Salah satu spot Kebun Buah Mangunan

Ialah kecamatan Dlingo Bantul, dengan letak geografis yang berada disisi timur kota Bantul, yang merupakan deretan perbukitan, Daerah yang dulunya terpencil, tersisihkan, dipandang sebelah mata, kini mulai dikenal masyarakat luas dengan beragam lokasi indah yang kini di jadikan obyek wisata di Bantul. 

Salah satu nya adalah Kebun Buah Mangunan, menurut saya tempat inilah yang pertama kali menjadi obyek wisata di daerah ini, disamping pohon-pohon buah-buahan  yang menjadi daya tarik lokasi ini, namun keberadaan di antara lembah yang membuat beberapa titik spot menjadi pesona.

Saat ini kampung wisata Kampung Wisata Mangunan masuk sebagai Nominasi Kampung Adat Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017, jadi teman-teman khususnya warga Bantul bisa mendukungnya menjadi pemenang.

Berikut beberapa hal yang menarik dari Mangunan….

Kebun buah mangunan (dok. Diskominfo Bantul)

 Pedukuhan Mangunan, Desa Mangunan di Kecamatan Dlingo, Bantul secara geografis terletak di bukit ujung barat Kecamatan Dlingo.

Meski masuk dalam wilayah Bantul, kondisi alam pedukuhan Mangunan lebih mirip dengan Gunungkidul, “Adoh Ratu, Cedak Watu“.(jauh  dari raja, dekat dengan batu).

Mangunan didominasi perbukitan gersang, tanah batu, hidup jauh dari sumber air. Kondisi alam yang demikian membuat penduduk hanya bisa bercocok tanam secara musiman. Padi gogo dan singkong adalah tanaman yang paling banyak dibudidayakan. Hal ini menjadikan Mangunan terkenal dengan produksi Thiwul.

Thiwul dan Nasi merupakan indikator status sosial di Mangunan. Sebelum pariwisata seramai ini, hanya orang kaya atau orang yang memiliki lahan luas yang bisa makan nasi. Kebanyakan warga Mangunan hanya bisa makan thiwul atau nasi yang dicampur thiwul.

Pada masanya, nasi menjadi sebuah kemewahan tersendiri bagi warga Mangunan.

“Negeri di atas awan” salah satu spot di kampung wisata Mangunan

Pariwisata membawa perubahan secara ekonomi bagi warga Mangunan. Tapi, pergeseran kegiatan perekonomian, tidak menjadikan Dusun Mangunan meninggalkan adat istiadat mereka.

Kondisi tersebut diolah mengikuti perubahan jaman dan menambah daya jual Mangunan.

Berbagai tradisi hingga kini masih hidup di tengah masyarakat seperti upacara adat lamaran, pernikahan, mitoni, kelahiran, kenduri, dan msh banyak lagi.

Leluhur masyarakat Mangunan meski hidup sederhana, tapi mereka mewariskan filosofi hidup yang tinggi, yaitu selalu bersyukur apapun kondisinya. Itu sebabnya warga Mangunan tidak lupa caranya bahagia.

Berbagai kesenian masih dilestarikan warga Mangunan seperti Karawitan Budi Wiromo, Campursari Sikmanada, Sholawat Hadroh, Coke’an, Gejog Lesung, dan sanggar tari.

Jika Anda datang tiap Rabu malam Kamis, Anda bisa menikmati atmosfer warga Mangunan yang menghibur diri dengan Coke’an.

Kampung Wisata Mangunan masuk sebagai Nominasi Kampung Adat Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017.

 

Untuk mendukungnya menjadi pemenang, teman-teman dapat membantu Vote:

 

KATEGORI 11. KAMPUNG ADAT TERPOPULER

 

G Kampung Wisata Mangunan – Kab. Bantul

Dengan cara kirim SMS vote:

ketik *API 11G* kirim ke *99386*

Atau via email dengan klik *bit.ly/votemangunan*

(Diskominfo Bantul)

Advertisements