Bikin Bangga, Pebalap Indonesia Tampil di MXGP Samota



Jakarta – Pebalap muda binaan Astra Honda Racing Team (AHRT), Muhammad Delvintor Alfarizi akan bertanding di ajang balap motocross tingkat dunia paling bergengsi Motocross Grand Prix (MXGP) yang diselenggarakan di Samota, Nusa Tenggara Barat. Pada balapan motocross yang akan dihelat pada hari Minggu (26/6), pebalap asal Jakarta ini menjadi pebalap wildcard bersaing dengan crosser-crosser tangguh dari berbagai negara di kelas MX2.





Beragam persiapan dan latihan dilakukan oleh crosser berusia 21 tahun ini untuk dapat memberikan penampilan yang membanggakan. Bahkan untuk mempertajam skill dan kompetensi crosser muda ini, AHRT memboyong Delvintor ke Eropa untuk berlatih di beragam track motocross Eropa selama 1,5 bulan. Menggunakan motor berbasis Honda CRF250R, Delvintor akan berusaha menampilkan performa terbaik untuk Indonesia di balap motocross kelas dunia ini.





“Ini tahun kedua saya dipercaya Astra Honda menjadi pebalap yang mewakili Indonesia di balapan MXGP. Di sirkuit Samota, saya bersama semua pebalap akan sama-sama merasakan pertama kali tantangan sirkuit ini. Sehingga berbekal latihan bersama tim, saya berharap dapat menaklukkan segala tantangan dan meraih hasil yang bagus di di MXGP Samota,” ujar Delvintor.

Muhammad Delvintor Alfarizi





Selain membanggakan bangsa di level balap motocross dunia, Delvintor bersama dengan AHRT pada tahun ini akan turut serta di kelas MX2 Kejuaraan Nasional Motocross dengan motor yang juga digunakan saat tampil di MXGP kelas MX2 yaitu Honda CRF250R. Kombinasi pengalaman tim AHRT di dunia balap, performa tangguh Honda CRF yang sudah mendunia, serta skill yang dimiliki Delvintor siap mencetak berbagai prestasi yang membanggakan.





General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan dukungan terhadap Delvintor di MXGP Samota menjadi bagian dari komitmen AHM dalam mewujudkan mimpi crosser berbakat Tanah Air di kancah balap dunia.





“Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, AHRT hadir menemani crosser muda berbakat Indonesia dengan pembinaan balap berjenjang yang terstruktur yang sudah mencetak beragam presatasi membanggakan. Kami berharap penampilan Delvintor di MXGP Samota dapat menginspirasi semangat crosser berbakat di Tanah Air untuk terus berusaha menggapai mimpi mereka,” ujar Andy.





Kiprah AHM di dunia balap motocross melalui AHRT dimulai sejak tahun 2019, pembinaan balap pada tahun ini akan turut motocross berjenjang secara nasional ini dilakukan bersamaan dengan penampilan perdana Delvintor di MXGP Palembang. Beragam prestasi membanggakan juga berhasil ditorehkan di dunia balap motocross nasional, seperti Juara Nasional Motocross kelas MX2 tahun 2019 serta Juara Indonesian Power Track kelas MX2 pada tahun 2021.

Arti Dibalik Desain Helm Pebalap Binaan Astra Honda

Grafis helm para pebalap biasanya mengandung arti atau filosofi tersendiri untuk mengekspresikan diri. Tak terkecuali pelindung kepala para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT). Semua punya arti, dari kebiasaan sejak kecil, rasa nasionalisme, hingga harapan.

Ungkapan nasionalisme memang menjadi bagian paling dominan dari motif helm pebalap AHRT. Warna khas merah dan putih, bahkan gambar burung garuda sebagai lambang negara pun kerap muncul. Seperti terdapat pada helm pebalap Irfan Ardiansyah. Lambang Garuda mendominasi bagian atas helm, sebagai lambang kecintaan terhadap bangsa. Sementara warna dominan merah jambu menandakan kecerahan, kegembiraan dan keceriaan, agar balapan senantiasa dinikmati sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sebuah tekanan.

Helm Rheza Danica yang membela AHRT di ARRC kelas SS600 juga punya warna dominan merah dan putih yang melambangkan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia. ”Selain semangat nasionalisme, warna merah dan putih juga senada dengan livery AHRT. Ada logo huruf ‘R’ sebagai tanda bahwa ini adalah Rheza,” ujarnya.

M Adenanta Putra pun demikian, mempunyai helm dengan warna dominan putih, namun dengan aksen merah. Putih menurutnya sebagai lambang kesucian atau kebersihan, dan merah sebagai simbol keberanian. Artinya, dalam balapan harus selalu menampilkan yang terbaik, namun tetap sportif. Lalu ada warna emas yang melambangkan harapan mencapai era keemasan dalam karier di dunia balap.

Tampil beda, Mario Suryo Aji yang saat ini berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship itu menggunakan helm berdesain ”boom” di bagian samping. Ini menunjukkan spirit untuk selalu tampil mengejutkan. Dominasi warna merah dan putih menunjukkan nasionalisme, ditambah grafis elektro sebagai simbol daya yang kuat.

Semangat Berkobar

Tampilan unik juga terdapat pada helm milik Herjun Atna Firdaus. Pebalap 16 tahun asal Pati, Jawa Tengah itu mengedepankan desain grafis api dan roket. Menurutnya, api melambangkan semangat berkobar yang harus dimiliki untuk menggapai kemenangan setiap balap. Sedangkan roket melambangkan kecepatan.

