Telah dibuka Wifi.id Corner di Palbapang

Peresmian wifi cirner Palbapang (source : palbapang.bantulkab.go.id)

Kemarin atau hari Kamis 18 Januari 2018, wifi corner Telkom Indonesia telah di buka di pojok Tenggara (Timur_Selatan) perempatan Palbapang Bantul.

Berita ini pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh para netizen/ pengguna internet khususnya domisili sekitar, terbukti setelah acara pembukaan kemarin area tersebut penuh sesak.

Area ini merupakan tanah milik Telkom Bantul, sepertinya pihak Telkom Bantul ingin mengembalikan masa kejayaan sisi Tenggara perempatan Palbapang ini seperti dahulu. Dimana dulunya tahun 80-90/an area tersebut ditempatkan beberapa sarana untuk pelayanan publik telepon umum, yang sangat di terima oleh masyarakat.

Seiring tidak difungsikannya tempat ini akhir tahun 90an hingga tahun 2017 ini tempat ini sempat tak terawat, terbengkalai. Sarana telepon umum kalah dengan  kemunculan telepon seluler yang juga menenggelamkan keberadaan telepon umum, hingga akhirnya saat ini dibangun kembali untuk arena wifi.id corner, cocok lah sesuai dengan letaknya yang berada di pojok/sudut.

Oiya jika masih ada yang bingung akan wifi.id corner, baiknya saya sedikit jelaskan bahwa wifi.id corner merupakan sarana publik milik PT Telkom Indonesia untuk masyarakat mengakses internet (browsing, downloading, chatting, streaming, gamming, dsb) dengan cara membeli voucher.

Untuk area wilayah kabupaten Bantul, pada tahun 2015 ada 8 titik :

  1. Kantor Telkom Bantul – Jl. Dr Wahidin Sudirohusodho No. 37 Bantul
  2. Kampus 2 ISI – Jl Parangtritis bantul
  3. Flash Lounge UMY – Jl. Lingkar Selatan Kampus UMY
  4. Pasar Seni Gabusan – Jl. Parangtritis Bantul
  5. SMK 1 Pleret Bantul
  6. SMP PGRI Kasihan – Jl. PGRI III/05 Sonopakis Kasihan
  7. SMAN 1 Imogiri
  8. SMAN 1 Piyungan

Dan kini di tambah yang Palbapang ini.

Well bagi masyarakat Palbapang dan sekitarnya silahkan berinternetan ria di tempat ini sepuasnya, yang berkecepatan 100 mbps, nyamsn & aman. Jangan takut haus ataupun lapar, karena sudah ada warung didalamnya, jangan pula takut kebelet pipis atau BAB karena juga sudah disediakan toilet.

Suasana wifi.id corner Palbapang (source : palbapang.bantulkab.go.id )

 

Advertisements

Sedikit Mengenal ‘Throttle By Wire’

Throttle by wire Honda CBR 250RR

Throttle by wire Honda CBR 250RR

Ini adalah sebuah fitur yang boleh dibilang canggih pada sistem menambah kecepatan di sepeda motor(entah kalo kendaraan lain) saat ini, dan fitur ini telah ada pada motor terbaru honda CBR 250RR, yang boleh di bilang menjadi pioner di kelas 250 cc.

Di samping kanan-kiri tanki bbm Honda CBR 250 RR tertulis jelas “Throttle By Wire”. Lalu apa maksud sebenarnya?

Ya mudahnya, jika diartikan adalah piranti pada sistem menambah kecepatan tidak lagi menggunakan tali atau kawat baja, melainkan diganti dengan kabel elektronik. Sepertinya kita ketahui bersama bahwa di stang kanan sepedamotor ada semacam hand grip/ pegangan genggaman tangan yang berfungsi untuk menambah kecepatan (ngegas/betot) yang mana daya geraknya di salurkan oleh tali kawat baja (pilinan benang baja) menyambung ke sistem pembuka bahan bakar, baik karburator maupun injeksi.

Disini lah peran pengganti kabel ekektronik yakni menggantikan peran dari kawat baja ke dustem buka bahan bakar.

Bagaimana kinerjanya?

Menurut bang Taufik Pada sistem Ride/ Throttle By Wire, Setiap gerakan grip gas/ betotan gas yang kita lakukan akan ditransfer melalui sebuah Transporder yang sebenarnya merupakan sebuah Konverter analog ke Digital (ADC) . Dan hasilnya adalah sebuah signal listrik digital yang akan di salurkan ke engine management computer atau boleh dibilang ECU/ ECM yang nanti akan membaca apa yang sedang dilakukan oleh pengendara  …Setelah memperoleh signal dari Transporder, Lalu ECU/ECM akan mengirimkan signal ke Aktuator dalam hal ini motor steper yang akan mengoperasikan berapa bukaan klep kupu kupu pada Throtel Body . .  Jadi Boleh dibilang Yang tadinya hubungan antara grip gas dan bukaan klep kupu kupu di Throtel body adalah langsung , sekarang di sistem Ride By wire menjadi tidak langsung, masuk ke ECU dulu.

