Yogyakarta – Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer Honda wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas menerima kunjungan dari perwakilan SMK se-Jawa Barat yang telah mengimplementasikan kurikulum teknik sepeda motor (TSM) Honda (15-16/11). Tak kurang dari 110 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, siswa, dan perwakilan Main Dealer Daya Adicipta Motora turut berpartispasi dalam kunjungan studi banding ini.

Technical Service Region Head Astra Motor Yogyakarta Hery Suryo Indratno mengungkapkan bahwa dalam benchmarking kali ini perwakilan dari SMK TSM Honda se-Jawa Barat tidak hanya diajak untuk berbagi informasi mengenai manajemen dan pelaksanaan kurikulum TSM Honda dalam ruang diskusi saja, namun juga langsung meninjau proses belajar mengajar di sekolah.

Setelah berdiskusi mengenai berbagai hal baik proses ataupun tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi kurikulum TSM Honda, Kami menjadwalkan untuk melakukan kunjungan ke SMK Ma’arif 1 Wates (15/11) dan ke SMK Negeri 1 Seyegan (16/11). Di kedua sekolah tersebut peserta kunjungan studi banding dapat melihat langsung proses belajar mengajar siswa serta berdiskusi dengan pihak sekolah yang selama ini menjalankan kurikulum TSM Honda”.

Kurikulum TSM Honda sendiri merupakan kurikulum yang disusun oleh PT Astra Honda Motor dan diperuntukkan bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Main Dealer Honda yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, kurikulum ini diimplementasikan di berbagai SMK untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi ketatnya persaingan saat ini. Harapannya penerapan kurikulum ini mampu menjadi jembatan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Sehingga siswa-siswa lulusan SMK dapat dengan lebih mudah untuk masuk ke dalam dunia kerja ataupun melakukan wirausaha secara mandiri.

 

Capaian di tahun 2017

Hingga November 2017 Astra Motor Yogyakarta mencatatkan diri sebagai Main Dealer dengan jumlah prosentase serapan lulusan SMK TSM Honda tertinggi di Indonesia. Pada periode Mei – November 2017, lulusan SMK TSM Honda tahun ajaran 2016/2017 20% lulusannya terserap sebagai mekanik AHASS (Astra Honda Autorized Service Station), 40% melanjutkan kuliah, dan 40% sisanya terbagi secara bekerja di bengkel umum, pabrik manufaktur, dan melakukan wirausaha. Tercatat 4 siswa lulusan tahun 2017 saat ini telah membuka bengkel mandiri yang menjadi bengkel mitra dan binaan Honda.

Selain itu sebagai upaya untuk mempersiapkan siswa agar memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri saat ini di wilayah Astra Motor Yogyakarta terdapat 12 Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di beberapa SMK TSM Honda. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan Main Dealer Honda lainnya di Indonesia.

Tahun 2017 juga menjadi tahun yang spesial bagi siswa SMK TSM Honda. Aris Setiawan siswa SMK Ma’arif 1 Wates berhasil mencatatkan diri sebagai Juara 1 kategori Student dalam Astra Honda Technical Skill Contest 2017. Selain itu di tingkat provinsi DIY SMK Muhammadiyah Imogiri berhasil mendominasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dengan meraih Juara 1 pada tahun 2016 dan 2017. LKS sendiri merupakan ajang adu kompetensi antar SMK yang mengimplementasikan kurikulum TSM dari berbagai brand sepeda motor.

Tahun ini Astra Motor Yogyakarta menjadi tuan rumah dalam kunjungan studi banding SMK TSM Honda. Bila memang ada sesuatu yang positif dan spesial di wilayah Main Dealer lain, tidak menutup kemungkinan tahun depan Kami yang akan mengajak perwakilan SMK TSM Honda di wilayah Kami untuk menimba ilmu di tempat tersebut. Hal tersebut dilandasi oleh kesadaran bahwa bersama-sama Kami akan melakukan pengembangan yang simultan agar dapat terus berkontribusi pada bangsa dan negara khususnya dalam bidang sumber daya manusia”. pungkas Hery Suryo Indratno.

***

Advertisements