Ungkapan Kegembiraan Dimas Ekky ‘Debut’ di Moto2

Dimas Ekky Pratama – dok.dimasekky

Dimas Eky Pratama sosok pembalap muda berbakat binaan PT Astra Honda Motor (AHM), mendapat kesempatan bagus untuk tampil di balap bergensi MotoGP kelas Moto2.

Dimas akan turun di kelas Moto2 bersama tim Gresini Racing di Sepang International Circuit, Malaysia (28-29/10), menggantikan pebalap Jorge Navarro yang mengalami cedera saat bertanding di Philips Island, Australia pekan lalu.

Pembalap asal Depok ini merasa sangat gembira dan seakan mendapat kesempatan emas.

Berikut ungkapan kegembiraan Dimas Ekky

Dimas Ekky Pratama

Saya sangat gembira, sungguh perasaan yang sangat luar biasa, semuanya dimulai dua hari yang lalu ketika bapak Anggono Iriawan -Senior Manager Safety Riding & Motor Sports PT Astra Honda Motor- meminta saya untuk mengejar penerbangan ke Sepang. Saya kira hanya untuk menonton balapan di sana, tapi kemudian beliau menyuruh saya membawa baju balap dan helm di koper saya. Saya sangat terkejut saat mengetahui bahwa saya akan menggantikan Jorge Navarro; ini adalah kesempatan emas bagi saya, karena saya akan meraih impian saya untuk berlomba di Kejuaraan Dunia Moto2. Di sisi lain, saya merasa sedih menjadi rider pengganti dari pebalap yang cedera. Saya berharap Navarro cepat pulih dan kembali bugar untuk balapan berikutnya. Pekan ini, saya akan berjuang dengan segenap kemampuan saya dan menggunakann kesempatan yang diberikan oleh Astra Honda Motor dan tim Gresini Racing kepada saya dengan sebaik mungkin.”
.
#(source : astra honda racing team )

Dimas Ekky Pratama

 

Dan berikut profil dari Dimas Ekky Pratama :

Nama :                         Dimas Ekky Pratama

Nama Panggilan :        Dimas

Nama Julukan :            Red Forehead

Tempat Lahir :              Depok, Indonesia

Tanggal Lahir :             26 Oktober 1992

Tinggi Badan :              175cm

Berat Badan :                65Kg

Hobi :                            Sepeda, Lari, Motocross

Makanan Favorit:          Pecel, Sop, Sate dan masakan Ibu

Website :                       http://www.dimaspratama20.com

Twitter :                         @OFFICIALDimas20

Facebook Fans Page :   http://www.facebook.com/pages/Dimas-Ekky-Pratama

Instagram :                     dimaspratama20

Prestasi :

2013 :      Juara  1 Suzuka Endurance 4hour Championship

Peringkat 3 Kejuaraan Nasional Supersport 600cc

2012 :      Peringkat 2 Kejuaraan Nasional Supersport 600cc

Peringkat 6 Kejuaraan Asia Road Racing Championship

Rookie of the year Asia Road Racing Championship

2011 :      Peringkat 5 Kejuaraan Nasional Supersport

2010 :      Peringkat 4 Kejuaraan Nasional Supersport (source ; dimaspratama20.com)

.

Kisah Lain Dewi Siti Hawa bersama ‘Perjalanan Cahaya’ : Wujud Kepedulian Komunitas Biker Purwakarta

Kegiatan akhir pekan dari para biker maupun komunitas (klub) tidak melulu untuk bersenang-senang, dan bersifat individualisme, seperti touring makan-makan dan lain sebagainya, Tapi ada kalanya kegiaan mereka berupa rasa simpati atau kepedulian ke sesama. Mengunjungi wilayah yang belum terjamah oleh modernitas maupun tangan-tangan penolong lain.

Seperti sebuah perjalanan Dewi Siti Hawa (lady biker) bersama Perjalana Cahaya Purwakarta yang dikisahkan kepada saya;

Saat Uang Ada Tapi Bukan Segalanya di
kampung Tegal-Panjang

Minggu,30 Juli 2017: dini hari jam 3 pagi saya mulai gas pelan pelan dari Cirebon menuju Pantura,
seperti biasa sendirian.

