Komunitas Honda Vario 125 Gelar Bakti Sosial di Bantul

Dengan semangat dan berkah ramadhan, Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas menggandeng Komunitas Honda Vario 125 Owner Community Yogyakarta (HV125OC Yogyakarta) untuk menggelar bakti sosial (2/5). Kegiatan dengan tema #BersamaHonda Hidupkan Kebahagiaan ditujukan untuk Masjid Bima Darul Hikam. 

Kegiatan ini diawali dengan city rolling dari Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta menuju ke lokasi bakti sosial. Sesampainya di Masjid Bima Darul Hikam yang bertempat di Pajangan, Bantul, Komunitas HV125OC Yogyakarta langsung melakukan aksi bersih masjid dan lingkungannya bersama dengan takmir setempat. 

Selain melakukan aksi bersih masjid, Astra Motor Yogyakarta beserta komunitas HV125OC Yogyakarta juga menyerahkan donasi berupa takjil untuk jamaah masjid, mukena, meja, dan pembuatan pagar teralis. Agenda bakti sosial yang diikuti kurang lebih 15 anggota komunitas ini diakhiri dengan buka bersama di Angkringan Puncak Bibis yang berlokasi di Kasihan, Bantul. 

“Kali ini merupakan tahun kedua bulan ramadhan kita lalui dalam kondisi pandemi. Semoga kegiatan yang kami lakukan bersama anggota komunitas Honda Vario 125 ini bisa membawa manfaat bagi masjid Bima Darul Hikam sekaligus menambah semangat dan berkah ramadhan bagi semuanya.” ungkap Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal. 

Honda Vario 125 saat ini menjadi salah satu skutik favorit pilihan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Pada pertengahan April 2021 lalu, model ini mendapat penyegaran dengan hadirnya warna baru. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Honda Vario 125 CBS hadir dengan pilihan warna  Advance Red dan Advance Black dipasarkan dengan harga OTR Rp 21.235.000,- ; untuk Honda Vario 125 CBS-ISS hadir dengan pilihan warna Advance Matte Black dan Advance Matte White dipasarkan dengan harga OTR Rp 21.975.000,- ; dan untuk Honda Vario 125 CBS-ISS Special Colour hadir dengan warna Advance Matte Blue dipasarkan dengan harga OTR Rp 22.085.000,-. 

*** 

Tips Agar Tidak Mudah Lelah Saat Berkendara Sepeda Motor

Aktivitas mengendarai sepeda motor membutuhkan konsentrasi dan kondisi fisik yang selalu prima. Tak jarang, pada saat berkendara badan kita merasakan rasa lelah sehingga tingkat konsentrasi menurun. Dalam kondisi tersebut, sangat berbahaya jika dipaksakan untuk tetap berkendara di jalan raya.

Community Development & Safety Riding Supervisor Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal berbagi tips mengenai beberapa hal yang perlu dilakukan agar tidak mudah lelah saat mengendarai sepeda motor, salah satunya dengan melakukan pemanasan /stretching.

“Sebelum mengendarai sepeda motor kita perlu melakukan pemanasan. Fungsinya adalah untuk meningkatkan fleksibilitas, meningkatkan reflek, serta sebagai langkah pencegahan dari jatuh dan kesalahan pengoprasian.” Ungkap Muhammad Ali Iqbal.

Pemanasan yang dilakukan sebelum berkendara tak hanya perlu dilakukan saat akan berkendara jarak jauh / turing saja, namun juga perlu dilakukan sebelum berkendara jarak dekat sehari-hari. Pemanasan dapat meningkatkan sirkulasi darah tubuh pengendara, hal tersebut akan mendorong tercukupinya kebutuhan oksigen di otak. Dengan demikian fokus dan konsentrasi akan terjaga dan pengendara tidak mudah merasa mengantuk.

Pemanasan yang dilakukan tidak perlu dilakukan secara berlebihan atau seperti saat akan melakukan olahraga yang intens. Cukup melakukan peregangan otot anggota gerak tubuh. Sehingga pengendara tidak terlalu lelah akibat proses pemanasan ini. Saat melakukan perjalanan jauh, proses pemananasan /stretchingini dapat dilakukan kembali saat kondisi tubuh mulai lelah dan otot anggota gerak tubuh mulai terasa kaku.

Selain melakukan pemanasan /stretchingsebelum berkendara, ada hal lain yang perlu diperhatikan agar tidak mudah lelah saat mengendarai sepeda motor, yaitu postur dan posisi saat berkendara. Upayakan pundak pengendara selalu rileks dan siku tangan sedikit menekuk agar getaran yang ditimbulkan jalan bisa tereduksi oleh fleksibilitas siku pengendara.

“Saat kita melewati jalan rusak atau jalan tidak rata, getaran tersebut akan membuat setang sepeda motor bergetar. Jika posisi tangan dan siku lurus, maka getaran tersebut akan naik ke pundak dan kemudian diteruskan langsung ke tubuh kita. Efeknya tubuh kita akan jadi lebih cepat lelah akibat getaran tersebut.” pungkas Muhammad Ali Iqbal.

***