 

Biasannya kehadiran Ride By Wire akan menghasilkan fitur ftur lanjutan dari sebuah motor seperti Cruise Control, Kontrol Traksi dan Variable Mode Power  . . .  Kenapa Gitu ?

 

Jadi pada sistem gas konvensional ( dengan kabel langsung ke klep kupu kupu), saat kita betot sekencang kencangnya itu grip gas/ throtel  maka sebesar  itupula klep kupu kupu  intake Throtel Body (TB) akan membuka . . . Untuk Motor dengan Lubang Intake besar, maka ada kemungkinan akan membuat motor langsung stall ( mati )

Nah Pada sistem Betotan gas dengan Ride By wire, Saat Kita buka gas sebesar apapun, maka Komputer akan berfikir dan melakukan respon tidak selebay apa yang kita buka di grip gas. Komputer (ECU) hanya akan membuka klep Kupu kupu sebesar yang mesin bisa sebelum treshold (batas) suplai udara membuat motor stall ( mati) (tmcblog.com)

 

Ilustrasi throttle by wire motorplus online.com

Ilustrasi throttle by wire motorplus online.com

Untuk Kelebihan dari throttle by wire, lebih minim perawatan karena tidak menggunakan tali gas dan juga bisa menghemat bahan bakar. Hal ini bisa terjadi karena putaran gas akan seimbang dengan bukaan di butterfly throttle body. Maklum, semuanya sudah diatur secara digital sehingga lebih presisi

 

Sedangkan, kekurangan dari throttle by wire, putaran gas enggak bisa langsung dibejek habis. Harus diurut mengikuti putaran mesin. Kalau pun bisa dibejek, kita harus tahan di rpm tertentu, baru gas bisa dibejek. Ini terjadi di sistem throttle by wire pada mobil. Kemungkinan, kendala ini juga akan ditemui pada motor yang mengaplikasi teknologi throttle by wire. (www.motorplus-online.com)

 

.

Ini Revisi UU ITE Terbaru, Berlaku Mulai Senin(28/11) !

Internet - te.net.id

Internet – te.net.id

Dunia maya tidak sebebas yang kita kira, tidak serta-merta kita bebas melakukan apa saja. Di dunia maya/internet ada aturannya, ada undang-undangnya. Jika melanggar ya ada sanksinya, ada hukumannya.

Maka dari itu kita mesti bijak dalam menjalami, semisal menulis di situs/blog, bersosial media, jangan sampai asal menghujat, menghina, melecehkan dan mempengaruhi orang lain untuk bertindak berbau SARA, menyebarkan/ bertindak pornografi-pornoaksi dan lain sebagainya.

Nah, berikut adalah revisi  UU ITE* Terbaru No 11 tahun 2008 yang Mulai Berlaku Hari Senin(28/11/2016). [*=Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)]

Ada empat perubahan dalam UU ITE yang baru:

1. Untuk menghindari multitafsir terhadap ketentuan larangan mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pada ketentuan Pasal 27 ayat (3), dilakukan 3 (tiga) perubahan sebagai berikut:

 

a. Menambahkan penjelasan atas istilah “mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik”.

b. Menegaskan bahwa ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum.

c. Menegaskan bahwa unsur pidana pada ketentuan tersebut mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam KUHP.

 

2. Menurunkan ancaman pidana pada 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

 

a. Ancaman pidana penghinaan dan/atau pencemaran nama baik diturunkan dari pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun menjadi paling lama 4 (tahun) dan/atau denda dari paling banyak Rp 1 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.

b. Ancaman pidana pengiriman informasi elektronik berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti dari pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun menjadi paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda dari paling banyak Rp 2 miliar menjadi paling banyak Rp 750 juta.

 

3. Melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap 2 (dua) ketentuan sebagai berikut:

 

a. Mengubah ketentuan Pasal 31 ayat (4) yang semula mengamanatkan pengaturan tata cara intersepsi atau penyadapan dalam Peraturan Pemerintah menjadi dalam Undang-Undang.

b. Menambahkan penjelasan pada ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) mengenai keberadaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah.

 

4. Melakukan sinkronisasi ketentuan hukum acara pada Pasal 43 ayat (5) dan ayat (6) dengan ketentuan hukum acara pada KUHAP, sebagai berikut:

 

a. Penggeledahan dan/atau penyitaan yang semula harus mendapatkan izin Ketua Pengadilan Negeri setempat, disesuaikan kembali dengan ketentuan KUHAP.

b. Penangkapan penahanan yang semula harus meminta penetapan Ketua Pengadilan Negeri setempat dalam waktu 1×24 jam, disesuaikan kembali dengan ketentuan KUHAP.

 

5. Memperkuat peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam UU ITE pada ketentuan Pasal 43 ayat (5):

 

a. Kewenangan membatasi atau memutuskan akses terkait dengan tindak pidana teknologi informasi;

b. Kewenangan meminta informasi dari Penyelenggara Sistem Elektronik terkait tindak pidana teknologi informasi.