Angin bulan Juli yang menerpa kencang membuat ‘kebo besi’ terbawa oleng sana-sini dan debu yang menyapu jalanan hampir menggoyahkan niat saya untuk pergi. Tapi satu kisi hati membisik lebih kuat dari kisi lainnya untuk menabung pahala lebih keras lagi, atau setidaknya 50 50(fifty-fifty)
50 akherat 50 duniawi.

O iya bagi yang belum tau apa itu Perjalanan Cahaya,  baiknya saya jelaskan terlebih dahulu, bahwa Perjalanan Cahaya merupakan perjalanan dengan roda dua menyusuri kampung yang jauh dari perkotaan untuk mengetahui masalah sosial yang terjadi disana terutama masalah penerangan dan membaca.

Buat saya pribadi ‘perjalanan cahaya’ adalah salah satu tujuan saya dalam menjadi manfaat buat orang lain yang ada kaitannya dengan hoby.
Sambil motoran-sambil menabur benih kebaikan dengan pengharapan menuai kebaikan lalu karma-karma baik pun berdatangan.. Amin.
Yang kalau di Cirebon sendiri , ada komunitas wong Cirebon dengan giat bhakti sosialnya.
Sekali sekali keluar dari komunitas sendiri mencari inspirasi untuk kemudian dikembangkan dan diterapkan di kota sendiri.

Kembali ke perjalanan pagi ini di daerah Loh Bener, saya bertemu kemacetan di arah yang berlawanan, saya tidak mencari tau apa yang terjadi tapi memang ada banyak sekali pak Polisi.

Melanjutkan pelan-pelan saja menembus dingin pesisir sepanjang pantura ini membuat saya sedikit menggigil.
Sampai di perbatasan atau lebih tepatnya memasuki gapura kab. Subang ,

Ini lho hiburan menarik buat saya di kilometer ini adalah para bapak-bapak penangkap lembaran uang di sepanjang jembatan di kanan-kiri jalan, lengkap dengan ‘sapu-terbang-nenek sihirnya’ satu orang satu sapu. Sambil lewat sambil melepaskan beberapa lembar rupiah yang dengan sigap ditangkap para pemburu .. SERU!!

Matahari mulai nampak saat saya melaju di kilometer 100 , seperti biasa 120 km ditempuh 2 jam saja pukul 5 pagi saya sudah di Cikampek.
Menunggu dijemput om Rama founder dari Perjalanan Cahaya Purwakarta di gerbang tol Cikopo, sambil memesan segelas kopi dan mie-gelas-instan saya menikmati pemandangan bus yang ngetem menunggu penumpang.
Sebua rutinitas pagi yang mulai hidup.
Eeee…..ternyata saya salah menunggu, karena seharusnya alamat yang saya cari masih jauh di depan sana di gerbang tol berikutnya yakni di  tol Sadang, hadew…..haha…..
“maaf ya om rama jadi nyari nyari saya”
Tiba di rumah om Rama, teman-teman sudah berkumpul dan tidak lama kemudian kami bergegas menuju TKP.

Sebenarnya kampung Tegal Panjang tidak terlalu jauh dari pusat kota Purwakarta, hanya berjarak 30 km saja.
Tapi, akses untuk menuju ke kampung tersebut tidaklah semudah biasanya.

Dari jalan aspal utama kemudian jalan desa, jalan kampung  jalan batu, kemudian setapak, berakhir dengan jalan digalangan sawah sepanjang 1 km. Benar benar desa yang sulit dikunjungi bukan?

2 bulan yang lalu saat team ‘Perjalanan Cahaya’ datang berkunjung dikampung ini, belum masuk listrik dan sebenarnya kedatangan perjalanan cahaya kali ini memang untuk kepentingan ini.
Tetapi ternyata kemudian saat perjalanan cahaya datang kembali ternyata sudah ada pemasangan listrik dari pemerintah, jadilah misi perjalanan cahaya beralih kepada giat sosial yang kali ini kebetulan sekali adalah terlihat sebuah masjid jami’ atau lebih tepatnya mushola yang karena keterbatasan banyak hal, dan juga digunakan untuk ibadah sholat Jum’at yang keadaannya sangat miris sekali.

Mushola Loh Bener Tegal Panjang

Untuk membenahi mushola ini lah perjalanan cahaya datang lagi membawa semua donasi yang dibutuhkan.
Target utamanya mushola, tetapi disamping mushola terdapat balong , dimana balong merupakan sumber air utama penduduk kampung ini digunakan untuk segala keperluan termasuk kebutuhan memasak.

