Ini Kronologi Kebakaran Pabrik Mebel Di Jalan Parangtritis Bantul

Kebakaran di Jl Parangtritis Km 7,5

Kebakaran di Jl Parangtritis Km 7,5

Pagi ini (Sabtu, 22/10/2016) masyarakat Cabeyan RT04/RW06,  Panggungharjo, Sewon serta pengguna Jalan Parangtritis di titik Km 7, 5 dihebohkan oleh kobaran ‘si jago merah” yang melalap kayu di dalam pabrik mebel. Suasana panik menyelimuti warga yang mungkin masih banyak yang terlelap. Keadaan langit masih sedikit gelap karena baru saja selepas shubuh.

Api berkobar menyala diduga berasal dari oven kayu milik perusahaan furniture kayu tersebut.

Dan berikut kronologinya…

Kejadian kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 04.30 WIB oleh Purnomo (43) karyawan PT Jago Furniture warga Cabeyan RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

 

Kapolsek menambahkan, oven kayu milik PT Jago Furniture setiap harinya menyala dan dijaga oleh seorang pegawai. Purnomo yang saat itu sedang bertugas, bermaksud akan menambahkan kayu bakar untuk pembakaran mesin oven. Saat itu ia melihat asap membumbung tinggi keluar dari mesin oven. Mendapati hal tersebut, Purnomo berusaha memadamkan api menggunakan air, namun api malah semakin membesar.

 

Purnomo yang panik langsung keluar pabrik meminta pertolongan warga sekitar yang diteruskan ke Polsek Sewon.

 

Petugas Polsek Sewon yang mendapati laporan, segera mendatangi TKP dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

 

Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Bantul, Kota Yogyakarta, dan PG-PS Madukismo berjibaku memadamkan api. Namun, karena banyaknya material yang mudah terbakar mengakibatkan api semakin membesar dan merembet ke PT Kharisma Eksport yang berada di sebelahnya.

 

Setelah kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Akibat kejadian tersebut, petugas Kepolisian sempat mengalihkan arus kendaraan yang hendak melawati lokasi.

 

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian yang dialami PT Jago Furniture dan PT Kharisma Eksport ditaksir mencapai sekitar Rp. 3 milyar,” jelas Kapolsek.

 

Saat ini Unit Inafis Polres Bantul masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

 

 

(Sumber : Sihumas Polsek Sewon tribratanewsbantul)

Zona ‘Hijau’ Untuk Berhenti Sepeda Di Lampu Merah Makin Di Pangkas

Zona berhenti sepeda di Jogja di pangkas

Zona berhenti sepeda di Jogja di pangkas/ di persempit

Jika melihat foto diatas, jadi keingat pernah beberapa kali lihat zona pemberhentian sepeda di lampu merah (traffic light) di beberapa ruas jalan-jalan di kota Jogja koq semakin di pangkas/ dikurangi.

Kalo dulu  dibuat dibaris paling depan, walau hanya sepanjang sepeda tapi muat untuk berjejer setidaknya 5 sepeda atau lebih. Tapi sekarang, zona yang dicat dengan warna hijau tua dan ada gambar sepeda wana putih tersebut hanya berukuran kecil, hanya muat satu sepeda saja dan berada dipojok kiri.

Entah apa dan bagaimana kebijakan ini dibuat, yang sepertinya dinas terkait adalah Dinas Perhubungan (Dis hub) dan Dinas Lalu Lintas dan  Aturan Jalan Raya(DLLAJ) Yogyakarta.

Well  selepas dari kebijakan pemangkasan zona berhenti sepeda tersebut, ada baiknya jika kita sekali lagi melihat foto di atas, sepertinya ada yang janggal, terlihat tindakan yang tidak semestinya/ atau bisa dibilang tindakan penyerobotan yang dilakukan oleh beberapa pengendara sepeda motor,hmmm kasihan khan si pesepeda ontel. Zona pesepeda ditempatkan paling depan ada tujuannya bro-sist, mereka tidak bermesin. Biar mereka bisa melaju lebih dulu, dan tidak terganggu dan mengganggu kendaraan bermotor.

Hmm geram juga jika melihat hal itu, apakah mereka itu(pemotor) buta warna? Banyak loh kejadian seperti itu, hargailah…pengendara lain…apa lagi itu hak mereka…mana etika kita?

So , lewat tulisan ini, saya mengajak … yuuk mari kita saling menghargai sesama pengguna jalan lain, karena di jalan itu ada pejalan kaki, pesepeda, pemotor, pe mobil dan lainnya. Trotoar untuk pejalan kaki, zona hijau di lampu merah untuk pemberhentian sepeda, jalan pinggir untuk sepeda dan motor, tengah untuk mobil dan kendaraan besar. Ada hak-hak mereka. Jangan lupakan itu, zona khusus dibuat agar tercipta keharmonisan dan keselarasan di jalan.