11 motif decal/Striping untuk Inspirasi Suzuki GSX-R 150 kalian

Suzuki GSX-R 150 warna biru livery MotoGP Saat melintas di puncak Becici

Artikel tentang striping atau decal pada suzuki GSX-R cukup banyak peminat pembacanya, ga ada salahnya kembali saya hadirkan beberapa foto suzuki meskipun GSX-R 1000 yang mungkin bisa menginspirasi bagi pemilik suzuki GSX-R 150 untuk memberi sentuhan lain.

Ok kita mulai dari warna dasar hitam, jika Suzuki GSX-R 150 kalian berwarna hitam bisa di striping seperti berikut ini yamg manis banget ;

Modifikasi striping Suzuki GSX-R 150 warna hitam-orange

Atau ini

Modif striping Suzuki GSX- warna hitam merah

Atau juga  seperti ini

 

Modif striping Suzuki GSX-R warna hitam biru silver

Atau simple seperti ini

Modif striping Suzuki GSX-R warna hitam hijau

Pun juga seperti ini ;

 

Modif striping Suzuki GSX-R warna hitam unguungu

Modif striping Suzuki GSX-R warna hitam silver

Atau jika Suzuki GSX-R 150 warna dasar putih ingin tampil girly ;

Modif striping Suzuki GSX-R warna putih pink

Modif striping Suzuki GSX-R warna putih biru Suzuki racing

Modif striping Suzuki GSX-R warna putih biru

Jika Suzuki GSX-R kalian warna dasar merah bisa di modif seperti ini ;

Modif striping Suzuki GSX-R warna merah hitam

Atau warna kuning ini;

Modif striping Suzuki GSX-R 150 warna kuning camel

Gimana gan Ok punya khan ????

Silahkan di tiru….!!!

 

Sumber foto : club GSX facebook fanpage & yang lain

Advertisements

Suzuki Bike Meet sesi II Area Jateng & DIY

Suzuki Bike Meet 2 area Jateng – DIY

Bagi rekan-rekan Club/ komunitas maupun personal pengguna sepedamotor Suzuki se Jawa Tengah & DI. Yogyakarta, ada undangan terbuka nih, untuk hadir dalam acara “Suzuki Bike Meet sesi 2”. Yang akan diselenggarakan pada :

  • Hari : Sabtu – Minggu
  • Tanggal : 25 – 26 November 2017
  • Lokasi : Kopeng – Salatiga

Bagi yang akan hadir Silahkan segera untuk mendaftar paling lambat tanggal 5 November, guna mengkoordinasi merchandise Jaket yang akan dibagikan melalui proses pengiriman ke Main Dealer Suzuki yang dituju disetiap kota.

Acara free/ gratis tanpa dipungut biaya apapun. Setiap Peserta akan mendapatkan :

  • Jaket + topi
  • ID card
  • Kupon doorprice
  • Makan 2-3 kali
  • Tenda penginapan

Hiburan/ sekilas Rundown :

  • Grup band. Sexy dancer. Sexy ike wash
  • Dangdut
  • DJ
  • Fun games/ lomba
  • Fun kontes motor all type saei peserta
  • Api unggun
  • Penanaman bibit pohon (kegiatan sosial alam)
  • Pembagian doorprice

Untuk info & pendaftaran :

Khusus GCI – Jateng : 085600319752(fuad)

Area Jogja : 0816392603

Suzuki Bike Meet 2 Region Jateng & DIY

 

Njajal Suzuki GSX-R 150 (Day 3/ final)

Suzuki GSX-R 150 saat berada di Imogiri

Setelah kurang lebih 5 hari ‘jalan bareng’ bersama si penerus generasi Suzuki RGR ini, saya bisa menarik beberapa kesimpulan mengenai motor ini. Dengan menilik juga penilaian dari orang-orang sekitar. Dan pastinya dengan keterbatasan pengetahuan saya sebagai orang awam saja yang tidak melek akan mesin, teknis dan lainnya saja.
Dan juga akan saya simpulkan pula konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh si GSX-R ini.