‘Balong’ kampung Tegal Panjang

Saya hampir menangis, jadi keinget dirumah air bersih melimpah ruah bahkan buat cuci bee saja pakai air pam, apalagi saat jamuan makan siang tiba rasanya hati ini sedih sekali mengingat saya itu termasuk rewel soal makan. Kalo tidak suka makanannya memilih untuk tidak dimakan. Tapi dikampung ini says tidak punya pilihan .. Tidak ada jajanan cemilan apalagi ice cream , yang ada cuma nasi-ikan asin & garam, yang penting bisa mengganjal perut dan ada tenaga untuk bekerja di ladang.

Menu siangku

Jajan bakso bisa jadi cuma sekali sekali saja sebab baso cuma ada di desa terdekat jaraknya sama dgn jarak tempuh perjalanan cahaya menuju desa ini. Wew..

Penduduk kampung ini mengaku mereka punya uang tapi tidak tau akan digunakan untuk apa?

Tidak ada ice karena tidak ada yg punya kulkas tidak ada tukang rujak, siomay, mpe-mpek. apalagi k-pop dan sejenisnya.

Rumah saja berhadap hadapan dengan kandang kambing , tidak ada MCK(Mandi Cuci Kakus) permanen ..

Karena untuk mengadakan bahan baku bangunan akses jalan menuju tempat ini tidak memungkinkan.

Tidak ada gadget, tidak ada komputer, tidak tersentuh teknologi peradaban.

Sehari saja disini saya bingung saya sungguh tidak percaya saja dengan apa yang saya lihat.

Akhirnya saya terisak juga saya malu pada diri sendiri yang sering mengeluh yang sering tidak puas diri.

 

Perjalanan ini semoga dapat menjadi inspirasi dan mengetuk hati teman teman semua…..Ternyata bukan cuma langit yang untuknya kita harus mendongak keatas lalu terlupa bahwa dibawah ada bumi yang diatasnya kita berjalan mondar-mandir ……Jadi manusia yang sadar akan dirinya dan tidak lupa untuk selalu bersyukur.

 

Salam adventure..

.

 

Omen & Ladybiker-Lies April Yanti

Lies April Yanti & Omen

Selalu menarik untuk menyimak sebuah kisah dari belahan-jiwa (soulmate) se seorang. Meskipun belahan  jiwa tidak selalu berwujud sosok makhluk hidup. Adalah ‘Omen’, penamaan untuk motor atau tunggangan atau kuda-besi milik dari lady biker Lies April Yanti asal Depok Jawa Barat.

Omen? Kenapa dinamai Omen? Untuk jawabannya silakan simak kisahnya hingga akhir, yang mana saat ini Omen juga sedang ikut tampil dalam sebuah sinetron garapan SCTV yang dibintangi oleh Stefan ‘Boy’ William dan akan tampil dalam waktu dekat.

Dan inilah kisah Omen & Lies April Yanti…

“Awalnya aku ‘pake’ satria(suzuki satria FU)/di awal-awal tahun 2010, dan waktu itu aku kerja sebagai beauty consultan (bc/ba) salah satu product perawatan kulit, yang sebenarnya sangat bertolak-belakang dengan hoby ku.. karena kerjaan ‘ku lumayan menyita banyak waktu. Berangkat pagi-pulang malam, libur sehari dan ‘weekday’ pula..hadewww…. jd motor ku yang masih satria FU  itu ga pernah kecuci.. karena aku-nya dah sibuk kerja,  buat bayar motor n’ bensin. Sampai-sampai kalau pulang kerja kumpul ma ‘teman-teman motor’, mereka bilang “motorku dekil”.

Lah emang bener sih, nyuci nya aja bisa sebulan sekali, itu juga  kalau bener-bener dah kotor.. haha.. parah dah. Dan sampai  ada yang bilang “kayak tikus got.” Salah satu teman-ku nyeletuk  “kayak OMEN.. itu tuh tikus nya Dono-film Warkop DKI.”

Nah sejak itu motor ku di panggil Omen.. n jadi motivasi buat aku, pikiran ku. Omen itu keringat ku. Benar juga kata teman..” Ini hasil jerih payahku.. kenapa ga di rawat”..

Nah sejak itu lah.. aku ga mau Omen kotor. Gajiku kusisihkan buat omen, buat ngerawat Omen. Jadi sering kemana-mana n bahagia ma Omen..

