128 KM Bersama New Honda Sonic 150R (Hari Kedua)

Di persimpangan Baron

Minggu (3/9) kemarin menjadi kencan kedua bersama si manis Sonic….😸

Setelah sebelumnya nge-gass di lereng Merapi. Kini si Sonic kembali aku geber di daerah pegunungan lagi, di wilayah Bantul sisi timur sekaligus ke wilayah Kabupaten Gunungkidul, yang sarat dengan tanjakan turunan dan tikungan, Benar-benar menguji performa dan handling si Sonic.

Pertama, si Sonic aku ajak melewati sebuah tanjakan yang begitu fenomenal di Bantul saat ini yakni ‘Jalur Cinomati’, sebuah jalur yang menjadi jalan alternatif dari Bantul atau Yogyakarta ke wilayah Gunung Kidul. Karena jalur ini sangat memangkas separo perjalanan jika harus ditempuh lewat Piyungan. Tapi jangan salah jalur ini bisa dikata jalur ‘killer’ karena ada satu tanjakan (tanjakan kedua) yang begitu menukik, yang banyak kendaraan ‘habis’ atau ga kuat menanjak, maka bisa berabe, jalur inilah yang disebut dengan Jalur/ tanjakan Cinomati. Maka mulai lebaran kemarin, dititik ini, dibuat pos sukarelawan guna membantu mendorong motor maupun mobil yang mogok. (Ntar aku buat tulisan tersendiri deh untuk jalur Cinomati ini, menarik untuk kita kupas).

Ok, lanjuut …….

Dan si Sonic enteng saja melibas di tanjakan tadi ( Cinomati berada di jl. Pleret-Dlingo ),  terus sedikit naik lagi, melewati wilayah Desa Terong (jl. Patuk-Dlingo), lalu Temuwuh(Jl. Dlingo-Playen),  dan masuklah ke wilayah Gunungkidul via vallen Playen, terus ke arah Selatan ketemu desa Sumberjo_kota kecamatan Playen (Jl. Dlingo-Playen), disini sempat berhenti sejenak untuk melihat google-map, eee dihampiri seorang bapak terpesona dengan si Sonic…😻😻 yang dikira supra(GTR). Saya sempat kekiri ke Jl. Manthous, ternyata salah jalan lalu balik lagi lalu kekiri atau ke arah selatan melaju di atas Jl. Playen-Paliyan,  terus ke Selatan menembus beberapa desa, sawah, perbukitan, melewati Kawasan Suaka-Margasatwa-Paliyan dan menuju ke pantai Baron.

New Honda Sonic mejeng didepan Suaka Margasatwa Paliyan Gunungkidul

Di persimpangan/ pertigaan Baron

Sampailah dikawasan wisata pantai Baron, lalu langaung saja balik kanan eh sebenarnya balik kiri, maksudnya terus putar balik/ pulang….hehe…cuma sendirian malu lah halan-halan di pantai…😸😹.

Kembali dari Baron menuju Parangtritis, melewati jalur selatan. Kembali menggeber si Sonic, jalan halus lebar, banyak tokungan menguji handling  motor dan jokinya. Di bawah terik matahari pun ga kerasa menyengat.

Jalanan wilayah Gunungkidul memang asyik buat nge-trip aka touring dengan motor, jalannya alamnya. Meskipun saat gersang karena musim kemarau-pun tetap terlihat eksotik.

Nih eksotisme wilayah Gunungkidul

Melaju menikung, naik rurun menyusuri jalan, setelah bebetapa pilih kilometer sampailah diperbatasan Gunungkidul dan Bantul.

 

 

Didepan sana terbentang bibir pantai Parangtritis dan lautan luas samudera Hindia

Melewati watu gupit bukit paralayang, sampailah di Parangtritis, cuma lewat doang, lalu pulang.

Cek speedometer menunjukkan angka 1.193,0 KM, sedangkan angka awal tadi di angka 1.064.8, jika dikurangi ketemu 128,2 Km. Kemudian diisi penuh lagi pertamax sebanyak 2,425 liter. Jadi untuk hari Minggu tersebut 1 liter pertamax mampu menempuh jarak sejauh 52,865 Km.

