Valentino Rossi

Balap motogp seri Aragon 2017 (24/9) masih menyisakan cerita yang cukup menarik untuk kita simak, yakni penggunaan rem jempol untuk mengendalikan pengereman roda belakang. Itu yang terjadi pada diri Valentino Rossi, yang mana hanya selang 3 minggu saja setelah mengalami cidera patah tulang kaki kanannya. 

Seperti terlihat dibeberapa foto yang tersebar, Rossi masih menggunakan krat(alat bantu berjalan) jalannya pun masih tertatih, ee lha kq sudah bisa ikut balapan.

Secara teknis pastinya kaki kanan belum kuat untuk menekan pedal rem khan, malaham The Doctor ini mampu kembali berlaga dan hanya absen satu seri, mampu melakukan seri balap di Aragon, start berada di baris depan dan mampu menyelesaikan balap dengan finish kelima.

Ini sungguh luar biasa bagi Rossi, yang ternyata ada bantuan teknis pada sistem pengereman ‘Brembo’, yang dibuat guna meminimalisir penggunaan kaki kanan sebagai penekan pedal hingga 100%, dengan sebuah rem khusus, pengoperasian jempol master silinder. Ini diperlukan bagi pembalap untuk mengganti tugas rem belakang tanpa menggunakan kaki kanan mereka saat  menginjak pedal rem. Malahan sangat mudah dioperasikan, hanya dengan menekan sebuah tombol kecil yang berada di handlebar (stang) sebelah kiri, dengan ibu jari atau jempol.

Seperti konsol game itu kali ya😁

Sebenarnya Rossi pun pernah mencoba sistem ini pada saat setelah balap Brno, model ini merupakan versi ‘standar’, dengan  thumb master cylinder dan pedal yang terhubung pada master cylinder rem belakang yang sama. Dalam versi ini tidak mungkin untuk dioperasikan jika hanya dengan thumb master cylinder dan pedal secara bersamaan, harus salah satu dari keduanya.

Handlebar dan dashboard motor Yamaha MotoGP  -source : http://www.visordown.com

Namun setelah Rossi cidera, dia ingin sebuah solusi dengan dua bagian circuit kedalam satu pengoperasian pada thumb master cylinder saja dan pada pedal pada waktu yang sama.

Para teknisi-pun kemudian membuat perubahan dalam waktu yang sangat singkat, dengan kaliper belakang yang baru. Meskipun solusi teknis ini telah diterapkan dan digunakan 25 tahun yang lalu. Namun hanya Rossi lah yang baru menggunakan nya pada saat ini. Sistem ini dulunya merupakan sebuah permintaan dari Mick Doohan, saat pembalap veteran MotoGP asal Australia ini menjadi korban dari kecelakaan vatal saat tes di GP Belanda pada tahun 1992 lalu.

Para dokter di Belanda telah melakukan operasi kaki kanan Doohan, tapi terjadi komplikasi selama semalaman yang membuatnya beresiko diamputasi. Lalu Doohan segera memanggil Dr. Claudia Costa, yang kemudian menandu dan menerbangkannya ke Italia.

Pendiri dari Mobile Clinic ini lalu mengoperasi dan menyelamatkan betis Doohan. Meskipun tidak mungkin dalam waktu yang singkat kaki Doohan sekuat sebelumnya. Kaki Doohan pun juga tidak bisa lebih panjang dalam meraih pedal rem untuk mengaktifkan rem belakang. Dia butuh kendali pada stang/ handlebar agar memudahkannnya dan dengan alasan inilah terciptanya thumb master cylinder ( rem belakang jempol/ ibu jari).

Selang beberapa bulan berlalu, Doohan mulai beradaptasi dan meningkat kesensitifannya dan mampu memenangkan balap secara berurutan dan eraih gelar juara dunia kelas 500cc dari tahun 1994 hingga 1998.

Letak thumb master cylinder pada Handlebar motor Ducati MotoGP : http://www.brembo.com

Jadi, thumb-operated master cylinder bukanlah hal bagi baru di MotoGP, solusi teknis ini sudah lama diterapkan, dengan beragam peningkatan yang terus menerus di kembangkan. Dengan hadirnya Maverick Vinales di Movistar Yamaha dan juga Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, Andrea Iannone dan Danilo Petrucci dengan Ducati, juga telah mencobanya sistem ini.

Sistem thumb-operated master cylinder ini disamping utamanya untuk melambatkan laju motor pada saat sesi pengereman, ternyata juga mampu menyeimbangkan motor pada saat akselerasi (perpindahan gigi persneling).

 

Advertisements