Lies April Yanti & Suzuki satria FU, omen pertama

Sebenernya impianku sejak dulu pengen banget punya motor Ninja, motor yang paling aku suka di antara yang lain, iya…kawasaki ninja, terutama Ninja 150RR. Karena pernah nyobain RR milik temen n ngerasain sensasi jambakan setan-nya (istilah anak-anak pecinta 2-tak untuk sensasi super KIPS-nya).

Tapi meskipun masih pake FU, impian-ku untuk pengen punya Ninja ga hilang begitu saja, aku tetap semangat n berusaha tuk wujudin dengan terus berusaha. Makanya, aku mulai kerja lembur-lembur terus, biar bisa nabung n dapatin Ninja RR seperti yang aku mau.. 😊

***

Namun sayang seribu sayang, musibah itu datang, dipertengahan tahun 2012, motor FU-ku di rampas oleh penjahat. Plus uang tunai dan  surat-surat penting lainnya yang berada di dalam tas….😢😢😢…’game over’ bagiku.

Padahal rencana saat itu, motor FU & uang tersebut buat nanti di jual dan dipakai untuk DP beli  New Kawasaki Ninja 150 RR. Aku sempet frustasi…down n ga da semangat hidup..😩….

Hingga akhirnya ada satu teman dari club Ninja Jakarta yang mau bantu untuk minjemin uang buat DP Ninja RR seken(second).. bahagia nya tak terkira…sampai-sampai aku nangis saking bahgia nya .. n terharu..😂 Ternyata masih ada yang mau bantu aku. Alasan dia bantu karena dia tau aku begitu sayang Omen n dunia motor adalah hidup ku..” jangan sampai semangat ku mati” .. itu pesan nya. (aku selalu doakan kesehatan dan kebahiagiaan orang yang sudah membantu aku ‘berdiri’ sampai sekarang ini .. beliau adalah senior di salah satu club Ninja Jakarta, yang sudah seperti abang kandung sendiri, dan keluarga-pun juga sudah menganggap beliau saudara sendiri. Dan yang bikin aku salut lagi.. beliau ga pernah mau di sebutin namanya n minta aku untuk diam(merahasiakannya) .. “cukup aku, beliau dan keluarga-ku yang tau ” katanya. Maka dari itu, sampai ‘detik ini’ dan selamanya aku ga akan pernah melupakan n selalu berdoa untuk kesuksesan dan kebahagaiaan beliau dan keluarga-nya. Hingga akhirnya aku bisa mengganti uang beliau meski itu pun setelah Omen RR lunas.)

Mulai saat itu aku semangat lagi.. n dengan uang pinjaman itu aku bisa kredit RR seken warna hitam, warna favorit-ku. Mulai semangat kerja lagi.. 🙌

***

Karena Omen RR  bukan buatan taun muda dan sudah tangan kedua…maka banyak bagian Omen yang sakit/rusak atau istilah ku ‘kena’, blok kena-seher kena.. carbu juga kena.. semua pelan-pelan aku benerin-aku obatin. Semua gaji n jerih payah-ku bekerja, semua buat omen RR. Asal Omen sehat itu dah cukup buat aku.

***

Lies April Yanti saat bersama Omen RR di sirkuit Sentul

😀.. Suka-duka dengan omen RR bener-bener tak terkira.. touring ke Garut, Lampung, Nyentul ma omen RR, mogok di jalan.. sampai di julukin biang troble karena apa-apa aku ma Omen rr mulu yang troble😂😂.. pokoknya susah-senang .. tangis-tawa-bahagia semua dah aku lewati bersama Omen RR.

