Cuma 100 ribu, Tampilan GSX-R kamu makin Racy, keren abis dah

Suzuki GSX-R 150 saat berada di Imogiri

Modifikasi sederhana dengan menambahkan sesuatu maka akan menambah tampilan motor makin cakep.

Dengan mencopot spakboard belakang dan memasang undertail,. Maka Suzuki GSX-R 150 yang memang Racy abis ini akan semakin tampil racy totally.

 

Saat melihat video cara pemasangan nya pun sangatlah mudah, atau istilah nya PnP (Plug and Play), tinggal copot spakbor belakang lalu pasang undertail ini dan jadi deh.

Harganya pun sangatlah terjangkau, cukup dengan 1 lembar uang kertas pecahan terbesar yakni 100 ribu maka kita sudah mendapatkan barang ini, tapi belum ongkir loh ya. Sepertinya produk ini buatan Tangerang, Tangerang Selatan tepatnya.

Undertail Suzuki GSX-R /S 150

Untuk lampu sign juga sudah ada pada produk undertail ini jadi aman terkendali.

Lalu bagaimana tampilan nya berikut beberapa foto-fotonya, uang kebetulan teman saya sudah memasang nya :

Tampilan dari belakang Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Tampak dari belakang Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Detail tampilan Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Tampak dari samping kanan Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Keren abis bukan???

Bagaimana bro and sister ? Merasa teracuni???

 

Source : bro Oni

Advertisements

Update(Januari 2018) Harga Motor Suzuki Di Jogja

Dah ganti kalender, saatnya update harga terbaru niee…..

Suzuki GSX-R 150 saat berada di Imogiri

Tahun 2017 lalu Suzuki menggebrak dengan memproduksi & memasarkan motor sport fairing kelas 150 cc empat tak yakni Suzuki GSX series (GSX-R & GSX-S 150 untuk pasar domestik, serta GSX-R 125 untuk pangsa pasar luar negeri).

Eforia kehadirannya begitu menggemparkan dan memanjakan konsumen dengan memberi diskon cukup besar untuk membeli motor generasi penerus kejayaan Suzuki RGR/FXR.

Lalu untuk awal tahun baru 2018 ini kira kira naik enggak ya harganya?

Jika penasaran silahkan simak beberapa daftar harga motor suzuki semua series, dari skutik, bebek, hyperunderbone dan sport fairing, berikut ini ( OTR Jogja) :

New Product Suzuki Nex Ellegant :

  • Nex : 13.100.000

Suzuki Smash series :

  • Smash R : 13.050.000
  • Smash SR : 13.850.000

Suzuki matic Address series :

  • Address R : 15.150.000
  • Address limited : 15.500.000

Satria FU Injeksi 150 series :

  • FU 150 R : 22.300.000
  • FU 150 GP/BF : 22.600.000
  • FU 150 Predator : 22.750.000

New product Suzuki GSX 150 series :

  • GSX-150 S : 24.550.000
  • GSX-S Touring : 25.650.000
  • GSX-R 150 R : 29.000.000

Well, demikianlah Update harga motor Suzuki terbaru, Semoga bermanfaat…!!!

 

 

 

.

Fitur Unik Keyless Ignition system pada Suzuki GSX-R 150 R

Knop kunci kontak Suzuki GSX-R 150 dan remote

Sebenarnya hal ini sudah sedikit saya bahas pada artikel terdahulu saat ‘njajal GSX-R 150’ namun sepertinya ada yang kurang jika tidak dibahas secara terpisah. Karena untuk mengungkap sebuah keunikan butuh ruang yang sedikit lebih.

Yapz, fitur motor tanpa kunci kontak menjadi trend di masa kini. Atau istilah kerennnya ‘keyless’ keyless ignition system. Debuah metode menghidupkan mesin motor tanpa (memutar) kunci kontak. Secara kasat mata memang benar tanpa ada nya sebuah anak kunci, namun diganti tampilan dengan sebuah knop, seperti pada piranti memasak, kompor gas, maupun oven elektronik_microwave. Tapi overal kita tetep harus memutar knop seperti halnya memutar kunci kontak pada lazimnya di posisikan on, msupun ke mengunci stang. Sistem keyless ini memsng sedang tren untuk motor motor kelas eropa. Khusus nya kelas metik.

Lalu apa hebatnya sistem ini ?

Disamping menjadi sebuah fitur termoderntermodern, juga efektif memberi perlindungan lebih keamanan motor dari tindak pencurian.

Beberapa kali diberitakan, Suzuki GSX-R 150 R yang mengadop sistem ini gagal dibobol maling.

