mengerti tentang sistem pembagian order pada gojek, penting sekali untuk memahaminya agar bisa mensiasatinya, sehingga mencari orderan pun tidak sembarangan mencari orderan sehingga tidak menghambur -hambur bahan bakar.
Semoga bermanfaat 🙏🏻🙏🏻

Nah begitu penjelasan yang gamblang bukan….!!!!

Istilah -istilah Seputar Ojol di Jogja

Ilustrasi ojek online (source :kmtm.ft.ugm.ac.id/demo

Gacor, tupo, opik, Anyep, ngalong merupakan beberapa istilah dalam dunia per ojek online an sebut saja ojol(ojek online) khususnya di Jogja. yapz, saat ini jalanan kota Yogyakarta dipenuhi oleh geng katak hijau upz🤐, (ada dari mereka yang menyebutnya begitu) mereka adalah para pengojek/ pengemudi transportasi roda dua/sepedamotor daring(online), mungkin warna basic jaket mereka yang dominan berwarna hijau kali ya hingga dikata begitu….😁

Yach, animo sebagian  masyarakat Jogja cukup tinggi untuk mendaftar bekerja menjadi  pengemudi ojol, penghasilan yang menggairahkan ( jauh lebih besar dari UMR) mudah, modern , tertata, dan bisa semaunya dalam mengambil waktu untuk bekerja/ ngojek, dengan begitu bisa optimal waktu bekerja atau bahkan bisa menjadi kerja sampingan juga.

Transportasi roda dua berbasis aplikasi android ini boleh dibilang minim gesekan dengan ojek klasik atau pengojek yang mangkal opang(ojek pangkalan) . (meskipun transportasi lain seperti roda empat taksi online sempat memanas beberapa waktu lalu.). Dikabarkan terjadi karena kesalahpahaman di  zona merah. Adanya atau rambu-rambu keras akan mengambil penumpang bagi ojol di zona merah, dimana pengojek/ driver dilarang keras untuk  pick up atau mengambil penumpang atau customer di daerah itu, seperti di beberapa titik area stasiun, terminal, maupun bandara. Dan juga area dimana ada pangkalan ojek (opang), mereka juga di larang keras mengambil customer di area itu.

***

Sekarang banyak yang tidak malu untuk mengojek, yang menurut penulis sepertinya dulunya tukang ojek itu hanya dipandang sebelah mata, tapi kini berkat adanya ojek online, maka semua percaya diri melakoninya. Bahkan kabarnya para pekerja kantoran merekapun ada yang nyambi ngojek. Dengan disertakan jaket dan helm yang seragam yang diberikan’ oleh perusahaan ojol tersebut membuat pengemudi/ driver lebih percaya diri.

Menarik untuk sedikit meyimak aktifitas kehidupan mereka/ para driver ojol dalam melakoni pekerjaannya,  melalui sebuah grup media sosial, juga ngobrol dengan beberapa rekan yang ikut ojol,  saya bisa lebih tau dunia mereka, istilah istilah mereka. Seperti gacor yang merupakan anonim dari ‘gampang cari orderan’, inilah yang paling disukai oleh driver. Hingga mereka mampu meraih poin atau istilahnya Tupo tutup poin yang mana mereka mampu menyelesaikan banyak orderan yang masuk dan meraih poin tertentu (mampu menutup poin, yang bisa dicairkan) yang berarti mendapat bonus…🏆🌟

Yang membuat geram adalah tatkala meraka mendapat opik atau singkatan dari order fiktif atau order palsu, yakni mendapat order yang kemudian dibatalkan, atau order yang digantung,  ini berpengaruh pada laporan kinerja atau performa mereka turun, bahkan bisa kena penalti atau suspendjika jumlah opik melebihi batas. Mereka juga berkeluh kesah jika anyep atau sepinya order.

Waktu kerja ojol tak terbatas, bahkan jika kuat para driver bisa bekerja selama 24 jam. Jadi jika di area tertentu semisal di kota yang dari sisi kehidupan berjalan pula 24 jam, begitu pula kebutuhan akan transportasi, pemesanan makanan, antar barang , belanja masyarakat juga tidak hanya di waktu pagi siang sore saja, maka dari itu para ojol juga bekerja di tengah malam hingga pagi ini yang mereka sebut dengan ngalong guna memenuhi kebutuhan pelanggan/ customer.

Kerukunan antar driver pun terjaga apik, mereka membuat semacam perkumpulan perkumpulan kecil di area area tertentu, hingga menyediakan suatu tempat sebagai baaic mereka untuk sekedar istirahat atau nge-charge hp. Saling tegur sapa antar driver saat di jalan dengan membunyikan klakson/ bell motor saat berpapasan atau saat mendahului.