Tertarik Untuk ‘Isi’ Gerai di Bandara Baru Yogyakarta (YIA) ? Ini persyaratan nya

Foto udara Bandara baru Yogyakarta Internasional Airport (YIA)

Bandara baru Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA)  telah beroperasi sekitar sebulan yang lalu,  didalamnya tentu ada sarana pendukung berupa gerai atau outlet beragam produk yang bisa di beli atau untuk keperluan para penumpang. Nah bagi anda pelaku usaha makro atau istilahnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) baik berupa produk kerajinan ataupun makanan khususnya warga Bantul dan tertarik untuk mengisinya,  berikut persyaratannya. (Buruan ya, proposal ditunggu sampai tanggal 25 Juli 2019) 

PERSYARATAN UMKM PESERTA GALERI YOGYAKARTA INTERNASIONAL AIRPORT (YIA)

Syarat UMKM: 
• Mempunyai KTP DIY
• Menjadi anggota Pengembangan Layanan Usaha Terpadu (PLUT)
DisKop UKM DIY atau sanggup mengurus keanggotaan PLUT apabila lolos kurasi
• Mempunyai IUMK atau Nomor Induk Bersama (NIB) atau  sanggup mengurus IUMK atau NIB bila lolos kurasi
• Mempunyai NPWP, atau sanggup mengurus NPWP apabila lolos
kurasi
• Sanggup mempunyai rekening yang ditentukan DisKop UKM DIY
• Sanggup dikurasi dan memperbaiki produk atas rekomendasi tim kurasi
• Bersedia mematuhi peraturan pihak Angkasa Pura dan PEMDA DIY

• Bersedia mengikuti pelatihan yang dilaksanakan PEMDA DIY dan Angkasa Pura


Syarat Umum Produk
• Kualitas produk premium
• Khusus produk batik, merupakan baik cap dan tulis
• Mempunyai kemasan menarik, minim plastic
• Bahan baku produk bukan berasal dari binatang atau tumbuhan yang dilindungi Negara
• Merupakan produk local, bahan baku minimal 50% dari DIY
• Mempunyai kemampuan dalam kapasitas produksi dan kapasitas SDM
• System jaminan mutu, standar mutu
• Sanggup menjaga konsistensi produk baik kuantitas maupun
kualitas
Syarat Umum Produk Kemasan
• Kemasan menarik
• Mempunyai ijin SP-IRT
• Untuk produk yang terbuat dari telur, susu, daging, ikan,
produk kalengan harus ada ijin MD
• Sanggup berproses ke ijin halal
Syarat Kuliner
• UKM menunggu sendiri produknya
• UKMnya tidak terlibat SARA, kriminal, dan bebas narkoba
• Mempunyai ijin layak hiegienis
• Menjaga kebersihan
• Tidak diperkenankan memakai peralatan seperti gas (semua
peralatan memakai listrik), korek api, senjata tajam, pisau,
gunting, dll
• Sanggup menjaga konsistensi kuantitas dan kualitas


Proposal dikumpulkan ke Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian
Kab Bantul dg format :
A. Profil KUMKM
Nama KUKM, Nama Pemilik, No. HP/WA, Alamat email, Alamat
Produksi, Alamat showroom/toko, Jumlah Karyawan, Jumlah
Aset(tidak termasuk bangunan), Jumlah omzet per bulan,
Pemasaran offline, Alamat pemasaran online :
B. Profil Produk
Diskripsi Produk, Bahan-bahan produk, Asal bahan-bahan produk, Kapasitas produksi per bulan, Harga produk
C. Legalitas yang dipunya
Lampiran :
Fc KTP, Fc Legalitas, Fc NPWP, Foto-foto Produk

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi nomor yang ada di foto berikut ini ;

.

Gerai UKM di bandara baru Yogyakarta International Airport

Sumber: Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul

Iklan

Deal, Ini nih UMK 2019 se-DIY

Upah Minimum Kabupaten Kota se-DIY 2019
UMK 2018 & UMK 2019 se-DIY

Meski baru akan ditetapkan beberapa hari lagi(2-3 November mendatang), namun sudah bisa dipastikan besaran upah minimum Kota se-DIY yang meliputi Kotamadya Yogyakarta, Kabupaten/kota Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul.

Seperti yang saya lansir dari situs berita lokal Harian Jogja.com,  Upah Minimum Provinsi (UMP) DIY 2019 akhirnya resmi ditetapkan. Demikian pula Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2019.

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan besaran UMP tahun 2019 sebesar Rp 1,57 juta per bulan. Keputusan tersebut diambil setelah Pemerintah Daerah menggelar rapat koordinasi untuk penetapan UMP dan UKM bersama dengan Wali kota serta Bupati di Gedung Gadri Kepatihan siang ini, Senin (29/10/2018).

Kepala Disnakertrans DIY Andung Prihadi Santosa menyatakan kenaikan nilai UMP akan berlaku pada tanggal 1 November 2018. Adapun besaranya mencapai Rp 1,570,922.

“Tadi sudah sepakat ada rapat kordinasi antara Gubernur, Wali Kota dan Bupati UMP ditetapkan 1 November sebesar Rp 1,570,922,’’ kata Andung seusai mengikuti rapat bersama di Gedung Gandri.