***

Tapi kesemuanya itu berakhir takala suami kebetulan melihat nota pembelian ‘shock breaker’ si Omen yang  senilai ‘2 komaan'(2 jutaan) di atas lantai. Saat itu bagai disambar geledeg…sepertinya nota terjatuh dari tas.. dan alhasil ketauan lah kalau aku habis ‘belanja’ buat Omen.  Dan sepertinya itu menjadi ‘jajan’ yang terakhir buat Omen. Meski sempet debat ma suami karena dia minta aku untuk ngejual RR Omen. Dengan alasan Omen dah terlalu sering ‘jajan’. Dan ternyata semua nota pembelian yang buat ganti ban.. ganti rante.. ganti blok n nota belah-mesin juga ganti seher n carbu smua dia pegang n dia tunjukin ke aku…😊😊. weleh.. ternyata  dia kumpulin dari tempat sampah  dapur.. sewaktu aku membuangnya..😏 . Itu yang menjadi puncaknya dia marah besar.. karena jerih payah kerja aku selama ini hanya selalu untuk motor. Aku sempet shock.. dan mengancam akan keluar dari rumah jika motor mo di jual, dalihku karena itu jerih payahku.. aku pikir aku ga akan bisa ma Omen lagi n motoran lagi.  Eh terrnyata maksud dia baik, takut aku terus-terusan jajanin Omen, makanya dia suruh jual.. padahal Omen dah sehat.. dah garing.. dah montog. Dan dia nawarin jual RR untuk diganti Ninja 250FI, dan  dia mau bantu untuk ‘bulananya’.. alhamdulillah..😘

Akhirnya aku pun ngikutin kata suami untuk ngejual RR itu,  walau berat n ga bisa nahan tangis..sampai-sampai yang beli aja heran,  karena aku sambil nangis sesenggukan.

Masih sambil sesenggukan, aku  kasih surat-suratnya ke si pembeli Omen, n berpesan untuk ngejaga Omen RR baik-baik selama dia pegang.  Alhamdullah, Omen RR old thn 2008 jatuh ke tangan rider yang baik dan ngerwatnya sampai sekarang.

***

Lies April Yanti bersama Omen Kawasaki Ninja 250 Fi

Setelah RR Omen laku , di akhir 2015 hasil jualnya aku pakai untuk DP Ninja 250 FI, masih warna kesukaanku hitam. Dan aku bersyukur … aku bisa wujudin semua impian dan mimpi aku…

Dari ‘metamorfosis’ pun terjadi saat   satria FU berganti ke KRR 150 dan ganti  Ninja 250fi sekarang-pun semuanya tetap dengan nama yang sama, aku kasih nama Omen, agar tetap berasa ‘jiwa Omen’ selalu ada di sampingku, makanya aku sayang banget ma motorku..

OMEN .. hasil keringat ku.. impian ku.. n belahan jiwaku.. hingga aku bela-belain resign dari kerjaan karena biar bisa lebih banyak waktu ‘motoran’ n riding ma Omen. Untung nya  keluarga dah serahin semua keputusan ke aku.. n jadi punya banyak waktu ma keluarga.. n tetap bisa motoran riding ma Omen ku. Hanya saja karena dah ga kerja, ya sempat bingung sih, “gimana bisa riding n touring ma omen kalo ga ada pemasukan”.. apa lagi prinsip aku,  aku ga akan pernah libatkan keuangan keluarga untuk masalah motoran.. apa lagi ngerepotin suami.. soal motor ya urusan ku.. dari bensin hingga akomodasi touring dll.. makanya walau ga kerja aku tetap berusaha cari pemasukan dengan jualan Online. Dan lumayan bisa dapet kecil-kecilan buat riding n urusan motor. Jadi gak ganggu uang belanja dari suami.  Dan aku percaya.. sesuatu yang di jalani dengan senang dan ikhlas.. pasti akan membuahkan hasil yang baik pula..

Dan  benar saja, baru-baru  ini aku dapat kabar baik dari temen club, kalo Omen mau di sewa buat syuting sinetron.. ah seneng nya . Alhamdulillah.. walau bukan jadi peran utama alias bukan kuda-besi nya si pemeran utama, yaa paling tidak omen nya bisa bantu aku kerja.. 😀. Dia seolah-olah tau  kalau aku-nya lagi butuh uang juga kali ya.. makanya dia ikutan kerja.. 😀.. cuma karena Omen warnanya  hitam.. otomatis ya gitu deh, jadi  penjahat.. atau penunggangnya yang antagonis gitu.. atau yang ngerjain pemeran utamanya n terkesan ugal-ugalan di jalan.  Padahal aslinya ga gitu loh, dia lembut sama seperti ridernya😀..😊

Belum lama ini dia ikutan di sinetron yang ada pemeran BOY(Stefan William) yang sebentar lagi mo tayang di SCTV . Cuma yaa selalu gitu deh …. jadi motor yang ngejar- ngejarin atau ngerjain si Boy nya.. haha.. gak pa pa deh.. yang penting khan bukan aslinya kayak gitu.. semoga penonton juga paham kalau itu fiktif belaka. Lagi pula Omen khan cuma lewat doang . Pasti juga ga akan ada yang ngenalin Omen di jalan.. 😀. Cukup aku dan omen-ku .. itu yang paling penting.. bahagiaku adalah Omen ku😀.. love u so much Omen ku.. Baca lebih lanjut

Dewi Siti Hawa Sosok ‘Lady Single Fighter’ Dari Cirebon

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Jika sampeyan mencari sosok gadis seperti ini pastilah akan amat kesulitan, seakan hanya ada 1000:1 dibumi nusantara ini. Cobalah anda cari dikota anda, satu cewek yang hobi touring berkendara dengan motor ke luar kota, dan sendirian lagi.