Lucky Hendriansya, pebalap asal Sidrap, Sulawesi Selatan, yang membela AHRT di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 ini mengandalkan helm berlogo ”Chicken Speed”. Ini melambangkan kecintaannya sejak kecil memelihara ayam. Selain itu, ada lagi dua gambar yang selalu tampak dominan pada helmnya, yakni pantai dan rumah.

”Pantai melambangkan ketenangan dalam menghadapi tekanan saat balap. Kalau gambar rumah, melambangkan doa agar selalu diberi keselamatan setelah balap di mana pun, dan selalu mengingatkan juga dari mana kita berasal, harus pulang ke rumah,” ujar Lucky.

Tentu, kita semua berdoa agar semua cita-cita dan harapan yang tertuang pada pelindung kepala para pebalap AHRT mampu membawa mereka menuju jenjang juara, meraih impian yang mereka idamkan, yakni membawa harum nama Bangsa Indonesia di kancah tertinggi balap dunia.

Jaga Kebugaran Tubuh Selama di Rumah ala Pebalap Astra Honda

Jakarta – Berkurangnya ritme pergerakan dan lebih banyak di rumah bukan berarti tidak menjaga kondisi. Tubuh tetap membutuhkan latihan ringan agar tetap bugar, serta siap kapan saja ditempa jika keadaan kembali normal. Hal itulah yang dilakukan para peblap Astra Honda Racing Team (AHRT) yang coba berbagi pengalaman menjaga kondisi agar tetap bugar.

Agar kebugaran tubuh tetap terjaga, para pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini sudah menerapkan pola latihan secara rutin. Beberapa gerakan olahraga ringan mereka lakukan setiap hari, dengan tetap memberikan waktu untuk tubuh beristirahat melalui penerapan ”hari libur latihan” saat akhir pekan.

Menurut Irfan Ardiansyah, pebalap asal Ungaran, Jawa Tengah yang tahun ini berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Supersport (SS) 600, semua latihan diberikan untuk menjaga kekuatan tubuh bagian atas, bawah, dan core body (tubuh bagian tengah).

”Misalnya setiap hari saya melakukan push up dan sit up 20reps (gerakan naik turun) sebanyak 4 set. Lalu, dikombinasikan denganplank ataupun hanging masing-masing 1 menit, selama 3 set. Terakhir, triceps dips 20 reps(menggantungkan badan dengan kekuatan lengan) sebanyak 3 set,” jelas Irfan.

Selain latihan-latihan tersebut, Irfan juga melakukan olahraga cardio seperti lari sejauh minimal 4 km per hari, dengan mengutamakan keamanan tentunya. Atau, bisa diganti dengan sepeda statis selama 45 menit untuk ketahanan tubuh.

”Ini semua latihan normal dan semua orang bisa melakukannya. Tentunya dilakukan sesuai porsi dan kekuatan tubuh masing-masing. Misalnya kami para pebalap melakukan push up 20 repssebanyak 4 set, sementara untuk yang belum terbiasa bisa dilakukan hanya 2 set. Begitu juga latihan yang lainnya,” kata Irfan.

Kendati latihan dilakukan setiap hari, para pebalap AHRT juga menerapkan latihan-latihan lain untuk menjaga kondisi tubuh tetap baik atau menumbuhkan semangat berlatih. Misalnya, Rheza Danica Ahrens, pebalap yang berlaga di ajang dan kelas yang sama dengan Irfan, melakukan hand step danstep step. Sementara Irfan sendiri melakukan battling rope sebagai latihan kombinasi.

Lucky Hendriansya, pebalap ARRC kelas Asia Production (AP) 250 asal Sidrap, Sulawesi Selatan, lebih suka melakukan latihan tambahandouble step. Sementara Herjun Atna Firdaus dan M Adenanta Putra yang berlaga di ajang dan kelas yang sama dengan Lucky, masing-masing melakukan latihan tambahan berupa skipping dan wall climbing. Sedangkan Mario Suryo Aji (CEV Moto3 Junior World Championship) dan Delvintor Alfarizi (Kejurnas Motocross) menambah menu push up with claps dan yoga.

Kontrol Makanan

Tentu tak hanya melakukan latihan ringan setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh tetap maksimal. Pola makan menjadi salah satu yang disarankan para pebalap untuk tetap diperhatikan.

”Makan makanan bergizi dan sesuai porsi kebutuhan tubuh kita. Itu kuncinya,” jelas Mario Suryo Aji.

Bagi Mario yang sudah sejak dulu rajin mengontrol asupan karbohidrat, penyesuaian kebutuhan karbo menjadi salah satu perhatiannya. “Paling penting lagi, lebih banyak minum agar tidak dehidrasi. Minimal 8 gelas per hari. Karena ada latihan, kebutuhan air diperbanyak,” ujarnya.

Delvintor yang sudah lama menjadi vegetarian juga memberikan tips menjaga kondisi tubuh. “Konsumsi buah-buahan diperbanyak untuk menjaga keseimbangan asupan. Intinya, agar kesehatan terjaga, terapkan prinsip 4 sehat 5 sempurna. Kalau gizi seimbang, badan pun lebih bugar,” ucap Adel, panggilan akrab Delvintor.