Watu Kodok, Satu Pantai Eksotik di Gunungkidul

Akhir tahun 2018 bertepatan dengan libur sekolah, jadi libur panjang deh. Nah kali ini Mimin akan sedikit bercerita tentang sebuah pantai yang Mimin kunjungi beberapa hari yang lalu, mungkin dengan cerita ini mungkin bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin berlibur ke pantai di Gunungkidul.

Karena Mimin sendiri sempat merasakan kebingungan, mau menuju ke pantai yang mana? Karena saking banyaknya pantai-pantai yang ada. 
Sebenarnya semua pantai di Gunungkidul hampir sama. Terlebih mulai dari Kukup hingga Indrayanti. Semua berpasir putih, dan kanan kiri ada tebing karang juga batu kapur. Ya begitulah. 

Namun setiap pantai ada daya suatu yang menarik, dan gak ada salahnya jika kita mengunjungi di beberapa tempat. Seperti Mimin kemarin mengunjungi 3 tempat sekaligus, karena juga jangkauan dari pantai ke pantai tidak juga jauh. Hanya saja kita bayar ulang retribusi parkir disetiap pantai. yang pertama pantai Watu Kodok, kemudian , menyusuri jalan hingga pantai Indrayanti, bermain-main di pantai Krakal, kemudian menjaring ikan-ikan kecil di Kukup.

Oiya tiket masuk diseluruh lantai di Gunungkidul yang meliputi pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulangsawal, dan pantai Poktunggal adalah 19ribu + seribu (jasa Raharja) untuk 2 orang. 

Harga tiket masuk HTM kawasan pantai Baron
Pantai Watu Kodok


Pantai Watu Kodok
Pantai Krakal
Pantai Krakal
Pantai Kukup
Jalan menuju pantai Watu Kodok

Saat di pantai Watu Kodok, tidak banyak berubah suasana di pantai ini, sejak kunjungan Mimin beberapa tahun yang lalu (2010) hanya saja sekarang banyak warung gazebo dan ada pendopo nya. Akses jalan menuju pantai masih kurang layak, beton sudah banyak yang rusak dan ada satu titik turunan yang curam, yang sepertinya bus besar tidak bisa masuk.

Tapi pantai ini selalu berkesan ‘private’ gitu, romantis, karena tidak lah begitu riuh.

Oiya di banyak pantai, banyak penduduk lokal yang menyewakan payung dan tikar, hingga menutup seluruh pinggiran pantai, jadi bisa terhindar dari sengatan matahari. Ya meskipun mengganggu pemandangan atau menghalangi pandangan kita ke pantai.

Banyak juga penduduk yang menjadi fotografer, mereka menjadi tukang foto, siap memfoto kita, jika kita menginginkan nya, atau tmereka pun terkadang spy/ diam-diam mengambil gambar kita, yang malah berkesan hasil foto tak disengaja gitu, bagus juga. Dengan berkamera DSLR plus lensa mereka bagus-bagus loh, saya jamin hasilnya sangat jernih, hasil jepretan sangat memuaskan pastinya.

Dibeberapa pantai ada juga penjaja jaring-jaring kecil dan ember kecil, terlebih di pantai Kukup, yapz,di pantai, yang ada banyak kubangan karena dasarannya berupa karang atau batu kapur ini banyak ikan-ikan kecil, jaring dan ember bisa kita beli dengan harga 15 ribu, ditawar 10 ribu juga boleh. Jadi asyik lah anak-anak kita bermain dipantai sembari mencari ikan.

Oiya dibeberapa titik tikungan jalan kawasan pantai, ada beberapa warga yang turut menjaga arus lalu lintas, jika ada sisihkan uang buat mereka ya.

Selamat berlibur…..

Iklan