Loker : Security SUPER INDO Yogyakarta & Magelang

Ilustrasi super indo

Ilustrasi super indo

Bagi lulusan sekolah satpam bisa nih langsung mendaftar, cowok maupun cewek di SUPER INDO merupakan jaringan supermarket yang telah tersebar di Indonesia, telah memiliki 126 gerai dan akan terus berkembang. Membutuhkan tenaga kerja sebagai karyawan untuk penempatan di YOGYAKARTA & MAGELANG.

 

SECURITY

Pria/wanita, usia maks. 40 tahun
Lulusan SMA/SMK sederajat
Pengalaman min. 1 tahun sebagai satpam
Memiliki sertifikat Pelatihan Dasar Security
Menguasai ketrampilan bela diri
Sehat secara jasmani
Bersedia bekerja sistem shift dan hari sabtu/minggu atau hari libur nasional
Bersedia di tempatkan di seluruh cabang Super Indo (sesuai kebutuhan)

DOKUMEN WAJIB :

Surat lamaran
Data pribadi
Pas foto 3×4
Ijazah pendidikan terakhir
FC KTA / Sertifikat pelatihan dasar/Surat pengalaman kerja sebagai security min. 1 th
FC SKCK yg masih berlaku dan di legalisir
FC KK
Surat keterangan Sehat dari dokter
FC AK1 / Kartu Kuning

Benefit :

Ijazah tidak di tahan
Peluang menjadi Karyawan Tetap, Peluang karir
BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan
Gaji UMR

Bagi anda yang berminat untuk berkarir bersama kami, Anda bisa LANGSUNG DATANG dengan membawa berkas lamaran lengkap ke :

BRANCH OFFICE SUPER INDO YOGYAKARTA

Jl. Menukan 1-3 Kec. Mergansan Kel. Brontokusuman Yogyakarta

Paling lambat 25 Oktober 2016

GRATIS!!

 

Sumber : disnakertrans Bantul

Iklan

Cara Mudah Ng-Aci(Proses Akhir Plester Dinding)

Alat-alat untuk ngaci

Alat-alat untuk ngaci

“Hanya autodidak…ilmu yang didapat berdasar hanya melihat dan menirunya, nantinya seiring mengerjakan maka akan bisa sendiri, rahasia atau trik-trik mendapatkan metode pengerjaan lebih mudah, lebih cepat dan lebih bagus; akan didapat dengan sendirinya seiring dilakukan secara terus-menerus.”

Artikel ini sebagai lanjutan proses kedua atau proses akhir/ finishing dari plester dinding. Setelah dinding atau tembok dilapisi mortar , atau plesteran kasar , maka perlu di haluskan dengan proses aci.

Proses aci memang lebih sedikit menguras tenaga/ tidak butuh banyak tenaga, hanya saja butuh ketelatenan serta ketepatan kelembaban permukaan saat proses aci/ ngaci.

Baiklah langsung saja kita melakukan proses peng-aci-an..

Apa saja peralatannya?

Ada 2 cetok, 1 lepan standar dan 1 lepan kecil, busa dan kuas (lihat gambar di atas)

Untuk adonan, yang mana kami menyebutnya dengan buletan, yang bisa berupa semen saja yang di campur air, atau semen di campur dengan mil (kapur halus) lalu dibuat adonan (dicampur dengan air).

Ember diisi air setengah

Ember diisi air setengah

Cara membuat adonan/ buletan

Isi ember dengan air setengahnya saja, lalu masukkan semen sedikit demi sedikit hingga penuh atau semen sampai muncul di permukaan air. Lalu diamkan sebentar agar tercampur sempurna. Atau kalo telaten saat menuang semen air bisa sambil diaduk.

Dituang semen hingga penuh

Dituang semen hingga penuh

 

Saatnya ngaci

Sebelumnya lihat lah dulu permukaan yang akan di aci, jika kering atau terlihat putih maka perlu diguyur dengan banyak air, jika terlihat gelap atau basah, maka sedikit saja kita basuh air.

Bila buletan telah siap, maka ambil dengan cetok besar lalu di taruh / dituangkan ke lepan, lalu lepan kita letakkan miring/ di rekat kan ke dinding (agar adonan menempel ke dinding) dengan menempelkan lepan dan di tarik keatas, posisi lepan tetap& terus menempel. Lakukan secara berkesinambungan, buat ‘range’ yang aman jangan sampai keduluan permukaan mengering. Buat area acian seluas 1m2 saja, yang meurut hemat saya zona seluas itu aman dalam range/ jangkauan kita untuk menghaluskan acian, juga agar permukaan tetap dalam kondisi yang -tepat-(basa), tidak terkejar mengeringnya permukaan acian.

Lakukan dua kali pelapisan buletan pada dinding, ketebalan acian baiknya sekitar 2 mm.

Setelah pelapisan acian sebanyak dua kali, lalu saatnya melakukan penekanan acian dengan lepan, kami menyebutnya ‘nguseg’, tapi perlunya permukaan acian ditunggu sebentar hingga sedikit layu, lalu dilakukan pengusegan secara terus menerus, hingga terlihat permukaan yang rata dan tidak rata.

Karena proses aci dibutuhkan ketelatenan dalam ‘nguseg’ yakni menekan buletan didinding, ditekan memakai lepan secara memutar dan terus menerus. Hingga nampak permukaan yang rata. Arah putaran boleh searah maupun berlawananarah dengan jarum jam. Yah dengan menguseg di awal proses, maka akan terlihat permukaan yang; tidak rata, cekung, atau bekas lubang kerikil kecil, ow iya saat ngusek singkirkan/ pungut kerikil yang menimbulkan bekas goresan di permukaan. Tambal dengan buletan pada bagian-bagian yang; tidak terkena lepan, cekungan atau goresan bejas kerikil. ‘Useg’ kembali satu kali lagi dengan lepan standar, lalu tambal lagi bagian-bagian yang masih belum rata.  Dan saatnya nguseg dengan menggunakan lepan kecil. Putar-putar,putar-putar, putar terus lepan kecil nya, dan jadilah permukaan dinding yang rata dan halus.

Nah inilah rahasia dari proses pengacian. Dengan lepan kecil buatan sendiri, kita akan dengan mudah mendapatkan permukaan acian yang rata dan halus. Jika sudah memperoleh permukaan acian yang halus dan rata dengan lepan kecil, maka tidak perlu lagi kuas dan busa. Karena keduaya hanya merupakan alat penunjang saja.

Tapi tidak ada salahnya jika tetap disediakan untuk jaga-jaga jikalau ada suatu hal yang menyebabkan kita terlambat nguseg dan mengakibatkan permukaan mulai mengering dan mengeras, maka perlu  kuas untuk mengusapkan air pada permukaan acian. Dan busa berfungsi untuk membantu menghaluskan permukaan setelah pengusegan dengan lepan kecil.

Selamat mencoba…!!!!

Buletan diletakkan pada lepan

Buletan diletakkan pada lepan

Lalu Direkatkan/ ditempeljan ke tembok

Lalu direkatkan/ ditempelkan ke tembok

Di useg dengan lepan

Di useg dengan lepan

Ditambal yang cekung, atau bekas goresan kerikil

Ditambal yang cekung, atau bekas goresan kerikil

Diuseg dengan lepan kecil

Diuseg dengan lepan kecil

Untuk lebih menghaluskan bisa menggunakan busa

Untuk lebih menghaluskan bisa menggunakan busa