Dialah Dewi Siti Hawa, gadis kelahiran kota dengan sebutan kota Udang maupun kota Wali memanglah terlahir dan dibesarkan di kota yang ber-motto Berintan (Bersih Indah Tertib Aman). Jika sampeyan salah satu teman saya di facebook, mungkin telah kenal dengan dirinya, sosok gadis pemberani ini. Apalagi anda salah satu yang tergabung dalam klub motor Yamaha Byson.  Dulunya di facebook ia bernama Bianglala Senja, lalu belum lama ini doi merubah namanya menjadi Dewi Cirebon dan kini gadis yang suka dengan  potongan rambut cepak ini menggunakan nama aslinya.

Kenal dengan si penunggang Yamaha Byson ini di facebook semenjak Juli 2014, semakin ke sini semakin tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang dirinya yang gemar akan sebuatan Single Fighter, sebuah sebutan di dunia roda dua yang menyebutkan bahwa seorang pengendara sepedamotor yang sering bepergian/touring keluar kota sendirian.

Dengan seringnya meng-upload foto-fotonya dibeberapa kota, hanya bisa berucap dalam hati, “hebat nih gadis kerjaannya touring melulu,” apalagi mengetahui kalo seringnya touring sendirian, hmmm tambah geleng-geleng kepala, berdecak kagum.

Dewi Siti Hawa- koleksi pribadi

Siapa sih sebenarnya sosok Dewi ini?

Doi merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara ini memiliki sifat introvert/cenderung menutup diri dan pendiam pastinya, boleh di bilang asal muasal kecintaan akan berpetualang touring sendirian dimulai semenjak duduk di bangku SMP. Yach disinilah petualangan Dewi dimulai…

Berpisah dengan teman kanak-kanak dan berganti bertemu dengan teman-teman barunya di SMP, ditambah ekstra sekolah Pramuka dan pencak silat. Hingga kelas 3 , dan bertemulah dengan anak-anak yang suka naik gunung/pendaki, mulailah Dewi gemar menikmati alam pegunungan, mendaki menjadi hobi barunya. Dari kelas 3 SMP hingga masuk ke Sekolah selanjutnya (yang kebetulan dia memilih Sekolah kejuruan) ia aktif sebagai pecinta alam. Gunung pertama yang ia daki sudah pasti Gunung Ciremai, gunungnya Cirebon kemudian Merapi Di Jogja, Papandayan-Garut, hingga Tanpomas-Sumedang.

Dalam perjalanan ke luar kota menuju gunung tersebut Dewi beserta rekan-rekannya pastinya naik bus, namun lama-kelamaan bosan juga Dewi yang disetiap perjalanan hanya duduk termangu…,BT

Seiring itu pula Dewi mulai senang naik motor, tidak tanggung tanggung motor laki Suzuki RGR milik ayahnya dan juga Vespa dia lahap tanpa berlatih dulu, hanya dengan melihat dan bertanya saja Dewi mampu mengendarai sepedamotor laki. Awalnya jalanan antar desa ia jelajahi, mulai menjauh dan melebar.

Waktu berlalu hingga Dewi Lulus sekolah menegah atas, ia tidak langsung kuliah tapi bekerja dulu, lalu bekerja sambil kuliah, dengan kemandirian hasil jerih payah ia bekerja akhirnya ia mampu membeli satu unit sepedamotor Yamaha Vega R. Nah dengan motor ini pula petualangan touring mulai meluas. Guci-Tegal, Garut, juga Bandung telah ia sambangi bersama teman-temannya  pecinta alam. Dan Dewi-lah yang selalu menjadi  ridernya/ yang didepan.

