Ini Dia Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Lampu Rem Motor Semakin Awet

Yogyakarta – Stop Lamp yang populer dikenal sebagai lampu rem adalah salah satu komponen vital pendukung keselamatan berkendara di jalan raya sekaligus berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengendara dengan pengendara lain di belakangnya.

Saat pengendara sepeda motor mengurangi kecepatan sepeda motornya dengan cara mengoperasikan piranti rem, secara otomatis lampu rem akan menyala sehingga pengendara di belakang bisa mengetahui jika pengendara di depannya sedang mengurangi kecepatan serta bisa mengantisipasi kondisi tersebut sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Oleh karena itulah sebelum berkendara di jalan raya, pengendara wajib memeriksa dan memastikan bahwa lampu rem di sepeda motornya dapat beroperasi dengan baik. Seiring dengan berjalannya waktu dan pemakaian, tidak menutup kemungkinan lampu rem tersebut akan mati.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro memaparkan beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan agar lampu rem motor kesayangan bisa berumur panjang.

1.       Hindari penggantian komponen tidak sesuai standar – Salah satu penggantian komponen pada bagian lampu adalah penggantian lampu dengan kapasitas daya yang lebih besar. Pada pemakaian jangka panjang, lampu dengan daya lebih besar beresiko memicu kerusakan pada komponen kelistrikan lainnya.

2.       Hindari menempelkan jari tangan di tuas rem – Saat berkendara upayakan jari tangan tidak menempel pada tuas rem secara terus menerus. Karena tanpa disadari, tuas rem bisa sedikit tertarik yang membuat aliran listrik terhubung ke lampu rem sehingga lampu rem terus menyala.  Selain bisa membuat lampu rem bekerja terus menerus, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan salah komunikasi dengan pengendara di belakang.

3.       Kurangi kecepatan saat melintas djalan rusak – Saat melintasi jalan rusak dengan kecepatan cukup tinggi, getaran yang ditimbulkan akan semakin tinggi. Getaran tersebut berpotensi berpotensi membuat susunan komponen kelistrikan berubah atau sambungan antar komponen menjadi kendur.

4.       Gunakan Lampu Asli Honda – Pastikan selalu menggunakan lampu asli dari Honda Genuine Part dengan kualitas yang sudah terjamin sehingga usia pakainya bisa lebih panjang. Selain itu lampu asli dari Honda Genuine Part juga dipastikan telah sesuai dengan spesifikasi komponen listrik di masing-masing sepeda motor Honda.

5.       Lakukan Service Berkala Secara Rutin – Perawatan berkala secara rutin di bengkel AHASS tak cuma bisa membuat usia pakai lampu rem jadi lebih panjang, tapi juga bisa membuat serta memastikan mesin dan komponen sepeda motor lainnya selalu dalam kondisi prima.

“Jika tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan servis di tengah kesibukan sehari-hari, konsumen dapat manfaatkan layanan booking servis atau layanan kunjung dari AHASS yang bisa diakses melalui aplikasi Motorku X”. pungkas Danang Priyo Kumoro.

***

Ganti Ukuran Ban di Luar Standar, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

Yogyakarta – Kenyamanan dan keamanan berkendara menjadi hal yang selalu diinginkan oleh setiap pengendara sepeda motor. Kombinasi skill berkendara yang mumpuni serta kondisi sepeda motor yang prima menjadi kunci terwujudnya hal tersebut. Salah satu contohnya adalah penggunaan ban dalam kondisi yang baik.

Ban merupakan satu-satunya komponen sepeda motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Tak hanya berperan untuk menopang bobot sepeda motor dan pengendara, ban juga memiliki pengaruh besar terhadap handling dan meneruskan daya mesin menjadi laju kendaraan. Sehingga kondisi komponen ini perlu mendapat perhatian dari pengendara sepeda motor.