Selain menetapkan UMP, Andung menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DIY juga meresmikan besaran Upah Minimum Kabupaten yang berada di empat kabupaten dan satu kota. Jika sesuai nilai kenaikan sebesar 8.03%, maka nilai besaran UMK 2019 se-DIY  sebagai berikut ;

  • Yogyakarta Rp 1,846,400
  • SlemanRp 1,701,000
  • Bantul Rp1,649,800
  • Kulonprogo Rp1,613,200
  • GunungkidulRp1,571,000.

“UMK ditetapkan pada tanggal 2-3 November, kalau UMK sudah ditetapkan maka UMP tidak berlaku kenaikannya,’’ lanjut Andung.

Adapun dasar penetapan UMP dan UKM pada tahun 2019 ini berdasarkan UU No 13 tahun 2003, PP No 78 tahun 2015, Instruksi Presiden RI No 9 tahun 2013, Permenakertrans No 7 tahun 2013, dan PP No 78 tahun 2015.

(dilansir & diedit dari harianjogja.com)

Berikut data jumlah perusahaan se-DIY

Jumlah perusahaan se-DIY 2018

Dan berikut data jumlah penduduk aktif se-DIY :

Jumlah penduduk aktif se-DIY

UMP/ UMK di DI. Yogyakarta 2018 Naik 100ribu-an (8,71%)

UMK di DIY tahun 2016 – 2018

Dipenghujung tahun ada kabar yang selalu dinantikan kehadirannnya oleh para pekerja swasta atau buruh, yakni mengenai kenaikan gaji atau upah. Yaa meskipun implrmentasinya ada di awal tahun berikutnya atau bulan Januari .

Sepertinya dari tahun ke tahun, gaji atau upah terbilang selalu naik. Yaa mungkin seiring dengan perkembangan zaman, nilai kurs dan terlebih perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai pembanding kenaikan upah.

Di tahun 2018, untuk wilayah DI YOGYAKARTA UMP ataupun UMK juga mengalami kenaikan, seperti yang saya kutip dari republika.co.id terbitan Kamis, 26/10, memberitakan bahwa …

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Bupati/Wali kota se DIY telah menentukan UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) se-DIY. UMP DIY ditetapkan sebesar Rp. 1.454.154,15.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi (rakor) di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (26/10). Kenaikan UMP DIY dan UMP se-DIY sebesar 8,71 persen.
UMP DIY tahun 2018 sebesar Rp 1.454.154, 15. Sedangkan UMK DIY tahun 2018 tertinggi adalah Kota Yogyakarta sebesar Rp 1.709.150.

“Disusul Kabupaten Sleman sebesar Rp 1.574.550, Kabupaten Bantul sebesar Rp 1.527.150, Kabupaten Kulon Progo sebesar Rp 1.493.250 dan Kabupaten Gunung Kidul sebesar Rp 1.454.200,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Andung Prihadi, pada wartawan di Kepatihan Yogyakata, Kamis (26/10).

Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai pembanding yang sudah ditentukan oleh Dewan Kabupaten/Kota, menurut dia, masih di bawah UMK. Adapun KHL Kota Yogyakarta sebesar Rp 1.517.997, Kabupaten Sleman sebesar Rp 1.408.137, Kabupaten Bantul sebesar Rp 1.247.060, Kabupaten Kulon Progo Rp 1.250.211, Kabupaten Gunung Kidul Rp 1.305.556.

Menurut Andung dalam rakor ini meneruskan rekomendasi bupati/wali kota kepada Gubernur untuk penetapan UMK. Sudah diputuskan formulanya tidak akan berubah dari PP 78 Tahun 2015. “Jadi, dengan PP tersebut dalam rakor tadi melakukan pembulatan yang direkomendasikan bupati/walikota supaya pembayarannya lebih mudah,” jelasnya.

Dikatakan Andung, di daerah lain UMP ditetapkan paling lambat 1 November, sedangkan UMK paling lambat 21 November. Kalau di Yogyakarta UMP dan UMK 2018 ditetapkan dalam hari yang sama, yakni Kamis (26/10).

Welk, demikianlah sekilas info kabar gembira, Semoga bermanfaat…!!!

3 Unsur Tempat Liburan Di Jogja

Tugu Jogja dari Barat

Hari ini Selasa, 27 Juni 2017 bertepatan dengan lebaran hari ketiga Syawal 1438H, sedari kemarin petang hujan ringan hingga sedang mengguyur sebagian besar wilayah Jogja. Hingga tadi pagi langit agak gelap tertutup mendung putih sisa semalam. Tapi saat ini pukul 7 pagi wib bagian bantul, sinar matahari sudah mulai membias di dedaunan, pertanda akan cerah hari ini. Sebenarnya bingung juga dengan turunnya gerimis sore kemarin karena sesuai musim, saat ini sudah masuk pertengahan musim kemarau.

Well, kembali ke tema judul ,bahwa kota Jogja yang kaya akan tempat wisata, menurut pendapat saya ada 3 unsur utama tempat liburannya, yakni pegunungan, kota dan pantai.

