Hindari 7 Hal ini Agar Warna Cat Sepeda Motor Semakin Awet

Yogyakarta – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa warna cat bodi sepeda motor akan memudar seiring berjalannya waktu. Upaya untuk mempertahankan warna ini bisa dibilang gampang-gampang susah, terutama karena menjaga kebersihan sepeda motor saja tidak cukup. 

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro memaparkan ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pemilik sepeda motor agar warna sepeda motor kesayangannya semakin awet dan tidak cepat pudar. 

Beberapa faktor yang menyebabkan warna cat bodi sepeda motor cepat pudar antara lain adalah, 

  1. Paparan Sinar Matahari 
    Dalam jangka waktu yang lama, radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari berpotensi merusak lapisan cat sepeda motor dan menyebabkan warna menjadi kusam. Sehingga sangat disarankan untuk memilih tempat parkir yang teduh. Biasanya cat yang kusam akibat paparan sinar matahari ini ditemukan pada sepeda motor yang biasa terpmarkir di area terbuka. 
  2. Gesekan Terus Menerus 
    Gesekan terus menerus pada bodi sepeda motor berpotensi untuk menggerus lapisan cat sepeda motor. Biasanya cat yang kusam akibat gesekan terus menerus ini ditemukan pada sepeda motor yang sering digunakan untuk membawa barang berat dengan tas atau lapisan tambahan yang mengenai bodi sepeda motor. 
  3. Air Hujan 
    Air hujan mengandung asam nitrat (HNO3) yang bisa merusak lapisan cat bodi motor. Hal tersebut dapat diperparah jika kita tinggal di perkotaan dengan polusi udara yang tinggi dimana  kandungan zat asam nitrat lebih tinggi. Kondisi tersebut bisa mempercepat rusaknya lapisan cat sepeda motor serta mempercepat proses korosi pada komponen berbahan logam. 
  4. Tumpahan Minyak 
    Tetesan atau tumpahan minyak rem pada bodi berpotensi merusak cat karena sifatnya yang mudah meresap ke permukaan cat. Tak cuma minyak rem, bahan bakar minyak dan thinner juga bisa membuat cat motor rusak.  
  5. Debu 
    Debu yang terlalu lama dibiarkan menempel pada bodi akan menurunkan kilap cat bodi motor. Selain itu, debu juga berpotensi membuat goresan halus atau baret yang pada akhirnya akan membuat daya kilap cat berkurang  dan terlihat kusam. 
  6. Penggunaan Sabun Cuci 
    Penggunaan sabun atau sampo yang kurang tepat juga bisa membuat warna cat bodi motor cepat pudar. Hal itu disebabkan oleh kandungan kimia yang keras di dalam sabun atau sampo yang bisa mempercepat proses pemudaran warna cat. 
  7. Proses Pengeringan 
    Proses pengeringan setelah dicuci yang dilakukan asal-asalan atau masih meninggalkan butiran air dan sabun bisa menimbulkan noda pada cat bodi sepeda motor. Dalam tahap yang lebih ekstrim, hal ini dapat mengakibatkan munculnya bercak-bercak bahkan berjamur di permukaan cat. 

 

“Penting bagi pemilik sepeda motor untuk menghindari 7 hal tersebut agar cat bodi sepeda motor semakin awet dan kilapnya tahan lama. Selain itu jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan sepeda motor kesayangan.” tutup Danang Priyo Kumoro. 

*** 

Ini Dia Komponen yang Wajib Dicek Setelah Perjalanan Jauh

Yogyakarta – Berkendara menempuh jarak jauh dengan sepeda motor Honda kesayangan memang menjadi aktivitas yang menyenangkan. Menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer dengan suguhan pemandangan alam yang mengesankan sembari memacu kendaraan mampu meningkatkan adrenalin yang membuat kita menjadi lebih bersemangat. 

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro mengungkapkan bahwa melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang kita gunakan merupakan hal penting yang tidak boleh kita lewatkan. 

“Pengecekan yang dilakukan merupakan bentuk perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan performa sepeda motor agar tetap prima. Khususnya setelah digunakan untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Selain itu, kita juga harus melakukan pembersihan usai melewati cuaca dan debu sepanjang perjalanan.” 

Perawatan sepeda motor dapat dilakukan dengan mudah melalui jasa servis kendaraan di Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) terdekat. Perawatan yang diberikan pun akan beragam tergantung pada jarak tempuh perjalanan yang kita lakukan. Apabila jarak tempuh yang kita lalui relatif pendek maka jenis perawatan yang bisa kita pilih adalah servis ringan berupa penggantian oli mesin untuk semua jenis motor dan pengecekan rantai pada tipe motor sport dan cub

Sedangkan apabila kita menempuh perjalanan jauh maka komponen yang harus diservis lebih banyak.  

  1. Bagian mesin 
    Menempuh perjalanan jarak jauh tentunya akan berpengaruh terhadap performa mesin sepeda motor kesayangan kita. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan pengecekan terhadap dapur pacu. Service atau tune up meliputi pengaturan klep, penggantian oli mesin, melakukan pengecekan atau penggantian busi, serta pembersihan terhadap karburator atau injektor. Selain itu, kita juga perlu melakukan pengaturan kembali jarak main kopling, serta memeriksa air radiator. 
     
