‘Kabisat Fun Touring’ Kunjungi Kebun Kopi Lereng Merbabu

Yogyakarta – Memanfaatkan momen yang hadir 4 tahun sekali, Main Dealer Astra Motor Yogyakarta mengajak blogger
dan vlogger Yogyakarta dan sekitarnya untuk melakukan touring ke Boyolali – Jawa Tengah (29/2). Tak seperti biasa
tujuan touring kali ini adalah kebun kopi yang terletak di lereng timur gunung Merbabu, tempat Astra Motor Yogyakarta
mendukung upaya pemberdayaan petani kopi lokal.

“Touring di tanggal yang hanya ada setiap 4 tahun sekali ini kita buat berbeda. Kalau biasanya yang kita datangi adalah
objek wisata ataupun landmark kota, kali ini kita justru ajak rekan-rekan blogger dan vlogger ke kebun kopi yang ada di
salah satu desa tertinggi di lereng timur gunung Merbabu.” ungkap HC3 Region Head Astra Motor Yogyakarta Djamilah.

Menuju ke desa Ngagrong di lereng timur Merbabu, rombongan Kabisat Fun Touring melaju dari Astra Motor Center
Yogyakarta melalui jalur Muntilan – Ketep – Selo – Cepogo – Ampel. Bersama Honda ADV150, seluruh peserta melintasi jalur yang sarat dengan tanjakan, turunan, dan berbagai karakter tikungan tajam. Sepanjang perjalanan ini seluruh
peserta dapat menikmati pemandangan yang sangat elok karena melintasi jalur yang diapit oleh lereng gunung Merapi
dan lereng gunung Merbabu.

Dalam perjalanan sepanjang kurang lebih 84 km ini, Honda ADV150 sebagai salah satu skutik premium Honda mampu
menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Tenaga dari mesin eSP berkapasitas 150cc berpendingin
cairan disalurkan dengan efisien ke roda penggerak. Semakin istimewa, rangka Double Cradle yang dipadukan dengan
Twin Subtank Rear Suspension dan Wide tire with semi dual purpose pattern membuat handling Honda ADV150 semakin nyaman dan presisi.

Sampai dilokasi, peserta Kabisat Fun Touring langsung diajak untuk mengunjungi Kebun Kopi yang masuk dalam program pemberdayaan petani kopi. Melalui program ini diharapkan “kenikamatan” dan hasil kopi yang diseduh di berbagai penjuru kota juga dapat dinikmati oleh mereka yang ada di hulu bisnis industri kopi.

Administration & Finance Region Head Astra Motor Yogyakarta I Nyoman Sukadana mengungkapkan bahwa program
pemberdayaan petani kopi ini berupaya untuk menyentuh berbagai pelaku industri kopi lokal dari hulu ke hilir.
Harapannya apa yang dilakukan oleh Astra Motor Yogyakarta dapat semakin memperbaiki taraf hidup mereka yang ada
di hulu bisnis sekaligus menjaga putaran roda ekonomi yang menyertainya.

“Dalam program ini kami merangkul warga di lereng gunung Merapi dan Merbabu, komunitas petani kopi, serta
coffeeshop di Yogyakarta sebagai salah satu saluran pemasaran produk kopi lokal. Dengan semangat kolaborasi,
pendampingan yang kali lakukan meliputi proses pembibitan, perawatan tanaman kopi, panen kopi, hingga pengolahan
kopi sampai siap dipasarkan.”

Hasil dari adanya program ini mulai dirasakan oleh petani kopi di wilayah gunung Merapi dan gunung Merbabu. Salah
satunya adalah perbaikan harga jual biji kopi Merapi dan biji kopi Merbabu yang dapat dirasakan secara langsung oleh
para petani kopi.

“Dulu warga di lereng gunung Merapi dan gunung Merbabu menjual biji kopi langsung dari pohon sehingga harganya
sangat murah. Dengan adanya komunitas petani kopi yang didukung oleh Astra Motor Yogyakarta, saat ini biji kopi di
sini dijual dalam bentuk green bean dengan harga jual yang jauh lebih baik dan lebih terjaga stabilitasnya” ungkap salah
satu punggawa Komunitas Petani Kopi Merapi Merbabu Muhammad Luqman Taufiq.