Angka speedometer review hari kedua New Honda Sonic 150R

Wah lebih irit dari yang hari Sabtu kemarin.

Kesimpulan hari Minggu kemarin, New Honda Sonic cukup mumpuni untuk naik ditanjakan, handling cukup mudah terkendali, dan power besar + responsif di putaran bawah.

Oiya kemarin saat lewat sebelum naik jalur Cinomati, yakni diwilayah dusun Trukan, desa Segoroyoso kecamatan Pleret, Bantul sempat melihat sebuah sekolah SD yang dibangun oleh AHM (PT. Astra Honda Motor) loh, yaa si produsen/ pembuat Sonic.

SD DAHROMO -Trukan, Segoroyoso Pleret Bantul dibangun oleh AHM

Oke , sekian dulu, next akan saya coba review harian buat komuter kerja…!!!!

Advertisements

94 Km Bersama New Honda Sonic 150R (Hari Pertama)

Start point #1 : Numpang nampang didepan BigWing Jogja – Astra Motor Yogyakarta

Hari Sabtu (2/9) ini kesampaian juga nyemplak motor bebek balap besutan Honda, si Sonic Reborn, yaa meskipun bukan produk baru, speedometer sudah di angka 960an km, dan merupakan buatan tahun 2015.

Nama Sonic memang sudah dikenal lama sebagai motor Honda bergenre bebek sport atau underbone atau model ayago(ayam jago), kalao saya sih menyebutnya ke model hyper-underbone atau genre motor drag style. Kalau dulu Honda Sonic 125SR hanya berkubikasi mesin 125 cc, SOHC dan produk CBU yakni buatan Thailand _ tapi kini sudah buatan dalam negeri sudah 150cc DOHC, dan beragam fitur modern lainnya.

Well , back to basic, kemarin Sabtu itu, saya dapat pinjaman satu unit New Honda Sonic 150R , siang hingga sore mencoba merasakan nunggang diatas si Sonic keluar dari kandangnya(Astra Motor Yogyakarta) langsung aku aja naik gunung. Mengarah ke tenggara, yakni lereng gunung Merapi, check point #1  Merapi Park, sebuah obyek wisata baru didalamnya ada beberapa landmark wisata terkenal luar negeri , seperti menara Eiffel, menara condong, kincir belanda dan lain sebagainya.

New Honda Sonic 150R nampang di Merapi Park

New Honda Sonic 150R nampang didepan Mesum Gunung Merapi

Tapi sebelumnya mejeng sebentar di depan MGM, Misteri Museum Gunung Merapi, lalu sedikit ke tenggara lagi ke arah The lost World Castle, ini juga sebuah obyek wisata baru juga dikawasan wisata Merapi.

New Honda Sonic 150R didepan gerbang The Lost World Castle

Well, cukup untuk hari itu, lalu si Sonic aku ajak pulang, melewati ringroad utara, lalu ringroad barat. Nah disini di ringroad barat Sonic sempat mencapai 120km/jam, wah cukup kentjang juga ya, dan baru kali ini juga naik motor sekencang ini.

Selepas ringroad barat mencoba melewati sisi barat Bantul, daerah Bangunjiwo,  gua Selarong dan sampaulah dirumah.

Liat speedometer, tertera angka 1062.4km bar bbm kurang dua strip. Sedangkan km awal pada angka 967.5 km , jadi jika dikurangi ketemu 94.9 km.

Speedometer New Honda Sonic 150R

Dan mencoba menghitung konsumsi bahan bakar berpedoman dengan sistem full to full, jadi perhitungan km awal (bahan bakar minyak) bbm di posisi/ kondisi penuh/full tank, dan perhitungan KM  akhir juga pada saat bbm kondisi penuh.

Nah dikondisi KM awal pada angka 967.5 KM dan kondisi akhir pada angka 1064,8 KM (jarak rumah dan SPBU), dan membutuhkan asupan pertamax 2.07 liter, jadi 1.064,8-967,5= 97.3 : 2,07= 47.004, jadi 1 liter pertamax bisa untuk menempuh jarak sejauh 47,004 KM.

Wah irit juga ya, oke sekian dulu, ntar disambung lagi trip di Gunung kidul !!!

Numpang nampang didepan The Lost World Castle