Bersama Astra Motor Yogyakarta dan Jaringan Dealer Honda – Puluh Ribu Pengendara Dukung Semangat #Cari_Aman di Jalan Raya

Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas terus memperkuat komitmennya untuk mengkampanyekan semangat #Cari_Aman di jalan raya. Komitmen ini diejawantahkan melalui beragam program safety riding. Tercatat, sepanjang tahun 2021 kemarin, 10.132 bikers dari berbagai lapisan masyarakat telah mengikuti pelatihan bersama instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta. 

Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal mengungkapkan bahwa upaya mengkampanyekan semangat #Cari_Aman di jalan raya membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, sehingga pelatihan safety riding yang diselenggarakan harus melibatkan berbagai lapisan masyarakat. 

“Sepanjang tahun lalu kami mengadakan pelatihan bersama dengan puluhan ribu peserta dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari anggota komunitas, pelajar, guru, aparat pemerintahan, karyawan swasta, hingga korporasi. Meskipun terkendala adanya pandemi yang berakibat pembatasan jumlah peserta namun harapan kami seluruh bagian tersebut dapat berkolaborasi untuk mewujudkan semangat #Cari_Aman di jalan raya.” 

Selain mengikuti pelatihan bersama instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta, masyarakat juga bisa belajar melalui Honda Riding Trainer yang tersedia di Dealer-Dealer Honda. Honda Riding Trainer merupakan simulator yang mengajak penggunannya untuk belajar mengenai peraturan lalu lintas hingga resiko yang mungkin timbul di jalan raya. Tercatat sepanjang tahun 2021 terdapat 23.828 pengguna perangkat Honda Riding Trainer. 

Untuk memberikan edukasi bagi pengendara pemula yang akan dan baru memperoleh SIM mengenai perilaku aman berkendara di jalan raya, Astra Motor Yogyakarta memiliki program sekolah binaan safety riding. Hingga akhir tahun 2021 terdapat 7 sekolah binaan yang memiliki safety riding taskforce di dalamnya. 

7 sekolah yang memiliki safety riding task force tersebut meliputi SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, SMK Ma’arif 1 Wates, SMK Manggalatama Cilacap, SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, SMK Muhammadiyah Prambanan, SMK Negeri 1 Seyegan, dan SMK Muhammadiyah Karangmojo. 

Tak hanya itu, sebagai upaya meningkatkan kesadaran #Cari_Aman, Astra Motor Center Yogyakarta juga bekerjasama denga pihak Polresta Magelang dengan menghadirkan media luar ruang mengenai keselamatan berkendara di lokasi pembuatan SIM. Sehingga para calon pemilik SIM dapat di edukasi secara tidak langsung melalui media himbauan keselamatan berkendara. 

Semakin lengkap, dalam rangka peringatan Hari Ibu di bulan Desember 2021 Astra Motor Yogyakarta mengadakan edukasi safety riding khusus untuk ibu-ibu. Melalui program ini diharapkan ibu-ibu yang mengikuti program edukasi tersebut dapat melindungi diri sendiri dan buah hatinya saat berkendara di jalan raya serta menyebarkan semangat #Cari_Aman di jalan raya. 

*** 

Kolaborasi Astra Motor dan Gizindo Yogyakarta Sebarkan Semangat #Cari_Aman di Jalan Raya

Yogyakarta – Keselamatan berkendara merupakan tujuan bagi setiap pengendara yang ada di jalan raya. Hal itu harus didukung dengan bekal ketrampilan dan pengetahuan mengenai teknik berkendara yang benar dan aman. Aman bagi diri sendiri ataupun lingkungan sekitar. Selain itu penting bagi setiap pengendara sepeda motor untuk tetap fokus dan mampu menganalisa pola-pola bahaya yang ada di jalan raya. 

Merespon hal tersebut, Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berkolaborasi dengan Gizindo Yogyakarta mengadakan edukasi safety riding kepada 29 kurir susu murni wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pelatihan ini digelar di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta (14/12). 

“Melalui pelatihan safety riding ini, kami membekali semua staff kurir susu pengetahuan dan ketrampilan berkendara aman di jalan raya. Khususnya cara berkendara menggunakan sepeda motor dengan penambahan modifikasi box samping,” tutur Novi Setyawan selaku perwakilan Manajemen Gizindo Yogyakarta. 

