Prosedur Periksa Dengan Kartu Askes Di RSUD Panembahan Senopati Bantul

Orang sakit memang harus sabar, sabar dalam menjalani (menahan) sakit, juga sabar dalam mencari/ mengupayakan kesembuhan, semisal sabar dalam antrian berobat. Dimanapun tempat berobat, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit pasti ‘sarat’ akan banyaknya pasien.

Begitulah yang harus kita tanamkan pada diri kita dan keluarga kita, untuk sabar antri di pendaftaran dan antri menunggu giliran dipanggil untuk diperiksa.

Saat ini sudah sampai zamannya bila berobat tidak membayar dengan uang , tidak ada aktivitas uang disana, Rumah Sakit hanya diberi upah kertas saja. Yach uang diganti dengan kartu sakti; kartu jaminan kesehatan. Saat ini minim sekali ativitas uang di Rumah sakit, jikalau ada hanya segelintir saja, jika diprosentase hanya dibawah 5% dari semua pasien.

Yach,  inilah metode dari pemerintah saat ini dengan dihadirkan nya Jaminan Kesehatan Nasional berupa BPJS Kesehatan. Yang melingkupi seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, kaya-miskin, setiap satu jiwa_satu jaminan. Yang kaya diharapkan ikut mandiri, yang pekerja/ pegawai dioyong gaji & diberi subsidi oleh instansi tempat bekerjanya , dan yang kurang mampu/ miskin, memperoleh bantuan iuran dari pemerintah.

***

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai prosedural atau langkah-langkah periksa di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan menggunakan kartu Askes, sebuah Kartu jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil dan keluarganya, baik yang masih bertugas maupun yang sudah purna tugas.

Telah kita ketahui bersama bahwa setiap pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit yang mana merupakan faskes(fasilitas kesehatan) tingkat II (dua), maka diperlukannya surat pengantar atau surat rujukan dari faskes  pertama. Penggunaan kartu jaminan kesehatan apapun, syarat utama dan mutlaknya adalah surat rujukan. Kecuali kasus darurat.

Setelah kita membawa bekal utama yakni surat Rujukan dari faskes pertama tadi; yang bisa diperoleh dari dokter pribadi, klinik maupun Puskesmas, lalu kita menuju ke bagian pendaftaran RSUD Panembahan Senopati Bantul.

apa saja yang musti dibawa?

Ada 3 ; kartu Askes, KTP, dan Surat Rujukan dan semuanya difoto copy, 1 lembar saja!

Bagian pendaftaran RSUD Panembahan Senopati Bantul, berada di sisi timur dari koridor utama. Perlu diketahui bahwa jumlah pasien yang mendaftar dalam sehari bisa mencapai rata-rata 700 -1000 pasien. Kurang lebih 500 pasien mendaftar dipagi hingga siang hari dan separonya disore hari. Karena RSUD P S Bantul saat ini juga membuka pelayanan pemeriksaan di sore hari.

Oiya tunggu sebentar, pasien tiap hari nya di RSUD Panembahan Senopati Bantul mencapai rata-rata sekitar 700 pasien. Dan kebayakan atau hampir semuanya dari mereka menggunaan jaminan kesehatan, coba dihitung saja jika mereka seandainya membayar rata-rata membayar, katakan lah 250 ribu, jika dikalikan dengan 500 saja , maka akan membutuhkan dana sebesar 125.000.000, 125 juta?!?. Padahal jika iuran perorang hanya rata-rata 50 ribu dalam sebulan.

Well, kita tinggal kan itu, saya hanya memberi gambaran kepada orang-orang yang bersikap ‘kurang bersahabat’ dengan jaminan kesehatan.

Oke kita lanjut ke sesi pendaftaran, waktu antri dibagian pendaftaran sekitar 2 jam, bukan masalah lambannya pelayanan, mereka bekerja dengan cepat, kurang dari 5 menit saja selesai sudah urusan di pendaftaran, selesai mereka mengurusi kita untuk menempatkan kita ke bagian pemeriksaan, dan juga pendaftaran dibuka 4 jalur. Ya karena saking banyaknya pasienlah yang membuat kita lama antri.

Setelah selesai di bagian pendaftaran, lalu kita menuju ke bagian pemeriksaan/poli, sesuai di surat rujuan akan dituju di Poli apa. Dan poli/poliklinik RSUD Panembahan Senopati Bantul berada di sayap Timur, baik di lantai 1 maupun lanyai 2, atau berada dibelakang dan juga di sisi selatan dari bagian pendaftaran tadi.

