Foto-Foto Ekspedisi Lomba Jemparingan Gaya Mataram 2017

Baliho lomba jemparingan gaya Mataraman

Baliho lomba jemparingan gaya Mataraman

Berikut beberapa moment yang sempat saya abadikan dalam Ekspedisi* lomba Jemparingan Gaya Mataram 2017 di lapangan Trirenggo Bantul, Minggu 26 Februari 2017… *sebelum di mulainya lomba…

Pendaftaran peserta lomba jemparingan

Pendaftaran peserta lomba jemparingan

 

Salah satu dari 6 trofi sebagai hadiah pemenang lomba jemparingan

Salah satu dari 6 trofi sebagai hadiah pemenang lomba jemparingan

Juri lomba jemparingan, memakai 'bendhe' tmsebagai tanda dimukai-diakhiri, serta anak panah yang mengenai sasaran

Juri lomba jemparingan, memakai ‘bendhe’ sebagai tanda dimulai-diakhiri, serta anak panah yang mengenai sasaran

Persiapan memanah

Persiapan memanah

mg_6669.jpg

img_6580.jpg

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

KRT H. Jatiningrat, SH, Ibu Erlina Hidayati, SIP, MM, Dandim Bantul

img_6593.jpg

Peserta wanita

Peserta wanita

mg_6672.jpg

Sasaran/ target

Sasaran/ target berjarak 35 meter dari pemanah

img_6533.jpg

img_6535.jpg

Mengenai sasaran dapat poin 1

Mengenai sasaran dapat poin 1

KRT H. Jatiningrat, SH anak panah nya mengenai sasaran

Kena 'bol' di soraki dan di kurang i poin 1

Kena ‘bol’ di soraki dan di kurang i poin 1

Pemanah mengambil sendiri-sendiri anak panah nya

Pemanah mengambil sendiri-sendiri anak panah nya

img_6579.jpg

Kena sasaran dapat poin dan bendera putih

Kena sasaran dapat poin dan bendera putih

Anak panah mensncap kuat di sasaran

Anak panah mensncap kuat di sasaran

 

Iklan

Saksikan Uniknya Lomba Jemparingan Gaya Mataraman Di Lapangan Trirenggo Bantul

Jumpa pers lomba jemparingan  -tribunjogja.com

Jumpa pers lomba jemparingan -tribunjogja.com

Untuk pertama kalinya lomba ini digelar di Yogyakarta, yakni sebuah lomba panahan dengan gaya Mataraman (Cikal bakal Keraton Yogyakarta).

Lomba ini dinamakan lomba Jemparingan gaya Mataram. Jemparingan merupakan kosa kata bahasa jawa yang berarti Panahan.

Lomba ini akan dihelat pada hari Minggu, 26 Februari 2017, mulai pukul 09.00 WIB, di lapangan Trirenggo Bantul.

Lomba yang akan memperebutkan trophy dari Dinas Kebudayaan DIY dan Kraton Ngayogyakarta Hadinigrat ini dikatakan unik karena cara memanah bukan seperti memanah saat ini yang mana pada umumnya anak panah dalam olahraga panahan ditarik sejajar dengan pelipis mata, namun di jemparingan ini anak panah diposisikan di depan dada pemanah.

Perlombaan ini nanti akan dilaksanakan dalam 20 ronde, setiap rondenya pemanah hanya dibolehkan melepaskan 4 anak panah.

Sedang untuk penilaiannya, pemanah akan mendapatkan poin 3 bila mengenai sasaran kepala berwarna merah, 2 poin kena sasaran leher berwarna kuning, 1 poin kena sasaran badan berwarna putih, serta bila mengenai sasaran pocong/bokong poin akan dikurangi 1.

Disamping itu peserta lomba juga diwajibkan untuk mengenakan busana jawa lengkap, khususnya busana Mataraman (abdi dalem : busana pranakan, umum : takwa atau surjan).

Selain itu dalam membidik sasaran nanti pemanah diwajibkan duduk bersila, dengan memposisikan busur mendatar (horisontal) sejajar dengan dada pemanah.

Perlu diketahui bahwa Jemparingan tradisional Mataraman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki landasan filosofis “PAMENTHANGING GANDHEWA PAMANTHENGING CIPTA” yang artinya pembentukan watak (karakter) pribadi yang pandai, cerdas, berkonsentrasi sebagai langkah awal melakukan suatu tujuan.

Ok bagi warga Bantul dan sekitarnya selamat menyaksikan yach….!!!

 

Sumber : tribunjogja.com