Ibu Melahirkan di Bantul (Tidak Punya Jaminaan Kesehatan Apa-Apa) Bisa Gunakan Jampersal

 

Ilustrasi Jampersal (bengkuluekspress.com)

Jangan berkecil hati bagi warga Bantul yang kurang dan tidak mampu, bilamana si ibu akan melahirkan namun tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, maka ada Jampersal.

Menurut keterangan dari Dr.  Rr Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Bantul, beliau menjelaskan sesuai dengan peraturan Bupati Nomor 60 tahun 2017, bahwa semua Ibu hamil, bersalin, ibu nifas dan bayi lahir berhak mendapatkan layanan transportasi rujukan ke fasilitas kesehatan yang kompeten dan khusus Ibu hami, ibu melahirkan dan ibu bersalin yang berasal dari keluarga miskin dan tidak memiliki jaminan, maka dapat mengakses layanan pertolongan persalinan beresiko tinggi.

“Jampersal adalah jaminan pembiayaan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan resiko tinggi, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan yang kompeten dan sebelumnya telah ditentukan oleh Dinkes,” terang Dr. Wiendyasari.

Lalu syarat apa saja yang mesti dipersiapkan?

Dokumen Pelayanan transportasi rujukan dan/atau pelayanan RTK(Rumah Tunggu Kelahiran) : pasien harus membawa Buku KIA disertai bukti rujukan dan fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1). Dokumen untuk pelayanan persalinan pasien harus membawa :  Buku KIA disertai bukti rujukan, fotocopy identitas diri (KTP dan atau C1), membawa Surat Keterangan Miskin (SKM) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan membawa surat pernyataan tidak mempunyai jaminan kesehatan bermaterai.

 

Well, demikianlah sekilas mengenai Jampersal di Bantul, semoga bermanfaat….!!!

 

Sumber : dinkes.bantulkab.go.id (21/08/2017)

Advertisements

Update : Persyaratan Pendaftaran BPJS Kesehatan Mandiri Di Bantul 2017

logo BPJS Kesehatan

logo BPJS Kesehatan

Sudah hampir 3 tahun yang lalu saya menuliskan cara pendaftaran BPJS Kesehatan/ JKN secara Mandiri di Bantul, sepertinya telah usang, dan telah banyak perubahan prosedural.

Hari ini (17/01/2017) saya mendapat data terbaru prosedural  untuk mendaftar BPJS Kesehatan di Bantul, memang boleh dibilang rumit dan komplit.

Karena sesuai dengan Peraturan Peraturan Presiden (PERPRES) No. 71/213 Pasal 17 , yang mana menyebutkan “Setiap orang wajib mendaftarkan diri beserta keluarganya”, maka harus semua yang ada di Kartu Keluarga di daftar kan.

Berikut persyaratan pendaftaran BPJS Kesehatan/JKN Mandiri (Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah )  di Bantul :

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017

Syarat pendaftaran BPJS Kesehatan di Bantul 2017 : foto copy KK/C1& KTP, Akta kelahiran , surat nikah (menunjukkan yang asli, pas foto 3×4 seluruh peserta, foto copy rekening bank(BTI/BNI/MANDIRI/BTN), membayar premi pertama, mengisi inform dan form.

Berikut form surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan :

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat pernyataan tidak sedang dalam perawatan bpjs kesehatan Bantul

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran peserta BPJS Kesehatan mandiri :

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Surat Pernyataan (Informed Consent) pendaftaran BPJS Kesehatan mandiri

Lain- lain

Syarat update BBL PNS/TNI/POLRI :

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

Syarat update bbl pns/tni/polri di Bantul

 

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Prosedur Periksa Dengan Kartu Askes Di RSUD Panembahan Senopati Bantul

Orang sakit memang harus sabar, sabar dalam menjalani (menahan) sakit, juga sabar dalam mencari/ mengupayakan kesembuhan, semisal sabar dalam antrian berobat. Dimanapun tempat berobat, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit pasti ‘sarat’ akan banyaknya pasien.

Begitulah yang harus kita tanamkan pada diri kita dan keluarga kita, untuk sabar antri di pendaftaran dan antri menunggu giliran dipanggil untuk diperiksa.

Saat ini sudah sampai zamannya bila berobat tidak membayar dengan uang , tidak ada aktivitas uang disana, Rumah Sakit hanya diberi upah kertas saja. Yach uang diganti dengan kartu sakti; kartu jaminan kesehatan. Saat ini minim sekali ativitas uang di Rumah sakit, jikalau ada hanya segelintir saja, jika diprosentase hanya dibawah 5% dari semua pasien.

Yach,  inilah metode dari pemerintah saat ini dengan dihadirkan nya Jaminan Kesehatan Nasional berupa BPJS Kesehatan. Yang melingkupi seluruh lapisan masyarakat, tua-muda, kaya-miskin, setiap satu jiwa_satu jaminan. Yang kaya diharapkan ikut mandiri, yang pekerja/ pegawai dioyong gaji & diberi subsidi oleh instansi tempat bekerjanya , dan yang kurang mampu/ miskin, memperoleh bantuan iuran dari pemerintah.

