Review : Harian, Touring, Berboncengan bersama Si Sexy…Yamaha LEXi

Yamaha LEXi 125 S

Mengendarai motor baru(keluaran terbaru) bak kencan pertama, terasa deg…deg ser jantung berdekup. Yupz akhir pekan ini merupakan libur panjang (3hari) dari aktifitas kerja, disamping untuk aktifitas harian, saatnya memanjakan diri untuk ‘ berkendara sendirian ‘short touring’ melibas jalanan di pegunungan Gunungkidul.

Dan Kali ini saya  berkencan dengan si Sexy … Yamaha LEXi.

But wait, kq tujuan selalu disitu sih om, kenapa?

Iya karena jalanan pegunungan itu sarat/ banyak akan tanjakan, turunan dan kelokan/tikungan, itu pastinya bisa menguji performa dari motor, baik, power, handling, maupun kinerja shock pun juga kerja rem. Jadi kita bisa lebih optimal merasakan kendali motor. Begitu….

Well, kali ini rute yang saya pilih cukup pendek, dengan total sekitar 98 km. Dari rumah(bantul) menuju ke daerah kecamatan Pleret pastinya saya melewati Tanjakan Cinomati, nah disini saya merasakan si Sexy ini cukup ‘binal’ eh cukup berasa bertenaga besar di putaran bawah. Melibas tanjakan yang direkomendasikan menakai gigi satu(mobil manual), si LEXi terasa ‘Rosa'(mbah Marijan) atau kuat banget.

Meski jalan disitu sedikit banya bergelombang, si LEXi tetap nyaman melenggang.

 

Yamaha LEXi saat di tanjakan Cinomati

Di LEXi narsis di bukit Cinomati

Dua tanjakan terlewati sudah kini, turunan ladai maupun curam yang panjang menghadang didepan mata saat melewati desa Terong, Dlingo hingga jembatan Getas , benar-benar menguji handlingnya, kinerja rem dan shock breakernya.

Si LEXi Saat si jembatan Getas

Jalan panjang nan lurus sedikit berkelok saat melibas jalanan Kecamatan Paliyan.

Si LEXi saat si depan Suaka Margasatwa Paliyan

Selepas Paliyan, si LEXi sayaarahkan pulang melalui wilayah kecamatan Panggang – Imogiri. Disini turunan nya sangat curam , kinerja rem teruji.

***

Disamping ‘short touring’ diatas , motor juga saya gunakan untuk aktifitas harian, untuk kesana kemari, komuter kerja, dan berboncengan.

Setelah 6 hari berada dirumah, dan setidaknya melibas jalanan pegunungan perkotaan sejauh kurang-lebih 315 km, maka dapat saya simpulkan sebagai berikut :

Performa

Secara keseluruhan performa motor skutik semi gambot ini sangat Rosa   bertenaga pada putaran bawah, meski sedkit susah untuk meraih top speed, saya hanya mampu pada angka 90 km perjam.

Handling

Untuk pengendaian motor ini cukup baik, saat melibas tikungan, mungkin ditunjang  sudut kemirnga setang yang banyak motor ini punya kelebihan manuver saat berjalan pelan maupun saat di belokkan di tempat yang sempit.

Ergonomi/ riding position

Posisi berkendara Yamaha LEXi cukup nyaman, tinggi stang sejajar dengan pinggang, sudut kaki pun bisa membentuk sudut 90°jadi cukup nyaman, kaki jugz bisa diselonjorkan Untuk touring maupun riding harian. Untuk pebonceng juga cukup bersahabat, mereka tidak mengeluhkan akan kenyamanannya. Hanya saja ada sebagian yang megatakan kalau footstep nya (boncenger) sedikit terlalu maju.

Oiya, untuk pengendara dengan postur tubuh yang kurang diatas rata-tata atau tinggi badan dibawah 165 cm memang sedikit banyak terintimidasi, seperti saya yang hanya 160cm, cukup nggrangsang( ketinggian), jadi kaki harus jinjit balet saat menahan motor berhenti. Tapi begitu melaju, sudah deh lupa daratan.

