Ngetest motor ganteng Yamaha Vixion R

Yamaha V-Ixion R di icon Gunungkidul

Akhirnya kesampaian juga nyoba/ ngetest merasakan si motor ganteng, selama 3 hari kedepan admin berkesempatan nge-gas motor besutan Yamaha.

Motor yang sudah melalui banyak evolusi baik fisik maupun jeroan, sejak diperkenalkan 10 tahun yang lalu , secara fisik/ model ada 5 perubahan.

Well menurut admin Yamaha V-Ixion awal kehadirannnya pada kisaran tahun 2007 menjadi yang pertama motor sport kelas 150 cc mengadopsi sistem suspensi belakang tunggal atau mono. Ini yang membuat nya berkesan sport.

Juga model yang meruncing di belakang hmmm sangat cakep, menjadi idola, racy abizzzz….ibarat jika ingin di buat model sport fairing , tinggal dipasang fairingnya perfect lah sebuah motor sport fairing.

Well lepas dari itu semua, perubahan atau evolusi Yamaha V-Ixion sebanyak 5 kali, mulai dari bentuk lampu bulat, hingga bentuk sekarang, dan perubahan-perubahan desain yang semakin futurustik,  menjadikannya tetap eksis sebagai rajanya motor sport naked di tanah air. V-Ixion V-Ixion dan V-Ixion.

Well, kini di tahun 2017 hadirlah dua model varian dari V-Ixion, versi standart dan R. Boleh dibilang yang versi R mendapat banyak keunggulan di banding yang versi standart, dengan mesin yang sedikit lebih besar yakni 155 cc, VVA, kopling basah dengan sistem assist & slipper clutch, lengan ayun belakang model banana, velg dan ban yang sama persis pada model R15 terbaru, boleh dibilang versi naked nya R15 lah, hanya suspensi depan saja yang beda.

Lalu bagaimana impresinya ?

Wow ternyata, sangat terasa fitur kopling nya menjadikan sangat halus saat perpindahan gigi..menakjubkan, terasa nyaman sekali..empuk.

Berikut hari pertama bersama V-Ixion R.

Dengan tinggi jok 79cm yang tergolong standar, tidak tinggi_ juga tidak rendah, untuk admin bertinggi 160, tetep sedikit terintiudasi, tetap kudu sedikit jinjit, namun rasa minder akanntinggi nya jok terhapuskan oleh hentakan mesin pada putaran bawah yang terasa galak tapi tetap under control. Tinggi stang yang sepinggang atau malah diatas nya, membuat tangan, terlebih pergelangan terasa nyaman. Ciri khas naked berasa di motor ini, tidak mudah pegal dan mudah dikendalikan untuk meliuk-liuk dijalanan, zig-zag diantara kendaraan lain/ mobil terasa enteng. Sekali lagi saat akselerasi perpindahan gigi terasa empuk.,, seempuk roti….

Siang (Selasa, 26/12) kemarin selepas dari kandangnya yakni di DDS Casa Grande(lingkar utara Yogyakarta), saya pun melaju mengikuti jalan arteri tersebut kearah timur, yang lalu belok ke arah Selatan hingga bertemu pertigaaan jl Solo , lalu ambil kiri, terus melaju diantara padatnya lalu lintas jalan Solo yang sedang musim.libur akhir tahun, hingga sampai dipertigaan Prambanan, yang kemudian stang aku belokkkan ke kanan atau arah selatan menuju ke Piyungan.

Disini jalanan banyak tambalan dan ada beberapa lubang, namun tidak begitu terasa tersiksa karena teredam oleh suspensi depan msupun belakang yang tak kalah nyaman dengan kopling.

Melaju sekitar 10 kilometer, sampailah di pertigaan Piyungan, yang kemudian motor saya arahkan ke arah kiri atau belok ke Timur, tau khan ini nantinya jalan yang menanjak menuju Gunungkidul, jalanan ini atau jalan Piyungan-Pathuk cukup ramai, jadi hanya  melaju santai zig-zag menyalip diantara kendaraan lainnya, baik sesama motor, mobil truk dan lainnya.

Tenaga V-Ixion R cukup mumpuni untuk menanjak di area ini, dan tetap terasa halusnya kopling. Sampailah di titik icon Gunungkidul, berhenti sebentar untuk selfiin ini motor.

Yamaha V-Ixion R di icon Gunungkidul

Sebelum ambil ke kanan, saya sedikit maju ke timur, guna melihat area bunga amarylis..eee ternyata tidak sedang  berbunga. Lalu balik kanan menuju ke arah pertigaan yang mo ke arah Dlingo, dan saya pun mengikuti jalan yang ternyata viewnya sama dengan view bukit bintang spot sebelum Icon Gunungkidul tadi. Landscape sisi barat yang tanpa halangan karena lembah, kita bisa menyaksikan hamparan kota Bantul Jogja, dari sudut timur.

Yamaha V-Ixion R di Pathuk Gunungkidul

Sedikit mengabadikan moment, lanjut gas menuju ke arah selatan ke arah Terong_Dlingo. Menyusuri jalan berkelok naik-turun yang terbilang cukup sedikit ramai akan mobil-mobil pribadi. Hingga sampailah di obyek wisata Puncak Becici

Yamaha V-Ixion R di Puncak becici

Abaikan yang perlu diabaikan….😂

Well, lanjut gas melewati beberapa obyek wisata disepanjang hutan Pinus

yang padat akan wisatawan.

Yamaha V-Ixion R di hutan Pinus

Yamaha V-Ixion R di hutan Pinus

Terus melaju jalan menurun yang berkelok, V-Ixion R ini sangat confident,meskipun harus dibejek saat akan mendahului,  hingga sampai lah  Imogiri, jalan merata hingga sampai rumah.

Dashboard speedometer Yamaha V-Ixion R

Dengan jarah tempuh 57 km, cukup sedikit bisa merasakan si motor ganteng ini.

Well, itulah cerita hari kemarin sebagai destinasi hari pertama merasakan naik motor Yamaha V-Ixion R.

Ditunggu deh cerita hari ini…kura-kira mo diajak kencan kemana si vixi green army ini!!!

Dan barusan atau pagi ini saat berangkat kerja, sempat ‘ngetrek’ dengan Suzuki GSX-R loh….

Advertisements

15 thoughts on “Ngetest motor ganteng Yamaha Vixion R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s