Cuma 100 ribu, Tampilan GSX-R kamu makin Racy, keren abis dah

Suzuki GSX-R 150 saat berada di Imogiri

Modifikasi sederhana dengan menambahkan sesuatu maka akan menambah tampilan motor makin cakep.

Dengan mencopot spakboard belakang dan memasang undertail,. Maka Suzuki GSX-R 150 yang memang Racy abis ini akan semakin tampil racy totally.

 

Saat melihat video cara pemasangan nya pun sangatlah mudah, atau istilah nya PnP (Plug and Play), tinggal copot spakbor belakang lalu pasang undertail ini dan jadi deh.

Harganya pun sangatlah terjangkau, cukup dengan 1 lembar uang kertas pecahan terbesar yakni 100 ribu maka kita sudah mendapatkan barang ini, tapi belum ongkir loh ya. Sepertinya produk ini buatan Tangerang, Tangerang Selatan tepatnya.

Undertail Suzuki GSX-R /S 150

Untuk lampu sign juga sudah ada pada produk undertail ini jadi aman terkendali.

Lalu bagaimana tampilan nya berikut beberapa foto-fotonya, uang kebetulan teman saya sudah memasang nya :

Tampilan dari belakang Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Tampak dari belakang Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Detail tampilan Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Tampak dari samping kanan Suzuki GSX-R 150 dengan undertail

Keren abis bukan???

Bagaimana bro and sister ? Merasa teracuni???

 

Source : bro Oni

Advertisements

Hari ke-2 : (Palembang – Jambi) Bee Story Cirebon – Padang 2018, pada alinea ke-5 rada sedikit ngeri

Melanjutkan kisah single touring dari sosok lady biker asal kota Cirebon, Dewi Siti Hawa bersama ‘bee’ tunggangannya Yamaha Byson, dihari ke dua nya dalam ‘Bee Story Cirebon – Padang 3500 km 12-20 Juni 2018’, yuuuk kita ikuti kisahnya, dalam alinea atau paragraf ke -5 ada cerita sedikit rada ngerih atau menakutkan….

Jembatan icon kota Jambi

Hari 2 Lintas Timur Sumatra (Kamis, 14 Juni 2018)

Pagi  ini aku mengantuk sekali , padahal sudah kenyang tidur dari jam 3 dini hari tadi.
Biasanya 2 jam saja cukuplah menyegarkan mata, tapi entah kenapa kali ini mata tak juga mau terbuka, jadilah separuh-hatiku berkata full-in aja sampai saat check-out jam 12.00 nanti.

***

Start pukul 13.00 WIB, dilepas Byonic Palembang menuju Jambi. Untuk jarak dibawah 300 km aku tidak terlalu khawatir, perkiraan akan masuk Jambi sekitar pada gelap hari , minimal 5 jam atau yaa maksmal 6 jam saja dengan medan yang sudah mulai familiar di tanah Sumatra ini.

Kota Pangkalan Balai, masih ramai oleh penduduk disini. Aku pun sempat mampir ke sebuah mini market karena rasa haus yang menyerang tiba-tiba.
Mataku menatap keatas, mendung yang mulai menutup langit, menggelantung, perkiraanku sih kota Jambi tinggal didepan saja.

Dan benar saja, memasuki hutan sawit di Sungai Lilin.
Yaa mau berkata apa lagi tetap harus gas sore ini agar mengejar schedule, karena sudah molor gegara ada insiden rusuh di Lampung kemarin hari.

Langit tak sabar menahan air, dan hujan mulai turun, titik-titik air mulai berjatuhan menerpa helm, jaket, celana dan bee, namun  karena takut dan cemas kehabisan waktu, maka ku biarkan basah saja , sungkan untuk membongkar bundel tas dan enggan untuk memakai jas hujan, mengingat pesan-pesan dan wanti-wanti dari semua teman,  biarlah kuyup, basah semua badan.

***

Melewati hutan sawit di kanan dan kiri yang paaaanjang, dikala senja, hanya ada satu dua kendaraan yang lewat dan berpapasan.

Hanya ada sebuah truk dan satu satunya bus menemani/ searah. Sesekali dari arah berlawanan ada mobi- mobil konvoy berpapasan.

Hari menjelang gelap saat melihat rambu menunjuk kota Jambi masih 44 km lagi.
Sepi mulai datang, “ini hari terakhir puasa pasti semua sedang persiapan berbuka,” pikirku.

Jalan mulai berkelok kelok, sebentar pemukiman/ rumah sebentar hutan.
Tapi aku tidak takut sama sekali.

Karena saat takut mulai datang, seberkas cahaya kendaraan lain dari depan membuatku tersenyum dan hasrat ingin segera tiba di Jambi membuatku bersemangat.

 

Akhirnya tibalah di kota Jambi.

Dewi Siti Hawa saat si Kota Jambi

Tiba di Jambi sempatkan berfoto di gapura, kemudian menunggu di sebuah minimarket, untuk segera bergabung dengan rekan-rekan Byonic Jambi. Check-in di hotel, kemudian keluar lagi untuk jalan-jalan bersama rekan Byonic Jambi menikmati malam di kota jambi.

Bee Story saat diidepan Universitas Jambi

Dewi Siti Hawa saat di Jambi

Bee Story Cirebon – Padang 2018