Sebagian pengguna sepeda motor melakukan penggantian ban di luar ukuran standar yang ditetapkan oleh pabrikan. Tujuannya beragam, mulai dari meningkatkan tampilan sepeda motor secara umum hingga mengharapkan performa handling yang lebih baik.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro membeberkan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pengguna mengganti ban di luar standar pabrikan adalah sebagai berikut,

  • Mengganti ban dengan ukuran yang lebih lebar

Pengguna sepeda motor mengganti ban sepeda motor mereka dengan ukuran yang lebih lebar dengan harapan tampilan sepeda motor menjadi lebih gagah dan handling semakin mantap. Dalam kondisi mesin standar, hal ini menimbulkan konsekuensi tarikan sepeda motor akan menjadi lebih berat.

Direkomendasikan, penggantian ukuran ban menjadi lebih lebar hanya dilakukan 1 tingkat dibandingkan ukuran standar. Misalnya ban ukuran 110/70 – 14 diganti menjadi ukuran 120/70 – 14.

  • Mengganti ban dengan ukuran yang lebih sempit

Pengguna sepeda motor mengganti ban sepeda motor mereka dengan ukuran yang lebih sempit dilakukan untuk menghadirkan konsep Thai Look atau Drag Style serta menjadikan tarikan sepeda motor semakin ringan. Hal tersebut menimbulkan konsekuensi handling sepeda motor menjadi lebih tidak stabil saat manuver dalam tikungan serta jarak pengereman menjadi lebih panjang karena terdapat penurunan traksi di aspal.

  • Mengganti ban dengan kompon yang lebih lunak (soft compound)

Penggunaan ban dengan kompon yang lebih lunak (soft compound) dilakukan untuk menambah daya cengkeram dan traksi ban di aspal. Konsekuensinya usia pemakaian ban tidak sepanjang saat menggunakan ban standar dan ban lebih cepat terkikis.

Danang Priyo Kumoro menambahkan, pemakaian ban yang terlalu besar / lebar membuat tarikan sepeda motor semakin berat jika tidak diimbangin dengan mesin besar. Tetapi jika mesin besar tentu perlu daya cengkram yang besar pula, sehingga membutuhkan ban dengan ukuran yang besar / lebar.

“Oleh karena itu gunakanlah selalu ukuran ban yg sesuai standar karena sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan.” pungkas Danang Priyo Kumoro.

***

Hindari 7 Hal ini Agar Warna Cat Sepeda Motor Semakin Awet

Yogyakarta – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa warna cat bodi sepeda motor akan memudar seiring berjalannya waktu. Upaya untuk mempertahankan warna ini bisa dibilang gampang-gampang susah, terutama karena menjaga kebersihan sepeda motor saja tidak cukup. 

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro memaparkan ada beberapa hal yang harus dihindari oleh pemilik sepeda motor agar warna sepeda motor kesayangannya semakin awet dan tidak cepat pudar. 

Beberapa faktor yang menyebabkan warna cat bodi sepeda motor cepat pudar antara lain adalah, 

  1. Paparan Sinar Matahari 
    Dalam jangka waktu yang lama, radiasi sinar ultraviolet (UV) dari matahari berpotensi merusak lapisan cat sepeda motor dan menyebabkan warna menjadi kusam. Sehingga sangat disarankan untuk memilih tempat parkir yang teduh. Biasanya cat yang kusam akibat paparan sinar matahari ini ditemukan pada sepeda motor yang biasa terpmarkir di area terbuka. 
  2. Gesekan Terus Menerus 
    Gesekan terus menerus pada bodi sepeda motor berpotensi untuk menggerus lapisan cat sepeda motor. Biasanya cat yang kusam akibat gesekan terus menerus ini ditemukan pada sepeda motor yang sering digunakan untuk membawa barang berat dengan tas atau lapisan tambahan yang mengenai bodi sepeda motor. 
  3. Air Hujan 
    Air hujan mengandung asam nitrat (HNO3) yang bisa merusak lapisan cat bodi motor. Hal tersebut dapat diperparah jika kita tinggal di perkotaan dengan polusi udara yang tinggi dimana  kandungan zat asam nitrat lebih tinggi. Kondisi tersebut bisa mempercepat rusaknya lapisan cat sepeda motor serta mempercepat proses korosi pada komponen berbahan logam. 
  4. Tumpahan Minyak 
    Tetesan atau tumpahan minyak rem pada bodi berpotensi merusak cat karena sifatnya yang mudah meresap ke permukaan cat. Tak cuma minyak rem, bahan bakar minyak dan thinner juga bisa membuat cat motor rusak.  
  5. Debu 
    Debu yang terlalu lama dibiarkan menempel pada bodi akan menurunkan kilap cat bodi motor. Selain itu, debu juga berpotensi membuat goresan halus atau baret yang pada akhirnya akan membuat daya kilap cat berkurang  dan terlihat kusam. 
  6. Penggunaan Sabun Cuci 
    Penggunaan sabun atau sampo yang kurang tepat juga bisa membuat warna cat bodi motor cepat pudar. Hal itu disebabkan oleh kandungan kimia yang keras di dalam sabun atau sampo yang bisa mempercepat proses pemudaran warna cat. 
  7. Proses Pengeringan 
    Proses pengeringan setelah dicuci yang dilakukan asal-asalan atau masih meninggalkan butiran air dan sabun bisa menimbulkan noda pada cat bodi sepeda motor. Dalam tahap yang lebih ekstrim, hal ini dapat mengakibatkan munculnya bercak-bercak bahkan berjamur di permukaan cat. 

