Plat Nomor Menumpuk, Samsat Bantul Antar ke Kelurahan-Kelurahan

Ilustrasi

Ilustrasi

kusnantokarasan.com – Ada sisitem managemen baru nih dari Samsat Bantul, yakni “Antar bola” hehehe..baru khan,. Maksudnya pihak kantor Samsat Bantul, mengantar Plat Nomor Kendaraan (dalam kesempatan ini kendaraan roda dua) ke sejumlah Kelurahan. Hal ini dilakukan dikarenakan plat nomor yang sudah jadi menumpuk banyak di kantor Samsat.
Yupz, kurun waktu 5 tahun terakhir ini pihak kantor Samsat Bantul mengalami keterlambatan yang sangat akan penyediaan atau pelayanan akan penerbitan plat nomor kendaraan baik baru maupun perpanjangan. Bahkan bisa sampai satu tahun penerbitan plat baru bisa terlayani. Bisa terjadi penupukan dikarenakan  sang pemilik kendaraan telah jemu mondar-mandir ke kantor Samsat untuk ambil plat, tapi plat nomor belum jadi juga, hingga akhirnya para pemilik agak males. Dan  ternyata saat ini banyak plat yang telah jadi,  hingga banyak dan menumpuk.
Nah ini etiket baik dari pihak Samsat Bantul yakni mengantar plat-plat  nomor kendaraan tersebut  ke kelurahan-kelurahan dimana banyak penduduknya sebagai pemilik plat yang telah jadi.

Sekitar 25.000 pasang plat nomor kendaraan roda dua masih menumpuk di gudang Samsat Bantul. Plat tersebut belum diambil oleh pemiliknya meskipun sudah selesai dikerjakan semenjak beberapa waktu lalu.

Bagian Urusan (Baur) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Samsat Bantul, Aiptu Nanang Purnomo menjelaskan, tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang belum diambil merupakan pendaftaran yang dilakukan tahun 2014 lalu.

Warga yang memperpanjang pajak dan butuh ganti plat tak dapat memperolehnya karena keterlambatan dari pusat.

“Untuk perpanjangan yang tahun 2014, yang belum jadi platnya mulai tanggal 15 Agustus hingga September saja. Lainnya sudah,” papar Anang saat akan melalukan sosialisasi pengambilan TNKB di Kantor Kelurahan Tamantirto, Kasihan, Bantul, Kamis (12/3/2015).

Meskipun sudah jadi, tetapi belum banyak warga yang mengambil. Menurut Anang, ini karena warga belum tahu jika plat nomor sudah dikirim ke Polres Bantul.

Agar plat nomor tidak menumpuk semakin banyak di gudang, maka pihaknya gencar melakukan sosialisasi langsung ke kelurahan. Sejauh ini, Anang sudah melakukan sosialisasi ke Baturetno di Kecamatan Banguntapan, serta tiga desa di Kecamatan Kasihan yakni Tirtonirmolo, Bangunjiwo dan Tamantirto.

“Pesertanya kepala dukuh agar mereka memberitahukan pada warga saat ada pertemuan di dusun masing-masing,” tambahnya.

Daerah yang menjadi sasaran sosialisasi merupakan desa yang warganya paling banyak belum mengambil plat nomor. Meskipun belum ada target waktu, tetapi Nanang mengupayakan agar semua wilayah di Kabupaten Bantul dapat terjangkau sosialisasi.

(tribunjogja.com)

Pajak Motor Mati (telat) 4 Tahun ? Ini Besaran Dendanya

Contoh STNK

Contoh STNK

Entah alasannya apa ya seseorang bisa  sampai  bisa telat bayar pajak motor hingga 4 tahun, bahkan ada yang 8 tahun. Coba bayangkan apa si doi ga hidup di zaman ini, di keramaian saat ini, walaupun tinggal di desa setidaknya dia pergi ke kota khan. lewat jalan raya juga bukan? Apa tidak ketemu operasi zebra? Apa tidak kecegat operasi tertib Lalu-Lintas dari Pihak Kepolisian? Atau, mungkinkah dia tinggal di hutan ???

 

Ah entahlah apa alasan bagi mereka yang telat pajak, karena bagi saya pribadi sih bayar pajak adalah tanda kita taat, bahkan ada pepatah modern yang berujar,” Orang bijak-bayar pajak.” Yuu-huu berarti kita-kita yang bayar pajak termasuk orang bijak ya, termasuk penulis..ehmm amiin.

Well… mengutip dari harian tribunjogja.com ada solusi nih bagi mereka-mereka yang telat bayar pajak motor hingga 4 tahun atau lebih, ‘oke, let’s we read carefully‘…

 

Pemerintah memberikan toleransi satu hari kerja pada keterlambatan pembayaran pajak kendaraan. Misalnya, bila dalam masa berlaku notis pajak habis pada tanggal 1, maka pemerintah memberikan toleransi waktu satu hari kerja, yakni tanggal 2, agar pemilik segera menyelesaikan pembayaran pajak kendaraannya. Artinya denda akan berlaku pada tanggal 3, namun jika waktu berlaku habis jatuh pada hari Sabtu, maka denda baru dikenakan pada hari Selasa.

Jika masa toleransi tersebut diabaikan, maka denda akan diberlakukan sebesar 25% dari pokok wajib pajak. Tapi jika pembayaran pajak kendaraan terlambat lebih dari satu bulan, maka pemilik akan dikenakan denda tambahan sebesar 2% dari pokok wajib pajak.  Pemerintah mematok denda maksimal sebesar 48% atau tidak membayar selama satu tahun. Untuk yang lebih dari satu tahun maka estimasi perhitungannya adalah berapa tahun telat lalu dikalikan PKB+SW-JR, lalu ditambah denda/sanksi administrasi untuk PKB maupun SW-JR. Sanksi adm. untuk PKB pertahunnya sebesar 48%, sedangkan sanksi administrasi untuk SW-Jasa Raharja sebesar 32.000/tahun untuk sepeda motor.

Denda ini berlaku untuk semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

 

Totok Jaka Suwarta SH

Kasi Pendaftaran dan Penetapan Pajak Kendaraan Samsat Kota Yogyakarta.

Oke, demikian sedikit info, semoga bermanfaat.

NB : silahkan simak komentar dibawah, jika ada rekan-rekan yang ingin menanyakan perihal besaran pajak plus sanksi/dendanya jika lebih dari 1 tahun, terimakasih.