Drwi bersama moyor pertamanya Yamaha Vega R

Drwi bersama moyor pertamanya Yamaha Vega R

Tapi namanya juga banyak kepala tentunya banyak ide, yang terkadang berseberangan, hingga sering ribut-ribut akan tujuan, yang mana kebanyakan temannya menginginkan tujuan bepergian hanya digunung saja, beda dengan Dewi yang  ingin juga mengeksplore alam lain semisal pantai, waduk dan yang lainnya.  Dewi undur diri dari teman-temannya. Saat itu grup/komunitas di kotanya sepertinya tidak juga ada yang bisa menampungnya atau tidak sesuai motor yang dimilikinya. Akhirnya ia memutuskan berpetualang sendiri. Pantai-pantai terdekat, wisata air semisal air terjun, danau, waduk dan hutan ia sambangi. Begitu dengar ada destinasi/obyek baru ia  segera mendatanginya. Sampai-sampai hampir semua tempat yang ia ingini telah ia datangi. Hingga wilayah Jawa Tengah bagian barat dan Jawa barat telah banyak ia kunjungi.

Touring benar-benar menjadi kesenangan sejati Dewi, seakan menjadi candu untuk terus eksplore tempat-tempat indah kemanapun dan dimanapun. Dan kota Jepara pun berhasil ia rengkuh ditemani saudarinya yang berhasil dia rayu dan dia kasih tutup mulut hehehe…

Tahun 2009 menjadi saksi Dewi untuk kali pertama menapakkan ban roda-motornya ke pulau Dewata-Bali.

Dewi bersama Yamaha Byson

Dewi bersama Yamaha Byson

Dan akhirnya tahun 2013 awal, Yamaha Byson yang menjadi tunggangan Dewi. Dengan byson lah Dewi lebih mampu melakukan perjalanan yang lebih jauh lagi.

Dara yang bekerja di distributor consumergood Cirebon ini, mulai lebih banyak teman di media sosial facebook masuk ke komunitas/klub motor, dan menjadi anggota club terbina dan dibackup kapolres langsung (club motor di Cirebon yang dibina langsung oleh Kapolres Cirebon kota AKBP EKO, dan penasihat Kasat lantas AKP KURNIA dan di bina oleh AIPTU NGATIDJA yg akrab di sapa BANG DJOY)  juga tentunya akan lebih mengerti akan safety ridding, jadi benar-benar tau akan prosedural touring…aman.

Banyak impian dan cita cita kedepan dari Dewi, yang terdekat adalah ingin riding solo ke wilayah Indonesia Timur , dan impian terbesarnya adalah melakukan petualangan/ backpacker dan juga riding/berkendara ke luar negeri…wow amazing. well kita doakan saja impian dan cita-cita Dewi tersebut tercapai , amin YRA.

to be continued...

Nantikan kisah-kisah menarik solo riding di berbagai kota dari  Dewi Siti Hawa yach…!!!

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi saat di kota Subang

Dewi saat di kota Subang

Dewi saat di Semarang

Dewi saat di Semarang

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

Dewi Siti Hawa

 

 

 

 

Rara Kiara Sang “Primadona” Lady Biker Club Honda CB

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Paras ayu(cantik) merupakan anugerah terindah yang membawa nilai plus bagi sang empunya. Itulah yang ada pada diri Rara Kiara, gadis penyuka roda dua klasik sebut saja Honda CB. Disetiap kesempatan dalam foto-fotonya selalu tersungging senyum simpulnya di paras ayunya.

Gadis kelahiran Mojokerto, 18 Januari 1988  seakan menjadi icon/magnet/penyejuk /semangat para CB lover, saat ini gadis asal Pacet-Mojokerjo yang tinggal di Surabaya beraktifitas utamanya bekerja di PT PT Mega Jaya Net ( RJ LONDON ), dan pernah mengenyam pendidikan di Smkn 1 Sooko Kabupaten Mojokerto kota kelahiran tercinta.

Rara Kiara di akun facebooknya memiliki 4.423 teman (dan kemungkinan akan terus bertambah), yang tentunya termasuk saya yang telah menjadi temannya semenjak 1 tahun yang lalu(september 2014), saya mengenalnya hanya lewat facebook, yang jelas cewek yang gemar berfoto di atas jok motor Honda CB klasik ini sering update tulisan di  status fb-nya, dan update tentang fotonya di atas motor CB, dan dengan senyum simpulnya.