Perluasan Pasar Kopi Lokal
Peningkatan jumlah dan mutu biji kopi yang dihasilkan oleh para petani kopi di lereng gunung Merapi dan Merbabu
perlu diimbangi dengan kemampuan pasar untuk menyerap produk kopi yang dihasilkan. Sadar akan hal itu, sebagai bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan Den Singo
Koffie menggelar pelatihan barista.

“Lewat pelatihan barista ini, kami berharap akan semakin banyak orang yang memiliki kompetensi untuk menyajikan
kopi dengan baik. Dengan demikian jumlah sebaran warung-warung kopi akan semakin merata dan skala bisnis industri
kopi juga akan semakin membesar.” ungkap I Nyoman Sukadana.

Sebagai tahap awal, Astra Motor Yogyakarta berkolaborasi dengan Den Singo Koffie menggelar pelatihan barista untuk
komunitas difabel di Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dan dilaksanakan di kantor Astra Motor Yogyakarta
(29/1).

Tak menutup kemungkinan di kemudian hari Astra Motor Yogyakarta akan berkolaborasi denga berbagai pihak
lain untuk menggelar pelatihan barista dengan peserta yang berbeda-beda.
***

Pertamini akan diganti Pertashop

Kehadiran pertamini atau kiasan darl pom mini milik masyarakat sebagai penyalur eh penjual bahan bakar minyak ⛽ semakin akan tersingkirkan, didaerah mimin, di pom (SPBU) kini banyak yang melarang membeli BBM dengan wadah/ dirigen, hal ini tentunya tidak secara langsung mengindikasikan tidak melegalkan kulakan. Bahkan tetangga yang jual BBM eceran kini tidak boleh kulakan/ beli BBM jenis pertalite dengan dirigen, bolehnya Pertamax. Jadi bisa jadi kedepannya masyarakat dilarang untuk menjual BBM. Oiya BBM yang dijual oleh masyarakat juga berjenis perta, pertalite maupun pertamax. Untuk BBM bersubsidi yakni premium bisa dibilang ‘Haram’ diperjualbelikan oleh masyarakat.

Seperti yang sudah pernah saya tulis sebelum nya, bahwa di wilayah Kabupaten sudah ada pelarangan penjualan BBM secara ecer /pom mini,  tapi tidak selang lama diperbolehkan kembali.

Entah ini untuk alasan apa, mimin juga tidak tau tentang pelarangan penjualan BBM secara ecer/ pom mini ini,  maupun warung kecil yang menjual literan biasanya menggunakan botol,  dijual 1 literan.

*****””€¥^°√π==°%©®™^°

Tapi jangan khawatir, Pertamina memberi solusi bagi masyarakat jika ingin menjual BBM secara ecer, yakni Pertashop.

Lalu apa dan bagaimana mengenai Pertashop ini? Silahkan disimak info selengkapnya dibawah ini

Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina dalam skala kecil untuk melayani kebutuhan BBM, LPG dan pelumas yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. Ini menjadi peluang usaha bagi mitra Pertamina di pedesaan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas’ud Khamid dalam seremoni peluncuran dua Pertashop di Nusa Dua, Bali, Kamis (27/2).

Mas’ud menegaskan, Pertamina memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi mitra Pertashop melalui dua skema bisnis.

“Skema bisnis yang kami tawarkan ada dua, yaitu skema investasi oleh desa dan skema investasi Pertamina dengan tiga kategori usaha, gold, platinum, dan diamond,” ujarnya.

Pertashop jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 km atau sesuai dengan hasil evaluasi.

Adapun jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

“Pada skema investasi oleh mitra/desa, seluruh investasi baik modal sarana dan infrastruktur maupun modal kerja disiapkan oleh mitra atau desa sehingga keuntungan pun menjadi hak mereka sepenuhnya. Sedangkan skema investasi Pertamina, BUMN ini yang akan mengelola Pertashop dengan modal sarana dan infrastruktur serta modal kerja dari mitra/desa,” bebernya.