 

“Penting bagi pemilik sepeda motor untuk menghindari 7 hal tersebut agar cat bodi sepeda motor semakin awet dan kilapnya tahan lama. Selain itu jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan sepeda motor kesayangan.” tutup Danang Priyo Kumoro. 

*** 

Ini Dia Komponen yang Wajib Dicek Setelah Perjalanan Jauh

Yogyakarta – Berkendara menempuh jarak jauh dengan sepeda motor Honda kesayangan memang menjadi aktivitas yang menyenangkan. Menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer dengan suguhan pemandangan alam yang mengesankan sembari memacu kendaraan mampu meningkatkan adrenalin yang membuat kita menjadi lebih bersemangat. 

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro mengungkapkan bahwa melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang kita gunakan merupakan hal penting yang tidak boleh kita lewatkan. 

“Pengecekan yang dilakukan merupakan bentuk perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan performa sepeda motor agar tetap prima. Khususnya setelah digunakan untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Selain itu, kita juga harus melakukan pembersihan usai melewati cuaca dan debu sepanjang perjalanan.” 

Perawatan sepeda motor dapat dilakukan dengan mudah melalui jasa servis kendaraan di Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) terdekat. Perawatan yang diberikan pun akan beragam tergantung pada jarak tempuh perjalanan yang kita lakukan. Apabila jarak tempuh yang kita lalui relatif pendek maka jenis perawatan yang bisa kita pilih adalah servis ringan berupa penggantian oli mesin untuk semua jenis motor dan pengecekan rantai pada tipe motor sport dan cub

Sedangkan apabila kita menempuh perjalanan jauh maka komponen yang harus diservis lebih banyak.  

  1. Bagian mesin 
    Menempuh perjalanan jarak jauh tentunya akan berpengaruh terhadap performa mesin sepeda motor kesayangan kita. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan pengecekan terhadap dapur pacu. Service atau tune up meliputi pengaturan klep, penggantian oli mesin, melakukan pengecekan atau penggantian busi, serta pembersihan terhadap karburator atau injektor. Selain itu, kita juga perlu melakukan pengaturan kembali jarak main kopling, serta memeriksa air radiator. 
     
  2. Bagian kaki-kaki dan pengereman 
    Pengecekan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran pada suspensi / shockbreaker. Kondisi laher roda dan laher kemudi juga perlu dipastikan tidak aus. Selanjutnya, pengecekan dilakukan terhadap kondisi ban. Kita perlu memeriksa kondisi ketebalan dan alur ban, serta segera menggantinya jika sudah di batas tread wear indicator (TWI). Pastikan ban memiliki tekanan angin yang cukup sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan motor atau ban. Selain itu, pengecekan juga perlu dilakukan terhadap sistem pengereman. Pastikan bahwa kampas dan oli rem dalam kondisi baik sehingga dapat berfungsi normal. 
     
  3. Kelistrikan 
    Kelistrikan menjadi komponen yang juga perlu dicek setelah berkendara jauh. Headlamp, stoplamp, dan sein menjadi sejumlah komponen yang harus kita pastikan tetap berfungsi normal. Pastikan kutub pada aki tidak berkerak, tidak ada karat pada penyambung kabel, dan seluruh sambungan terhubungan dengan baik.  

