Tutup Rangkaian Kegiatan Komunitas di Bulan Ramadhan, “Astra Motor Yogyakarta Gelar Brotherfood Gathering Supra GTR 150”

Secara simbolis penyerahan kitab suci Al-Quran, Buku Iqro, dan tikar dilaksanakan oleh komunitas Jogja GTR Owner Community (JGOC) kepada warga Pangukrejo, Cangkringan (10/6).

Yogyakarta – Menutup rangkaian kegiatan komunitas motor Honda di Bulan Ramadhan, Astra Motor Yogyakarta bersama dengan anggota komunitas motor Honda melaksanakan kegiatan Brotherfood Gathering Supra GTR 150 di kota Yogyakarta (10/6). Kegiatan ini merupakan Honda untuk mempererat tali silaturahmi antar bikers sekaligus sebagai wadah bagi bikers untuk berbagi kebaikan untuk sesama di bulan Ramadhan.

Brotherfood Gathering Supra GTR 150 Yogyakarta diawali dengan dengan aktivitas city rolling dari Astra Motor Center Yogyakarta menuju ke wilayah Pangukrejo, Cangkringan. Pada checkpoint pertama ini rombongan bikers menyerahkan donasi kepada warga setempat dalam kitab suci Al-Quran, Buku Iqro, dan tikar. Setelah penyerahan donasi selesai dilaksanakan, rombongan bikers kembali melakukan aktivitas city rolling menuju ke Astra Motor Safety riding Center Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan Brotherfood Gathering.

 

Sesampai di lokasi komunitas motor Honda yang telah berkumpul segera kembali turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada warga di sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Selanjutnya dilaksanakan agenda buka puasa bersama di Community Space Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta. Untuk mempererat persaudaraan, para bikers tidak hanya sekedar menikmati hidangan berbuka puasa tapi juga bersama-sama memasak dan menyiapkan hidangan tersebut dengan menggelar barbeque party.

Tausiah pengantar buka puasa dilaksanakan di Community Space Astra Motor Safety Riding Center Yogyakarta.

“Brotherfood Gathering Supra GTR 150 telah sukses menjadi gelaran penutup rangkaian agenda komunitas di bulan ramadhan tahun ini. Namun demikian semangat positif dan rasa persaudaraan yang hadir dalam kegiatan ini akan terus Kami bawa bersama dengan anggota komunitas motor Honda dalam kegiatan-kegiatan Kami selanjutnya.” ujar Marketing Region Head Astra Motor Yogyakarta Budi Hartanto.

 

Rangkaian Agenda Nasional

Brotherfood Gathering Supra GTR 150 dilaksanakan dengan mengusung tema “Taklukan Jalan, Ibadah Ga Ketinggalan”. Kegiatan ini dihelat di 28 kota besar di Indonesia dengan Kota Malang (20/5) sebagai kota pertama pelaksanaan kegiatan ini. Dilanjutkan dengan pelaksanaan di kota besar lainnya, agenda Brotherfood Gathering Supra GTR 150 berakhir di Kota Samarinda serta Yogyakarta (10/6).

Mempererat persaudaraan barbeque party dilaksanakan sebagai pelengkap menu buka puasa dalam Brotherfood Gathering Supra GTR 150 Yogyakarta.

Hingga akhir pelaksanaannya, secara nasional komunitas New Honda Supra GTR150 telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 87.648.000,-. Dana yang terkumpul disalurkan melalui berbagai kegiatan seperti donasi Al Quran, infaq sedekah masjid, pembagian tajil kepada pengguna jalan, aksi bersih masjid, pembagian sembako kepada panti asuhan, donasi alat sekolah kepada panti asuhan, sumbangan alat kebersihan masjid, sahur dan buka bersama panti asuhan, dan juga donasi pakaian kepada panti asuhan.

Salah satu aktivitas Brotherfood yang digelar PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) main delaer Honda wilayah Jawa Timur bersama 200 Biker di pondok pesantren Robithotul Asfiya,Kota Gresik (2/6).

“Momen Ramadhan memang menjadi bulan yang baik untuk berbagi kebaikan, ajang silaturahmi komunitas New Honda Supra GTR150. Semoga kegiatan ini menambah semangat positif dan kekeluargaan para bikers.” ujar General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor Agustinus Indraputra.

***

Advertisements

Solo Riding Touring Cirebon – Padang Telah dimulai, inilah Kisahnya “Bee Story Cirebon-Palembang 12-20 Juni 2018, Part: 1”

Yupz, sesuai artikel sebelumnya, blog ini menjadi salah satu media blog yang dipercaya teteh Dewi, lady bikernl asal Cirebon yang gemar touring sendirian untuk menerbitkan artikel perjalanannya Cirebon – Padang 3500 km(PP)

Dan sesuai yang sudah direncanakan, touring teh Dewi dimulai pada tanggal 12 Juni dua hari yang lalu.

Dan inilah kisahnya….

Sore ini, Selasa, 12 juni 2018.. Perjalanan Cirebon – Padang saya dimulai jam 5 sore lebih sedikit saya melaju tipis-tipis bertolak menuju Bakauhuni_Lampung.