Ada ragam keunikan pada keyless di Suzuki GSX-R 150R, yang dilengkapi dengan sebuah remote minimalis satu tombol saja. Setelah remote dipencet, lampu kecil biru pada knop keyless yang nangkring di ujung tangki sisi depan atas tersebut menyala bersamaan dengan menyalanya seluruh  lampu tang ada di motor, (menyala berkedip/ hazar), baru knop bisa diputar ke posisi ON maupun jika ingin mencabutnya.

Oiya meskipun keyless dan berwujud knop, namun tetap ada anak kunci yang menempel diknop, untuk membuka tanki bbm maupun membuka bagasi pada single seat.

Keunikan atau kecanggihan pada sistem ini adalah  motor Suzuki GSX-R 150R tidak bisa dinyalakan jika remote diluar radius 1 meter dari motor. Hebat khan.

Lalu kebalikannnya, sistem alarm feedback pada motor ini bisa bekerja pada radius 50 meter. Jadi jika kita memencet tombol remote sejauh maksimal 50 meter dari motor ini, maka sistem alarm atau lampu-lampu motor akan  menyala berkedip dua kali) , guna memudahkan kita mencari motor saat ditempat parkiran.

Integrasi antara remote dan motor dihubungkan dengan metode password atau ID_Number khusus & berbeda antara motor Suzuki GSX-R, hal ini pastinya untuk mengantisipasi tertukarnya motor. Setelah melakukan pembelian unit, maka pemilik akan diberikan ID_Number untuk password keyless. Inilah kuncinya, ID_Number harus diingat-ingat jika perlu di catat dan meski dirahasiakan tentunya.

Untuk apa?

Hal ini dilakukan untuk penggantian / duplikasi remote, jika remote hilang ataupun rusak. Saat penggantian remote baru maka butuh ID_Number yang sama.

Jika lupa , ya mesti harus ganti total, yang biaya nya mahal.

Mengutip dari akun facebook Suzuki Indrapura, Remote Keyless Bisa Diduplikat sampai 5 Kali, Harga Per Remote Keyless seharga 680K

Sedangkan Biaya Ganti Total 1.700K, Harga yang Fantastic.

Apabila Remote Keyless Hilang, GSX Hanya Bisa Di Nyalakan Dengan Memasukkan ID Number.

Well, itulah sedikit tentang keyless pada Suzuki GSX-R 15R, semoga bermanfaat…!!!

Njajal Suzuki GSX-R 150 (Day 3/ final)

Suzuki GSX-R 150 saat berada di Imogiri

Setelah kurang lebih 5 hari ‘jalan bareng’ bersama si penerus generasi Suzuki RGR ini, saya bisa menarik beberapa kesimpulan mengenai motor ini. Dengan menilik juga penilaian dari orang-orang sekitar. Dan pastinya dengan keterbatasan pengetahuan saya sebagai orang awam saja yang tidak melek akan mesin, teknis dan lainnya saja.
Dan juga akan saya simpulkan pula konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan oleh si GSX-R ini.

Ok, lets begin

Performa & Power

Setelah mengendarai si GSX-R 150 berkubikasi mesin 147cc di daerah pegunungan (jalanan naik-turun & berkelok) , penggunaan harian (jalan rata & salip kendaraan lain). Di pegunungan cukup mumpuni, kuat menanjak dengan gigi 3,  Aksekerasi juga terbilang responsip . Di daratan eh di jalan rata, motor ini taste ber-power begitu besar, seperti motor berkubikasi 250. Power atau tenaga, boleh dibilang cukup melimpah, enak buat diajak lari 100 km/j , itu pun juga pada gigi 5, dan kemarin jarang banget gunakan gigi teratas atau gigi 6.

Handling

Dengan postur tubuh saya yang minimalis, tinggi 160cm berat badan 60kg, memgendarai motor dengan tinggi jok 785mm, memang sedikit rada jinjit kaki untuk menapak tanah, sedang bobot mesin motor ini 131kg. Boleh dibilang rada sedikit kesusahan untuk men-syahrinikan….😁 eh maksudnya me maju_mundur kan motor ini dalam keadaan mesin mati, atau disaat memarkirkan. Tapi saat mesin sudah menyala atau saat melaju, baik saat di jalan rata saat menyalip, zig-zag diantara kendaraan lain, ataupun saat melibas tikungan dan naik_turun di jalana pegunungan , motor ini cukup nurut, bisa dikata gampang dihandle/ dikendalikan.

