‘Remembering’ : Inilah Pesan Di Punggung Biker Difabel

Pesan pengendara motor difabel

Pesan pengendara motor difabel

Inspiratif, banyak yang berkomentar begitu, saat melihat tulisan hitam diatas kertas putih yang dilaminating tersebut.

Tapi sebenarnya bukan ‘inspiratif maupun kreatif, namun tepatnya ya ‘remembering’ maupun warning’, mengingatkan maupun memperingatkan kepada pengendara maupun pengguna jalan lain yang dibelakang nya.

Pesan yang pastinya Istimewa dikarenakan di sampai kan oleh saudara kita yang berkebutuhan khusus (difabel) , mungkin kalo yang menulis dan menyampaikan adalah pengendara biasa, bisa jadi lain cerita.

Berikut bunyi dari pesan tersebut ” “ALON – ALON  !

AKU WONG CACAT

OJO KESUSU

MBURI KU”

jika di alih bahasa Indonesia berbunyi :

“PELAN-PELAN

SAYA ORANG CACAT

JANGAN BURU-BURU

BELAKANGKU”

Yach, sebuah pesan yang sungguh ‘mengena’ bagi kita semua sesama pengendara di jalan raya yang seakan hutan rimba, siapa yang cepat dia lah penguasanya. Kalsu boleh menilai,  semua pengendara itu egois, memikirkan dirinya sendiri, dengan alasan, kesiangan, memburu waktu lah, keburu telatlah, inilah-itulah…

Mereka itu seperti , barisan pembalap di sirkuit, saat di lampu hijau menyala, wusshhh….., bahkan banyak yang mencuri start….😱,….mereka berlomba untuk berada di barisan depan saat antri lampu merah, tidak sabaran saat kondisi macet, dengan menyerobot sana-sini.

Semoga dengan pesan istimewa di atas, kita bisa ter-ingatkan , kita ter-peringatkan, semakin sabar kita dijalan raya, maka semakin aman kita dari malapetaka.

“salam aspal hitam untuk semua”..😸

Etika Dalam Berkendara Sepedamotor

ilustrasi

ilustrasi

kusnantokarasan.com – Jika etika diterapkan maka akan terciptalah keamanan dan kenyamanan dimanapun, baik dilingkungan sekolah, rumah tangga dan di jalan raya. Baik pengguna kendaraan bermotor, pejalan kaki, maupun kendaraan tidak bermotor. Kendaraan roda dua yang lazim disebut dengan sepeda motorpun mempunyai etika tersendiri, dimana sepeda motor merupakan sarana transportasi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sekarang ini banyak pengguna sepeda motor tidak sesuai fungsi semestinya, misalnya ugal-ugalan di jalanan sehingga meresahkan sesama pengguna jalan raya. Ada 3 faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan, dan lingkungan. Lebih dari 90% penyebab kecelakaan adalah faktor manusia itu sendiri, dikarenakan diaantaranya adalah kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan etika dalam berkendara.

Akibat dari kurangnya etika dalam berkendara, menimbulkan emosi dari pengguna jalan. Tak jarang pula sampai tahap saling menuding dan caci maki, bahkan berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, etika dalam berkendara itu sangatlah penting.

Contoh etika berkendara yang kurang baik adalah seperti banyaknya pengendara sepeda motor yang seenaknya menyalip kendaraan lain di depannya. Terkadang juga, untuk menghindari kemacetan, pengendara sepeda motor memaksakan kendaraannya untuk menggunakan trotoar sebagai jalan alternatifnya, mengakibatkan pengguna jalan lain merasa terganggu dan tidak nyaman.

Untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman, berikut ini beberapa etika dalam berkendara yang dapat dilakukan:

 

Wajib mematuhi peraturan-peraturan lalu lintas.

Peraturan lalu lintas dibuat untuk pengguna jalan agar aman dan tertib berlalu lintas, juga untuk menghargai dan menghormati penggunaan jalan yang lain. Sebagai pengguna jalan yang baik, wajib untuk mematuhi segala peraturan lalu lintas . Hindari melakukan pelanggaran berlalu lintas dalam bentuk apapun, semisal :

a) Menyalip/mendahului kendaraan di depan dari sisi sebelah kiri.

b) Menerobos lampu rambu lalu lintas saat menyala warna merah.

c) Berhenti di atas garis zebra cross.

d) Berbelok atau berubah arah tanpa menyalakan lampu sein

 

Menghormati dan menghargai pengguna jalan lain.

Pengguna jalan bukan hanya kendaraan bermotor saja, tetapi juga pejalan kaki. Dalam berkendara kita juga harus menghormati sesama pengguna jalan lainnya. Seorang pengendara tidak boleh membuat pengguna jalan lainnya merasa terganggu atau tidak nyaman, seperti menyalip kendaraan lain tanpa memperhatikan pengguna jalan yang ada disekitarnya, atau menggunakan area pejalan kaki (trotoar) sebagai jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Jika semua pengguna jalan saling menghormati, maka kenyamanan bahkan keselamatan pengguna jalan akan terwujud.

 

Tidak menggunakan aksesoris kendaraan yang mengganggu pengguna jalan lain.

Aksesoris tambahan untuk kendaraan memang diminati oleh para pengendara, seperti klakson, lampu, velg, dan lainnya . Tapi sebaiknya pengendara lebih memahami fungsi dari aksesoris tersebut dan tidak salah menggunakan ataupun menggunakan secara berlebihan. Setiap pengguna kendaraan bermotor sebaiknya tidak menggunakan aksesoris tambahan yang sifatnya bisa mengganggu pengguna jalan lainnya, seperti knalpot yang berisik, lampu yang menyilaukan, dan klakson yang berlebihan.

Itulah beberapa etika yang perlu diketahui, dipahami, dan dilaksanakan oleh para pengendara. Dengan menghormati etika-etika berkendara yang ada, maka semua pengguna jalan akan merasa nyaman, senang, dan aman sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan di jalan.

Ingat ya, Safety First..

Demikian sekilas info tentang Etika Berkendara dari bang Honda SafRi..

Sumber : materi Safety Riding PT AHM

Ade Priyanto

Instruktur Safety Riding

Sinar Sentosa

Main Dealer Honda – Jambi