Perbandingan antara Nyata dan Game MotoGP

Dalam tayangan video berdurasi 02 menit_detik tersebut kita bisa menyaksikan perbandingan antara nyata dan tidak nyata. Nyata = apa yang di rekam/ diambil dari kamera yang ada di motor yang ditunggangi oleh Valentino Rossi saat mengitari lap sirkuit , dan satunya tidak nyata= atau hanya sebuah game. Hanya saja sama dalam satu sirkuit yakni sirkuit Aragon Spanyol.

Hanya saja kita akan kesulitan membedakannya jika tanpa ada keterangan langsung.

Sungguh luar biasa ya di pembuat game yang membuat sebuah game terlihat begitu nyata.

 

Silahkan cek link di bawah ini

 

[http://www.motogp.com/en/videos/2017/09/28/motogp-17-rossi-yamaha-comparison-lap-at-motorland-aragon/241342] [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat!

Kusnanto

Advertisements

Siap-siap Nonton Kustomfest 2017 yuuk…!!! 7-8 Okt’ JEC Yogyakarta

Kustomfest 2017

Kembali akan digelar sebuah ajang pameran modifikasi, baik motor maupun mobil (bahkan sepeda pun ada), sebuah event yang cukup besar, berskala nasional bahkan Internasional.

Dan kembali akan digelar di Yogyakarta pada akhir pekan mendatang (7-8 Oktober 2017. Dan masih bertempat yang sama yakni di JEC (Jogja Expo Center).

Tahun kemarin sempat datang pertamakalinya melihat kustomfest_2016 dan sangat tertarik untuk melihat lagi.

Well ga sabar nih nunggu minggu depan…

 

KUSTOMFEST 2017: Indonesian Kustom Kulture Festival merupakan event yang tepat untuk investasi dan promosi.

 

 

Sumber foto:  www.kustomfest.com

Spot Selfie Baru Di Bantul, background Bunga Matahari

Spot selfie bunga matahari di Srigading Sanden Bantul

 

Bunga matahari adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar. Wikipedia

Nama ilmiah: Helianthus annuus

Bagi pemburu spot selfie berlatar belakang bunga matahari di Bantul, silahkan berkunjung ke Sanden Bantul, tepatnya di tepatnya di utara JJLS (Jalan Jalur Lintas Selatan) atau sekitar 1 km arah Barat obyek wisata pengklik dan pantai samas.

Adalah Bp. Rujiyanto yang beralamatkan di Tegalsari Srigading Bantul pemilik  lahan bunga matahari ini, dengan Luas lahan sekitar 1000 meter persegi yang ditanami bunga matahari dan komoditas lombok imperial. 

Pengunjung dipungut biaya perawatan tanaman 5.000/ pengunjung dan pengunjung sudah bisa ber selfi ria sepuasnya dengan catatan tidak boleh merusak tanaman yang ada.

Monggo silahkan berkunjung….!!!!

 

Sumber : kec-sanden.bantulkab.go.id

Foto-foto Nikah Bareng Pancasila Sakti 2017

Selasa (26/9) kemarin menjadi hari yang bersejarah bagi 8 pasang pengantin yang telah melangsungkan akad-nikah yang terbilang unik yakni di atas mobil Damkar kota yogyakarta, Acara yang dikemas dalam “Nikah Bareng Pancasila Sakti”. Tak kalsh menariknya acara diiringi brumb band STTKD Yogyakarta dan dilangsungkan di depan kantor DPRD Yogyakarta di jalan Malioboro Yogyakarta.

Berikut foto-fotonya :

Iring-iringan Nikah Bareng Pancasila Sakti

Siswi STTKD Yogyakarta

Siswi STTKD Yogyakarta

Drumb band STTKD Yogyakarta

Menyanyikan Indonesia Raya

Pengantin Nikah Bareng Pancasila Sakti

Sambutan panitia FORTAIS_ RM Ryan Budi Nuryanto, SE

Sambutan Wawalikota Yogyakarta, bpk. Heroe

Tilawah Al-Qur’an

Khutbah nikah oleh kepala KUA Danurejan Drs. Is’adi Fatah Wijaya, MSi.