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan skill berkendara kurir pengantar susu. Mengingat terdapat perbedaan cara dan teknik berkendara menggunakan sepeda motor standart dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi dengan penambahan box samping yang menambah dimensi lebar sepeda motor. Selain meningkatkan skill berkendara, peserta pelatihan diajak untuk mengetahui dimensi box yang aman.  

Selain itu dalam kesempatan yang sama instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta juga berbagi ilmu mengenai trik #Cari_Aman berkendara di jalan raya serta pentingnya menjadi contoh dan role model keselamatan berekendara. Hal tersebut dapat dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, aman, saling menghargai sesama pengguna jalan dan juga selalu mematuhi aturan lalu lintas. 

Dalam sesi praktek pelatihan kali ini, instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta mengajak peserta untuk lebih mengenali sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan box samping. Beberapa teknik yang diajarkan antara lain adalah teknik pengereman, teknik keseimbangan, dan teknik slalom. 

“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami harapkan kurir pengantar susu Gizindo Yogyakarta dapat mengantarkan produknya dengan aman kepada konsumennya. Yang paling penting, kurir tersebut juga selamat sampai tujuan dan bisa kembali bertemu dengan keluarga tercinta.” pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal. 

*** 

Sebarkan Semangat #Cari_Aman untuk Kurir JNE Yogyakarta

Yogyakarta – Keselamatan berkendara merupakan tujuan bagi setiap pengendara yang ada di jalan raya. Hal itu harus didukung oleh skill dan pengetahuan mengenai cara berkendara yang aman dan benar agar tetap fokus dan bisa menganalisa pola-pola bahaya yang ada di jalan raya. 

Merespon hal tersebut, Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berkolaborasi dengan JNE Yogyakarta serta BNN Bantul mengadakan edukasi safety riding kepada 169 kurir roda dua JNE Yogyakarta di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta (9-11/11). 

“Dengan safety riding ini semoga semua kurir memahami dasar-dasar mengemudi dan etika-etika dalam berlalu lintas. Sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi kurir-kurir kami dan masyarakat di sekitar,” tutur Head of Operational JNE Yogyakarta Ery Hartoto. 

Melalui kerja sama Astra Motor, JNE Yogyakarta, dan BNN Bantul, diharapkan kurir JNE terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba, sekaligus agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab menjadi pengguna/kurir narkoba. Hal ini disebabkan karena bisnis pengiriman paket kerap dimanfaatkan oleh bandar narkoba untuk memuluskan penyelundupan. Bagi kurir pengantar barang agar terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap paket yang dikirim.  

“Mereka harus tahu alamat pengirimannya, harus tertera alamat penerima barang dan pengirimnya. Karena banyak kasus terjadi pengiriman barang tidak jelas siapa penerima dan ternyata didalamnya ada modus-modus pengiriman barang narkoba melalui paket kiriman,” kata Penyuluh Narkoba BNN Bantul Sri Wahyuningsih.  

Dalam kesempatan ini instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta berbagi ilmu mengenai pentingnya menguasai skill dan pengetahuan tentang keselamatan berekendara di jalan raya. Hal tersebut dapat dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, saling menghargai sesama pengguna jalan dan juga selalu mematuhi aturan lalu lintas. 

Training safety riding tersebut terbagi ke dalam 6 batch yang akan berlangsung selama 3 hari. Dalam satu hari ada 2 batch yang dilatih. Pelatihannya mulai pemberian soalisasi secara teori, simulasi menggunakan Honda Riding Trainer dan praktek di area slalom course Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta. Diharapkan dengan training ini para kurir dapat menambah kelancaran didalam proses pengantaran barang. Tentunya, dengan memperhatikan aspek-aspek keselamatan.  

“Dalam kegiatan ini diharapkan agar kurir JNE Yogyakarta dapat mengantarkan paket dengan aman kepada konsumennya dan yang terpenting kurir tersebut juga selamat sampai tujuan dan bisa bertemu dengan keluarga tercinta.” pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal. 

Kolaborasi Astra Motor dan Ditlantas Polda DIY, Sebarkan Semangat Aman Berkendara di Jalan Raya untuk Komunitas

Yogyakarta – Sepanjang semester 1 tahun 2021 tercatat 2.586 korban kecelakaan lalu lintas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dimana 11% korbannya meninggal dunia. Tak mengherankan jika perilaku aman berkendara di jalan raya menjadi dambaan sekaligus tanggung jawab bagi setiap pengendara. 