Ok, lets begin

Performa & Power

Setelah mengendarai si GSX-R 150 berkubikasi mesin 147cc di daerah pegunungan (jalanan naik-turun & berkelok) , penggunaan harian (jalan rata & salip kendaraan lain). Di pegunungan cukup mumpuni, kuat menanjak dengan gigi 3,  Aksekerasi juga terbilang responsip . Di daratan eh di jalan rata, motor ini taste ber-power begitu besar, seperti motor berkubikasi 250. Power atau tenaga, boleh dibilang cukup melimpah, enak buat diajak lari 100 km/j , itu pun juga pada gigi 5, dan kemarin jarang banget gunakan gigi teratas atau gigi 6.

Handling

Dengan postur tubuh saya yang minimalis, tinggi 160cm berat badan 60kg, memgendarai motor dengan tinggi jok 785mm, memang sedikit rada jinjit kaki untuk menapak tanah, sedang bobot mesin motor ini 131kg. Boleh dibilang rada sedikit kesusahan untuk men-syahrinikan….😁 eh maksudnya me maju_mundur kan motor ini dalam keadaan mesin mati, atau disaat memarkirkan. Tapi saat mesin sudah menyala atau saat melaju, baik saat di jalan rata saat menyalip, zig-zag diantara kendaraan lain, ataupun saat melibas tikungan dan naik_turun di jalana pegunungan , motor ini cukup nurut, bisa dikata gampang dihandle/ dikendalikan.

 

Riding position

Motor ini basic nya sport fairing murni,  atau berbasis motir balap, jadi model dibuat sedemikian rupa menyerupai motor balap (yang digunakan balap di / lintasan/ sirkuit). Tinggi stang dibuat underyoke atau tingginya sejajar dengan tempat duduk, jadi otomatis badan condong kedepan. Begitu pula footsteep, di letakkan sedikit kebelakang, jadi posisi kaki sedikit menekuk ke belakang (style Racing),   untuk menikung dan gaya balap (melaju kencang) dengan hal tersebut, menurut saya terasa sangat nyaman atau suport sekali. Hanya saja dengan  begitu, beban badan tertumpu di tangan terutama pada pergelagan tangan, sedikit cepat pegal.

 

Konsumsi bbm

Selama penggunaan sejauh 245 km, saya mengisi  bahan bakar minya jenis pertamax sebayak 6,7 , jadi jika dibagi satu liternya mampu untuk sejauh rata-rata 36 km, CWIIW aaya menggunakan metode full to full.

Penilaian orang

Banyak orang awam terkesima dengan desain motor ini, didukung dengan warna biru juga kali ya, jadi sepertinya lekukan begitu jelas terlihat racy, eksotik. Meskipun desain  lampu depan model single, yang mana sat ini sedang tren-nya namun tida megurangi nilai. 

Harga

Setelah mengetahui harganya (29 juta OTT Jogja), tanggapa dari orang sekitar (teman, tetangga , orang tua), mereka berujar, “harganya cukup bersahabat (murah)”, lha simbok saya yang tidak tau harga motor wae bilang gitu je…

Fitur

Ada banyak ditur modern dan canggih di motor ini, meskipun segi harga murah tapi tidak murahan to. Lampu depan sudah LCD, dan sudah sistem otomatis menyala dikala knop kunci kontak di posisi kan on (meski mesin belum menyala). Bentuk dashboard speedometer cukup menarik, seperti model padamotor MotoGP, proporsional, tidak terlau kecil maupun terlalu besar dan mudah terbaca. Ada jam-nya, ada peringatan ganti oli, lampu petunjuk turn_signal terpisah, meminimalisir lupa kembali posisi netral. Ada petunjuk gigi persneling,  Speed pastinya.

Speedometer Suzuki GSX-R 150

Dan fitur yang modern dan hanya dimiliki Suzuki GSX-R 150 adalah model kunci kontak knop (keyless) dan plus remote, uniknya motor tidak bisa dinyalakan (knop tida bisa diputar pada posisi ‘on’) bila remote lebih dari radius 1 meter, akan tetapi remote nya mampu bekerja pada radius 50 meter untuk menyalakan lampu-lampu atau sistem alarm, guna memudahkan pencarian motor, semisal di tempat parkiran. Meskipun keyless, knop kunci kontak bisa dilepas untuk membuka tangki bbm dan bagasi pada jok belakang (single seat).

