Konsumsi BBM Kawasaki W175, Irit kah?

Kawasaki W175

Hari ketigan sesi test ride si Jangkrik eh si Kawasaki W175 cukup trip pendek saja, kalo dua hari sebelumnya hingga 100km per trip, ini hanya 40-50 km saja,  sekedar JJSS (jalan -jalan santai sore) di JJLS(jalan jalur lintas selatan) di semenanjuk bibir pantai Selatan Bantul, yakni pantai Pandansimo hingga kaeasan konservasi Baros Kretek.( dan si klasik ini masih  mencuri dan menjadi perhatian bagi yang melihatnya).

Meskipun trip pendek, namun cukup begitu bermakna yang daleem. Untuk mongobati rasa penasaran, boros enggak konsumsi bahan bakar motor ini? Karena saya rencanakan untuk menguji tingkat penggunaan bahan bakar. Seberapa jauh W175 mampu menempuh jarak untuk 1 liter bahan bakar(pertamax).
Merujuk pada petunjuk yang ada di atas tanki bbm nya disana tertera pengguunaan bbm setidaknya tingkat nilai Oktan (Research Octane Number/RON)minimal RON 91 atau yang cocok ya minimal pertamax.

Empty to empty (Kosong Ke kosong)

Awalnya sedikit kesulitan untuk menggunakan metode ini, karena saya jarang menggunakan metode seperti ini dalam menguji di motor-motor sebelumnya. Metode emty to empty istilah saya saja, metode ini sepertinya lebih mendekati akurat, meskipun metode full to full juga bisa dipakai dan lebih mudah, tapi ya itu harus butuh uang lebih banyak untuk mengisi bbm hingga penuh….😁

Metode empty to empty yakni tanki bbm dikosongkan dari bahan bakar hingga habis, lalu diisi bbm 1 liter kemudian dipakai hingga motor mogok(tanda bbm habis),  maka ketemulah, seberapa jauh si motor mampu dipakai dalam 1 liternya.

Awalnya saya merasa kesulitan untuk mengosongkan bbm, menyadot dengan selang , dan… ‘huek’ gak kuat bau pertamax di mulut, mau lewat saluran buang di karbu, eee susah buka mur nya. Dan beruntunglah saluran  tanki bbm menuju karburator ada dipinggir(sisi kiri), seperti pada motor motor lawas lainnya,  jadi selangnya mudah untuk dilepas dan bbm pun dengan mudah di tap, bukan dibuang loh, tapi disalurkan ke jerigen nantinya di pakai lagi…

Dan dari kemarin memang sudah saya rencakan begitu, jadi saat ngisi bbm gak banyak, eee tetap saja ada sekitar 2 liter. Tanki bbm saya bikin bener2 kosong, berulang motor saya miringkan agar bbm bisa berpindah ke disi lain menuju kran ke bawah. Sampai yakin bbm sudah habis, dengan menggoyangkan motor, dan tak terlihat lagi bbm mengalir ke bawah. Lalu selang ke karburator dipasang kembali, motor saya hidupkan hingga ditempat hingga motor mati, sebagai bukti bahwa bbm memang sudah tidak ada.

Setelah itu, Lalu tanki saya isi bbm/pertamax  menggunakan gelas/ cawan ukur sebanyak dua kali, karena gelas atau cawan ukur hanya ukuran 500cc/500ml atau detengah liter.

Ini beneran loh ya bukan ilustrasi…

Lalu ‘prepare riding’ dengan tak lupa membawa bbm cadangan, memfoto speedometer sebagai titik awal pengukuran, kemudian melaju ke jalan raya, pertama ke jalan Bantul/ jl samas, dan keselatan menuju JJLS via Kretek Abang ke barat hingga pandansimo,  saya mengambil rute seperti di diawal tulisan, yangmana minus berhenti karena tanpa ada traffic light, yaa biar optimal jaraknya.

Kecepatan saya jaga konstan di angka 60 km/jam, yang sepertinya pada gigi persneling 4. Sembari mengingat angka pada speedometer awal tadi, terlihat 10 km lewat, lalu 20 km juga telah terewati.  Eeeee saya  sempatkan  berhenti (tanpa matikan mesin) untuk ambil foto

Kawasaki W175 saat di jalan menuju pantai Pandansimo

Gak sampai 1 km berhenti lagi, foto lagi

Kawasaki W175 saat fi depan icon Pantai Baru

Sebenarnya dititik ini di JJLS jalan lurus sepi dan lebar, cocok untuk uji akselerasi maupun topspeed, tapi saya jarang sih lakukan kedua uji tersebut.

Foto lagi…

Kawasaki W175 saat didepan Tempat 

Melewati persimpangan jl Samas, kawasan Konservasi Mangrove dan jembatan Baros

Hingga akhirnya melewati perkampungan dan baru saja akan sampai persimpangan jalan raya (jalan Parangtritis, motor batuk, dan batuk, batuk lagi, hingga njot-enjotan, dan akhurnya mogok masuk di jl Parangtritis. Saya coba tekan tombol starter berulangkali, gak mau nyala. Mau coba henjol engkol/ kick starter, eee lha dalah gak ada. …😂.

Sudah dipastikan tenaga dari bshan bakar di motor telah habis, lalu di ckrek foto, isi ulang pertamax cadangan dan go home.

Angka akhir speedometer

Angka awal speedometer

Jadi disana tertera angka speedometer akhir :  437, jika dikurangi angka speedometer awal 404 maka ketemu 33, yang berarti untuk 1 liter bbm/ pertamax mampu menempuh jarak sejauh 33 km.

Yupz itulah hasil akhir pengujian versi saya, mungkin bisa berbeda jika dilakukan oleh orang lain.

Advertisements