Merespon hal tersebut, Astra Motor Yogyakarta selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas berkolaborasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY mengadakan edukasi safety riding kepada 75 perwakilan komunitas sepeda motor se-DIY di Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta (12/10). 

“Tujuan pengendara sepeda motor di jalan raya hanya satu yaitu selamat sampai tujuan dan kita sebagai pengendara yang baik harus taat aturan lalu lintas.” ungkap Dirlantas Polda DIY Yogyakarta Iwan Saktiadi. 

Edukasi safety riding kali ini membahas beberapa segmen. Dimulai dengan pembukaan oleh Dirlantas Polda DIY yang diikuti teori dan praktek perihal keselamatan berkendara yang baik dan benar dengan menaati aturan lalu lintas. 

Selain itu instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta juga berbagi ilmu mengenai pentingnya komunitas sepeda motor untuk menjadi contoh dan role model keselamatan berekendara di jalan raya. Hal tersebut dapat dimulai dengan menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, saling menghargai sesama pengguna jalan dan juga selalu mematuhi aturan lalu lintas. 

Edukasi safety riding kali ini ditutup dengan penobatan peserta menjadi duta safety riding oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda DIY Arief Murtadlo dan Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal dengan penyerahan helm secara simbolis. 

“Dalam berkendara sepeda motor di jalan raya yang paling utama adalah etika dalam berkendara. Hal ini merupakan dasar dari skill berkendara mengingat tanpa etika berkendarayang baik, maka resiko kecelakaan akan semakin dekat dengan setiap pengendaranya.” pungkas Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal. 

*** 

Tips Aman Berkendara untuk Lady Bikers Berhijab

Yogyakarta – Dalam perkembangan terkini, semakin banyak perempuan yang mengenakan hijab. Lebih dari upaya untuk menunaikan kewajiban agama, hijab telah menjadi bagian dari tren dan gaya hidup perempuan muslimah masa kini. 

Banyak perempuan berhijab yang saat mengandalkan sepeda motor dalam memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari. Kepraktisan dan efisiensi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan tersebut. Agar tetap aman saat mengendarai sepeda motor, Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal berbagi tips berkendara untuk lady bikers yang berhijab. 

Pertama, pemilihan helm yang digunakan harus sesuai dan bisa memberikan kenyaman dalam berekendara. Sangat disarankan untuk ukuran helm harus pas, jangan terlalu sempit dan jangan terlalu longgar. Jika ukuran helm terlalu sempit maka akan membuat kepala jadi cepat pusing, begitu pula jika terlalu longgar akan membuat helm tidak nyaman digunakan.  

Pilih helm yang memiliki sirkulasi udara yang  baik agar kepala tidak terlalu gerah. Selain itu pilihlah bahan helm bagian dalam berupa busa yang lembut dan empuk sehingga memberikan kenyamanan. Yang terpenting, kaitan helm harus terpasang sempurna dan tidak mengganggu kenyamanan. 

Kedua, perlengkapan berkendara harus dipakai secara lengkap. Sangat disarankan mengenakan celana panjang saat berkendara sepeda motor. Namun jika harus menggunakan rok panjang, sebaiknya sebaiknya menggunakan tambahan celana panjang sehingga tidak mengganggu dalam berkendara.  

Ketiga, jangan menggunakan sepatu dengan hak tinggi (high heels) karena akan mengganggu keseimbangan sepeda motor saat kendaraan berhenti dan kaki kiri turun untuk menompang kendaraan. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan sepatu flat atau sepatu safety agar lebih aman dan nyaman saat berkendara di jalan raya. 

Keempat, saat berboncengan sangat tidak disarankan untuk bonceng samping. Hal ini dikarenakan akan mengganggu keseimbangan si pengendara saat berkendara atau melakukan manuver. Sebaiknya posisi pembonceng tetap menghadap ke depan. Oleh karena itulah disarankan mengenakan celana panjang tambahan. Untuk perlengkapan berkendara juga digunakan secara lengkap dikarena untuk resiko kecelakaan antar si pengendara dan pembonceng itu sama.  

“Empat hal tersebut penting diperhatikan agar lady bikers berhijab tetap aman berkendara di jalan raya. Kita tidak akan menemukan hal – hal berharga dalam hidup kita apabila kita masih menyepelekan pemakaian perlengkapan berkendara yang aman,” pungkas Muhammad Ali Iqbal. 

***