Istilah -istilah Seputar Ojol di Jogja

Ilustrasi ojek online (source :kmtm.ft.ugm.ac.id/demo

Gacor, tupo, opik, Anyep, ngalong merupakan beberapa istilah dalam dunia per ojek online an sebut saja ojol(ojek online) khususnya di Jogja. yapz, saat ini jalanan kota Yogyakarta dipenuhi oleh geng katak hijau upz🤐, (ada dari mereka yang menyebutnya begitu) mereka adalah para pengojek/ pengemudi transportasi roda dua/sepedamotor daring(online), mungkin warna basic jaket mereka yang dominan berwarna hijau kali ya hingga dikata begitu….😁

Yach, animo sebagian  masyarakat Jogja cukup tinggi untuk mendaftar bekerja menjadi  pengemudi ojol, penghasilan yang menggairahkan ( jauh lebih besar dari UMR) mudah, modern , tertata, dan bisa semaunya dalam mengambil waktu untuk bekerja/ ngojek, dengan begitu bisa optimal waktu bekerja atau bahkan bisa menjadi kerja sampingan juga.

Transportasi roda dua berbasis aplikasi android ini boleh dibilang minim gesekan dengan ojek klasik atau pengojek yang mangkal opang(ojek pangkalan) . (meskipun transportasi lain seperti roda empat taksi online sempat memanas beberapa waktu lalu.). Dikabarkan terjadi karena kesalahpahaman di  zona merah. Adanya atau rambu-rambu keras akan mengambil penumpang bagi ojol di zona merah, dimana pengojek/ driver dilarang keras untuk  pick up atau mengambil penumpang atau customer di daerah itu, seperti di beberapa titik area stasiun, terminal, maupun bandara. Dan juga area dimana ada pangkalan ojek (opang), mereka juga di larang keras mengambil customer di area itu.

***

Sekarang banyak yang tidak malu untuk mengojek, yang menurut penulis sepertinya dulunya tukang ojek itu hanya dipandang sebelah mata, tapi kini berkat adanya ojek online, maka semua percaya diri melakoninya. Bahkan kabarnya para pekerja kantoran merekapun ada yang nyambi ngojek. Dengan disertakan jaket dan helm yang seragam yang diberikan’ oleh perusahaan ojol tersebut membuat pengemudi/ driver lebih percaya diri.

Menarik untuk sedikit meyimak aktifitas kehidupan mereka/ para driver ojol dalam melakoni pekerjaannya,  melalui sebuah grup media sosial, juga ngobrol dengan beberapa rekan yang ikut ojol,  saya bisa lebih tau dunia mereka, istilah istilah mereka. Seperti gacor yang merupakan anonim dari ‘gampang cari orderan’, inilah yang paling disukai oleh driver. Hingga mereka mampu meraih poin atau istilahnya Tupo tutup poin yang mana mereka mampu menyelesaikan banyak orderan yang masuk dan meraih poin tertentu (mampu menutup poin, yang bisa dicairkan) yang berarti mendapat bonus…🏆🌟

Yang membuat geram adalah tatkala meraka mendapat opik atau singkatan dari order fiktif atau order palsu, yakni mendapat order yang kemudian dibatalkan, atau order yang digantung,  ini berpengaruh pada laporan kinerja atau performa mereka turun, bahkan bisa kena penalti atau suspendjika jumlah opik melebihi batas. Mereka juga berkeluh kesah jika anyep atau sepinya order.

Waktu kerja ojol tak terbatas, bahkan jika kuat para driver bisa bekerja selama 24 jam. Jadi jika di area tertentu semisal di kota yang dari sisi kehidupan berjalan pula 24 jam, begitu pula kebutuhan akan transportasi, pemesanan makanan, antar barang , belanja masyarakat juga tidak hanya di waktu pagi siang sore saja, maka dari itu para ojol juga bekerja di tengah malam hingga pagi ini yang mereka sebut dengan ngalong guna memenuhi kebutuhan pelanggan/ customer.

Kerukunan antar driver pun terjaga apik, mereka membuat semacam perkumpulan perkumpulan kecil di area area tertentu, hingga menyediakan suatu tempat sebagai baaic mereka untuk sekedar istirahat atau nge-charge hp. Saling tegur sapa antar driver saat di jalan dengan membunyikan klakson/ bell motor saat berpapasan atau saat mendahului.