Cara Mencari Surat Rujukan di Puskesmas: Syarat penggunaan BPJS-Kesehatan

Mas dan mbak sekalian, saat ini seluruh jaminan kesehatan (yang meliputi Askes untuk PNS, TNI, Polri, pensiunan; maupun Jamkesmas dan Jamkesos = bantuan dari pemerintah untuk masyarakat kurang/tidak mampu, sedang Jamsostek baru akan melebur di awal tahun 2015) yang ada sudah, telah melebur menjadi BPJS-Kesehatan, dalam prakteknya penggunaan BPJS-kesehatan bisa langsung digunakan pada pusat layanan kesehatan yakni di Puskesmas-Pusat Kesehatan Masyarakat, puskesmas lazimnya berada di tingkat kecamatan, dalam arti setiap satu kecamatan akan ada satu puskesmas dan satu puskesmas pembantu. Dengan telah terdaftar menjadi anggota bpjs dan telah memiliki kartu BPJS, saat anda periksa di puskesmad muli dari mendaftar hingga periksa, dengan  anda menyertakan kartu BPJS, maka anda tidak akan pungut biaya periksa di puskesmas tersebut, periksa apapun.

Sekarang ini setiap warga pastilah memiliki kartu sakti-yakni kartu BPJS, dikarenakan sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Baik peralihan dari jaminan kesehatan seperti Askes, Jamkesmas, Jamkesos, maupun BPJS-kesehatan yang bersifat mandiri, yakni setiap orang menjadi peserta dengan membayar premi setiap bulannya, bisa anda baca kembali disini.

Namun jika anda akan menggunakan layanan BPJS-Kesehatan guna pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit (baik rumah sakit negeri maupun swasta) yang telah bekerja sama dengan BPJS, maka anda wajib menyertakan surat rujukan. Surat Rujukan  yang di terbitkan oleh Puskesmas maupun Dokter Keluarga anda, meskipun dalam keadaan daruratpun ( masuk melalui UGD/IGD), anda tetap harus menyertakan surat rujukan.

Nah bagaimana cara memperoleh surat rujukan? Untuk memperoleh Surat Rujukan dalam hal ini surat rujukan dari Puskesmas, amatlah mudah mas dan mbak, yang perlu anda lakukan hanya berkunjung ke Puskesmas yang telah di tunjuk oleh BPJS,   atau yang tertera didalam kartu BPJS anda, anda seperti akan periksa biasa di Puskesmas, jadi anda harus mendaftar dulu di ruang pendaftaran Puskesmas, dan bilang jika ingin meminta surat rujukan ke Rumah Sakit yang anda inginkan, lalu anda akan diperiksa oleh dokter, yang nantinya akan memberikan anda surat rujukan sebagai surat pengantar guna memeriksa di Rumah Sakit. Jika anda belum pernah sekalipun periksa di puskesmas tersebut, maka anda juga akan di data sebagai pasien baru, yang akan mendapatkan kartu periksa Puskesmas yang bersangkutan. Dikarenakan anda sudah terdaftar sebagai peserta BPJS, maka anda tidak akan di kenakan biaya apapun/biaya pendaftaran di Puskesmas tersebut.

Tapi bagaimana jika  dalam keadaan darurat/emergensi? ya anda langsung saja ke bagian UGD Puskesmas, dan tidak perlu antri dan bisa langsung mendapat surat rujukan yang bisa langsung di oper/dilanjutkan di rumah sakit.

Baiklah Mas dan mbak sekalian demikian saja sekilas info tentang cara memperoleh Surat rujukan dari Puskesmas, semoga bermanfaat.

pintu gerbang Puskesmas Bambanglipuro menghadap Utara

pintu gerbang Puskesmas Bambanglipuro menghadap Utara

Masa Berlaku surat Rujukan Puskesmas

Salah satu contoh surat rujukan dari puskesmas Bambanglipuro, dengan jaminan kesehatan BPJS.

Salah satu contoh surat rujukan dari puskesmas Bambanglipuro, dengan jaminan kesehatan BPJS.

Masbro and mbaksist sekalian, salah satu syarat mutlak/wajib penggunaan semua Jaminan Kesehatan (semisal Askes, jamkesmas, maupun bpjs) di Rumah Sakit adalah Surat Rujukan dari Puskesmas maupun Dokter keluarga. Yang tentunya dalam hal ini untuk keperluan pemeriksaan yang bersifat wajar ataupun rutin. Beda halnya jika keadaan mendesak/darurat, yang harus segera di ambil tindakan medis di ruang IGD/UGD, maka tidak perlu dengan surat rujukan.

Sebagai salah satu syarat wajib, kita pun harus mencari puskesmas yang telah ditunjuk oleh Jaminan kesehatan tadi. Perlu anda ketahui bahwa surat rujukan tadi berlaku selama 1(satu) bulan, jadi anda tidak perlu buru-buru untuk segera melanjutkan pemeriksaan ke tingkat selanjutnya(Rumah Sakit). Misalkan pemeriksaan dilakukan lebih dari satu kali dalam 1 bulan-pun surat rujukan masih bisa di gunakan dengan cara menggandakan/mem-foto copy-nya, sebab pihak Rumah Sakit juga tidak membutuhkan yang asli, cukup fotocopy-annya saja, namun yang asli berlaku sebagai lampiran, jadi tetap di bawa selama proses administrasi.

Karena pada prakteknya, dalam mencari surat rujukan di Puskesmas kita akan memakan banyak waktu, setidaknya membutuhkan sekitar 2jam, hanya untuk mencari surat rujukan tadi. Bukan karena pelayanan di Puskesmas tidak baik/lamban, namun karena pasien yang akan periksa di Puskesmas pun amat banyak.

Jadi, karena dalam hal ini yang biasanya untuk penggunaan pemeriksaan rutin, maka baiknya kita menyisakan toleransi obat untuk 2 atau 3 hari kedepan sebelum obat habis. Guna kita mencari surat rujukan dan juga pemeriksaan di Rumah Sakit.

Juga pemeriksaan di Rumah Sakit-pun akan memakan banyak waktu bahkan hingga seharian, ini juga bukan karena kelambatan pelayanan di Rumah Sakit, namun sama halnya di Puskesmas tadi, karena saking banyaknya pasien, terlebih pasien yang menggunakan Surat Jaminan Kesehatan, banyak sekali.

Baiklah mas-mbak sekalian, ini saja sedikit informasi mengenai surat rujukan sebagai syarat dalam penggunaan surat jaminan kesehatan. Semoga bermanfaat, terimakasih.