 

6. Menambahkan ketentuan mengenai “right to be forgotten” atau “hak untuk dilupakan” pada ketentuan Pasal 26, sebagai berikut:

 

a. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menghapus Informasi Elektronik yang tidak relevan yang berada di bawah kendalinya atas permintaan orang yang bersangkutan berdasarkan penetapan pengadilan.

b. Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik wajib menyediakan mekanisme penghapusan Informasi Elektronik yang sudah tidak relevan.

 

7. Memperkuat peran Pemerintah dalam memberikan perlindungan dari segala jenis gangguan akibat penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronik dengan menyisipkan kewenangan tambahan pada ketentuan Pasal 40:

 

a. Pemerintah wajib melakukan pencegahan penyebarluasan Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang dilarang;

 

b. Pemerintah berwenang melakukan pemutusan akses dan/atau memerintahkan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik untuk melakukan pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar hukum.

 

(Sumber : Bag Humas Polres Bantul)

 

Oh Ini Alasan Sinyal 4G Masih Terasa Lemot

Ilustrasi sinyal 5G - www.ponselterupdate.com

Ilustrasi sinyal 5G – http://www.ponselterupdate.com

Jaringan sinyal terkini adalah 4G, namun jangan salah meskipun jaringan yang terupdate, tidak ada jaminan total kita di Indonesia mendapatkan jaringan yang ngebut.

Ini saya rasakan memang benar adanya, kita tidak bisa total 100% mendapatkan sinyal 4G seharian penuh, dan tidak di semua tempat. Dan alasan yang mendasar mengapa sinyal 4G lemot ternyata karena masih banyaknya pengguna jaringan 2G di Indonesia, hal ini diungkapkan oleh Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong mengatakan besarnya pengguna 2G justru menghambat efektivitas 4G di Indonesia sebab keduanya menggunakan pita frekuensi yang sama, yakni 1.800 MHz. Pelanggan 4G bisa saja tidak puas dengan performa 4G akibat pemakaian spektrum yang sama untuk 2G.

Penggunaan pita frekuensi yang sama untuk spektrum 2G dan 4G inilah yang membuat sinyal 4G belum maksimal di Indonesia, alias masih “lemot”.

SementaraLembaga survei OpenSignal baru saja merilis laporan State of LTE yang berisi kondisi terkini tentang jangkauan internet 4G di berbagai dunia. Bagaimana kondisi di Indonesia?

 

Setidaknya, ada dua data dari OpenSignal yang menyangkut kondisi jaringan seluler 4G LTE di Indonesia, yakni dari ketersediaan dan kecepatan.

 

Dalam hal ketersediaan, Indonesia ditempatkan di urutan ke-51 dunia dengan jangkauan 58,84 persen. Ini artinya, rata-rata pengguna 4G LTE di Indonesia menemukan sinyal 4G sebesar 58,8 persen dari jumlah waktunya online.

 

Jadi, belum tentu pengguna layanan seluler di Indonesia bisa menikmati koneksi 4G seharian penuh. Sinyalnya kadang turun ke standar kecepatan yang lebih rendah, seperti HSPA+ atau 3G.

 

Korea Selatan dan Jepang berada di posisi dua teratas untuk kategori keterjangkauan ini. Masing-masing memiliki skor 95,71 dan 92,03 persen. Hampir setiap kali penduduk di kedua negara itu online, sinyal yang mereka dapat adalah 4G.

 

Kecepatan masih rendah

 

Sementara dari segi kecepatan download, OpenSignal menempatkan Indonesia di urutan ke-74. Rata-rata kecepatan download sinyal 4G di Indonesia menurut OpenSignal adalah 8,79 Mbps.

 

Singapura menduduki peringkat pertama dalam hal kecepatan sinyal 4G. Negara tersebut mencatat kecepatan download rata-rata 45,86 Mbps. Unggul tipis dari Korea Selatan yang rata-rata kecepatan download-nya 45,77 Mbps.

 

Dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih unggul dari Filipina yang memiliki kecepatan download rata-rata 7,27 Mbps.

 

Namun demikian, Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura yang berada di posisi puncak. Malaysia dan Thailand juga berada di atas Indonesia dengan kecepatan rata-rata download masing-masing adalah 15,8 dan 15,73 Mbps.

 

Menurut OpenSignal, kecepatan 4G di suatu negara dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti jumlah spektrum yang dipakai untuk jaringan LTE, teknologi 4G yang dipakai (seperti LTE Advanced), tingkat kerapatan jaringan, dan lalu-lintas data di jaringan itu sendiri.

 

Secara umum, negara dengan kecepatan LTE tinggi biasanya telah mengadopsi jaringan LTE-Advanced dan penduduknya menggunakan perangkat yang mendukung teknologi itu dalam jumlah yang besar.

Sumber : kompas.com

Urutan kecepatan 4G seluruh dunia (www.opensignal.com)

Urutan kecepatan sinyal 4G seluruh dunia (www.opensignal.com

Urutan kecepatan sinyal 4G seluruh dunia (.opensignal.com)

..