Bagi yang berminat, calon mitra/desa bisa menyiapkan lahan/lokasi yang sesuai dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum. “Kami akan melakukan survei lapangan untuk melihat kelayakan dari omzet dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya. Setelah itu, pengurusan administrasi perizinan ke Pemda. Selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan. Tahap akhir, kontrak kerja sama dengan Pertamina antara 10 – 20 tahun,” imbuhnya.

Mas’ud Khamid memastikan, Pertamina akan memprioritaskan lembaga desa sebagai pengelola Pertashop. Oleh karena itu, pihaknya mencari titik distribusi dengan investasi yang rasional berdasarkan kesepakatan global ke depan.

“Pertashop akan menghadirkan produk dengan harga dan kualitas dijamin sama. Dengan konsep ini kita harapkan keberadaan Pertamina makin terasa manfaatnya dalam menyebarkan energi baik dengan harga dan kualitas terjangkau,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa Aferi S. Fudail mengatakan, Kemendagri mendukung program Pertashop merambah desa.

“Kami mendorong pemerintahan desa di setiap provinsi untuk dapat menerapkan tatalaksana pemerintah daerah bersinergi dengan Pertamina sehingga kebutuhan masyarakat desa dapat berkembang dan perekonomian meningkat menjadi desa yang modern,” tukas Aferi.

Ketua APRINDO (Asosiasi Pelaku Usaha Retail Seluruh Indonesia) Roy Nicholas Mandey menyatakan hal yang sama. Dengan total anggota 50.000 toko modern, pihaknya mendukung kehadiran Pertashop di desa.

“Sebagai bagian dari sinergi, kami siap memosisikan diri sebagai gerbong, lokomotifnya adalah produk-produk BBM dan LPG yang dijual. Selain itu, ke depannya kami akan menyerap produk desa tersebut dan kami distribusikan ke wilayah lain sehingga berkembang lebih maksimal,” pungkasnya.*RIN(sumber: website pertamina)

Besaran pajak Honda ADV150 di Yogyakarta

 

Kehadiran Honda Adv150 di pertengahan tahun 2019 ini sungguh menggebrak dunia permotoran tanah air, dengan desain seakan out of the box Honda pada motor komersial kelas skutik 150 cc, sepertinya semua perhatian permotoran terperangah, terlebih para konsumen loyal pasti akan cukup punya alasan kuat untuk meminangnya.

Honda ADV150,  sepertinya memiliki desain turunan dari X-ADV,  boleh dibilang rada ekstrem lah untuk kelas ini.

Saya sudah berkesempatan merasakan impresi mengendarai untuk kedua kalinya, yang pertama 120 km dan yang kemarin 160 km, feel nya ya hampir mirip Honda PCX, dengan posisi stang yang sejajar dengan dada maka sangat enteng untuk bermanuver. Kelebihan Honda ADV 150, ground clear agak tinggi, plus dipasangkan ban yang direkomendasikan untuk permukaan yang berbeda (dual purpose), yakni aspal & tanah, maka skutik ini cocok untuk medan semi off-road. Untuk kontur yang tidak rata, tanah bebatuan,  sangat cocok. Melewati jalan berlubang jalan rusak,  tidak perlu segan lagi melibas nya,  rak perlu menghindari, pokoknya hajar bleh. Itulah kelebihan Honda ADV 150.

Jika dinilai dari harga, juga berada di atas Honda PCX. dimana untuk versi standar dipasarkan pada rentan harga 33 juta,  sedangkan untuk versi fitur rem ABS pada harga 36.

Lalu berapa besaran pajak pertahunnya untuk wilayah Yogyakarta?

Yuk simak di STNK nya,  berikut ini.

Pajak tahunan Honda ADV 150

 

Didalam Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/ BBN-KB & SWT Jasa Raharja atau STNK warna coklat, pada baris kedua tertera sebesar Rp 398.200, dan SW-Jasa Raharja Rp 35.000, maka besaran pajak ADV 150 adalah 398.200+35.000= Rp 433.200, untuk wilayah lainnya,  sedikit berbeda 

Honda ADV 150 saat menikung