Nikah Bareng Pancasila Sakti

Prosesi ijab-qabul

Keceriaan pengantin

Penyerahan mahar

Penyerahan buku Nikah Bareng Pancasila Sakti

Doa Nikah Bareng Pancasila Sakti oleh bapak kepala Kemenag kota Yogyakarta Drs. Sigit Warsita, MA

Pengantin Nikah Bareng Pancasila Sakti ditas Damkar kota Yogyakarta

Berikut peserta Nikah Bareng Pancasila Sakti 2017:

  1. Agung Sunardi Yanto (43 tahun), duda, Kalasan Sleman dan Retyan Shinto S.Kep (30 tahun) perawan, Mantrijeron Jogja busana Paes Ageng gaya ngayogyakarto Hadiningrat.
  2. Muhammad Miftahul Ulum (23 tahun), jejaka, Suruh Semarang Jawa Tengah dan Rusmala Dewi (24 tahun), perawan, Plumbon Suruh Semarang Jawa Tengah busana Minang.
  3. Tri Ismono (43 tahun), duda Danurejan Jogja dan Surini (30 tahun), perawan, Gondokusuman Jogja, busana Solo Putri.
  4. Giyanto (39 tahun), jejaka, Mlati Sleman dan Suryati (46 tahun), janda,Tegalrejo Jogja busana Bali.
  5. Soedibyo (40 tahun) ,jejaka, Jetis Jogja dan Warsini Haryati (43 tahun), janda, Ngampilan Jogja, busana Palembang.
  6. Edi Susilo (23 tahun), jejaka, Gedongtengen Jogja dan Kurnia Purba Sayekti (23 tahun), janda, Kasihan Bantul, busana Bugis.
  7. Sargito (52 tahun), duda, Mergangsan Jogja dan Wakiyem (37 tahun), janda, Imogiri Bantul busana Madura.
  8. Irawan Prambudi Santoso (23 tahun), jejaka, Danurejan Jogja dan Devani Adelya Putri (17 tahun), perawan, Banyuurip Purworejo Jawa Tengah busana Sunda.

Ini Alasan Malioboro Steril dari PKL Setiap ‘Selapan’ Sekali

Salah satu titik di trotoar Malioboro yang biasanya sarat dengan pedagang kaki kima (PKL)

Yach hari Selasa kemarin (26/9/2017)bertepatan dengan pasaran Wage, menjadi hari perdana penerapan perda baru berkaitan dengan salah satu kehidupan di kawasan Malioboro Yogyakarta, yakni hari bebas dari Pedagang Kaki Lima(PKL).

Bebas atau steril dari PKL dimana tanpa terkecuali dalam 1 X 24 jam kawasan yang menjadi icon kota Jogja ini tidak boleh ada kegiatan jual-beli PKL.

Iya saya kemarin kebetulan berada disana, dan benar-benar tidak ada yang jualan, baik  di depan toko-toko lorong-lorong, baik sisi barat maupun sisi timur jalan.

Hal ini rencana nya akan terus dilakukan dan dijalankan pada setiap Selapan atau 35 hari sekali yakni pada hari Selasa Wage. Selapan merupakan bertemunya hari dan pasaran tertentu. Selasa merupakan nama hari ketiga dan Wage merupakan nama pasaran.

Lalu kenapa hal ini dilakukan?

Setelah melakukan penelusuran lebih lanjut saya mendapatkan jawaban bahwasanya Gubernur DIY Sri Sultan HB X beliau mengatakan,” Liburnya PKL di Selasa Wage bisa digunakan sebagai waktu untuk membersihkan Malioboro juga kegiatan lain terkait pariwisata.”

Sementara Haryadi Suyuti menambahkan program libur Selasa Wage sebenarnya sudah beberapa waktu lalu diwacanakan meski baru bisa dilaksanakan hari ini. Program Selasa Wage menurut dia sengaja dibuat untuk memberikan kesempatan istirahat pada Malioboro termasuk gotong-royong PKL membersihkan area berjualan setiap hari.

 

“Harapan kami dari Pemkot, bisa dilaksanakan rutin setiap 35 hari sekali untuk memberikan waktu membenahi Malioboro misalnya membersihkan sampah, gorong-gorong, mengecat bangunan, menambal apa yang pecah misalnya. Kalau tidak ada sehari libur, maka kami tidak bisa mengerjakan, kapan waktunya,” ungkap Haryadi.

 

Sukidi, Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro yang juga tampak dalam peninjauan mengaku siap menerapkan program libur sehari tiap Selasa Wage. Pedagang menilai, program tersebut harus dilakukan untuk memberi kesempatan istirahat pada Malioboro yang selama ini memberikan rejeki pada mereka.

 

“Ternyata teman-teman PKL mengapresiasi dan sepakat untuk libur selama 24 jam setiap Selasa Wage, 35 hari sekali. Kami ingin, Malioboro sesekali istirahat dan melihat tanpa PKL seperti apa. Kita juga bisa memanfaatkan untuk bersih-bersih lokasi tempat jualan sehari-hari,” ungkapnya (krjogja.com. Selasa 26/9)

Kawasan Malioboro tanpa adanya PKL terlihat lenggang dan berbeda, kemarin terlihat pemilik toko banysk menggunakan kesempatan tersebut guna membersihkan halaman depan mereka, adanya, mengecatnya pula.

Well semoga menjadi periksa nih bagi para pengunjung Malioboro yang ingin berbelanja di PKL, harus diingat bahwa setiap Selasa Wage mereka libur.

Pedestrian Malioboro dengan lajur untuk difabel