***

Kali ini saya akan berbagi cerita mengenai prosedural atau langkah-langkah periksa di RSUD Panembahan Senopati Bantul dengan menggunakan kartu Askes, sebuah Kartu jaminan kesehatan bagi pegawai negeri sipil dan keluarganya, baik yang masih bertugas maupun yang sudah purna tugas.

Telah kita ketahui bersama bahwa setiap pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit yang mana merupakan faskes(fasilitas kesehatan) tingkat II (dua), maka diperlukannya surat pengantar atau surat rujukan dari faskes  pertama. Penggunaan kartu jaminan kesehatan apapun, syarat utama dan mutlaknya adalah surat rujukan. Kecuali kasus darurat.

Setelah kita membawa bekal utama yakni surat Rujukan dari faskes pertama tadi; yang bisa diperoleh dari dokter pribadi, klinik maupun Puskesmas, lalu kita menuju ke bagian pendaftaran RSUD Panembahan Senopati Bantul.

apa saja yang musti dibawa?

Ada 3 ; kartu Askes, KTP, dan Surat Rujukan dan semuanya difoto copy, 1 lembar saja!

Bagian pendaftaran RSUD Panembahan Senopati Bantul, berada di sisi timur dari koridor utama. Perlu diketahui bahwa jumlah pasien yang mendaftar dalam sehari bisa mencapai rata-rata 700 -1000 pasien. Kurang lebih 500 pasien mendaftar dipagi hingga siang hari dan separonya disore hari. Karena RSUD P S Bantul saat ini juga membuka pelayanan pemeriksaan di sore hari.

Oiya tunggu sebentar, pasien tiap hari nya di RSUD Panembahan Senopati Bantul mencapai rata-rata sekitar 700 pasien. Dan kebayakan atau hampir semuanya dari mereka menggunaan jaminan kesehatan, coba dihitung saja jika mereka seandainya membayar rata-rata membayar, katakan lah 250 ribu, jika dikalikan dengan 500 saja , maka akan membutuhkan dana sebesar 125.000.000, 125 juta?!?. Padahal jika iuran perorang hanya rata-rata 50 ribu dalam sebulan.

Well, kita tinggal kan itu, saya hanya memberi gambaran kepada orang-orang yang bersikap ‘kurang bersahabat’ dengan jaminan kesehatan.

Oke kita lanjut ke sesi pendaftaran, waktu antri dibagian pendaftaran sekitar 2 jam, bukan masalah lambannya pelayanan, mereka bekerja dengan cepat, kurang dari 5 menit saja selesai sudah urusan di pendaftaran, selesai mereka mengurusi kita untuk menempatkan kita ke bagian pemeriksaan, dan juga pendaftaran dibuka 4 jalur. Ya karena saking banyaknya pasienlah yang membuat kita lama antri.

Setelah selesai di bagian pendaftaran, lalu kita menuju ke bagian pemeriksaan/poli, sesuai di surat rujuan akan dituju di Poli apa. Dan poli/poliklinik RSUD Panembahan Senopati Bantul berada di sayap Timur, baik di lantai 1 maupun lanyai 2, atau berada dibelakang dan juga di sisi selatan dari bagian pendaftaran tadi.

Kembali kita menunggu untuk diperiksa, waktu periksa rata-rata pukul 10.00 wib. Karena dokter juga harus memeriksa pasien rawat inap.  Dalam pemeriksaan terkadang juga dibutuhkan tindakan foto scan/rontgen, maka kita menuju bangunan yang berada paling barat/sebelah barat IGD. Disini juga antri, untuk foto rontgen sendiri relatif singkat, namun hasilnya akan jadi/selesai dalam 1 jam. Setelahnya kita akan menuju ke bagian Instansi Farmasi atau Apotik, yang berada disebelah utara dari bagian pendaftaran tadi, disini kita juga mengambil nomor antrian terlebih dulu, menunggu nomor dipanggil. Menyerahkan berkas, lalu kembali menunggu obat di racik, disini juga menunggu relatif lama, karena butuh ketelitian, juga banyaknya yang dilayani. Oiya terkadang atau ada kemungkinan foto rontgen tersebut ditunggu oleh dokter guna meneliti lebih lanjut kondisi pasien. Jika begitu maka setelah foto rontgen jadi, maka kita kembali lagi ke Poli tadi. Nah setelahnya kita bisa kembali antri ke bagian apotik untuk menerima obat   dan setelah kita menerima obat, maka selesailah sudah  pemeriksaan.

Untuk baiknya jika melakukan periksa memanglah tidak sendirian, karena akan ada beberapa prosedur.

 

Oiya, pendaftaran juga bisa dilakukan via telepon ke 0274-367381, dengan nomor ekstension 109

 

….