Knop kunci kontak Suzuki GSX-R 150 dan remote

Satu fitur yang patut saya acungi jempol adalah easy start system-nya, yakni sekali pencet tombol starter, maka mesin langsung menyala.

Sekali pencet tombol mesin langsung menyala karena easy start system Suzuki GSX-R 150

 

Suka- tidak suka

Seperti yang saya bilang diatas bahwa basic motor ini adalah modelnya murni sport (opini saya) , untuk berkendara sendirian sangat cocok, saya sangat suka sekali, gaya dan bentuk sangat lah mendukung. Hanya saja bila untuk melibatkan pihak kedua atau ketiga atau untuk berboncengan keluarga maksudnya, dengan jok terpisah dan terpaut tinggi jok antar pengendara dan pebonceng, boleh dibilang kurang ‘friendly’ alias kurang bersahabat. Tapi mungkin  untuk pasutri muda yang belum punya anak wah pasti cocok, lebih romantis. …😘

 

Well, demikianlah sedikit review atau ulasan saya pada motor Suzuki GSX-R 150, semoga bermafaat.

(Thanks to Pak Eko, &  Pak Bangun , Suzuki Indojaya Gejayan)

 

Njajal Suzuki GSX-R 150 (Day 2)

Suzuki GSX-R 150 warna biru saat berada di daerah Panggang-

Cuaca mendung sedikit menciutkan nyali untuk menggeber si motor sport fairing yang keren ini, dan memang  yang banyak orang sekitar bilang ‘wangun’_ keren. Emang gitu sih, kalau dilihat-lihat bentuknya memang racy, proporsional, wangun, dan gagah, didukung ban yang gede(90/80 depan _ 130/70 belakang) jadi terkesan lebih mantab.

Oiya motor ini juga anti maling loh..si GSX-R, beberapa kali dikabarkan motor model ini gagal dicuri karena piranti keyless nya cukup handal membuat pencuri gatot (gagal total) mengutak-atik knop kunci kontak guna menghidupkan secara paksa motor ini.

Kembali ke jalur busway

Rabu (18/10) siang, menjadi destinasi kedua mengajak jalan-jalan si GSX-R, planing masih menuju ke Gunungkidul, ya meskipun lewat doang, tanpa tujuan tertentu. Namanya juga njajal motor.

Selepas dhuhur prepare sebentar, siapkan hp buat foto, mantel eh jas hujan dan gunakan piranti riding gear seadanya/ helm glove jaket santai, lalu meluncurlah ke arah Timur, menuju ke arah Imogiri, sebelum ke Pajimatan belok ke kanan atau ke arah selatan melewati lereng pegunungan Selopamioro hingga tembus sungai Oya, lalu ambil kiri, menyusuri jalan aspal kecil nan halus mengiringi sungai oya tadi.

Melewati dusun Sompok, nah di ujung dusun ini terdapat sebuah jembatan yang cukup fenomenal. Jembatan gantung berwarna kuning yang sering dibuat ajang selfie bahkan untuk syuting.

Namun sebelumnya kita akan melihat bentuk sebuah sawah berundak/terasiring di sisi utara , disini view cukup menarik, tapi perlu hati-hati ada satu titik jalan aspal yang tergerus sungai hingga tinggal setengahnya. Selepas jalan yang tergerus tadi, aspal sudah habis dan berganti jalan cor hingga sampai jembatan kuning.

Suzuki GSX-R 150/saat berada di Sompok

Suzuki GSX-R 150 Nampang di jembatan kuning

Setelah menyeberang melalui jembatan kuning ini, lalu saya ambil arah kanan atau ke arah Barat,  kembali menyusuri jalan kecil aspal halus meliuk-liuk mengikuti bentuk alur lereng maupun sungai. Hingga sampai atau bertemu jalan Imogiri- Panggang, hmmm Jalan kenangan dikala jaman muda dulu…😘

Di jalan inilah sebuah jalan alternatif pertama menuju kearah Gunungkidul, jalan menanjak dan berkelok.  Benar-benar akan menguji sebuah karakter motor.