Gadis asal Pacet ini sepertinya sudah sering malang melintang di dunia klub, touring kemana-mana, terbukti di banyak foto yang berlatar dengan background landscape beberapa kota, pantai, pegunungan, dan lain sebagainya.

Rara Kiara saat di Jl Malioboro Yogyakarta.

Rara Kiara saat di Jl Malioboro Yogyakarta.

Rara Kiara saat di depan Gedung Sate Bandung

Rara Kiara saat di depan Gedung Sate Bandung

Rara Kiara juga tergabung di twitter sejak Juli 2012, namun sepertinya kurang sering menggunakannya., eksisnya ya di facebook yang hampir setiap saat selalu online tulis status dan upload foto-fotonya, yang pastinya banyak disukai teman-temannya, dan dikomentari.

Dara cantik yang penyuka fotografi ini bekerja di bagian administrasi bag. warehouse PT Mega Jaya Net yang memproduksi cat semprot instan yang berada di bilangan Waru, Sidoarjo. Jauh dari tempat tinggalnya, jauh dari kampung halamannya yang berjarak 85km dari Pacet, Mojokerto. Dengan jarak lumaaya jauh tersebut setiap akhir pekan doi selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah mengendarai motornya, hmmm… trully Lady Biker.

Rara Kiara sepertinya bener-bener sosok cewek fotogenik yang pandai berolah tubuh saat di foto, dengan mimik selalu terlihat ceria, dan yang pasti senyum simpulnya selalu tersungging di wajah ayunya,… atau jangan-jangan doi memang seorang artis sih ya. Yang pasti senyum simpulnya selalu terjaga, ga percaya? silahkan kunjungi akun faceboonya untuk melihat foto-fotonya…

Bagaimana Rara Kiara menjalani hobinya ‘touring’ sedangkan dia seorang cewek?  Yang mana dunia touring dunia klub selalu identik dengan dunia lelaki, bagaimana Rara Kiara menjaga diri? Setelah melakukan interview by facebook, Oh ternyata setiap doi touring selalu ada yang menjaganya, selalu ada yang melindunginya, karena selalu ngebonceng kakak sepupunya, bagaimana enggak aman, bagaimana ada yang berani ngeganggu,  hehehe…yang mana si kakak sepupu adalah sebagai president dari HCCI (Honda Classic Club Indonesia), pasti kenal dong dengan sebutan mbah mat arphac . Juga ada Pak Nanang selaku sesepuh club yang selalu menjaganya.

Rara Kiara pas lagi nyetting motor 1200 rakitan milik Pak Nanang (sebelah Rara)

Kalo boleh diibaratkan mah saya menyebutnya Rara Kiara itu bagai sebuah ‘oase‘, sebuah telaga di tengah gurun pasir, menjadi penyejuk di lingkungan para biker Honda CB, para kluber Honda CB. Juga bisa menjadi AC maupun kulkas lah yang mampu menjadi pengadem panasnya saat touring bersama anak-anak CB. Yang mana Rara Kiara tercatat sebagai anggota CB Terminal dengan no anggota  #176.

Disamping hobi pada motor Honda CB , anak ke dua dari 4 bersaudara ini memiliki juga kesenangan pada binatang melata semacam ular, masih juga seneng boneka, dan juga suka bernyanyi orkes melayu…hmmmmm bisa-bisa jika hobi menyanyinya diteruskan bakalan nyaingi Ayu Ting-Ting maupun Cita Citata kali ya…

Rara Kiara sedang menghibur rekan rekan club-nya, lagi bersama Mbah Mat Arphac(selaku president hcci )

Dan finally yang menjadi ‘asa’,  yang menjadi harapan yang ternyata memang masih ada adalah Rara Kiara berstatus masih single, seperti yang di tulis pada status terbaru di facebooknya doi berucap ,”Suatu q saat nanti q akan menikah dg orang bener2 menerima q apa adanya…n memberikan q anak2 yg sholeh n sholehah…yg kelak bisa mendoakan q d setiap ibadahnya…Di saat q tiada kelak hanya mereka yg q harap membacakan surat yasin n alfatihah buat aku kelak…
tapi kapan q menikah e…???hmmm grin emotikon jodohnya masih d simpan Allah SWT.

   Ayooo para jomblowan  buruan rebut hati sang ‘Primadona’ Lady Biker “Rara Kiara”….!!!!

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara kiara sang primadona Lady Biker

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara

Rara Kiara