Nunggak 2 tahun, Pulsar 200NS Total Bayar 1,3 Juta

Ilustrasi Pulsar 200ns warna Merah

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bayar pajak, sebagai warga negara Indonesia yang baik dan bijak tentunya bayar pajak, tepat waktu tidak mangkir atau nunggak atau bahkan menghindari nya. 

And toh pajak juga akan kembali ke kita dengan pembuatan atau perbaikan infrastruktur seperti jalan raya, Jembatan dan lain sebagainya.

Think positif aja, 

Dan sebisa mungkin jangan nunggak atau mangkir lah, itu juga akan mempersulit dan memberatkan diri kita sendiri, setidaknya kita akan kena hukuman denda atau sanksi.

Seperti halnya pada pajak kendaraan bermotor kita. Seperti yang dialami oleh rekan kita Riky Sutriyono dari Karanganyar Jawa Tengah, karena doi mangkir atau nunggak selama dua tahun, dan dikala dia bayar di tahun yang ketiga plus biaya ganti STNK dan plat atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), maka Rio harus  merogok kocek lebih banyak hingga 1,3 juta. Itu karena adanya tambahan denda atau sanksi.

Lha enapa harus ada sanksi Om?

Iya harus dong, namanya juga tidak disiplin ada hukuman nya bukan? Ntar kalo tidak begitu (tidak diberi sanksi) nggak ada bedanya lah dengan orang yang disiplin.

Well terlepas dari masalah disiplin dan indisipliner, yuuk mari kita pelajari skema dari denda atau sanksi dari penunggakan pajak kendaraan bermotor khususnya pada kasus ini yakni sepedamotor Pulsar 200NS yag merupakan sebuah produk kolaborasi dari pabrikan motor India Bajaj dan pabrikan motor Jepang Kawasaki.

Motor ber-busi 3 buatan/rakitan tahun 2013 ini pajak tahunan nya total sebesar Rp 288.500 dari Pajak Kendaraan Bermotor(PKB) sebesar Rp 253.500,- dan Simpanan Wajib Jasa Raharja (SW-JR) untuk semua sepedamotor sama yakni Rp 35.000. 

Ada slip sebanyak 3 lembar yang didapat Riky, saat dia membayar pada tanggal 5 Maret lalu, sedang tengat waktu di tanggal 25 Maret. Hal itu dikarenakan Rio nunggak 2 kali atau dua tahun yakni di tahun 2017, 2018 dan meski bayar di tahun ini (2019). 

Setelah saya utak-atik dengan mencoba mencocokkan rumusan yang saya tau yakni besaran tunggakan di 2017 untuk PKB itu sebesar 48%. (Jika dikalkulasikan Rp 253.500 x 48% = Rp 121.680 , dibulatkan Rp 121.700). Besaran denda SWJR sebesar Rp32.000 .

Untuk tunggakan 2018, jika diutak-atik besaran denda PKB ketemu sebesar 24% , ( Rp 253.500,- x 24% = Rp 60.840, dibulatkan Rp 60.850)

Dan untuk tahun 2019, Riky tidak terkena denda karena tidak telat bayar, hanya saja berhubung tepat saat nya tahun ganti STNK dan plat atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) maka harus menambah biaya sebesar Rp 160.000 (100.000 untuk biaya administrasi STNK, dan Rp 60.000 untuk biaya administrasi TNKB), dan tentunya bayar pajak tahunannya sebesar Rp 288.500.