 

Riding position

Motor ini basic nya sport fairing murni,  atau berbasis motir balap, jadi model dibuat sedemikian rupa menyerupai motor balap (yang digunakan balap di / lintasan/ sirkuit). Tinggi stang dibuat underyoke atau tingginya sejajar dengan tempat duduk, jadi otomatis badan condong kedepan. Begitu pula footsteep, di letakkan sedikit kebelakang, jadi posisi kaki sedikit menekuk ke belakang (style Racing),   untuk menikung dan gaya balap (melaju kencang) dengan hal tersebut, menurut saya terasa sangat nyaman atau suport sekali. Hanya saja dengan  begitu, beban badan tertumpu di tangan terutama pada pergelagan tangan, sedikit cepat pegal.

 

Konsumsi bbm

Selama penggunaan sejauh 245 km, saya mengisi  bahan bakar minya jenis pertamax sebayak 6,7 , jadi jika dibagi satu liternya mampu untuk sejauh rata-rata 36 km, CWIIW aaya menggunakan metode full to full.

Penilaian orang

Banyak orang awam terkesima dengan desain motor ini, didukung dengan warna biru juga kali ya, jadi sepertinya lekukan begitu jelas terlihat racy, eksotik. Meskipun desain  lampu depan model single, yang mana sat ini sedang tren-nya namun tida megurangi nilai. 

Harga

Setelah mengetahui harganya (29 juta OTT Jogja), tanggapa dari orang sekitar (teman, tetangga , orang tua), mereka berujar, “harganya cukup bersahabat (murah)”, lha simbok saya yang tidak tau harga motor wae bilang gitu je…

Fitur

Ada banyak ditur modern dan canggih di motor ini, meskipun segi harga murah tapi tidak murahan to. Lampu depan sudah LCD, dan sudah sistem otomatis menyala dikala knop kunci kontak di posisi kan on (meski mesin belum menyala). Bentuk dashboard speedometer cukup menarik, seperti model padamotor MotoGP, proporsional, tidak terlau kecil maupun terlalu besar dan mudah terbaca. Ada jam-nya, ada peringatan ganti oli, lampu petunjuk turn_signal terpisah, meminimalisir lupa kembali posisi netral. Ada petunjuk gigi persneling,  Speed pastinya.

Speedometer Suzuki GSX-R 150

Dan fitur yang modern dan hanya dimiliki Suzuki GSX-R 150 adalah model kunci kontak knop (keyless) dan plus remote, uniknya motor tidak bisa dinyalakan (knop tida bisa diputar pada posisi ‘on’) bila remote lebih dari radius 1 meter, akan tetapi remote nya mampu bekerja pada radius 50 meter untuk menyalakan lampu-lampu atau sistem alarm, guna memudahkan pencarian motor, semisal di tempat parkiran. Meskipun keyless, knop kunci kontak bisa dilepas untuk membuka tangki bbm dan bagasi pada jok belakang (single seat).

Knop kunci kontak Suzuki GSX-R 150 dan remote

Satu fitur yang patut saya acungi jempol adalah easy start system-nya, yakni sekali pencet tombol starter, maka mesin langsung menyala.

Sekali pencet tombol mesin langsung menyala karena easy start system Suzuki GSX-R 150

 

Suka- tidak suka

Seperti yang saya bilang diatas bahwa basic motor ini adalah modelnya murni sport (opini saya) , untuk berkendara sendirian sangat cocok, saya sangat suka sekali, gaya dan bentuk sangat lah mendukung. Hanya saja bila untuk melibatkan pihak kedua atau ketiga atau untuk berboncengan keluarga maksudnya, dengan jok terpisah dan terpaut tinggi jok antar pengendara dan pebonceng, boleh dibilang kurang ‘friendly’ alias kurang bersahabat. Tapi mungkin  untuk pasutri muda yang belum punya anak wah pasti cocok, lebih romantis. …😘

 

Well, demikianlah sedikit review atau ulasan saya pada motor Suzuki GSX-R 150, semoga bermafaat.

(Thanks to Pak Eko, &  Pak Bangun , Suzuki Indojaya Gejayan)

 

Njajal Suzuki GSX-R 150 (Day 2)

Suzuki GSX-R 150 warna biru saat berada di daerah Panggang-

Cuaca mendung sedikit menciutkan nyali untuk menggeber si motor sport fairing yang keren ini, dan memang  yang banyak orang sekitar bilang ‘wangun’_ keren. Emang gitu sih, kalau dilihat-lihat bentuknya memang racy, proporsional, wangun, dan gagah, didukung ban yang gede(90/80 depan _ 130/70 belakang) jadi terkesan lebih mantab.