  2. Bagian kaki-kaki dan pengereman 
    Pengecekan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran pada suspensi / shockbreaker. Kondisi laher roda dan laher kemudi juga perlu dipastikan tidak aus. Selanjutnya, pengecekan dilakukan terhadap kondisi ban. Kita perlu memeriksa kondisi ketebalan dan alur ban, serta segera menggantinya jika sudah di batas tread wear indicator (TWI). Pastikan ban memiliki tekanan angin yang cukup sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan motor atau ban. Selain itu, pengecekan juga perlu dilakukan terhadap sistem pengereman. Pastikan bahwa kampas dan oli rem dalam kondisi baik sehingga dapat berfungsi normal. 
     
  3. Kelistrikan 
    Kelistrikan menjadi komponen yang juga perlu dicek setelah berkendara jauh. Headlamp, stoplamp, dan sein menjadi sejumlah komponen yang harus kita pastikan tetap berfungsi normal. Pastikan kutub pada aki tidak berkerak, tidak ada karat pada penyambung kabel, dan seluruh sambungan terhubungan dengan baik.  

Upaya memastikan bahwa sepeda motor kesayangan kita tetap dalam kondisi prima setelah menempuh perjalanan jauh dapat dilakukan dengan melakukan perawatan di bengkel AHASS terdekat. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan oleh mekanik profesional dan berpengalaman dapat menjamin sepeda motor dan seluruh komponennya menunjang keamanan dan keselamatan kita dalam berkendara. 

*** 

5 Langkah Aman Agar Shockbreaker Belakang Tetap Bekerja Optimal

Yogyakarta – Shockbreaker Belakang (Rear Cussion) yang ada pada sepeda motor memiliki fungsi yang krusial. Tak hanya berfungsi untuk meredam guncangan dan getaran saat melewati jalan tidak rata, piranti peredam kejut ini juga berperan secara signifikan pada kenyamanan dan kestabilan handling sepeda motor itu sendiri. 

Penurunan kinerja shockbreaker belakang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari jarangnya perawatan ataupun pembersihan komponen, sering membawa beban berlebihan, hingga tingginya frekuensi  sepeda motor melintasi jalan rusak ataupun lubang di jalanan. 

“Ketika shockbreaker belakang bocor atau rusak, hal tersebut pasti akan mempengaruhi kenyamanan pengguna serta merubah kestabilan handling saat digunakan untuk bermanuver.” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro. 

Merespon hal itu, Danang Priyo Kumoro berbagi 5 langkah aman yang perlu dipertaikan oleh pemilik dan pengguna sepeda motor agar shockbreaker belakang tetap bekerja optimal dan memberikan kenyamanan dan kemanan sebagaimana fungsinya. 

  1. Rutin membersihkan kompenen 
    Menjaga kebersihan shockbreaker belakang merupakan langkah awal untuk menghindari resiko kerusakan. Kotoran (debu/lumpur/pasir) yang menempel bisa membuat seal/karet bocor dan piston tergores. Hal tersebut berpotensi membuat kebocoran oli suspensi. Kebocoran pada komponen ini akan mengurangi tingkat kenyamanan berkendara. 
     
  2. Hindari penggunaan aksesoris tidak resmi 
    Penggunaan aksesoris yang tak seharusnya dapat berdampak buruk bagi shockbreaker, seperti pemasangan adaptor atau peninggi shockbreaker. Penambahan aksesoris tersebut akan berdampak pada fungsi collar yang tidak bekerja maksimal. 
     
  3. Hindari membawa beban berlebihan 
    Jangan gunakan sepeda motor untuk membawa beban berlebihan melebihi anjuran pabrik. Membawa beban berlebihan membuat shockbreaker bekerja melebihi kapasitasnya dan memperpendek usia pemakaiannya. 
     
  4. Jangan mengebut di jalan yang tidak rata 
    Upayakan untuk menurunkan kecepatan saat melintasi jalan yang tidak rata. Benturan (impact) yang terjadi saat melintasi lubang dengan kecepatan tinggi akan membuat beban kerja shockbreaker semakin berat. Dalam kondisi ekstrim, hal ini bisa menjadi penyebab kecelakaan. 
     
  5. Segera ganti seal/karet saat sudah keras atau bocor 
    Saat seal/karet shockbreaker sudah mengeras atau bocor, segera lakukan penggantian agar tidak berlarut-larut. Seal/karet yang sudah keras atau bocor jika dibiarkan akan membuat oli merembes ke luar sehingga kotoran dan debu akan lebih mudah menempel. Hal yang perlu diperhatikan bersama, saat melakukan penggantian seal/karet shockbreaker wajib dilakukan penggantian oli. Hal ini bertujuan untuk memastikan volume oli sesuai dengan takaran serta oli dalam kondisi prima dan bersih. 