Jalanan lancar,  karena jalur yang saya lalui yakni Pantura – Jakarta adalah jalur arah arus balik.

Jadi bertolak-belakang dengan arah berlawanan, yang mana arus mudik padat merayap, dan jalur saya lenggang dan normal.

Namun mulai terjebak macet ketika masuk Tanggerang, kalau jalur ini memang jalur arus mudik menuju sumatra. Selain dipadati roda 2, roda empat bahkan bus dan truk juga ada.

Pukul 02.00 WIB dini hari saya rest di kota Serang. Menikmati secangkir kopi hitam sekedar menghilangkan kantuk yangg mulai menerjang.

Pukul 03.00 pagi saya sudah tiba dipelabuhan Merak dan terjebak stuck di mana-mana.

Masuk kapal pukul 05.30 pagi dan berhasil merapat 2 jam kemudian.

Sempat tertahan 3 jam di Bandar Lampung karena sesuatu hal hingga jam 1 siang, pukul 13.00 saya baru mulai gas lagi menuju Palembang via jalur lintas timur.

Di lintas ini saya menikmati trek lurus dengan jalanan mulus yang di kanan-kirinya di dominasi hutan sawit, hutan pisang dan ini lhoo.. Sepanjang Mesuji terdapat pemukiman orang bali yang padat dan lumayan panjang sejak masuk mesuji hingga perbatasan.

Banyak spot bagus untuk berfoto, tapi saya tidak berani untuk sekedar turun sebentar guna mengabadikannya, dikarenakan ada wanti-wanti dari teman-teman untuk tetap laju saja sepanjang lintas ini.

Pukul 19.00 WIB, saya sudah di Palembang, dan saya bermalam disini. Menunggu di jemput teman-teman dari club, saya ikut rest di posko aparat negara tepat di flyover kota Palembang.

Beliau-beliau sangat exited dengan cerita solo ridding saya dan berbincang cukup lama sembari berfoto, bertukar merchandise dan ini, yang paling berkesan saya adalah mendapatkan oleh-oleh snack khas Palembang untuk dibawa pulang.

 

Malam ini (Kamis,14 Juni) Saya bermalam disini..

 

 

 

Bersambung…

Antisipasi kecelakaan di Tanjakan Cinomati, Bus & Truk dilarang melintas hingga disediakan Sopir khusus

Jalur tanjakan Cinomati

Libur lebaran momentum yang tepat untuk bepergian ke tempat-tempat wisata, dan pantai-pantai Gunungkidul yang eksotis menjadi daya pikat masyarakat untuk menuju ke sana, biasanya rute kesana, meskipun banyak jalur, namun karena saking banyaknya wisatawan, terjadi lonjakan hingga terjadi antrian panjang kendaraan menuju ke sana. Dan jalan alternatif menjadi pilihan, meskipun itu terbilang jalur ekstrem, seperti halnya jalur jalan Pleret-Dlingo, yang melewati sebuah tanjakan Cinomati yang begitu terjal.
Di lebaran 1439 H /tahun 2018.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, jalur tersebut merupakan titik rawan kecelakaan.

Dan pemerintah Bantul beserta jajaran kepolisian dalam hal ini Kepolisian Resor Bantul mendirikan pos pemeriksaan atau check points bagi kendaraan yang akan melewati jalur tanjakan Cinomati, Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret. Pos tersebut untuk memeriksa kelayakan kendaraan yang bakal naik ke jalur yang memiliki kemiringan 45 derajat tersebut.

Oleh karenanya, apabila nanti ditemukan kendaraan yang tidak layak, polisi tidak akan memberikan toleransi untuk naik ke jalur maut tersebut. Kendaraan akan diisolasi di Pos pemeriksaan.

“Sangat membahayakan karena kontur jalan (Cinomati) dari evaluasi tahun lalu, banyak kendaraan yang melorot,” ujarnya, Senin (11/06/2018).

Untuk mengantisipasi adanya kendaraan pribadi yang tetap nekat melintasi jalur Cinomati, polisi membuat tim bersama dengan berbagai komunitas relawan di Bantul yang tergabung dalam Tim Ganjal. Mereka secara sukarela standby untuk membantu kendaraan yang sewaktu-waktu tidak kuat menanjak.

“Kendaraan yang akan naik kita periksa dulu, layak atau tidak naik. Kalau tidak layak kendaraan akan diisolasi di Pos pemeriksaan” tandasnya.

Selain itu, polisi juga telah menyiapkan beberapa pengemudi handal yang akan membantu pengendera mobil melintasi jalur tersebut. Pengemudi yang dipersiapkan merupakan yang telah mengetahui seluk-beluk kontur tanjakan Cinomati.

Sementara itu untuk kendaraan jenis bus, truk, kendaraan terbuka maupun kereta kelinci, dihimbau agar tidak melewati jalur Cinomati. Kabag ops Polres Bantul menyarankan yang menuju Mangunan, Dlingo mengambil jalur Patuk, Gunungkidul.

“Kita imbau untuk tidak melewati jalur Cinomati. Kita akan melakukan pendekatan persuasif jika masih ada yang tidak mengindahkan imbauan kita,” tandasnya. (Humas Polsek Pleret)