61 Km Pertama bersama PCX 150 lokal

Masih teringat saat pertama kali ‘njajal’ motor skutik premium indonesia buatan Honda pada 9 Maret lalu. Ternyata eh ternyata ‘BiG its not alway Heavy’, besar tidak selalu berat, kesan pertama yang teringat akan motor berslogan ‘Exceed Excellence’ menembus batas kesempurnaan ini.
Bayangan saya motor skutik gambot ini bakalan berat untuk bermanuver, ee ternyata salah , ternyata sangat gesit, enteng buat zig-zag di trek slaloom Safety Riding Training kala itu. Terbayang bakalan asyik nih motor untuk riding dimanapun

Dan kesempatan untuk njajal lebih lama kesampean juga hari ini((jum’at, 18/5) yang meskipun mengejar waktu untuk bisa jumatan dirumah, nembus juga diangka 61 km. Tepat pukul 10 pagi, si PCX keluar dari kandang, lalu aku arah kan balik dr jl. Magelang tersebut ke arah jl. lingkar utara atau sekarang bernana jl. Padjadjaran. Zig-zag di jalur lambat diantara sesama motor mauoun sesekali mobil yang ingin masuk maupun keluar jalur cepat. Sangat enteng buat masuk-keluar diantara celah untuk menyalip mereka.

Kilometer awal

Jl Padjadjaran telah habis dan bertemu jalan Solo yang notabene lebar dan halus, disini mobil dan bus pun saling memacu lajunya, jadi enggak terasa pasti terbawa juga untuk memacu kendaraan kita, sempat tertoreh angka 104 kpj. Sampailah di Prambanan, lalu saya ambil kanan melewari jalan ke arah Piyungan. Disini jalanan bmtag sedianyaaa mejadi jalan outer memag banyak tambalan yag bikin sedikit banyak bumpy, bikin mules perut karena juga lagi puasa.

Sekitar 10 kilometer jalan Piyungan-Wonosari terlewati sudah, sedikit lega pengocok perut usai sudah dan bertemu dengan jalan Piyungan Pathuk. Disini jalan favorit saya, meskipun tidak se menatang dulu yag mana tanjakan nya tidak begitu terasa untuk saat ini. Halnya saja view disni sangat indah memandang kota Jogja dari ketinggian, bukit bintang. Dan ‘break’ sebentar sekedar shoot foto di icon Gunungkidul.

PCX 150 di icon Gunungkidul

Sembari melihat jam tangan yang berputa cepat. Naik sebentar lalu saya ambil arah belok kanan menuju arah wilayah kecamatan Dlingo, disini oemandangan sisi kanan juga begitu menawan melihat kota Jogja mauoun kota Bantul dari ketinggian,  melewati desa terong yang sebelumnya melewati obyek wisata Hutan Pinus Pengger.

PCX 150 di Pinus Pengger

Jam seakan tak mau berputar pelan, 11 kurang seperempat. Melaju di jalanan menanjka yang tidaklah halus, bahkan banyak yang berlobang, berkelok diatara pepohonan pinus. Sampailah didepan gerbag obyek wisata hutan pinus Puncak Becici

PCX 150 di Puncak Becici.

PCX 150 di Hutan Pinus

Untuk megejar waktu agar bisaumatan dirumah saya pun terus melaju menuruni bukit Manguna yang aspal cukup halus, jadi bisa merasakan sensasi berkendara, kendali maupun pengendalian motor, hingga sampai ke Imogiri. dan mengarah kerumah, dengan jalan yang datar. Tepat jam 11:30 sampai rumah dengan selamat, Alhamdulillah.

Kesan pertama yang ada di motor ini adalah nyaman (sesuai namanya kali ya.. PCX= Personal Comfort Xaloon) posisi berkendaranya, enak buat nikung, tenaga masih terbilang melimpah untuk menanjak. Untuk fitur yang saya rasakan Idling stopn-nya bekerja saat berhenti di lamer(lamou merah), dan ACG nya juga yang bikin menyalakan mesin begitu halus. Iya lampu depan yag sudah LED emang sangat terang nyalanya.

Nyala lampu depan All New Honda PCX 150

 

Lalu kira-kira berapa konsumsi bahan bakar nya apakah sesuai yag tertera pada press release? Yakni 57 km/l? Ditunggu review selanjutnya yach…InsyaALLAH

To continued… 

 

Advertisements

2 thoughts on “61 Km Pertama bersama PCX 150 lokal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s