Keresahan & Ketakutan Driver Gojek, Kena Suspend hingga PM

Ilustrasi ojek online (source :kmtm.ft.ugm.ac.id/demo

Dibalik hingar-bingar (duh kayak iklan di tivi saja…­čśü) euforia dunia transportasi roda dua berbasis aplikasi android/ internet atau lebih mudah kita sebut dengan ojek online(ojol), menjadi seorang driver( pengemudi ojek online, sungguh sangat menyenangkan, bahkan ada beberapa yang bilang, anak-anak mereka bangga pada orangtuanya yang menjadi seorang driver, yang bisa jadi hal ini terbantu dengan adanya sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP) di RCTI.

Seperti yang saya katakan pada artikel sebelumnya, berkat adanya ojek online baik itu Go Jek, Grab maupun Uber, dan yang lainnya, kini kehadiran ojek (transportasi roda dua) (yang online) ┬átidak lagi dipandang sebelah mata, bahkan kini bisa dibilang ngojek dengan gaya, kini siapapun juga akan tampil percaya diri menjadi seorang tukang ojek atau istilah nya driver. Yang lebih membuat menonjol dari sisi ojol tentunya dibekalinya si driver dengan atribut jaket dan helm penumpang/customer. Dengan begitu terkesan berseragam rapi dan malah lebih terkesan ‘cool’ alias keren. ( Terbukti animo masyarakat di Jogja selalu tinggi disetiap ada pendaftaran untuk menjadi driver).

Disamping pendapatan yang boleh dibilang cukup menjanjikan, bisa dirata-rata satu jam ojek bisa mendapatkan (sekali tarik) 60 ribu rupiah(pendapatan kotor). Belum lagi tak terbatasnya waktu, jika dijadikannya pekerjaan pokok, dan jikapun fisik kuat, boleh lah driver dalam sehari mengojek 24 jam. Dan Juga bisa dijadikan pekerjaan sampingan, bisa mengojek disela-sela waktu dari pekerjaan utama yang mampu menambah ‘income’ harian.

Dan pada kenyataannya, ojek online tidak melulu untuk keperluan ojek/ transportasi roda dua saja, seperti di Go jek yag melakukan pengembagan usahanya dengan fitur driver sebagai kurir yakni go send, sebagai pemesan dan pegantar makanan yakni Go Food, sebagai oemesan dan pengantar obat atau Go Med, sebagai tukang belanja atau Go mark, pun juga sebagai Go massage atawa tukang pijat. Total fitur/ layanan ada 16 Fitur dan Layanan GO-JEK :

Pengiriman Barang (GO-SEND)

Transportasi Motor (GO-RIDE)

Pesan makanan (GO-FOOD)

Berbelanja (GO-MART)

Antar barang banyak/besar (GO-BOX)

Bersih-bersih (GO-CLEAN)

Kecantikan (GO-GLAM)

Pijat/refleksi (GO-MASSAGE)

Jadwal Transjakarta, dan pengantaran dari/ke halte terdekat (GO-BUSWAY)

Pesan tiket (GO-TIX)

Transportasi Mobil (GO-CAR)

Montir (GO-AUTO)

Obat Kesehatan (GO-MED)

Pulsa (GO-PULSA)

Belanja Barang (GO-SHOP)

Taxi BlueBird (GO-BLUEBIRD)

[(Wikipedia)]

Dengan begitu banyaknya alternatif pekerjaan sebagai driver di atas, pastinya semakin banyak peluang kerja sang driver dalam melakoni pekerjaannnya. Tidak sedikit dari mereka yang banyak meraup pundi-pundi rupiah terlebih mereka bisa mendapat tambahan bonus jika mereka mampu typo (tutup poin) karena saking/ terlalu banyaknya orderan yang masuk, maka penghasilan driver boleh dibilang fantastis dalam sehari. Driver akan mendapatkan bonus tambahan jika mereka meraih poin 14,16, dan 20. Perlu diketahui poin yang didapat sekali orderan antar penumpang Go Ride sebesar 1 poin, untuk go food 1,5 poin, dan layanan lainnya juga sama.

Dengan begitu, lambat laut, semakin banyak yang berminat untuk menjadi driver bermitra kerja dengan Go jek atau PT. GI yang dimiliki oleh Nadiem Makarim ini. Bak bola salju yang menggelinding , semain lama semakin besar , begitu lah keberadaan Go Jek di Jogja, awalnya dimana Go Jek hadir di Jogja pada 16 November 2015, hanya ada 200 driver. Kini kabarnya mencapai 21 ribu driver.

Rekruitmen atau penerimaan driver terbuka lebar, bar kran air yang dibuka penuh, ┬ádisamping penerimaan/ pendaftaran harian, di kantor cabang atau Drive Care Unit(DCU), ┬ámaupun pendaftaran secara massal, di Perwacy Agustus 2017 dan di ┬áJambidan November 2017. Kabarnya saat ini total driver Go Jek yang ada di Jogja mencapai angka 20.800 orang. Entah itu tergolong jumlah yang aman’ untuk keperluan bag masyarakat Jogja pengguna ojek atau tidak, perlu pengkajian yang mendalam lagi, yang jelas, kini di awal tajun 2018 para driver banyak yang berkeluh kesah akan sepinya orderan.

Dan yang lebih membuat mereka merasa resah, adalah adanya gencarnya sanki tegas dari manajemen untuk memberi skorsing atau pemberhentian sementara atau di Go Jek disebut dengan Suspend, hingga parahnya yang ditakutkan oleh driver adalah di PM atau Putus Mitra oleh PT GI.

Yang menurut para driver yang terkena suspend, mereka bilang keputusan yang sepihak, tidak mau mendengarkan dan melihat riwayat orderan, saat banding mereka selalu KO, selalu kalah oleh pihak manajemen dan akhirnya di PHK atau kena PM (Putus Mitra).

Alasan mengapa dari mereka terkena suspend hingga PM adalah karena menerima orderan dari penumpang atau custumer yang sama dalam sehari atau bahkan sudah  lain tau beda haripun mereka terkena suspend. (Meskipun dalam petunjuk sebagai driver sudah ada keterangan tidaklah mengapa mengantar penumpang yang sama, asalkan benar-benar penumpang nyata dan bukan merupakan order fiktif).

Disamping itu, penyebab driver bisa kena PM adalah adanya laporan dari customer akan layanan driver yang tidak memuaskan, kebanyakan sih dari layanan Go Food yang kurang, ini kurang itu, hingga customer memberi rating buruk, atau memberi bintang satu dan berkomentar buruk. Bagi PT Gojek (PT. GI) pelanggan/ customer adalah raja, jika pelayanan driver kurang atau tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka akan cepat direspon dan driver langsung kena Suspen, dan parahnya jika kalah banding, maka driver bisa di PM. (Meskipun sebagian besar kesalahan sebenarnya ada pada penyedia makanan yakni pramusaji warung atau restorannya,)

PM (bagi driver yang menjadikan nya sebagai pekerjaan utama) tentunya sangat menyedihkan bagi mereka.

 

­čśó­čśó­čśó

Advertisements