Benar saja, akselerasi dan power si GSX-R yang berkarakter sport racing diuji disini. Untuk power boleh lah lolos uji. Akselerasi, saat manuver, menikung kanan, kiri, naik, turun, cukup mumpuni.

Disebuah bukit dusun Nawungan 1 Panggang

Kondisi jalan masih basah bahkan ada yang berair karena sepertinya habis hujan, tas senpat melihat gelapnya mendung dan pengendara lawan arah yang pada memakai jas hujan. Dengan ban IRC EXATO NR 88 cukup nge-grip juga.

Dan sampailah dipersimpangan, karena keterbatasan waktu saya ambil arah kiri untuk kembali ke rumah. Melewati Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Panggang- Purwosari-Parangtritis. Jalan lebar, meliuk-liuk dan sepi. Wuih disini nih ni tempat sebenarnya pengujian motor, akselerasinya, kemampuan ridernya, handlingnya, tapi ya itu tadi ini juga merupakan jalan, bukannnya sirkuit, yang pastinya ada pengendara lain baik searah dengan kita maupun berlawanan arah dari kita, jadi meski kudu tetap waspada.

Sampai  di Purwosari hingga Parangtritis kita dihadapkan dengan jalanan menurun dengan tingkatan yang berbeda, biasa, sedang hingga curam, perlu tetap konsentrasi penuh dan waspada, karena karaktwr jalanan di pegunungan pastinya menurun lalu membelok.

Sampai di Purwosari

Well, sampailah di kawasan wisata pantai Parangtritis, terus ke aeah Barat, melewati patai Parangkusumo hingga pantai Depok, lalu ambil kanan, menuju jalan Parangtritis-Jogja. Selepas jembatan Kretek, lha koq rada sepi, saatnya betot gas dan waw hingga di angka 125 kpj,  ga kaget tentunya bagi para pemilik atau yang telah uji test top speed motor ini, Kalau saya sih hanya sekedar iseng-iseng saja, karena banyak faktor tentunya, disamping di jalan raya, tidak berpengalaman, takut, dan menjajal motor  bukan untuk mengejar limit top speed , namun untuk menikmati motor dan mengetahui karakternya saja. Dan di top speed angka 125, sangat kentjang buat saya, luar biasa.

***

 

Mau Kunjungi Pabrik motor Suzuki? Berikut Syarat dan Ketentuannya

Syarat dan ketenyuan kunjungan ke Pabrik Suzuki

Melihat sebuah produksi suatu barang sungguh sangat mengasyikkan dan bahka kita akan bisa merasa terheran, seperti melihat sebuah proses produksi unit sepedamotor. Dari bagian-bagian kecil dirangkai hingga menjadi sebuah unit motor yang siap dipakai, dalam hitungan detik… Hmmm kita pasti akan berdecak kagum.

Nah jika berminat, tapi ini untuk sekolah dan Universitas, silahkan simak keterangan berikut

 

Syarat dan Ketentuan Kunjungan Pabrik Suzuki untuk Sekolah dan Universitas :

  1. Peserta siswa SD (kelas 4-6), SMP,SMA,SMK dan Universitas
  2. Jumlah peserta 100 orang termasuk guru pembibing
  3. Kunjungan pabrik diadakan dari hari Senin-Kamis mulai jam 09.00 pagi
  4. Peserta tidak dipungut biaya apapun oleh PT Suzuki Indomobil Motor
  5. Kami tidak memberikan jasa transportasi dari sekolah ke pabrik
  6. Materi kunjungan : Presentasi proses produksi, Keliling Pabrik, Grup Diskusi, Tanya Jawab & Games
  7. Semua peserta diwajibkan menggunakan sepatu tertutup dan bukan sepatu berhak (high-heels)
  8. Untuk permohonan kunjungan dapat mengirimkan Surat Permohonan Kunjungan 2 bulan sebelumnya ditujukan melalui email ke kunjunganpabrik@suzuki.co.id . Kami akan berkoordinasi melalui email untuk informasi selanjutnya.

Monggo jika berminat, silahkan Bapak_Ibu guru/ instansi pendidikan bisa segera mendaftar anak didiknya melalui email diatas.