 

Pegunungan

Panorama di Puncak Becici

Secara geografis kota Jogja ada 3 pegunungan yang mengelilinginya. Sisi utara ada lereng Merapi, tempat wisata meliputi : Kaliurang, Mbebeng, Klangon. Sisi barat ada lereng pegunungan menoreh ada obyek wisata kebun teh Nglingga, waduk Sermo,  di sisi Timur ada pegunungan gunung kidul, ada Nglanggeran, air terjun Sri gethuk, bukit bintang.

Pegunungan di Bantul: hutan pinus, puncak becici, rumah hobbit, kebun buah Mangunan, makam Raja-Raja Imogiri, tebing breksi, Gua Selarong,

 

Kota

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel

Di seputaran kota Jogja kita bisa menikmati tempat wisata sejarah Monumen Jogja Kembali, Tugu Jogja, kawasan perbelanjaan dan pedestrian Malioboro, benteng Vrederburg, Gedung Agung, Taman pintar, kebun binatang Gembira loka, Keraton Jogja, museum Sonobudoyo, water castle Taman Sari, Pasar Satwa Pasty, Panggung Krayak, Kota Gedhe, alun-alun kidul Jogja, perkampungan teletubbies.

 

Pantai

Icon pantai Parangtritis

Dari barat; Kulonprogo ; kawasan Mangrove, Bugel, pantai Glagah, Trisik, Bantul ; Pandansimo, Pantai Baru, Kuwaru, Gua Cemara, Samas, pesona Penglik, Depok, Cemara Sewu, Parangkusumo, Parangtritis. Gunung kidul: Ngrenehan, Baron, Krakal Kukup, Drini, Kodok, Sundak. Wedi ombo.

 

Demikianlah beberapa tempat wisata di Jogja, yang sebenarnya masih buannyak yang lainnya. Ada juga obyek wisata candi Prambanan ,Kalasan, Ratu Boko dan lainnya.

 

Selamat berlibur menikmati kota Jogja…..!!!!

Pembangunan Tahap I Bandara Baru Yogyakarta Akan Rampung Dalam 2 Tahun

Presiden RI Joko Widodo saat melakukan peletakan batu pertama sebagai ditandai dimulainya pembangunan Bandara NYIA Kulon progo Yogyakarta

Presiden RI Joko Widodo saat melakukan peletakan batu pertama sebagai ditandai dimulainya pembangunan Bandara NYIA Kulon progo Yogyakarta

Setelah peletakan batu pertama(ground breaking) yang dilakukan oleh Presiden RI bapak  Joko Widodo pada 27 Januari 2017 lalu, sebagai dimulai nya tahap pertama pembangunan Bandara baru yang dinamakan New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang bangun di Kabupaten Kulonprogo.

Pembangunan Bandara yang merupakan mega proyek (dianggarkan dana Rp 10 triliun) tersebut dikerjakan oleh PT Angkasa Pura 1, dikerjakan selama dua tahap, dan untuk tahap pertama di targetkan ‘rampung’ atau selesai dalam 2 tahun mendatang / Maret 2019.

Danang S Baskoro selaku dirut PT Angkasa Pura 1 menjelaskan bahwa bandara baru akan lebih besar dari pada Bandara Juanda Surabaya, dan I Gusti Ngurah Rai Bali. Bandara Internasional Yogyakarta ini akan memiliki landas pacu atau runway selebar 60 meter, lebih lebar 15 meter dari bandara di Semarang dan Solo, dan panjang 3250 meter dalam tahap pertama ini. Runaway adalah bidang paling banyak memakan biaya dalam investasi ini,  yakni mencapai 40 persen dari keseluruhan nilai. Runway adalah salah satu unsur terpenting dari bandara udara.

Bandara ini dibangun di Dusun Jangkaran, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Dengan lahan seluas 587 hektare. Menteri Perhubungan telah menetapkan lokasi bandara baru ini dengan surat keputusan nomor : KP.1164/tahun 2013 tanggal 11 November 2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah pesisir Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo.

 

Lokasi ini merupakan area yang dinilai paling memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan operasional dengan koordinat landasan pacu Bandara terletak pada koordinat geografis 7°54’39,20” lintang selatan dan 110°4’21,11” Bujur Timur. Atau pada koordinat bandara X = 18.400 meter dan Y = 20.080 meter. Sumbu X berimpit dengan sumbu landasan yang mempunyai azimuth 290°0’0” geografis dan sumbu Y melalui ujung landasan pacu 29 tegak lurus ada sumbu X.

Bukan tanpa alasan dalam membangun bandara baru ini, selain untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang, kehadiran bandara baru ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan daerah sekitar bandara maupun Pertumbuhan ekonomi nasional terutama dari sektor pariwisata. Sekaligus untuk meningkatkan wilayah Yogyakarta sebagai wilayah tujuan wisata no. 2 setelah Bali.

Selama ini bandara telah ada yakni Bandara Adisucipto yang dirasa kurang mampu melayani untuk pesawat komersil ukuran besar, bahkan seringnya tergelincir pesawat karena panjang runaway hanya 2200 meter saja.