Upaya memastikan bahwa sepeda motor kesayangan kita tetap dalam kondisi prima setelah menempuh perjalanan jauh dapat dilakukan dengan melakukan perawatan di bengkel AHASS terdekat. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan oleh mekanik profesional dan berpengalaman dapat menjamin sepeda motor dan seluruh komponennya menunjang keamanan dan keselamatan kita dalam berkendara. 

*** 

5 Langkah Aman Agar Shockbreaker Belakang Tetap Bekerja Optimal

Yogyakarta – Shockbreaker Belakang (Rear Cussion) yang ada pada sepeda motor memiliki fungsi yang krusial. Tak hanya berfungsi untuk meredam guncangan dan getaran saat melewati jalan tidak rata, piranti peredam kejut ini juga berperan secara signifikan pada kenyamanan dan kestabilan handling sepeda motor itu sendiri. 

Penurunan kinerja shockbreaker belakang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari jarangnya perawatan ataupun pembersihan komponen, sering membawa beban berlebihan, hingga tingginya frekuensi  sepeda motor melintasi jalan rusak ataupun lubang di jalanan. 

“Ketika shockbreaker belakang bocor atau rusak, hal tersebut pasti akan mempengaruhi kenyamanan pengguna serta merubah kestabilan handling saat digunakan untuk bermanuver.” ungkap Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro. 

Merespon hal itu, Danang Priyo Kumoro berbagi 5 langkah aman yang perlu dipertaikan oleh pemilik dan pengguna sepeda motor agar shockbreaker belakang tetap bekerja optimal dan memberikan kenyamanan dan kemanan sebagaimana fungsinya. 

  1. Rutin membersihkan kompenen 
    Menjaga kebersihan shockbreaker belakang merupakan langkah awal untuk menghindari resiko kerusakan. Kotoran (debu/lumpur/pasir) yang menempel bisa membuat seal/karet bocor dan piston tergores. Hal tersebut berpotensi membuat kebocoran oli suspensi. Kebocoran pada komponen ini akan mengurangi tingkat kenyamanan berkendara. 
     
  2. Hindari penggunaan aksesoris tidak resmi 
    Penggunaan aksesoris yang tak seharusnya dapat berdampak buruk bagi shockbreaker, seperti pemasangan adaptor atau peninggi shockbreaker. Penambahan aksesoris tersebut akan berdampak pada fungsi collar yang tidak bekerja maksimal. 
     
  3. Hindari membawa beban berlebihan 
    Jangan gunakan sepeda motor untuk membawa beban berlebihan melebihi anjuran pabrik. Membawa beban berlebihan membuat shockbreaker bekerja melebihi kapasitasnya dan memperpendek usia pemakaiannya. 
     
  4. Jangan mengebut di jalan yang tidak rata 
    Upayakan untuk menurunkan kecepatan saat melintasi jalan yang tidak rata. Benturan (impact) yang terjadi saat melintasi lubang dengan kecepatan tinggi akan membuat beban kerja shockbreaker semakin berat. Dalam kondisi ekstrim, hal ini bisa menjadi penyebab kecelakaan. 
     
  5. Segera ganti seal/karet saat sudah keras atau bocor 
    Saat seal/karet shockbreaker sudah mengeras atau bocor, segera lakukan penggantian agar tidak berlarut-larut. Seal/karet yang sudah keras atau bocor jika dibiarkan akan membuat oli merembes ke luar sehingga kotoran dan debu akan lebih mudah menempel. Hal yang perlu diperhatikan bersama, saat melakukan penggantian seal/karet shockbreaker wajib dilakukan penggantian oli. Hal ini bertujuan untuk memastikan volume oli sesuai dengan takaran serta oli dalam kondisi prima dan bersih. 

 

“Jangan lupa untuk melakukan perawatan berkala di bengkel AHASS terdekat. Pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh mekanik profesional dan berpengalaman akan menjaga kondisi sepeda motor dan seluruh komponennya tetap dalam kondisi prima”. pesan Danang Priyo Kumoro. 

***