Konsumsi bahan bakar

Dengan menggunakan metode full to full, (yakni bahan bakar pada tanki diisi penuh lalu digunakan beberapa waktu, kemudian diisi lagi sampai penuh, kemudian dihitung) kali ini bersama.LEXi saya mampu melakukan 3 kali pengujian. Yang pertama, pada angka 840-908, yang berarti menempuh jarak 68 km butuh diisi pertamax sebanyak 1.450 jika di bagi maka ketemu angka 46.8 km/liter. Pengujian kedua pada angka 908-1006 atau sejauh 98 km, dan butuh bahan bakar pertamax sebanyak 2.24, bila diibagi akan ketemu 43.75 km/liter. Lalu pengujian terakhir/3 dari angka 1006-1105 atau sejauh 99 km butuh bahan bakar sebanyak 2.130, kalau dibagi maka ketemu 46.47 km/liter.

Pengujian 1 bahan bakar pada Yamaha LEXi S, 46.8 km/l

Pengujian 2 bahan bakar pada Yamaha LEXi S, 43,75 km/l

Pengujian 3 bahan bakar pada Yamaha LEXi S

Desain

Bentuk dari motor ini cukuplah berkelas untuk skuter bongsor/hede/gambot, meski jok tergolong tinggi namun desainnya secara keseluruhan dari depan samping, hingga belakang sangat elegant, bercitarasa eropa, lampu depan dipermanis dengan seluet biru. Stang di beri penutup menambah citarasa mewah, Dan yang paling saya suka adalah bentuk dan warna panel / speedometer terlebih dimalam hari.

Ini nih foto-fotonya dari beberapa sudut:

Tampak depan Yamaha LEXi S warna biru

 

Samping kiri Yamaha LEXi S warna biru

 

Sisi belakang Yamaha LEXi S

 

Samping kanan Yamaha LEXi S warna biru

 

Stang kanan Yamaha LEXi S

 

Panel meter Yamaha LEXi S

 

Stang kiri Yamaha LEXi S

 

Handle rem kiri Yamaha LEXi S

 

Remote Yamaha LEXi S

 

Rem cakram Yamaha LEXi S

 

Knalpot Yamaha LEXi S

 

Lampu belakang Yamaha LEXi S

 

Shock belakang Yamaha LEXi S

Mesin cvt Yamaha LEXi S

 

Shock belakang Yamaha LEXi S

 

Rumah Kunci kontak Yamaha LEXi S

Kinerja Fitur

Motor yang dibenamkan setidaknya 18 fitur ini

(Beragam fitur canggih dibenamkan, setidaknya ada 18 fitur ;

 

  1. Answer Back (alarm penanda keberadan motor)
  2. Maxi design (desain skutik besar)
  3. Long Seat (jok panjang)
  4. Wide Tubless Tire (ban tubles yang lebih besar)
  5. Blue core color ( mesin Teknologi Yamaha terkini)
  6. VVA ( Variable Valve Actuator) pengatur bbm pada setiap percepatan
  7. Sub-Tank Suspension ( shock belakang bertabung)
  8. Stop-Start System ( mesin mati otomatis tatkala stasioner beberaps detik, mampu menghemat bbm)
  9. Digital Speedometer( tampilsn spedometer modern Digital)
  10. SMG (Smart Motor Generator) menghasilkan suara halus saat pertama mesin dinyalakan/distarter)
  11. Smart Key , tanpa kunci kontak berupa knop yang terkoneksi remote
  12. LED Head light( lampu  LED)
  13. Forget Piston Diasil bahan & pembuatan piston kualitas tinggi
  14. Baggage , bagasi 12,8 l
  15. Electrik Power Socket, daya pengisian gadget
  16. Flat Foot board ( papan pijajan kaki yang rata, lebih nyaman
  17. Grand LED Headlamp, lampu utama
  18. LEDHazard lamp, ada lampu tanda bahaya.).

Kinerja atau fungsionalisasinya cukup efektif, AnswerBackSystemnya, Stop-Start systemnya, mesin langsung mati begitu berhenti, (1 detik langsung mati, dan 5 detik varu mati jika dirasa laju tidak setabil). Lampu nya cukup terang, sistem kuncinya yang canggih dengan sistem smart key, yakni tanpa kunci kontak (LEXi tipe S) menurut saya lebih efektif dan lebih aman. SMG nya juga bekerja sangat baik saat mesin dinyalakan suara sangat halus. Ada lampu Hazard nya juga.

 

Well, demikian sedikit review mengemai sebuah motor skuter matik berukuran besar Maxi, dengan segal plus minusnya, semoga bermanfaat.

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Review : Harian, Touring, Berboncengan bersama Si Sexy…Yamaha LEXi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s