 

“Jangan lupa untuk melakukan perawatan berkala di bengkel AHASS terdekat. Pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh mekanik profesional dan berpengalaman akan menjaga kondisi sepeda motor dan seluruh komponennya tetap dalam kondisi prima”. pesan Danang Priyo Kumoro. 

*** 

Kenali Kiat-Kiat Agar CVT Skutik Kesayangan Semakin Awet

Yogyakarta – Sepeda motor tipe skutik saat ini menjadi pilihan utama masyarakat. Kemudahan dalam pengoperasian, kelincahan, hingga akomodasi yang tersedia dalam bentuk bagasi luas menjadi alasan masyarakat menjatuhkan pilihan pada sepeda motor dengan transmisi otomatis ini. 

Salah satu hal dasar yang membedakan skutik dengan sepeda motor tipe cub dan sport adalah sistem penggerak otomatis yang dikenal sebagai sistem CVT atau Contiously Variable Transmission. Dengan sistem transmisi ini pengendara tidak perlu memindahkan gigi seperti pada sepeda motor tipe cub dan sport. 

Agar skutik kesayangan selalu dapat menemani dalam berbagai aktivitas kondisi CVT perlu diperhatikan. Oleh karena itu Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro berbagi kiat-kiat agar CVT skutik kesayangan semakin awet. 

1.       Rutin mengecek V-Belt. 

V-belt harus dicek berkala pada penggunaan 8.000 Km. Secara teori, umur pakai komponen ini dapat menyentuh 24.000 Km dan setelahnya harus diganti. Tetapi, hal tersebut bergantung pada gaya berkendara dari setiap pengendara. Kondisi box CVT yang kotor juga dapat memperpendek usia dari v-belt. 

2.       Periksa kondisi Roller 
Akselerasi dan top speed sepeda motor tipe skutik salah satunya dipengaruhi oleh berat roller. Kondisi roller yang rusak atau aus dapat diakibatkan oleh v-belt yang bermasalah atau karena usia pakai. Jika roller rusak atau aus adalah terdengar bunyi atau suara yang berisik di dalam CVT bagian depan. Jika hal ini sudah terjadi, sangat direkomendasikan untuk mengganti dengan satu set roller baru yang spesifikasinya sesuai dengan tipe skutik tersebut. 

3.       Hati-hati dalam menggunakan komponen balap atau tune-up 
Penggunaan komponen balap pada sepeda motor yang digunakan harian perlu dipertimbangkan secara matang. Penggunaan komponen balap dapat memperpendek usia pemakaian komponen.  

4.       Rutin ganti oli transmisi 
Agar pelumasan di bagian transmisi tetap optimal, lakukan pemeriksaan dan penggantian oli transmisi skutik setiap kelipatan 8.000 km. 

5.       Gunakan skutik secara wajar 

Agar CVT skutik semakin awet, hindari penggunaan secara tidak wajar. Beberapa contoh penggunaan yang tidak wajar meliputi membawa beban berlebihan, melakukan buka-tutup gas secara spontan dan berlebihan, hingga penggunaan di medan offroad.  

“Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan agar CVT skutik kesayangan memiliki usia pakai yang optimal. Untuk memastikan kondisi sepeda motor selalu prima, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan secara rutin di jaringan bengkel resmi AHASS sesuai buku pedoman pemilik kendaraan.” pungkas Danang Priyo Kumoro. 

*** 

Yuk Kenali Cara Kerja Side Stand Switch

Yogyakarta – Dalam mengembangkan produk, secara konsisten Honda telah menyematkan berbagai fitur untuk menunjang keselamatan pengendaranya. Bahkan beberapa fitur kadangkala luput dari perhatian, misalnya pada standar samping yang juga dikenal sebagai side stand. 

Di seluruh produk skutik Honda, komponen standar samping tak hanya berfungsi sebagai penahan posisi sepeda motor agar tetap berdiri saat motor tidak digunakan / sedang parkir. Penyematan fitur side stand switch menjadikan komponen ini sebagai salah satu penunjang keamanan dan keselamatan pengendara. 

Side stand switch secara otomatis akan mematikan mesin saat standar samping sepeda motor diturunkan. Mesin skutik kesayangan tidak bisa dihidupkan kembali tanpa menaikkan standar samping.” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro. 

Fitur ini dikembangkan dengan sederhana namun tepat guna. Cara kerjanya, pada komponen side stand switch terdapat saklar yang terhubung secara langsung dengan Engine Control Module (ECM). Jika standar samping turun, maka otomatis ECM akan memutus pengapian mesin sehingga mesin mati / tidak dapat dihidupkan. 

Mengingat posisinya yang ada di bagian bawah, side stand switch telah dirancang anti air. Sehingga pengendara tidak perlu khawatir akan terjadinya hubungan arus pendek / konseleting meski sedang berkendara di bawah guyuran hujan atau sedang melibas genangan air. 

“Dengan disematkannya fitur ini, diharapkan mampu menekan resiko kecelakaan akibat menaikkan standar samping saat mulai berkendara serta mencegah sepeda motor jalan sendiri saat tuas gas terputar secara tidak sengaja ketika sedang berhenti dengan kondisi mesin menyala.” imbuh Danang Priyo Kumoro. 

***