Seputar Verifikasi & Validasi Peserta PBI JKN Bantul

Jaminan Kesehatan Nasional

Jaminan Kesehatan Nasional

Saya mencoba membagikan tulisan ini, tulisan tentang seputar salah satu kepesertaan BPJS Kesehatan yakni peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) dimana peserta PBI adalah dulunya pemegang kartu Jamkesmas, yang saat ini dileburkan ke dalam kepesertaan BPJS Kesehatan peserta PBI Jaminan Kesehatan Nasional. Yuuk mari kita simak baik-baik….

Berdasarkan Kepmensos nomor 170/HUK/2015 tentang Penetapan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan tahun 2016, Kabupaten Bantul mendapatkan quota sebanyak 500.101 jiwa peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN) dari dana APBN. Dan berdasarkan Permensos No. 5 th 2016 tentang Pelaksanaan PP No. 76 th 2015 tentang Perubahan atas PP No. 101 th 2012 , tentang Penerima Bantuan Iuran Jam-Kes, peserta PBI JKN harus dilakukan verifikasi dan validasi setiap tahun minimal 2x atau berdasarkan kebutuhan.

Dinas Sosial Kab. Bantul telah melaksanakan Sosialisasi verifikasi dan validasi data peserta PBI JKN th 2016 pada tanggal 11 Oktober 2016 s.d 20 Oktober 2016 di 17 Kecamatan.

Dalam sehari Dinas Sosial menugaskan 3 Tim melaksanakan sosialisasi di 3 kecamatan. Tim Sosialisasi terdiri dari empat elemen/ badan / kedinasan : Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda dan BPJS. Berikut beberapa tugas dari keempat elemen tersebut ;

  1. BPJS memberikan materi tentang Prosedur Pelayanan BPJS, hak dan kewajiban peserta serta Prosedur pengurusan bayi dari ibu peserta PBI JKN.
  2. Bappeda memberikan materi tentang kriteria kemiskinan dan tugas TKP Dusun dan TPK Desa dalam kegiatan verival data PBI JKN.
  3. Dinas Kesehatan memberi materi tentang jenis jaminan kesehatan yang ada di Kabupaten Bantul.
  4. Dinas Sosial memberikan materi dan petunjuk tentang teknis dalam melaksanakan verifikasi data peserta PBI JKN. Data yang bisa diubah atau dikeluarkan dari data adalah yang meninggal, mampu, pindah keluar kab. Bantul, menjadi peserta JKN yang lain, ganda, dan data tidak ditemukan. Sedangkan sebagai pengganti dari peserta yang dikeluarkan, diusulkan dari warga miskin yang blm punya kartu jaminan, dari keluarga inti yang belum terdaftar, pekerja penerima upah yang kena PHK dan 6 bulan belum bekerja, dll.

 

Setelah mendapatkan sosialisasi, kadus beserta TPK dusun melaksanakan verifikasi data. Langkah selanjutnya adalah Musyawarah Desa validasi PBI JKN dengan jadwal tgl 10 Nopember – 15 Nopember 2016. Pengumpulan hasil musdes ke Dinas Sosial tanggal 14 Nop – 18 Nopember 2016 selanjutnya akan dilaporkan menjadi perubahan dan usulan PBI JKN Kabupaten Bantul ke Kemensos melalui Dinas Sosial DIY.

 

(Dinsos/Bt)

Update : Verifikasi Kartu Jamkesda Di Bantul

Ini contoh kartu Jamkesda Bantul

Ini contoh kartu Jamkesda Bantul

Agar kartu Jamkesda periode 2014 bisa dipergunakan lagi untuk periksa/ berobat di Puskesmas, maka anda harus mem-verifikasikannya.

Bagi anda warga Bantul yang ingin mem-verifikasikan kartu Jamkesda periode 2014 maka saat ini anda bisa melakukannya di kantor BKK Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana, yang berada di kompleks perkantoran Bantul, Jl. Ring Road Timur Manding, Trirenggo Bantul.

Inilah Kantor BKK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA yang berada di dalam Kompleks Perkantoran Pemda Bantul.

Inilah Kantor BKK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA yang berada di dalam Kompleks Perkantoran Pemda Bantul.

 

Kalo dulu Verifikasi bisa dilakukan di kantor Jamkesda Bantul, tapi mulai 6 April 2016, maka verifikasi  harus di kantor BKK.

Prosesnya juga tidak bisa langsung jadi, harus di tinggal [kecuali yang sakit] setidaknya dibutuhkan waktu 5 hari kerja. Tapi prosesnya bisa serempak dilakukan untuk seluruh pemegang kartu Jamkesda yang terdaftar di satu Kartu Keluarga (KK).

Jadi Monggo silahkan kartu Jamkesda nya yang periode 2014 segera saja diverifikasikan (karena saat ini kartu tersebut sudah tidak berlaku) agar bisa digunakan kembali untuk periksa/ berobat di Puskesmas.