Jadi jika total jendral ( 442.200+381.350+448.500 ) sebesar Rp 1.272.050 , mungkin dibulatkan oleh Riky sebesar 1,3 juta. Berikut slip pajak kendaraan milik Riky

Besaran pajak kendaraan Pulsar 200NS
mesin pulsar 200ns
speedometer pulsar 200ns
Iklan

Inilah Motor ‘Laki’ Teririt, “Bajaj Discover 125” Di Klaim Mampu Capai 82 Km/Liter

Konsumsi BBM Bajaj Discover 125 Ini Diklaim Capai 82 Km/Liter

Motobeam

kusnantokarasan.com – Pabrikan sepeda motor asal India, Bajaj Auto, diam-diam telah meluncurkan motor sport Bajaj Discover 125 versi penyegaran. Konsumsi bahan bakar (BBM) Discover versi baru itu diklaim mencapai 82 kilometer/liter (km/l) atau naik 6 km/liter dibanding generasi sebelumnya.

Seperti dilaporkan Motorbeam, Minggu (5/7/2015), Bajaj mengatakan konsumsi BBM generasi sebelumnya mencapai 76 km/l. Konsumsi BBM yang lebih irit itu dicapai karena ada ubahan pada setingan mesin.

Namun untuk tampilan, Bajaj hanya melakukan sedikit ubahan. Sementaram untuk mesin meski dilakukan penyempurnaan namun besaran kapasitas masih sama, yakni 124,6 cc silinder tunggal empat katup berteknologi DTS-i.

Tenaga yang disemburkan mesin mencapai 11,5 PS pada 8.000 rpm dan torsi 10,8 Nm. Penyaluran tenaga ke roda menggunakan transmisi empat tingkat kecepatan. Bajaj mengklaim motor besutannya ini mampu melesat hingga 100 km/jam.

Ubahan sebagai penanda penyegaran terlihat pada peranti starter yang kini ditambahi electric starter. Selain itu, Bajaj juga menawarkan pilihan rem cakram berukuran 200 mm sebagai pilihan selain rem cakram 130 mm.

Motor yang menggunakan suspensi garpu teleskopis 130 mm di roda depan dan Nitrox Twin 110 mm di roda belakang itu, juga mengusung tangki BBM yang lebih besar. Dengan penambahan kapasitas tangki itu untuk menunjang motor saat digunakan menempuh jarak jauh.

Akankah motor ini masuk Indonesia? Kita tunggu saja…!

sumber : detikOto.com

Nih Tampak Samping Bajaj Pulsar RS 200

bajaj pulsar RS 200

bajaj pulsar RS 200

kusnantokarasan.com – Segera ‘ngaspal’ dimari, motor bumblebee dari Bajaj karena di gambar teaser promonya berwarna kuning dan raut muka memang khas mirip salah satu robot transformer yang berwarna kuning, yupz si Pulsar RS 200. Sebuah produk asli dari negeri Mahabarata – pabrikan India, Produsen motor India yang terkenal dengan motor berharga terjangkau, Bajaj, akan merilis motor baru yang disapa Pulsar RS 200. Bajaj mengklaim motor ini adalah Pulsar paling cepat.

Pulsar RS dipercaya bakal menggendong mesin yang sama seperti Bajaj Pulsar 200 NS di India. Yakni mesin berkapasitas 199.5 cc, 4-stroke, satu silinder yang telah dilengkapi dengan liquid-cooled.

Hasilnya mesin ini dipercaya bakal mampu menyemburkan 23,2 tenaga kuda di 9.500 rpm dan memiliki torsi 1.86 kgm di 8.000 rpm.

Sebelum diluncurkan, Bajaj sudah memberikan beberapa foto teaser Pulsar RS 200 di laman Facebook-nya. Ada 3 foto teaser, dua di antaranya memperlihatkan bagian depan dan samping motor.

Dan ini nih tampak samping Bajaj Pulsar RS 200 :

tampak samping Bajaj Pulsar RS 200

tampak samping Bajaj Pulsar RS 200

Tampak depan :

tampak depan bajaj Pulsar RS 200

tampak depan bajaj Pulsar RS 200

Tampak  belakang :

tampak belakang Bajaj Pulsar RS 200

tampak belakang Bajaj Pulsar RS 200

Weitss selamat menantikan kehadirannya pemirsah….