Oiya motor ini juga anti maling loh..si GSX-R, beberapa kali dikabarkan motor model ini gagal dicuri karena piranti keyless nya cukup handal membuat pencuri gatot (gagal total) mengutak-atik knop kunci kontak guna menghidupkan secara paksa motor ini.

Kembali ke jalur busway

Rabu (18/10) siang, menjadi destinasi kedua mengajak jalan-jalan si GSX-R, planing masih menuju ke Gunungkidul, ya meskipun lewat doang, tanpa tujuan tertentu. Namanya juga njajal motor.

Selepas dhuhur prepare sebentar, siapkan hp buat foto, mantel eh jas hujan dan gunakan piranti riding gear seadanya/ helm glove jaket santai, lalu meluncurlah ke arah Timur, menuju ke arah Imogiri, sebelum ke Pajimatan belok ke kanan atau ke arah selatan melewati lereng pegunungan Selopamioro hingga tembus sungai Oya, lalu ambil kiri, menyusuri jalan aspal kecil nan halus mengiringi sungai oya tadi.

Melewati dusun Sompok, nah di ujung dusun ini terdapat sebuah jembatan yang cukup fenomenal. Jembatan gantung berwarna kuning yang sering dibuat ajang selfie bahkan untuk syuting.

Namun sebelumnya kita akan melihat bentuk sebuah sawah berundak/terasiring di sisi utara , disini view cukup menarik, tapi perlu hati-hati ada satu titik jalan aspal yang tergerus sungai hingga tinggal setengahnya. Selepas jalan yang tergerus tadi, aspal sudah habis dan berganti jalan cor hingga sampai jembatan kuning.

Suzuki GSX-R 150/saat berada di Sompok

Suzuki GSX-R 150 Nampang di jembatan kuning

Setelah menyeberang melalui jembatan kuning ini, lalu saya ambil arah kanan atau ke arah Barat,  kembali menyusuri jalan kecil aspal halus meliuk-liuk mengikuti bentuk alur lereng maupun sungai. Hingga sampai atau bertemu jalan Imogiri- Panggang, hmmm Jalan kenangan dikala jaman muda dulu…😘

Di jalan inilah sebuah jalan alternatif pertama menuju kearah Gunungkidul, jalan menanjak dan berkelok.  Benar-benar akan menguji sebuah karakter motor.

Benar saja, akselerasi dan power si GSX-R yang berkarakter sport racing diuji disini. Untuk power boleh lah lolos uji. Akselerasi, saat manuver, menikung kanan, kiri, naik, turun, cukup mumpuni.

Disebuah bukit dusun Nawungan 1 Panggang

Kondisi jalan masih basah bahkan ada yang berair karena sepertinya habis hujan, tas senpat melihat gelapnya mendung dan pengendara lawan arah yang pada memakai jas hujan. Dengan ban IRC EXATO NR 88 cukup nge-grip juga.

Dan sampailah dipersimpangan, karena keterbatasan waktu saya ambil arah kiri untuk kembali ke rumah. Melewati Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Panggang- Purwosari-Parangtritis. Jalan lebar, meliuk-liuk dan sepi. Wuih disini nih ni tempat sebenarnya pengujian motor, akselerasinya, kemampuan ridernya, handlingnya, tapi ya itu tadi ini juga merupakan jalan, bukannnya sirkuit, yang pastinya ada pengendara lain baik searah dengan kita maupun berlawanan arah dari kita, jadi meski kudu tetap waspada.

Sampai  di Purwosari hingga Parangtritis kita dihadapkan dengan jalanan menurun dengan tingkatan yang berbeda, biasa, sedang hingga curam, perlu tetap konsentrasi penuh dan waspada, karena karaktwr jalanan di pegunungan pastinya menurun lalu membelok.

Sampai di Purwosari

Well, sampailah di kawasan wisata pantai Parangtritis, terus ke aeah Barat, melewati patai Parangkusumo hingga pantai Depok, lalu ambil kanan, menuju jalan Parangtritis-Jogja. Selepas jembatan Kretek, lha koq rada sepi, saatnya betot gas dan waw hingga di angka 125 kpj,  ga kaget tentunya bagi para pemilik atau yang telah uji test top speed motor ini, Kalau saya sih hanya sekedar iseng-iseng saja, karena banyak faktor tentunya, disamping di jalan raya, tidak berpengalaman, takut, dan menjajal motor  bukan untuk mengejar limit top speed , namun untuk menikmati motor dan mengetahui karakternya saja. Dan di top speed angka 125, sangat kentjang buat saya, luar biasa.

***