Kembali kita menunggu untuk diperiksa, waktu periksa rata-rata pukul 10.00 wib. Karena dokter juga harus memeriksa pasien rawat inap.  Dalam pemeriksaan terkadang juga dibutuhkan tindakan foto scan/rontgen, maka kita menuju bangunan yang berada paling barat/sebelah barat IGD. Disini juga antri, untuk foto rontgen sendiri relatif singkat, namun hasilnya akan jadi/selesai dalam 1 jam. Setelahnya kita akan menuju ke bagian Instansi Farmasi atau Apotik, yang berada disebelah utara dari bagian pendaftaran tadi, disini kita juga mengambil nomor antrian terlebih dulu, menunggu nomor dipanggil. Menyerahkan berkas, lalu kembali menunggu obat di racik, disini juga menunggu relatif lama, karena butuh ketelitian, juga banyaknya yang dilayani. Oiya terkadang atau ada kemungkinan foto rontgen tersebut ditunggu oleh dokter guna meneliti lebih lanjut kondisi pasien. Jika begitu maka setelah foto rontgen jadi, maka kita kembali lagi ke Poli tadi. Nah setelahnya kita bisa kembali antri ke bagian apotik untuk menerima obat   dan setelah kita menerima obat, maka selesailah sudah  pemeriksaan.

Untuk baiknya jika melakukan periksa memanglah tidak sendirian, karena akan ada beberapa prosedur.

 

Oiya, pendaftaran juga bisa dilakukan via telepon ke 0274-367381, dengan nomor ekstension 109

 

….

RSUD P Senopati Bantul Peringati Usia ke 13

 

Upacara HUT RSUD Panemvahan Senopati Bantul

Upacara HUT RSUD Panemvahan Senopati Bantul

Jika ada yang bertanya-tanya ada apa kemarin Rabu (30/3) di RSUD Panembahan Senopati Bantul koq rame?

Rumah Sakit milik pemerintah tersebut ternyata kemarin memperingati hari lahirnya yang ke 13, dimana di adakan apel pagi yang di hadiri oleh pejabat pemerintahan dan segenap instansi RSUD dan karyawan.

HUT yang ke 13 RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan mengambil tema, “Melayani sepenuh hati untuk kualitas hidup yang lebih baik”.

Sedang Apel atau upacara peringatan HUT RSUD P Senopati Bantul di pimpin oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, turut hadir dalam upacara diantaranyaDandim 0729 Bantul Letkol Inf Agus Widiyanto, Kapolres Bantul diwakili oleh Ipda Sumanto, Sekda Bantul Drs.  Riyantono,  M. Si, Asisten III Pemda Bantul Dr.  Drs.  Suyoto,  HS,  Msi,  MM, Kajari Bantul Ketut Sumardana, SH, MH, Bank BPD DIY Bpk. Arip Yulianto, Bank BPD cabang Bantul Ibu Erna Wuriatun, Kepala Dinas Kesehatan Bantul dr. Maya Sintowati Panji, MM, Dirut RSUD Panembahan Senopati dr.  I Wayan Sudana, M. Kes dan Intansi terkait serta karyawan RSUD Panembahan Senopati sekitar  300 orang.

Dalam sambutannya bpk Bupati menyampaikan ,””Saya harapkan jajaran rumah sakit benar-benar dapat melayani pasien dengan sebaik-baiknya yang didasari keikhlasan, kerendahan hati dan keramahan sehingga setiap pasien merasa aman, nyaman dan “diuwongke”.

Bersamaan dengan peringatan HUT , jugadideklarasikan budaya kerja Gerakan Anti Fraud yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. “Fraud merupakan salah satu bentuk kecurangan atau ketidakwajaran dalam pelayanan kesehatan. Untuk itu harus dihilangkan dengan Gerakan Anti Fraud,” kata Direktur RSUD PanSen dr. I Wayan Sudana,M.Kes.

Agenda lain yang juga dilakukan diwaktu yang sama adalah Bupati juga meresmikan penggunaan unit IPAL dan pelayanan jantung RSUD Panembahan Senopati. Dengan pembangunan IPAL baru, diharapkan bisa menjadi rumah sakit yang ramah lingkungan. Dan dibukanya pelayanan jantung, berharap masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan akses layanan terkait dengan kesehatan jantung. “Semoga Allah SWT meridhoi dan memberikan bimbingan terhadap pengembangan yang terus dilakukan RSUD Panembahan Senopati,”tutup Suharsono.

Sumber : http://www.tribratanewsbantul.com